Anda di halaman 1dari 4

TUGAS MATAKULIAH

UNIVERSITAS TERBUKA
SEMESTER 2020/2021.1

Nama : Moch. Dwiki Prasetyo


NIM : 031198597
Fakultas : Ekonomi
Program Studi : Management
UPBJJ : UT Serang

PT. BOUSSEE COMPANY merupakan perusahaan sepatu raksasa yang berpusat di kota
Cekoslowakia dan telah beroperasi sejak tahun 1894. Perusahaan sepatu raksasa keluarga ini
mengoperasikan empat unit bisnis internasional yaitu Boussee Eropa, Boussee Asia Pasifik-
Afrika, Boussee Amerika Latin, dan Boussee Amerika Utara. Produk perusahaan ini hadir di
lebih dari 50 negara dan memiliki fasilitas produksi di 26 negara. Sepanjang sejarahnya,
perusahaan ini telah menjual sebanyak 14 miliar pasang sepatu.

Di Indonesia pengoperasian penjualan sepatu Boussee dijalankan oleh PT. Sepatu Boussee,
Tbk. Pabrik perusahaan ini pertama kali berdiri pada tahun 1939, dan saat ini berada di dua
tempat, yaitu Semarang dan Medan. Keduanya menghasilkan 7 juta pasang alas kaki setahun
yang terdiri dari 400 model sepatu, sepatu sandal, dan sandal yang dibuat dari kulit, karet,
maupun dan plastik. Sebelum tahun 1998, status Boussee di Indonesia adalah perusahaan
penanaman modal asing (PMA), sehingga dilarang menjual langsung ke pasar. Boussee
menjual melalui para penyalur khusus (depot) dengan sistem konsinyasi. Namun, sistem
penjualan tersebut diubah pada 1 Januari 1998, yaitu ketika PT. Sepatu Boussee menjadi
perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN). Dengan demikian, distribusi produk-
produk perusahaan dari pabrik dilakukan dengan melibatkan langsung toko-toko pengecer
yang akan menjual produk langsung kepada konsumen. Sejak tahun 2015, PT. Sepatu
Boussee mulai menyalurkan produknya melalui penjualan online dengan membuat web
penjualan online sendiri. Inovasi ini diharapkan dapat menaikkan keuntungan perusahaan
dengan semakin banyaknya konsumen yang membeli produk melalui saluran distribusi baru
tersebut.

Dalam bidang produksi, PT. Boussee juga tengah melakukan perbaikan besar-besaran agar
dapat menghasilkan produk secara lebih efisien. Persediaan bahan baku yang selama ini
dilakukan dengan menggunakan sistem economic order quantity (EOQ) sekarang diubah
menjadi sistem JIT (just in time) dengan melakukan partnership dengan berbagai pemasok
terpilih. Perusahaan akan menerima bahan baku pada saat dibutuhkan dan tidak perlu
menyimpan bahan baku terlalu banyak di gudang. Sistem ini mampu menghemat
pengeluaaran untuk penyimpanan bahan baku sebesar 40%.

Perubahan sistem pengadaan bahan baku menjadi sistem JIT harus diikuti dengan sistem
informasi yang terintegrasi antara perusahaan dengan para pemasok. Dalam hal ini, PT.
Boussee menggunakan internet untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan
pemasok mereka. Agar perusahaan dapat menghemat biaya persediaan bahan baku, pemasok
harus sangat terlibat dan selaras dengan jadwal operasi perusahaan untuk menjamin
ketersediaan bahan baku. PT. Boussee menggunakan program perencanaan produksi
mutakhir yang memperkirakan jumlah bahan yang diperlukan untuk melakukan produksi.
Setelah perkiraan tersebut dibuat, sistem rantai pasokan meneruskan perkiraan tersebut
kepada pemasok, yang merespons dengan perkiraan biaya dan merencanakan produksinya
sebagai hasilnya. Para pemasok memiliki akses ke informasi yang akurat dan tepat waktu.
Setelah pemasok menerima informasi ini, mereka diarahkan untuk mengirimkan bahan dalam
kuantitas dan kualitas yang dibutuhkan.

Berdasarkan ulasan tersebut, jawablah pertanyaan No. 1 dan No. 2 berikut.


1. Sebutkan dan jelaskan dua tipe inovasi yang diterapkan PT. Boussee berdasarkan tipe-tipe
inovasi yang dijelaskan pada Modul 1 tersebut !
Jawab :

Dua tipe yang diterapkan PT. Boussee yaitu:


a. Inovasi komersial atau pemasaran
Contoh Inovasi ini antara lain penyusunan pendanaan baru, pendekatan pemasaran baru, dan
saluran distribusi baru. Pada artikel di atas, PT. Boussee melakukan inovasi saluran distribusi
baru. Di mana PT. Boussee mulai menyalurkan produknya melalui penjualan online dengan
membuat web penjualan online sendiri. Inovasi ini diharapkan dapat menaikkan keuntungan
perusahaan dengan semakin banyaknya konsumen yang membeli produk melalui saluran
distribusi baru tersebut.

b. Inovasi produksi.
PT. Boussee menerapkan sistem Just In Time (JIT) untuk mengatur persediaan bahan baku
yang sebelumnya menggunakan sistem economic order quantity (EOQ). Dengan sistem ini
perusahaan akan menerima bahan baku pada saat dibutuhkan dan tidak perlu menyimpan
bahan baku terlalu banyak di gudang. Sehingga mampu menghemat pengeluaran untuk
penyimpanan bahan baku sebesar 40%.

2. Bentuk aliansi strategis apakah yang diterapkan PT. Boussee berdasarkan ulasan diatas?
Jelaskan jawaban Anda !
Jawab :

Aliansi strategis yang diterapkan PT. Boussee adalah hubungan pemasok. Beberapa
keuntungan dari kerja sama antara PT. Boussee dengan pemasok berdasarkan artikel di atas
antara lain:
a. Menghemat biaya persediaan bahan baku melalui sistem informasi yang terintegrasi.
b. Akurat dan tepat waktu dalam pengiriman bahan dengan kuantitas dan kualitas yang
dibutuhkan.

3. PT. Bintang Mas merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai keperluan peralatan
rumah tangga elektronik yang telah berdiri sejak tahun 1962. Saat ini, PT. Bintang Mas
telah menjadi salah satu group perusahaan berskala besar dengan lebih dari 30.000
karyawan yang tersebar pada 5 area industri dan produksi di Jawa Timur dan Cibitung.
Mengawali usaha sebagai produsen peralatan dapur, saat ini PT. Bintang Mas telah
memproduksi berbagai peralatan rumah tangga, mulai dari peralatan dapur, peralatan
kebersihan, dan peralatan elektronik rumah tangga. Salah satu kunci keberhasilan PT.
Bintang Mas adalah kuatnya visi yang ditanamkan oleh pendiri yaitu Bapak Alam Satria
untuk menjadikan PT. Bintang Mas sebagai produsen peralatan rumah tangga nomor 1 di
Indonesia dan mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mencintai produksi
Indonesia.

Saat ini, perusahaan tengah mengembangkan satu teknologi baru untuk lini produknya
agar produk yang dihasilkan lebih menghemat energi. Perusahaan menyadari bahwa
dalam keputusan perencanaan produk baru, keputusan yang paling krusial adalah
penentuan waktu untuk menggunakan teknologi baru dalam lini produk. Keputusan
perencanaan produk meliputi kapan saat yang tepat untuk mengembangkan produk-
produk digital, kebalikan dari pengembangan produk yang menggunakan teknologi lensa
lampu. Pada awal pengembangan produk baru dimulai dari pengembangan teknologi
yang ditandai dengan peerforma yang relatif rendah, kemudian tumbuh dengan cepat,
mendekati kedewasaan, dan akhirnya teknologi menjadi usang.

Dalam dunia bisnis yang bersifat teknologi intensif, keputusan perencanaan produk yang
utama adalah penentuan waktu untuk menggunakan teknologi baru dalam lini produk.
Platform produk utama yang akan dikembangkan dari penerapan teknologi baru tersebut
adalah lampu hemat energi. Lampu hemat energi yang akan dikembangkan mampu
menghemat energi sampai dengan 60% dengan tingkat terang yang optimal. Jenis lampu
baru tersebut dikembangkan dengan menggunakan teknologi Light Optimal Diode (LOD)
yang menghasilkan cahaya lebih terang daripada dengan menggunakan teknologi Light
Emitting Diode (LED). Teknologi dasar ini nantinya akan digunakan untuk produk-
produk turunan lainnya seperti lampu untuk lemari es, lampu sensor, dan produk lainnya.
Dalam hal ini, teknik yang dapat digunakan untuk mengkoordinasikan pengembangan
teknologi dengan perencanaan produk adalah peta jalur teknologi. Peta ini digunakan
untuk menggambarkann ketersediaan teknologi dan penggunaannya di masa yang akan
datang terhadap produk yang diharapkan. Untuk membuat peta jalur teknologi, berbagai
generasi teknologi diberi label dan disusun sepanjang garis waktu sehingga produk yang
dikembangkan memiliki nilai jual yang menjanjikan.

Sebutkan dan jelaskan dua macam perspektif dasar yang digunakan oleh PT. Bintang Mas
dalam pengembangan produk baru berdasarkan materi pada modul 2 tersebut !
Jawab :

Sesuai dengan artikel di atas, PT. Bintang Mas menggunakan Perspektif mengikuti
perkembangan teknologi dan Perspektif platform produk. PT. Bintang Mas tengah
mengembangkan satu teknologi baru untuk lini produknya. Keputusan perencanaan
produk adalah kapan saat yang tepat untuk mengembangkan produk-produk digital,
kebalikan dari pengembangan produk yang menggunakan teknologi lensa lampu.
Penentuan waktu untuk menggunakan teknologi baru dalam lini produk merupakan
keputusan perencanaan produk yang utama. Platform produk utama yang akan
dikembangkan dari penerapan teknologi baru tersebut adalah lampu hemat energi. Lampu
tersebut dikembangkan dengan menggunakan teknologi Light Optimal Diode (LOD)
yang mampu menghemat energi sampai dengan 60% dengan tingkat terang yang optimal
daripada teknologi Light Emitting Diode (LED).