57% menganggap dokumen ini bermanfaat (7 suara)
226K tayangan12 halaman

Menyetubuhi Ibu Kandung Di Kosan: @areabokep69

Cerita seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun yang melakukan hubungan seksual dengan ibunya sendiri di kamar kos-kosannya. Ibunya mengizinkan hal tersebut agar anaknya tidak melakukan hubungan seks dengan pelacur. Remaja tersebut kemudian menyetubuhi ibunya lagi saat ibunya mengunjunginya beberapa bulan kemudian.

Diunggah oleh

yolanda
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
57% menganggap dokumen ini bermanfaat (7 suara)
226K tayangan12 halaman

Menyetubuhi Ibu Kandung Di Kosan: @areabokep69

Cerita seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun yang melakukan hubungan seksual dengan ibunya sendiri di kamar kos-kosannya. Ibunya mengizinkan hal tersebut agar anaknya tidak melakukan hubungan seks dengan pelacur. Remaja tersebut kemudian menyetubuhi ibunya lagi saat ibunya mengunjunginya beberapa bulan kemudian.

Diunggah oleh

yolanda
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Menyetubuhi Ibu kandung di kosan

@AreaBokep69

Namaku Anton, umur 30 tahun, punya pengalaman unik, bersetubuh dengan ibu
kandungku sendiri sewaktu aku berusia 14 tahun. Ceritanya begini, aku adalah
anak laki-laki satu-satunya dari dua bersaudara. Waktu aku SMP, orang tuaku,
yang adalah pedagang beras di kota Tuban, mengirim aku sekolah Surabaya,
tempat kakak perempuanku yang sudah di SMA juga belajar. Aku kost di rumah
ibu Sandra, yang rumahnya tepat di depan rumah kost kakak perempuanku di
daerah Tambaksari.

Biasanya tiap bulan ibuku datang ke Surabaya untuk menengok dan memberi kami
uang saku.Dia biasanya tidur sekamar dengan kakak perempuanku, Rina, di kamar
kostnya. Tapi waktu itu kebetulan, mbak Rina lagi ikut camping ke Tretes, maka
ibu terpaksa tidur di kamar kostku. Ibu Sandra, pemilik rumah kost tentu
mengijinkan, karena kami adalah anak dan ibu kandung. Rupanya, ibu tidak tahu
bahwa anaknya yang kini sudah kelas tiga SMP ini mulai suka perempuan, dan
bukan anak ingusan lagi.Maka terjadilah peristiwa itu.

Ceritanya begini, karena terlalu capek, ibu langsung tertidur pulas di tempat
tidurku. Tapi aku, entah bagaimana tiba-tiba terbangun pada pukul 12 malam.
Entah, setan mana yang merasuki aku, malam itu kontolku memang tegang alias
ngaceng melihat daster tipis yang dipakai ibuku tersingkap. Hatiku sudah
dag-dig-dug antara mau menyetubuhinya atau tidak. Aku memang malu kalau
ketahuan melakukan itu, tapi nafsuku susah kuredam. Maka pelan-pelan ku
singkapkan daster ibuku sampai ke pinggang. Hatiku makin keras berdegup
melihat kedua paha ibu yang putih mulus. Dalam usianya yang 38 tahun, ibu masih
tampak segar.

Pelan-pelan kulorot celana dalam ibu, dan kulihat bulu-bulu halus tampak di
sekitar selangkangannya. Tepat di tengah selangkangan itu kulihat sebuah garis
dua garing memanjang bewarna merah tua, kemaluan ibuku. Melihat ini, aku
seakan lupa kalau wanita yang telentang itu adalah ibu, maka aku segera melucuti
celana dalamku sendiri, dan merangkak di antara kedua pahanya. Batang
kemaluanku yang sudah berdenyut- denyut karena tegang itu segera kuarahkan
ke sebuah lubang kecil di antara kedua garis merah itu. Sekali ayunkan pantat,
masuklah batang penisku ke dalam liang vagina yang limabelas tahun yang lalu
melahirkan aku ke dunia ini. Sreettt… kepala kemaluanku menggesek dinding
kemaluan ibu, aduuhhh rasanya enuaaak! Semakin dalam kubenamkan kemaluanku
semakin enaak rasanya. Blessss!Amblas sudah seluruh kemaluanku ke dalam
vagina ibu. Srettt… aduh enak rasanya ketika kutarik. Blesss… aduhh masuk lagi,
enak lagi, Srettt, aduh enaknya ketika kutarik lagi. Bless-Sreettt-Blesss-Srettt,
akupun makin hanyut dalam kenikmatan. Batang kemaluanku seperti dipilin-pilin,
nikmat!

Tiba-tiba ibu membuka mata, dia membelalak kaget ketika mengetahui aku
berada di atas tubuhnya yang terlentang. “Haii, Anton! apa-apaan ini?” bisiknya,
takut kalau orang lain mendengar suaranya.Mata ibu makin membelalak ketika
melihat batang kemaluanku sudah amblas ke liang vaginanya. “Ton, kau gila apa?
aku ini khan ibu kandungmu?” kata ibu sambil mendorong aku sekuat tenaga. Plep!
batang kemaluanku tercabut dari vagina ibu ketika aku terdorong sampai jatuh
terduduk. “Ampun, bu, aku nggak tahan,” kataku sambil menutup kemaluanku.
Malu rasanya berbuat begitu pada ibu sendiri. “Lho. kamu khan masih SMP, masih
14 tahun, masak sudah pingin begituan,” kata ibu. “Bu, aku sungguh pingin, tapi
tidak ada salurannya. Tadinya aku mau ke tempat pelacuran, tapi ibu keburu
datang, maka jadilah semua ini,” bisikku sambil menunduk malu. “Lho, kamu tidak
boleh main dengan pelacur! kotor itu, nanti kamu sakit,” kata ibu. “Tapi aku
sungguh ndak tahan bu,” kataku masih menunduk.Tiba-tiba ibu mendekatkan
wajahnya ke mukaku dan berkata,” Ton, kamu jangan ke pelacur, malam ini ibu
kasih kamu kesempatan untuk merasakan seks, tapi janji kamu tidak ke pelacur,”
katanya. Aku kaget, tidak kusangka ibu tidak marah. Rupanya di lebih kawatir
kalau aku main dengan pelacur. “Ibu tidak marah?” kataku seolah tidak percaya.
“Apa boleh buat, daripada kamu ke pelacur,” katanya.. Lalu ibu melepas
pakaiannya sehingga dia kini telanjang bulat. Harus kuakui ibu adalah seorang
wanita seksi, buah dadanya tampak masih padat, perutnya datar, kulit tubuhnya
halus. Melihat ini batang kemaluanku tegang lagi.

Langsung aku menindih tubuh ibu, kujilati semua bagian tubuhnya, ketiak dan
selangkangannya tidak terkecuali. Dan puncaknya pun tiba, kemaluanku kembali
menelusuri jepitan dinding vagina ibu. Blesss-srett–bless-srettt-bless, srettt,
batang penisku semakin cepat keluar masuk liang vagina ibu untuk merasakan
kenikmatan yang semakin memuncak. Ibu tampak memejamkan mata, tangannya
sekali-kali membelai punggungku. Aku pun juga sekali-kali menghentikan gerakan
penisku, maklum berkali-kali aku merasakan kenikmatan yang luar biasa sehingga
hampir memuncratkan air mani. Sambil berhenti aku membenamkan dalam-dalam
batang penisku dalam jepitan vagina ibu yang licin dan hangat. Sementara itu
bibirku rajin menjilati buah dadanya, kuhisap kedua putingnya, kuciumi dan
kujilati kedua ketiaknya. Shhhhh, nikmatttt! Bunyi lendir yang terkocok makin
keras bunyinya ketika aku kembali menggerakkan pantatku naik turun. Ibu
memang nikmat, batang kemaluanku seperti diurut-urut oleh daging lincin dan
berlendir, enuaaak rasanya.

Tiba-tiba aku tidak dapat mengontrol kenikmatan ini, batang kemaluanku


betul-betul menyentuh bagian ternikmat dalam vagina ibu, sehingga aku
meregang, tegang, aduuuuhhh enakknyaaa buuu, “crut,crut,crut,crut” air maniku
muntah ke dalam vagina ibu. Akupun lemas, tertidur di sebelah tubuh ibu. Pagi
harinya, ibu berpesan agar aku tidak menceritakan kepada siapa- siapa kejadian
itu,dan agar aku tidak ke pelacur. Pengalaman bersetubuh dengan ibu kandungku
yang kedua kalinya terjadi sebulan kemudian, ketika ibu kembali mengunjungi aku
dan kakak perempuanku.

Sudah dua malam itu ibu tidur dengan kakak perempuanku, biasanya ibu tinggal
sampai empat malam di Surabaya sebelum kembali ke Tuban. Pada malam ke tiga,
aku mampir ke rumah kost kakak perempuanku yang terletak persis di depan
rumah kostku. Kulihat ibu tengah duduk sendirian di kamar kakakku, rupanya
kakak lagi pergi kursus malam itu. “Lho, kamu koq nggak belajar?” sapa ibu ketika
melihat aku memasuki rumah kost itu. “Aku lagi pusing, bu?” jawabku pelan.
“Kenapa, kamu sakit?” tanya ibu sambil menempelkan tangan kanan di keningku.
“Ah enggak, cuma……” kataku tertahan. “Cuma apa?” Ibu mengejar. “Bu, maaf…
saya lagi pengin bener untuk melakukan lagi,” bisikku. “Melakukan apa?" cecar ibu.
“Itu lho, yang kita lakukan di kamar saya bulan lalu,” jawabku sambil tersipu-sipu.
“Ya ampun, Ton, kamu mau lagi?” tanyanya. “iya bu, nggak kuat rasanya,” kataku
menunduk. “Tapi kamu tahan khan selama ini, tidak ke pelacur?” tanya ibu lagi.
“Ndak bu, saya takut kena penyakit,” jawabku lagi. “Oke deh, kamu pulang dulu ke
kamarmu, nanti sebentar lagi ibu menyusul ke sana,” Jawab ibu sambil berdiri.
Hatiku pun dag-dig-dug membayangkan apa yang bakal terjadi. Batang penisku
kontan menggeliat-geliat ingin segera merasakan elusan- elusan dan
pilinan-pilinan dari vagina ibu. Aku segera ngacir pulang ke rumah kostku, dan
masuk ke kamar. Tak lama kemudian, kudengar ibu bercakap-cakap dengan ibu
kostku, Bu Sandra. “Bagaimana anak saya, Bu Sandra?” tanya ibu. “Oh, baik-baik
saja bu, dia rajin sekali belajarnya,” Jawab Bu Sandra. “Ini bu, saya mau
berbicara agak pribadi dengan anak saya, boleh kan saya masuk ke kamarnya?”
tanya ibu. “Oh silahkan bu, silahkan saja, monggo,” kata Bu Sandra. Sementara
itu, aku sudah nggak tahan, sambil menunggu ibu, telapak tanganku mengelus-elus
kepala batang penisku, aduuh, enaknya, apalagi ujung penis itu sudah
mengeluarkan cairan bening dan licin. Tiba-tiba, pintu kamarku terbuka, dan
masuklah ibuku, yang malam itu masih mengenakan celana pendek warna hitam
dan kaus putih. Buah dadanya tampak padat menggelayut di dadanya. Melihat aku
tiduran sambil memainkan batang penisku, ibu tersenyum sambil menggelengkan
kepala. “Ya ampun anak ibu sudah nggak sabaran,” katanya, lalu tangannya
bergerak melepas kausnya, breettt. Aku terbelalak, melihat kulit tubuh ibu yang
masih mulus, kuning langsat. Glek, glek, aku menelan ludah beberapa kali. Breet,
ya ampun, kini kutangnya pun ditanggalkannya.

Glek,glek, aku kembali menelan ludah membayangkan nikmatnya menjilati kedua


buah dada yang kenyal dan padat itu. Sroott, kini malah celana pendeknya
dilorotnya, lalu sroot lagi, kini dia sudah telanjang bulat. Aduhh mak! aku ndak
tahan menyaksikan ibu telanjang bulat. Batang penisku makin berdenyut-denyut.
Dengan langkah pelan ibu mendekati aku, ia tersenyum melihat aku
gemetaran.Aku makin menggigil ketika tangan kanan ibu menyelusup masuk ke
celana pendekku. Kurasakan ada aliran kenikmatan di batang penisku ketika
jari-jari tangan itu mengusap batang penisku. “Sebenarnya kamu masih kecil nak,
kontolmu pun masih kecil, tapi koq kamu sudah punya keinginan kuat untuk
bersetubuh,” kata ibu. “Ayo lepas pakaianmu,” tambahnya. Tanpa dikomando dua
kali, aku segera melucuti pakaianku. Kini kami berdua telanjang bulat. Ibu pun
mulai merebahkan badannya di ranjang, kedua pahanya dibuka untuk menyambut
tubuhku. Tepat di tengah selangkannya, kulihat dua garis merah tua terbuka, dan
persis di tengah garis itu, kulihat ada lubang kecil yang terbuka sedikit, liang
vagina ibu.

HomeCERITA ABG
CERITA ABG
Cerita Ewean Sedarah Nikmatnya Menyetubuhi Ibuku Di Kamar Kost
By Artbhh Last updated Aug 26, 2020
0
Share
binance soccercrypt youbetcash HokiJudi99 HokiBet99 sports betting exchange
poker139 nexiabet
Cerita Dewasa – Cerita Ewean Sedarah Nikmatnya Menyetubuhi Ibuku Di Kamar
Kost Namaku Anton, umur 30 tahun, punya pengalaman unik, bersetubuh dengan
ibu kandungku sendiri sewaktu aku berusia 14 tahun. Ceritanya begini, aku adalah
anak laki-laki satu-satunya dari dua bersaudara. Waktu aku SMP, orang tuaku,
yang adalah pedagang beras di kota Tuban, mengirim aku sekolah ke Situs Judi
Pkv Terbaik Surabaya, tempat kakak perempuanku yang sudah di SMA juga
belajar. Aku kost di rumah ibu Sandra, yang rumahnya tepat di depan rumah kost
kakak perempuanku di daerah Tambaksari.

Biasanya tiap bulan ibuku datang ke Surabaya untuk menengok dan memberi kami
uang saku.Dia biasanya tidur sekamar dengan kakak perempuanku, Rina, di kamar
kostnya. Tapi waktu itu kebetulan, mbak Rina lagi ikut camping ke Tretes, maka
ibu terpaksa tidur di kamar kostku. Ibu Sandra, pemilik rumah kost tentu
mengijinkan, karena kami adalah anak dan ibu kandung. Rupanya, ibu tidak tahu
bahwa anaknya yang kini sudah kelas tiga SMP ini mulai suka perempuan, dan
bukan anak ingusan lagi.Maka terjadilah peristiwa itu. Cerita Ewean Sedarah

Ceritanya begini, karena terlalu capek, ibu langsung tertidur pulas di tempat
tidurku. Tapi aku, entah bagaimana tiba-tiba terbangun pada pukul 12 malam.
Entah, setan mana yang merasuki aku, malam itu kontolku memang tegang alias
ngaceng melihat daster tipis yang dipakai ibuku tersingkap. Hatiku sudah
dag-dig-dug antara mau menyetubuhinya atau tidak. Aku memang malu kalau
ketahuan Situs Online Judi Terbaik melakukan itu, tapi nafsuku susah kuredam.
Maka pelan-pelan ku singkapkan daster ibuku sampai ke pinggang. Hatiku makin
keras berdegup melihat kedua paha ibu yang putih mulus. Dalam usianya yang 38
tahun, ibu masih tampak segar. Cerita Ewean Sedarah

Pelan-pelan kulorot celana dalam ibu, dan kulihat bulu-bulu halus tampak di
sekitar selangkangannya. Tepat di tengah selangkangan itu kulihat sebuah garis
dua garing memanjang bewarna merah tua, kemaluan ibuku. Melihat ini, aku
seakan lupa kalau wanita yang telentang itu adalah ibu, maka aku segera melucuti
celana dalamku sendiri, dan merangkak di antara kedua pahanya. Batang
kemaluanku yang sudah berdenyut- denyut karena tegang itu segera kuarahkan
ke sebuah lubang kecil di antara kedua garis merah itu. Sekali ayunkan pantat,
masuklah batang penisku ke dalam liang vagina yang limabelas tahun yang lalu
melahirkan aku ke dunia ini. Sreettt… kepala kemaluanku menggesek dinding
kemaluan ibu, aduuhhh rasanya enuaaak! Semakin dalam kubenamkan kemaluanku
semakin enaak rasanya. Blessss!Amblas sudah seluruh kemaluanku ke dalam
vagina ibu. Srettt… aduh enak rasanya ketika kutarik. Blesss… aduhh masuk lagi,
enak lagi, Srettt, aduh enaknya ketika kutarik lagi. Bless-Sreettt-Blesss-Srettt,
akupun makin hanyut dalam kenikmatan. Batang kemaluanku seperti dipilin-pilin,
nikmat!

Tiba-tiba ibu membuka mata, dia membelalak kaget ketika mengetahui aku
berada di atas tubuhnya yang terlentang. “Haii, Anton! apa-apaan ini?” bisiknya,
takut kalau orang lain mendengar suaranya.Mata ibu makin membelalak ketika
melihat batang kemaluanku sudah amblas ke liang vaginanya. “Ton, kau gila apa?
aku ini khan ibu kandungmu?” kata ibu sambil mendorong aku sekuat tenaga. Plep!
batang kemaluanku tercabut dari vagina ibu ketika aku terdorong sampai jatuh
terduduk. “Ampun, bu, aku nggak tahan,” kataku sambil menutup kemaluanku.
Malu rasanya berbuat begitu pada ibu sendiri. “Lho. kamu khan masih SMP, masih
14 tahun, masak sudah pingin begituan,” kata ibu. “Bu, aku sungguh pingin, tapi
tidak ada salurannya. Tadinya aku mau ke tempat pelacuran, tapi ibu keburu
datang, maka jadilah semua ini,” bisikku sambil menunduk malu. “Lho, kamu tidak
boleh main dengan pelacur! kotor itu, nanti kamu sakit,” kata ibu. “Tapi aku
sungguh ndak tahan bu,” kataku masih menunduk.Kumpulan Situs Judi Pkv
Terbaik Tiba-tiba ibu mendekatkan wajahnya ke mukaku dan berkata,” Ton, kamu
jangan ke pelacur, malam ini ibu kasih kamu kesempatan untuk merasakan seks,
tapi janji kamu tidak ke pelacur,” katanya. Aku kaget, tidak kusangka ibu tidak
marah. Rupanya di lebih kawatir kalau aku main dengan pelacur. “Ibu tidak
marah?” kataku seolah tidak percaya. “Apa boleh buat, daripada kamu ke
pelacur,” katanya.. Lalu ibu melepas pakaiannya sehingga dia kini telanjang bulat.
Harus kuakui ibu adalah seorang wanita seksi, buah dadanya tampak masih padat,
perutnya datar, kulit tubuhnya halus. Melihat ini batang kemaluanku tegang lagi.
Cerita Ewean Sedarah
Langsung aku menindih tubuh ibu, kujilati semua bagian tubuhnya, ketiak dan
selangkangannya tidak terkecuali. Dan puncaknya pun tiba, kemaluanku kembali
menelusuri jepitan dinding vagina ibu. Blesss-srett–bless-srettt-bless, srettt,
batang penisku semakin cepat keluar masuk liang vagina ibu untuk merasakan
kenikmatan yang semakin memuncak. Ibu tampak memejamkan mata, tangannya
sekali-kali membelai punggungku. Aku pun juga sekali-kali menghentikan gerakan
penisku, maklum berkali-kali aku merasakan kenikmatan yang luar biasa sehingga
hampir memuncratkan air mani. Sambil berhenti aku membenamkan dalam-dalam
batang penisku dalam jepitan vagina ibu yang licin dan hangat. Sementara itu
bibirku rajin menjilati buah dadanya, kuhisap kedua putingnya, kuciumi dan
kujilati kedua ketiaknya. Shhhhh, nikmatttt! Bunyi lendir yang terkocok makin
keras bunyinya ketika aku kembali menggerakkan pantatku naik turun. Ibu
memang nikmat, batang kemaluanku seperti diurut-urut oleh daging lincin dan
berlendir, enuaaak rasanya.

Tiba-tiba aku tidak dapat mengontrol kenikmatan ini, batang kemaluanku


betul-betul menyentuh bagian ternikmat dalam vagina ibu, sehingga aku
meregang, tegang, aduuuuhhh enakknyaaa buuu, “crut,crut,crut,crut” air maniku
muntah ke dalam vagina ibu. Akupun lemas, tertidur di sebelah tubuh ibu. Pagi
harinya, ibu berpesan agar aku tidak menceritakan kepada siapa- siapa kejadian
itu,dan agar aku tidak ke pelacur. Pengalaman bersetubuh dengan ibu kandungku
yang kedua kalinya terjadi sebulan kemudian, ketika ibu kembali mengunjungi aku
dan kakak perempuanku.

Sudah dua malam itu ibu tidur dengan kakak perempuanku, biasanya ibu tinggal
sampai empat malam di Surabaya sebelum kembali ke Tuban. Pada malam ke tiga,
aku mampir ke rumah kost kakak perempuanku yang terletak persis di depan
rumah kostku. Kulihat ibu tengah duduk sendirian di kamar kakakku, rupanya
kakak lagi pergi kursus malam itu. “Lho, kamu koq nggak belajar?” sapa ibu ketika
melihat aku memasuki rumah kost itu. “Aku lagi pusing, bu?” jawabku pelan.
“Kenapa, kamu sakit?” tanya ibu sambil menempelkan tangan kanan di keningku.
“Ah enggak, cuma……” kataku tertahan. “Cuma apa?” Ibu mengejar. “Bu, maaf…
saya lagi pengin bener untuk melakukan lagi,” bisikku. “Melakukan apa?” Situs
Online Judi Terbaik 2020 cecar ibu. “Itu lho, yang kita lakukan di kamar saya
bulan lalu,” jawabku sambil tersipu-sipu. “Ya ampun, Ton, kamu mau lagi?”
tanyanya. “iya bu, nggak kuat rasanya,” kataku menunduk. “Tapi kamu tahan khan
selama ini, tidak ke pelacur?” tanya ibu lagi. “Ndak bu, saya takut kena penyakit,”
jawabku lagi. “Oke deh, kamu pulang dulu ke kamarmu, nanti sebentar lagi ibu
menyusul ke sana,” Jawab ibu sambil berdiri. Cerita Ewean Sedarah

Hatiku pun dag-dig-dug membayangkan apa yang bakal terjadi. Batang penisku
kontan menggeliat-geliat ingin segera merasakan elusan- elusan dan
pilinan-pilinan dari vagina ibu. Aku segera ngacir pulang ke rumah kostku, dan
masuk ke kamar. Tak lama kemudian, kudengar ibu bercakap-cakap dengan ibu
kostku, Bu Sandra. “Bagaimana anak saya, Bu Sandra?” tanya ibu. “Oh, baik-baik
saja bu, dia rajin sekali belajarnya,” Jawab Bu Sandra. “Ini bu, saya mau
berbicara agak pribadi dengan anak saya, boleh kan saya masuk ke kamarnya?”
tanya ibu. “Oh silahkan bu, silahkan saja, monggo,” kata Bu Sandra. Sementara
itu, aku sudah nggak tahan, sambil menunggu ibu, telapak tanganku mengelus-elus
kepala batang penisku, aduuh, enaknya, apalagi ujung penis itu sudah
mengeluarkan cairan bening dan licin. Tiba-tiba, pintu kamarku terbuka, dan
masuklah ibuku, yang malam itu masih mengenakan celana pendek warna hitam
dan kaus putih. Buah dadanya tampak padat menggelayut di dadanya. Melihat aku
tiduran sambil memainkan batang penisku, ibu tersenyum sambil menggelengkan
kepala. “Ya ampun anak ibu sudah nggak sabaran,” katanya, lalu tangannya
bergerak melepas kausnya, breettt. Aku terbelalak, melihat kulit tubuh ibu yang
masih mulus, kuning langsat. Glek, glek, aku menelan ludah beberapa kali. Breet,
ya ampun, kini kutangnya pun ditanggalkannya.

Glek,glek, aku kembali menelan ludah membayangkan nikmatnya menjilati kedua


buah dada yang kenyal dan padat itu. Sroott, kini malah celana pendeknya
dilorotnya, lalu sroot lagi, kini dia sudah telanjang bulat. Aduhh mak! aku ndak
tahan menyaksikan ibu telanjang bulat. Batang penisku makin berdenyut-denyut.
Dengan langkah pelan ibu mendekati aku, ia tersenyum melihat aku
gemetaran.Aku makin menggigil ketika tangan kanan ibu menyelusup masuk ke
celana pendekku. Kurasakan ada aliran kenikmatan di batang penisku Daftar Agen
Judiqq ketik jari-jari tangan itu mengusap batang penisku. “Sebenarnya kamu
masih kecil nak, kontolmu pun masih kecil, tapi koq kamu sudah punya keinginan
kuat untuk bersetubuh,” kata ibu. “Ayo lepas pakaianmu,” tambahnya. Tanpa
dikomando dua kali, aku segera melucuti pakaianku. Kini kami berdua telanjang
bulat. Ibu pun mulai merebahkan badannya di ranjang, kedua pahanya dibuka
untuk menyambut tubuhku. Tepat di tengah selangkannya, kulihat dua garis
merah tua terbuka, dan persis di tengah garis itu, kulihat ada lubang kecil yang
terbuka sedikit, liang vagina ibu. Cerita Ewean Sedarah

Tapi aku tidak segera memasukkan batang penisku ke sana, meski kontolku
meronta-ronta seperti memprotes keras. Aku lebih tertarik untuk menciumi dulu
kedua gundukan daging di dada ibu, sambil meremas-remas, mengelus-elus
gundukan susu itu. Mmmmm…..enak katakku dalam hati ketika mencium bau wangi
campur keringat di buah dada ibu. Ingin rasanya kugigit kedua puting susunya,
tapi aku tidak sampai hati. Ibu sendiri tampak pasrah, matanya terpejam,
tangannya mengelus-elus punggungku. Kini aku sudah nggak tahan betul, sebab
batang kemaluanku sudah meronta keras. Maka pelan-pelan kuarahkan batang
kemaluan itu ke liang vagina ibu, dan Blesssssss, enaaaaakkkkk, masuklah batang
penisku untuk keduakalinya keliang memek ibu, yang dahulu melahirkan aku ke
dunia ini. Blesss, srettt, bless, sretttt, batang kemaluanku kembali melakukan
gerakan keluar masuk liang vagina itu. Aduuuuuhhhhh seperti diurut- urut deh
rasanya, enakkkk seperti dielus-elus daging basah, kenyal dan berlendir licin.
Bless, srett, bless, sretttt, enuaaakkkkk, serasa otot-otot lingkar dalam
kemaluan ibu ikut-ikutan berdenyut-denyut menjepit-jepit batang kemaluanku.

Ibu masih memejamkan mata, tapi gerakan tangannya makin cepat mengelus-elus
punggungku, mungkin dia juga merasakan kenikmatan ini. Semakin cepat aku
melakukan gerakan memompa, semakin nikmat rasanya, seolah ada ribuan semut
yang lari dari ujung kemaluanku ke pangkal kemaluanku, geli-geli nikmat. Buah
dada ibu yang besar itu ikut bergoyang-goyang seirama dengan sodokan
kemaluanku. “Aduhhh bu, aku nggak tahan lagi,” desahku dalam kenikmatan yang
amat sangat. Bless, srettt, bless, srettt, kemaluanku terus mengocok di dalam
liang vagina ibu yang sempit. Crot-crot-crot bunyi lendir yang terkocok dalam
liang vagina ibu terdengar seirama dengan makin memuncaknya kenikmatan yang
kurasakan.

Tiba-tiba aku merasakan kenikmatan itu sudah memenuhi selangkanganku, buah


pelirku sudah penuh dengan kenikmatan, dan siap memuntahkannya. Adduuuuuhhh
kataku sambil mempercepat gerakan penisku.
Bless-srettt-blesss-srettt…….Aukhhhhh Crut-crut-crut-crut, air maniku
muncrat ke liang memek ibu. “Aduh bu, enaaaaakkkk” kataku pelan, ibu cuma
tersenyum “Nanti kalau kamu lulus SMP dengan nilai bagus, ibu akan memberimu
pelayanan yang terbaik, ternikmat,” kata ibu tersenyum Hubungan seksku dengan
ibu kandungku berlangsungs setiap bulan sekali, yakni ketika dia mengunjungiku.

Janjinya untuk memberi pelayanan istimewa kalau aku lulus dengan nilai baik pun
jadi kenyataan, karena aku termasuk dalam tiga besar lulusan terbaik di SMPku.
Pelayanan istimewa itu tidak diberikan di kamar kostku di Surabaya, melainkan di
satu losmen di Tretes, yang berhawa dingin itu. Losmen itu menjadi saksi bisu
dari pelayanan istimewa yang diberikan ibu. Begini ceritanya: Malam itu ibu
meminta aku melucuti pakaianku hingga telanjang bulat, dan memintaku telentang
di tempat tidur. Lalu, dia juga melucuti pakaiannya sampai telanjang bulat.
Busyet!!! kemaluanku langsung meronta-ronta, nyut-nyut-nyut, berdenyut-denyut
begitu mataku melihat tubuh ibu yang kuning langsat, dan kedua buah dadanya
yang padat tanpa sehelai benangpun.

“Tenang dulu, kamu tidur dulu, pejamkan mata,” kata ibu padaku yang hampir
menubruk tubuhnya. Akupun menurut, kuletakkan kepalaku di bantal, dan
memejamkan mata. Tiba-tiba, aku merasa ada sesuatu yang hangat di kepala
kemaluanku. Hangat basah…..apa ini??? Ya ampunnn kepala penisku sudah masuk
ke mulut ibu. Aduuhhhh, enaknya ketika lidah ibu memainkan ujung batang
penisku. Aduuuhhh….sshhhhhhh. Aku mendesis ketika lidah itu terus
mengusap-usap ujung penisku dan kepala bagian bawah dari penisku. Rasanya
geliiiiii, nikmattttt. Lidah ibu terus menyusur ke batang penisku dengan gerakan
mengusap- usap. Aduuhhhhh….rintihku. Lidah itu kini sudah sampai di buah
pelirku, memandikan buah pelirku dengan air liur ibu yang hangat. Geliiiii
deeeehhhhhh. Sssshhhhhhh…. Setelah itu, giliran pangkal paha kananku
diselusurinya.

Lidah itu mengusap-usap pangkal paha kananku, terus menyusur ke paha, lutut, ke
ujung kaki. Aduuhhhhh Sssshhhhhh. Lalu ke ujung kaki kiri, naik lagi ke tulang
kering, ke lutut, ke pangkal paha, dan naik terus ke buah zakar, ke batang penis,
ke kepala penis. Ampuunnnnnn enuaaaknyaaaaa. Kini, lidah itu sudah naik
menyusuri perutku, menjilat-jilat pusarku, terus naik lagi ke dada kanan,
melumuri puting susu kananku dengan air liur yang hangat, puting susu kiri juga,
lalu ke leher, dan akhirnya ke mulut…. Mmmmmmm kuhisap lidah itu ketika
memasuki mulutku, kugigit sedikit dengan gemasssss… Tiba-tiba, aduuhhhh…aku
merasa batang kemaluanku memasuki jepitan daging hangat, kenyal dan
berlendir….vagina ibu. Rupanya saat mulutku asyik menikmati lidahnya, ibu
menyodokkan vaginanya ke batang kemaluanku yang memang sudah
nyut-nyut-nyut itu. Tanpa mengeluarkan lidahnya dari mulutku, ibu mulai menekan
pantatnya ke bawah. Blesssss….

Ujung penisku seolah diurut oleh daging yang bergerinjal, dan basah dalam vagina
ibu, enuaakkkkkkkkkkkkkkkkkkk. Ibu terus melakukan gerak memompa.
Blesss-sretttt-blesss- srettt……. aduhhhhh batang kemaluanku kembali
merasakan elusan dan remasan dinding vagina ibu. Akupun menggelepar sehingga
lidah ibu keluar dari mulutku. Tapi lidah ibu terus mengejar, sehingga bisa
kembali masuk ke dalam mulutku. Sementara pantatnya tetap memompa,
crep-crep-crep-crep. Aduhhhhh… bu, enaak….rintihku pelan. Tiba-tiba ibu
melepaskan mulutnya dari mulutku. Kini tangannya bertumpu pada dadaku, dan dia
mulai memutar-mutar pantatnya seolah gerakan seorang penyanyi dangdut.
Serrrrrr-serrrrr-serrrrr batang peniskupun ikut terputar kekiri dan ke kanan
seirama dengan putaran pantat ibu. Addduuuuuuhhhh, nggak tahaannn nih….
desisku.

Ibu tidak ambil pusing dengan rintihanku, dia tetap memutar, memompa,
memutar, memompa pantatnya. Crot-crot-crot, bunyi lendir terkocok terdengar
dari vagina ibu. Buah dada ibu yang padat itu juga ikut tergoyang-goyang seirama
dengan gerakkan tubuhnya, sementara perutnya tampak menahan dan melepaskan
nafas. Sekitar lima menit aku terombang-ambing dalam kenikmatan yang luar
biasa, sampai ketika ibu mulai mengubah posisi. Kini wajah dan badannya
membelakangi aku, sehingga pantat dan punggungnya yang menghadap ke mukaku.
Sementara tangannya bertumpu pada lututku, pantatnya kembali memompa.
crot-crot-crot lendir kembali terkocok, tapi kali ini lebih keras karena batang
penisku tertekan mengarah ke ujung kaki, bukan ke atas ke kepala. Aduhhhhhh
enaaakknyaaaa…….

Seluruh otot lingkar dalam vagina ibu makin erat melingkari batang penisku
sehingga tiap tarikan dan tusukan memberi rasa pijatan yang nikmat pada batang
penisku. Ssshhhhhhhh….. enaakkk. Kenikmatan itu makin menumpuk dan
mendekati puncaknya ketika gerakan pantat ibu makin cepat. Batang penisku
makin membengkak karena serasa tertekan ke bawah, sehingga menambah
kenikmatan yang menjalar di sana. Ketika ibu makin mempercepat kocokkannya,
aku tak tahan lagi, aku segera bangun memeluk tubuh ibu dari belakang, kuremas
buah dadanya, sementara batang penisku terus mengalami kocokan-kocokan dari
vagina ibu. Crot-crot-crot, bunyi lendir makin keras, dan akhirnya
oohhhhhhhhhh…. crut-crut-crut-crut, air maniku muncrat, membasahi liang
vagina ibu. “Aduhhhh puas bu,” kataku kembali merebahkan diri. Ibu cuma
tersenyum lalu berkata,”itu hadiah kelulusan kamu dari SMP.” “Terimakasih, tapi
masih ada ronde kedua dan ketiga khan?” tanyaku. “Pasti deh…., tapi nanti ibu
mau cebok dulu,” katanya sambil menuju kamar mandi dalam kamar losmen itu.
Malam itu aku mengalami ejakulasi dua kali lagi dari ronde kedua dan ketiga
dengan ibu. Esoknya kami check-out dari losmen untuk menuju ke Tuban

Anda mungkin juga menyukai