SIKLUS PENGELUARAN
Disusun Oleh :
NI NYOMAN SRI WIDIANTARI (2102622010366)
NI LUH NITA FITRI UTAMI (2102622010376)
NI MADE TRISNA WIDIANINGSIH (2102622010362)
NI KOMANG YUNIASIH (2102622010363)
UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR
DENPASAR
2022
PEMBAHASAN
1.1 Siklus Pengeluaran
Siklus Pengeluaran adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait
yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa. Tujuan utama dalam
siklus pengeluaran adalah untuk meminimalkan biaya total memperoleh dan memelihara
persediaan, perlengkapan, dan berbagai layanan yang dibutuhkan organisasi untuk berfungsi.
Apakah tiga aktivitas bisnis dasar dalam siklus pengeluaran?
A. Memesan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) Aktivitas utama pertama dalam siklus
pengeluaran adalah memesan persediaan atau perlengkapan.
1. Metode pengendalian persediaan tradisional ini sering disebut: kuantitas pesanan ekonomis
[EOQ]): Pendekatan ini didasarkan pada perhitungan jumlah optimal pesanan untuk
meminimalkan jumlah biaya pemesanan, penggudangan dan kekurangan persediaan.
2. Metode-metode pengendalian persediaan alternatif:
MRP (material requirement planning).
Pendekatan ini bertujuan mengurangi tingkat persediaan yang dibutuhkan dengan cara
menjadwalkan produksi, bukan memperkirakan kebutuhan.
JIT (just in time)
Sistem JIT berusaha untuk meminimalkan, jika bukan menghilangkan, baik biaya
penggudangan maupun kekurangan persediaan.
B. Menerima dan menyimpan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) Aktivitas bisnis utama
kedua dalam siklus pengeluaran adalah penerimaan dan penyimpanan barang yang dipesan.
Keputusan-keputusan penting dan kebutuhan-kebutuhan informasi:
Bagian penerimaan mempunyai dua tanggung jawab utama:
a. Memutuskan apakah menerima pengiriman
b. Memeriksa jumlah dan kualitas barang Laporan penerimaan adalah dokumen utama
yang digunakan dalam subsistem penerimaan dalam siklus pengeluaran, laporan ini
mendokumentasikan rincian mengenai: setiap kiriman, termasuk tanggal penerimaan,
pengiriman, pemasok, dan nomor pesanan pembelian. Bagi setiap barang yang
diterima, laporan ini menunjukkan nomor barang, deskripsi, unit ukuran, dan jumlah
barang yang diterima.
C. Membayar barang, Perlengkapan dan jasa (layanan)
Aktivitas utama ketiga dalam siklus pengeluaran adalah menyetujui faktur penjualan dari
vendor untuk pembayaran.
1. Bagian utang usaha menyetujui faktur penjualan untuk dibayar
2. Kasir bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran
Aktivitas bisnis dan batasan siklus pendapatan dan pengeluaran. Proses bisnis adalah suatu
kumpulan aktivitas atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu
masalah tertentu atau yang menghasilkan produk atau layanan (demi meraih tujuan tertentu).
Suatu proses bisnis dapat dipecah menjadi beberapa subproses yang masing-masing memiliki
atribut sendiri tapi juga berkontribusi untuk mencapai tujuan dari superprosesnya. Analisis
proses bisnis umumnya melibatkan pemetaan proses dan subproses di dalamnya hingga tingkatan
aktivitas atau kegiatan
1.2 Kegiatan Pokok Siklus Pengeluaran
Siklus pengeluaran mencakup empat aktivitas dasar yaitu pemesanan barang dan jasa (ordering
materials, supplies, and services), penerimaan barang dan jasa (receiving supplier invoice),
penyetujuan faktur dari pemasok (approving supplier invoice) dan pembayaran (cash
disbursements) (Romney dan Steinbart, 2003:76).
1. Pemesanan barang dan jasa (ordering materials, supplies and services)
Terdapat dua tahap dalam proses pemesanan barang dan jasa, antara lain:
a. Identifikasi apa, kapan dan berapa banyak barang yang harus dibeli.
Perusahaan harus menjaga ketersediaan barang yang memadai sehingga proses
produksi data berjalan lancar bahkan jika penggunaan persediaan lebih besar dari
yang diharapkan atau terjadi leterlambatan dalam pengiriman pesanan oleh pemasok.
b. Memilih pemasok Perusahaan harus memperhatikan beberapa hal dalam memilih
pemasok, yaitu harga, kualitas dan ketepatan pengiriman pesanan.
2. Penerimaan barang dan jasa (receiving supplier invoice)
Pada saat barang datang, bagian penerimaan barang membandingkan nomor pesanan
pembelian yang tertera pada slip pembungkus dengan file pesanan pembelian untuk
memverifikasi bahwa barang tersebut sesuai dengan yang dipesan. Bagian penerimaan
kemudian menghitung kuantitas barang yang diterima dan memeriksa barang guna
memastikan tidak ada barang yang cacat sebelum dipindahkan ke gudang.
3. Penyetujuan faktur dari pemasok (approving supplier invoice)
Bagian utang akan menerima faktur dari pemasok sebagai bukti guna melakukan
pembayaran atas barang yang dipesan perusahaan. Bagian utang bertanggungjawab untuk
mencocokkan faktur dengan laporan penerimaan dan pemesanan barang. Faktur dan
dokumen laporan tersebut akan menghasilkan voucher pakage yang selanjutnya akan
dikirimkan ke bagian kasir perusahaan.
4. Pembayaran (cash disbursements) Bagian kasir bertanggung jawab untuk melakukan
pembayaran kepada pemasok atas barang yang dipesan oleh perusahaan. Pembayaran
baru akan diproses ketika bagian utang telah mengirimkan voucher pakage kepada kasir.
1.3 DFD Siklus Pengeluaran
Data Flow Diagram (DFD) adalah diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk
menggambarkan arus dari sistem. DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem
yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimangkan
lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan
disimpan.
Pada siklus pengeluaran, terdapat 3 aktivitas dasar bisnis yaitu:
1) Memesan barang, persediaan, dan jasa
Aktivitas pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau perlengkapan.
Keputusan penting yang dibuat dalam langkah ini adalah mengidentifikasi apa, kapan, dan
berapa banyak yang dibeli, dan dari pemasok mana akan dibeli. Dokumen yang dibuat dalam
proses pemesanan barang adalah pesanan pembeliaan (purchase order)
2) Menerima dan menyimpan barang, persediaan, dan jasa.
Aktivitas kedua dalam siklus pengeluaran adalah penerimaan dan penyimpanan barang yang
dipesan. Bagian penerimaan bertanggung jawa, untuk mengecek dan menerima kiriman dari
para pemasok. Dokumen yang dibuat dalam proses penerimaan barang adalah laporan
penerimaan barang adalah laporan penerimaan (receiving report)
3) Membayar untuk barang, persediaan, dan jasa.
Aktivitas ketiga dalam siklus pengeluaran adalah menyetujui faktur penjualan dari vendor
untuk pembayaran. Bagian utang usaha menyetujui faktur penjualan untuk dibayar dan kasir
bertanggung jawa, untuk melakukan pembayaran.
1.4 Sistem Pengendalian Intern Siklus Pengeluaran
Sistem Pengendalian Internal
Menurut Mulyadi (2016:129), Sistem pengendalian internal meliputi struktur
organisasi, metode, dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga aset
organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, serta mendorong efisiensi
dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen. Menurut tujuannya, sistem
pengendalian internal tersebut dapat dibagi menjadi dua macam: pengendalian internal
akuntansi (internal accounting control) dan pengendalian internal administratif (internal
administrative control).
Pengendalian internal akuntansi, yang merupakan bagian dari sistem
pengendalian internal, meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang
dikoordinasikan terutama untuk menjaga aset organisasi dan mengecek ketelitian dan
keandalan data akuntansi. Pengendalian internal akuntansi yang baik akan menjamin
keamanan kekayaan para investor dan kreditur yang ditanamkan dalam perusahaan dan
akan menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya. Pengendalian internal administratif
meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang
dikoordinasikan terutama untuk mendorong efisiensi dan dipatuhinya kebijakan
manajemen.
Unsur pengendalian internal yang ada dalam sistem informasi akuntansi siklus
pengeluaran dirancang untuk mencapai tujuan pokok pengendalian internal akuntansi
berikut ini: menjaga aset (persediaan) dan liabilitas perusahaan (utang dagang atau bukti
kas keluar yang akan dibayar), menjamin ketelitian dan keandalan data akuntansi (utang
dan persediaan).
Unsur pokok sistem pengendalian internal siklus pengeluaran yang terdiri dari
organisasi, sistem otorisasi, dan prosedur pencatatan, dan praktik yang sehat dirinci
sebagai berikut:
a. Organisasi
1. Fungsi pembelian harus terpisah dari fungsi penerimaan.
2. Fungsi pembelian harus terpisah dari fungsi akuntansi.
3. Fungsi penerimaan harus terpisah dari fungsi penerimaan barang.
4. Transaksi pembelian harus dilaksanakan oleh fungsi gudang, fungsi
pembelian, fungsi penerimaan, fungsi akuntansi. Tidak ada transaksi
pembelian yang dilaksanakan secara lengkap oleh hanya satu fungsi
tersebut.
b. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan
1. Surat permintaan pembelian, diotorisasi oleh fungsi gudang, untuk
barang yang disimpan dalam gudang, atau oleh fungsi pemakai barang,
untuk barang yang langsung pakai.
2. Surat order pembelian diotorisasi oleh fungsi pembelian atau pejabat
yang lebih tinggi.
3. Laporan penerimaan barang diotorisasi oleh fungsi penerimaan barang.
4. Bukti kas keluar diotorisasi oleh fungsi akuntansi atau pejabat yang
lebih tinggi.
5. Pencatatan terjadinya utang didasarkan pada bukti kas keluar yang
didukung dengan surat order pembelian, laporan penerimaan barang,
dan faktur dari pemasok.
6. Pencatatan ke dalam kartu utang dan register bukti kas keluar (voucher
register) diotorisasi oleh fungsi akuntansi.
c. Praktik yang sehat
1. Surat permintaan pembelian bernomor urut tercetak pemakaiannya
dipertanggungjawabkan oleh fungsi gudang.
2. Surat order pembelian bernomor urut tercetak dan pemakaiannya
dipertanggungjawabkan oleh fungsi pembelian.
3. Laporan penerimaan barang bernomor urut tercetak dan pemakaiannya
dipertanggungjawabkan oleh fungsi penerimaan.
4. Pemasok dipilih berdasarkan jawaban penawaran barang bersaing dari
berbagai pemasok.
5. Barang hanya diperiksa dan diterima oleh fungsi penerimaan jika
fungsi ini telah menerima tembusan surat order pembelian dari fungsi
pembelian.
6. Fungsi penerimaan melakukan pemeriksaan barang yang diterima dari
pemasok dengan cara menghitung dan menginspeksi barang tersebut
dan membandingkannya dengan tembusan surat order pembelian.
Menurut Mulyadi (2016:135), pengendalian internal akuntansi menjamin:
a. Barang dan jasa yang dibeli adalah yang diperlukan oleh perusahaan, yang
dibuktikan dengan adanya surat permintaan pembelian dari fungsi gudang atau
dari pemakai.
b. Barang yang diterima adalah barang yang dipesan, yang dibuktikan dengan
adanya surat order pembelian yang diotorisasi oleh kepala fungsi pembelian.
c. Utang yang dicatat adalah liabilitas perusahaan atas barang atau jasa yang dibeli
dan diterima oleh perusahaan, yang dibuktikan dengan bukti kas keluar yang
dilampiri oleh laporan penerimaan barang yang ditandatangani oleh kepala
fungsi penerimaan, faktur dari pemasok, dan surat order pembelian.
Selain unsur pokok pengendalian siklus pengeluaran yang harus dipenuhi,
terdapat pula pengendalian internal akuntansi dalam lingkungan pengolahan data
elektronik untuk perusahaan yang menggunakan komputer sebagai alat bantu pengolahan
data. Menurut Mulyadi (2016:142) unsur-unsur pokok sistem pengendalian internal
dalam sistem pengolahan data elektronik sedikit mengalami perubahan bila dibandingkan
dengan sistem manual. Pengendalian internal akuntansi dalam lingkungan pengolahan
data elektronik dibagi menjadi pengendalian umum berisi tentang standar dan panduan
yang digunakan oleh karyawan untuk melaksanakan fungsinya serta pengendalian
aplikasi berguna untuk mencegah, mendeteksi, dan mengoreksi kesalahan transaksi
serta penipuan di dalam program aplikasi. Pengendalian aplikasi terdiri dari pengendalian
preventif dan pengendalian detektif. Pengendalian preventif mempunyai
unsur-unsur antara lain yaitu otorisasi data sumber, konversi data, penyiapan data
sumber, formulir bernomor urut tercetak, validasi masukan, pemutakhiran arsip dengan
komputer, dan pengendalian terhadap pengolahan data. Sedangkan pengendalian detektif
tidak akan mencegah terjadinya masalah, namun akan memberi petunjuk dimana letak
terjadinya masalah.
Pengendalian internal yang sudah dijelaskan wajib diimplementasikan dengan
baik untuk menghindari berbagai ancaman yang mungkin terjadi dalam siklus
pengeluaran
1.5 Kasus Siklus Pengeluaran
DAFTAR PUSTAKA
Virginia, S. 2018. Pengaplikasian Siklus Pengeluaran Dalam Sistem Informasi Akuntansi Oleh
Perusahaan. URL:
https://www.academia.edu/37956853/PENGAPLIKASIAN_SIKLUS_PENGELUARAN
_DALAM_SISTEM_INFORMASI_AKUNTANSI_OLEH_PERUSAHAAN. Diakses
tanggal 10 November 2022
https://repository.unair.ac.id/99661/3/3.%20BAB%201%20PENDAHULUAN.pdf