NAMA : HASNIATY MATARRU
NIM : A014212013
SIKLUS PROSES BISNIS
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Proses bisnis mengacu pada metode dimana pekerja dikelola, dikoordinasikan, dan
difokuskan untuk memproduksi produk atau jasa yang bernilai. Proses bisnis adalah arus
kerja dari bahan baku, informasi, dan pengetahuan seperangkat aktivitas dan juga mengacu
pada cara unik dimana manajemen memilih untuk mengkoordinasikan pekerjaan. Proses
bisnis perusahaan dapat menjadi sumber kekuatan kompetitif jika dapet memungkinkan
perusahaan untuk berinovasi atau menjalankannya dengan lebih baik dari pesaingnya. Proses
bisnis juga dapat menjadi kewajiban jika berdasarkan cara bekerja yang telah usang telah
menghalang kewaspadaan dan efisiensi organisasi. Proses bisnis melewati banyak wilayah
fungsional berbeda dan membutuhkan koordinasi antar departemen.
Review atas Proses Bisnis Utama dalam Perusahaan Manufaktur
Fungsi manufaktur dan produksi bertanggung jawab untuk benar-benar memproduksi
barang dan jasa perusahaan. System manufaktur dan produksi berhubungn dengan
perencanaan, pengembangan, dan pemeliharaan fasilitas produksi; penetapan sasaran
produksi; pengadaan, penyimpanan, dan ketersediaan bahan produksi; dan penjadwalan
peralatan, fasilitas, bahan baku, dan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk membentuk produk
akhir. System manufaktur dan produksi (manufacturing and production information system)
mendukung aktivitas ini.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana Siklus Proses Bisnis?
2. Bagaimana mengidentifikasi Major Threat dalam Aktivitas Bisnis dan Mengevaluasi
Kecukupan Pengendalian Internal?
1.3 Tujuan Peneliian
1. Untuk Mengetahui Siklus Proses Bisnis
2. Untuk Mengetahui bagaimana mengidentifikasi Major Threat dalam Aktivitas Bisnis dan
Mengevaluasi Kecukupan Pengendalian Interna
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Siklus Proses Bisnis
2.1.1 Pembelian dan Pengeluaran Kas
Siklus pengeluaran (expenditure cycle) adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional
pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa.
Tujuan utama dari aktivitas siklus pengeluaran adalah untuk meminimalkan total biaya perolehan
persedian,memelihara persediaan, perlengkapan dan beragam jasa lainnya yang harus dilakukan
oleh perusahaan. Pada siklus pengeluaran,terdapat 3 aktivitas dasar bisnis yaitu:
1. Memesan barang, persediaan dan jasa (ordering meterials, supplies and services)
Aktivitas pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau
perlengkapan. Tahapan ini melibatkan penentuan atas apa, kapan dan berapa banyak
barang/ perlengkapan/ jasa yang dibeli dan selanjutnya memilih pemasok.
2. Menerima dan menyimpan barang, persediaan, dan jasa (receiving materials,
supplies and services)
Aktivitas kedua dalam siklus pengeluaran adalah penerimaan dan penyimpanan barang
yang dipesan. Departemen penerimaan yang bertanggungjawab dalam menerima barang
yang dikirim oleh pelanggan. Biasanya departemen penerimaan ini kemudian melaporkan
barang yang diterima ke manajer gudang, yang kemuadian dilaporkan ke kepala
departemen produksi. Departemen penyimpanan barang, yang juga bertanggungjawab
pada manager gudang, bertanggungjawab atas penyimpanan barang. Informasi mengenai
penerimaan barang yang dipesan harus dikomunikasikan ke fungsi pengendalian
persediaan untuk memuktahirkan catatan persediaan.
Ketika barang yang dipesan datang,petugas penerima barang harus membandingkan
nomor pesanan pembelian yang tertera di lembar pengiriman dari pemasok dengan arsip
pesanan pembelian untuk memastikan bahwa barang yang dikirim adalah benar-benar
barang yang dipesan. Petugas penerima barang kemudian menghitung kuantitas barang
yang diterima. Sebelum memindahkan barang ke gudang atau pabrik, petugas penerima
barang yang harus memeriksa setiap pengiriman untuk memastkan tidak ada barang rusak
yang diterima.
3. Memberikan persetujuan atas tagihan pemasok (approving supplier invoices)
Aktivitas ketiga dari siklus pengeluaran adalah menyetujui tagihan dari pemasok untuk
dibayar. Departemen utang memberikan persetuan atas tagihan-tagihan dari pemasok
untuk dibayar. Kewajiban hukum untuk membayar kepada pemasok akan muncul setelah
barang diterima. Untuk beberapa alasan praktis, hampir sebagian besar perusahaan hanya
akan mencatat utang setelah barang diterima dan tagihan disetujui oleh departemen utang.
Ketika tagihan diterima, departemen utang harus mencocokanya dengan pesanan
pembelian dan laporan penerimaan barang. Kombinasi dari tagihan pemasok dan
dokumentasi pendukung lainya dinamakan voucher package.
4. Pengeluaran kas (cash disbursement)
Aktivitas terakhir dari siklus pengeluaran adalah melakukan pembayaran kes kepada
pemasok. Kasir, yang melaporkan ke bendahara, bertanggungjawab untuk membayar
kepada pemasok. Pemisahan tugas penanggungjawab kas yang dilakukan oleh kasir, dari
fungsi otorisasi dan pencatatan kas, masing-masing harus dilakukan oleh departemen
pembelian dan departemen utang. Pembayaran dilakukan ketika departemen utang.
Pembayaran dilakukan ketika departemen utang dagang mengirimkan voucher package
(tagihan pemasok dan dokumen pendukung lainnya) ke kasir.
PENGENDALIAN INTERNAL PADA SIKLUS PENGELUARAN
Ancaman dan pengendalian yang ada didalam setiap tahapan siklus pengeluaran
diikhtisarkan dalam tabel berikut.
Aktivitas/Tahapan Ancaman Pengendalian
Maslah umum di Master data yang tidak Pengendalian data integritas dalam
siklus pengeluaran akurat atau tidak valid pemrosesan data
Pembatasan akses ke master data
Reviu perubahan dalam master data.
Pengungkapan yang
Pengendalian akses
secara tidak sah atau informasi
Enkripsi
keseluruhan sensitf.
Kehilangan atau
Prosedur cadangan data dan pemulihan data
perusakan data.
Kinerja yang buruk Laporan manajemen
Pemesanan Sistem persediaan perpetual
Penandaan dengan sistem barcode atau
Catatan persediaan
RFID
yang tidak akurat
Perhitungan berkala atas persediaan fisik
barang
Sistem persediaan perpetual
Pembelian barang yang Reviu dan mekanisme persetujuan atas
tidak dibutuhakan permintaan pembelian
Fungsi pembelian secara terpusat
Pembelian barang
Daftar harga
dengan harga yang
Penawaran yang kompetitif
terlalu tinggi dari yang
Anggaran
seharusnya
Pembelian hanya dari pemasok yang telah
disetujui
Reviu dan mekanisme persetujuan untuk
Pembelian barang
pemasok baru
kualitas yang lebih
Menjadikan manajer pembelian
rendah dari yang
bertanggungjawab atas biaya pengerjaan
seharusnya
ulang (reawork)dan bahan sisa (scrap)
Menelusuri dan memontor kualitas produk
dari pemasok
Pemasok yang tidak Mengharuskan para pemasok memiliki
sertifikasi kualitas (misalnya ISO 9000)
dapat diandalkan Mengumpulkan data dan memonitor
kinerja pengiriman pemasok
Mengelola datfar yang berisi pemasok yang
disetujui dan konfigurasi sistem untuk
memastikan pembelian yan gdilakukan
Pembelian dari
kepada para pemasok yang ada didalam
pemasok yang tidak sah
daftar saja.
(tidak ada dalam daftar
Reviu dan mekanisme persetujuan untuk
rekanan pemasok)
pemasok baru
Pengendalian spesifik untuk EDI (akses,
reviu pesanan, enkripsi, kebijakan)
Menghariskan para agen penjualan untuk
mengungkapkan keentingan keuangan
maupun pribadi dengan para pemasoknya
Pelatihan karyawan dalam merespon
tawaran hadiah dari para pemasoknya
Kickback (gratifikasi)
Pelatihan karyawan dalam merespon
tawaran hadiah dari para pemasok
Rotasi pekerjaan dan libur yang diwajibkan
(mandatory vacation)
Audit atas pemasok
Penerimaan Mengharuskan adanya persetujuan atas
Menerima barang yang
pesanan pembelian sebelum menerima
tidak di pesan
barang.
Kesalahan dalam Tidak menginformasikan petugas penerima
perhitungan barang barang mengenai kuantitas yang dipesan.
Mengharuskan petugas penerima barang
untuk menandatangani laporan penerimaan
barang
Insentif
Dokumentasi transfer barang ke gudang
Penandaan dengan menggunakan barcode
dan RFID
Konfigurasi sistem ERP untuk menandai
adanya perbedaan dalam jumlah yang
diterima dengan jumlah yang dipesan yang
melebihi batas toleransi yang dapat
diterima untuk diselidiki lebih jauh
Pengendalian anggaran
Verifikasi tanda terima
Audit
jasa
Pembatasan akses fisik terhadap persediaan
barang
Dokumentasi semua transfer persediaan
antara pegawai penerimaan dan persediaan
Pencurian persediaan
Perhitungan fisik ersediaan dan rekonsiliasi
atas persediaan yang tercatat
Pemisahan tugas antara yang menerima
barang dengan yang menyimpan barang
Persetujuan atas Kesalahan dalam faktur Verifikasi ulang akurasi faktur pemasok
faktur tagihan pemasok Mengharuskan adanya rincian dokumen
pemasok untuk pembelian dengan menggunakan
kartu pembelian
Penggunaan Evaluated Receipt Settlement
(ERD) untuk pendekatan pembelian yang
tanpa menggunakan faktur (invoiceless
approach)
Pembatasan atas akses ke data pemasok
Verifikasi antara slip pengiriman (freight
bill) dan penggunaan moda pengiriman
yang telah disetujui
Kesalahan dalam Pengendalian entri data
pencatatan ke dalam Rekonsiliasi atas catatan rincian utang
akun utung dengan akun pengendalian di buku besar
Pengeluaran kas Kegagalan dalam
Mengisi faktur dengan tanggal terakhir
mendapatkan
diskon
keuntungan dari diskon
Anggaran urus kas
pembayaran lebih cepat
Mengharuskan semua faktur pemasok
dicocokkan dengan dokumen-dokumen
pendukungnya yang telah
dikonfirmasi/disahkan oleh bagian
Membayar barang yang penerima dan persediaan
tidak pernah diterima Anggaran (untuk jasa)
Mengharuskan adanya bukti pembayaran
untuk biaya perjalanan
Penggunaan kartu kredit perusahaan untuk
biaya perjalanan
Mengharuskan adanya faktur dan bukti
pendukung (voucher package) yang
lengkap untuk memproses semua jenis
pembayaran
Duplikasi pembayaran Kebijakan untuk hanya membayar jika ada
faktur asli dari pemasok
Membatalkan semua dokumen pendukung
segera setelah pembayaran selesai
dilakukan
Pencurian kas Keamanan fisik atas cek-cek kosong dan
cek-cek yang ditandatangani oleh mesin
Perhitungan fisik atas semua nomor urut
cekm oleh kasir
Pengendalian akses atas komputer-
komputer terminal EFT
Hanya menggunakan komputer-komputer
yang khusus diperuntukan melakukan
transaksi online-banking
Penggunaan sistem automatic clearing
house (ACH) untuk memblokir akun-akun
yang tidak diperbolehkan untuk melakukan
pembayaran
Pemisahan fungsi penulisan cek dengan
fungsi pencatatan utang
Mengharuskan adanya dua tanda tangan di
setiap cek untuk pembayaran/pengeluaran
yang melebihi jumlah tertentu
Mengharuskan dilakukannya rekonsiliasi
bank dengan jumlah yangtercatat yang
dilakukan oleh orang yang independent
dari prosedur pengeluaran kas
Pembatasan akses ke arsip utama pemasok
Pembatasan jumlah pegawai yang memiliki
kemampuan untuk menghasilkan one-time-
supplier (pemasok yang hanya sekali saja
digunakan/pemasok yang tidak ada dalam
daftar) dan nuntuk memproses pembelian
dari one time supplier
Menjalankan sistem kas kecil dengan
pendekatan dana tetap (imprest fund)
Melakukan audit mendadak atas kas kecil
Mengubah cek Menggunakan mesin perlindungan cek
Penggunaan tinta dan kertas khusus
Menggunakan mekanisme “positive pay”
dengan bank
Masalah arus kas Anggaran arus kas
2.1.2 Siklus Produksi
Siklus produksi adalah suatu rangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan
data terkait dengan pembuatan produk yang terjadi secara terus-menerus dan saling
berkaitan. Gambar 1 memperlihatkan bagaimana siklus produksi dihubungkan dengan
sub sistem lainnya dalam Sistem Informasi Akuntansi yang ada di suatu perusahaan.
Sistem informasi siklus pendapatan memberikan informasi (pesanan pelanggan dan
prediksi penjualan) yang digunakan untuk merencanakan produksi serta tingkat
persediaan. Sebaliknya, sistem informasi siklus produksi mengirimkan informasi ke
siklus pendapatan mengenai barang jadi yang telah dibuat dan tersedia untuk dijual.
Informasi mengenai kebutuhan bahan baku dikirim ke sistem informasi siklus
pengeluaran dalam bentuk formulir permintaan pembelian. Sebagai gantinya, sistem
siklus pengeluaran memberikan informasi mengenai perolehan bahan baku dan juga
mengenai pengeluaran lain yang dimasukkan ke dalam overhead pabrik. Informasi
mengenai tenaga kerja yang dibutuhkan akan dikirim ke siklus sumber daya manusia,
yang selanjutnya akan memberikan data mengenai biaya dan ketersediaan tenaga kerja.
Terakhir informasi mengenai harga pokok penjualan akan dikirim ke sistem informasi
buku besar dan pelaporan.
Pengendalian Internal Pada Siklus Produksi
Tabel berikut menjelaskan beberapa ancaman dan eksposur-eksposur utama dalam siklus
produksi beserta prosedur pengendalian tambahan, disamping dokumen serta catatan yang
memadai, yang harus ada untuk mengurangi ancaman dan eksposur tersebut.
Produk / Aktivitas Ancaman Prosedur Pengendalian
Desain produk Desain produk yang kurang Perbaiki informasi tentang
baik pengaruh desain produk atas
biaya.
Data terinci mengenai biaya
jaminan dan perbaikan.
Perencanaan dan Kelebihan produksi atau Sistem perencanaan produksi
penjadwalan kekurangan produksi. yang lebih baik.
Investasi yang tidak optimal Tinjau dan setujui perolehan
dalam aktiva tetap aktiva tetap; pengendalian
anggaran.
Operasi Produksi Pencurian atau perusakan Batasi akses fisik ke
persedian dan aktiva tetap persediaan dan aktiva tetap.
Identifikasikan semua aktiva
tetap.
Dokumentasikan semua
perpindahan persediaan
sepanjang proses produksi.
Akuntansi Biaya Kesalahan pencatatan dan Pengendalian edit entri data;
memasukkan data penggunaan pemindai kode
mengakibatkan data biaya garis jika memungkinkan;
yang tidak akurat rekonsiliasi jumlah yang
tercatat dengan perhitungan
fisik secara periodik.
Ancaman Utama Hilangnya data Buat cadangan dan
Kinerja yang kurang baik perencanaan pemulihan dari
bencana; batasi akses ke data
biaya
Pelaporan yang lebih baik
dan tepat waktu.
DESAIN PRODUK
Langkah pertama dalam siklus produksi adalah desain produk. Tujuan aktivitas ini adalah
mendesain sebuah produk yang memenuhi permintaan dalam hal kualitas, ketahanan, dan fungsi,
dan secara simultan meminimalkan biaya produksi. Beberapa kriteria ini salaing bertentangan
satu sama lain, hingga membuat desain produk merupakan tugas yang menantang.
Ancaman dan Pengendalian
Desain produk yang kurang baik akan menaikkan biaya dalam beberapa hal. Mengunakan
terlalu banyak komponen khusus ketika memproduksi produk yang hampir sama akan
meningkatkan biaya yang berhubungan dengan pembelian dan pemeliharaan persediaan bahan
baku. Hal ini sering kali juga mengakibatkan proses produksi yang tidak efisien karena
banyaknya kerumitan dalam perubahan produksi dari suatu jenis produk ke produk lainnya.
Produk yang didesain kurang baik akan lebih banyak menimbulkan biaya jaminan dan perbaikan.
Analisis atas jaminan dan biaya perbaikan dapat mengidentifikasikan penyebab utama
kegagalan produk. Informasi itu dapat kemudian digunakan untuk mendesain ulang produk agar
dapat meningkatkan kualitas.
PERENCANAAN DAN PENJADWALAN
Langkah kedua dalam siklus produksi adalah perencanaan dan penjadwalan. Tujuan
langkah ini adalah mengembangkan rencana produksi yang cukup efisien untuk memenuhi
pesanan yang ada dan mengantisipasi permintaan jangka pendek tanpa menimbulkan kelebihan
persediaan barang jadi.
Metode Perencanaan
Dua metode perencanaan produksi yang umum adalah perencanaan sumber daya
produksi (manufacturing resource planning = MRP II) dan sistem produksi just in-time. MRP II
adalah kelanjutan dari perencanaan sumbr daya bahan baku yang mencari keseimbangan antara
kapasitas produksi yang ada dan kebutuhan bahan baku untuk memenuhi perkiraan permintaan
penjualan. Sistem MRP II sering disebut sebagai push manufacturing, karena barang diproduksi
sebagai ekspektasi atas permintaan pelanggan.
Dokumen Kunci dan Formulir
Master Production Schedule (MPS) menspesifikasikan seberapa banyak produk akan
diproduksi selama periode perencanaan dan kapan produksi tersebut harus dilakukan. Informasi
mengenai pesanan pelanggan, prediksi penjualan, dan tingkat persediaan barang jadi digunakan
untuk menetapkan tingkat produksi. Walaupun bagian jangka panjang MPS dapat diubah
berdasarkan perubahan kondisi pasar, rencana produksi harus tetap untuk beberapa minggu ke
depan agar dapat memberikan waktu yang cukup untuk mendapatkan bahan baku, perlengkapan,
dan tenaga kerja yang dibutuhkan. Selanjutnya kompleksitas penjadwalan meningkat secara
dramatis sejalan dengan semakin banyaknya jumlah pabrik.
Ancaman dan Pengendalian
Kelebihan produksi dapat mengakibatkan kelebihan pasokan barang atas permintaan
jangka pendek, sehingga menciptakan potensi masalah pada arus kas karena sumber daya terikat
dalam persediaan. Kelebihan produksi juga meningkatkan risiko menanggung produksi yang
tidak terpakai. Sebaliknya, kekurangan produksi dapat mengakibatkan kehilangan penjualan dan
ketidakpuasan pelanggan. Akan tetapi, risiko kelebihan dan kekurangan produksi lebih tinggi
untuk produk baru yang inovatif, seperti busana butik, daripada bahan kebutuhan pokok dan
sehari-hari, seperti kebanyakan bahan makanan, karena produk inovatif tersebut secara inheren
lebih sulit untuk diperkirakan permintaannya daripada produk lainnya.
Perencanaan produksi yang lebih akurat dapat mencegah kelebihan dan kekurangan
produksi. Perbaikan membutuhkan prediksi penjualan yang akurat dan baru serta data mengenai
jumlah persediaan, semuanya ini adalah informasi yang dapat disediakan oleh sistem siklus
pendapatan dan pengeluaran. Sebagai tambahan, informasi mengenai kinerja produksi terutama
yang berhubungan dengan tren total waktu produksi setiap produk, harus dikumpulkan secara
teratur. Sumber-sumber data ini dapat digunakan secara periodic untuk meninjau dan
menyesuaikan jadwal induk produksi.
Persetujuan dan otorisasi yang memadai atas perintah produksi adalah pengendalian
lainnya untuk mencegah kelebihan produksi barang tertentu. Salah satu caranya adalah dengan
membatasi akses ke program penjadwalan produksi. Merupakan hal yang juga penting untuk
memastikan bahwa perintah produksi yang benar telah dikeluarkan.
OPERASI PRODUKSI
Langkah ketiga dalam siklus produksi adalah produksi actual dari produk. Cara aktivitas
ini dicapai sangat berbeda di berbagai perusahaan, perbedaan tersebut berdasarkan jenis produk
yang diproduksi dan tingkat otomatisasi yang digunakan dalam proses produksi.
Penggunaan berbagai bentuk TI dalam proses produksi, seperti robot dan mesin yang
dikendalikan oleh computer, disebut sebagai computer-integrated manufacturing (CIM). CIM
dapat secara signifikan mengurangi biaya produksi. Contohnya, Northrop Corporation dahulu
menggunakan 16.000 lembar kertas yang berisi instruksi kerja dasar yang berhubungan dengan
manufaktur badan pesawat. Ketika terminal on-line diinstal di setiap lokasi perikatan , peniadaan
kertas dan peningkatan efisiensi mengurangi biaya sebesar 30 persen.
Ancaman dan Pengendalian
Pencurian persediaan dan aktiva tetap adalah ancaman utama bagi perusahaan
manufaktur. Sebagai tambahan dari hilangnya aktiva, pencurian juga mengakibatkan kelebihan
saldo aktiva, yang dapat mengarah pada analisis yang salah atas kinerja keuangan dan dalam
kasusu persediaan, kekurangan produksi.
Guna mengurangi risiko kehilangan persediaan, akses fisik ke persediaan harus dibatasi
dan semua semua perpindahan harus didokumentasikan. Jadi, permintaan bahan baku harus
digunakan untuk mengesahkan pelepasan bahan baku ke bagian produksi. Baik staf administrasi
bagian pengendalian persediaan maupun pegawai bagian produksi yang menerima bahan baku,
harus menandatangani permintaan tersebut untuk mengakui pelepasan barang ke bagian
produksi. Permintaan tambahan bahan baku di luar jumlah yang disebutkan dalam daftar bahan
baku juga harus didokumentasikan dan disahkan oleh personel tingkat supervisor. Move tickets
atau kartu perpindahan harus digunakan untuk mendokumentasikan perpindahan selanjutnya
persediaan dalam proses produksi di perusahaan. Pengembalian bahan baku apa pun yang tidak
digunakan dalam produksi juga harus didokumentasikan.
AKUNTANSI BIAYA
Langkah terakhir dari siklus produksi adalah akuntansi biaya. Tiga tujuan utama sistem
akuntansi biaya adalah :
1. memberikan informasi untuk perencanaan, pengendalian, dan evaluasi kinerja operasi
produksi.
2. memberikan data biaya yang akurat mengenai produk untuk digunakan dalam
menetapkan harga serta keputusan bauran produk.
3. Mengumpulkan dan memproses informasi yang digunakan untuk menghitung persediaan
serta nilai harga pokok penjualan yang muncul di laporan keuangan perusahaan
Proses
Agar dapat berhasil mencapai tujuan pertama, suatu sistem akuntansi biaya harus
didesain untuk mengumpulkan data real-time mengenai kinerja aktivitas produksi agar pihak
manajemen dapat membuat keputusan tepat pada waktunya. Guna mencapai tujuan yang kedua,
suatu sistem akuntansi biaya harus dapat mengumpulkan biaya berdasarkan kategori dan
kemudian membebankan biaya-biaya tersebut ke produk tertentu dan unit organisasional
tertentu. Hal ini membutuhkan pengkodean yang hati-hati atas data biaya selama pengumpulan,
karena sering kali biaya yang sama dapat dialokasikan dalam beberapa cara, untuk beberapa
tujuan berbeda.
Ancaman dan Pengendalian
Pencatatan dan pemrosesan data aktivitas produksi yang tidak akurat dapat
menurunkan efektivitas penjadwalan produksi dan merusak kemampuan pihak
manajemen untuk mengawasi dan mengendalikan operasi produksi. Contohnya, data
biaya yang tidak akurat dapat mengakibatkan keputusan yang tidak tepat tentang produk
mana yang diproduksi dan bagaimana menetapkan harga jual saat ini. Kesalahan dalam
catatan persediaan dapat mengarah pada kelebihan maupun kekurangan produksi barang.
Ketidakakuratan dalam laporan keuangan dan laporan manjerial dapat membiaskan
analisis kinerja di masa lampau dan keinginan investasi di masa mendatang atau
perubahan dalam operasi. Prosedur pengendalian terbaik untuk memastikan bahwa entri
data akurat adalah dengan mengotomatiskan pengumpulan data dengan menggunakan
pemindai kode garis, pembaca kartu, dan alat lainnya. Ketika semua hal ini tidak
memungkinkan untuk dilakukan, terminal on-line harus digunakan untuk entri data.
Password dan ID pemakai harus digunakan untuk membatasi akses hanya ke pegawai
yang berhak saja.
2.1.3 Siklus Pendapatan : Penjualan dan Penagihan Kas
2.1.3.1 Pengertian Siklus Pendapatan
Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi
terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan
menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan - penjualan tersebut. Tujuan utama
siklus pendapatan adalah menyediakan produk yang tepat di tempat dan waktu yang tepat
dengan harga yang sesuai.
2.1.3.2 Aktivitas dasar siklus pendapatan
Ada empat aktivitas dasar bisnis yang dilakukan dalam siklus pendapatan antaralain :
1. Penerimaan pesanan dari para pelanggan, yang mencakup :
Pengambilan pesanan pelanggan,
Persetujuan kredit, jika penjualan secara keredit.
Memeriksa ketersediaan persediaan,
Menjawab permintaan pelanggan.
Pesanan pelanggan harus diterima tepat waktu lalu semua data yang dibutuhkan untuk
memproses pesanan tersebut dikumpulkan dan dicatat secara akurat. Oleh sebab itu, untuk
memastikan akurasi yang menyeluruh, harus dilakukan pemeriksaan , antaralain :
Pemeriksaan validitas,
Uji kelengkapan , Uji kewajaran
Persetujuan kredit, yang mencakup Otorisasi umum (Batas kredit) dan
Otorisasi khusus (Pemeriksaan batas).
Menetapkan apakah tersedia cukup persediaan untuk memenuhi pesanan tersebut.
Internal dokumen yang dihasilkan oleh order entry penjualan, seperti : Pesanan penjualan,
Slip pengepakan, dan Kartu pengambilan barang.
2. Pengiriman barang, yang mencakup :
Pengambilan dan pengepakan pesanan,
Pengiriman pesanan.
Aktivitas ini bertanggung jawab untuk memenuhi pesanan pelanggan pendataan item
yang dikirim dari persediaan. Ada dua jenis metode pengiriman, yaitu :
Metode in-house
Metode out-source
3. Penagihan dan piutang usaha, yang mencakup :
Penagihan,
Pemeliharaan data piutang usaha,
Pengecualian : Penyesuaian rekening dan penghapusan.
Keputusan-keputusan penting dan kebutuhan Informasi dari aktivitas ini antara lain
- Penagihan yang akurat sangat penting dan membutuhkan informasi yang
mengidentifikasi item dan kuantitas.
- Faktur penjualan memberitahukan pelanggan dari jumlah yang harus dibayar dan
di mana untuk mengirim pembayaran.
- Sebuah laporan bulanan merangkum transaksi yang terjadi dan
menginformasikan pelanggan dari saldo rekening mereka saat ini.
- Sebuah memo kredit kewenangan departemen penagihan untuk kredit account
pelanggan.
- Persediaan, piutang dagang, dan file buku besar diperbaharui pada waktu ini.
Untuk memperoleh aliran penerimaan kas yang lebih seragam, banyak perusahaan
menggunakan proses yang disebut Penagihan berdaur. Ada beberapa jenis sistem
penagihan antaralain :
Dalam sistem setelah penagihan, faktur dipersiapkan setelah confirmasi
bahwa barang-barang dikirim.
Dalam sistem pra penagihan, faktur dipersiapkan (tetapi tidak dikirim)
sesegera pesanan disetujui.
4. Penagihan kas, yang mencakup :
Menangani kiriman uang pelanggan,
Menyimpannya ke bank.
Bagian yang terlibat dalam aktivitas ini adalah Kasir dan fungsi piutang dagang.
Keputusan-keputusan penting dan Kebutuhan Informasi pada aktivitas ini antaralain :
Pentingnya pengurangan pencurian kas.
Fungsi penagihan piutang dagang seharusnya tidak mempunyai akses fisik ke
kas atau cek.
Fungsi piutang dagang harus mampu mengidentifikasi sumber suatu
pengiriman uang dan faktur aplikasi harus dikredit.
2.1.3.3. Tujuan Siklus Pendapatan
Tujuan utama siklus pendapatan adalah untuk menyediakan produk yang tepat di tempat
dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai. Untuk dapat mencapai tujuan ini, pihak
manajemen harus membuat beberapa keputusan penting antaralain :
Mengetahui sejauh mana produk dapat dan harus disesuaikan dengan tiap
kebutuhan dan keinginan pelanggan.
Mengontrol banyak persediaan yang harus dimiliki dan tempat untuk
persediaan tersebut.
Menggunakan cara yang tepat dalam mengirimkan barang dagangan kepada
para pelanggan.
Menentukan banyaknya kredit yang seharusnya diberikan ke tiap pelanggan.
Menentukan syarat-syarat kredit yang seharusnya diberikan kepada
pelanggan.
Menentukan cara pembayaran pelanggan sehingga dapat diproses untuk
memaksimalkan arus kas.
2.1.3.4. Kebutuhan Informasi Dan Prosedur
SIA didesain untuk mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data kegiatan bisnis
agar manajemen mendapatkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan.
Untuk itu SIA harus menyediakan informasi operasional yang dibutuhkan untuk
melakukan fungsi-fungsi berikut ini:
Merespons pertanyaan pelanggan mengenai saldo akun dan status pesanan.
Memutuskan apakah kredit pelanggan tertentu dapat ditambah atau tidak.
Menentukan ketersediaan persediaan.
Memutuskan jangka waktu kredit yang ditawarkan.
Menentukan harga produk dan jasa.
Menetapkan kebijakan mengenai retur penjualan dan garansi.
Memilih metode untuk mengirim barang.
Kebutuhan informasi mengenai penilaian Kinerja yang seharusnya disediakan SIA
antaralain :
Waktu respons terhadap pertanyaan pelanggan
Waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi dan mengirim pesanan
Persentase penjualan yang membutuhkan pemesanan ulang
Kepuasan pelanggan
Analisis pangsa pasar dan tren penjualan
Analisis profitabilitas berdasarkan produk, pelanggan, dan area penjualan.
Volume penjualan dalam dolar dan jumlah pelanggan
Keefektifan iklan dan promosi
Kinerja staf penjualan
Pengeluaran piutang ragu-ragu dan kebijakan kredit
Ada pula kebutuhan Informasi yang lampau dan yang saat ini yang diperlukan agar
menajemen dapat membuat keputusan strategis, antaralain :
Menentukan harga produk dan jasa,
Menetapkan kebijakan mengenai retur penjualan dan garansi,
Memutuskan jangka waktu kredit yang ditawarkan,
Menentukan kebutuhan pinjaman jangka pendek,
Merencanakan kampanye pemasaran yang baru.
2.1.3.5. Pengendalian Sistem Informasi Akuntansi
Proses Ancaman Prosedur pengendalian yang dapat
/Aktivitas diterapkan
Entri pesanan 1. pesanan pelanggan yang Pemeriksaan edit entri data
penjualan tidak lengkap atau tidak
akurat
2. Penjualan secara kredit Persetujuan kredit oleh manajer bag.
ke pelanggan yang Kredit bukan oleh fungsi penjualan:
memiliki catt. Kredit catt yang akurat atas saldo rek.
buruk pelanggan
3. Legitimasi pesanan Ttd diatas dokumen kertas, ttd digital
dan sertifikat digital untuk e-biz
4. Habisnya persediaan, Sistem pengendalian persediaan
biaya penggudangan, dan
pengurangan harga
Pengiriman 5. Kesalahan pengiriman: Rekonsiliasi pesanan penjulana dengan
barang dag., jumlah dan kartu pengambilan dan slip
alamat yang salah pengepakan: pemindai kode garis
Pengendalian aplikasi entri data
6. Pencurian persediaan Batasi akses fisik ke persediaan
Penagihan dan 7. Kegagalan untuk Pemisahan fungsi pengiriman dan
piutang usaha menagih pelanggan penagihan
8. Kesalahan dalam Pengendalian edit entri data
penagihan Daftar harga
9. Kesalahan dalam Rekonsiliasi buku pembantu piutang
memasukkan data ketika usaha dengan buku besar: laporan
memperbarui piutang bulanan ke pelanggan
usaha
Penagihan kas 10. Pencurian kas Pemisahan tugas; minimalisasi
penanganan kas; kesepakatan lockbox;
konfirmasikan pengesahan dan
penyimpanan semua penerimaan
Rekonsiliasi periodic laporan bank
dengan catt seseorang yang tidak
terlibat dalam pemrosesan penerimaan
kas
Masalah - 11. Kehilangan data Prosedur cadangan dan pemulihan dari
masalah bencana; pengendalian akses (secara
pengendalian fisik dan logis)
umum
12. Kinerja yang buruk Persiapan dan tinjauan laporan kinerja
2.2 Mengidentifikasi Major Threat dalam Aktivitas Bisnis dan Mengevaluasi
Kecukupan Pengendalian Internal
Ada beberapa ancaman dan pengendaliannya pada siklus pendapatan ini, umumnya seperti :
A. Kehilangan Data : Pengendalian untuk hal ini adalah pengendalian akses (secara fisik dan
logis).
B. Kinerja yang buruk : Pengendalian untuk hal ini adalah melakukan persiapan dan tinjauan
laporan kinerja
3. Penerimaan pesanan penjualan
Pada aktivitas entri pesanan penjualan ada beberapa ancaman antara lain:
Pesanan pelanggan yang tidak lengkap atau tidak akurat
Penjualan secara kredit ke pelanggan yang memiliki catatan kredit buruk
Terjadi legitimasi pesanan
Habisnya persediaan, biaya penggudangan, dan pengurangan harga
Pengendalian yang bisa dilakukan, yaitu:
Pemeriksaan edit entri data
Persetujuan kredit oleh manajer bagian kredit, bukan oleh fungsi penjualan; catatan yang
akurat atas saldo rekening pelanggan
Tanda tangan di atas dokumen kertas, tanda tangan digital dan sertifikat digital untuk e-
business
Sistem pengendalian persediaan
4. Pengiriman barang
Pada aktivitas pengiriman barang ada beberapa ancaman antara lain:
Kesalahan jumlah barang, alamat ataupun jenis barang yang dikirim.
Pencurian persediaan
Pengendalian yang bisa dilakukan, yaitu:
Rekonsiliasi pesanan penjualan dengan kartu pengambilan dan slip pengepakan,
pemindai kode garis, pengendalian aplikasi entri data
Batasi akses fisik ke persediaan. Dokumentasi semua transfer internal persediaan.
Perhitungan fisik persediaan secara eriodic persediaan dan rekonsiliasi perhitungan
dengan jumlah yang dicatat
5. Penagihan dan piutang usaha
Pada aktivitas penagihan dan piutang usaha ada beberapa ancaman antaralain:
Kegagalan untuk menagih pelanggan
Kesalahan dalam penagihan
Kesalahan dalam memasukkan data ketika memperbarui piutang usaha
Pengendalian yang bisa dilakukan, yaitu:
Pemisahan fungsi pengiriman dan penagihan. Pemberian nomor terlebih dahulu ke semua
dokumen pengiriman dan rekonsiliasi faktur secara eriodic. Rekonsiliasi kartu
pengambilan dan dokumen pengiriman dengan pesanan penjualan
Pengendalian edit entri data dan daftar harga
Rekonsiliasi buku pembantu piutang usaha dengan buku besar; laporan bulanan ke
pelanggan
6. Penagihan kas
Pada aktivitas penagihan kas ancaman yang biasa terjadi adalah :
Pencurian Kas
Hal ini dapat diatasi dengan beberapa cara, yaitu: Pemisahan tugas; minimalisasi penanganan
kas; kesepakatan lockbox; konfirmasikan pengesahan dan penyimpanan semua penerimaan;
Rekonsiliasi periodik laporan bank dengan catatan seseorang yang tidak terlibat dalam
pemrosesan penerimaan kas.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, analisis serta pembahasan tentang
siklus proses bisnis, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1) Proses bisnis existing tidak memiliki pola operasi dan pola bongkar muat yang terpadu
sehingga mengakibatkan terjadinya pelayanan pengiriman barang yang tidak terkontrol. Oleh
sebab itu, proses bisnis existing akan diperbaiki menuju proses bisnis yang akan dilakukan secara
terpadu, terdapat pengontrolan proses bisnis yang akan dijalankan.
2) Pemodelan Business Process Modelling Notation mampu menghasilkan aliran informasi.
Aliran informasi ini digunakan untuk menjalankan kegiatan bisnis perusahaan sehingga tidak ada
entitas yang menjalankan proses bisnisnya masing-masing.
3) Setiap ancaman dan kendala yang dimiliki oleh masing-masing siklus akan teratasi apabila
pengendalian internal yang dilakukan oleh perusahaan berjalan dengan baik.