Prosedur ultrasonografi biasanya berlangsung selama 15-45 menit, bergantung
pada jenis USG dan tingkat kesulitannya. Adapun untuk tahapan USG dibedakan
oleh jenisnya, lebih detailnya adalah sebagai berikut:
1. USG Internal
Pasien akan diarahkan untuk berbaring dengan posisi panggul yang
sedikit terangkat.
Untuk USG transvaginal, dokter akan memasukkan probe yang telah
dilapisi pelindung steril juga gel melalui vagina. Sementara
USG transrectal, probe bakal dimasukkan lewat anus.
Gelombang suara yang tertangkap melalui probe akan ditampilkan dalam
bentuk gambar pada monitor.
2. USG Eksternal
Pasien akan diminta berbaring pada tempat tidur yang sudah disediakan.
Selanjutnya, dokter akan mengoleskan gel pada area yang akan diperiksa
guna melancarkan pergerakan transducer alias alat pemindai.
Transducer kemudian mengirimkan gelombang suara ke organ-organ
dalam yang sedang diperiksa. Yang mana gelombang suara ini nantinya
akan terpantul kembali dalam bentuk gambar di monitor.
Untuk beberapa kasus, pasien mungkin diminta mengubah posisinya agar
dokter lebih mudah menjangkau organ yang hendak diperiksa.
3. USG Endoskopi
Sebelum memulai prosedur USG endoskopi, pasien akan dibius total atau
diberikan obat penenang untuk mengurangi rasa nyeri sekaligus tidak nyaman saat
prosedur ultrasonografi berlangsung. Setelah itu, pasien akan diminta untuk
berbaring dengan posisi menyamping.
Dokter akan memasukkan alat endoskopi dari mulut pasien dan didorong hingga ke
bagian organ yang akan diperiksa. Persis seperti jenis USG lainnya, gelombang
suara akan menangkap gambaran organ dalam dan menampilkannya di layar
monitor.
Prosedur ultrasonografi biasanya berlangsung selama 15-45 menit, bergantung
pada jenis USG dan tingkat kesulitannya. Adapun untuk tahapan USG dibedakan
oleh jenisnya, lebih detailnya adalah sebagai berikut:
1. USG Internal
Pasien akan diarahkan untuk berbaring dengan posisi panggul yang
sedikit terangkat.
Untuk USG transvaginal, dokter akan memasukkan probe yang telah
dilapisi pelindung steril juga gel melalui vagina. Sementara
USG transrectal, probe bakal dimasukkan lewat anus.
Gelombang suara yang tertangkap melalui probe akan ditampilkan dalam
bentuk gambar pada monitor.
2. USG Eksternal
Pasien akan diminta berbaring pada tempat tidur yang sudah disediakan.
Selanjutnya, dokter akan mengoleskan gel pada area yang akan diperiksa
guna melancarkan pergerakan transducer alias alat pemindai.
Transducer kemudian mengirimkan gelombang suara ke organ-organ
dalam yang sedang diperiksa. Yang mana gelombang suara ini nantinya
akan terpantul kembali dalam bentuk gambar di monitor.
Untuk beberapa kasus, pasien mungkin diminta mengubah posisinya agar
dokter lebih mudah menjangkau organ yang hendak diperiksa.
3. USG Endoskopi
Sebelum memulai prosedur USG endoskopi, pasien akan dibius total atau
diberikan obat penenang untuk mengurangi rasa nyeri sekaligus tidak nyaman saat
prosedur ultrasonografi berlangsung. Setelah itu, pasien akan diminta untuk
berbaring dengan posisi menyamping.
Dokter akan memasukkan alat endoskopi dari mulut pasien dan didorong hingga ke
bagian organ yang akan diperiksa. Persis seperti jenis USG lainnya, gelombang
suara akan menangkap gambaran organ dalam dan menampilkannya di layar
monitor.
tulang akan terus-menerus memproduksinya agar dapat mempertahankan perlindungan dari
infeksi.
Selain neutrofil, jenis utama sel darah putih lainnya adalah limfosit yang memiliki dua
populasi utama. Populasi yang pertama adalah limfosit T yang berperan dalam membantu
mengatur fungsi sel kekebalan lainnya. Tak hanya itu, limfosit T juga berperan secara
langsung menyerang berbagai sel tumor yang terinfeksi.
Populasi kedua adalah limfosit B yang berperan dalam membuat antibodi dalam bentuk
protein khusus. Protein tersebut nantinya akan secara khusus menargetkan virus, bakteri dan
mikroorganisme lainnya.
Baca juga: Apa Fungsi Darah untuk Tubuh Manusia?
Trombosit
Trombosit atau platelet tidaklah seperti sel darah merah atau putih. Sebab, trombosit
sebenarnya bukan sel, melainkan fragmen sel yang lebih kecil. Komponen darah yang satu ini
berperan dalam membantu proses pembekuan darah atau koagulasi. Proses tersebut terjadi
dengan berkumpulnya trombosit di area cedera atau luka, dengan menempel pada lapisan
pembuluh darah yang terluka. Proses tersebut akan menghasilkan bekuan fibrin yang
berfungsi untuk menutupi luka dan mencegah darah bocor keluar.
Selain itu, fibrin juga berperan dalam membantu pembentukan struktur awal jaringan baru,
sehingga dapat mempercepat penyembuhan. Namun, apabila kadar trombosit terlalu tinggi
dari batas normal, hal ini dapat menyebabkan pembekuan yang berlebihan. Akibatnya, risiko
stroke dan serangan jantung dapat meningkat.
Baca juga: Ini 6 Vitamin dan Suplemen Pelancar Aliran Darah
Itulah penjelasan mengenai apa saja komponen pada darah beserta fungsinya. Mulai dari sel
darah merah yang mengalirkan oksigen, sel darah putih melawan infeksi, plasma darah yang
mengangkut sel darah ke seluruh tubuh, hingga trombosit yang membantu proses pembekuan
darah.
Maka dari itu, kesehatan darah juga perlu dijaga dengan baik, melalui penerapan pola hidup
sehat dan konsumsi vitamin agar kesehatan darah terjaga. Sebab, bila salah satu komponen
darah tidak berfungsi dengan baik, maka tubuh dapat mengalami gangguan kesehatan.
Melalui aplikasi Halodoc, kamu dapat cek kebutuhan suplemen sesuai dengan pilihanmu.
Tentunya tanpa perlu keluar rumah dan mengantre berlama-lama di apotek. Jadi tunggu apa
lagi? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang!
Referensi: