0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan15 halaman

Jenis - Jenis Teater Nusantara: 1. Ketoprak, Teater Tradisional Dari Yogyakarta

Dokumen tersebut menjelaskan berbagai jenis teater tradisional di Indonesia, meliputi Ketoprak dari Yogyakarta, Mendu dari Kepulauan Riau, Randai dari Minangkabau, dan berbagai teater tradisional lainnya dari berbagai daerah di Indonesia beserta ciri khas masing-masing teater.

Diunggah oleh

Muhammad Rafli
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan15 halaman

Jenis - Jenis Teater Nusantara: 1. Ketoprak, Teater Tradisional Dari Yogyakarta

Dokumen tersebut menjelaskan berbagai jenis teater tradisional di Indonesia, meliputi Ketoprak dari Yogyakarta, Mendu dari Kepulauan Riau, Randai dari Minangkabau, dan berbagai teater tradisional lainnya dari berbagai daerah di Indonesia beserta ciri khas masing-masing teater.

Diunggah oleh

Muhammad Rafli
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

JENIS – JENIS TEATER NUSANTARA

1. Ketoprak, Teater Tradisional Dari Yogyakarta

Ketoprak merupakan seni teater tradisional yang sangat berkembang pesat di


D.I.Yogyakarta, dimana awal mula keberadaan ketoprak dipercaya berasal dari daerah
surakarta. Di zaman dahulu ketoprak akan diiringi oleh musik seadanya saja seperti halnya
menggunakan lesung (alat penumpuk padi) dan kendang. Tetapi dengan seiring
perkembangannya Ketoprak saat ini lebih banyak diiringi oleh alat musik gamelan Jawa.
Ketoprak tidak hanya menyajikan 1 atau 2 jenis cerita, cerita-cerita seperti epos ramayana
dan juga kisah 1001 malam kerap dipentaskan oleh para pemain ketoprak, dengan beberapa
penyesuaian tokoh tentunya.

2. Mendu, Teater Tradisional Dari Kepulauan Riau

Mendu adalah seni teater tradisional yang banyak berkembang di Provinsi Kepulauan Riau
dan Provinsi Kalimantan Barat. Teater Mendu umumnya adalah kombinasi dari drama, seni
tari, silat, dan pantun. Dalam pertunjukan, Mendu biasanya akan diawali oleh tarian
tradisional khas melayu seperti halnya tari Baladun. Di tahun 2014 kemudian pemerintah
Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengumumkan bahwa Seni
Teater Mendu merupakan Warisan budaya tak benda milik bersama Provinsi kepulauan Riau
dan Provinsi Kalimantan Barat.
3. Randai, Teater Tradisional Dari Minangkabau

Pertunjukan Randai berkembang di daerah Minangkabau, Sumatera Barat. Dialog yang


dipakai dalam Teater Randai mempunyai irama dendang dan pada umumnya memakai
gurindam guna menyampaikan pesan. Alat musik pengiring kesenian Randai biasanya terdiri
dari Gendang, Talempong, dan Batang padi yang disebut dengan "Puput".

4. Dulmuluk, Teater Tradisional Dari Sumatera Selatan

Dulmuluk merupakan seni teater yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. Nama
Dulmuluk pada kesenian ini diambil dari tokoh cerita di dalam "Hikayat Abdoel Moeloek".
Pertunjukan Dulmuluk umumnya hanya memadukan sejumlah unsur seperti halnya nyanyian,
tarian, dan juga drama.
5. Kondobuleng, Teater Tradisional Dari Makasar

Kata kondobuleng pada kesenian ini berasal dari kata "Kondo" yang artinya "bangau" dan
kata "buleng" yang artinya "putih", maka dengan demikian kondobuleng artinya adalah
bangau putih. Seni Kondobuleng merupakan seni pertunjukan yang berasal dari kebudayaan
masyarakat Bugis, Makasar. Kondobuleng pada umumnya akan dipentaskan dengan gaya
yang sangat lucu dan juga jenaka.

6. Ubrug, Teater Tradisional Dari Banten

Ubruk merupakan seni pertunjukan berasal dari Provinsi Banten. Ubrug umumnya hanya
diiringi oleh alat musik gamelan. Kisah yang dipentaskan pun biasanya mengambil lakon
kehidupan sehari-hari atau kisah kepahlawanan.
7. Lenong Denes, Teater Tradisional dari Betawi Jakarta

Lenong Denes merupakan seni pertunjukan yang berasal dari masyarakat betawi dan
mengisahkan tentang kehidupan didalam istana serta cerita yang diambil dari "kisah 1001
malam". Karena berceritakan seputar kerajaan maka kostum atau busana yang dipakai oleh
para pemain lenong Denes yaitu busana yang mewah dan juga gemerlap

8. Bakaba, Teater Tradisional Dari Sumatera Barat

Bakaba merupakan seni pertunjukan yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat. Pertunjukan
bakaba umumnya hanya dituturkan dan disajikan oleh 2 orang tukang Kaba, dimana satunya
berperan sebagai pencerita dan satunya lagi berperan sebagai pengiring musik. Bakaba
biasanya hanya dipentaskan di dalam acara upacara perkawinan, pesta panen, dan saat
seseorang menggelar syukuran atas rumah baru.
9. Topeng Banjet, Teater Tradisional Dari Karawang Jawa
Barat

Topeng Banjet adalah seni teater tradisional yang berasal dari daerah Karawang, Provinsi
Jawa Barat. Irama gamelan yang dimainkan dalam mengiringi Topeng Banjet mempunyai
kemiripan bunyi seperti gamelan Bali.

10. Mamanda, Teater Tradisional dari Kalimantan Selatan

Mamanda merupakan seni teater yang berkembang di Provinsi Kalimantan Selatan. Yang
paling mencolok di dalam pertunjukannya yaitu pada busana yang dipakai oleh para pemain
Mamanda, dimana busana yang dipakai memang sengaja dibuat gemerlap dan juga mewah.
Pertunjukan Mamanda mempunyai kesamaan dengan pertunjukan Lenong dari betawi
Jakarta bila dilihat dari interaksi antar para pemain dan penonton, dimana para penonton
juga bisa ikut aktif berseloroh dan juga berkomentar atas adegan yang dipertunjukkan.
11. Ludruk, Teater Tradisional Dari Jawa Timur

Teater Ludruk merupakan seni pertunjukan tradisional yang berasal dari Provinsi Jawa
Timur. Ludruk umumnya dimainkan diatas panggung dan mengambil tema utama tentang
keseharian dikehidupan masyarakyat, selain itu biasanya juga mengambil tema tenatang
perjuangan dalam melawan para penjajahan atau kisah 1001 malam. Dalam
pementasannya, Ludruk tidak sepenuhnya mempertunjukan drama tetapi juga akan diselingi
musik dan guyonan. Satu hal yang unik, dimana teater tradisional Ludruk  diawali dengan
tarian tradisional khas Jawa Timur, yaitu Tari Remo.

12. Wayang Wong, Teater Tradisional Dari Jawa

Wayang Wong atau yang artinya adalah wayang orang adalah seni teater tradisional yang
berkembang di tanah Jawa, baik itu di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan
Yogyakarta. Dalam pementasannya, wayang wong umumnya mengambil cerita dari kisah
pewayangan dan mempunyai pakem alur cerita tertentu, dimana alur cerita yang ditampilkan
tentunya tidak boleh untuk diubah. Para pemain wayang wong biasanya akan memakai
busana dan aksesoris seperti halnya wayang. Kisah yang biasa diangkat pun yaitu berasal
dari kisah Ramayana dan Mahabaratha.
13. Longser

Longser merupakan salah satu bentuk teater tradisional masyarakat sunda, Jawa barat. Longser
berasal dari akronim kata melong (melihat dengan kekaguman) dan saredet (tergugah) yang artinya
barang siapa yang melihat pertunjukan longser, maka hatinya akan tergugah. 
Longser yang penekanannya pada tarian disebut ogel atau doger. Sebelum longser lahir dan
berkembang, terdapat bentuk teater tradisional yang disebut lengger.
Busana yang dipakai untuk kesenian ini sederhana tapi mencolok dari segi warnanya terutama
busana yang dipakai oleh ronggeng. Biasanya seorang ronggeng memakai kebaya dan kain samping
batik. Sementara, untuk lelaki memakai baju kampret dengan celana sontog dan ikat kepala.

14. Drama Gong

Drama Gong adalah sebuah bentuk seni pertunjukan Bali yang masih relatif muda usianya yang
diciptakan dengan jalan memadukan unsur-unsur drama modern (non tradisional Bali) dengan unsur-
unsur kesenian tradisional Bali. Dalam banyak hal Drama Gong merupakan pencampuran dari unsur-
unsur teater modern (Barat) dengan teater tradisional (Bali).
Karena dominasi dan pengaruh kesenian klasik atau tradisional Bali masih begitu kuat, maka
semula Drama Gong disebut "drama klasik". Nama Drama Gong diberikan kepada kesenian ini oleh
karena dalam pementasannya setiap gerak pemain serta peralihan suasana dramatik
diiringi oleh gamelan Gong (Gong Kebyar). Drama Gong diciptakan sekitar tahun 1966 oleh Anak
Agung Gede Raka Payadnya dari desa Abianbase (Gianyar).
Drama Gong mulai berkembang di Bali sekitar tahun 1967 dan puncak kejayaannya adalah
tahun1970. Namun semenjak pertengahan tahun 1980 kesenian ini mulai menurun popularitasnya,
sekarang ini ada sekitar 6 buah sekaa Drama Gong yang masih aktif.

15. Mak Yong

Mak Young adalah seni pertunjukan dari kepulauan Riau. Kesenian ini menggabungkan seni
drama, seni tari, seni musik, dan penuturan dongeng. Alat musik yang dimainkan terdiri atas
sepasang gendang kecil dan besar, gedombak, serunai, gong, simbal, dan rebab. Seluruh pemeran
menari sambil bermain peran. Ada yang melakukan gerakan-gerakan lucu.

16. Colonarang
Teater ini muncul para abad ke 19 di Klungkung dalam lingkup istana, tetapi diyakini
telah hidup sejak beberapa tahun sebelumnya. Teater ini mengiringi upacara
keagamaan dan tolak bala.

17. Sintren

Teater sintren berasal dari daerah Cirebon. Pertunjukan teater ini cenderung bersifat
magis-religius, tampak dari adegan kesurupan pada penari sintrennya. Pertunjukan
dipimpin oleh punduh, seorang dukun. Selama pertunjukan penari sintren biasanya
memakai kaca mata hitam untuk menutupi kondisi biji mata waktu kesurupan
(mendelik).

18. Kethek Ogleng


Pertunjukan Kethek Ogleng hanya berupa satu cerita utama yakni Kethek Ogleng
jatuh cinta kepada Endang Lara Tompe. Kethek Ogleng adalah seekor monyet besar
putih yang merindukan Lara Tompe dan berniat menemuinya di Desa Dadaptulis.

19. Teater Arja

Arja adalah semacam opera khas Bali, merupakan sebuah dramatari yang dialognya
ditembangkan secara macapat. Dramatari Arja ini adalah salah satu kesenian yang sangat
digemari di kalangan masyarakat. Nama Arja diduga berasal dari kata Reja (bahasa
Sanskerta) yang berarti "keindahan".

Arja berfungsi sebagai hiburan bagi masyarakat yang berperan serta dalam berbagai
upacara keagamaan, kemudian juga berkembang untuk kepentingan amal, hiburan di pasar
malam dan kepentingan lainnya.

20. Kimidi Rudat


Kemidi Rudat adalah sebuah teater tradisional Islam yang dipentaskan oleh muslim Suku
Sasak di Pulau Lombok. Penyajiannya mengikuti kebudayaan Turki. Teater ini diciptakan
oleh seorang pribumi haji yang kembali dari ibadah haji. Kisahnya mengenai prajurit Turki
Islam.

21. Teater Akrobat

Akrobatik adalah penampilan luar biasa yang melibatkan keseimbangan, ketangkasan, dan


koordinasi motorik. Hal ini dapat ditemukan pada banyak seni pertunjukan, acara olahraga,
dan seni bela diri. Melakukan latihan akrobatik memungkinkan tubuh menghasilkan imun
secara optimal. Karena melalui proses latihan, seluruh bagian tubuh akan ditempa oleh
tekanan yang kuat. Akrobatik bisa membuatmu terhindar dari penyakit jantung, kanker,
obesitas, dan diabetes.

22. Belian
Teater belian mempunyai fungsi sebagai teater ritual milik suku Modang di Kecamatan
Kelijau, provinsi Kalimantan Timur. Suku modang percaya bahwa manusia terdiri dari dua
roh, yaitu bruwa (roh baik) dan ton iwa (roh jahat) yang memegang peranan penting dalam
kehidupan manusia.

23. Jaran kepang atau kuda lumping.

Teater kuda lumping tentu saja sudah tidak asing terdengar di telinga kita, teater ini berasal
dari Jawa Tengah yang dimainkan oleh enam sampai delapan pemain yang hanya
menunggang kuda hitam dari bambu. Kuda-kuda yang dibuat tersebut disebut dengan jaran
kepanga atau dengan nama lain kuda lumping. Tarian ini banyak dimainkan di daerah
Yogyakarta dan Jawa Tengah.
24. Sanghyang

Contoh teater klasik berikutnya adalah sanghyang asal Bali. Beda dengan kebanyakan
drama tradisional lainnya yang murni seni, ada unsur supranatural dalam pertunjukan
sanghyang. ia memiliki kemiripan dengan reog yang pementasnya harus melakukan ritual
khusus terlebih dahulu agar mencapai tahap tak sadarkan diri.

Menurut jurnal yang ditulis I Nyoman Linggih di tahun 2019, sanghyang diinisiasi oleh sosok
Raja Bali bernama Sri Gajah Waktera yang kehilangan kuda putihnya yang bernama
Oncesrawa dan akhirnya melakukan ritual penghormatan untuk kuda tersebut. Gerakan
tarian tersebut sangat khas karena pelakunya akan berjingkrak sesuai irama layaknya
seekor kuda. 

25. Reong Ponorogo


Ini adalah salah satu contoh teater tradisional yang cukup populer. Sedulur pasti sudah
pernah menyaksikannya langsung barang sekali. Reog juga pertunjukan yang sakral dan
memasukkan unsur supranatural di dalamnya.

Reog disimbolkan sebagai sosok singa dengan bulu merak yang mengitari wajahnya. Cerita
di baliknya cukup panjang, tetapi intinya adalah sebuah pertunjukan fantastis yang
dihadiahkan seorang Raja untuk putri yang hendak ia pinang. 

26. Wayang

Teater tradisional Indonesia juga tak lepas dari wayang. Wayang sendiri dibagi jadi
beberapa tipe, wayang golek, wayang orang, dan wayang kulit. Kesenian ini banyak
ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Bedanya Jawa Barat lebih sering menggunakan
wayang golek ketimbang jenis wayang lainnya. Wayang ini dibuat dari kayu dan berbentuk
figur manusia mini tiga dimensi.Wayang golek Sunda tentunya dikemas dalam bahasa
Sunda dan dipadu pula dengan musik tradisional.

27. Tari Barong


Meski sebenarnya lebih dominan tarian, Barong tetap memiliki unsur teatrikal di dalamnya.
Ada plot yang diceritakan melalui tarian tersebut. Pesan moral dari kesenian ini adalah
peperangan antara kebenaran dengan kejahatan. Pementasan Barong dilakukan saat
upacara Galungan dan ini merupakan tarian yang sakral.

28. Teater Japin Cerita

Kesenian ini merupakan teater rakyat tradisional yang tumbuh dan


berkembang di Kalimantan Selatan berasal dari pengembangan tari dan
musik japin. Biasanya Japin Carita ini dibawakan untuk meramaikan malam
pengantin dan hari besar Islam. Jenis Teater ini boleh dibilang hampir
punah karena sudah sangat jarang dimainkan.

Anda mungkin juga menyukai