0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
394 tayangan39 halaman

Kapasitor

Kapasitor merupakan komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik sementara. Dokumen membahas tentang pengertian, fungsi, cara kerja, prinsip kerja, satuan, dan jenis-jenis kapasitor.

Diunggah oleh

Damianus Mbira
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
394 tayangan39 halaman

Kapasitor

Kapasitor merupakan komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik sementara. Dokumen membahas tentang pengertian, fungsi, cara kerja, prinsip kerja, satuan, dan jenis-jenis kapasitor.

Diunggah oleh

Damianus Mbira
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

- komponen elektronika (pasif dan aktif)

- fungsi dari masing - masing komponen

·       Simbol komponen elektronika

·       Rangkaian sederhana elektronika.

-       pemahaman mikrokontroler

-       jenis - jenis mikrokontroler

-      fungsi mikrokontroler dalam kehidupan sehari - hari

Kapasitor
Kapasitor adalah sebuah benda yang dapat menyimpan muatan listrik. Benda ini terdiri dari
dua pelat konduktor yang dipasang berdekatan satu sama lain tapi tidak sampai
bersentuhan. Benda ini dapat menyimpan tenaga listrik dan dapat menyalurkannya
kembali, kegunaannya dapat kamu temukan seperti pada lampu flash pada camera, juga
banyak dipakai pada papan sirkuit elektrik pada komputer yang kamu pakai maupun pada
berbagai peralatan elektronik.

Kapasitor [C] gambaran sederhananya terdiri dari dua keping sejajar yang memiliki luasan
[A] dan dipisahkan dengan jarak yang sempit sejauh [d]. Seringkali kedua keping tersebut
digulung menjadi silinder dengan sebuah insulator atau kertas sebagai pemisah kedua
keping. Pada gambar rangkaian listrik, simbolnya dinotasikan dengan:

Berbagai tipe kapasitor, (kiri) keping sejajar, (tengah) silindris, (kanan) gambar beberapa
contoh asli yang digunakan pada peralatan elektronik.
[S
umber: Douglas C. Giancoli, 2005]

Perlu kamu ketahui bahwa walaupun memiliki fungsi yang hampir sama, namun baterai
berbeda dengan kapasitor. Kapasitor berfungsi hanya sebagai penyimpan muatan listrik
sementara, sedangkan baterai selain juga dapat menyimpan muatan listrik, baterai juga
merupakan salah satu sumber tegangan listrik. Karena baterai perbedaan itu, baterai juga
memiliki simbol yang berbeda pada rangkaian listrik. Simbol baterai dinotasikan dengan:

[Simbol baterai]

Yuk belajar materi ini juga:


Sintesis Protein
Konjungsi
Discussion Text
Contoh penggunaan kedua simbol tersebut pada rangkaian listrik:

Kamu dapat mencari nilai kapasitas atau kapasitansi suatu kapasitor, yakni jumlah muatan
listrik yang tersimpan. Untuk bentuk paling umum yaitu keping sejajar, persamaan
kapasitansi dinotasikan dengan:
Dimana:
C = kapasitansi (F, Farad) (1 Farad = 1 Coulomb/Volt)
Q = muatan listrik (Coulomb)
V = beda potensial (Volt)

Nilai kapasitansi tidak selalu bergantung pada nilai   dan  . Besar nilai kapasitansi
bergantung pada ukuran, bentuk dan posisi kedua keping serta jenis material pemisahnya
(insulator). Nilai usaha dapat berupa positif atau negatif tergantung arah gaya terhadap
perpindahannya. Untuk jenis keping sejajar dimana keping sejajar memiliki luasan [A] dan
dipisahkan dengan jarak [d], dapat dinotasikan dengan rumus:
Dimana:
A = luasan penampang keping (m2)
d = jarak antar keping (m)
 = permitivitas bahan penyekat ( )
Jika antara kedua keping hanya ada udara atau vakum (tidak terdapat bahan penyekat),
maka nilai permitivitasnya dipakai  .

Muatan sebelum disisipkan bahan penyekat ( ) sama dengan muatan setelah disisipkan
bahan penyekat ( ), sesuai prinsip bahwa muatan bersifat kekal. Beda potensialnya
dinotasikan dengan rumus:

Kapasitor menyimpan energi dalam bentuk medan listrik. Besar energi [W] yang tersimpan
pada dapat dicari menggunakan rumus:

Dimana:
W = jumlah energi yang tersimpan dalam kapasitor (Joule)

Yuk belajar materi ini juga:


Permutasi dan Kombinasi
Reaksi Adisi Substitusi Eliminasi
Metabolisme

Rangkaian Kapasitor
Dua kapasitor atau lebih dapat disusun secara seri maupun paralel dalam satu rangkaian
listrik. Rangkaian seri memiliki sifat-sifat yang berbeda dengan rangkaian paralel. Berikut
diberikan tabel sifat-sifatnya pada rangkaian seri dan paralel.
Contoh Soal

Tiga kapasitor identik, dengan kapasitas 3 µF


masing-masing, dihubungkan dengan sumber tegangan 12 V dalam suatu rangkaian
seperti pada gambar di samping. Beda potensial antara titik Y dan Z adalah ….
(Fisika Simak UI 2013)
(A) 9 V
(B) 8 V
(C) 4 V
(D) 3 V
(E) nol

SOLUSI:

Untuk bentuk kombinasi, kapasitansi ekivalen merupakan nilai gabungan antara beberapa
kapasitor yang disusun seri ataupun paralel atau biasa kita kenal dengan total kapasitansi.
Dari soal diatas, pertama-tama kita tentukan kapasitansi ekivalen atau total kapasitansinya
dahulu.
Muatan pada masing-masing keping kapasitor ekivalen (total) pada soal diatas adalah:

Ini adalah besar muatan pada masing-masing keping semula.

Beda potensial antara titik Y dan Z yakni pada C3 adalah:

Jawaban: B
Kontributor: Ibadurrahman, S.T.
Mahasiswa S2 Teknik Mesin FTUI

Materi [Link] lainnya:

1. Gerak Melingkar
2. Hukum Hooke
3. Hukum Newton
Kapasitor merupakan komponen elektronika yang terdiri dari dua konduktor.
Dimana keduanya dipisahkan oleh dua penyekat yang disebut dengan keping.

Sederhanannya fungsi utama kapasitor adalah untuk menyimpan energi listrik,


namun masih banyak lagi fungsi-fungsi kapasitor yang harus kamu ketahui.

Adapun fungsi kapasitor adalah sebagai berikut :

 Berperan sebagai isolator, dalam hal ini fungsi kapasitor adalah untuk
memperlambat arus DC (arus searah).
 Kapasitor berfungsi sebagai penyaring atau filter dalam sebuah rangkaian
power supply (catu daya).
 Fungsi kapasitor sebagai pembangkit frekuensi pada alat osilator.
 Kapasitor berfungsi untuk menyimpan tegangan dan kuat arus pada
periode tertentu.
 Pada rangkaian antena, fungsi kapasitor adalah sebagai frekuensi.
 Pada lampu neon, fungsi dari kapasitor adalah sebagai penghemat daya
listrik.
 Manfaat kapasitor yang lainnya yaitu berfungsi sebagai penghilang
loncatan api (bouncing) ketika memasang saklar.
 Kapasitor juga berfungsi sebagai kopling, penggeser fasa dan
juga konduktor.

Cara Kerja Kapasitor


Setelah mengetahui tentang pengertian dan fungsi kapasitor, selanjutnya kita
akan membahas cara kerja dari kondensator.
gambar cara kerja kapasitor

Secara umum, cara kerja kapasitor/kondensator adalah mengalirkan elektron


menuju rangkaian.

Adapun cara kerja kapasitor adalah sebagai berikut:

 Pada saat kedua keping (piringan) dipisahkan oleh penyekat (isolator),


maka kapasitor akan bersifat netral.
 Namun pada saat baterai terhubung, titik pada ujung kutub negatif akan
menolak elektron. Sementara itu, ujung kutub positif akan menerimanya.
 Pada saat kapasitor sudah penuh berisi elektron, kemudian tegangannya
akan mengalami perubahan. Maka elektron yang terdapat pada kapasitor
ini akan dialirkan menuju rangkaian lain yang dibutuhkan.
 Nah, elektron-elektron inilah yang nantinya akan membangkitkan reaksi
pada rangkaian.
Prinsip Kerja Kapasitor

gambar prinsip kerja kapasitor

Apakah Anda sudah memahami bagaimana sebuah kapasitor bekerja?

Untuk lebih jelasnya, prinsip kerja kapasitor adalah:

 Apabila dua plat atau lebih dalam kondisi berhadapan, kemudian plat
tersebut dibatasi oleh penyekat. Ketika masing-masing plat dialiri listrik,
maka akan terbentuklah kondensator.
 Kedua plat yang saling berhadapan, bahan dielektrum, serta jarak antara
kedua plat akan mempengaruhi nilai kapasitas dari sebuah kapasitor.
 Kapasitansi panic terjadi apabila adanya komponen-komponen yang saling
berdekatan. Kemudian menyebabkan terjadinya kapasitor liar.
Satuan Kapasitor

gambar satuan kapasitor

Satuan kapasitor adalah farad, satuan farad diambil dari nama penemu alat
tersebut yakni Michael Farad. Satuan Farad dalam kapasitor memiliki nilai yang
sangat besar.

Sehingga apabila hendak digunakan dalam sebuah sirkuit, haruslah diubah


terlebih dahulu menggunakan satuan yang lebih kecil.

Anda dapat menggunakan perhitungan sebagai berikut:

PikoFarad (pF) = 1 x 10-2 F

NanoFarad (nF) = 1 x 10-9 F

MicroFarad (μF) = 1 x 10-6 F

Yang mana:
1F = 1.000.000 µF (micro Farad)

1µF = 1.000 nF (nano Farad)

1µF = 1.000.000 pF (piko Farad)

Lalu, untuk nilai 1 Farad pada sebuah kapasitor yang sebenarnya adalah 9×10
pangkat 11. Pada kapasitor, nilai satuannya biasanya terletak pada bodi dari
komponen alat tersebut.

Baca juga artikel terkait dengan :

 Fungsi kapasitor bank


 Jenis Kapasitor bank
 Perhitungan kapasitor bank
 Cara mengukur kapasitor kipas angin
 Cara menghitung nilai kapasitor

Jenis-Jenis Kapasitor dan Gambarnya

Gambar jenis-jenis kapasitor


Kapasitor secara umum memiliki beberapa jenis yang berbeda. Secara garis
besar, jenis kapasitor dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

1. Kapasitor Berdasarkan Fungsi dan Kegunaannya


2. Kapasitor Berdasarkan Bahan Pembuatnya
Untuk lebih jelasnya, kamu bisa simak penjelasan dari masing-masing jenis
kapasitor dibawah ini.

1. Kapasitor Berdasarkan Fungsi dan Kegunaannya


Berdasarkan fungsinya kapasitor dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

 Kapasitor Nilai Tetap


Kapasitor nilai tetap merupakan jenis kapasitor yang nilai kapasitansi tidak
mengalami perubahan. Contohnya bisa ditemukan pada kapasitor mika, kapasitor
keramik, kapasitor tantalum dan lain sebagainya.

 Kapasitor Variabel
Kapasitor variabel merupakan jenis kapasitor yang memiliki nilai kapasitansi
dapat berubah atau bahkan dapat diubah. Contohnya adalah trimmer, variabel
condensator (varco) dan lain sebagainya.

2. Kapasitor Berdasarkan Bahan Pembuatnya


Jenis kapasitor yang selanjutnya adalah dibedakan berdasarkan bahan-bahan
pembuatannya. Untuk membuat sebuah kapasitor, bahan-bahan yang digunakan
pada umumnya adalah jenis bahan dielektrik.

Contoh bahan dielektrik yang digunakan dalam sebuah kapasitor adalah sebagai
berikut:

 Kapasitor Keramik
gam
bar kapasitor keramik

Kapasitor keramik adalah jenis kapasitor yang terbuat dari bahan keramik. Selain
tidak memiliki kutub positif dan negatif. Nilai kapasitas untuk kapasitor keramik
juga sangat kecil yakni hanya berkisar 1pF – 0.1uF saja.

 Kapasitor Polyster

gam
bar kapasitor polyester

Kapasitor polyster yaitu memiliki bentuk yang nyaris sama dengan keramik.
Namun pada umunya kapasitor berbahan polyster ini memiliki berbentuk kotak
dan berukuran kecil.
Selain itu, alat tersebut juga tidak memiliki polaritas sehingga pemasangannya
pun menjadi lebih mudah.

Jenis kapasitor polyster sering digunakan untuk berbagai rangkaian elektronika.


Contohnya seperti pada power supply, coupling, amplifier dan lain sebagainya.

 Kapasitor Kertas

gambar kapasitor kertas

Seperti namanya, Paper Capacitor atau kapasitor kertas yaitu terbuat dari bahan
dielektrik kertas. Jenis kapasitor yang satu ini tidak memiliki polaritas dan
kapasitansinya sekitar 300 pf sampai dengan 4µF.

 Kapasitor Mika

gambar
kapasitor mika

Mica kapasitor merupakan kapasitor yang terbuat dari bahan mika. Mica
kapasitor memiliki nilai kapasitas sebesar 50pF sampai dengan 0.02µF.
Jenis kapasitor tersebut tidak memiliki polaritas serta sering digunakan pada
beberapa benda. Seperti rangkaian osilator RF, coupling, filter frekuensi dan lain
sebagainya.

 Kapasitor Elektrolit

gam
bar kapasitor elektrolit

Kapasitor elektrolit adalah jenis kapasitor yang menggunakan bahan dielektrik


yang bersifat elektrolit. Konstruksinya terbuat dari aluminium foil yang juga
berperan sebagai pembungkus sekaligus terminal negatif.

Kapasitor ini memiliki nilai kapasitas yang cukup besar yakni mulai dari 0.47uF
hingga ribuan uF.

Penggunaan kapasitor elco biasanya diaplikasikan untuk beberapa keperluan.


Seperti digunakan untuk rangkaian power supply, audio RF dan lain sebagainya.

 Kapasitor Tantalum
Gambar
Kapasitor Tantalum

Kapasitor tantalum adalah perpaduan antara kapasitor keramik dengan elco.


Meskipun secara tampilan mirip dengan kapasitor keramik, namun kapasitor
tersebut juga memiliki polaritas.

Kapasitor tantalum terbuat dari bahan tantalum. Penggunaannya sendiri biasanya


diaplikasikan pada perangkat elektronik berukuran kecil. Misalnya saja seperti
yang terdapat pada telepon pintar dan alat sejenisnya.

 Kapasitor Polycarbonate

gam
bar kapasitor polycarbonate

Kapasitor polycarbonate merupakan kapasitor terbuat dari bahan dasar


polycarbonate. Kapasitor polycarbonate memiliki banyak sekali keunggulan.
Beberapa diantaranya yakni dapat beroperasi pada suhu tinggi, usia pemakaian
lama, memiliki toleransi tinggi, dan lain sebagainya.

Kapasitor polycarbonate sering diaplikasikan pada beberapa rangkaian


elektronika. Seperti digunakan sebagai filter, timer osilator, circuit coupling dan
lain sebagainya.

 Kapasitor Film

g
ambar kapasitor film

Kapasitor film merupakan kapasitor yang terbuat dari bahan dielektrik film
(polypropylene). Fungsinya yaitu digunakan untuk AC dengan tegangan tinggi,
power supply, pulsa frekuensi tinggi, lampu ballast dan lain sebagainya.

Gambar Simbol Kapasitor


Setiap perangkat elektronika memiliki simbol sebagai lambang. Demikian pula
dengan rangkaian kapasitor. Pada simbol kapasitor dibuat dengan tampilan yang
nyaris sama.

Namun terdapat pula perbedaan yang terletak pada beberapa titik yang
bertujuan untuk membedakan jenisnya.

Simbol kapasitor dibedakan menjadi dua, yaitu:

 Simbol kapasitor standar Eropa.


 Simbol kapasitor standar Amerika.
Anda dapat melihat contoh simbol-simbol kapasitor seperti dibawah ini:

gambar simbol kapasitor

Dari gambar diatas dapat disimpulkan bahwa simbol kapasitor standar Eropa
dilambangkan dengan dua segi empat yang dibuat sejajar.

Sedangkan untuk simbol kapasitor standar Amerika, mereka menggunakan dua


garis yang disejajarkan secara vertikal.
Secara sekilas, simbol kapasitor dari kedua jenis diatas terlihat mirip.
Perbedaannya hanya terletak pada beberapa bagian. Berikut ini penjabarannya.

 Adanya kutub positif untuk kapasitor bipolar.


 Perbedaan letak ujung panah untuk kapasitor variabel (trimmer).
 Terdapat perbedaan bentuk fisik dan cara mengubah kapasitas pada
kapasitor trimmer dengan varco biasa.

Macam-Macam Rangkaian Kapasitor


Untuk mendapatkan nilai tertentu pada kapasitor, hal tersebut bisa didapatkan
dengan cara merangkai beberapa buah kapasitor sesuai kebutuhan.

Rangkaian untuk kapasitor pada umumnya sama dengan rangkaian listrik yang


dapat dibedakan menjadi tiga, yakni rangkaian kapasitor seri, paralel dan juga
gabungan. Simak penjelasannya berikut ini:

1. Rangkaian Kapasitor Seri

gambar rangkaian kapasitor seri

Rangkaian kapasitor seri merupakan rangkaian yang dibuat dengan cara


menyambungkan kaki-kaki kapasitor dalam satu garis lurus. Pada rangkaian seri,
ketika Anda ingin mencari hambatan. Maka hambatan totalnya cukup
dijumlahkan saja.

Untuk mendapatkan hasil penghitungannya, Anda dapat menggunakan rumus


kapasitor seri, yakni adalah:
2. Rangkaian Kapasitor Paralel
Rangkaian kapasitor paralel merupakan rangkaian yang terdiri dari 2 buah atau
lebih kapasitor yang disusun dengan bentuk paralel atau berderet.

Untuk jenis kapasitor paralel, susunan rangkaian paralel dapat Anda lihat pada


gambar berikut ini:

gambar rangkaian
kapasitor paralel

Untuk penghitungan nilai kapasitas rangkaian paralel pada kapasitor, Anda dapat
menggunakan rumus kapasitor paralel, yaitu:
3. Kapasitor Gabungan

gambar rangkaian kapasitor gabungan

Rangkaian gabungan merupakan rangkaian kapasitor yang terdiri dari perpaduan


antara seri dan paralel.

Untuk menghitung nilai kapasitas dari rangkaian gabungan, Anda dapat


menghitung dengan menggunakan rumus kapasitor gabungan di atas, yakni
dengan menghitung masing-masing rangkaian, antara seri dan paralel kemudian
menjumlahkannya.

Rumus Kapasitor
Kapasitor adalah suatu benda yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik.
Untuk mengetahui nilai dari sebuah kapasitor, Anda terlebih dahulu perlu
mengetahui mengenai rumus kapasitor.

Rumus untuk sebuah kapasitor dibedakan menjadi 3 yaitu:

1. Rumus Kapasitas Kapasitor


Kapasitas kapasitor adalah kemampuan sebuah rangkaian kondensator untuk
menyimpan muatan listrik. Nilai kapasitas merupakan perbandingan antara nilai
muatan yang tersimpan dengan beda potensial dan konduktor.

Adapun rumus kapasitas kapasitor adalah:


2. Rumus Kapasitor Keping Sejajar
Kapasitor keping sejajar adalah kapasitor yang memiliki dua keping konduktor
dengan luas yang sama. Kemudian keduanya dipasang dengan posisi sejajar.

Rumus kapasitas kapasitor keping sejajar adalah:

3. Rumus Kapasitor Bentuk Bola


Apabila kapasitor yang digunakan berbentuk bola. Maka rumus untuk
menghitung nilai dari kapasitasnya berbeda lagi.

Untuk mencari kapasitas dari kapasitor bentuk bola yakni dengan menggunakan
rumus kapasitas kapasitor berikut.
Rumus kapasitas kapasitor bentuk bola adalah:

Contoh Soal Kapasitor


Contoh soal kapasitor dibawah ini dapat dijadikan sebagai pedoman bagi Anda
yang ingin mengetahui bagaimana cara untuk mengitung kapasitor. Simak
selengkapnya berikut ini :

1. Jika terdapat sebuah kapasitor dengan kapasitas sebesar 0.8 μF. Kemudian
dimuati baterai dengan kapasitas 20 volt. Berapakah besaran kapasitas muatan
yang terdapat dalam kapasitor tersebut?
Diketahui:

Kapasitas kapasitor (C) = 0.8 μF / 8 x 10-7  F

Beda potensial batrei (V) = 20 volt.

Ditanya:

Berapakah nilai dari Q?

C= Q/V

Q =  C × V = 8 x 10-7 F × 20

Q = 1.6 x 10-5 coulomb
2. Apabila terdapat kapasitor dengan keping sejajar. Luas kedua kepingnya
adalah 2000 cm². Lalu keduanya terpisah dengan jarak 2 cm. Berapakah kapasitas
dari kapasitor tersebut?
Diketahui :

C =  8,85.10-12  (0,2./0,002)

C = 8,85.10-12 x 100

C = 8,85.10-10 farad

Pengunaan Kapasitor Pada Perangkat Listrik


Kapasitor adalah sebuah rangkaian elektronika yang sering diaplikasikan pada
berbagai perangkat elektronik. Benda-benda yang menggunakan kapasitor
diantaranya adalah seperti berikut:

 Lampu flash kamera.


 Papan sirkuit elektrik komputer.
 Filter dari power supply.
 Digunakan dalam pengapian mobil.
 Menyekat arus AC dan DC dan lain sebagainya.
Kesimpulan

Secara singkat kapasitor adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyimpan
energi atau medan listrik dalam waktu tertentu.

Kapasitor memiliki saruan farad. Karena satuan farad sangat besar, maka Anda
dapat menggunakan perbandingan sebagai berikut:

1 Farad = 1.000.000µF (mikro Farad)

1µF = 1.000nF (nano Farad)

1µF = 1.000.000pF (piko Farad)


1nF = 1.000pF (piko Farad)

Pengaplikasian kapasitor dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak.


Diantaranya populer digunakan untuk berbagai perangkat elektronik.

Nah, sampai disini tentu Anda sudah lebih paham mengenai apa itu kapasitor,
bukan? Semoga pembahasan kali ini mulai dari pengertian kapasitor, fungsi, cara
kerja, jenis, simbol, rumus, hingga contoh penggunaan kapasitor pada perangkat
listrik.

Semoga pembahasan kali ini mengenai materi kapasitor dapat menambah


wawasan Anda, Sampai jumpa pada artikel elektro selanjutnya.
Dioda: Pengertian, Fungsi, Simbol, Jenis
dan Cara Kerja
Dioda merupakan komponen aktif yang sering ditemukan pada berbagai
perangkat elektronik. Benda tersebut dibuat dari bahan semikonduktor, serta
berfungsi untuk menyearahkan sekaligus sebagai penghambat arus listrik.

Dioda sendiri umumnya tersusun dari dua komponen pembentuk. Yakni dua
buah kutub elektroda yang saling belawanan. Hal ini karena masing-masing
terminalnya memiliki muatan yang bersifat positif dan negatif.

Di pasaran, mungkin Anda akan menemukan banyak sekali macam atau jenis dan
ukuran dioda. Dimana dioda tersebut memiliki kelebihan, kekurangan, serta cara
kerja dan fungsinya masing-masing. Disinilah pengguna bisa memilih jenis dioda
yang akan digunakan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

Nah mari ketahui lebih jauh mengenai apa itu diode selengkapnya. Pembahasan
mulai dari pengertian, fungsi, simbol, jenis dan juga cara kerjanya akan diulas
tuntas pada ulasan berikut ini.

Daftar isi [lihat]
Pengertian Dioda

Pengertian Dioda

Dioda adalah komponen yang berfungsi untuk menyearahkan sekaligus sebagai


penghambat arus listrik, disusun dari beragam bahan yang
bersifat semikonduktor. Umumnya jenis bahan yang digunakan dalam proses
pembuatannya yakni seperti silikon, germanium, dan lain sebagainya.

Pada dioda, Anda akan menemukan dua buah kutub yang saling berlawanan.
Dimana salah satunya adalah kutub bermuatan positif (anoda), kemudian sisi
lainnya adalah kutub dengan muatan negatif (katoda).

Karena hal itu juga, maka dioda dapat digunakan untuk 2 fungsi sekaligus.
Misalnya pada satu sisi dapat digunakan sebagai dioda penyearah arus,
kemudian sisi lainnya akan digunakan sebagai penghambat arus listrik.
Komponen-Komponen Penyusun Dioda

Gambar Komponen Dioda

Seperti yang sudah diulas di atas, dioda tersusun dari dua komponen pembentuk
.

2 Komponen dioda adalah:

1. Anoda.
2. Katoda.
Komponen katoda yang berfungsi sebagai kutub positif, kemudian anoda
sebagai kutub negatif.

Simak pembahasan selengkapnya terkait dengan masing-masing komponen


dioda melalui ulasan berikut ini:
1. Anoda
Anode atau yang lebih dikenal dengan istilah anoda adalah komponen dioda
yang dibuat dari elektroda yang bermuatan positif. Pada dioda, bagian katoda
memiliki kandungan elektron yang terbilang lebih sedikit.

Kandungan elektron yang sedikit ini ternyata juga dipengaruhi oleh beberapa


faktor. Diantaranya yaitu karena anoda memiliki elektrolit yang bermuatan positif.

2. Katoda
Selain anoda, terdapat juga komponen dioda yang bernama katoda. Dimana
katoda merupakan kutub yang terbuat dari elektroda dengan muatan negatif.

Karena memiliki kandungan elektroda yang bermutan negatif, maka katoda


memiliki kandungan elektron yang lebih banyak dibandingkan dengan anoda.

Kedua jenis komponen dioda ini nantinya akan bekerja dengan prinsip kerja P –
N semikonduktor.

Jadi ketika kedua komponen ini bertemu, maka akan membentuk sebuah
perbatasan. Dimana perbatasan yang tercipta dari keduanya itulah yang nantinya
akan disebut sebagai P-N Junction.

Simbol Dioda
Untuk pemahaman yang lebih lanjut, Anda juga perlu mengenali simbol dioda.

Dalam istilah elektronika gambar simbol dioda adalah sebagai berikut.


Gambar Simbol Dioda

Dari gambar simbol dioda di atas dapat disimpulkan bahwa simbol postif (+)
merupakan bagian yang berisi elektroda bermuatan positif. Hal ini dikenal juga
dengan istilah terminal anoda.

Sedangkan bagian dengan simbol negatif (-) merupakan bagian yang bermuatan
negatif (terminal katoda).
Fungsi Dioda

fungsi dioda

Dilihat sekilas, fungsi dioda adalah sebagai penyearah sekaligus penghambat dari
aliran arus listrik yang masuk ke dalam rangkaian elektronika.

Namun jika ditelaah lebih dalam, sebenarnya ada banyak fungsi dari dioda yang
harus di ketahui.

Diantara fungsi dioda adalah sebagai berikut:

 Dioda berfungsi sebagai alat yang berguna dalam proses pembentukan


sensor cahaya.
 Fungsi dioda selanjutnya adalah sebagai salah satu alat penyusun dalam
proses pembentukan sensor panas.
 Dioda juga berfungsi untuk proses penggandaan tingkat tegangan arus
listrik.
 Berfungsi sebagai penyearah aliran arus listrik yang ada dalam rangkaian
elektronika.
 Sebagai indikator adalah salah satu fungsi dari dioda.
 Berfungsi sebagai penghambat aliran arus listrik yang ada dalam rangkaian
elektronika.
 Dioda dapat difungsikan dalam rangkaian VCO (Voltage Controlled
Oscilator).
 Dapat membantu proses stabilisasi tegangan arus listrik.
 Fungsi dioda juga sebagai komponen pengaman atau bahkan saklar.
 Dapat dimanfaatkan untuk proses penambahan arus DC pada arus AC dan
lain sebagainya.

Bagaimana Cara Kerja Dioda?

cara kerja dioda

Cara kerja dioda sebenarnya bisa dibilang cukup sederhana dan mudah
dipahami. Pada umumnya, dioda akan bekerja dengan 3 kondisi dasar, yaitu

1. Unbiased,
2. Forward biased,
3. Reverse biased.
Untuk mengetahui lebih mendetail mengenai cara kerja dioda adalah sebagai
berikut:
1. Unbiased 

Gambar Unbiased Dioda

Pada kondisi yang pertama, dioda bekerja dengan sistem unbiased. Dimana
kondisi unbiased terjadi ketika dioda berada dalam kondisi tanpa tegangan. Pada
kondisi tanpa tegangan, maka akan timbul reaksi P-N junction. Kemudian akan
timbul juga pembatasan medan listrik.

P-N junction terjadi diawali dengan adanya proses difusi, kemudian elektron yang
berada di kutub N akan bergerak dan berpindah ke kutub P. Perpindahan
elektron dari kutub N menuju kutub P inilah yang disebut sebagai holes. Ketika
holes terjadi, maka kutub P akan menghasilkan ion negatif.

Ion negatif yang ditimbulkan ini berada dalam keadaan diam atau tidak bergerak.
Kondisi itu akan memicu medan listrik statis. Kemudian terjadilah pembatasan
pada pergerakan elektron, lalu kemudian akan terciptalah kondisi P-N junction.
2. Reverse Bias (bias mundur)

Gambar Reverse Bias Dioda

Reverse bias ini dapat terjadi saat katoda mulai disambungkan dengan kutub
positif sementara anoda tersambung pada kutub dengan muatan negatif.

Kondisi reverse bias akan memicu tegangan menjadi negatif. Karena ion-ion
bermuat negatif secara otomatis akan tertarik menuju terminal anoda. Lalu
tahapan selanjutnya yakni timbul tegangan listrik statis.

Ketika ion bergerak searah dan menimbulkan reaksi listrik statis, maka elektron
akan terhalangi pergerakannya. Hal tersebut mengakibatkan arus listrik tidak
dapat mengalir pada dioda.
3. Forward Bias (bias maju)

Gambar Forward Bias Dioda

Dapat dikatakan forward bias adalah kondisi yang terjadi karena adanya
penyambungan katoda dalam terminal dengan muatan negatif serta anoda juga
disambungkan dengan terminal dengan muatan positif.

Tegangan eksternal yang masuk kedalam dioda akan mengakibatkan elektron


menjadi tertarik menuju masing-masing kutub. Jadi elektron yang mempunyai
muatan positif secara otomatis akan tertarik ke terminal anoda. Dan tahap
selanjutnya yakni katoda akan menarik elektron dengan muatan negatif.

Kondisi ini mengakibatkan penghalang yang terdapat pada dioda menjadi tidak
ada atau hilang, lalu arus listrik pun dapat mengalir pada rangkaian tersebut.
Mengenal Jenis – jenis Dioda

Gambar jenis-jenis dioda

Meskipun memiliki bentuk sederhana, namun penggunaan dioda sangat populer


dipakai untuk berbagai rangkaian elektronika. Di pasaran, Anda akan menemukan
banyak sekali jenis dioda dengan aneka model, ukuran dan bentuknya.

Namun jika diulik dari segi karakteristik serta fungsinya, jenis dioda umumnya
dibagi menjadi beberapa tipe.

Adapun jenis-jenis dioda adalah:

1. Dioda Biasa.
2. Dioda Bridge.
3. Light Emitting Diode (LED).
4. Dioda Zener.
5. Dioda Varactor.
6. PD (Photo Diode).
7. Dioda Tunnel.
Simak penjelasan lebih detailnya dari setiap jenis-jenis dioda dibawah ini.
1. Dioda Biasa
Jenis dioda biasa adalah yang paling umum dan paling sering dijumpai pada
berbagai perangkat elektronik. Dioda biasa ini juga umum disebut dengan istilah
diode generik.

Pada umumnya jenis dioda biasa atau generik ini mempunyai dua terminal, yakni
P dan N. Nah untuk fungsi dioda biasa yakni sebagai penyearah aliran arus listrik.
Penggunaannya juga cukup banyak ditemukan. Misalnya dipakai pada rangkaian
saklar, penyearah gelombang (rectifier), dan lain sebagainya.

2. Dioda Bridge
Fungsi dioda bridge sebenarnya tidak jauh beda dengan jenis diode generik.
Namun dari segi penggunaannya dapat dikatakan jauh lebih mudah dan praktis.

Apabila difungsikan menjadi penyearah gelombang, tipe generik membutuhkan 4


buah komponen dioda sekaligus, maka ketika menggunakan jenis dioda bridge
Anda hanya membutuhkan satu buah kompenen dioda saja.

Hal ini karena pada jenis dioda bridge, Anda akan menemukan 4 buah dioda
yang sudah tersusun secara rapi dan siap digunakan.

Komponen dioda bridge terdiri dari 4 buah terminal. Dimana 2 terminal


difungsikan sebagai input untuk tempat masuknya arus AC, kemudian 2 terminal
lainnya digunakan sebagai output DC.

Selain itu, output DC yang terapat pada tipe bridge juga sudah dilengkapi
dengan polaritas positif dan juga negatif. Sehingga penggunaannya menjadi
lebih mudah dan praktis.

3. Light Emitting Diode (LED)


Light Emitting Diode (LED) merupakan jenis dioda yang terdiri dari sambungan
antara bahan semikonduktor. Dimana bahan-bahan semikonduktor ini nantinya
akan dipasang secara forward bias sehingga alat tersebut dapat menghasilkan
cahaya.

Jika melihat simbol LED, Anda akan mendapati simbol dua panah. Dimana simbol
dua panah ini merupakan tanda yang menyatakan bahwa komponen tersebut
dapat mengemisikan cahaya.

Ketika LED dipasang dengan sistem forward bias, maka dioda akan menghasilkan
cahaya. Namun apabila dipasang secara reverse bias, maka benda tersebut tidak
akan menghasilkan cahaya.

Pada umumnya, LED digunakan pada berbagai perangkat elektronik. Contohnya


saja seperti untuk keperluan penerangan, digunakan sebagai pengganti lampu
fluorescent, dan lain sebagainya.

4. Dioda Zener
Selanjutnya, ada juga tipe dioda zener. Dari segi fungsi dioda zener yaitu
digunakan sebagai penyetabil tegangan. Selain itu digunakan juga sebagai
pengaman dari rangkaian elektronika. Dioda zener merupakan jenis dioda yang
bekerja dengan sistem reverse bias.

Jadi, ketika sebuah perangkat mengalami tegangan break down atau melewati
batas tegangan, maka jenis dioda zener tetap dapat membuat arus yang stabil.

Hal ini karena arus tersebut akan tetap mengalir pada arah yang saling
berlawanan. Dengan demikian, tegangan dalam rangkaian nilainya sama dengan
tegangan yang terdapat pada diode.

5. Dioda Varactor
Dioda varactor umumnya dipasang dengan menggunakan prinsip kerja reverse
bias. Tipe dioda varactor memiliki kelebihan karena termasuk sebagai jenis dioda
yang memiliki variabel kapasitansi.
Jika melihat dari simbol jenis dioda yang satu ini, lambang dioda varactor
memiliki simbol yang terlihat seperti gabungan antara dioda dengan kapasitor.

Fungsi dioda varactor yakni penggunaanya sendiri dapat ditemukan pada


berbagai perangkat elektronik, seperti televisi, ponsel dan juga radio..

6. PD (Photo Diode)
Photo diode sendiri sebenarnya merupakan komponen yang dibuat
menggunakan sambungan P – N. Jika dilihat dari simbol dioda jenis ini
menyerupai tipe LED, namun memiliki simbol panah yang terbalik.

Dari simbol dioda tersebut, sudah dapat disimpulkan bahwa tipe dioda yang satu
ini dapat menghantarkan arus listrik jika terkena cahaya.

Tipe photo diode tersebut juga bekerja dengan sistem reverse bias. Jadi ketika
dikenai cahaya, photo diode akan memiliki tegangan balik yang kecil dan arus
listrik dapat melaluinya. Namun jika intensitas cahaya kurang, tegangan balik
akan membesar dan arus listrik pun akan terhambat.

7. Dioda Tunnel
Pada jenis dioda tunnel, karekteristiknya adalah karena memiliki daerah delepsi
yang sangat sempit. Hal ini terjadi karena sambungan P-N pada dioda dirancang
dengan sistem sedemikian rupa.

Fungsi dioda tunnel adalah memanfaatkan sistem tunneling atau mekanika


kuantum. Kelebihannya yaitu dapat cepat bereaksi ketika terjadi perubahan
tegangan.

Penggunaan dioda tunnel sering ditemukan pada berbagai komponen


elektronika. Contohnya saja seperti osilator, pencampur sinyal, penguat dan lain
sebagainya.
Bagaimana Cara Mengukur Dioda?
Dioda merupakan komponen elektronika yang berfungsi sebagai penghambat
sekaligus penghantar arus listrik.

Ternyata ada cara yang bisa dicoba untuk memastikan apakah diode ini masih
berfungsi dengan baik atau tidak. Salah satu cara termudah yang bisa digunakan
yakni Anda dapat mengecek dengan cara mengukurnya.

Untuk mengukur dioda, Anda dapat menggunakan sebuah alat ukur yang


bernama multitester yang biasa disebut multimeter atau avo meter.

Langkah-langkah cara mengukur dioda adalah:

 Pertama-tama siapkan multimeter dan juga dioda yang akan diukur.


 Setting multimeter pada posisi Ohm ×1 k atau 100 k.
 Tempatkan kabel probe berwarna hitam pada katoda, kemudian kabel
merah ditempatkan pada anoda.
 Selanjutnya, baca hasil pengukuran pada display yang tersedia.
 Apabila jarum multimeter bergerak, itu artinya dioda mengalami
kerusakan.
 Namun apabila jarum berada dalam posisi diam. Artinya alat tersebut
masih dalam keadaan baik dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Kesimpulan

Dioda merupakan komponen elektronika yang berfungsi sebagai penghantar


sekaligus penghambat arus listrik. Benda tersebut memiliki dua kutub penyusun,
yaitu kutub positif dan negatif. Meskipun hanya terdiri dari rangkaian sederhana,
namun kegunaan dioda ini sangat penting bagi perangkat elektronik.

Dioda juga sering digunakan untuk berbagai keperluan. Diantaranya seperti


untuk sensor panas, saklar, isolator, indikator, penyearah, dan lain-lain. Kurang
lebih seperti itulah pembahasan mengenai dioda mulai dari pengertian, jenis,
karakteristik dan fungsinya.

Anda mungkin juga menyukai