0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
404 tayangan12 halaman

Peraturan Permainan Bola Voli

Dokumen tersebut merangkum peraturan dasar permainan bola voli, mulai dari ukuran lapangan dan net, jumlah pemain, sistem skor, dan peran serta tanggung jawab setiap posisi pemain seperti setter, spiker, libero dan defender. Aturan lainnya meliputi larangan menyentuh net, melewati garis tengah, dan pelanggaran seperti protes berlebihan kepada wasit.

Diunggah oleh

pavilion dam
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
404 tayangan12 halaman

Peraturan Permainan Bola Voli

Dokumen tersebut merangkum peraturan dasar permainan bola voli, mulai dari ukuran lapangan dan net, jumlah pemain, sistem skor, dan peran serta tanggung jawab setiap posisi pemain seperti setter, spiker, libero dan defender. Aturan lainnya meliputi larangan menyentuh net, melewati garis tengah, dan pelanggaran seperti protes berlebihan kepada wasit.

Diunggah oleh

pavilion dam
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERATURAN PERMAINAN BOLA VOLI

Seperti halnya permainan sepak bola atau basket, permainan bola voli juga memerlukan sarana
dan prasarana serta teknik untuk melakukan permainannya. Bola voli merupakan salah satu jenis
permainan bola besar . Permainan bola voli dilakukan oleh dua regu, setiap regunya terdiri atas 6
pemain.

Tujuan utama dari permainan bola voli adalah mematikan permainan lawan atau mematikan bola
di daerah lawan guna mengumpulkan angka sampai 25 di tiap babaknya. Untuk mencapai tujuan
tersebut perlu dikuasai peraturan dan teknik- teknik permainan bola voli.

1. Lapangan bola voli


Permainan bola voli dilakukan pada sebuah lapangan berbentuk persegi panjang . Ukuran
lapangan bola voli adalah sebagai berikut:
a. Panjang garis samping lapangan: 18 meter
b. Lebar lapangan : 9 meter
c. Lebar garis serang: 3 meter

Pada tengah-tengah lapangan di pasang pembatas net dengan ukuran sebagai berikut:

a. Tinggi nett untuk putra: 2,43 meter


b. Tinggi nett untuk putri 2,24 meter
2. Ukuran bola voli
Permainan bola voli adalah permainan yang membutuhkan beberapa sarana dan
prasarana. Sarana dan prasarana yang harus ada adalah bola. Bola dalam permaian bola
voli juga memiliki kriteria dengan bola-bola pada olahraga lain. Adapun kriteria bola voli
adalah sebagai berikut,antara lain:
a. Bahan : terbuat dari kulit
b. Keliling bola : 65 - 67 cm
c. Berat bola : 200 – 280 gram
d. Tekanan angin : 294,3 – 318,82 hpa

Sistem Pertandingan

Selain dari peraturan dalam hal sarana permainan bola voli, perlu juga mengenal satu per satu
sistem pertandingannya. Peraturan sistem pertandingan juga merupakan hal mendasar yang
setiap pemain harus ketahui, terutama bila ingin menjadi seorang pemain bola voli profesional
yang handal.

1. Wasit, seorang wasit merupakan pemimpin jalannya pertandingan, sama halnya pada
permainan bola basket dan juga sepak bola.

2. Selain wasit, ada juga 4 orang lainnya yang merupakan penjaga garis serta seorang pencatat
skor.

3. Ada 10 pemain dalam setiap 1 tim bola voli.

4. Meski demikian, hanya ada 6 orang yang dianggap sebagai pemain utama, yakni yang
berpartisipasi bermain di lapangan. Sedangkan 4 orang lainnya merupakan pemain cadangan.

5. Tidak ada batasan tentang pergantian pemain inti serta cadangan ketika pertandingan tengah
berlangsung.

6. Minimal jumlah orang yang bermain untuk pertandingan bola voli adalah 4 orang.

7. Apabila diketahui dalam satu tim tak sampai 4 orang pemain, otomatis pihak panitia yang
menyelenggarakan pertandingan akan menganggap kalah tim tersebut.

8. Tiap tim masing-masing diberikan hak untuk bermain bola paling banyak 3 kali.

9. Seorang pemain dilarang untuk memainkan bola di atas 1 kali secara berturut-turut.
10. Permainan bola voli pada pertandingan selalu diawali dengan sistem coin toss di mana wasit
melemparkan ke udara koin 2 segi dan kemudian menangkapnya dengan menutupnya
menggunakan tangan yang lain.

11. Perwakilan dari kedua tim harus menebak gambar sisi koin yang di atas atau yang sedang
ditutup oleh wasit. Untuk perwakilan tim yang menjawab dengan benar akan secara otomatis
mempunyai hak untuk menjadi server atau yang melakukan servis untuk awal permainan.

12. Dalam melakukan servis, satu orang pemain yang memang berperan sebagai server harus
segera bersiap menuju luar garis pinggir belakang lapangan.

13. Pemain harus melemparkan bola ke udara, baru kemudian lanjut memukulnya hingga bola
melambung dan jatuh menyeberangi net alias di ruang lawan. Ketika bola keluar garis, bola akan
wasit nyatakan keluar atau dengan istilah out dan pihak tim lawan diberi satu poin tambahan.

14. Ketika bola sudah sampai ke ruang lawan, pihak lawan akan menerima atau bisa juga
menahan bola tersebut dengan passing.

15. Passing merupakan teknik menahan bola memakai 2 lengan yang disatukan ke arah depan
dan pada keadaan yang mendesak, proses penerimaan bola dapat dilakukan dengan
menggunakan anggota tubuh manapun asalkan tidak ditendang seperti memainkan sepak bola.

16. Tidak perlu melanjutkan pertandingan jika salah satu tim telah memenangkan pertandingan 2
set secara langsung.

17. Pertandingan dinyatakan perlu dilanjutkan apabila kedua tim memenangkan 1 set masing-
masing dan dalam kelanjutan pertandingan akan ditambahkan 1 set laga tambahan.

18. Rally point adalah sistem perhitungan dari setiap pertandingan bola voli, artinya setiap tim
harus bisa mencapai angka 25 lebih dulu disetiap babaknya. Apabila kedua tim mendapatkan
misalnya poin seri atau 24-24, akan diadakan pertandingan dengan tambahan 2 poin dan salah
satu tim yang unggul pertama kali menciptakan selisih 2 poin itulah yang dianggap menjadi
pemenangnya.

19. Nilai 1 akan didapatkan pada kemenangan dalam pertandingan penyisihan. Ketika ada 2 tim
atau lebih dengan nilai sama, penentuan pemenang atau juara grup serta runner-up bakal
diadakan dengan melihat dari kualitas angka di setiap tim yang masing-masing tim mainkan.

20. Pada tiap babak time-out, hanya 1 kali saja dan durasi hanya semenit.

21. Tiap tim wajib bertukar sisi lapangan pada waktu babak telah berakhir, seperti halnya pada
pertandingan sepak bola.

22. Apabila ada babak penentuan diadakan atau set-3, otomatis tim yang mendapatkan nilai
paling rendah bisa meminta tukar lapangan jika angka 13 sudah dicapai oleh tim lawan.
Sistem Penghitungan Angka Permainan Bola Voli

Berikut ini adalah sistem perolehan angka pada waktu pertandingan.


 Pihak tim lawan akan mendapatkan nilai ketika mereka dapat memasukkan bola ke wilayah kita
dan kita tidak dapat mengembalikannya.
 Pihak tim lawan akan memperoleh skor apabila serve yang dilakukan oleh tim kita tak melalui
net dan tidak masuk ke area mereka.

Pemain dan Sistem Permainan

Permainan bola voli intinya adalah permainan yang dimainkan oleh 2 tim di mana masing-
masing tim memiliki 6 orang pemain utama dalam pertandingan. Kedua tim inilah yang akan
berkompetisi untuk bisa mencapai angka 25 lebih dulu barulah bisa dinyatakan sebagai
pemenang. Berikut adalah peraturan cara permainan dari olahraga bola voli yang juga penting
untuk diketahui:
 Pada sebuah tim bola voli, selalu ada 4 peran utama, yakni meliputi spiker (smash), tosser atau
setter, defender atau pemain yang khusus untuk bertahan, dan libero.
 Tosser pada sebuah tim merupakan pengumpan atau orang yang wajib mengumpankan bola ke
rekan-rekannya dan menjadi pengatur jalannya permainan.
 Spiker pada sebuah tim memiliki fungsi atau peran utama sebagai pemukul bola agar jatuh di
area pertahanan lawan.
 Libero pada sebuah tim memiliki peran utama sebagai pemain bertahan. Keuntungan dari pemain
dengan posisi ini adalah ia bisa dengan bebas keluar dan masuk, tapi tak memiliki hak untuk
melakukan smash bola ke arah tim lawan.
 Defender pada sebuah tim mempunyai peran utama sebagai pemain bertahan juga, tapi lebih
kepada penerima serangan dari tim lawan.
 Pemain tosser perlu memiliki kekuatan insting yang baik dan bahkan sempurna dan hal ini
menjadi tuntutan dalam permainan bola voli.
 Seorang tosser sangat diwajibkan untuk bisa menjadi pengatur jalannya permainan di saat
pertandingan bola voli sedang berlangsung.
 Seorang tosser harus bisa mengambil atau membuat keputusan tentang apa yang ia harus lakukan
dengan bola yang ia pegang dan keputusan tersebut harus ditentukan secepat mungkin.
Semuanya itu hanya diberi waktu sepersekian detik sehingga seorang tosser perlu gerak cepat
ketika sebelumnya bola jatuh di lapangan pada waktu pertandingan.
 Angka 25 adalah angka yang perlu dicapai oleh salah satu tim pada setiap babak untuk bisa
menang.
 Pemain tidak boleh melakukan kontak dengan net (menyentuh net secara sengaja atau tidak
sengaja).
 Pemain tidak boleh melewati garis pembatas yang ada di tengah lapangan lawan.
 Bola dilarang untuk dilempar ataupun ditangkap karena voli bukanlah basket.
 Pemain harus memantulkan bola voli dengan tangan atau bagian tubuh lainnya tapi dengan tidak
mengenai lantai dasar lapangan sehingga harus ekstra hati-hati.
 Sebelum bola akhirnya menyentuh permukaan lapangan, tidak akan dianggap out. Anggapan
atau keputusan bola out apabila bola sampai keluar garis lapangan.
 Pemain tidak boleh melakukan spike di bagian atas wilayah tim lawan.
 Ketika serve dilakukan, seluruh pemain harus ada di dalam lapangan di mana dua tim sudah
harus ada di wilayahnya masing-masing dengan posisi yang benar. Artinya, 2 tim harus ada
dalam 2 deret ke samping. Tiga deret di belakang dan ada tiga deret juga di depan.
 Jika servis bola bisa sampai melalui garis luar lapangan terhitung skor tambahan untuk tim
lawan, sebaliknya apabila si penerima servis adalah lawan yang menyebabkan bola keluar maka
akan terhitung atau dianggap sebagai skor tambahan untuk tim lawan.
 Dianggap pelanggaran jika pemain melakukan blocking menggunakan kedua tangan atau salah
satunya sampai masuk ke area tim lawan.
 Dianggap pelanggaran apabila seorang pemain meninggalkan lapangan begitu saja tanpa ada izin
dari wasit.
 Dianggap pelanggaran apabila seorang pemain melakukan protes berlebihan kepada wasit dan
menyatakan tidak terima atas segala keputusan wasit.
 Dianggap pelanggaran apabila pemain berbicara kasar atau tak sopan kepada lawan
kompetisinya maupun kepada wasit.
 Dianggap pelanggaran apabila bola belum sampai ke seberang atau ke area pihak tim lawan
setelah pukulan ketiga. Sebagai konsekuensinya, bola akan berpindah tangan ke tim lawan
sekaligus juga lawan jugalah yang memperoleh poin tambahan.
 Wasit selalu memberikan keputusan berdasarkan peraturan permainan bola voli.

Sistem Libero

Sistem libero juga ada dalam permainan bola voli; sistem ini ada pada permainan di mana
pemain yang dalam posisi libero lah yang menjadi perwakilan untuk setiap bola pertama. Aturan
sistem libero adalah sebagai berikut:
 Pemain dalam posisi libero dapat menjadi pengganti tiap pemain yang tengah ada di belakang.
 Pemain dalam posisi libero tak diperbolehkan untuk menyerang ketika bola melambung lebih
tinggi jauh dari net.
 Pemain dalam posisi libero tak diperkenankan melakukan peran dalam usaha menahan serangan
lawan atau blocking terhadap pemain lawan.
 Pemain dalam posisi libero boleh keluar dan masuk lapangan lewat garis samping yang ada di
depan bangku cadangan antara garis akhir dan garis serang.
 Pemain dalam posisi libero bisa digantikan secara tak terbatas jumlah pergantiannya, tapi harus
ada selingan 1 reli antara pergantian tersebut.
Bukan hanya teknik yang mumpuni saja yang diperlukan ketika bermain atau bertanding bola
voli. Pemain pun harus memiliki kedisiplinan yang tinggi di mana setiap peraturan pada
permainan bola voli yang berlaku harus dipahami betul dan juga dipatuhi oleh setiap pemainnya.
Agar permainan berjalan dengan lancar dan baik, mematuhi setiap aturan yang ada adalah sangat
vital dan mampu menghindarkan pemain juga dari ancaman out.

Ancaman out artinya pemain bisa saja dikeluarkan atau didiskualifikasi dari pertandingan
sehingga ia tak bisa bermain kembali. Bermain sesuai aturan tanpa emosi adalah yang terbaik
bagi individu pemain dan juga timnya.

Teknik Permainan Bola Voli

Berikut beberapa teknik dasar dalam permainan bola voli beserta cara untuk melakukannya:

1. Teknik dasar service dalam permainan bola voli

Service merupakan teknik dasar dalam permainan bola voli yang pertama kali harus kalian
pelajari dan kuasai.

Pengertian dari service sendiri adalah memukul bola voli hingga melewati net ke dalam area
kosong lawan, atau bisa juga mengarah ke pemain lawan yang terlihat lemah, sehingga bola
tersebut tidak bisa diterima oleh pemain lawan tersebut, serta otomatis kita akan mendapatkan
poin.

Cara  untuk melakukan service terbagi atas beberapa macam, diantaranya adalah sebagai berikut:

 Service bawah

Langkah untuk melakukan service bawah yaitu:

1. Pemain yang akan melakukan service berdiri dengan salah satu kaki di depan, serta
menghadap ke arah net.
2. Berat badan bertumpu pada kaki yang berada di belakang.
3. Lambungkan bola dengan rendah ke atas.
4. Gerakkan tangan dari kanan ke belakang, kemudian ayunkan ke depan untuk memukul
bola ke arah daerah lawan.
5. Pukulan dilakukan dengan cara mengepalkan tangan dengan kuat.
6. Saat memukul bola voli, pindahkan berat badan ke kaki yang berada di depan.
7. Sebagai gerakan akhir, pindahkan kaki yang ada di belakang ke arah depan.

 Service samping

Langkah untuk melakukan service samping yaitu:

1. Pemain yang akan melakukan service berdiri dengan kedua kaki dihadapkan ke sisi
lapangan.
2. Pegang bola voli dengan tangan yang dijulurkan setinggi kepala.
3. Kemudian, lambungkan bola voli ke depan badan.
4. Diikuti dengan ayunana ke belakang tangan yang digunakan untuk memukul.
5. Berat badan bertumpu ke belakang dengan sedikit menekuk kedua lutut.
6. Angkat tangan dengan membentuk gerakan melingkar untuk memukul bola.
7. Putarkan badan sedemikian rupa hingga menghadap net, kemudian pindahkan berat tubuh
ke depan.

 Service atas

Langkah untuk melakukan service atas yaitu:

1. Pemain yang akan melakukan service berdiri dengan posisi kaki sedikit menekuk dan
salah satu kaki di depan.
2. Pegang bola voli dengan menggunakan kedua tangan.
3. Lambungkan bola voli dengan tangan kiri ke atas hingga mencapai ketinggian kira-kita 1
meter di atas kepala di depan bahu.
4. Kemudian, secepatnya tarik tangan kanan ke belakang atas kepala dengan telapak tangan
menghadap ke arah depan.
5. Lentingkan tubuh ke belakang, lalu dengan cepat pukul bola dengan telapak tangan.
Dalam hal ini, posisi tangan tetap lurus serta semua badan ikut bergerak.
6. Pada waktu memukul bola, pindahkan beban tubuh ke bagian depan.

 Jump service

Langkah untuk melakukan jump service yaitu:

1. Pemain yang akan melakukan service berdiri dengan merapatkan kedua kaki.
2. Pegang bola voli dengan menggunakan kedua tangan di depan tubuh.
3. Kemudian, lambungkan bola ke atas.
4. Pada waktu bola melambung, lakukan tolakan dengan menggunakan salah satu kaki ke
arah depan supaya memperoleh lompatan yang optimal.
5. Pada saat memperoleh ketinggian yang optimal, dan bola telah berada di jangkauan
lengan, maka pukullah bola tersebut.
6. Pada waktu memukul bola, pindahkan berat tubuh ke depan.
7. Kemudian, mendaratlah dengan baik atau rileks.
2. Teknik dasar passing dalam permainan bola voli

Setelah menguasai teknik service yang benar, maka yang tak kalah penting adalah mempelajari
teknik dasar passing yang baik dan benar.

Pengertian passing sendiri adalah suatu usaha yang dilakukan oleh pemain untuk memberikan
bola voli kepada teman dalam timnya dengan mengenakan teknik tertentu untuk merancang
strategi penyerangan terhadap lawan.

Teknik passing yang tepat dan akurat sangatlah diperlukan supaya bola dapat diteruskan ke
pemain lain, dan pemain tersebut akan melancarkan serangan dan tentunya untuk mencetak poin.

Pada umumnya, terdapat 2 teknik passing dalam permainan bola voli, yakni passing atas,
dan passing bawah.

Berikut penjelasan dari masing-masing teknik passing:

 Passing atas

Langkah untuk melakukan passing atas yaitu:

1. Berdiri dengan posisi sikap tubuh siap dengan meregangkan kedua kaki hingga selebar
bahu.
2. Tekuk sedikit kedua lutut sampai posisi badan lebih rendah serta dibungkukkan ke depan.
3. Berat badan bertumpu di ujung kaki bagian depan.
4. Pada saat bola datang, secepatnya tempatkan badan di arah bawah bola.
5. Tangan diangkat dan juga lengan sedikit ditekuk, serta buka lebar jari-jari tangan
sehingga renggang dan membentuk seperti mangkuk.
6. Pada waktu bola sudah sampai hingga ke atas badan, dengan menekuk bagian siku atau
pergelangan tangan, serta posisi tangan sedikit berada di atas dahi, lakukanlah perkenaan
bola dengan baik, yakni tepat di jari-jari tangan.
7. Pada waktu bola menyentuh jari-jari, tegangkan jari agar bola dapat memantul dengan
baik, kemudian dorong dengan menggerakkan pergelangan tangan yang kemudian diikuti
dengan meluruskan siku.
8. Dalam mendorong bola, jari yang paling dominan untuk digunakan yaitu ibu jari, jari
telunjuk, dan juga jari tengah.
9. Akhiri gerakan mendorong bola dengan sedikit mengangkat tumit dari atas tanah atau
lantai, menaikkan pinggul dan lutut, serta meluruskan kedua lengan, dan juga pandangan
mengikuti ke arah gerakan bola datang.

 Passing bawah

Langkah untuk melakukan passing bawah yaitu:

1. Berdiri dengan posisi kaki membuka selebar bahu.


2. Rapatkan lalu luruskan kedua lengan di depan badan sampai kedua ibu jari sejajar.
3. Kemudian ayunkan kedua lengan secara bersamaan dari bawah ke atas hingga setinggi
bahu.
4. Pada saat bola tersentuh kedua lengan, diikuti dengan meluruskan lutut.
5. Perkenaan bola yang baik dan tepat yakni pada saat di atas pergelangan tangan.
6. Pada waktu melakukan passing bawah ke arah depan, lengan diayunkan tidak lebih dari
90 derajat dengan bahu atau badan.

3. Teknik dasar smash dalam permainan bola voli

Spike atau yang biasa dikenal dengan smash ini merupakan teknik dasar dalam permainan bola
voli yang dilakukan dengan cara memukul bola dengan menggunakan kekuatan penuh sembari
melompat, lalu bola diarahkan ke daerah tim lawan yang kosong.

Smash dalam permainan bola voli merupakan pukulan ketiga yang dimana urutan dalam
menerima bola yaitu bola pertama biasa dengan menggunakan passing bawah, kemudian bola
kedua dengan passing atas, dan yang ketiga dengan menggunakan teknik smash.

Spiker atau pemain penyerang pada umumnya mempunyai postur tubuh dan lompatan yang
tinggi.

Hal tersebut tentunya supaya ketika melakukan smash, pemain harus mampu melakukan
lompatan yang tinggi serta memukul bola dengan sekuat tenaga ketika berada di puncak
ketinggian bola.

Smash atau spike ini pun, dalam melakukan tekniknya harus menghasilkan serangan yang keras
dan juga menukik supaya sulit atau bahkan tidak dapat diterima oleh pemain lawan.
Adapaun teknik smash yang terbagi menjadi empat bagian, yakni awalan, tolakan, pukulan, dan
pendaratan.

Berikut penjelasannya untuk masing-masing teknik pada smash:

 Awalan

Langkah untuk melakukan teknik awalan pada smash yaitu:

1. Langkah kaki awalan normal berjarak 2,5 hingga 4 meter dari net.


2. Upayakan tubuh serileks mungkin dan posisi badan condong ke depan.
3. Berat tubuh diseimbangkan pada kedua kaki pada waktu persiapan awalan.

 Tolakan

Langkah untuk melakukan teknik tolakan pada smash yaitu:

1. Jari kaki dan juga tumit menghentak ke tanah atau lantai.


2. Diikuti dengan gerakan kedua lengan diayunkan ke depan.
3. Telapak kaki, pinggul, serta badan digerakkan dengan serasi secara sempurna.
4. Lakukan gerakan eksplosif dan lompatan secara vertikal.

 Pukulan Bola

Langkah untuk melakukan teknik pukulan bola pada smash yaitu:

1. Jarak bola di depan atas jangkauan lengan pemukul.


2. Ayunkan lengan dengan cepat, pukul bola secepat dan juga setinggi mungkin.
3. Perkenaan bola dengan telapak tangan yang tepat di tengah bagian pada atas bola.
4. Selepas berhasil memukul bola, diikuti dengan lengan melakukan gerakan lanjutan ke
arah garis tengah badan.
5. Pukulan yang benar nantinya akan menghasilkan bola top spin dan juga cepat.

 Sikap mendarat

Langkah untuk melakukan teknik mendarat pada smash yaitu:

 Setelah sukses dalam memukul bola, kembalikan tubuh ke posisi awal dengan sikap
sempurna.
 Tubuh tetap dalam kondisi rileks dan siap untuk serangan sealnjutnya.
 Mendarat dengan kedua kaki dalam kondisi mengeper.
 Mendarat dengan lutut dan juga jari-jari kaki dalam keadaan lentur.

4. Teknik dasar blocking dalam permainan bola voli


Sesuai dengan namanya, teknik ini digunakan sebagai upaya pertahanan atau mencegah serangan
yang dilancarkan dari tim lawan.

Pertahanan ini dapat dilakukan dengan menggunakan kedua tangan dan diikuti dengan lompatan
yang tinggi, lalu menahan bola agar tidak masuk ke dalam area tim sendiri.

Karna teknik ini sangat penting dalam permainan bola voli, maka setiap pemainnya dituntut
untuk dapat menguasai teknik block dengan baik.

Adapuh langkah yang dapat dilakukan untuk melakukan teknik block , diantaranya:

1. Berdiri dengan posisi kaki yang sejajar dengan kedua tangan yang terletak di depan dada
serta posisi tangan menghadap ke arah net.
2. Lalu diikuti dengam melakukan lompatan dengan mengikuti arah bola yang akan dipukul
oleh pemain tim lawan.

Posisi pemain bola voli

Pada permainan bola voli, secara garis besarnya terdapat empat posisi dalam suatu regu,
yakni tosser, spiker, libero, serta defender.

Berikut penjelasan dari masing-masing posisi dalam bermain voli:

1. Posisi tosser dalam permainan bola voli 

Tosser merupakan pemain yang bertugas untuk mengoper bola kepada rekan satu regunya serta
mengatur ritme dalam jalannya permainan.

2. Posisi spiker dalam permainan bola voli

Spiker merupakan pemain yang bertugas untuk memukul bola agar jatuh ke daerah pertahanan
tim lawan.
3. Posisi libero dalam permainan bola voli

Libero merupakan pemain yang memiliki tugas sebagai pemain bertahan dengan melakukan
pertahanan bola yang datang dari pukulan lawan.

Pemain di posisi ini dapat dengan bebas untuk keluar masuk dalam pertandingan. Namun, tidak
dapat melakukan teknik smash.

Pemain libero hanya diperbolehkan untuk melakukan teknik passing bawah ataupun passing atas


jika bola akan melewati net.

4. Posisi defender dalam permainan bola voli

Defender merupakan pemain yang mempunyai tugas untuk bertahan sekaligus menerima


serangan pemain dari regu lawan.

Common questions

Didukung oleh AI

A successful volleyball smash involves four critical components: a well-timed approach, a powerful jump, controlled striking of the ball, and strategic landing. Players begin with a running start, followed by an explosive jump to maximize height. The striking phase entails hitting the ball with a downward arc, ideally into opponents' undefended zones. This requires coordination and accuracy to generate topspin. A controlled landing prepares the player for subsequent plays, ensuring effective recovery and position readiness .

The libero and defender have distinct roles that collectively enhance the team's defense. The libero focuses on receiving and passing with freedom to move in and out without rotation constraints, except for attacking plays, strengthening the team's backcourt defense. In contrast, defenders specialize in blocking and receiving attacks aimed at the team's court, crucial for front-line defense. Both roles require rapid reaction and spatial awareness, making them integral to countering opposing teams' offensive plays .

The tosser in a volleyball team has the crucial role of setting up plays and coordinating the team's offense. Their primary responsibility is to deliver accurate sets to the spiker, facilitating the execution of offensive strategies. The tosser must have excellent instincts and decision-making skills, as they need to quickly decide how to handle the ball and set it up for optimal attack opportunities .

The primary objective of a volleyball game is to defeat the opposing team by making the ball land on their court, thereby accumulating points. Each team competes to reach 25 points in each set, with the margin of victory needing to be at least two points. The game can continue beyond 25 points if both teams are tied, requiring one team to win by a two-point advantage .

The volleyball rotation system mandates players to shift positions clockwise after gaining the serve, influencing team strategy by altering players' court positions and roles. This system ensures that each player participates in various positions, balancing skill utilization, and fostering adaptability. Strategic rotations capitalize on players' strengths in different roles, like front-row attackers and back-row defenders, thereby affecting team dynamics and tactical execution .

Volleyball service techniques differ primarily in execution style and positioning: 1. **Underhand Service**: Involves standing with feet apart, swinging a clenched fist to hit the ball after tossing it slightly; suitable for beginners. 2. **Sidearm Service**: The player stands sideways, tosses the ball, and swings the arm in a circular motion to strike. 3. **Overhand Service**: Requires tossing the ball with one hand, swinging the other arm from behind, and striking it overhead; it demands precise timing. 4. **Jump Service**: Involves tossing the ball and jumping to strike it midair, demanding precise control and power .

In volleyball, there are no limitations on the number of substitutions allowed during a match, enabling teams to strategically rotate players depending on game situations and individual player performance. This flexibility allows coaches to optimize team dynamics, manage player fatigue, and adapt to the evolving tactics of the opposing team. However, only six players are on the court at any given time, with others serving as substitutions .

The dimensions of a volleyball court (18m x 9m) and the specified net height (2.43m for men and 2.24m for women) influence game strategy by dictating spatial arrangement and movement limitations, affecting passing angles, and serving strategies. Taller net heights necessitate heightened jumping and striking skills, often favoring taller players in roles such as spikers and blockers. Additionally, court dimensions necessitate strategic placement and rotation of players during offensive and defensive plays .

Each team is allowed a single time-out lasting one minute per set in volleyball matches. Time-outs are crucial for strategic planning, providing teams an opportunity to regroup, adjust strategies, and manage players’ mental and physical fatigue. Coaches utilize time-outs to offer tactical advice, distract opponents’ momentum, or alter game pace, making them key elements affecting match outcomes .

Rally point scoring is crucial in volleyball as it significantly influences match dynamics by ensuring a point is scored on every serve, thus maintaining continuous gameplay and increasing strategic complexity. This system minimizes the duration of matches, as teams cannot prolong rallies without consequence, and places consistent pressure on each team to perform optimally during every play, ultimately enhancing the competitive intensity .

Anda mungkin juga menyukai