PERJANJIAN KERJASAMA DRILLING DAN BLASTING
Antara PT. Duta Sarana Karsa dan PT. Maleo Rachma Indo Abadi
DSK Project-Rembang
PERJANJIAN KERJASAMA
DRILLING & BLASTING SERVICES
No. ……………………………
TENTANG
PEKERJAAN DRILLING DAN BLASTING SERVICES
PT. DUTA SARANA KARSA
Pada hari ini ………………, Tanggal ….. bulan ………………. Tahun Dua Ribu Tujuh Belas (…. –……– 2017) yang bertanda
tangan di bawah ini :
1. …………………………………: Direktur PT Duta Sarana Karsa, Yang berkedudukan di …………………………………………...
Yang dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. Duta Sarana KarsaTunas, Selanjutnya disebut PIHAK
PERTAMA.
2. YADI SUPRIYADI : Direktur PT. Maleo Rachma Indo Abadi , yang berkedudukan di Jl. Ruko Plaza Niaga II, Blok
G, No 69 A, Sentul City - Bogor, yang dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. Maleo Rachma Indo
Abadi, yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
Bahwa PIHAK PERTAMA adalah perusahaan yang bergerak dibidang Penambanagn Batu Kapur, pemilik IUP Nomor:
……………………………tertanggal ………………………………, yang dikeluarkan oleh ……………………………, yang dalam kegiatan
operasinya memerlukan teknologi peledakan.
Bahwa PIHAK KEDUA merupakan perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia, dan kegiatan usahanya
bergerak di bidang jasa pengeboran dan peledakan (Drilling & Blasting Services).
Bahwa kedua belah pihak sepakat akan melakukan Perjanjian Kerjasama tentang Drilling dan Blasting Services di
lokasi Project PIHAK PERTAMA, dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut :
PASAL 1
LINGKUP KERJA
PIHAK PERTAMA memberi kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima dan mampu untuk mengerjakan
pekerjaan Drilling & Blasting pada proyek PIHAK PERTAMA yang berlokasi di, Desa.........................,
Kecamatan........................Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
PASAL 2
PERIODE KERJA
1. Perjanjian Kerjasama ini berlaku selama 36 ( tigapuluh enam ) bulan dan dapat diperpanjang kembali sesuai
kontrak antara PIHAK PERTAMA dengan PIHAK KEDUA dan akan dievaluasi setiap 6 (enam) bulan,
2. PARA PIHAK mempunyai hak untuk memperpanjang maupun membatalkan perjanjian ini, dengan syarat
memberitahukan pihak lainnya selambat-lambatnya 60 (enem puluh) hari sebelum perjanjian ini berakhir.
No…………………… Page 1 of 6
PERJANJIAN KERJASAMA DRILLING DAN BLASTING
Antara PT. Duta Sarana Karsa dan PT. Maleo Rachma Indo Abadi
DSK Project-Rembang
PASAL 3
PENGATURAN TENAGA KERJA
1. PIHAK KEDUA sepakat untuk mempersiapkan tenaga kerja guna mendukung pekerjaan.
2. PIHAK KEDUA wajib melaporkan secara tertulis seluruh karyawannya yang menjalankan pekerjaan “drilling &
blasting” kepada PIHAK PERTAMA, demikian pula PIHAK KEDUA wajib melaporkan kepada PIHAK PERTAMA
apabila ada penggantian/pengurangan/penambahan tenaga kerja PIHAK KEDUA.
3. PIHAK KEDUA menjamin bahwa personil PIHAK KEDUA adalah mampu, berpengalaman dan memenuhi
kualifikasi untuk perjanjian ini.
4. PIHAK PERTAMA mempunyai hak untuk mengatur atau meminta penggantian terhadap PIHAK KEDUA
bilamana personil PIHAK KEDUA yang menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA tidak mampu dalam
menjalankan pekerjaannya / tugasnya.
5. PIHAK KEDUA harus mengangkat personil yang bertanggung jawab di lapangan untuk berkomunikasi
dan/atau berkoordinasi dengan perwakilan dari PIHAK PERTAMA.
PASAL 4
SATUAN HARGA DAN PERHITUNGAN
Satuan harga untuk DrillingBlasting Services yang disetujui kedua belah pihak sebagai berikut :
1. Drilling &Blasting Services dalam satuan BCM untuk Peledakan Normal
No Volume Overburden (BCM) Harga Satuan (Rp/BCM)
1 ≤ 20.000 Fixed Rp.
2 > 20.000 (20.000 BCM x Rp …………) +
((n BCM – 20.000 BCM) x ………….. Rp/BCM)
Catatan: - Minimum Charge tidak berlaku pada bulan ke I, II dan III ( Bulan ke I – II disesuaikan dengan produksi
yang ada)
Term & Condition
a. Harga termasuk pengurusan perijininan ( Ijin Gudang, P3, P2 dan P1)
b. Harga belum termasuk PPN 10%
c. Perhitungan awal dasar Invoice adalah berdasarkan hitungan teoritis
Teoritis : V = S x B x (H) x N
V = Volume Peledakan (BCM)
S = Spasi (M)
B = Burden (M)
(H) = Kedalaman Rata2 (M) tanpa Subdrill
N = Jumlah Lubang
Dengan melihat iklim usaha dan kebijakan pemerintah yang kemungkinan terjadi perubahan, maka harga-harga
diatas ditinjau kembali dengan mengutamakan prinsip-prinsip “Win-Win Solution” dan dituangkan dalam
Addendum.
No…………………… Page 2 of 6
PERJANJIAN KERJASAMA DRILLING DAN BLASTING
Antara PT. Duta Sarana Karsa dan PT. Maleo Rachma Indo Abadi
DSK Project-Rembang
PASAL 5
PEMBAYARAN
1. PIHAK PERTAMA akan memberikan DP kepada PIHAK KEDUA sebesar 1 ( satu ) kali invoice minimum sebulan
yang seterusnya akan dikembalikan kepada PIHAK PERTAMA dengan cara dicicil selama 4 ( empat ) bulan
berturut-turut dimulai dari bulan ke 4
2. Pembayaran atas Invoice akan dilakukan oleh PIHAK PERTAMA berdasarkan Berita Acara Peledakan (BAP)
yang sudah disetujui oleh kedua belah pihak, tidak lebih dari 30 (tiga puluh) hari sesudah tanggal
penandatangan BAP.
3. Apabila dalam jangka waktu 14 (empet belas) hari setelah jatuh tempo PIHAK PERTAMA tidak juga melakukan
pembayaran, maka PIHAK KEDUA berhak untuk menghentikan pelaksanaan pekerjaan.
a. Rekening PT. Maleo Rachma Indo Abadi
Atas Nama : PT. Maleo Rachma Indo Abadi
Nama Bank : Mandiri KK Bogor Sentul City
Nomor rekening : 133-00-1323850-6 ( USD )
Besaran nilai yang harus di transfer ke masing-masing rekening disesuaikan dengan Invoice yang diterbitkan
oleh PIHAK KEDUA
PASAL 6
MOBILISASI dan DEMOBILISASI ALAT BOR
1. PIHAK KEDUA bertanggungjawab atas mobilisasi alat bor dan/atau peralatan lainnya milik PIHAK KEDUA yang
diperlukan dalam pekerjaan “drilling & blasting” dari lokasi PIHAK KEDUA ke Lokasi PIHAK PERTAMA.
2. PIHAK KEDUA bertanggungjawab atas demobilisasi alat bor dan/atau peralatan lainnya milik PIHAK KEDUA
yang diperlukan dalam pekerjaan “drilling & blasting” dari lokasi PIHAK PERTAMA kembali ke lokasi PIHAK
KEDUA.
PASAL 7
KEWAJIBAN-KEWAJIBAN
1. KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA
a.
Menyiapkan Kepala Teknik Tambang
b.
Menyiapkan Lokasi Gudang Bahan Peledak
c.
Melakukan pematangan lahan Gudang Bahan Peledak
d.
Membuat tanggul lokasi Gudang Bahan Peledak
e.
Melakukan pengamanan (blasting guard) dengan koordinasi bersama PIHAK KEDUA selama proses
peledakan berlangsung hingga lokasi peledakan dinyatakan aman oleh personil PIHAK KEDUA.
f. Menyiapkan lokasi peledakan
g. Menyiapkan jalan masuk ke lokasi peledakan untuk angkutan bahan peledak Pihak Kedua
h. Menyediakan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk keperluan PIHAK KEDUA ( Back Charge ke PIHAK KEDUA )
No…………………… Page 3 of 6
PERJANJIAN KERJASAMA DRILLING DAN BLASTING
Antara PT. Duta Sarana Karsa dan PT. Maleo Rachma Indo Abadi
DSK Project-Rembang
i. Menyediakan penerangan untuk pengeboran malam hari
2. KEWAJIBAN PIHAK KEDUA :
a. Menyediakan Bahan Peledak
b. Menyediakan Gudang Bahan Peledak ( status Gudang Bahan Peledak adalah milik PIHAK KEDUA )
c. Menyediakan Kepala Gudang Bahan Peledak
d. Mengurus Ijin Gudang Bahan Peledak
e. Mengurus perijina Kepolisian ( P3, P2 dan P1 )
f. Atas nama PIHAK PERTAMA melakukan pengamanan Gudang Bahan Peledak ( Security dan Kepolisian )
g. Melakukan pengisian handak, stemming, perangkaian peledakan (“Tie Up”) pemeriksaan rangkaian
peledakan, pelaksanaan penembakan/peledakan, dan inspeksi lokasi setelah peledakan untuk
memastikan bahwa peledakan telah aman.
h. Menyediakan semua pekerja dan perlegkapan kerja yang cukup untuk Drilling &Blasting Services di lokasi
kerja PIHAK PERTAMA.
i. Mengikuti arahan-arahan/perintah yang diberikan oleh personil yang berwenang dari PIHAK PERTAMA.
j. Menyediakan mess dan akomondasi untuk Karyawan PIHAK KEDUA
k. Menyiapkan personil yang dibutuhkan untuk pekerjaan Drilling &Blasting Services dan membayar upah /
salaries atau biaya-biaya yang timbul dari pekerja.
l. Menggunakan bahan peledak dari gudang handak sesuai kebutuhan PIHAK PERTAMA.
m. Menyediakan unit kendaraan untuk mobilisasi kerja.
n. Melaporkan penggunaaan bahan peledak bulanan kepada PIHAK PERTAMA
o. Menyediakan angkutan bahan peledak dan aksesoris dari gudang ke lokasi pemboran.
p. Menjaga ketertiban dan kebersihan terhadap lingkungan kerja mulai dari gudang handak sampai ke lokasi
pengeboran.
PASAL 8
BEA DAN PAJAK
1. PIHAK KEDUA akan menanggung dan membayar pajak-pajak yang merupakan kewajiban dan berkenaan
dengan kegiatan PIHAK KEDUA di lokasi penambangan PIHAK PERTAMA.
2. Jika PIHAK PERTAMA diharuskan memotong Pph 23 atas setiap pembayaran kepada PIHAK KEDUA menurut
peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka PIHAK PERTAMA akan memberikan bukti pembayaran asli
pajak tersebut kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK PERTAMA akan melakukan pembayaran atas nilai tersebut
secara langsung pada kas Negara.
PASAL 9
KERAHASIAAN INFORMASI
1. Kedua belah pihak akan merahasiakan semua keterangan yang diberikan oleh satu pihak kepada p ihak lainnya
termasuk informasi-informasi harga-harga spesifikasi yang tercantum dalam rencana-rencana, gambar-
gambar, catatan-catatan lapangan, persediaan bahan peledak, perhitungan-perhitungan dan data rekayasa
(engineering data)
2. Informasi yang demikian ini tidak boleh diungkapkan kepada siapapun kecuali untuk tujuan pelaksanaan
pekerjaan dan akan senantiasa merupakan milik pihak pemberi informasi tersebut. Kewajiban-kewajiban
tersebut di atas berlaku walaupun perjanjian ini berakhir.
No…………………… Page 4 of 6
PERJANJIAN KERJASAMA DRILLING DAN BLASTING
Antara PT. Duta Sarana Karsa dan PT. Maleo Rachma Indo Abadi
DSK Project-Rembang
PASAL 10
KETENTUAN-KETENTUAN TENTANG KESELAMATAN DAN KEAMANAN
1. PARA PIHAK, karyawan, wakil-wakilnya dan sub kontraknya yang terlibat dalam pelaksanaan perjanjian ini
harus tunduk mematuhi dan melaksanakannya atas biaya sendiri setiap aturan, peraturan dan standar
mengenai keselamatan kebijaksanaan-kebijaksanaan dan instruksi-instruksi khusus.
2. Salah satu pihak atau wakil yang ditunjuknya berwenang melarang pelaksanaan jasa-jasa atau menghentikan
pelaksanaan jasa-jasa yang berjalan jika peralatan, personalian atau kondisi kerjanya dianggap tidak aman
atau tidak sesuai dengan aturan-aturan, peraturan-peraturan atau keselamatan kerja.
PASAL 11
PERSELISIHAN DAN DOMISILI
Apabila terdapat perselisihan sehubungan dengan perjanjian ini PARA PIHAK sepakat akan menyelesaikan secara
musyarwarah dan mufakat.
PASAL 12
ADDENDUM DAN LAMPIRAN
1. Tidak satupun perubahan, penambahan terhadap perjanjian ini dianggap sah kecuali jika dibuat secara tertulis
dan ditandantangani oleh kedua belah pihak.
2. Apabila terdapat pertentangan, tidak konsisten atau perbedaan antara perjanjian ini dan setiap lampiran atau
dokumen lain yang menjadi lampirannya, maka syarat dan ketentuan dalam perjanjian ini yang berlaku.
PASAL 13
KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEUR)
1. Yang dimaksud dengan keadaan memaksa (force majeur) adalah meliputi peristiwa-peristiwa diluar kekuasaan
manusia (act of god), kebakaran, ledakan atau bencana alam, angin ribut, blockade, perang, pemogokan atau
gangguan perubahan lain. Kerusuhan / pergolakan di masyarakat yang tidak disebabkan kelalaian dari pihak.
Tindakan dari penguasa sipil atau militer atau kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi dan moneter dan
tindakan peraturan pelaksanaannya.
2. Apabila terjadi keadaan memaksa (force majeur), maka pihak yang terkena suatu peristiwa/keadaan tersebut
harus memberitahukan kepada pihak lainnya dengan memberikan perincian secara lengkap dan apabila dalam
waktu 14 (empat belas) hari tidak memberikan jawaban maka pihak tersebut dianggap menyetujui keadaan
memaksa (force majeur) dimaksud.
PASAL 14
PENGALIHAN
PIHAK KEDUA tidak dibolehkan mengalihkan seluruh atau sebagian dari isi perjanjian ini kepada PIHAK KETIGA
tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA.
PASAL 15
LAIN-LAIN
No…………………… Page 5 of 6
PERJANJIAN KERJASAMA DRILLING DAN BLASTING
Antara PT. Duta Sarana Karsa dan PT. Maleo Rachma Indo Abadi
DSK Project-Rembang
Perjanjian ini, termasuk lampiran-lampirannya, merupakan perjanjian yang mengikat kedua belah pihak secara sah.
Dengan membubuhkan nama dan tanda tangan di bawah ini pihak-pihak telah mengesahkan Perjanjian ini untuk
dilaksanakan oleh PARA PIHAK atau wakil-wakil mereka yang berwenang terhitung mulai ditandatanganinya surat
perjanjian ini.
PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA
PT. DUTA SARANA KARSA PT. MALEO RACHMA INDO ABADI
========================= YADI SUPRIYADI
Direktur Direktur
No…………………… Page 6 of 6