Standar Pelayanan Minimal Puskesmas 2023
Standar Pelayanan Minimal Puskesmas 2023
ii | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................
DAFTAR ISI.....................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................
A. LATAR BELAKANG.......................................................................................
B. TUJUAN.........................................................................................................
C. PENGERTIAN...............................................................................................
D. LANDASAN HUKUM.....................................................................................
F. SISTEMATIKA PENYAJIAN..........................................................................
A. JENIS PELAYANAN....................................................................................
B. PROSEDUR PELAYANAN..........................................................................
iii | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
C. PENGUKURAN CAPAIAN KINERJA DAN EVALUASI KINERJA................
BAB V PENUTUP..........................................................................................
LAMPIRAN.....................................................................................................
iv | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam penyelenggaraan pelayanan yang menyangkut
masyarakat umum. Pemberi pelayanan publik selalu dihadapkan
dengan norma, aturan, standar, dan ukuran yang harus dipenuhi
agar dalam menjalankan pelayanan dapat diberikan secara
akuntabel, bisa dipertanggung jawabkan dan berkinerja tinggi.
UPTD Puskesmas Licin adalah Unit Pelaksana Teknis Daerah
(UPTD) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi yang
bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan
yang merupakan fasilitas pelayanan kesehatan (perorangan dan
masyarakat) strata pertama (FKTP).
Disamping pelayanan yang berkualitas, fasilitas pelayanan
publik juga dituntut untuk memberikan pelayanan yang aman
(safety), sehingga tidak terjadi sesuatu tindakan yang
membahayakan maupun mencederai pelanggan, oleh karena itu
perlu disusun sistem manajemen untuk mencegah terjadinya
kejadian yang tidak diinginkan, yang meliputi: identifikasi risiko,
analisis risiko, evaluasi risiko, penanganan risiko, monitoring yang
berkesinambungan, dan komunikasi. Untuk melakukan monitoring
yang berkesinambungan diperlukan adanya indikator (tolak ukur) dan
target (threshold) yang harus dicapai atau dipenuhi.
Upaya untuk meningkatkan kepuasan bahkan kesetiaan
pelanggan dan menjamin keamanan pasien dapat dilakukan dengan
standarisasi pelayanan. Bagaimana penerapan standar pelayanan
tersebut apakah telah dapat menjamin kepuasan pelanggan dan
keamanan pasien harus dapat ditunjukkan dengan fakta, oleh karena
itu pengukuran (indikator) dan target pencapaian untuk tiap indikator
C. PENGERTIAN
Standar Pelayanan Minimal (SPM) adalah ketentuan
mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan
pemerintahan wajib yang berhak diperoleh setiap warga negara
secara minimal.
SPM di Puskesmas menjadi acuan Puskesmas dalam
mencapai standar kinerja, membuat perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi kegiatan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya
Kesehatan Perorangan (UKP). Ada 2 (dua) Jenis SPM yaitu SPM
Kesehatan dan SPM (Puskesmas) BLUD:
1. SPM Kesehatan, sebagaimana diatur dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018, Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 100 Tahun 2018, dan Peraturan Menteri
Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019, adalah:
a. Standar Pelayanan Minimal, yang selanjutnya disingkat SPM
adalah ketentuan mengenai Jenis dan Mutu Pelayanan
Dasar yang merupakan Urusan Pemerintahan Wajib yang
berhak diperoleh setiap Warga Negara secara minimal.
b. Pelayanan Dasar adalah pelayanan publik untuk memenuhi
kebutuhan dasar Warga Negara.
c. Jenis Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan dalam rangka
penyediaan barang dan/atau jasa kebutuhan dasar yang
berhak diperoleh oleh setiap Warga Negara secara minimal.
d. Mutu Pelayanan Dasar adalah ukuran kuantitas dan kualitas
barang dan/atau jasa kebutuhan dasar serta pemenuhannya
secara minimal dalam Pelayanan Dasar sesuai standar
teknis agar hidup secara layak.
e. Urusan Pemerintahan Wajib adalah urusan pemerintahan
yang wajib diselenggarakan oleh semua Daerah.
10 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
BAB II
STANDAR PELAYANAN MINIMAL
A. JENIS PELAYANAN
Ada dua jenis pelayanan yang dilakukan di Puskesmas Licin
yaitu Pelayanan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan
Pelayanan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM). Pelayanan Upaya
Kesehatan Masyarakat (UKM) meliputi:
- Kesehatan Ibu
- Kesehatan Bayi
- Kesehatan Apras
- Kesehatan Lansia
4) Upaya Gizi
11 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
- Pencegahan dan Pengendalian DBD
- Imunisasi
- Surveilan
a. Rawat Jalan:
1) Pemeriksaan Umum
3) Pemeriksaan Gigi
4) Pemeriksaan Lansia
5) Pemeriksaan Anak/MTBS
12 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
6) Pemeriksaan Ibu dan Anak
B. PROSEDUR PELAYANAN
Prosedur pelayanan di Puskesmas disusun dalam bentuk
Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dituangkan dalam
dokumen tata kelola yang ditetapkan oleh Kepala Daerah. SOP
merupakan serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai
berbagai proses penyelenggaraan aktivitas. Tujuan penyusunan
Standar Operasional Prosedur di Puskesmas adalah agar berbagai
proses kerja rutin terlaksana dengan efisien, efektit
konsisten/seragam dan aman dalam rangka meningkatkan mutu
pelayanan melalui pemenuhan standar yang berlaku.
Manfaat SOP bagi Puskesmas adalah memenuhi persyaratan
standar pelayanan Puskesmas, mendokumentasikan langkah-
13 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
langkah kegiatan dan memastikan staf Puskesmas memahami
bagaimana melakukan pekerjaannya. Alur pelayanan di Puskesmas
disusun untuk memberikan kejelasan dan kemudahan bagi pasien
untuk mendapatkan pelayanan di Puskesmas. Terdapat beberapa
alur pelayanan yang berlaku di Puskesmas.
C. STANDAR PELAYANAN MINIMAL PUSKESMAS
Standar Pelayanan Minimal (SPM) Puskesmas mengacu
kepada Standar Pelayanan Minimal yang diatur dalam Peraturan
Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan
Minimal Bidang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 2
Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan minimal.
14 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
Capaian Capaian
Jenis Penerima
Mutu Layanan Pernyataan Kab. Puskesmas
No Layanan Layanan Target
Dasar Standar Banyuwangi
Dasar Dasar
Tahun 2022
3 Pelayanan Sesuai standar Bayi baru Setiap bayi baru 100% 39,2% 104,7%
kesehatan pelayanan lahir. lahir mendapatkan
bayi baru kesehatan bayi pelayanan
lahir. baru lahir. kesehatan sesuai
15 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
standar.
Setiap balita
Sesuai standar
Pelayanan mendapatkan
pelayanan
4 kesehatan Balita. pelayanan 100% 20,87% 49,30%
kesehatan
balita. kesehatan sesuai
balita.
standar.
16 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
sesuai standar.
Setiap penderita
Sesuai standar
Pelayanan hipertensi
pelayanan
kesehatan Penderita mendapatkan
8 kesehatan 100% 16,4% 20,6%
penderita hipertensi. pelayanan
penderita
hipertensi. kesehatan sesuai
hipertensi.
standar.
17 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
melitus. standar..
Setiap orang
Pelayanan Sesuai standar
Setiap orang dengan gangguan
kesehatan pelayanan
dengan jiwa (ODGJ) berat
orang kesehatan jiwa
10 gangguan mendapatkan 100% 89,8% 45,8%
dengan orang dengan
jiwa (ODGJ) pelayanan
gangguan gangguan jiwa
berat. kesehatan sesuai
jiwa berat. (ODGJ) berat.
standar.
Setiap orang
Pelayanan
Sesuai standar dengan TB
kesehatan Orang
11 pelayanan mendapatkan 100% 21,4% 87,5%
orang dengan TB.
kesehatan TB. pelayanan TB
dengan TB.
sesuai standar.
18 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
pasien TB,
pasien IMS,
waria/transgender,
waria/
pengguna napza
transgender,
dan warga binaan
pengguna
lembaga
HIV. napza dan
pemasyarakatan)
warga
mendapatkan
binaan
pemeriksaan HIV
lembaga
sesuai standar.
pemasyarak
at.
19 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
Profil Indikator Standar Pelayanan Minimal yang mengacu
kepada Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 43 Tahun 2016 dan
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2018
meliputi 12 (dua belas) indikator yang harus dipenuhi Puskesmas.
Selain itu terdapat 12 (dua belas) indikator SPM untuk Puskesmas
BLUD di Kabupaten Banyuwangi sebagai berikut:
20 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
6. Pemberian imunisasi sesuai dengan
status imunisasi.
7. Pemberian tablet tambah darah minimal
90 tablet.
8. Tes Laboratorium.
9. Tata laksana/penanganan kasus.
10. Temu wicara (konseling).
21 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
Kegiatan patut diduga hamil perlu dipastikan
yang bersangkutan status
kehamilannya.
2. Setiap ibu yang dipastikan bahwa
hamil, maka memperoleh pelayanan
sebagaimana ditetapkan dalam
Standar Jumlah dan Kualitas Barang
dan atau Jasa Pelayanan Kesehatan
Ibu Hamil. Jika dinyatakan tidak hamil,
maka diberikan promosi kesehatan
yang sesuai.
3. Jika ditemukan kondisi tertentu yang
dikategorikan sebagai ibu hamil
mengalami penyulit, maka dilakukan
rujukan, sampai dipastikan bahwa telah
memperoleh pelayanan rujukan.
4. Dilakukan pencatatan dan pelaporan.
Monitoring dan Sistem informasi Puskesmas.
Evaluasi
Sumber Daya Setiap fasyankes yang memiliki SDM
Manusia seperti berikut ini, dapat melayani JPD-01
Pelayanan Kesehatan Ibu hamil.
Minimal :
1. Seorang dokter/dokter spesialis
kebidanan, atau
2. Seorang bidan, atau
3. Seorang perawat.
22 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
Judul Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin di
Puskesmas.
Dimensi Mutu Keselamatan dan kesinambungan
pelayanan.
Tujuan Tergambarnya kinerja UPTD Puskesmas
dalam upaya penanganan ibu bersalin
sesuai standar di wilayah Puskesmas.
Definisi Pelayanan kesehatan yang diberikan di
Oprasional fasyankes, kepada ibu bersalin, meliputi 5
(lima) aspek dasar pelayanan pertolongan
persalinan kepada ibu bersalin, yaitu:
1. Membuat keputusan klinik.
2. Asuhan sayang ibu dan sayang bayi.
3. Pencegahan infeksi.
4. Pencatatan (rekam medis) asuhan
persalinan, dan
5. Persalinan dilakukan dengan standar
asuhan persalinan normal, yaitu:
a. Asuhan kebidanan pada persalinan
normal yang mengacu kepada
asuhan yang bersih dan aman
selama persalinan dan setelah bayi
lahir serta upaya pencegahan
komplikasi.
b. Proses pengeluaran janin yang
terjadi pada kehamilan cukup bulan
(37-42 minggu), lahir spontan
dengan presentasi belakang kepala
yang berlangsung dalam 18 jam,
tanpa komplikasi, baik pada ibu
maupun pada janin.
Seorang ibu bersalin dicatat sebagai telah
dilayani, jika seorang ibu bersalin, pada
23 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
tahun ini telah memperoleh pelayanan
sebagaimana pelayanan sesuai standar
pelayanan kesehatan ibu bersalin.
Frekuensi Setiap 1 bulan.
Pengumpulan
Data
Periode Analisa Setiap 1 tahun.
Numerator Jumlah ibu bersalin sesuai standar di
wilayah Puskesmas selama periode waktu 1
tahun.
Denumerator Jumlah semua ibu bersalin di wilayah
Puskesmas selama periode waktu 1 tahun
yang sama.
Sumber Data Register kohort ibu, buku KIA.
Standar 100%
Penanggungjawab Penanggungjawab upaya kesehtaan ibu dan
Pengumpul Data anak.
Langkah-Langkah 1. Setiap ibu yang telah memperoleh
Kegiatan pelayanan kehamilan, mengetahui
perkiraan persalinan dan mengetahui
tanda-tanda awal persalinan, bahkan
mengetahui perlengkapan yang
diperlukan menghadapi kelahiran
bayinya, diharapkan Ibu hamil datang
ke fasyankes pada saat yang tepat
untuk bersalin dengan perlengkapan
yang cukup, sehingga bisa melahirkan
dengan lancar dan selamat dengan
pertolongan tenaga kesehatan yang
sesuai dengan standar.
2. Setiap Ibu menjelang persalinan, yang
dijumpai di fasilitas pelayanan
kesehatan, memperoleh pelayanan
24 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
kesehatan ibu bersalin sesuai standar.
3. Ibu dengan penyulit/komplikasi
persalinan, dilakukan rujukan, mengacu
kepada Buku Saku Pelayanan
Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan
Dasar dan Rujukan.
4. Dilakukan pencatatan dan pelaporan.
Monitoring dan Sistem informasi Puskesmas.
Evaluasi
Sumber Daya Setiap fasyankes yang memiliki SDM seperti
Manusia berikut ini, dapat melayani JPD-02
Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin. Minimal:
1. Dua orang, seorang dokter dan seorang
bidan, atau
2. Dua orang bidan, atau
3. Bida, Perawat.dan Dokter
25 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
pusat.
2. Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
3. Injeksi Vitamin K.
4. Pemberian salep/ tets mata antibiotik.
5. Pemberian imunisasi (injeksi) vaksin
Hepatitis-B0.
Standar-2, pelayanan neonatal
esensial setelah lahir, diberikan kepada
bayi setelah lahir (usia 6 jam- 28 hari),
meliputi:
1. Konseling perawatan bayi baru lahir
dan ASI eksklusif.
2. Memeriksa kesehatan dengan
menggunakan pendekatan MTBM.
3. Pemberian Vitamin K bayi yang lahir
tidak di fasyankes atau belum
mendapatkan injeksi Vitamin K.
4. Imunisasi Hepatitis B injeksi untuk
bayi <24 jam, yang lahir tidak
ditolong tenaga kesehatan.
5. Penanganan dan rujukan kasus
neonatal komplikasi.
26 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
Periode Analisa Setiap 1 tahun.
Numerator Jumlah bayi baru lahir dilayani sesuai
standar di wilayah Puskesmas selama
periode waktu 1 tahun.
Denumerator Jumlah semua bayi baru lahir di wilayah
Puskesmas selama periode waktu 1 tahun
yang sama.
Sumber Data Register kohort anak, register Posyandu,
buku KIA.
Standar 100%.
Penanggungjawab Penanggungjawab upaya kesehatan ibu dan
Pengumpul Data anak.
Langkah-Langkah 1. Berdasarkan data kependudukan yang
Kegiatan selalu diupdate, dapat diketahui ibu
yang hamil, dan akan melahirkan pada
tahun ini, sehingga dapat
diperhitungkan siapa saja yang pada
tahun ini akan menjadi Sasaran
Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir,
persebaran sasaran menurut wilayah
(Desa/Kelurahan, RT/RW) dipetakan
oleh Puskesmas untuk mengukur
beban pelayanan dan menyediakan
tempat dan tim pelayanan kesehatan
Bayi Baru Lahir.
2. Peta persebaran sasaran pelayanan
tersebut diinformasikan kepada pejabat
wilayah administrasi setempat (Kepala
Desa dan Camat, serta pihak lain yang
terkait) agar para pihak tersebut
membantu menghadirkan sasaran
pelayanan pada tempat-tempat
27 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
pelayanan terdekat.
3. Puskesmas mengatur penugasan Tim
Pelayanan dan Sumber Daya yang
dibutuhkan untuk memberikan
pelayanan.
4. Setiap Bayi Baru Lahir diberikan
pelayanan sebagaimana ditetapkan
dalam Standar Jumlah dan Kualitas
Barang dan atau Jasa Pelayanan
Kesehatan Bayi Baru Lahir.
5. Jika ditemukan kondisi tertentu yang
dikategorikan sebagai Bayi Baru Lahir
mengalami penyulit atau gangguan
kesehatan lebih berat/besar, maka
dilakukan rujukan, sampai dipastikan
bahwa telah memperoleh pelayanan
rujukan.
6. Dilakukan pencatatan dan pelaporan.
Monitoring dan Sistem informasi Puskesmas.
Evaluasi
Sumber Daya Setiap fasyankes yang memiliki SDM
Manusia seperti berikut ini, dapat melayani JPD-03
Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir:
1. Minimal satu orang, dokter/dokter
spesialis anak, atau
2. Minimal satu orang bidan, atau
3. Minimal satu orang perawat.
28 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
Puskesmas.
Dimensi Mutu Kesinambungan pelayanan.
Tujuan Tergambarnya kinerja UPT Puskesmas
dalam upaya pelayanan balita sesuai
standar di wilayah Puskesmas.
Definisi Pelayanan kesehatan yang diberikan
Oprasional kepada setiap Balita, yaitu:
1. Standar-1 bagi Balita Usia 0-11 bulan.
2. Standar-2 bagi Balita Usia 12-35
bulan.
3. Standar-3 bagi Balita Usia 36-59
bulan.
Standar-1, meliputi:
a. Penimbangan minimal 8 kali setahun.
b. Pengukuran panjang/tinggi badan
minimal 2 kali/tahun.
c. Pemantauan perkembangan minimal 2
kali/tahun.
d. Pemberian kapsul vitamin A pada usia
6-11 bulan 1 kali setahun.
e. Pemberian imunisasi dasar lengkap.
f. Pemberian edukasi dan informasi.
Standar-2, meliputi:
a. Penimbangan minimal 8 kali setahun.
b. Pengukuran panjang/tinggi badan
minimal 2 kali/tahun.
c. Pemantauan perkembangan minimal 2
kali/tahun.
d. Pemberian kapsul vitamin A sebanyak
2 kali setahun.
29 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
e. Pemberian imunisasi lanjutan.
f. Pemberian edukasi dan informasi.
Standar-3:
a. Penimbangan minimal 8 kali.
b. Pengukuran panjang/tinggi badan
minimal 2 kali/tahun.
c. Pemantauan perkembangan minimal 2
kali/tahun.
d. Pemberian kapsul vitamin A sebanyak 2
kali setahun.
e. Pemantauan perkembangan balita.
f. Pemberian kapsul vitamin A.
g. Pemberian imunisasi dasar lengkap.
h. Pemberian imunisasi lanjutan.
i. Pengukuran berat badan dan
panjang/tinggi badan.
j. Pemberian edukasi dan informasi.
30 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
Numerator 1. Jumlah balita usia 12 bulan, yang
selama satu tahun terakhir memperoleh
pelayanan Standar-1; ditambah dengan
2. Jumlah balita usia 24 bulan, yang
selama satu tahun terakhir memperoleh
pelayanan Standar-2; ditambah dengan
3. Jumlah balita usia 36 bulan, yang
selama satu tahun terakhir memperoleh
pelayanan Standar-2; ditambah dengan
4. Jumlah balita usia 48 bulan, yang
selama satu tahun terakhir memperoleh
pelayanan Standar-3; ditambah dengan
5. Jumlah balita usia 60 bulan, yang
selama satu tahun terakhir memperoleh
pelayanan Standar-3, pada satu tahun
anggaran ini.
Denumerator 1. Jumlah balita usia 12 bulan; ditambah
dengan
2. Jumlah balita usia 24 bulan; ditambah
dengan
3. Jumlah balita usia 36 bulan; ditambah
dengan
4. Jumlah balita usia 48 bulan; ditambah
dengan
5. Jumlah balita usia 60 bulan, pada satu
tahun anggaran ini.
Sumber Data Register kohort anak, register Posyandu,
buku KIA.
Standar 100%.
Penanggungjawab Penanggungjawab upaya kesehatan ibu dan
Pengumpul Data anak.
Langkah-Langkah 1. Berdasarkan data kependudukan yang
Kegiatan di dalamnya tercantum tanggal lahir
31 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
penduduk, berdasarkan data tersebut
dapat diperhitungkan siapa saja yang
pada tahun ini termasuk Balita,
sebagai Sasaran Pelayanan
Kesehatan Balita. Persebaran sasaran
menurut wilayah (Desa/Kelurahan,
RT/RW) dipetakan oleh Puskesmas
untuk mengukur beban pelayanan dan
menyediakan tempat dan tim
pelayanan kesehatan Balita. Peta juga
memperhitungkan terjadinya
penambahan sasaran pelayanan, yaitu
bayi yang lahir pada tahun ini.
2. Peta persebaran sasaran pelayanan
tersebut diinformasikan kepada
pejabat wilayah administrasi setempat
(Kepala Desa dan Camat, serta pihak
lain yang terkait) agar para
pihak tersebut membantu
menghadirkan sasaran pelayanan
pada tempat-tempat pelayanan
terdekat.
3. Puskesmas mengatur penugasan Tim
Pelayanan dan Sumber Daya yang
dibutuhkan untuk memberikan
pelayanan.
4. Setiap Balita diberikan pelayanan
sebagaimana ditetapkan dalam
Standar Jumlah dan Kualitas Barang
dan atau Jasa Pelayanan Kesehatan
Balita.
5. Jika ditemukan kondisi tertentu yang
dikategorikan sebagai Balita
32 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
mengalami penyulit atau gangguan
kesehatan, maka dilakukan rujukan,
sampai dipastikan bahwa telah
memperoleh pelayanan rujukan.
6. Dilakukan pencatatan dan pelaporan.
Monitoring dan Sistem informasi Puskesmas.
Evaluasi
Sumber Daya Setiap fasyankes yang memiliki SDM
Manusia seperti berikut ini, dapat melayani JPD-04
Pelayanan Kesehatan Balita:
1. Tenaga Kesehatan, Minimal:
a. Seorang dokter, atau
b. Seorang bidan, atau
c. Seorang perawat, dan
d. Seorang tenaga gizi
2. Tenaga Non-Kesehatan terlatih,
atau mempunyai kualifikasi:
a. Guru PAUD, minimal satu orang,
atau
b. Kader Kesehatan, minimal satu
orang.
33 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
sampai dengan kelas 9 (sembilan)
pendidikan dasar (di Lembaga Pendidikan
SD/MI, SMP/MTs, dan jenis lain yang
sederajat) dan kepada anak usia 7 (tujuh)
tahun sampai dengan 15 (lima belas) tahun
di luar lembaga pendidikan dasar seperti
Pondok Pesantren, Panti/LKSA,
Lapas/LPKA dan lainnya, yang dilakukan
satu kali per tahun, yaitu meliputi:
1. Skrining kesehatan, dan
2. Tindak lanjut sesuai hasil skrining
kesehatan.
34 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
mengatasi masalahnya, dan memelihara
kesehatannya termasuk pelayanan tindak
lanjut sesuai kondisinya. Seorang Udiksar
dicatat sebagai telah dilayani, jika pada
tahun anggaran ini seorang dengan Usia
Pendidikan Dasar telah memperoleh
pelayanan pada Usia Pendidikan Dasar
(Udiksar) sebagaimana pelayanan standar.
Frekuensi Setiap 1 bulan.
Pengumpulan
Data
Periode Analisa Setiap 1 tahun.
Numerator Jumlah anak usia pendidikan dasar kelas l
dan 7 yang mendapat pelayanan skrining
kesehatan di satuan pendidikan dasar di
wilayah Puskesmas selama periode
waktu 1 tahun.
Denumerator Jumlah semua anak usia pendidikan dasar
kelas 1 dan 7 di wilayah Puskesmas selama
periode waktu 1 tahun yang sama.
Sumber Data Register anak sekolah.
Standar 100%.
Penanggungjawab Penanggungjawab upaya usaha kesehatan
Pengumpul Data anak sekolah.
Langkah-Langkah 1. Berdasarkan data dari Dinas
Kegiatan Kependidikan atau lembaga DikDas
(SD/SDIT/MI dan SMP/SMPIT/MTs)
termasuk Pondok Pesantren,
Panti/LKSA, Lapas/LPKA dan tempat
lainnya. Dapat dipetakan oleh
Puskesmas untuk mengukur beban
pelayanan dan menyediakan tempat
dan tim pelayanan kesehatan Udiksar
35 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
pada lembaga-lembaga pendidikan
dasar tersebut. Berdasarkan data
kependudukan dapat diketahui anak
usia 7 tahun sampai dengan 15 tahun
pada tahun ini dan jika terdapat anak-
anak yang tidak terdaftar pada
lembaga-lembaga pendidikan dasar,
maka di petakan juga di mana anak-
anak tersebut berada, untuk
mengerahkan pelayanan.
2. Peta persebaran sasaran pelayanan
tersebut diinformasikan kepada pejabat
wilayah administrasi setempat (Kepala
Desa dan Camat, kepala sekolah atau
pimpinan Pondok Pesantren,
Panti/LKSA, Lapas/LPKA dan tempat
lainnya serta pihak lain yang terkait)
dan jadwal pelayanan ke lembaga
pendidikan dan agar para pihak
tersebut membantu menghadirkan
sasaran pelayanan (anak-anak yang
tidak berada pada lembaga pendidikan
dasar) pada tempat-tempat pelayanan
terdekat.
3. Puskesmas mengatur penugasan Tim
Pelayanan dan Sumber Daya yang
dibutuhkan untuk memberikan
pelayanan.
4. Setiap Udiksar diberikan pelayanan
sebagaimana ditetapkan dalam
Standar Jumlah dan Kualitas Barang
dan atau Jasa Pelayanan Kesehatan
Udiksar.
36 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
5. Jika ditemukan kondisi tertentu yang
dikategorikan sebagai Udiksar
mengalami penyulit atau gangguan
kesehatan, maka dilakukan rujukan
sampai dipastikan bahwa telah
memperoleh pelayanan rujukan.
6. Dilakukan pencatatan dan pelaporan.
Monitoring dan Sistem informasi Puskesmas.
Evaluasi
Sumber Daya Setiap fasyankes yang memiliki SDM
Manusia seperti berikut ini, dapat melayani JPD-05
Pelayanan Kesehatan Usia Pendidikan
Dasar (Udiksar):
Minimal:
Seorang dokter, atau
Seorang dokter gigi, atau
Seorang bidan, atau
Seorang perawat, atau
Seorang perawat gigi, dan
Seorang Guru BK, atau
Seorang Guru UKS, atau
Seorang guru, dan
Seorang tenaga pendamping di
Lapas/LPKA, atau
Seorang tenaga pendamping/pekerja
sosial di Panti/LKSA, dan
Seorang Dokter Kecil, dan
Seorang Kader Kesehatan Remaja,
dan
Seorang kader posyandu remaja, dan
Seorang kader posyandu.
Dengan pembagian tugas sebagai berikut:
37 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
1. Pelayanan pemeriksaan status gizi,
oleh:
a. Guru, dan
b. Tenaga pendamping di
Lapas/LPKA, atau
c. Tenaga pendamping/pekerja sosial
di Panti/LKSA, dan
d. Dokter kecil, dan
e. Kader kesehatan remaja, dan
f. Kader Posyandu remaja.
2. Pelayanan pemeriksaan tanda-tanda
vital, oleh:
a. Dokter, atau
b. Dokter gigi, atau
c. Bidan, atau
d. Perawat, atau
e. Perawat gigi, atau
f. Kader Posyandu.
3. Pelayanan pemeriksaan kebersihan diri
serta kesehatan gigi dan mulut,
minimal:
a. Seorang dokter, atau
b. Seorang dokter gigi, atau
c. Seorang bidan, atau
d. Seorang perawat, atau
e. Seorang perawat gigi, atau
f. Seorang guru BK, atau
g. Seorang guru UKS, dan
h. seorang pendamping di
Lapas/LPKA, atau
i. Seorang pendamping/pekerja Panti
Sosial di Panti/LKSA, dan
j. Seorang dokter kecil, dan
38 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
k. Seorang kader kesehatan remaja,
dan
l. Seorang kader Posyandu remaja.
4. Pelayanan pemeriksaan ketajaman
penglihatan dan pendengaran,
minimal:
a. Seorang dokter, atau
b. Seorang dokter gigi, atau
c. Seorang bidan, atau
d. Seorang perawat, atau
e. Seorang perawat gigi.
5. Pelayanan penilaian kesehatan
reproduksi, minimal:
a. Seorang dokter, atau
b. Seorang dokter gigi, atau
c. Seorang bidan, atau
d. Seorang perawat, atau
e. Seorang perawat gigi, atau
f. Seorang guru BK, atau
g. Seorang guru UKS, dan
h. Seorang pendamping di
Lapas/LPKA, atau
i. Seorang pendamping/pekerja Panti
Sosial di Panti/ LKSA.
39 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
Puskesmas.
Definisi Pelayanan kesehatan yang diberikan
Oprasional setiap tahun sekali kepada semua
penduduk usia produktif, usia antara 15-59
tahun, yaitu:
40 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
k) Persiapan pernikahan dan
kehidupan berumah tangga.
l) Kontrasepsi.
m) Informasi kesehatan lain yang
diperlukan.
2. Paket Pelayanan skrining kesehatan
usia 15–59 tahun, yang terdiri dari:
a) Deteksi obesitas dengan cara
penimbangan berat badan dan
pengukuran tinggi badan (penilaian
Indeks Massa Tubuh) dan
pengukuran lingkar perut.
b) Deteksi hipertensi, yang dilakukan
dengan memeriksa tekanan darah,
dan
c) Deteksi diabetes melitus, yang
dilakukan dengan pemeriksaan
gula darah puasa atau sewaktu.
d) Pelayanan tindak lanjut hasil
skrining: (1) merujuk jika
diperlukan, dan (2) pemberian
penyuluhan.
41 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
Produktif sebagaimana standar.
Frekuensi Setiap 1 bulan.
Pengumpulan
Data
Periode Analisa Setiap 1 tahun.
Numerator a. Jumlah usia produktif yang memperoleh
pelayanan standar-1, ditambah dengan
b. Jumlah wanita usia 30-50 tahun
menikah dan wanita dengan riwayat
seksual berisiko, yang memperoleh
pelayanan standar-2, pada 1 (satu)
tahun anggaran ini.
Denumerator a. Jumlah usia produktif, ditambah dengan
b. Jumlah wanita usia 30-50 tahun
menikah dan wanita dengan riwayat
seksual berisiko pada satu tahun
anggaran ini.
Sumber Data Register Posbindu, register rawat jalan,
register IVA, register anak sekolah.
Standar 100%.
Penanggungjawab Penanggungjawab surveilans PTM.
Pengumpul Data
Langkah-Langkah 1. Berdasarkan data kependudukan
Kegiatan yang di dalamnya tercantum tanggal
lahir penduduk, berdasarkan data
tersebut dapat diperhitungkan siapa
saja yang pada tahun ini termasuk Usia
Produktif, sebagai Sasaran Pelayanan
Kesehatan Pada Usia Produktif.
Persebaran sasaran menurut wilayah
(Desa/Kelurahan, RT/RW) dipetakan
oleh Puskesmas untuk mengukur beban
pelayanan dan menyediakan tempat dan
42 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
tim pelayanan kesehatan Pada Usia
Produktif.
2. Peta persebaran sasaran pelayanan
tersebut diinformasikan kepada pejabat
wilayah administrasi setempat (Kepala
Desa dan Camat, serta pihak lain yang
terkait) agar para pihak tersebut
membantu menghadirkan sasaran
pelayanan pada tempat-tempat
pelayanan terdekat.
3. Puskesmas mengatur penugasan Tim
Pelayanan dan Sumber Daya yang
dibutuhkan untuk memberikan
pelayanan.
4. Setiap Usia Produktif diberikan
pelayanan sebagaimana ditetapkan
dalam Standar Jumlah dan Kualitas
Barang dan atau Jasa Pelayanan
Kesehatan Pada Usia Produktif.
5. Jika ditemukan kondisi tertentu yang
dikategorikan sebagai Usia Produktif
mengalami penyulit atau gangguan
kesehatan, maka dilakukan rujukan,
sampai dipastikan bahwa telah
memperoleh pelayanan rujukan.
6. Dilakukan pencatatan dan pelaporan.
Monitoring dan Sistem informasi Puskesmas.
Evaluasi
Sumber Daya Setiap fasyankes yang memiliki SDM
Manusia seperti berikut ini, dapat melayani JPD-06
Pelayanan Kesehatan Pada Usia Produktif:
Minimal:
43 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
o Seorang dokter, atau
o Seorang perawat, atau
o Seorang bidan terlatih SADANIS, atau
o Seorang ahli nutrisi, atau
o Seorang tenaga gizi, atau
o Seorang petugas pelaksana Posbindu
terlatih.
44 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
5. Pelayanan tindak lanjut pasca
skrining berupa Pemberian
Penyuluhan Kesehatan, oleh:
a. Dokter, atau
b. Perawat, atau
c. Bidan, atau
d. Petugas kesehatan lainnya, atau
e. Petugas pelaksana Posbindu terlatih.
45 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
badan dan lingkar perut.
46 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
Penanggungjawab Penanggungjawab surveilans PTM.
Pengumpul Data
Langkah-Langkah 1. Berdasarkan data kependudukan yang
Kegiatan di dalamnya tercantum tanggal lahir
penduduk, berdasarkan data tersebut
dapat diperhitungkan siapa saja yang
pada tahun ini termasuk Usia Lanjut,
sebagai Sasaran Pelayanan
Kesehatan Pada Usia Lanjut.
Persebaran sasaran menurut wilayah
(Desa/Kelurahan, RT/RW) dipetakan
oleh Puskesmas untuk mengukur
beban pelayanan dan menyediakan
tempat dan tim pelayanan kesehatan
Pada Usia Lanjut.
2. Peta persebaran sasaran pelayanan
tersebut diinformasikan kepada
pejabat wilayah administrasi setempat
(Kepala Desa dan Camat, serta pihak
lain yang terkait) agar para pihak
tersebut membantu menghadirkan
sasaran pelayanan pada tempat-
tempat pelayanan terdekat.
3. Puskesmas mengatur penugasan Tim
Pelayanan dan Sumber Daya yang
dibutuhkan untuk memberikan
pelayanan.
4. Setiap Usia Lanjut diberikan pelayanan
sebagaimana ditetapkan dalam
Standar Jumlah dan Kualitas Barang
dan atau Jasa Pelayanan Kesehatan
Pada Usia Lanjut.
47 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
5. Jika ditemukan kondisi tertentu yang
dikategorikan sebagai Usia Lanjut
mengalami penyulit atau gangguan
kesehatan, maka dilakukan rujukan,
sampai dipastikan bahwa telah
memperoleh pelayanan rujukan.
6. Dilakukan pencatatan dan pelaporan.
Monitoring dan Ssistem informasi Puskesmas.
Evaluasi
Sumber Daya Setiap fasyankes yang memiliki SDM
Manusia seperti berikut ini, dapat melayani JPD-07
Pelayanan Kesehatan Pada Usia Lanjut:
1. Tenaga Kesehatan, minimal:
a. Seorang dokter, atau
b. Seorang bidan, atau
c. Seorang perawat, dan
d. Seorang tenaga gizi, dan
e. Seorang tenaga kesehatan
masyarakat.
2. Seorang Tenaga Non-Kesehatan
Terlatih, atau Seorang Kader
Kesehatan.
48 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
hipertensi esensial atau hipertensi tanpa
komplikasi di wilayah Puskesmas meliputi:
1. Mengikuti Panduan Praktik Klinik bagi
Dokter di FKTP.
2. Pelayanan kesehatan sesuai standar
diberikan pada penderita hipertensi di
FKTP meliputi: Pemeriksaan dan
monitoring Tekanan Darah, edukasi,
pengaturan diet seimbang, aktifitas fisik,
dan pengelolaan farmakologis.
3. Pelayanan kesehatan sesuai standar
bertujuan untuk mempertahankan TD
pada <140/90 mmHg untuk usia di
bawah 60 tahun dan <150/90 mmHg
untuk penderita 60 tahun ke atas dan
untuk mencegah komplikasi jantung,
stroke, diabetes melitus dan gagal ginjal
kronis.
4. Jika TD penderita hipertensi tidak bisa
dipertahankan sebagaimana dimaksud
pada poin sebelumnya atau mengalami
komplikasi, maka penderita perlu
dirujuk ke FKTL yang berkompeten.
Frekuensi Setiap 1 bulan.
Pengumpulan
Data
Periode Analisa Setiap 1 tahun.
Numerator Jumlah penderita hipertensi
mendapatkan
pelayanan
kesehatan sesuai standar di wilayah
Puskesmas selama periode waktu 1 tahun.
Denumerator Jumlah seluruh penderita hipertensi yang
49 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
ada di wilayah Puskesmas selama periode
waktu 1 tahun yang sama.
Sumber Data Register rawat jalan, register Posbindu.
Standar 100%.
Penanggungjawab Penanggungjawab surveilans PTM.
Pengumpul Data
Langkah-Langkah 1. Berdasarkan data kependudukan yang
Kegiatan dimiliki oleh Pemerintah Daerah
(Kepala Daerah hingga
Desa/Kelurahan) dan data yang dimiliki
oleh Puskesmas dapat diidentifikasi
penduduk yang termasuk dalam
sasaran Penderita Hipertensi.
Persebaran sasaran menurut wilayah
(Desa/Kelurahan, RT/RW) dipetakan
oleh Puskesmas untuk mengukur
beban pelayanan dan menyediakan
tempat dan tim pelayanan kesehatan
Penderita Hipertensi.
2. Peta persebaran sasaran
pelayanan tersebut diinformasikan
kepada pejabat wilayah administrasi
setempat (Kepala Desa dan Camat,
serta pihak lain yang terkait) agar para
pihak tersebut membantu
menghadirkan sasaran pelayanan pada
tempat-tempat pelayanan terdekat.
3. Puskesmas mengatur penugasan Tim
Pelayanan dan Sumber Daya yang
dibutuhkan untuk memberikan
pelayanan.
4. Setiap Penderita Hipertensi diberikan
pelayanan sebagaimana ditetapkan
50 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
dalam Standar Jumlah dan Kualitas
Barang dan atau Jasa Pelayanan
Kesehatan Penderita Hipertensi.
5. Jika ditemukan kondisi tertentu yang
dikategorikan sebagai Penderita
Hipertensi mengalami penyulit atau
gangguan kesehatan lebih berat/besar,
maka dilakukan rujukan, sampai
dipastikan bahwa telah memperoleh
pelayanan rujukan.
6. Dilakukan pencatatan dan pelaporan.
Monitoring dan Sistem informasi Puskesmas.
Evaluasi
Sumber Daya Setiap fasyankes yang memiliki SDM
Manusia seperti berikut ini, dapat melayani JPD-038
Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi:
51 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
c. Satu orang tenaga kesehatan lain
yang terlatih.
3. Pelayanan pemberian terapi
farmakologi, minimal seorang dokter.
52 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
setiap bulan; atau sebanyak jumlah bulan
yang tersisa pada tahun ini sejak yang
bersangkutan ditemukan sebagai
Penderita Diabetes Melitus.
Frekuensi Setiap 1 bulan.
Pengumpulan
Data
Periode Analisa Setiap 1 tahun.
Numerator Jumlah penderita DM yang mendapatkan
pelayanan kesehatan sesuai standar di
wilayah Puskesmas selama periode waktu
1 tahun.
Denumerator Jumlah Penderita Diabetes Melitus pada 1
(satu) tahun anggaran ini (dengan catatan
bahwa Puskesmas telah memiliki data
tentang gula darah seluruh penduduk usia
15 tahun ke atas).
Sumber Data Register harian rawat jalan, register
Posbindu.
Standar 100%.
Penanggungjawab Penanggungjawab surveilans PTM.
Pengumpul Data
Langkah-Langkah 1. Berdasarkan data kependudukan yang
Kegiatan dimiliki oleh Pemerintah Daerah
(Kepala Daerah hingga
Desa/Kelurahan) dan data yang dimiliki
oleh Puskesmas dapat diidentifikasi
penduduk yang termasuk dalam
sasaran Penderita Diabetes Melitus.
Persebaran sasaran menurut wilayah
(Desa/Kelurahan, RT/RW) dipetakan
oleh Puskesmas untuk mengukur
beban pelayanan dan menyediakan
53 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
tempat dan tim pelayanan kesehatan
Penderita Diabetes Melitus.
2. Peta persebaran sasaran pelayanan
tersebut diinformasikan kepada
pejabat wilayah administrasi
setempat (Kepala Desa dan Camat,
serta pihak lain yang terkait) agar para
pihak tersebut membantu
menghadirkan sasaran pelayanan pada
tempat-tempat pelayanan terdekat.
3. Puskesmas mengatur penugasan Tim
Pelayanan dan Sumber Daya yang
dibutuhkan untuk memberikan
pelayanan.
4. Setiap Penderita Diabetes Melitus
diberikan pelayanan sebagaimana
ditetapkan dalam Standar Jumlah dan
Kualitas Barang dan atau Jasa
Pelayanan Kesehatan Penderita
Diabetes Melitus.
5. Jika ditemukan kondisi tertentu yang
dikategorikan sebagai Penderita
Diabetes Melitus mengalami penyulit
atau gangguan kesehatan lebih
berat/besar, maka dilakukan rujukan,
sampai dipastikan bahwa telah
memperoleh pelayanan rujukan.
6. Dilakukan pencatatan dan pelaporan.
Monitoring dan Sistem informasi Puskesmas.
Evaluasi
Sumber Daya Setiap fasyankes yang memiliki SDM
Manusia seperti berikut ini, dapat melayani JPD-09
Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetes
54 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
Melitus, yaitu:
Minimal:
o Seorang dokter, dan
o Satu orang tenaga kesehatan yang
berkompeten.
55 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
dengan psikotik akut skizofrenia, yaitu;
Pemeriksaan kesehatan jiwa yang
mencakup:
a. Pemeriksaan status mental, dan
b. Wawancara.
c. Edukasi kepatuhan minum obat.
Seseorang dengan gangguan jiwa berat
dicatat sebagai telah dilayani jika pada
tahun ini dia telah memperoleh pelayanan
minimal 1 (satu) kali sejak yang
bersangkutan ditemukan bahwa termasuk
Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)
berat.
Frekuensi Setiap 1 bulan.
Pengumpulan
Data
Periode Analisa Setiap 1 tahun.
Numerator Jumlah ODGJ berat yang mendapatkan
pelayanan kesehatan jiwa promotif preventif
sesuai standar di wilayah Puskesmas
selama periode waktu 1 tahun.
Denumerator Jumlah semua ODGJ berat di wilayah
Puskesmas selama periode waktu 1 tahun
yang sama.
Sumber Data Register harian rawat jalan, register
kesehatan jiwa.
Standar 100%.
Penanggungjawab Penanggungjawab kesehatan jiwa.
Pengumpul Data
Langkah-Langkah 1. Berdasarkan data kependudukan yang
Kegiatan dimiliki oleh pemerintah daerah (Kepala
Daerah hingga Desa/Kelurahan) dapat
diidentifikasi penduduk yang termasuk
56 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
dalam sasaran Orang Dengan
Gangguan Jiwa (ODGJ) berat.
Persebaran sasaran menurut wilayah
(Desa/Kelurahan, RT/RW) dipetakan
oleh Puskesmas untuk mengukur beban
pelayanan dan menyediakan tempat dan
tim pelayanan kesehatan Orang Dengan
Gangguan Jiwa (ODGJ) berat.
2. Peta persebaran sasaran pelayanan
tersebut diinformasikan kepada pejabat
wilayah administrasi setempat (Kepala
Desa dan Camat, serta pihak lain yang
terkait) agar para pihak lain tersebut
membantu menghadirkan sasaran
pelayanan pada tempat-tempat
pelayanan terdekat.
3. Puskesmas mengatur penugasan tim
pelayanan dan sumber daya yang
dibutuhkan untuk memberikan
pelayanan.
4. Setiap Orang Dengan Gangguan Jiwa
(ODGJ) berat diberikan pelayanan
sebagaimana ditetapkan dalam standar
jumlah dan kualitas barang dan atau
jasa pelayanan kesehatan Orang
Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat.
5. Jika ditemukan kondisi tertentu yang
dikategorikan sebagai Orang Dengan
Gangguan Jiwa (ODGJ) berat
mengalami penyulit atau gangguan
kesehatan lebih berat/besar, maka
dilakukan rujukan, sampai dipastikan
bahwa telah memperoleh pelayanan
57 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
rujukan.
6. Dilakukan pencatatan dan pelaporan.
Monitoring dan Sistem informasi Puskesmas.
Evaluasi
Sumber Daya Setiap fasyankes yang memiliki SDM seperti
Manusia berikut ini dapat melayani JPD-10
pelayanan kesehatan Orang Dengan
Gangguan Jiwa (ODGJ) berat, yaitu
minimal: Satu orang dokter dan atau satu
orang perawat yang terlatih jiwa dan atau
satu orang tenaga kesehatan terlatih jiwa.
58 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
sudah positif Tuberkulosis untuk
memperoleh pengobatan anti
Tuberkulosis dan pemantauan
pengobatan.
Dimana pelayanan tersebut diberikan
kepada setiap orang yang terduga
Tuberkulosis, yaitu orang yang
menunjukkan tanda-tanda batuk selama
lebih dari 2 (dua) minggu, disertai gejala
lainnya atau orang-orang yang kontak
dengan penderita Tuberkulosis.
59 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
dengan kondisi kesehatannya (setiap
terdapat seorang Tuberkulosis, terdapat
minimal 10 orang yang kontak dikalikan
proporsi konfirm bakteriologis/54%).
Sumber Data Register harian rawat jalan, register TB.
Standar 100%.
Penanggungjawab Penaggungjawab P2 TB.
Pengumpul Data
Langkah-Langkah 1. Berdasarkan data yang dimiliki oleh
Kegiatan Puskesmas atas penduduk yang
berada di wilayah kerjanya, diketahui
bahwa terdapat penderita
Tuberkulosis dan persebarannya
menurut wilayah (Desa/Kelurahan,
RT/RW), berdasarkan data itu dapat
dipetakan orang-orang yang kontak
erat dengan penderita Tuberkulosis
tersebut, pemetaan oleh Puskesmas
untuk mengukur beban pelayanan
dan menyediakan tempat dan tim
pelayanan kesehatan orang terduga
Tuberkulosis.
2. Peta persebaran sasaran pelayanan
tersebut diinformasikan kepada
pejabat wilayah administrasi
setempat (Kepala Desa dan Camat,
serta pihak lain yang terkait) agar
para pihak tersebut membantu
menghadirkan sasaran pelayanan
pada tempat-tempat pelayanan
terdekat.
3. Puskesmas mengatur penugasan tim
pelayanan dan sumber daya yang
60 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
dibutuhkan untuk memberikan
pelayanan.
4. Setiap orang terduga Tuberkulosis
diberikan pelayanan sebagaimana
ditetapkan dalam standar jumlah dan
kualitas barang dan atau jasa
pelayanan kesehtaan orang terduga
Tuberkulosis.
5. Setelah dipastikan bahwa yang
bersangkutan adalah positif
menderita Tuberkulosis, maka
dilakukan rujukan sampai dipastikan
bahwa telah memperoleh pelayanan
rujukan. Jika diketahui negatif maka
diberikan promosi kesehatan tentang
prilaku hidup sehat.
6. Dilakukan pencatatan dan pelaporan.
Monitoring dan Sistem informasi Puskesmas.
Evaluasi
Sumber Daya Setiap fasyankes yang memiliki SDM seperti
Manusia berikut ini dapat melayani JPD-11
pelayanan kesehatan orang terduga
Tuberkulosis:
o Seorang dokter.
o Seorang ATLM.
o Seorang bidan atau perawat.
Dengan tugas sebagai berikut:
1. Perawat atau dokter, untuk
pelayanan pemeriksaan klinis.
2. Analis Teknis Laboratorium Medik
(ATLM), untuk pelayanan
pemeriksaan penunjang.
3. Tenaga kesehatan masyarakat:
61 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
Bidan atau perawat atau dokter,
untuk pelayanan edukasi/promisi
kesehatan.
4. Dokter, untuk menetapkan diagnosis
dan melakukan rujukan setalah
dinyatakan positif Tuberkulosis.
63 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
dengan standar sebanyak minimal 1
(satu) kali; untuk ibu hamil, sekali selama
kehamilannya.
Frekuensi Setiap 1 bulan.
Pengumpulan
Data
Periode Analisa Setiap 1 tahun.
Indikator SPM Persentasi orang beresiko terinfeki
HIV mendapatkan
pemeriksaan HIV sesuai standar.
Numerator Jumlah orang beresiko terinfeksi HIV
yang medapatkan pemeriksaan HIV sesuai
standar 1 (satu) tahun.
Denumerator Jumlah Orang Dengan Risiko Terinfeksi HIV
yang memperoleh pelayanan kesehatan
Orang Dengan Risiko Terinfeksi HIV sesuai
Standar pada satu tahun anggaran ini.
Sumber Data Jumlah Orang Dengan Risiko Terinfeksi
HIV pada satu tahun anggaran ini (dengan
catatan telah tersedia data seluruh
penduduk). Jumlah itu terdiri dari:
a. Jumlah perempuan hamil, ditambah
dengan
b. Jumlah pasien Tuberkulosis,
ditambah dengan
c. Jumlah pasienInfeksi Menular
Seksual (IMS), selain HIV, ditambah
dengan
d. Jumlah penjaja seks, ditambah
dengan
e. Jumlah LSL, ditambah dengan
f. Jumlah transgender/waria, ditambah
64 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
dengan
g. Jumlah penasun, ditambah dengan
h. Jumlah WBP.
Standar 100%.
Penanggungjawab Penanggungjawab P2 HIV.
Pengumpul Data
Langkah-Langkah 1. Berdasarkan data kependudukan
Kegiatan yang dimiliki oleh pemerintah daerah
(Kepala Daerah hingga
Desa/Kelurahan) dapat dilakukan oleh
Puskesmas identifikasi penduduk
yang termasuk dalam sasaran Orang
Dengan Risiko Terinfeksi HIV.
Persebaran sasaran menurut wilayah
(Desa/Kelurahan, RT/RW) dipetakan
oleh Puskesmas untuk mengukur
beban pelayanan dan menyediakan
tempat dan tim pelayanan kesehatan
Orang Dengan Risiko Terinfeksi HIV.
2. Peta persebaran sasaran pelayanan
tersebut diinformasikan kepada
pejabat wilayah administrasi setempat
(Kepala Desa dan Camat, serta pihak
lain yang terkait) agar para pihak
tersebut membantu menghadirkan
sasaran pelayanan pada tempat-
tempat pelayanan terdekat. Informasi
tentang sasaran, harus disesuaikan
dengan strategi pelayanan Orang
Dengan Risiko Terinfeksi HIV, tidak
semua data-informasi disampaikan
kepada semua orang.
3. Puskesmas mengatur penugasan Tim
65 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
Pelayanan dan Sumber Daya yang
dibutuhkan untuk memberikan
pelayanan.
4. Setiap Orang Dengan Risiko
Terinfeksi HIV diberikan pelayanan
sebagaimana ditetapkan dalam
Standar Jumlah dan Kualitas Barang
dan atau Jasa Pelayanan Kesehatan
Orang Dengan Risiko Terinfeksi HIV.
5. Jika ditemukan kondisi tertentu yang
dikategorikan sebagai Orang Dengan
Risiko Terinfeksi HIV mengalami
penyulit atau gangguan kesehatan
lebih berat/besar, maka dilakukan
rujukan, sampai dipastikan bahwa
telah memperoleh pelayanan rujukan.
6. Dilakukan pencatatan dan pelaporan.
Monitoring dan Sistem informasi Puskesmas.
Evaluasi
Sumber Daya Setiap fasyankes yang memiliki SDM
Manusia seperti berikut ini, dapat melayani JPD-12
Pelayanan Kesehatan Orang Dengan
Risiko Terinfeksi HIV:
1. Tenaga Kesehatan, minimal:
Satu orang dokter/dokter spsesialis
penyakit dalam/dokter spsesialis
kulit & kelamin, atau
Satu orang perawat, dan
Satu orang bidan, dan
Satu orang ATLM, dan
Satu orang Tenaga Kesehatan
Masyarakat, dan
66 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
2. Tenaga Non-Kesehatan, minimal:
Seorang Pendamping, dan
Seorang Penjangkau.
67 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
BAB III
RENCANA PENCAPAIAN SPM
hamil (K4)
Pelayanan
2 kesehatan ibu 92.6% 100% 100% 100% 100%
bersalin
Pelayanan
kesehatan bayi
3 86.03% 100% 100% 100% 100%
baru lahir (KN
lengkap)
Pelayanan
kesehatan
4 77.6% 100% 100% 100% 100%
balita (12-59
bulan)
Pelayanan
kesehatan
pada usia
pendidikan
5 100% 100% 100% 100% 100%
dasar
(penjaringan
pada kelas 1
dan 7)
68 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
Capaian
No Indikator Puskesmas 2023 2024 2025 2026
2022
Pelayanan
kesehatan
6 pada usia 96.0% 100% 100% 100% 100%
produktif (15-
59 tahun)
Pelayanan
kesehatan
7 pada usia 87.0% 100% 100% 100% 100%
lanjut (>60
tahun)
Pelayanan
kesehatan
8 29.28% 100% 100% 100% 100%
penderita
hipertensi
Pelayanan
kesehatan
9 penderita 57.55% 100% 100% 100% 100%
diabetes
melitus
Pelayanan
kesehatan
10 orang dengan 100% 100% 100% 100% 100%
gangguan jiwa
(ODGJ) berat
Pelayanan
kesehatan
11 orang terduga 100% 100% 100% 100% 100%
tuberkulosis
(TBC)
69 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
Capaian
No Indikator Puskesmas 2023 2024 2025 2026
2022
Pelayanan
kesehatan
orang dengan
risiko terinfeksi
12 virus yang 100% 100% 100% 100% 100%
melemahkan
daya tahan
tubuh manusia
(HIV)
Tabel 2 : Rencana Pencapaian Indikator Standar Pelayanan Minimal
Bidang Kesehatan Kabupaten Banyuwangi.
70 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
BAB IV
SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA
71 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
B.RENCANA ANGGARAN BIAYA
Jenis Layanan Tahun (Rp)
No Satuan
Dasar 2022 2023 2024 2025 2026
Pelayanan Rupiah
1 kesehatan ibu 17.400.000,- 20.000.000,- 21.000.000,- 22.000.000,- 23.000.000,-
hamil (K4)
Pelayanan Rupiah
kesehatan bayi
2 35.000.000,- 36.000.000,- 36.000.000,- 40.000.000,- 41.000.000,-
baru lahir (KN
lengkap)
Pelayanan Rupiah
kesehatan
3 12.000.000,- 19.000.000,- 22.000.000,- 24.000.000,- 26.000.000,-
balita (0-59
bulan)
4 Pelayanan Rupiah 3.600.000,- 4.000.000,- 5.000.000,- 6.000.000,- 7.000.000,-
kesehatan pada
usia kesehatan
dasar
(penjaringan
pada kelas 1 dan
72 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
7)
Jenis Layanan Tahun (Rp)
No Satuan
Dasar 2022 2023 2024 2025 2026
Pelayanan Rupiah
kesehatan pada
5 20.500.000,- 42.000.000,- 47.000.000,- 51.000.000,- 57.000.000,-
usia produktif
(15-59 tahun)
Pelayanan Rupiah
kesehatan pada
6 33.920.000,- 364.000.000,- 38.000.000,- 41.000.000,- 44.000.000,-
usia lanjut (>60
tahun)
Pelayanan Rupiah
kesehatan
7 20.500.000,- 168.000.000,- 185.000.000,- 203.000.000,- 224.000.000,-
penderita
hipertensi
Pelayanan Rupiah
kesehatan
8 6.500.000,- 168.000.000,- 185.000.000,- 203.000.000,- 224.000.000,-
penderita
diabetes melitus
73 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
Jenis Layanan Tahun (Rp)
No Satuan
Dasar 2022 2023 2024 2025 2026
Pelayanan Rupiah
kesehatan
9 orang dengan 3.480.000,- 4.000.000,- 6.000.000,- 7.000.000,- 8.000.000,-
gangguan jiwa
(ODGJ) berat
Pelayanan Rupiah
kesehatan
10 orang terduga 7.500.000,- 11.000.000,- 14.000.000,- 17.000.000,- 20.000.000,-
tuberkulosis
(TBC)
11 Pelayanan Rupiah 3.770.000,- 4.400.000 4.900.000,- 5.700.000,- 6.500.000,-
kesehatan
orang dengan
risiko terinfeksi
virus yang
melemahkan
daya tahan
tubuh manusia
74 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
(HIV)
JUMLAH
Tabel 3: Rencana Anggaran Biaya Berdasarkan Jenis Pelayanan Dasar.
75 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
C.MONITORING DAN PENGAWASAN PELAKSANAAN SPM
Kepala Daerah/Bupati melaksanakan pengawasan dalam
penyelenggaraan pelayanan kesehatan sesuai SPM Puskesmas,
Pemerintah daerah sangat berperan dalam pelaksanaan monitoring
dan pengawasan pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal. Secara
operasional penyelenggaraan pelayanan.
Puskesmas sesuai SPM tersebut dikoordinasikan oleh Dinas
Kesehatan Kabupaten. Selain itu manajemen Puskesmas secara
periodik (tahunan) membuat Laporan Pencapaian Kinerja Pelayanan
Puskesmas sesuai SPM yang ditetapkan dan disampaikan ke Bupati
melalui Dinas Kesehatan, sebagai bahan pembinaan dan
pengawasan pelaksanaan penyelenggaran Puskesmas, serta
informasi/bahan pencapaian kinerja urusan kesehatan yang
dilaksanakan Puskesmas. Berdasarkan Laporan Pencapaian Kinerja
Pelayanan (pelaksanaan SPM) Puskesmas, Pemerintah daerah
dapat melakukan evaluasi kinerja Puskesmas dengan meminta
bantuan instansi yang independen. Dari hasil evaluasi dapat
diketahui keberhasilan dan kegagalan Puskesmas dalam
melaksanakan SPM yang telah ditetapkan, beserta kendala yang
dihadapi. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat segera
mengambil langkah-langkah pembinaan serta menyediakan fasilitas
dan sumber daya yang diperlukan.
76 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
Dalam rangka pengukuran kinerja pelayanan berdasarkan
indikator SPM, perlu dikembangkan Sistem Informasi dan Prosedur
yang dapat mendukung pengelolaan data kinerja yang memadai.
Dinas Kesehatan memfasilitasi upaya periodik dalam pengumpulan
data melalui kegiatan pendataan, pembinaan dan monitoring
bulanan, semesteran, dan tahunan.
N Dinas
Uraian Puskesmas Pemda
o Kesehatan
Kinerja Bulanan
Volume Layanan
1 √
Laporan Kegiatan
UKM dan UKP
Kinerja Semesteran
Volume Layanan
2 √
Laporan Kegiatan
UKM dan UKP
Kinerja Tahunan
Penilaian Kinerja
Puskesmas
3 √
(PKP)
Laporan
Pencapaian SPM
Monitoring dan
Tindak Lanjut
Bulanan
4 Semesteran √
Tahunan
Insidental (Dinas
dan Inspektorat)
77 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
BAB V
PENUTUP
78 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
LAMPIRAN
79 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
SPM INDIKATOR SASARAN INDIKATOR PROGRAM INDIKATOR KEGIATAN
A KEGIATAN UPAYA
KESEHATAN
MASYARAKAT
PUSKESMAS LICIN
Pelayanan Kesehatan 1 AKI 1 Cakupan pelayanan 1 Persentase ibu hamil
Ibu Hamil, Pelayanan nifas KEK di temukan
Kesehatan Ibu
Bersalin
2 Persentase ibu hamil
K4
3 Persentase ibu hamil
mendapat TTD 90 hari
4 Presentase ibu hamil
KEK mendapat
makanan tambahan
5 Cakupan komplikasi
kebidanan yang di
tangani
80 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
6 Cakupan pertolongan
persalinan oleh tenaga
kesehatan yang
memiliki kompetensi
kebidanan
7 Cakupan peserta KB
aktif
2 Cakupan pelayanan 8 Presentase remaja putri
kesehatan remaja mendapat TTD tiap
minggu selama satu
tahun
Pelayanan Kesehatan 2 AKB 3 Pelayanan KN lengkap 9 Presentase bayi baru
Bayi Baru Lahir (KN lahir mendapat IMD
Lengkap)
10 Cakupan neonatus
dengan komplikasi yang
ditangani
Pelayanan Kesehatan 3 Persentase balita gizi 4 Persentase balita gizi 11 Cakupan pelayanan
Balita (0-59 Bulan) buruk kurang kesehatan balita (0-59
81 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
bulan) sesuai standar
12 Persentase balita gizi
buruk yang
mendapatkan
perawatan
13 Persentase balita 6-59
mendapatkan vitamin A
Pelayanan Kesehatan 4 Cakupan pelayanan 5 Persentase sekolah 14 Cakupan penjaringan
pada Usia Pendidikan kesehatan pada usia setingkat SD, SMP kesehatan siswa SD,
Dasar (Penjaringan sekolah dan remaja dan SMA yang SMP dan SMA
pada Kelas 1 dan 7) melaksanakan sederajat
pemeriksaan
penjaringan kesehatan
15 Persentase kader UKS
Pelayanan Kesehatan 5 Pelayanan kesehatan 6 Pelayanan kesehatan 16 Persentase jumlah
pada Usia Lanjut (>60 pada usia lanjut (>60 pada pra lansia posyandu lansia PURI
Tahun) Tahun)
82 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
Persentase Desa 6 Persentase desa siaga 7 Pencapaian desa 17 Peningkatan posyandu
Siaga Aktif Purnama aktif purnama mandiri siaga aktif PURI
Mandiri
18 Pelaksanaan MMD di
Desa
20 Peningkatan
pembentukan
Poskesdes
Persentase Desa 7 Persentase desa STBM 8 Persentase rumah 21 Persentase desa ODF
STBM dan PHBS dan PHBS tangga STBM
22 Persentase rumah
tangga yang
melaksanakan CPTS
23 Persentase SAB
memenuhi syarat
kesehatan
24 Persentase rumah
tangga yang melakukan
pengelolaan sampah
83 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
25 Persentase rumah
tangga yang melakukan
pengelolaan limbah cair
rumah tangga
9 Persentase TTU 26 Persentase TTU yang
sanitasi dasar memenuhi syarat
kesehatan lingkungan
10 Persentase rumah 27 Cakupan PHBS di
tangga berPHBS Institusi pendidikan
28 Cakupan PHBS di
Institusi kesehatan
29 Cakupan PHBS di
Institusi tempat kerja
30 Cakupan PHBS di
Institusi TTU
31 Cakupan PHBS di
Institusi di Pesantren
Pencapaian 8 Persentase Desa UCI 11 Persentase bayi 32 Persentase bayi usia 0-
Desa/Kelurahan UCI mendapatkan IDL 11 bulan mendapatkan
84 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
imunisasi campak
Penanggulangan KLB 9 Penanggulangan KLB 12 Persentase penyakit 33 Persentase
<24 Jam <24 jam potensi wabah yang terlaksananya
dilakukan PE penanggulangan krisis
kesehatan dan bencana
di wilayah kondisi matra
34 Persentase pembinaan
jamaah haji
Pelayanan Kesehatan 10 Angka keberhasilan 13 Notifikasi kasus TB 35 Pelayanan kesehatan
Orang Terduga pengobatan TB yang diobati (CNR) orang terduga
Tubercolusis (TB) tubercolusis (TB) sesuai
standar
11 RFT rate penderita kusta 14 Kasus defaulter kusta 36 Pemeriksaan kontak
kasus kusta baru
Case Fatality Rate 12 Case fatality rate DBD 15 Insiden/angka 37 Penyelidikan
DBD kesakitan DBD epidemiologi DBD
38 Terlaksananya fooging
pada kasus DBD sesuai
hasil PE (perlu SE
Bupati dan rekomendasi
85 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
DPRD)
Pelayanan Kesehatan 13 Orang berisiko terinfeksi 16 Persentase sekolah 39 Ibu hamil yang diperiksa
Orang dengan Risiko HIV mendapatkan (SMP/SMA/Sederajat HIV
Terinfeksi HIV pemeriksaan HIV yang mendapatkan
penyuluhan HIV/AIDS)
40 Pasien TB yang
mengetahui status HIV
Pelayanan Kesehatan 14 Cakupan temuan kasus 17 Cakupan pelayanan 41 Kunjungan rumah
Orang dengan pemasungan pada kesehatan ODGJ ODGJ berat
Gangguan Jiwa ODGJ berat berat
(ODGJ) Berat
42 Pemberdayaan
kelompok masyarakat
terkait program
kesehatan jiwa
Pelayanan Kesehatan 15 Persentase desa yang 18 Pelayanan kesehatan 43 Proporsi kelompok
pada Usia Produktif memiliki posbindu PTM usia produktif khusus yang
(15-59 Tahun) melaksanakan kegiatan
Pelayanan Kesehatan posbindu PTM
Penderita Hipertensi,
86 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
Pelayanan Kesehatan
Penderita Diabetes
Melitus
44 Cakupan pelayanan
penderita hipertensi
45 Cakupan pelayanan
penderita DM
16 Penyehatan makanan 19 Monitoring/insfeksi 46 Monitoring/insfeksi tata
dan minuman kesling di TPM boga/katering
47 Monitoring/insfeksi
rumah makan/restoran
48 Monitoring/insfeksi DAM
49 Monitoring/insfeksi
kantin/sentra makanan
jajan
87 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n
Lampiran Perda Daftar SPM Puskesmas BLUD
NO SPM PUSKESMAS LICIN
1 Pelayanan kesehatan ibu hamil √
2 Pelayanan kesehatan ibu bersalin √
3 Pelayanan kesehatan bayi baru lahir √
4 Pelayanan kesehatan balita √
Pelayanan kesehatan pada usia
5 √
pendidikan dasar
Pelayanan kesehatan pada usia
6 √
produktif
7 Pelayanan kesehatan pada usia lanjut √
Pelayanan kesehatan penderita
8 √
hipertensi
Pelayanan kesehatan penderita
9 √
diabetes melitus
Pelayanan kesehatan orang dengan
10 √
gangguan jiwa berat
Pelayanan kesehatan orang dengan
11 √
TB
Pelayanan kesehatan orang dengan
12 √
risiko terinfeksi HIV
88 | S P M B L U D P u s k e s m a s L i c i n