0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
175 tayangan7 halaman

Penerapan Green Building di Masjid Istiqlal

Dokumen ini membahas penerapan konsep bangunan gedung hijau dengan studi kasus Masjid Istiqlal di Jakarta. Masjid ini telah direnovasi dan mendapat sertifikasi EDGE sebagai bangunan hijau pertama di dunia. Dokumen juga membahas regulasi dan target Jakarta dalam pembangunan bangunan hijau.

Diunggah oleh

putri alya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
175 tayangan7 halaman

Penerapan Green Building di Masjid Istiqlal

Dokumen ini membahas penerapan konsep bangunan gedung hijau dengan studi kasus Masjid Istiqlal di Jakarta. Masjid ini telah direnovasi dan mendapat sertifikasi EDGE sebagai bangunan hijau pertama di dunia. Dokumen juga membahas regulasi dan target Jakarta dalam pembangunan bangunan hijau.

Diunggah oleh

putri alya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ismeTek-ISSN 2406-9841 vol.

13-01

PENERAPAN KONSEP BANGUNAN GEDUNG HIJAU


STUDI KASUS: BANGUNAN GEDUNG MASJID ISTIQLAL, JAKARTA

Aristia Kusuma
Program Studi Teknik Arsitektur, FTSP, Institut Teknologi Budi Utomo Jakarta
aristiakusuma11@gmail.com

Abstrak
Isu utama tentang pemanasan global dan perubahan iklim menghantarkan munculnya fenomena sick building
syndrome, yaitu permasalahan kesehatan dan ketidak nyamanan penghuni atau pengguna bangunan
gedung karena kualitas udara dan polusi udara dalam bangunan yang ditempati, yang mempengaruhi
produktivitas penghuni. Menurut World Health Organisation (WHO), 30% bangunan gedung di dunia
mengalami masalah kualitas udara dalam ruangan. Hal ini memantik munculnya konsep green architecture,
yaitu pendekatan perencanaan arsitektur yang berusaha meminimalisasi berbagai pengaruh membahayakan
pada kesehatan manusia dan lingkungan. Penciptaan atau inovasi energi yang terbarukan juga menjadi latar
belakang berkembangnya konsep Green Architecture hingga konsep Green Building (Bangunan Gedung
Hijau).
Jakarta sebagai kota megapolitan yang memiliki banyak gedung-gedung besar dan tinggi, tertantang untuk
memberikan solusi penyelesaian masalah kualitas hidup manusia dan lingkungan kotanya dengan perancangan
bangunan gedung yang sehat. Dengan mengeluarkan kebijakan terkait Bangunan Gedung Hijau dalam
Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 38 Tahun 2012, disamping merujuk pada kebijakan nasional Peraturan
Menteri PUPR Nomor 21 Tahun 2021 Tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau, diharapkan menjadi
dasar arahan dalam praktik pembangunan gedung yang mempertimbangkan efisiensi dalam penggunaan
sumber dayanya, seperti energi, air, dan material lainnya, sehingga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca.
Salah satu contoh penerapan konsep Bangunan Gedung Hijau yang akan dipelajari adalah Masjid Istiqlal
Jakarta yang telah direnovasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2019-
2020. Dan pasca renovasi, bangunan masjid ini mendapatkan sertifikat final sistem Excellence in Design for
Greater Efficiencies (EDGE) dari International Finance Corporation (IFC). Masjid Istiqlal menjadi tempat
ibadah pertama di dunia yang mendapatkan sertifikat pengakuan atas penerapan prinsip-prinsip bangunan hijau
(green building) dalam rangka penghematan energi dan keberlanjutan lingkungan.
Kata kunci : arsitektur hijau, bangunan, gedung hijau

1. PENDAHULUAN mendapatkan belum optimalnya implementasi


Permasalahan lingkungan terutama soal kebijakan ini terutama pada bangunan
pemanasan global dan perubahan iklim eksisting, diakibatkan kurangnya koordinasi
menjadi latar belakang munculnya fenomena dan sosialisasi. Untuk menyelesaikan
sick building syndrome, yaitu permasalahan permasalahan ini Pemprov DKI Jakarta
kesehatan dan ketidak nyamanan penghuni mempunyai beberapa solusi salah satunya
atau pengguna bangunan gedung karena melakukan pembaharuan komitmen dalam
kualitas udara dan polusi udara dalam Grand Design Implementasi Bangunan
bangunan yang ditempati, yang Gedung Hijau dan Action Plan serta
mempengaruhi produktivitas penghuni. komitmen menjadikan DKI Jakarta sebagai
Diantaranya seperti, adanya ventilasi udara Center of Excellence Bangunan Gedung Hijau
yang buruk, kurangnya pencahayaan alami, di Indonesia. Komitmen tersebut diharapkan
faktor kelembaban yang tinggi dalam ruangan, bisa tercapai pada tahun 2030.
dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan oleh Hal ini juga sesuai dengan cita-cita global,
beberapa hal, diantaranya: emisi ozon mesin diantaranya yang tertuang dalam visi dunia
fotokopi, polusi dari perabot dan panel kayu, untuk memperbanyak bangunan hijau,
asap rokok, pengaturan pencahayaan dan termasuk bangunan dengan lingkungan yang
sirkulasi udara yang tidak baik, dan lainnya. sehat. Dimana komitmen Green Building
Sejak peresmian Peraturan Gubernur Council Indonesia (GBCI) dalam
Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta mewujudkan World GBC’s Global Project
Nomor 38 Tahun 2012 tentang Bangunan dalam program Net Zero Healthy adalah
Gedung Hijau, Pemprov DKI Jakarta upaya pencapaian total sektor pengurangan
24
ismeTek-ISSN 2406-9841 vol.13-01

karbon/decarbonization di tahun 2050 mengurangi 30% konsumsi energi, 30% emisi


(www.gbcindonesia.org diakses April 2022). CO2 dan 30% konsumsi air (Komitmen
Pada Pergub DKI No. 38/2012 30:30) (www.greenbuilding.jakarta.go.id
menjelaskan tentang persyaratan teknis diakses April 2022).
bangunan gedung hijau baru dari efisiensi Pada tahun 2015, Excellence in Design for
energi serta air, kualitas udara dalam ruangan, Greater Efficiencies (EDGE) diluncurkan.
pengelolaan lahan dan limbah, sampai EDGE merupakan standar bangunan hijau
pelaksanaan kegiatan konstruksi. Sedangkan yang dikembangkan untuk menentukan
untuk bangunan yang sudah ada meliputi apakah sebuah bangunan sudah termasuk
konservasi serta efisiensi dari air dan energi, ramah lingkungan atau belum (IFC, 2019).
kemudian kualitas udara dalam ruangan serta Kinerja per Mei 2016, implementasi
kenyamanan termal, dan manajemen Bangunan Gedung Hijau Jakarta mencapai
operasionalnya. 260 bangunan dengan luas lantai total lebih
Dijelaskan pula dalam Panduan Pengguna dari 15 juta m², dengan rincian penghematan:
Bangunan Gedung Hijau Jakarta yang penghematan energi 853,914 MWh/tahun,
merujuk pada Pergub 38/2012 ini, kategori penghematan biaya 68,313,105 US
terkait desain dijelaskan dalam elemen- Dollar/tahun, pengurangan CO2 605,425
elemen bangunan gedung hijau, diantaranya: Metrik Ton/tahun (www.greenbuilding.-
selubung bangunan, pengkondisian udara dan jakarta.go.id diakses April 2022).
ventilasi, sistem pencahayaan, kelistrikan dan Hingga tahun 2018, sudah ada 339
transportasi vertikal, efisiensi air serta bangunan hijau yang sudah tersertifikasi
manajemen lanskap. EDGE di Jakarta dengan potensi penghematan
Untuk bangunan-bangunan yang energi hingga hampir USD 90 juta (Green
melingkupi luas total bangunan tertentu di Building Leader IFC dalam paparannya di
Jakarta, terdapat beberapa persyaratan acara Media Sharing Green Buildings in
bangunan gedung hijau dan panduan Indonesia: Maximizing Building Resources
penerapan bangunan hijau, seperti selubung Efficiency di Kantor IFC, Gedung Bursa Efek
bangunan, pengondisian udara serta ventilasi, Indonesia, 2019).
sistem pencahayaan, kelistrikan dan Salah satunya adalah Masjid Istiqlal
transportasi vertikal, efisiensi air, serta Jakarta yang telah direnovasi Kementerian
manajemen lanskap. Jika regulasi ini tidak Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
dipenuhi, maka suatu bangunan tidak akan (PUPR) pada tahun 2019-2020. Dan pasca
memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) renovasi mendapatkan sertifikat final sistem
bagi gedung baru dan tidak akan mendapatkan Excellence in Design for Greater Efficiencies
Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk gedung (EDGE) dari International Finance
yang sudah berdiri. Corporation (IFC). Masjid Istiqlal menjadi
Hal ini pun diperkuat dengan kebijakan tempat ibadah pertama di dunia yang
nasional, yaitu Permen PUPR No. 21 Tahun mendapatkan sertifikat pengakuan atas
2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan penerapan prinsip-prinsip bangunan hijau
Gedung Hijau, yang berisi tentang pemenuhan (green building) dalam rangka penghematan
standar teknis bangunan gedung hijau, tata energi dan keberlanjutan lingkungan.
cara penilaian kinerja pada perencanaan
teknis, pelaksanaan konstruksi, pemanfaatan 2. METODOLOGI
dan pembongkaran hingga mendapatkan Metode penelitian yang digunakan adalah
pemeringkatan dan sertifikasi BGH. metode deskriptif kualitatif dengan
Jakarta sebagai Center of Excellence pendekatan studi kasus. Penelitian kualitatif
Bangunan Gedung Hijau di Indonesia merupakan salah satu metode penelitian yang
memiliki misi 100% pada bangunan baru dan bersifat deskriptif dan cenderung mencari
60% pada bangunan eksisting memenuhi sebuah makna dari data yang didapatkan dari
persyaratan bangunan gedung hijau pada hasil sebuah penelitian. Jenis pendekatan studi
tahun 2030. Dengan target penghematan kasus ini merupakan jenis pendekatan yang
energi listrik 3.785 GWh, penghematan digunakan untuk menyelidiki dan memahami
konsumsi air 2,4 miliar liter dan pengurangan sebuah kejadian atau masalah yang telah
emisi CO2 3,37 juta ton CO2e. Atau dengan terjadi dengan mengumpulkan berbagai
kata lain, Jakarta telah menetapkan visi untuk macam informasi.
25
ismeTek-ISSN 2406-9841 vol.13-01

Kajian ini diawali dengan menguraikan 9 Efisiensi Embodied Energy 2,394.77 MJ/m²
10 Biaya Tambahan 50,956,450.81
klasifikasi kriteria prinsip-prinsip bangunan Rp dlm ribuan
hijau dari kebijakan pemerintah, informasi 11 Pengembalian dalam Tahun 68.08 tahun
lembaga bangunan hijau dan teori terkait. 12 Efisiensi Air 99,672.40
m³/tahun
Lalu menghubungkannya dengan pencapaian 13 Total Luas Lantai Sub- 56,080 m²
pengakuan atas penerapan prinsip-prinsip Proyek
bangunan hijau pada studi kasus Bangunan 14 Jumlah orang Terdampak 15422
orang/tahun
Gedung Masjid Istiqlal Jakarta.
Sumber: EDGE Assessment: v2.1.1, diakses 11
Februari 2022
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Hasil Penerapan Konsep Bangunan 3.2. Proses Penelusuran Penerapan
Gedung Hijau pada Bangunan Masjid Konsep Bangunan Gedung Hijau pada
Istiqlal Jakarta Bangunan Masjid Istiqlal Jakarta
Keberhasilan pencapaian yang didapat “A ‘green’ building is a building that, in
oleh Bangunan Masjid Istiqlal Jakarta pasca its design, construction or operation, reduces
renovasi di tahun 2022 adalah mendapatkan or eliminates negative impacts, and can create
sertifikat pengakuan sebagai tempat ibadah positive impacts, on our climate and natural
pertama di dunia atas penerapan prinsip- environment. Green buildings preserve
prinsip bangunan hijau (green building) dalam precious natural resources and improve our
rangka penghematan energi dan keberlanjutan quality of life” (worldgbc.org, diakses April
lingkungan, berupa sertifikat final sistem 2022).
Excellence in Design for Greater Efficiencies Bangunan Gedung Hijau adalah bangunan
(EDGE) dari International Finance gedung yang memenuhi standar teknis
Corporation (IFC). bangunan gedung dan memiliki kinerja
Pelaksanaan renovasi Masjid Istiqlal terukur secara sifnifikan dalam penghematan
seluas 109.547 m2 (2019-2020) telah energi, air, dan sumber daya lainnya melalui
menerapkan prinsip bangunan gedung hijau, penerapan prinsip BGH sesuai fungsi dan
sesuai amanat Peraturan Menteri PUPR klasifikasi dalam setiap tahapan
Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penilaian penyelenggaraannya (Permen PUPR No. 21
Kinerja Bangunan Gedung Hijau. Peraturan tahun 2021).
Menteri tersebut menyatakan bahwa Bangunan Gedung Hijau merupakan
bangunan peribadatan dengan luas di atas bangunan gedung yang sejak perencanaan,
10.000 m2 termasuk dalam kategori wajib pelaksanaan, konstruksi, pemanfaatan,
untuk menerapkan prinsip-prinsip bangunan pemeliharaan, hingga dekonstruksinya
gedung hijau. bertanggung jawab terhadap lingkungan dan
Rangkuman hasil dari penilaian (EDGE) menggunakan sumber daya yang efisien
terhadap Prinsip Bangunan Gedung Hijau (Pergub. DKI No. 38 Tahun 2012).
yang telah diterapkan pasca Renovasi Masjid Sertifikat pengakuan terhadap bangunan
Istiqlal, dapat dilihat dalam tabel berikut: gedung hijau yang telah menjalankan prinsip-
prinsip bangunan hijau atau bangunan ramah
Tabel 1: Tabel Rangkuman Hasil dari Penilaian
lingkungan, saat ini dikeluarkan oleh
(EDGE) terhadap Prinsip/Kriteria BGH pada
Bangunan Gedung Masjid Istiqlal Lembaga Konsil Bangunan Hijau Indonesia
No Kriteria Penilaian BGH Hasil atau Green Building Council Indonesia
1 Total Penggunaan Energi 148,538.41 (GBCI); sertifikasi ini disebut Greenship.
kWh/bulan
Sementara itu, dalam pasal 32 Peraturan
2 Total Penggunaan Air 16,623 m³/bulan
3 Biaya Utilitas Kasus Umum 675,169.72 Rp Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan
dlm ribuan/bulan Rakyat Republik Indonesia Nomor 21 Tahun
4 Pengurangan Biaya Utilitas 62,373.23 Rp 2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan
dlm ribuan/bulan
5 Efisiensi Energi 534.47 Gedung Hijau pun juga mengatur sertifikasi
MWh/tahun BGH. Sertifikasi ini diberikan untuk tertib
6 Embodied Energy dari 134,299.16 pembangunan dan mendorong
Efisiensi Material GJ
7 Emisi Karbon 1,588.17 penyelenggaraan bangunan gedung yang
tCO2/tahun memiliki kinerja terukur secara signifikan,
8 Efisiensi Operasional CO2 476.22 efisien, aman, sehat, mudah, nyaman, ramah
tCO2/tahun

26
ismeTek-ISSN 2406-9841 vol.13-01

lingkungan, hemat energi dan air, dan sumber n: reduce, generator,


komisionin recycle) lift.
daya lainnya. Sertifikasi BGH (yang sama g ulang Pencahayaan
halnya dengan SLF), dikeluarkan oleh pada alami,
pemerintah daerah kabupaten/kota (kecuali peralatan pengurangan
pengkondis daya, lampu
untuk bangunan fungsi khusus oleh ian udara, efisien,
pemerintah pusat). penghemata penggunaan
n energi control
Inovasi terbaru dalam bentuk aplikasi dari pada sistem pencahayaan
IFC salah satu anggota Bank Dunia yang pula pencahayaa
menghadirkan sertifikasi bangunan hijau yaitu n dan
pengkondis
EDGE (Excellence in Design for Greater ian udara,
Efficiencies) untuk menanggapi kebutuhan penggunaan
akan solusi terukur dan kredibel dalam energi
terbarukan,
membangun bangunan hijau dan iklim ramah dsb
lingkungan. Jaringan global spesialisasi 2 Air Water Efisiensi Perlengakapa
pemberi sertifikasi yang didukung pendanaan conservatio pengguna n sanitair
n: sub an air (re- yang efisien,
dunia dengan para pakar EDGE terakreditasi metering, use, sub-
dibidangnya, mendukung pengarusutamaan pemelihara reduce, metering, air
an dan recycle) daur ulang,
bangunan hijau sebagai salah satu investasi pemeriksaa efisiensi air
dunia dan sekaligus membantu memerangi n sistem menara
perubahan iklim (edgebuildings.com, diakses plambing, pendingin,
efisiensi pemanfaatan
April 2022). penggunaan air hujan, air
air bersih, AC serta
3.2.1. Prinsip Bangunan Gedung Hijau penggunaan pembuatan
air daur sumur
Secara teori, Brenda dan Robert Vale, ulang, dsb. resapan
1991, dalam Green Architecture: Design for a 3 Udara Indoor Kualitas Mengurangi
health and udara beban
Sustainable Future mengungkapkan bahwa confort: dalam pendingin,
Arsitektur Hijau termasuk Bangunan Hijau kualitas ruang commisionin
perlu memiliki kriteria sebagai berikut: udara g, zona
ruangan, termal,
1. Hemat energi (conserving energy). pengaturan pemeliharaan
2. Memanfaatkan kondisi dan sumber lingkungan , sistema
energi alami (working with climate). asap rokok, otomasi
pengawasa gedung, pipa
3. Menanggapi keadaan tapak pada n gas CO2 dan saluran,
bangunan (respect for site). dan CO, ventilasi
pengukuran alami,
4. Memperhatikan pengguna bangunan kualitas pemulihan
(respect for user). udara energi, dsb
5. Meminimalkan sumber daya baru dalam
ruang,
(limitting new resources). pengukuran
6. Menyeluruh (holistic), penerapan 5 kenyamana
prinsip diatas secara menyeluruh. n visual,
pengukuran
Sementara itu, dalam rangkuman tingkat
kebijakan/aturan baik secara global, nasional bunyi dan
survei
dan daerah (dalam hal ini kebijakan di kenyamana
Provinsi DKI Jakarta), prinsip-prinsip n gedung.
Bangunan Gedung Hijau yang harus dipenuhi 4 Materia Material Pengguna
l lain resources an
dan contoh terapan praktis bangunan and cycle: material
baru/bangunan eksisting, dapat dilihat pada penggunaan ramah
tabel berikut ini: refrigerant, lingkunga
penggunaan n,
materi yang pengelola
Tabel 2: Tabel Rangkuman Prinsip Bangunan ramah an air
Gedung Hijau Global-Nasional-DKI lingkungan, limbah,
No Ele- GBCI Permen Pergub DKI pengelolaan pengelola
men PUPR 38/2012 sampah, an sampah
BGH 21/2021 pengelolaan (re-use,
1 Energi Energy Efisiensi Transformat limbah B3 reduce,
efficiency pengguna or, motor, dan recycle)
and an energi faktor daya, penyaluran
concervatio (re-use, harminik barang
bekas.
27
ismeTek-ISSN 2406-9841 vol.13-01

5 Tapak Apropriate Pengelola Manajemen


/Site site an tapak lanskap:
developmen softscape
t: (zonasi,
aksesibilita tanaman
s, vertikal, atap
penguranga hijau,
n pengairan,
kendaraan, hardscape
lanskap (material Gambar 1. Tabel Perhitungan Efisiensi Energi
tumbuhan berpori) (Sumber: Edge Summary dari Edge Assessment
hijau, heat
Report v2.1.1., 2022)
island
effect, site
managemen Beberapa perubahan yang dilakukan
t, melalui penerapan fitur penghematan seperti
penguranga
n limpasan penggunaan sistem penghawaan (Air
air hujan, Conditioner) yang sangat hemat energi,
dsb
6 Organi Building Organisas Manajemen
penggunaan lampu hemat energi berbasis
sasi Environme i dan tata operasional LED, penerapan smart building, serta
/Manaj nt kelola dan pemasangan solar panel yang memberikan
emen Manageme BGH, pemeliharaan
nt: inovasi penyusun kontribusi 13% dari konsumsi listrik
peningkata an, bangunan (www.pu.go.id, diakses April
n kualitas pelaksana 2022).
bangunan, an dan
kelengkapa pemelihar
n dokumen, aan
tim BGH kinerja
dalam SOP
pelatihan, pemanfaat
pengoperasi an BGH
an dan
peperawata
n.
Sumber: Diolah oleh Penulis

3.2.2. Penerapan Prinsip Bangunan


Gedung Hijau (Terapan Praktis)
pada Masjid Istiqlal Jakarta
Berikut adalah penerapan prinsip
Bangunan Gedung Hijau Masjid Istiqlal
Jakarta pasca renovasi, merujuk pada
pengklasifikasian prinsip/kriteria BGH, yaitu
diantaranya contoh pada efisiensi energi,
efisiensi air dan efisiensi embodied energy
(penggunaan material eksisting).

Efisiensi Energi
Dalam penghematan energi, bangunan
gedung Masjid Istiqlal pasca renovasi berhasil Gambar 2. Dokumentasi Aplikasi Efisiensi Energi
melakukan efisiensi energi sebesar 23.07% (Sumber: Edge Summary dari Edge Assessment
atau 534.47 MWh/tahun dan emisi karbon Report v2.1.1., 2022)
sebesar 1588.17 tCO2/tahun.
Efisiensi Air
Dalam efisiensi air, bangunan gedung
Masjid Istiqlal pasca renovasi berhasil
melakukan efisiensi air sebesar 35.99%, atau
99,672.40 m³/tahun.

28
ismeTek-ISSN 2406-9841 vol.13-01

Gambar 3. Tabel Perhitungan Efisiensi Air Gambar 5. Tabel Perhitungan Efisiensi Embodied
(Sumber: Edge Summary dari Edge Assessment Energy (Sumber: Edge Summary dari Edge
Report v2.1.1., 2022) Assessment Report v2.1.1., 2022)

Upaya penghematan air diantaranya Dalam upaya penghematan material


dengan penggantian keran wudhu yang lebih dilakukan dengan mempertahankan material
hemat air, penggunaan WC dengan dual flush, sebagai bangunan cagar budaya pada fungsi
keran wastafel, dan urinal yang hemat air. struktur, interior, dan eksterior bangunan,
(www.pu.go.id, diakses April 2022). menggunakan aplikasi teknologi terkini pada
bangunan. Melalui pemugaran eksterior dan
interior bangunan, meningkatkan fungsi
desain pasif hemat energi yang telah didesain
sejak Masjid Istiqlal berdiri. Contoh pada
interior seperti penggunaan kembali material
eksisting pada balok lantai, lantai, atap,
dinding luar dan dalam serta kusen jendela.

Gambar 4. Dokumentasi Aplikasi Efisiensi Air


(Sumber: Edge Summary dari Edge Assessment
Report v2.1.1., 2022)

Efisiensi Embodied Energy


Dalam efisiensi Embodied Energy,
bangunan gedung Masjid Istiqlal pasca
renovasi berhasil melakukan efisiensi sebesar
81.04% atau 2,394.77 MJ/m² dan Embodied Gambar 6. Dokumentasi Aplikasi Efisiensi
Energy dari efisiensi material sebesar Embodied Energy (Sumber: Edge Summary dari
134,299.16 GJ. Edge Assessment Report v2.1.1., 2022)

29
ismeTek-ISSN 2406-9841 vol.13-01

4. KESIMPULAN DPRD Provinsi DKI Jakarta, (2019). Gedung


Masjid Istiqlal adalah salah satu bangunan Pemerintahan Wajib Jadi Percontohan
peribadatan yang memiliki sejarah panjang. Green Building, diakses tanggal 22 April
Sebuah mega proyek milik pemerintah yang 2022 (https://dprd-dkijakartaprov.go.id/
pada saat pembangunannya dahulu sempat gedung-pemerintah-wajib-jadi-
terhenti karena pergantian kepemimpinan percontohan-green-building/).
negara dan kendala dana. Renovasi di tahun EDGE Assessment-IFC, (2022). EDGE
2019 pun membutuhkan perjuangan yang Assessment: v2.1.1 - Masjid Istiqlal,
besar, dengan tuntutan dan kebutuhan diakses tanggal 11 Februari 2022.
perbaikan yang banyak dan waktu yang Gupta, Ankush and Sharma, Aman, (2013).
tersedia singkat. Namun ditengah gejolak Green Building and Productivity.
tersebut, bangunan ini akhirnya mampu International Journal of Emerging Trends
berdiri dan bersolek diri dengan megah, in Engineering and Development, Issue 3,
bahkan keberadaannya secara kawasan yang Vol. 2: 179-184.
berdekatan dengan Gereja Katedral, Kementerian Pekerjaan Umum dan
menunjukan sebuah nilai persatuan yang kuat Perumahan Rakyat, (2022). Masjid
dan nilai toleransi antar umat beragama. Istiqlal Tempat Ibadah Pertama di Dunia
Sebagai salah satu bangunan peribadatan Peroleh Sertifikat Green Building EDGE,
besar yang berada di tengah kepadatan Kota diakses tanggal 22 April 2022
Jakarta yang memiliki nilai penting untuk kota (https://www.pu.go.id/ berita/masjid-
dan bangsa, bangunan masjid ini telah menjadi istiqlal-tempat-ibadah-pertama-di-dunia-
salah satu bangunan hemat energi (bangunan peroleh-sertifikat-green-building-edge).
gedung hijau) yang menyumbangkan Liputan6.com, (2019). Bangunan Hijau di
pengurangan emisi karbon sebesar 1588.17 Jakarta Diproyeksikan Capai 60 Persen
tCO2/tahun melalui penerapan prinsip-prinsip pada 2030, diakses tanggal 22 April 2022
bangunan hijau dalam rangka keberlanjutan (https://www.liputan6.com/bisnis/read/38
lingkungan. 94170/bangunan-hijau-di-jakarta-
Pasca renovasi oleh Kementerian diproyeksikan-capai-60-persen-pada-
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 2030).
(PUPR) pada tahun 2019-2020, penghematan Net Zero Healthy, Greenship Net Zero (NZ),
energi yang telah dilakukan mendapatkan diakses tanggal 22 April 2022
pengakuan dunia melalui sertifikat final sistem (https://www.gbcindonesia.org/netzero).
Excellence in Design for Greater Efficiencies Jakarta Green Building, (2016). Pencapaian
(EDGE) dari International Finance Bangunan Gedung Hijau Jakarta, diakses
Corporation (IFC) dan menjadi tempat ibadah tanggal 22 April 2022
pertama di dunia yang mendapatkan sertifikat (https://greenbuilding. jakarta.go.id/).
bangunan hijau (green building). Peraturan Menteri PUPR No. 21 Tahun 2021
Renovasi Masjid Istiqlal bukan hanya tentang Penilaian Kinerja Bangunan
bicara soal mega proyek bangsa, namun Gedung Hijau.
bagaimana masjid bersejarah ini menjadi salah Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No.
satu bangunan besar di Jakarta yang mampu 38 Tahun 2012 tentang Bangunan Gedung
menjadi preseden baik tentang penerapan Hijau.
prinsip bangunan gedung hijau yang turut Provinsi DKI Jakarta, (2013). Jakarta Green
menyelamatkan umat manusia. Building User Guide, diakses tanggal 22
April 2022 (https://greenbuilding.jakarta.
DAFTAR PUSTAKA go.id/files/userguides/Introduction.pdf).
Danusastro, Yodi, (2022). EDGE Green Vale, Robert and Brenda, (1991). Green
Building Masjid Istiqlal - Summary, Yodaya Architecture: Design for a Sustainable
(Green Building Consultant). Future.
Divisi Rating dan Teknologi Konsul World Green Building Council, (2016). What
Bangunan Hijau Indonesia, (2011). is Green Building, diakses tanggal 22
Ringkasan Tolak Ukur Greenship Existing April 2022
Building Version 1.0. Green Building (https://www.worldgbc.org/what-green-
Council Indonesia. building).

30

Anda mungkin juga menyukai