0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
135 tayangan19 halaman

Pedoman Kerja Komite PPI

Pedoman ini mengatur tentang pencegahan dan pengendalian infeksi di Rumah Sakit Islam Sitti Maryam Manado dengan membentuk Tim PPI untuk mengurangi risiko infeksi, meningkatkan mutu pelayanan, dan melindungi pasien, tenaga medis, dan pengunjung.

Diunggah oleh

gabrielajeaniver
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
135 tayangan19 halaman

Pedoman Kerja Komite PPI

Pedoman ini mengatur tentang pencegahan dan pengendalian infeksi di Rumah Sakit Islam Sitti Maryam Manado dengan membentuk Tim PPI untuk mengurangi risiko infeksi, meningkatkan mutu pelayanan, dan melindungi pasien, tenaga medis, dan pengunjung.

Diunggah oleh

gabrielajeaniver
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEDOMAN KERJA TIM

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


(PPI)

RUMAH SAKIT ISLAM


“SITTI MARYAM”
MANADO
RUMAH SAKIT ISLAM
“SITTI MARYAM”
MANADO

JL. Pogidon Raya No. 110 Kecamatan Tuminting Kode Pos 95239 Telp/Fax. (0431) 877293
Website :www.rsisittimaryammanado.com Email : rsi_sittimaryam@yahoo.co.id

KEPUTUSAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT ISLAM SITTI MARYAM MANADO
NOMOR:

TENTANG
PEMBERLAKUAN PEDOMAN KERJA TIM PPI
DI RUMAH SAKIT ISLAM SITTI MARYAM MANADO

Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit
Islam Sitti Maryam Manado, maka perlu suatu Pedoman Kerja Tim PPI untuk
dipergunakan sebagai acuan prosedur pelayanan;
b. bahwa agar pelayanan di rumah sakit dapat terlaksana dengan baik, perlu
adanya kebijakan Direktur RSI Sitti Maryam Manado sebagai landasan bagi
penyelenggaraan pelayanan di rumah sakit;
c. bahwa sehubungan dengan pernyataan pada butir a dan b tersebut diatas, maka
dipandang perlu ditetapkan Pemberlakuan Pedoman Kerja Tim PPI di RSI Sitti
Maryam Manado dengan Keputusan Direktur RSI Sitti Maryam Manado;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;


2. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
3. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan;
4. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1333/MENKES/SK/XII/1999 tentang
standar pelayanan Rumah sakit.
5. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1575/MENKES/2005 tentang Organisasi
dan tata kerja Departemen Kesehatan.
6. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1691 Tahun 2011 tentang Keselamatan
MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM SITTI MARYAM


MANADO TENTANG PEMBERLAKUAN PEDOMAN KERJA TIM PPI
DI RUMAH SAKIT ISLAM SITTI MARYAM MANADO

Kesatu : Pedoman Kerja Tim PPI di RSI. Sitti Maryam Manado ini menjadi acuan
prosedur pelayanan kesehatan, sebagaimana tercantum dalam lampiran
keputusan ini;

Kedua : Pedoman Kerja Tim PPI di RSI. Sitti Maryam Manado dimaksud dalam diktum
kesatu agar disosialisasikan untuk dilaksanaka dan digunakan oleh seluruh
satuan kerja terkait;

Ketiga : Pembinaan pengawasan Pedoman Kerja Tim PPI di RSI. Sitti Maryam Manado
dimaksud diktum kedua agar dilaksanakan seluruh Kepala Satuan kerja terkait.

Keempat : Keputusan ini berlaku terhitung mulai tanggal ditetapkan dengan ketentuan
apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, maka
akan ditinjau kembali untuk diperbaiki sebagaimana mestinya.

DITETAPKAN DI : MANADO
PADA TANGGAL : Mei 2023
DIREKTUR
RSI SITTI MARYAM MANADO

dr. Any Rachman, M.Kes


Pedoman Kerja Komite PPI

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur serta terima kasih kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena
hanya dengan tuntunan-Nya maka Pedoman Kerja Tim PPI (pencegahan dan pengendalian infeksi)
dapat dibuat sebagai pedoman kerja dalam mencegah dan mengendalikan infeksi sehingga dapat lebih
meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang ada di Rumah Sakit.

Pedoman Kerja Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit ini diterbitkan dalam
rangka untuk peningkatan mutu pelayanan di Rumah Sakit Islam Sitti Maryam Manado. Dalam buku
ini memuat secara rinci untuk digunakan sebagai acuan oleh seua petugas dalam Pencegahan dan
Pengendalian infeksi di Rumah Sakit Islam Sitti Maryam Manado. Dengan ditaatinya Pedoman ini
maka diharapkan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit Islam Sitti Maryam Manado
dapat dilaksanakan secara efisien dan dapat mencapai hasil yang sebaik-baiknya.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kekuatan, perlindungan dan
petunjukNya kepada kita semua, Amin.

MANADO,
DIREKTUR
RSI SITTI MARYAM MANADO

dr. Any Rachman, M.Kes

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar........................................................................................................................................................i

Daftar Is
..................................................................................................................................................................................
ii

BAB I Pendahuluan.......................................................................................................................................1

BAB II Gambaran Umum Rumah Sakit......................................................................................................4

BAB III Visi, Misi, Falsafah, Nilai dan Tujuan Rumah Sakit...................................................................6

BAB IV Struktur Organisasi Rumah Sakit...................................................................................................9

BAB V Struktur Organisasi Unit Kerja.....................................................................................................10

BAB VI Uraian Jabatan.................................................................................................................................11

BAB VII Tata Hubungan Kerja.....................................................................................................................13

BAB VIII Pola Ketenagaan dan Kualifikasi Personil..................................................................................15

BAB IX Kegiatan Orientasi..........................................................................................................................17

BAB X Pertemuan/Rapat.............................................................................................................................18

BAB XI Pelaporan..........................................................................................................................................19

ii
Pedoman Kerja Komite PPI

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Rumah sakit sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat. Oleh karena itu, rumah sakit dituntut untuk dapat memberikan pelayanan yang
bermutu sesuai dengan standar yang sudah ditentukan.
Masyarakat yang menerima pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, dan pengunjung di
rumah sakit dihadapkan pada risiko terjadinya infeksi (infeksi rumah sakit) baik karena
perawatan atau datang berkunjung. Untuk meminimalkan terjadinya infeksi di rumah sakit perlu
diterapkan upaya-upaya pencegahan dan pengendalian infeksi yang kegiatannya meliputi
perencanaan, pelaksanaan, pembinaan, pendidikan dan pelatihan, serta monitoring dan evaluasi.
Upaya pencegahan dan pengendalian infeksi rumah sakit sangat penting, karena
menggambarkan mutu pelayanan rumah sakit. Apalagi akhir-akhir ini muncul berbagai penyakit
infeksi baru (new emerging, emerging diseases, dan re-emerging diseases) dan wabah atau
kejadian luar biasa (KLB) dari penyakit infeksi yang sulit diperkirakan datangnya,sehingga
kewaspadaan melalui surveilans serta tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi rumah sakit
perlu dilaksanakan dan terus ditingkatkan.
Berdasarkan uraian di atas maka Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit
(PPIRS) dan Tim PPIRS RSI. Sitti Maryam Manado memandang perlu untuk melakukan
perbaikan dan penambahan terhadap pedoman sebelumnya. Pedoman ini dibuat sebagai
pelengkap SOP tentang pencegahan dan pengendalian infeksi rumah sakit.
Demikian, semoga buku pedoman ini bermanfaat dan dapat dipergunakan sebagai bahan
acuan untuk melakukan upaya pencegahan dan pengendalian infeksi rumah sakit di lingkungan
RSI. Sitti Maryam Manado.

B. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS

Tujuan utama dari program Komite pencegahan dan pengendalian infeksi HAI”s di Rumah
Sakit Islam Sitti Maryam Manado adalah mengurangi resiko. sarana kesehatan adalah
mengurangi risiko terjadinya endemi dan epidemi HAI”s pada pasien yang di rawat, petugas dan
pengunjung.
1. TUJUAN UMUM
a. Melindungi pasien dari infeksi rumah sakit seperti infeksi saluran kemih
(ISK), infeksi daerah operasi (IDO), infeksi luka infus (ILI), pneumonia
(HAP/VAP).
b. Melindungi pasien dari infeksi lain yang mungkin didapat sebagai akibat
terjadinya kontak dengan pasien lain atau tenaga kesehatan yang memiliki
koloni atau terinfeksi kuman menular lain
c. Melindungi tenaga kesehatan, pengunjung, dan orang-orang yang berada di
lingkungan rumah sakit (siswa/mahasiswa/cleaning services) dari risiko
terpajan infeksi.
2. TUJUAN KHUSUS
a. Terlaksananya program kewaspadaan isolasi
b. Terlaksananya program pendidikan dan pelatihan
c. Terlaksananya program pencegahan infeksi
d. Terlaksananya program surveilans
e. Terlaksananya program antimikroba yang rasional
BAB II
GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT

A. Sejarah
Pada awalnya ibu-ibu muslimah yang tergabung dalam perjanjian di Manado
yang kegiatan rutinnya mengadakan pengajian yang dilaksanakan dari rumah ke
rumah, kemudian perkumpulan tersebut diberi nama BMWI (Badan Musyawarah
Wanita Islam). Pengajian tersebut berkembang sesuai dengan kondisi Kota Manado
saat itu, sehingga BMWI (Badan Musyawarah Wanita Islam) berkeinginan
perkumpulan tersebut menjadikan sebuah Balai Pengobatan/BKIA/Rumah Bersalin.
Pada tanggal 2 April 1969 terbentuk yayasan “Sitti Maryam”, sehingga dengan
yayasan ini berdirilah Rumah Bersalin/BKIA yang berlokasi di desa Tuminting.
Rumah bersalin/BKIA ini dikelola oleh yayasan Sitti Maryam bersama dengan panitia
khusus. Panitia khusus ini melaksanakan tugas yaitu mengelola rumah bersalin/BKIA
Sitti Maryam yang dipimpin oleh Ishaq Gobel BA.
Pada akhir tahun 1969 dengan bermulanya tahun 1970 terjadi kerjasama antara panitia
fondasi rumah bersalin/BKIA Sitti Maryam dengan pengurus BMWI (Badan
Musyawarah Wanita Islam) Manado. Setelah bangunan rumah bersalin berdiri,
kepengurusannya diserahkan kepada BMWI (Badan Musyawarah Wanita Islam),
sedangkan panitia maal tetap membantu tenaga, bilamana dibutuhkan turut serta
menjaga keamanan bangunan rumah yang baru diselesaikan tersebut.
B. Pengenalan Umum
Yayasan Rumah Sakit Islam Sitti Maryam Manado terletak di Jl. Pogidon Raya No.
110 Tuminting Manado 95239 Kecamatan Tuminting Provinsi Sulawasi Utara.
Adapun batas-batas wilayah kerja Rumah Sakit Islam Sitti Maryam Manado yaitu:
Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kecamatan Bunaken,
Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kecamatan Molas,
Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kecamatan Mapanget,
Sebelah Selatan : berbatasan dengan Kecamatan Singkil.
C. Klasifikasi
Dalam SK MenKes RI No. 031/Birhup/1972 klasifikasi Rumah Sakit hanya
berdasarkan pada kemampuan pelayanan medik spesialistik, tetapi berbagai faktor
lainnya perlu diperhatikan seperti beban kerja, bangunan fisik, peralatan, ketenagaan
dan sebagainya.
Berdasarkan Permenkes RI Nomor 986/Menkes/Per/11/1992 pelayanan rumah sakit
umum pemerintah Departemen Kesehatan dan Pemerintah Daerah diklasifikasikan
menjadi kelas/tipe A,B,C,D dan E (Azwar,1996).

Rumah Sakit Islam Sitti Maryam merupakan Rumah Sakit Umum kelas D. yaitu
Rumah Sakit yang bersifat transisi karena pada suatu saat akan ditingkatkan menjadi
rumah sakit kelas C. Pada saat ini kemampuan rumah sakit tipe D hanyalah
memberikan pelayanan kedokteran umum dan kedokteran gigi. Sama halnya dengan
rumah sakit tipe C, rumah sakit tipe D juga menerima pelayanan rujukan yang berasal
dari puskesmas.
Dalam standarisasi pelayanan Gawat Darurat, Rawat Jalan dan Rawat Inap di Rumah
Sakit Umum Kelas D terdiri dari minimal 2 (dua) orang Dokter Umum dan 1 (satu)
orang Dokter Gigi dengan jumlah tempat tidur 50-75 buah. Dalam pelayanan medik 4
(empat) spesialistik dasar diutamakan pelayanan Kebidanan & Penyakit Kandungan
dan Kesehatan Anak.

Rumah Sakit Islam Sitti Maryam merupakan Rumah Sakit Swasta (private hospital)
yang berorientasi mencari keuntungan atau profit berdasarkan UU RI No. 44 Tahun
2009 tentang Rumah Sakit Pasal 21 yang berisi bahwa Rumah Sakit Privat dikelola
oleh badan hukum dengan tujuan profit yang berbentuk Perseroan Terbatas Persero.

Menurut Kepala Bagian Umum (Manajer Umum) Rumah Sakit Islam Sitti Maryam
Manado, bahwa Rumah Sakit Islam Sitti Maryam Manado secara fisik dan susunan
organisasi sudah menjadi Rumah Sakit Umum Kelas D.
BAB III
VISI, MISI DAN MOTTO

A. Visi
Rumah Sakit Islam Sitti Maryam Manado adalah Pusat Pelayanan Kesehatan
Masyarakat bermutu, dengan pelayanan kesehatan paripurna, ditunjang tenaga
profesional dan memiliki sarana dan prasarana mutahir.
B. Misi
1. Menyelenggarakan pelayanan secara paripurna (preventif, promotif, kuratif dan
rehabilitatif), tepat waktu dan terstandar.
2. Peningkatan pelayanan Rumah Sakit yang bermutu melalui program
pengembangan sumber daya manusia dengan pendidikan dan pelatihan.
3. Meningkatkan pengembangan sarana dan prasarana medis maupun non medis
Rumah Sakit dan menunjang pelayanan kesehatan profesional dan bermutu.
4. Meningkatkan kesejahteraan karyawan dan staf Rumah Sakit sebagai aset
berharga.

C. Motto
“Untuk Kehidupan Lebih Baik Yang diberkahi ALLAH”.
Pedoman Kerja Komite PPI

BAB V
STRUKTUR ORGANISASI TIM PPI

DIREKTUR

KETUA TIM
PPI

SEKRETARIS

IPCN IPCD ANGGOTA LAINNYA

IPCLN
Pedoman Kerja Komite PPI

BAB VI
URAIAN JABATAN

I. Pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan


1. Membentuk Komite / Tim PPI dengan Surat Keputusan.
2. Bertanggung jawab dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap penyelenggaraan
upaya pencegahan dan pengendalian infeksi.
3. Bertanggung jawab terhadap tersedianya fasilitas sarana dan prasarana termasuk
anggaran yang dibutuhkan.
4. Menentukan kebijakan pencegahan dan pengendalian infeksi.
5. Mengadakan evaluasi kebijakan pencegahan dan pengendalian infeksi berdasarkan
saran dari Komite / Tim PPI.
6. Mengadakan evaluasi kebijakan pemakaian antibiotika yang rasional dan disinfektan
dirumah sakit berdasarkan saran dari Komite / Tim PPI.
7. Dapat menutup suatu unit perawatan atau instalasi yang dianggap potensial
menularkan penyakit untuk beberapa waktu sesuai kebutuhan berdasarkan saran dari
Komite / Tim PPI.
8. Mengesahkan Standar Prosedur Operasional (SPO) untuk PPI.
9. Memfasilitasi pemeriksaan kesehatan petugas di Fasilitas Pelayanan Kesehatan,
terutama bagi petugas yang berisiko tertular infeksi minimal 1 tahun sekali,
dianjurkan 6 (enam) bulan sekali.
II. Ketua Tim PPI
1. Bertanggungjawab atas :
 Terselenggaranya dan evaluasi program PPI.
 Penyusunan rencana strategis program PPI.
 Penyusunan pedoman manajerial dan pedoman PPI.
 Tersedianya SPO PPI.
 Penyusunan dan penetapan serta mengevaluasi kebijakan PPI.
 Memberikan kajian KLB infeksi di RS.
 Terselenggaranya pelatihan dan pendidikan PPI.
 Terselenggaranya pengkajian pencegahan dan pengendalian risiko infeksi.
 Terselenggaranya pengadaan alat dan bahan terkait dengan PPI.
 Terselenggaranya pertemuan berkala.
2. Melaporkan kegiatan Tim PPI kepada Direktur.
III. Sekretaris Tim PPI
1. Memfasilitasi tugas ketua Tim PPI.
2. Membantu koordinasi.
3. Mengagendakan kegiatan PPI.
IV. IPCD (Infection Prevention Control Doctor)
1. Berkontribusi dalam pencegahan, diagnosis dan terapi infeksi yang tepat.
2. Turut menyusun pedoman penggunaan antibiotika dan surveilans.
3. Mengidentifikasi dan melaporkan pola kuman dan pola resistensi antibiotika.
4. Bekerjasama dengan IPCN / Perawat PPI melakukan monitoring kegiatan surveilans
infeksi dan mendeteksi serta investigasi KLB. Bersama Tim PPI memperbaiki
kesalahan yang terjadi, membuat laporan tertulis hasil investigasi dan melaporkan
kepada pimpinan rumah sakit.
5. Membimbing dan mengadakan pelatihan PPI bekerja sama dengan bagian pendidikan
dan pelatihan (Diklat) di rumah sakit.
6. Turut memonitor cara kerja tenaga kesehatan dalam merawat pasien.
7. Turut membantu semua petugas kesehatan untuk memahami PPI.
V.IPCN (Infection Prevention and Control Nurse)
1. Melakukan kunjungan kepada pasien yang berisiko di ruangan setiap hari untuk
mengidentifikasi kejadian infeksi pada pasien di baik rumah sakit dan fasilitas
pelayanan kesehatan lainnya.
2. Memonitor pelaksanaaan program PPI, kepatuhan penerapan SPO dan memberikan
saran perbaikan bila diperlukan.
3. Melaksanakan surveilans infeksi dan melaporkan kepada Komite/Tim PPI.
4. Turut serta melakukan kegiatan mendeteksi dan investigasi KLB.
5. Memantau petugas kesehatan yang terpajan bahan infeksius / tertusuk bahan tajam
bekas pakai untuk mencegah penularan infeksi.
6. Melakukan diseminasi prosedur kewaspadaan isolasi dan memberikan konsultasi
tentang PPI yang diperlukan pada kasus tertentu yangterjadi di fasyankes.
7. Melakukan audit PPI di seluruh wilayah fasyankes dengan menggunakan daftar tilik.
8. Memonitor pelaksanaan pedoman penggunaan antibiotika bersama Komite/Tim
PPRA.
9. Mendesain,melaksanakan, memonitor, mengevaluasi dan melaporkan surveilans
infeksi yang terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan bersama Komite / Tim PPI
10. Memberikan motivasi kepatuhan pelaksanaan program PPI.
11. Memberikan saran desain ruangan rumah sakit agar sesuai dengan prinsip PPI.
12. Meningkatkan kesadaran pasien dan pengunjung rumah sakit tentang PPI.
13. Memprakarsai penyuluhan bagi petugas kesehatan, pasien, keluarga dan pengunjung
tentang topik infeksi yang sedang berkembang (New-emerging dan re-emerging) atau
infeksi dengan insiden tinggi.
14. Sebagai coordinator antar departemen/unit dalam mendeteksi, mencegah dan
mengendalikan infeksi dirumah sakit.
15. Memonitoring dan evaluasi peralatan medis single use yang di re –use.
VI. IPCLN (Infection Prevention and Control Link Nurse)
1. Mencatat data surveilans dari setiap pasien diunit rawat inap masing-masing.
2. Memberikan motivasi dan mengingatkan tentang pelaksanaan kepatuhan PPI pada
setiap personil ruangan di unitnya masing-masing.
3. Memonitor kepatuhan petugas kesehatan yang lain dalam penerapan kewaspadaan
isolasi.
4. Memberitahukan kepada IPCN apa bila ada kecurigaan adanya HAIs pada apasien.
5. Bila terdapat infeksi potensial KLB melakukan penyuluhan bagi pengunjung dan
konsultasi prosedur PPI berkoordinasi dengan IPCN.
6. Memantau pelaksanaan penyuluhan bagi pasien, keluarga dan pengunjung dan
konsultasi prosedur yang harus dilaksanakan.
VII. Anggota Lainnya
1. bertanggung jawab kepada ketua Tim PPI dan berkoordinasi dengan unit terkait
lainnya dalam penerapan PPI
2. Memberikan masukan pada pedoman maupun kebijakan terkait PPI.
BAB VII
TATA HUBUNGAN KERJA

1. Tim PPI bertanggung jawab langsung kepada Direktur RSI Sitti Maryam Manado.
2. Tim PPI juga berkoordinasi dengan : Komite Keperawatan, Komite Medik, Komite Tenaga
Kesehatan Lain, Komite Mutu, Instalasi, dan unit pelayanan yang ada di RSI Sitti Maryam
Manado.
3. Hubungan kerja dengan Komite Medik dan Instalasi Rekam Medik adalah :
a. Pembahasan laporan insiden yang berhubungan dengan insiden kasus medis dan tindak
lanjutnya.
b. Penyediaan Panduan Praktek Klinis (PPK) dan Clinical Pathway
c. Pembahasan hasil audit clinical pathway.
4. Hubungan kerja dengan Bagian Administrasi : Bagian Keuangan, Bagian Anggaran dan
Perencanaan, Bagian Umum dan Tata Usaha adalah :
a. Penyediaan anggaran untuk kebutuhan pendidikan dan pelatihan-pelatihan, sarana.
b. Pengadaan barang untuk kebutuhan kegiatan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
5. Hubungan kerja dengan Bagian SDM, Bagian Pendidikan dan Pelatihan adalah:
a. Pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan
b. Pengajuan kebutuhan SDM
c. Peningkatan kompetensi staf Tim PPI
6. Hubungan kerja dengan Instalasi Gawat Darurat, Instalasi Rawat Inap dan Instalasi Rawat Jalan
adalah :
a. Kebutuhan pelatihan staf untuk menunjang program PPI
b. Pelaksanaan program PPI
c. Pelaksanaan surveilans
7. Hubungan kerja dengan Instalasi Penunjang (Intalasi Radiologi, Laboratorium, Farmasi, CSSD,
Binatu, Sanitasi) adalah :
a. Kebutuhan pelatihan staf untuk menunjang program PPI
b. Pelaksanaan program PPI
c. Monitoring dan evaluasi kegiatan di instalasi penunjang
8. Hubungan kerja dengan Komite Mutu, Instalasi K3 Rumah Sakit adalah :
a. Koordinasi angka kejadian infeksi di rumah sakit terkait dengan data Mutu
b. Koordinasi kesehatan dan keselamatan kerja di rumah sakit
9. Hubungan kerja dengan Bagian Hukormas dan Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran
Rumah Sakit adalah membantu mempublikaskan data upaya pencegahan dan pengendalian
infeksi ke masyarakat melaluli website rumah sakit dan Buletin Sehat.
BAB VIII
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL

A. POLA KETENAGAAN
1. Tim PPI bertanggung jawab langsung kepada Direktur.
2. Keanggotaan Tim PPI terdiri atas tenaga medis, tenaga keperawatan, dan tenaga Kesehatan
lain
B. KUALIFIKASI SUMBER DAYA MANUSIA
1. Ketua Tim PPI
Kriteria:
- Dokter yang mempunyai minat dalam PPI.
- Pernah mengikuti pelatihan dasar PPI.
2. Sekretaris Tim PPI
Kriteria:
- Dokter / IPCN / tenaga kesehatan lain yang mempunyai minat dalam PPI.
- Pernah mengikuti pelatihan dasar PPI.
- Purna waktu.
3. IPCD / Infection Prevention Control Doctor
Kriteria:
- Dokter yang mempunyai minat dalam PPI.
- Mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar PPI.
- Memiliki kemampuan leadership.
4. IPCN (Infection Prevention and Control Nurse)
Kriteria:
- Perawat dengan pendidikan minimal Diploma III Keperawatan
- Mempunyai minat dalam PPI.
- Mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar PPI dan IPCN.
- Memiliki pengalaman sebagai Kepala Ruangan atau setara.
- Memiliki kemampuan leadership dan inovatif.
- Bekerja purnawaktu.
5. IPCLN (Infection Prevention and Control Link Nurse)
Kriteria:
- Perawat dengan pendidikan minimal Diploma 3, yang mempunyai minat dalam PPI.
- Mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar PPI.
6. Anggota Lainnya
Kriteria:
- Tenaga diluar dokter, perawat, dan nakes lainnya yang mempunyai minat dalam PPI.
- Mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar PPI.
BAB IX
KEGIATAN ORIENTASI

A. Orientasi Umum (Manajerial)


Orientasi Umum adalah suatu kegiatan pengenalan dan pemahaman mengenai situasi dan
kondisi lingkungan tertentu beserta sistem kerjanya. Di RSI Sitti Maryam Manado, orientasi
umum (manajerial) dilakukan selama 7 hari kepada seluruh pegawai baru, seluruh peserta
didik serta tenaga Kerjasama Operasional (KSO) di RSI Sitti Maryam Manado. Keseluruhan
informasi tentang program PPI beserta pedoman dan program kerjanya diberikan secara
terencana, sistematis dan berkelanjutan dalam orientasi umum serta dilaksanakan secara
terintegrasi dalam program orientasi Bagian Pendidikan dan Penelitian Bersama Instalasi
Pendidikan dan Pelatihan RSI Sitti Maryam Manado.
B. Orientasi Khusus (Unit Kerja)
Orientasi khusus dilaksanakan di Tim PPI apabila ada staf baru atau anggota baru dalam
Tim PPI. Orientasi unit kerja ini dilaksanakan selama 3 bulan, dengan tujuan:
1. Mengetahui dan memahami fungsi, struktur organisasi dan tata hubungan kerja Tim PPI
di RSI Sitti Maryam Manado.
2. Mengetahui dan memahami program upaya pencegahan dan pengendalian infeksi di RSI
Sitti Maryam Manado.
3. Turut berperan aktif dalam kegiatan upaya pencegahan dan pengendalian infeksi di RSI
Sitti Maryam Manado.
4. Mengembangkan tanggung jawab pribadi dan rasa memiliki RSI Sitti Maryam Manado.
BAB XPedoman Kerja Komite PPI
PERTEMUAN/RAPAT

Rapat diadakan oleh Tim PPI yang dipimpin oleh Ketua Tim PPI. Rapat Rapat
Tim PPI terdiri dari :
a. Rapat Rutin
Rapat rutin adalah rapat yang diadakan oleh Tim PPI setiap bulan sekali sesuai dengan yang
telah direncanakan serta agenda rapat yang telah ditentukan oleh Ketua Tim PPI, antara lain rapat
koordinasi antar komite, rapat koordinasi dengan unit kerja, dan rapat pembahasan hasil supervisi.
b. Rapat Insidental
Rapat insidental adalah rapat yang sifatnya insidental dan diadakan oleh Tim PPI untuk
membahas atau menyelesaikan permasalah yang mungkin timbul secara insidental di pelayanan
yang berhubungan dengan pencegahan dan pengendalian infeksi di RSI Sitti Maryam Manado.
Rapat insidental diselenggarakan sewaktu-waktu bila ada masalah atau sesuatu hal yang perlu
dibahas dengan segera.
Rapat insidental yang dimaksud seperti :
 Setiap ada laporan kejadian infeksi, KLB, atau inseden terkait infeksi yang penting untuk
segera dibahas. Hal ini dimaksudkan agar segera dibahas berhubungan dengan laporan yang
masuk.
 Setiap ada kebijakan yang baru akan diberlakukan sehubungan dengan pencegahan dan
pengendalian infeksi.
BAB XI
PELAPORAN

Dalam alur pelaporan di Tim PPI, data surveilans dari tiap unit kerja disampaikan ke Tim PPI.
Tim PPI kemudian melaporkan data PPI yang telah dianalisis ke Direktur setiap 3 bulan. Direktur
membuat feed back berupa rekomendasi dari laporan tersebut kepada Tim PPI dan unit kerja terkait.
Selanjutnya, Tim PPI dan unit terkait menindaklanjuti rekomendasi yang telah dberikan oleh Direktur
Utama.
Tim PPI membuat analisa dan melaporkan hasil analisa tersebut beserta rencana perbaikan ke
Direktur. Agar data laporan dapat lebih mudah dibaca dan dapat melihat kecenderungannya dari
insiden rate infeksi yang diukur, maka dibuat dalam bentuk statistik (tabel dan grafik).
1. Laporan Harian
Laporan harian dari IPCLN terkait data surveilans, dilaporkan kepada Tim PPI
2. Laporan Bulanan
Laporan bulanan IPCN tentang hasil surveilans dan hasil supervisi
3. Laporan Tri Wulan
Laporan triwulan untuk realisasi pencapaian program pencegahan dan pengendalian infeksi yang
telah dianalisis kepada Direktur
4. Laporan Tahunan
Laporan evaluasi tahunan pelaksanakaan program PPI

Anda mungkin juga menyukai