100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
808 tayangan11 halaman

Perencanaan Struktur Baja

Dokumen tersebut merupakan laporan perencanaan gording untuk atap dengan kemiringan 35 derajat. Laporan mencakup perhitungan beban mati, hidup, angin, dan air hujan yang akan bekerja pada gording. Kemudian dilakukan kombinasi pembebanan berdasarkan SNI 2002 dan dipilih kombinasi terbesar. Profil baja C ukuran 6x10,5 diajukan untuk desain gording dan dilakukan kontrol penampang dan momen.

Diunggah oleh

ahmad_tangguh
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
808 tayangan11 halaman

Perencanaan Struktur Baja

Dokumen tersebut merupakan laporan perencanaan gording untuk atap dengan kemiringan 35 derajat. Laporan mencakup perhitungan beban mati, hidup, angin, dan air hujan yang akan bekerja pada gording. Kemudian dilakukan kombinasi pembebanan berdasarkan SNI 2002 dan dipilih kombinasi terbesar. Profil baja C ukuran 6x10,5 diajukan untuk desain gording dan dilakukan kontrol penampang dan momen.

Diunggah oleh

ahmad_tangguh
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tugas Baja

Kelompok 10

PERENCANAAN GORDING
1. DATA TEKNIS
Jarak antar kuda kuda = 5 m
Jarak antar gording = 2 m
Kemiringan atap = 35
Berat atap genteng = 50 kg/m
2
(PPIUG 1983 hal 12)
Untuk tiap kemiringan atap diperlukan 3 buah gording.
kuda - kuda gording

2. PEMBEBANAN












Tugas Baja


Kelompok 10


Beban Mati
- berat gording dimisalkan = q
kg
/
m

- berat penutup atap = 50 x 2 = 100
kg
/
m
+
= (100 + q)
kg
/
m

- berat baut dan alat penyambung
10% x (brt gording + brt penutup atap)
0,1 x (100 + q) = (10 + 0,1q)
kg
/
m
+
berat mati total (q
total
) = (110 + 1,1q)
kg
/
m


Peninjauan Beban Searah Sumbu X X
q
y
= q
tot
x sin o
= (110 + 1,1q) x sin 35
= 63,093 + 0,631q

Peninjauan Beban Searah Sumbu Y Y
q
x
= q
tot
x cos o
= (110 + 1,1q) x cos 35
= 90,107 + 0,901q
Asumsi : perletakan sendi - sendi
Karena sumbu X-X merupakan sumbu lemah, maka digunakan trekstang untuk
memperpendek bentang gording searah sumbu X-X dengan jarak = x jarak
antar kuda kuda.
Dipasang 1 trekstang pada tengah bentang, maka :
- L
x
= x L = x 5 = 2,5 m
- L
y
= jarak antar kuda kuda = 5 m

Momen yang terjadi :
M
x1
= 1/8 x q
x
x L
y
2

= 1/8 x (90,107 + 0,901q) x 5
2

= (281,584 + 2,816q) kgm
Tugas Baja


Kelompok 10

M
y1
= 1/8 x q
y
x L
x
2

= 1/8 x (63,093 + 0,631q) x 2,5
2

= (49,291 + 0,493q) kgm
Beban Hidup
Beban hidup pada atap dan atau pada bagian atap serta pada struktur tudung
(canopi) yang dapat dipakai dan dibebani oleh orang harus diambil minimum
sebesar 100 kg/m
2
bidang datar.
(PPIUG 1983 pasal 3.2.1)
Beban yang bekerja :
Po = 100 kg/m
2

Py = Po x sin 35
Px = Po x cos 35
Momen yang terjadi :
M
x2
=

x Po x cos 35 x L
y

= x 100 x cos 35 x 5
= 102,394 kgm
M
y2
=

x Po x sin 35 x L
x

= x 100 x sin 35 x 2,5
= 35,849 kgm
Beban Angin

Bagan beban angin
Koefisien angin menurut pasal 4.3 PPIUGH83
Tugas Baja


Kelompok 10


Tekanan tiup harus diambil minimal 25 kg/m
2
kecuali yang telah ditentukan.
(PPIUG 1983 pasal 4.2.1)
Untuk gedung tertutup dengan atap segitiga dengan sudut kemiringan 35 di pihak
angin, o < 65: (PPIUG 1983 pasal 4.3)
Untuk = 35 :
c
1
= koef angin tekan = 0,02 0,4
= 0,02 x 35 0,4 = 0,3
c
2
= koef angin hisap = -0,4

beban angin tekan : w
1
= c
1
x jarak gording x P = 0,3 x 2 x 35 = 21
kg
/
m

beban angin hisap : w
2
= c
2
x jarak gording x P = -0,4 x 2 x 35 = -28
kg
/
m

Momen yang terjadi :
+ M
x 3a
= 1/8 x w
1
x L
y
2

= 1/8 x 21 x 5
2

= 65,625 kgm (akibat angin tekan)
+ M
x 3b
= 1/8 x w
2
x L
y
2

= 1/8 x 28 x 5
2

= 87,5 kgm (akibat angin hisap)
+ M
y3
= 0 kgm
(beban angin hanya bekerja terhadap atau tegak lurus sumbu X)
Beban Air Hujan
Beban terbagi rata per m
2
bidang datar brasal dari beban air hujan sebesar (40
0,8o) kg/m
2
(PPIUG 1983 pasal 3.2.2.a)
Maka :
w
h
= (40 0,8)
= (40 0,8 x 35)
= 12
kg
/
m
2

q
h
= w
h
x jarak gording
= 12 x 2
= 24
kg
/
m

Tugas Baja


Kelompok 10

Momen yang terjadi :
o M
x 4
= 1/8 x q
h
x cos o x L
y
2

= 1/8 x 24 x cos 35 x 5
2

= 61,436 kgm
o M
y 4
= 1/8 x q
h
x sin o x L
x
2

= 1/8 x 24 x sin 35 x 2,5
2

= 10,755 kgm

Kombinasi Pembebanan
Kombinasi pembebanan menurut SNI 2002, maka kombinasi pembebanan adalah
sebagai berikut :

1,4 D <1>
1,2 D + 1,6 L + 0,5 (La atau H) <2>
1,2 D + 1,6 (La atau H) + (
L
.L atau 0,8 W) <3>
1,2 D + 1,3 W +
L
.L + 0,5 (La atau H) <4>
1,2 D 1,0 E +
L
.L <5>
0,9 D (1,3 W atau 1,0 E) <6>

Keterangan :
D = beban mati
L = beban hidup yang ditimbulkan oleh penggunaan gedung
La = beban hidup di atap yang ditimbulkan selama perawatan oleh pekerja
H = beban hujan
W = beban angin
E = beban gempa
dengan
L
= 0,5 bila L < 5kPa,
L
=1 bila L > 5 kPa





Tugas Baja


Kelompok 10


Beban angin hisap tidak diperhitungkan karena akan memperingan struktur dan
selain itu angin tidak selalu berhembus.
Pembebanan searah sumbu X

D = (281,584 + 2,816q) kgm
L = 0
La = 102,394 kgm
H = 61,436 kgm
W = 65,625 kgm
E = 0
Kombinasi I
Mx = 1,4 D
= 1,4 (281,584 + 2,816q)
= 394,218 + 3,942q
Kombinasi II
Mx = 1,2 D + 1,6 L + 0,5 (La atau H)
= 1,2 (281,584 + 2,816q) + 1,6 x 0 + 0,5 x 102,394
= 389, 098 + 3,379q
Kombinasi III
Mx = 1,2 D + 1,6 (La atau H) + (
L
.L atau 0,8 W)
= 1,2 (281,584 + 2,816q) + 1,6 x 102,394 + 0,8 x 65,625
= 554,231 + 3,379q
Kombinasi IV
Mx = 1,2 D + 1,3 W +
L
.L + 0,5 (La atau H)
= 1,2 (281,584 + 2,816q) + 1,3 x 65,625 + 0 + 0,5 x 102,394
= 474,41 + 3,379q
Kombinasi V
Mx = 1,2 D 1,0 E +
L
.L
= 1,2 (281,584 + 2,816q) 0 + 0
= 337,901 + 3,379

Tugas Baja


Kelompok 10


Kombinasi VI
Mx = 0,9 D (1,3 W atau 1,0 E)
= 0,9 (281,584 + 2,816q) 1,3 x 65,625
= 338,738 + 2,534q
= 168,113 + 2,534q
Dipilih kombinasi terbesar, yaitu kombinasi III
Mx = 554,231 + 3,379q

Pembebanan searah sumbu Y

D = (49,291 + 0,493q) kgm
L = 0
La = 35,849 kgm
H = 10,755 kgm
W = 0
E = 0

Kombinasi I
My = 1,4 D
= 1,4 (49,291 + 0,493q)
= 69,007 + 0,69q
Kombinasi II
My = 1,2 D + 1,6 L + 0,5 (La atau H)
= 1,2 (49,291 + 0,493q) + 1,6 x 0 + 0,5 x 35,849
= 77,074 + 0,592q
Kombinasi III
My = 1,2 D + 1,6 (La atau H) + (
L
.L atau 0,8 W)
= 1,2 (49,291 + 0,493q) + 1,6 x 35,849 + 0,8 x 0
= 116,508 + 0,592q

Tugas Baja


Kelompok 10

Kombinasi IV
My = 1,2 D + 1,3 W +
L
.L + 0,5 (La atau H)
= 1,2 (49,291 + 0,493q) + 1,3 x 0 + 0,5 x 0 + 0,5 x 35,849
= 77,074 + 0,592q
Kombinasi V
My = 1,2 D 1,0 E +
L
.L
= 1,2 (49,291 + 0,493q) 0 + 0
= 59,149 + 0,592q
Kombinasi VI
My = 0,9 D (1,3 W atau 1,0 E)
= 0,9 (49,291 + 0,493q) 1,3 x 0
= 44,362 + 0,444q

Dipilih kombinasi terbesar, yaitu kombinasi III
My = 116,508 + 0,592q

4. DESAIN
Dicoba profil baja C dengan ukuran 6 x 10,5
A = 3,09 in
2
= 19,935 cm
2

d = 6 in = 15,24 cm
tw = 0,314in = 0,798 cm
T = 4
3
/
8
in = 11,11 cm
bf = 2,034 in = 5,167 cm
tf = 0,343 in = 0,871 cm
q = 10,5 lb/ft = 15,640 kg/m
Ix = 15,2 in
4
= 632,672 cm
4

Iy = 0,866 in
4
= 36,046 cm
4

Zx = 6,15 in
3
= 100,78 cm
3

Zy = 2,22 in
3
= 5,639 cm
3

1 lb = 0,454 kg
1 in = 2,54 cm
Tugas Baja


Kelompok 10

5. KONTROL
a) Kontrol Penampang
Dengan menggunakan mutu baja profil o = 2500 kg/cm
2
(BJ-41)
Sayap : = 966 , 2
871 , 0 . 2
167 , 5
. 2
= =
tf
bf

p = 752 , 10
250
170 170
= =
fy

Badan : = 85 , 13
11
4 , 152
= =
tw
h

p = 253 , 106
250
1680 1680
= =
fy

Karena < p, maka penampang kompak sehingga Mn = Mp

b) Kontrol Momen
Mnx = . Zx. Fy = 0,9 . 100,78 . 2500 = 226755 kgcm
Mny = . Zy. Fy = 0,9 . 18,845 . 2500 = 42401,25 kgcm
Mx = 554,231 + 3,379q = 554,231 + 3,379 x 15,640
= 607,079 kgm = 60707,9 kgcm < Mnx ...OK!
My = 116,508 + 0,592q = 116,508 + 0,592 x 15,640
= 125,767 kgm = 12576,7 kgcm < Mny ...OK!

c) Kontrol Geser
Vu Vn
Vn = 0,9 . 0,6 . fy . Aw
= 0,9 . 0,6 . 2500 . ( T . tw )
= 0,9 . 0,6 . 2500 . 11,11. 0,798
= 11968,8 kg
Vu = 1,2 D + 1,6 (La atau H) + (
L.
L atau 0,8 W)
= 1,2 (110 + 1,1 x 15,640) + 1,6 . 100 + 0,8 x 21
= 329,445 kg < 11968,8 kg ...OK!

Tugas Baja


Kelompok 10

d) Kontrol Lendutan
Lendutan maksimum yang diizinkan : f 1/240L (SNI 2002 6.4-1 hal 15)
Maka :
f = 1/240 x 500 = 2,08 cm

- Sumbu X

x
f =

(
(

(

+
(
(


Iy E
L P
Iy E
L q
y y tot
.
sin
.
48
1
.
sin
.
384
5
3
.
4
o o

=


+
(

+
046 , 36 10 . 1 , 2
250 35 sin 100
.
48
1
046 , 36 10 . 1 , 2
250 35 sin ) 640 , 15 1 , 1 110 (
.
384
5
6
3
6
4

x
f = 0,452 + 0,247= 0,699 cm
- Sumbu Y

y
f =

(
(

(

+
(
(


Ix E
L P
Ix E
L q
x x tot
.
cos
.
48
1
.
cos
.
384
5
3
.
4
o o

=

(
+
(

+
672 , 632 10 . 1 , 2
500 35 cos 100
.
48
1
672 , 632 10 . 1 , 2
500 35 cos ) 640 , 15 1 , 1 110 (
.
384
5
6
3
6
4
x

y
f = 0,638 + 0,161 = 0,799 cm

f total =
2 2
y x
f f +
=
2 2
799 , 0 699 , 0 + = 1,062 cm
Kontrol : f <
ijin
f

1,0624 cm < 2,08 cm OK!
e) Kontrol Tegangan
o =
y
y
x
x
W
M
W
M
+ s o
ijin

=
845 , 18
) 640 , 15 592 , 0 ( 508 , 116
780 , 100
) 640 , 15 379 , 3 ( 231 , 554 +
+
+

= 1533,502 kg/cm
2
s o
ijin
= 2500 kg/cm
2
...OK!
Tugas Baja


Kelompok 10

Anda mungkin juga menyukai