100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
808 tayangan15 halaman

Esp 32 BAB 2

Dokumen ini membahas tentang dasar teori ESP32, sensor suhu DHT22, sensor asap MQ2, dan protokol MQTT. Dokumen ini juga menjelaskan spesifikasi dan karakteristik masing-masing komponen.

Diunggah oleh

muhammadmuaz81
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
808 tayangan15 halaman

Esp 32 BAB 2

Dokumen ini membahas tentang dasar teori ESP32, sensor suhu DHT22, sensor asap MQ2, dan protokol MQTT. Dokumen ini juga menjelaskan spesifikasi dan karakteristik masing-masing komponen.

Diunggah oleh

muhammadmuaz81
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 DASAR TEORI


2.1.1 ESP 32
Espressif System memperkenalkan teknologi baru sebagai penerus ESP8266
adalah ESP32 dengan biaya rendah, daya system yang rendah pada chip
mikrokontroler dengan terintegrasi Wi-Fi, kemampuan mode Bluetooth ganda dan
lebih fleksibel dikarenakan hemat daya. ESP32 cocok digunakan untuk
pengaplikasian Internet Of Things ternyata sebagai pilihan yang dapat diandalkan
di lingkungan industri karena rentang suhu operasi yang luas. ESP32 dapat
bertindak secara mandiri yang lengkap dan bias juga bertindak sebagai perangkat
pendukung [5].

Gambar 2. 1 ESP32 [5]


Pada ESP 32 memiliki detail teknis dan fungsi seperti dijelaskan pada di
bawah ini :
a. Sistem dan Memori ESP32 adalah sistem dual-core dengan dua CPU
Harvard Architecture Xtensa LX6. Semua memori tertanam, memori
eksternal dan periferal terletak di bus data dan / atau bus instruksi CPU ini.

Rancang Bangun Pendeteksi Suhu dan Asap pada Panel Listrik Berbasis Internet of Things
menggunakan Message Queueing Telemetry Transport Di Jakarta Putri Lemuel,2020
Mikrokontroler memiliki dua inti - PRO_CPU untuk protokol dan
APP_CPU untuk aplikasi. Ruang alamat untuk data dan bus instruksi
adalah 4GB dan ruang alamat periferal adalah 512KB. Selain itu, memori
yang disematkan adalah 448KB ROM, 520KB SRAM dan dua memori
8KB RTC. Memori eksternal mendukung hingga empat kali 16MB
Flash[6]

Gambar 2. 2 Sruktur sistem ESP32[6]


b. Jam dan Timer ESP32 dapat menggunakan Phase Lock Loop (PLL) internal
320MHz atau kristal eksternal. Dimungkinkan juga untuk menggunakan
sirkuit berosilasi sebagai sumber clock pada 2-40MHz untuk menghasilkan
clock master CPU_CLK untuk kedua core CPU[6]
c. Diagram Blok dan Fungsi Struktur mikrokontroler ESP32 dirancang untuk
beroperasi di bawah protokol berikut - TCP / IP, MAC WLAN 802.11 b / g
/ n / e / i WLAN penuh, dan spesifikasi Direct Wi-Fi. Mikrokontroler dapat
menyediakan operasi Basic Service Set (BSS) STA dan SoftAP di bawah
protokol Fungsi Kontrol Terdistribusi (DCF). Ini juga mendukung operasi
grup P2P yang sesuai dengan protokol P2P Wi-Fi terbaru. Dengan
demikian, bisa beroperasi sebagai stasiun dan terhubung ke internet atau
server dan titik akses untuk menyediakan antarmuka pengguna untuk,
misalnya, smartphone yang menjalankan aplikasi seluler [6]

Rancang Bangun Pendeteksi Suhu dan Asap pada Panel Listrik Berbasis Internet of Things
menggunakan Message Queueing Telemetry Transport Di Jakarta Putri Lemuel,2020
Gambar 2. 3 Blok Diagram Fungsi ESP 32[6]
d. Pemrograman ESP32. Sistem operasi waktu-nyata pada ESP32 adalah
FreeRTOS yang merupakan open source, yang dirancang untuk sistem
tertanam dan menyediakan fungsi dasar untuk aplikasi tingkat yang lebih
tinggi. Fungsi inti adalah manajemen memori, manajemen tugas dan
sinkronisasi API [6]. Spesifikasi ESP 32 dapat dilihat pada Tabel 2.1
Tabel 2. 1 Spesifikasi ESP 32[5]
DETAIL
CPU Tensilica Xtensa LX6 32bit Dual-Core di
160/240MHz
SRAM 520 KB
FLASH 2MB (max. 64MB)
Tegangan Kerja 2.2V sampai 3.6V
Arus Rata-rata 80mA
Program Ya (C, C++, Python, Lua, dll)
Open Source Ya
Konektivitas
Wi-Fi 802.11 b/g/n
BluetoothⓇ 4.2BR/EDR + BLE
UART 3

Rancang Bangun Pendeteksi Suhu dan Asap pada Panel Listrik Berbasis Internet of Things
menggunakan Message Queueing Telemetry Transport Di Jakarta Putri Lemuel,2020
I/O
GPIO 32
SPI 4
I2C 2
PWM 8
ADC 18 (12-bit)
DAC 2 (8-bit)

2.1.2 Sensor Suhu DHT 22


DHT 22 memiliki keluaran sinyal digital terkalibrasi. DHT22 memanfaatkan
teknik pengumpulan sinyal digital dan teknologi penginderaan kelembaban,
memastikan keandalan dan stabilitasnya. elemen penginderaannya terhubung
dengan komputer chip tunggal 8 bit. Keunggulan dari sensor ini memiliki ukuran
yang lebih kecil dan jarak pengiriman yang cukup jauh sebesar 20m. DHT22
memiliki empat pin yang tersusun dalam baris tunggal sehingga memudahkan
koneksinya ke rangkaian[7].

Gambar 2. 4 DHT 22[7]


Spesifikasi teknis dari DHT 22 dapat dilihat pada Tabel 2.2 dan Gambar 2.5
merupakan dimensi dari DHT 22.

Rancang Bangun Pendeteksi Suhu dan Asap pada Panel Listrik Berbasis Internet of Things
menggunakan Message Queueing Telemetry Transport Di Jakarta Putri Lemuel,2020
Tabel 2. 2 Spesifikasi Teknis[7]

Gambar 2. 5 Dimensi DHT 22[7]


Dilihat dari Gambar 2.5 untuk urutan pin kaki DHT dimulai dari kiri kekanan,
seperti berikut :
 Kaki 1 Power Supply
 Kaki 2 Sinyal / Data
 Kaki 3 Null
 Kaki 4 Ground
Sensor DHT22 lebih akurasi dibandingkan dengan sensor suhu lainya, seperti
dapat dilihat pada Tabel 2.3 Hasil penelitian dari sensor DHT11,DHT22 dan
LM35. Pada DHT22 tingkat kesalahan nya data lebih kecil di bandingkan dengan
sensor yang lainnya[8]
Tabel 2. 3 Pengukuran kesalahan [8]

Rancang Bangun Pendeteksi Suhu dan Asap pada Panel Listrik Berbasis Internet of Things
menggunakan Message Queueing Telemetry Transport Di Jakarta Putri Lemuel,2020
2.1.3 Sensor MQ2 (Asap).
Sensor MQ-2 digunakan untuk mendeteksi gas dan asap yang mudah terbakar
di udara. Untuk mengatur senstifitas sensor MQ-2 dapat dilakukan dengan
memutar trimpot yang ada pada sensor. Jenis gas yang dapat dideteksi : LPG, i-
butane, propane, methane ,alcohol, Hydrogen, smoke[9].

Gambar 2. 6 Sensor MQ2[10]


Bagian pada sensor ini terdiri dari tabung aluminium dan dikelilingi
silikon serta pada pusatnya terdapat elektroda berbahan aurum di mana terdapat
element pembuat panas. Kumparan akan di panaskan jika terjadi pemanasan dari
SnO2 keramik menjadi sebagai penghantar sehingga melepaskan elektron jika
asap dideteksi oleh sensor dan keluaran sensor MQ2 merupakan tegangan analog.
MQ- 2 memiliki 6 buah masukan yang terdiri dari tiga buah power supply (Vcc)
sebasar
+5 volt untuk mengaktifkan heater dan sensor, Vss (Ground), dan pin keluaran
dari sensor tersebut. Untuk spesifikasi dilihat pada Tabel 2.4[9].
Tabel 2. 4 Spesifikasi Teknis MQ-2[9]
Jenis MQ2
Tipe Sensor Semikonduktor
Detection Gas Combustible gas and smoke
Concertration 300- 10000 ppm
Loop voltage (Vc) ≤ 24 Vdc
Circuit Heater voltage (Vh) 5.0 V± 0.2 V ACorDC
Load Resistance (Rl) Adjustable

Kondisi Suhu dan kelembapan 20°C ± 2°C : 65 % ± 5 %RH


Standart test circuit Vc: 5.0 V± 0.1 V ; Vh: 5.0 V± 0.1 V

Rancang Bangun Pendeteksi Suhu dan Asap pada Panel Listrik Berbasis Internet of Things
menggunakan Message Queueing Telemetry Transport Di Jakarta Putri Lemuel,2020
Preheat time Over 48 hours

Rancang Bangun Pendeteksi Suhu dan Asap pada Panel Listrik Berbasis Internet of Things
menggunakan Message Queueing Telemetry Transport Di Jakarta Putri Lemuel,2020
2.1.4 MQTT (Message Queueing Telemetry Transport)
Protokol yang digunakan untuk mengirimkan data berbasis pub/sub disebut
dengan Message Queueing Telemetry Transport. MQTT biasa digunakan pada
komunikasi mesin ke mesin dan perangkat Internet Of Things. MQTT memiliki
Quality of Service (QoS) relatif baik, tidak membutuhkan bandwidth yang banyak,
serta bersifat open source sehingga banyak library yang mendukung penggunakan
protokol ini. MQTT lebih ringan daripada protokol HTTP 1.1 dan dapat
diandalkan ketika digunakan untuk pengiriman data secara real-time[4]. Protokol
MQTT membutuhkan transportasi, byte stream dari client ke server atau server ke
client. Dimana TCP/IP digunakan sebagai porotokol transport. Jaringan yang
bersifat connectionless seperti User Datragram Protocol (UDP) jika digunakan
dapat berakibat reorder data.Broker pesan dibutuhkan untuk Pola pesan publish-
subscribe dimana broker yang akan mendistribusikan pesa kepada client. Jenis
tipw pesan pada protocol MQTT berbeda-beda, seperti terlihat pada gambar
2.7[11]

Gambar 2. 7 Sinyal- Sinyal kontrol MQTT[11]


Jenis-jenis pesan protokol MQTT:
1. Publish/subscribe message pattern yang menyediakan distribusi
message dari satu ke banyak dan decoupling aplikasi.
2. Messagging transport yang agnostic dengan isi dari payload.
3. Menggunakan TCP/IP sebagai konektivitas dasar jaringan. Terdapat tiga
level Qualities of Service (Qos) dalam penyampaian pesan[11]:
 “At most once”,Kehilangan pesan saat terjadi duplikasi dapat terjadi.
 “At least once”, Pesan tersampaikan walaupun duplikasi dapat
terjadi.
Rancang Bangun Pendeteksi Suhu dan Asap pada Panel Listrik Berbasis Internet of Things
menggunakan Message Queueing Telemetry Transport Di Jakarta Putri Lemuel,2020
 “Exactly once”, dimana pesan dapat dipastikan tiba tepat satu kali.

Rancang Bangun Pendeteksi Suhu dan Asap pada Panel Listrik Berbasis Internet of Things
menggunakan Message Queueing Telemetry Transport Di Jakarta Putri Lemuel,2020
Tabel 2. 5 Sinyal Kontrol MQTT [11] .
Mnemonic Penjelasan
Connet Client meminta untuk terhubung ke
server
Connack Connect acknowledfement
Publish Membagikan pesan
Puback Publish acknowledgement
Pubres Publish received-assured delivery
part 1
Pubrel Publish received-assured delivery
part 2
Pubcomp Publish complete-assured delivery
part 3
Subscribe Client penerima meminta
Suback Subscribe acknowledgement
Unsubscribe Client unsubscribe request
Unsuback Unsubscribe acknoeledgement
Pingreq ping Requent
Pingresp ping Response
Disconnect Client tidak terhubung

metode light weight melaksanakan perpesanan menggunakan model publish/


subscribe atau mempublikasikan /berlangganan merupakan metode dari MQTT.
Oleh sebab itu system MQTT cocok di terapkan pada Internet Of Things [11].

Gambar 2. 8 Arsitektur Protokol MQTT[11]


Pada model pub/sub MQTT bekerja sebagai broker yaitu penengah antara
publisher yang menjadi pengirim messages dan subscriber yang menjadi penerima
Rancang Bangun Pendeteksi Suhu dan Asap pada Panel Listrik Berbasis Internet of Things
menggunakan Message Queueing Telemetry Transport Di Jakarta Putri Lemuel,2020
messages, kemudian broker akan menyaring data sesuai topik tertentu dan
meneruskannya kepada para subscibers. MQTT memiliki beberapa karakteristik
sebagai berikut[4]:
 Simpel, karena MQTT bertujuan untuk dapat bekerja pada perangkat yang
memiliki sumber daya rendah
 Tidak membutuhkan administrator, sehingga dapat otomatis merespon
terhadap hal yang tidak diinginkan.
 Dapat meminimalisasi data yang dikirimkan, agar tetap menjaga efisiensi
bandwidth.
 Fleksibel, dapat memproses segala jenis data.
2.1.5 Internet Of Things(IoT)
Kevin Ashton pada tahun 1999 memperkenalkan Internet Of Things untuk
pertama kali. Meski telah di perkenalakn sejak lebih dari 20 tahun, sampai saat ini
untuk definisi Internet Of Things belum adan consensus Global. Secara umum
Internet Of Things diartikan dengan sebuah kemampuan berhubungan antara
objek cerdas dengan obhek lainnya melalui internet. Dimana pengaplikasiannya
telah banyak dilakukan, contohnya dalam bidang pangan, elektronik, koleksi,
peralatan apa saja, termasuk benda hidup yang saling terkoneksi dengan jaringan
internet lokal. Faktor yang paling riskan dari penggunaan Internet Of Things yaitu
masalah keamanan data konsumen dan sistem. [10]

Gambar 2. 9 Konsep Internet Of Things[10]


Pada proses pengiriman dan penampilan data berbasis Internet Of Things
dengan mikrokontroler ESP32 berikut adalah beberapa syarta yang harus di
perahatikan :

Rancang Bangun Pendeteksi Suhu dan Asap pada Panel Listrik Berbasis Internet of Things
menggunakan Message Queueing Telemetry Transport Di Jakarta Putri Lemuel,2020
1. Persyaratan Umum
memiliki laptop atau komputer dan jaringan internet sendiri.
2. Persyaratan Teknis
a. Aplikasi driver CP210x USB to UART yang digunakan untuk
berkomunikasi dengan perangkat ESP32.
b. Aplikasi Arduino ide, program / software yang digunakan sebagai
developer pada lingkungan Arduino
c. Perangkat ESP 32
Setelah semua persyaratan sudah lengkap maka akan dilakukan proses sebagai
berikut :
1. Menginstal Driver CP210x
2. Periksa hasil instalasi perangkat lunak dengan cara membuka Device
Manager pada Windows
3. Menyambungkan kabel microUSB ke ESP32 dan menyambungkan ujung
lainnya ke laptop. Lihat apakah ada Port yang mengikuti format COMx di
mana x adalah angka.
4. Menginstal Arduino ide
5. Menginstal Arduino ESP32 Core,
Diperlukan untuk menggunakan Arduino Framework pada papan berbasis
ESP32. Pada Arduino IDE, lakukan:
a. Buka File lalu klik Preferensi
b. Temple tautan https://dl.espressif.com/dl/package_esp32_index.json ke
“the Additional Boards Manager URLs form”
c. Buka menu Tools, lalu klik Board, lalu klik Board Manager di bagian atas
daftar.
d. Cari esp32 di bilah pencarian dari dialog manajer papan.
e. Lalu install Arduino esp 32 core
1. Lakukan setting com part pada Arduino ide
2. Salin libraries dan source code ke dokumen Arduino
3. Menginstal libraries pada Arduino ide

Rancang Bangun Pendeteksi Suhu dan Asap pada Panel Listrik Berbasis Internet of Things
menggunakan Message Queueing Telemetry Transport Di Jakarta Putri Lemuel,2020
2.1.6 Alarm ( Buzzer)
Komponen untuk membangkitkan suara adalah Buzzer dimana komponen ini
mengubah sinyal elektrik kembali menjadi getaran yang menghasilkan gelombang
suara. Berikut adalah gambar Buzzer[1].

Gambar 2. 10 Buzzer [1]


2.2 Penelitian Terdahulu
Makalah [1] memberikan solusi upaya penyelamatan bagi siswa jika terjadi
kebakaran dikelas yang membuat siswa terperangkap dengan mengusulkan
solusi “Help Me” menggukan sensor PIR yang mendeteksi gerakan dan
Arduino Uno yang berfungsi untuk mengolah data yang diterima dari sensor
dan diteruskan ke buzzer. Dimana suara yang dihasilkan oleh Buzzer membuat
tim penyelamat mampu mengetahui lokasi korban ada dimana. Pada penelitian
ini memiliki kelemahan terhadap delay waktu dari pegiriman data yang
didapat oleh sensor PIR dan kurang efektif terhadap pencarian bunyi sumber,
penilitian ini dapat dikembangkan dengan menggunakan bantuan Internet Of
Things untuk mempermudah menemukan lokasi mana yang bermasalah.
Makalah [2] menyatakan Asap sebagai partikel kecil di udara yang di
hasilkan dari pembakaran tidak sempurna. Dimana penyebab utama korban
meninggal dalam kebakaran dikarenakan keracunan asap yang berlebihan.
Dari kasus diatas, dilakukan lah pencegahan dengan Teknologi pengiriman
sms jika terdeteksinya asap. Pada penelitian ini memiliki kelemahan terhadap
jarak cakupan dimana alat hanya dapat bekerja pada jarak ± 4 M, oleh sebab
itu perlu di perbarui dengan menggunakan sistem yang berbasis Internet Of
Things sehingga dapat bekerja pada jarak yang lebih jauh lagi.

Rancang Bangun Pendeteksi Suhu dan Asap pada Panel Listrik Berbasis Internet of Things
menggunakan Message Queueing Telemetry Transport Di Jakarta Putri Lemuel,2020
Makalah [3] menyatakan lahan gambut merupakan ekosistem yang tidak
terurai sehingga menyebabkannya kebakaran. Pada penelitian ini diteraokan
sistem WSN dengan topologi tree untuk mendeteksi dini kebakaran dengan
bantuan system Internet Of Things. Dimana Arduino digunakan sebagai
prosesor dari sensir node dan banana Pi sebagai server system keseleuruhan.
Hasil dari sistem keseluruhan dapat dilihat pada tampilan halaman Web yang
dapat menampilkan informasi suhu permukaan lahan gambut. Pada penelitiah
ini memiliki kelemahan berupa kurang ekonomisnya harga dari modul banana
pie dan adanya delay yang cukup lama pada Webserver oleh sebab itu
dibutuhkan penggunaan Web server broker MQTT yang dapat memperkecil
delaynya.
Makalah [4] menyatakan komunikasi antar perangkat dapat dilakukan
dengan berbagai cara, salah satunya adalah model Publish / Subscribe yang
menggunakan protokol MQTT. Dari kekurangan yang ada pada JSON seperti
waktu pemrosesan yang cukup lama, Google belum lama ini memperkenalkan
format data baru yang bernama flatbuffers. Flatbuffers memiliki proses
serialisasi format data yang lebih baik ketimbang format data lainnya. Pada
paper ini akan membahas implementasi dan pengujian terhadap peforma
format data Flatbuffers yang dibandingkan dengan format data lainnya melalui
model komunikasi MQTT Publish / Subscribe. Pengujian dilakukan dengan
melakukan pengukuran nilai payload, latency dan throughput yang diperoleh
dari setiap format data. Hasil pengujian menunjukan bahwa format data
Flatbuffers sangat baik digunakan sebagai format penyimpatan data dengan
latency pada pemrosesan data sebesar 0.5002 ms dan throughput 518.4649
byes/ms dengan payload 0.99618949 byte/karakter.
Makalah [5] menyatakan sistem pemompaan air surya otomatis berbiaya
rendah untuk irigasi di negara berkembang. Modul sensor yang diprogram
mendeteksi suhu, kelembaban, tingkat kelembaban tanah dan mengirimkan
informasi ke mikrokontroler ESP32. Berdasarkan informasi dan kondisi batas,
mikrokontroler memutuskan untuk memulai atau menghentikan motor pompa.
Mikrokontroler ESP32 juga mengirimkan hasil ke server Web sehingga
pengguna dapat melihatnya. Pengguna dapat mengoperasikan sistem irigasi

Rancang Bangun Pendeteksi Suhu dan Asap pada Panel Listrik Berbasis Internet of Things
menggunakan Message Queueing Telemetry Transport Di Jakarta Putri Lemuel,2020
jauh dari lapangan dengan mengklik sederhana pada ponsel. Sistem ON / OFF
manual juga dimasukkan ke dalam desain yang diusulkan. Pada penilitian ini
dapat dikembangkan dengan penggunaan Web server MQTT yang dapat
mempekecil waktu delay.
Makalah [6] menyatakan produk terbaru Espressif Systems ESP32 yang
dirancang untuk Internet of Things dan proyek yang terkait dengan sistem.
ESP32 adalah sistem berbiaya rendah, rendah daya pada serangkaian chip
yang memiliki kemampuan Wi-Fi, Bluetooth dan struktur yang sangat
terintegrasi ditenagai oleh mikroprosesor Tensilica Xtensa LX6 dual-core.
Makalah ini memberikan analisis komparatif ESP32 dengan beberapa pesaing
pasar lainnya dan memperkenalkan spesifikasi mikrokontroler, fitur, dan detail
pemrograman. Osiloskop nirkabel portabel yang didasarkan pada ESP-
WROOM-32 dan aplikasi seluler dijelaskan secara rinci sebagai contoh
keberhasilan implementasi praktis perangkat.
Makalah [10] menyatakan.kasus kebakaran dapat dicegah dengan banyak
cara yang dapat digunakan. Dimana penelitian ini menghasilkan sebuah sistem
yang mensimulasikan pendeteksi kebakaran. Seluruh komponen yang terdiri
dari MQ2,LM35, ESP8266 tersebut dikontrol dengan menggunakan Arduino
uno. Alat ini sangat fleksibel karena dapat diakses dimana pun dengan bantuan
internet. Dengan diciptakannya alat ini, proses pemantauan suatu lokasi atau
ruangan dapat dilakukan dengan mudah dan aman. Pengujian alat dilakukan
dan mendapatkan tingkat akurasi sensor suhu LM35 sebesar 98,6%. Pada
penelitian penggunaan modul mikrokontroler yang berlebihan dimana dapat
dikembangkan dengan satu modul saja yaitu ESP32.
Makalah [12] menyatakan banyak nya terjadi kebakaran hutan di Indonesia
karena kurnagnya sumber fasilitas yang ada, oleh sebab itu dibuatlah alat yang
dapat mendeteksi kebakan hutan dengan bantuan sistem Internet Of Things
serta mampu mengirimkan SMS kepada pihak penanggung jawab dan yang
berkepentingan. Pada penelitian ini dapat dikembangkan dengan penggunaan
Web server MQTT yang dapat mempekecil waktu delay, dan pengubahan
sensor suhu LM35 menjadi DHT22 dikarenakan sensitivitas dari DHT22 lebih
sensitive dan tingkat error lebih kecil dibandningkan LM35.

Rancang Bangun Pendeteksi Suhu dan Asap pada Panel Listrik Berbasis Internet of Things
menggunakan Message Queueing Telemetry Transport Di Jakarta Putri Lemuel,2020

Anda mungkin juga menyukai