Anda di halaman 1dari 44

7/15/2019 Laporan PKP

Agus Ansori

Sidebar
• Classic
• Flipcard
• Magazine
• Mosaic
• Sidebar
• Snapshot
• Timeslide

Nov
8

Laporan PKP PAUD

LAPORAN
PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL
(PAUD 4501)

Upaya meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak melalui Bermain Puzzle

pada Anak Kelompok B di TK Pertiwi 1 Banyurip, Kecamatan


Sambungmacan, Kabupaten Sragen
Tahun Pelajaran 2011/2012

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 1/44
7/15/2019 Laporan PKP

Disusun oleh :

Nama : DWI GINARSIH


NIM : 821158079
Program : S1 PG PAUD
Pokjar : Sambungmacan

FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS TERBUKA

UPBJJ SURAKARTA
2011.2
LAPORAN PENGESAHAN
LAPORAN PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL
(PAUD 4501)

Nama Mahasiswa : DWI GINARSIH

NIM : 821158079
Program Studi : S1 PG PAUD
Tempat Mengajar : TK Pertiwi 1 Banyurip
Tanggal Pelaksanaan : Siklus I = 17 Oktober – 22 Oktober 2011
Siklus II = 24 Oktober – 29 Oktober 2011

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 2/44
7/15/2019 Laporan PKP

: Upaya meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak melalui Bermain Puzzle pada Anak Kelompok
B di TK Pertiwi 1 Banyurip, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran
2011/2012

Sragen, Oktober 2011

Mengetahui Mahasiswa

Tutor Pembimbing

Drs. ANWARUL HADI, M.Pd. DWI GINARSIH

NIM. 821 158 079

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 3/44
7/15/2019 Laporan PKP

MOTTO

 Hidup adalah sebuah perjuangan.


 Pengalaman adalah guru yang terbaik.
 Jadikan hidupmu suatu pelajaran, janganlah kau anggap sebagai beban.
 Pendidikan adalah perhiasan diwaktu senang dan tempat berlindung di waktu susah.
 Tiada kekal kehidupan di dunia ini, perbanyaklah untuk beribadah.

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 4/44
7/15/2019 Laporan PKP

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, serta
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas berupa Laporan Pemantapan
Kemampuan Profesional (PKP) pada anak Kelompok B di TK Pertiwi 1 Banyurip, Kecamatan
Sambungmacan, Kabupaten Sragen.
Laporan ini dibuat untuk dapat memenuhi salah satu tugas dalam mata kuliah
Pemantapan Kemampuan Profesional (PAUD 4501).
Program S1 PG PAUD ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan dari berbagai
pihak. Maka pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada :
1. Ir. Muhammad Kholis, M.Si. selaku UPBJJ UT Surakarta.
2. Drs. Anwarul Hadi, M.Pd. selaku Tutor Pembimbing.
3. Drs. Mulyono, M.Pd. selaku Koordinator Bantuan Belajar dan Layanan BAHAN Ajar UPBJJ
UT Surakarta.
4. Sri Indarti, S.Pd. selaku Supervisor 2.
5. Tri Wahyuni, S.Pd. selaku Kepala TK Pertiwi 1 Banyurip.
6. Bapak, Ibu serta kakak-kakakku tercinta.
7. Semua pihak kami tidak menyebutkan satu-persatu.

Kami berharap semoga semua ibadahnya diterima Allah SWT dan selalu mendapatkan
Ridho_Nya.
Kami menyadari sepenuh hati bahwa laporan ini masih terdapat banyak kekurangan,
maka saran yang membangun sangat kami harapkan. Akhir kata semoga laporan ini bermanfaat
dan diterima.

Sragen, Oktober 2011


Penulis

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 5/44
7/15/2019 Laporan PKP

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...............................................................................................
LEMBAR PENGESAHAN.....................................................................................
MOTTO ...................................................................................................................
KATA PENGANTAR.............................................................................................
DAFTAR ISI............................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah....................................................................
B. Rumusan Masalah..............................................................................
C. Tujuan Perbaikan ..............................................................................
D. Manfaat Perbaikan.............................................................................
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Kemampuan Kognitif........................................................................
B. Implikasi Perkembangan Kognitif dengan Kecerdasan Logika Berhitung
C. Bermain.............................................................................................
D. Puzzle................................................................................................
E. Kerangka Berpikir.............................................................................

BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN


A. Subyek Penelitian..............................................................................
B. Prosedur Penelitian............................................................................
C. Deskripsi Per Siklus...........................................................................
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Per Siklus...........................................................................
B. Pembahasan dari setiap Siklus...........................................................
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan........................................................................................
B. Saran..................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 6/44
7/15/2019 Laporan PKP

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Pendidikan merupakan proses penyesuaian diri secara timbal balik (memberi dan
menerima pengetahuan). Sasaran tugas dan fungsi pendidikan adalah manusia yang senantiasa
tumbuh dan berkembang mulai dari periode kandungan ibu sampai meninggal dunia. Oleh
karena itu, fungsi pendidikan adalah menyediakan fasilitas yang dapat memungkinkan tugas
pendidikan berjalan lancar dan mempersiapkan peserta didik untuk dapat hidup di kelak
kemudian hari dan sebagai sumber peraturan yang akan digunakan sebagai pegangan hidup dan
pegangan langkah pelaksanaan oleh tenaga pendidik. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD))
merupakan proses interaksi antara pendidik (orang tua, pengasuh, guru) dengan anak usia dini
secara terencana untuk mencapai suatu tujuan.
Pendidikan Taman Kanak-kanak merupakan salah satu bentuk pendidikan pra sekolah
yang terdapat di jalur pendidikan sekolah (PP No.27 Tahun 1990). Sebagai lembaga pendidikan
pra sekolah, tugas utama TK adalah mempersiapkan anak dengan memperkenalkan berbagai
pengetahuan, sikap perilaku, keterampilan dan intelektual agar dapat melakukan adaptasi dengan
kegiatan belajar yang sesungguhnya di sekolah dasar.

Tujuan pendidikan Taman Kanak-kanak adalah membantu meletakkan dasar ke arah


perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik
dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan
selanjutnya (Depdikbud, 1998 : 2). Untuk mencapai tujuan semua itu, perlu perhatian khusus
terutama pendidikan sejak dini yaitu sebuah pendidikan di taman kanak-kanak yang dapat
menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan kurikulum yang berlaku agar anak
dapat mengembangkan seluruh kemampuan yang dimilikinya sesuai dengan tahap
perkembangannya.
Masa kanak-kanak merupakan masa golden age (usia emas). Pada masa ini pertumbuhan
dan perkembangan anak akan berkembang secara pesat dan optimal. Oleh karena itu peran orang
tua dan guru sangat penting dalam membantu mengembangkan potensi-potensi yang ada pada
diri anak.

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 7/44
7/15/2019 Laporan PKP

Menurut J. Piaget dalam Yuliani Nurani Sujiono (2004 : 3.4) menyatakan bahwa
perkembangan kognitif anak usia dini berada pada tahapan praoperasional yaitu anak
menggunakan simbol dan penyusunan tanggapan internal. Pada masa ini anak masih berada pada
tahap belajar sambil bermain (learning by doing). Sesuai dengan prinsip belajar di TK yaitu
belajar seraya bermain.
Berdasarkan pengamatan terhadap kegiatan pengembangan kognitif di TK Kelompok B
ditemukan masalah yang berkaitan dengan kemampuan anak dalam menghitung angka 1-10
dengan benda-benda/puzzle yang tersedia di sekolah dan di alam sekitar kehidupan anak. Hal ini
ditandai adanya beberapa kondisi yaitu : a). anak cenderung dapat menyebutkan bilangan namun
tidak tahu jumlah bendanya, dari 20 anak hanya ada 5 anak (25%) saja yang mampu
menyebutkan nama bilangan sesuai dengan bendanya, b). anak belum terbiasa menggunakan
benda di sekolah yang tersedia seperti puzzle untuk sarana atau media berhitung, c). anak kurang
berkonsentrasi, lebih cenderung bersendau gurau sendiri dengan temannya, jika guru sedang
menjelaskan, d). anak masih sering keliru atau terbalik dalam menuliskan angka, e). dari 20 anak
hanya 50% saja yang dapat menyebutkan angka dan menuliskannya dengan benar.
Pada umumnya anak kesulitan dalam memecahkan soal berhitung. Hal ini disebabkan
siswa terlebih dahulu merasa ketakutan terhadap kegiatan berhitung. Selain itu anak kurang
berminat terhadap berhitung karena kemampuan intelegensinya tidak mampu untuk memecahkan
soal-soal berhitung. Oleh karena itu mereka sering mencari kesibukan sendiri dan suka ramai

dengan temannya, jika guru menjelaskan di depan kelas.


Mengingat masalah di atas, apabila tidak segera diatasi dan diselesaikan akan berakibat
munculnya masalah-masalah baru seperti anak akan semakin kesulitan menerima materi
berikutnya dan anak kurang menyenangi pelajaran berhitung. Sehubungan dengan itu penulis
ingin memecahkan permasalahan yang terjadi dengan metode belajar sambil bermain puzzle.
Dengan bermain puzzle diharapkan tingkat kemampuan anak akan meningkat dan akhirnya anak
akan menyukai pelajaran berhitung.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas, maka masalah dalam penelitian
ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 8/44
7/15/2019 Laporan PKP

“Apakah dengan bermain puzzle dapat meningkatkan kognitif anak dalam berhitung 1-10 pada
anak Kelompok B di TK Pertiwi 1 Banyurip, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen
Tahun Pelajaran 2011/2012?”

C. Tujuan Perbaikan
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan perbaikan pembelajaran dalam
penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan kognitif anak TK Kelompok B dalam berhitung
1-10 melalui metode bermain puzzle di TK Pertiwi 1 Banyurip, Kecamatan Sambungmacan,
Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2011/2012.

D. Manfaat Perbaikan
Perbaikan pembelajaran ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Anak TK Kelompok B dapat berhitung 1-10 melalui media bermain puzzle yang menyenangkan
dan bermakna, sehingga dapat menumbuhkan minat anak dalam berhitung sambil bermain sesuai
dengan kebutuhan anak.
2. Anak dapat termotivasi dalam belajar di bidang pengembangan kognitif.
3. Kemampuan anak dalam berhitung dengan bermain puzzle dapat meningkat.
4. Bagi guru dapat menambah wawasan tentang stimulasi yang tepat dalam merangsang

perkembangan kognitif anak dan berhitung 1-10 melalui metode bermain puzzle yang bervariatif.
5. Bagi orang tua agar dapat memfasilitasi dan memotivasi anak dalam berhitung dari 1-10 melalui
media bermain puzzle yang bervariatif.

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 9/44
7/15/2019 Laporan PKP

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Kemampuan Kognitif
Kemampuan kognitif merupakan salah satu kemampuan dasar yang dimiliki anak usia 3-4
tahun. Apabila kita bicara kemampuan dasar, maka kita akan menghubungkannya dengan istilah
“potensi”. Dalam banyak buku psikologi potensi sering diartikan sebagai pembawaan sejak lahir
atau kesanggupan untuk berkembang yang dimiliki seorang manusia sejak lahir (Lubis, 1986 :
1.29). Ketika seorang manusia sejak lahir ia membawa segudang potensi, namun potensi tersebut
harus didukung oleh orang dewasa yang ada di sekitarnya agar dapat berkembang secara optimal
dan maksimal.
Perkembangan kognitif merupakan perkembangan dari pikiran. Pikiran merupakan bagian
dari otak, bagian yang digunakan untuk bernalar, berpikir dan memahami sesuatu. Setiap hari
pemikiran anak berkembang ketika mereka belajar tentang orang yang ada di sekitarnya. Belajar,
berkomunikasi dan membaca mendapatkan lebih banyak pengalaman lainnya, kognitif dapat
diartikan sebagai kemampuan verbal, kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan untuk
beradaptasi dan belajar dari pengalaman hidup sehari-hari (Santrock, 2001 : 2.24). Kemampuan
kognitif senantiasa berkembang dan sering kali kita menyebutkan dengan istilah lebih intelek dan

cerdas. Kemampuan kognitif dapat berkembang dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor gen
(pembawaan) dan lingkungan.

B. Implikasi Perkembangan Kognitif dengan Kecerdasan Logika Berhitung


Perkembangan kognitif menurut J. Piaget dalam Yuliani Nurani Sujiono (2004 : 6.12)
mengatakan bahwa kemampuan seseorang untuk merasakan dan mengingat serta membuat
alasan dan berimajinasi. Agar perkembangan berjalan optimal maka stimulasi perlu diberikan
secara terus menerus dan berkesinambungan. Beberapa kegiatan yang dapat mengasah logika
matematika kepada anak :
1. Mengenai bentuk geometri
Pada anak usia 4 tahun pengenalan bentuk bisa dilakukan dengan mengelompokkan berdasar
bentuk yang sama dengan ukuran dan warna, mengurutkan dari yang kecil ke besar dan
sebagainya.

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 10/44
7/15/2019 Laporan PKP

2. Mengenal bilangan melalui bermain


Bermain tebak-tebakan dengan menghitung jumlah mainan, menebak penjumlahan dan
pengurangan sederhana serta menyajikan lagu-lagu yang berkaitan dengan bilangan dan
membantu anak mengenal bilangan.
3. Menyelesaikan puzzle
Menyusun puzzle adalah salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengasah kemampuan
menggunakan logika. Puzzle tidak harus selalu yang sudah tersedia, kita dapat membuat sendiri
bersama anak-anak.
4. Pengenalan pola
Kemampuan melihat pola dapat dikembangkan dengan mengajak anak melakukan pengamatan,
misalnya ; mengamati bahwa air mengalir ke tempat yang paling rendah, air selalu berubah
bentuk mengikuti wadah yang ditempatinya dan lain-lain.
5. Eksperimen di alam
Dapat dilaksanakan dengan melakukan pengamatan dengan anak di alam terbuka, misalnya
mengamati jumlah kendaraan yang berlalu lalang di dekat sekolah dan lain-lain.

C. Bermain
1. Pengertian Bermain
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bermain diartikan sebagai melakukan sesuatu

untuk bersenang-senang. Jadi seorang anak yang bermain berarti anak itu sedang melakukan
aktivitas yang menyenangkan bagi dirinya. Bermain adalah kegiatan yang dilakukan berulang-
ulang demi kesenangan, tanpa ada tujuan atau sasaran yang hendak dicapai.
2. Karakteristik Bermain
Ada 5 karakteristik bermain yaitu sebagai berikut :
a) Bermain merupakan sesuatu yang menyenangkan dan memiliki nilai yang positif bagi anak.
b) Bermain berasal dari motivasi yang muncul dari dalam diri anak.
c) Bermain sifatnya spontan dan sukarela, bukan merupakan kewajiban.
d) Bermain senantiasa melibatkan peran aktif anak. Anak benar-benar aktif dalam kegiatan
tersebut, baik secara fisik maupun mental.
e) Bermain memiliki hubungan sistematik yang khusus dengan sesuatu yang bukan bermain.
Seperti kemampuan kreativitas, memecahkan masalah kemampuan berbahasa, kemampuan
bersosialisasi dengan teman sebaya.

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 11/44
7/15/2019 Laporan PKP

3. Arti Bermain bagi Anak


Berdasarkan pengamatan dan pengalaman dan hasil penelitian para ahli dalam Montolalu (2005 :
1/3) dikatakan bahwa bermain mempunyai arti sebagai berikut :
a) Anak memperoleh kesempatan mengembangkan potensi-potensi yang ada padanya.
b) Anak akan menemukan dirinya, yaitu kekuatan dan kelemahannya serta juga minat dan
kebutuhannya.
c) Memberikan peluang bagi anak untuk berkembang seutuhnya bagi fisik, intelektual, bahasa dan
perilaku.
d) Anak terbiasa menggunakan seluruh aspek panca inderanya sehingga terlatih dengan baik.
e) Secara ilmiah memotivasi anak mengetahui sesuatu lebih mendalam lagi.
4. Implementasi Arti Bermain
Sudah kita ketahui bersama bahwa prinsip belajar di TK adalah “belajar seraya bermain”.
Sesuai dengan yang dikemukakan oleh Montolalu (2005 : 1.3) bahwa pembelajaran menjadi
bermakna karena hal berikut ini :
a) Bermain itu belajar, melalui bermain anak memperoleh kesempatan pengalaman,
bereksperimen, dan menumbuhkan ras aingin menyelidiki sesuatu yang akan memperkaya
pengetahuannya.
b) Bermain itu bergerak, kegiatan bermain merangsang anak menggunakan motorik kasar dan
halus, serta mengembangkan kesadaran anak akan kemampuan tubuhnya ketika ia

menggunakannya.
c) Bermain membentuk perilaku, saat bermain tampak jelas perilaku anak baik moral, nilai agama,
emosi/perasaan, kemampuan bersosialisasi dan disiplin dengan tujuan anak tumbuh menjadi
pribadi yang matang dan mandiri.

D. Puzzle
Seperti yang disadur dari www.jigsaw.org/jigsaw-puzzle-histoy.html (2007). Puzzle
adalah permain menyelesaikan masalah dengan mengandung tantangan. Seringkali puzzle
merupakan suatu bentuk hiburan, tetapi juga dapat menyelesaikan masalah matematika dan
logika. Penyelesaian masalah puzzle dapat membutuhkan pola dan membuat susunan tertentu.
Terdapat bermacam-macam puzzle, di antaranya adalah : jigsaw, crossword, tower of hanoi, dan
lain-lain. Puzzle jigsaw pada awalnya digunakan pada tahun 1970-an. Pada saat orang Eropa
membuat peta dengan menempelkan peta pada kayu dan memotongnya menjadi kepingan yang

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 12/44
7/15/2019 Laporan PKP

kecil. Puzzle tersebut mulai digunakan sebagai alat pembelajaran geografi. Perkembangan
selanjutnya pembuatan puzzle jigsaw menggunakan karton atau styrofoam dan berbentuk tiga
dimensi. Akhir-akhir ini dapat dimainkan pada komputer (Tunner, 2001 : 159) dalam http:en-
wikipedia.org/wiki/whodunit.
Kebanyakan jigsaw puzzle persegi, persegi panjang atau bulat dengan potongan tepi yang
memiliki satu sisi yang baik lurus atau melengkung dengan lancar untuk menciptakan bentuk,
ditambah dengan empat potong sudut jika teka-teki adalah persegi atau persegi panjang.
Beberapa teka-teki jigsaw memiliki potongan-potongan yang dipotong seperti semua sisa
potongan interlocking, tanpa tepi yang halus, untuk membuat mereka lebih menantang, teka-teki
lainnya dirancang sehingga bentuk-bentuk keseluruhan teka-teki angka, seperti binatang.
Potongan-potongan tepi dapat bervariasi lebih dalam kasus ini. http://en-
wikipedia.org/wiki/file:jigsaw puzzling at OCP.jpg.
Pada anak usia dini permainan puzzle biasanya berbentuk leg puzzle atau teka-teki.
Permainan ini dari triplek yang terdiri dari satu bagian dengan ukuran yang sama. Satu bagian
dibuat lukisan sederhana misalnya seekor ayam sedang makan atau gambar lainnya. Triplek yang
dilukis dipotong menjadi 10-12 keping. Tujuan permainan ini adalah agar anak mengenal bentuk,
melatih daya pengamatan dan daya konsentrasi anak serta melatih keterampilan jari-jari anak.
Cara kerjanya adalah keping-keping diambil kemudian dikembalikan menurut bentuk semula.

E. Kerangka Berpikir
Kerangka pemikiran pada dasarnya adalah merupakan uraian penalaran untuk bisa sampai
pada pemberi jawaban sementara atas masalah yang dirumuskan. Kerangka berpikir yang
peneliti rencanakan adalah sebagai berikut :

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 13/44
7/15/2019 Laporan PKP

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 14/44
7/15/2019 Laporan PKP

BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN

A. Subyek Penelitian
1. Lokasi penelitian
Lokasi penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian untuk
memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini di TK Pertiwi 1 Banyurip, Kecamatan
Sambungmacan, Kabupaten Sragen.
2. Waktu penelitian

Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian ini dilaksanakan. Penelitian ini
dilaksanakan 2 siklus :
a) Siklus pertama dilaksanakan pada tanggal.
b) Siklus kedua dilaksanakan pada tanggal.
c) Tiap siklus ada 5 kali pertemuan.
d) Subyek pertemuan waktunya pukul 07.30 – 10.00 Wib.
3. Subyek penelitian
Subyek penelitian adalah anak-anak kelompok B TK Pertiwi 1 Banyurip, Kecamatan
Sambungmacan, Kabupaten Sragen dengan jumlah siswa 21 anak, laki-laki 10, perempuan 11
anak.

B. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian yang akan dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Prosedur yang akan dilalui adalah observasi awal sebelum diadakannya tindakan dan serta
refleksi diri guru terhadap pembelajaran awal yang telah dilakukan. Hasil observasi awal
dianalisis dan diolah bersama-sama antar guru (peneliti) dan rekan sejawat (pengamat) untuk
dibuat tindakan yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah yang timbul pada siswa, guru dan
pembelajaran.
Dalam proses pembelajaran dilaksanakan observasi baik terhadap guru, siswa, proses dan
hasil pembelajaran. Tindakan dilakukan dengan 2 siklus (tahap), dan setiap siklus melalui

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 15/44
7/15/2019 Laporan PKP

tahapan-tahapan : perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan/observasi


(observing) dan refleksi (reflecting).
Hasil observasi awal yang dianalisis dan diolah menjadi rencana tindakan Siklus I
dianalisis serta direfleksi untuk acuan pelaksanaan pada Siklus II. Hasil observasi pada Siklus I
dan II dianalisis dan diolah datanya dan dijadikan bahan laporan hasil penelitian. Sehingga pada
tahap penelitian dihasilkan laporan penulisan dan pelaporan hasil penelitian.

C. Deskripsi Per Siklus


1. Siklus pertama
a). Perencanaan tindakan
Sebelum penelitian dilaksanakan, terlebih dahulu penulis menyampaikan keadaan awal
tentang kegiatan yang dilaksanakan di TK Pertiwi 1 Banyurip, Kecamatan Sambungmacan,
Kabupaten Sragen.
Pada siklus pertama, terlebih dahulu guru membuat suatu rencana kegiatan yaitu :
1) Membuat rancangan satu siklus.
2) Membuat Rancangan Kegiatan (RK) siklus ke-1.
3) Membuat Rencana Kegiatan Harian (RKH) selama 5 hari.
4) Membuat skenario perbaikan untuk 5 hari.
5) Menyiapkan alat peraga (puzzle)

Dari lima rencana kegiatan tersebut, pelaksanaan per RKH ada rincian waktu sebagai
berikut :
1) Kegiatan awal ± 30 menit
Pada kegiatan awal dilakukan kegiatan secara rutin yaitu berbaris, berdo’a, salam, absen,
kemudian dengan kegiatan menyanyi, tanya jawab, atau bercakap-cakap dengan tema yang
sedang berlangsung.
2) Kegiatan inti ± 60 menit
Kegiatan ini merupakan pokok dari kegiatan yang bisa dilakukan secara observasi,
penugasan, unjuk kerja, hasil karya dan sebagainya.
3) Kegiatan istirahat ± 30 menit
Dalam kegiatan istirahat anak terbiasa makan bekal bersama lalu melakukan kegiatan
bermain di luar kelas.
4) Kegiatan akhir ± 30 menit

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 16/44
7/15/2019 Laporan PKP

Kegiatan akhir diisi dengan mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan seharian yaitu
dengan memberi penguatan kepada anak yang lebih berhasil dan memberi bimbingan bagi anak
yang kurang berhasil. Selanjutnya anak-anak bisa diajak bernyanyi, bercakap-cakap, bercerita
serta bertepuk tangan. Sebelum pulang guru berpesan tentang kegiatan hari esok.

b). Pelaksanaan kegiatan


Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan :
1) Guru mengatur tempat duduk 3 kelompok.
2) Guru menjelaskan kegiatan bermain puzzle secara klasikal.
3) Guru memberi contoh cara membongkar dan memasang puzzle.
4) Dalam kegiatan bermain puzzle guru membimbing anak yang belum mampu mengerjakan.

c). Observasi kegiatan


Cara yang digunakan untuk memperoleh data adalah melalui pengumpulan data sebagai
dokumentasi berupa hasil karya anak yang akan dinilai oleh guru sebagai peneliti dan dibantu
oleh 2 orang penilai (penilai 1 dan penilai 2).

d). Refleksi
Refleksi hasil observasi dilaksanakan setelah kegiatan pembelajaran selesai. Hasil

observasi dilaksanakan dan dibahas kelebihan dan kekurangannya. Lalu melanjutkan siklus
berikutnya. Karena tindakan penelitian dilaksanakan 2 siklus.

HA HASIL JUMLA
RI JENIS KEGIATAN H
KE o √ • ANAK

Membongkar dan memasang

I. puzzle
utuh. menjadi bentuk yang

Menghitung potongan gambar


II.
puzzle.

III. Menyusun kepingan puzzle


berdasarkan konsep bilangan

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 17/44
7/15/2019 Laporan PKP

1-8.

Mencari satu bagian puzzle


IV.
yang hilang.

Mencari dan memasang


V. puzzle yang diacak.

JUMLAH

Hasil pengumpulan data yang didapat dari refleksi kemudian dianalisis secara deskriptif.
Hasil evaluasi dari siklus ke-1 disajikan dalam tabel untuk mengetahui seberapa tingkat
keberhasilan anak.
Keterangan :
O = kurang
√ = cukup
• = kurang

2. Siklus Kedua
a) Perencanaan kegiatan
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada siklus kedua ini merupakan perbaikan dari
kegiatan pembelajaran di siklus pertama pada siklus kedua, terlebih dahulu guru membuat

rencana kegiatan siklus kedua seperti pada siklus pertama yaitu :


1) Membuat rancangan satu siklus.
2) Membuat rancangan kegiatan (RK) siklus kedua.
3) Membuat rencana kegiatan harian (RKH) selama 5 hari.
4) Membuat skenario perbaikan selama lima hari.
5) Menyiapkan alat peraga (puzzle).
Dari kelima rencana kegiatan tersebut, pelaksanaan per-RKH ada rincian waktu sebagai
berikut :
1) Kegiatan awal ± 30 menit
Pada kegiatan awal, kegiatan yang dilakukan kegiatan secara rutin yaitu berbaris, berdo’a,
salam, absen. Kegiatan lain yang bisa dilakukan adalah menyanyi, tanya jawab, berbagi cerita,
dan lain-lain. Kegiatan tetap mengarah pada tema yang sedang berlangsung.
2) Kegiatan inti ± 60 menit

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 18/44
7/15/2019 Laporan PKP

Kegiatan ini merupakan pokok dari kegiatan yang bisa dilakukan secara observasi,
penugasan, unjuk kerja, hasil karya dan sebagainya.
3) Kegiatan istirahat ± 30 menit
Kegiatan akhir bisa diisi dengan kegiatan seperti sajak, menyanyi, percakapan atau
bercerita. Kemudian guru membahas tentang kegiatan yang telah dilakukan dan kegiatan hari
esok.

b) Pelaksanaan kegiatan
Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan :
1) Guru mengatur tempat duduk 3 kelompok.
2) Guru menjelaskan kegiatan bermain puzzle.
3) Guru memberi contoh cara membongkar dan memasang puzzle.
4) Dalam kegiatan bermain puzzle guru membimbing anak yang belum mampu mengerjakan.

c) Observasi kegiatan
Cara yang digunakan untuk memperoleh data adalah melalui pengumpulan data sebagai
dokumentasi berupa hasil karya anak yang akan dinilai oleh guru sebagai peneliti dan dibantu
oleh 2 orang penilai (penilai 1 dan penilai 2).
Pengamatan juga bisa dilakukan dengan cara menilai keaktifan anak selama melakukan

kegiatan pembelajaran tersebut.

d) Refleksi
Refleksi hasil observasi dilaksanakan setelah kegiatan pembelajaran selesai. Tetapi
pelaksanaan siklus dihentikan karena pelaksanaan penelitian sudah dilakukan 2 siklus. Hasil
pengumpulan data yang didapat dari refleksi kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil evaluasi
dari siklus kesatu dan siklus kedua dibandingkan untuk diketahui seberapa besar peningkatan
kemampuan kognitif yang sudah direncanakan yang dalam hal ini disajikan dalam tabel.
HA HASIL JUMLA
RI JENIS KEGIATAN H
KE o √ • ANAK

Membongkar dan memasang


I. puzzle sesuai dengan
pasangannya.

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 19/44
7/15/2019 Laporan PKP

Memasangkan puzzle dengan


II. mencari 2 bagian yang hilang.

Lomba memasangkan puzzle

III. dengan
bilangan mencari
1-8 di lambang
belakang
gambar puzzle.

Mencari dan memasang


IV. puzzle yang diacak hingga
berbentuk puzzle yang utuh.

Menjiplak bentuk puzzle pada


V. lembar kegiatan dan
mewarnainya.

JUMLAH

Keterangan :
O = kurang
√ = cukup
• = kurang

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 20/44
7/15/2019 Laporan PKP

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Pra Siklus


1. Prasiklus
Sebagai dasar pelaksanaan perbaikan pembelajaran ini adalah hasil analisis dan refleksi
pada kondisi awal prasiklus pada hari Senin, tanggal 3 Oktober 2011. Sebelum pelaksanaan
perbaikan pembelajaran. Perbaikan pembelajaran dilakukan dengan model Penelitian Tindakan
Kelas (PTK) dengan langkah-langkah pokok : perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi atau
pengamatan, dan refleksi. Perbaikan pembelajaran dilakukan dalam dua siklus dengan
mengambil lokasi TK Pertiwi 1 Banyurip, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen.
Tujuan utama pembelajaran ini adalah upaya meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui
bermain puzzle. Kegiatan dalam prasiklus metode yang digunakan untuk mengajar berhitung
masih kurang efektif, sehingga hasil yang didapat kurang memuaskan. Hasil kegiatan berhitung
pada prasiklus disajikan dalam tabel berikut :

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 21/44
7/15/2019 Laporan PKP

Tabel 4.1
Tabel Data Hasil Nilai Prasiklus Kelompok B
Taman Kanak-kanak Pertiwi 1 Banyurip
Hasil Prasiklus

No Nama Anak I II III IV V Ket.

o √ ● o √ ● o √ ● o √ ● o √ ●

Anisa Ahsana √ √ √ √ √
N.
Awaludin Ridho √ √ √ √ √
U.
Alvin Mustofa L. √ √ √ √ √

Andara Diva A. √ √ √ √ √

Bareta Kartika √ √ √ √ √
C.
Dinta Cantika F. √ √ √ √ √

Fuad Maskuni √ √ √ √ √

Friska Dwi A. √ √ √ √ √

Iktifa R. √ √ √ √ √

10. Khoirul S. √ √ √ √ √

11. M.Candra J. √ √ √ √ √
12. Masruri A. √ √ √ √ √

13. Nadia A. √ √ √ √ √

14. Putri A. √ √ √ √ √

15. Ridwan N. √ √ √ √ √

16. Rahmat I. √ √ √ √ √

17. Rio F. √ √ √ √ √
18. Sindi S. √ √ √ √ √

19. Tegar G. √ √ √ √ √

20. Z. Della S. √ √ √ √ √

21. Niansa √ √ √ √ √

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 22/44
7/15/2019 Laporan PKP

1 1 1 1 1
Jumlah 2 2 5 2 6 3 5 4 7 4
7 4 2 2 0

Keterangan :
o = kurang
√ = cukup
• = kurang

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 23/44
7/15/2019 Laporan PKP

Tabel 4.2
Ringkasan Hasil Nilai Pembelajaran Prasiklus Kelompok B
Taman Kanak-kanak Pertiwi 1 Banyurip
Hasil Anak Jumla
Har
i ke Jenis Kegiatan Prasiklus h
o √ • Anak

1. Berhitung dengan jari tangan 17 2 2 21

2. Berhitung dengan potongan 14 5 2 21


lidi
3. Berhitung dengan kerikil 12 6 3 21

4. Berhitung dengan kapur tulis 12 5 4 21

5. Berhitung dengan biji-bijian 10 7 4 21

Dari tabel 4.2 dalam kegiatan prasiklus di atas maka dapat disimpulkan tentang
ketercapaian indikator yang ditentukan dalam bentuk prosentase. Adapun rincian perbaikan
kegiatan dalam lima hari tersebut adalah sebagai berikut :
1. Kegiatan hari ke-1 dari 21 anak yang nilainya baik ada 2 anak (10%), yang cukup 2 anak (10%),
dan yang kurang ada 17 anak (80%).
2. Kegiatan hari ke-2 dari 21 anak yang nilainya baik 2 anak (10%), yang nilainya cukup 5 anak

(25%) dan yang kurang 14 anak (65%).


3. Kegiatan hari ke-3 dari 21 anak yang nilainya baik 3 anak (15%), yang nilainya cukup 6 anak
(30%), dan yang nilainya baik 4 anak (20%).
4. Kegiatan hari ke-4 dari 21 anak yang nilainya baik 4 anak (20%), yang nilainya cukup 5 (25%),
dan yang nilainya kurang 12 anak (55%).
5. Kegiatan hari ke-5 dari 21 anak yang nilainya baik 4 anak (20%), yang nilainya cukup 7 anak
(35%), dan yang nilainya kurang 10 anak (45%).

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 24/44
7/15/2019 Laporan PKP

Grafik 4.1
Grafik Hasil nilai Pembelajaran Prasiklus Kelompok B
Ta

man Kanak-kanak Pertiwi 1 Banyurip

Keterangan :
1). Kegiatan hari ke-1 berhitung dengan jari tangan.
2). Kegiatan hari ke-2 berhitung dengan potongan lidi.
3). Kegiatan hari ke-3 berhitung dengan kerikil.
4). Kegiatan hari ke-4 berhitung dengan kapur tulis.
5). Kegiatan hari ke-5 berhitung dengan biji-bijian.

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 25/44
7/15/2019 Laporan PKP

2. Siklus pertama
Dari hasil pelaksanaan siklus pertama ditemukan masih rendahnya minat berhitung anak
dengan bermain puzzle. Hal tersebut dikarenakan situasi ruangan yang kurang menyenangkan
bagi anak. Media pembelajaran yang kurang memadai sehingga tidak mencukupi untuk semua
anak, potongan gambar puzzle yang rumit membuat anak malas untuk mengerjakan, anak belum
memanfaatkan puzzle secara maksimal, serta kurangnya motivasi dari guru terhadap minat anak
tidak diperhatikan. Hal ini dapat terlihat pada tabel data hasil pembelajaran siklus I berikut :

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 26/44
7/15/2019 Laporan PKP

Tabel 4.2
Tabel Data Hasil Nilai Pembelajaran Siklus I Kelompok B
Taman Kanak-kanak Pertiwi 1 Banyurip
Hasil Anak Siklus I

No Nama Anak I II III IV V Ket.

o √ ● o √ ● o √ ● o √ ● o √ ●

Anisa Ahsana N. √ √ √ √ √

Awaludin Ridho √ √ √ √ √
U.
Alvin Mustofa L. √ √ √ √ √

Andara Diva A. √ √ √ √ √

Bareta Kartika √ √ √ √ √ √
C.
Dinta Cantika F. √ √ √ √ √

Fuad Maskuni √ √ √ √ √

Friska Dwi A. √ √ √ √ √

Iktifa R. √ √ √ √ √

10. Khoirul S. √ √ √ √ √

11. M.Candra J. √ √ √ √ √
12. Masruri A. √ √ √ √ √

13. Nadia A. √ √ √ √ √

14. Putri A. √ √ √ √ √

15. Ridwan N. √ √ √ √ √

16. Rahmat I. √ √ √ √ √

17. √ √ √ √ √
Rio F.
18. Sindi S. √ √ √ √ √

19. Tegar G. √ √ √ √ √

20. Z. Della S. √ √ √ √ √

21. Niansa √ √ √ √ √

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 27/44
7/15/2019 Laporan PKP

1 1 1
Jumlah 5 2 9 8 4 8 9 4 6 5 4 6
4 0 1

Keterangan :
o = kurang
√ = cukup
• = kurang

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 28/44
7/15/2019 Laporan PKP

Tabel 4.4
Ringkasan Hasil Nilai Pembelajaran Siklus I Kelompok B
Taman Kanak-kanak Pertiwi 1 Banyurip
Hasil Anak Jumla
Har
i ke Jenis Kegiatan Prasiklus h
o √ • Anak

Membongkar dan memasang


1. puzzle menjadi bentuk yang 14 5 2 21
utuh.
2. Menghitung potongan- 9 8 4 21
potongan gambar puzzle.
Menyusun kepingan puzzle
3. berdasarkan konsep bilangan 8 9 4 21
1-8.
4. Mencari satu bagian puzzle 6 10 5 21
yang hilang.
5. Mencari dan memasang 4 11 6 21
puzzle yang diacak.

Dari tabel 4.4 dalam kegiatan siklus pertama di atas maka dapat disimpulkan tentang
ketercapaian indikator yang ditentukan dalam bentuk prosentase. Adapun rincian perbaikan
kegiatan dalam lima hari tersebut adalah sebagai berikut :
1. Kegiatan hari ke-1 yang nilainya baik ada 2 anak (10%), yang nilainya cukup 2 anak (25%), dan

yang kurang ada 14 anak (65%).


2. Kegiatan hari ke-2 yang nilainya baik ada 4 anak (20%), yang nilainya cukup 8 anak (40%) dan
yang nilainya kurang kurang ada 9 anak (40%).
3. Kegiatan hari ke-3 yang nilainya baik ada 4 anak (20%), yang nilainya cukup ada 9 anak (40%),
dan yang nilainya kurang ada 8 anak (40%).
4. Kegiatan hari ke-4 yang nilainya baik ada 5 anak (25%), yang nilainya cukup ada 10 anak
(50%), dan yang nilainya kurang ada 6 anak (25%).
5. Kegiatan hari ke-5 yang nilainya baik ada 6 anak (30%), yang nilainya cukup ada 11 anak
(55%), dan yang nilainya kurang ada 4 anak (15%).

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 29/44
7/15/2019 Laporan PKP

Grafik 4.1
Grafik Hasil nilai Pembelajaran Siklus 1 Kelompok B
Ta

man Kanak-kanak Pertiwi 1 Banyurip

Keterangan :
1). Kegiatan hari ke-1 membongkar dan memasang puzzle menjadi bentuk yang utuh.

2). Kegiatan hari ke-2 menghitung potongan-potongan gambar puzzle.


3). Kegiatan hari ke-3 menyusun kepingan puzzle berdasarkan konsep bilangan 1-8.
4). Kegiatan hari ke-4 mencari satu bagian puzzle yang hilang.
5). Kegiatan hari ke-5 mencari dan memasang puzzle yang diacak.

3. Siklus kedua

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 30/44
7/15/2019 Laporan PKP

Berdasarkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran berhitung dengan bermain puzzle pada


anak kelompok B Taman Kanak-kanak Pertiwi 1 Banyurip sudah dinyatakan berhasil sesuai
dengan indikator yang ditentukan. Keberhasilan tersebut diupayakan guru dalam persiapannya
memilih metode pembelajaran yang tepat, alat peraga yang memadai, situasi yang kondusif, serta
motivasi yang sangat berperan dalam tujuan pembelajaran. Data keberhasilan dapat dilihat pada
tabel data hasil pembelajaran Siklus II sebagai berikut :

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 31/44
7/15/2019 Laporan PKP

Tabel 4.5
Tabel Data Hasil Nilai Pembelajaran Siklus II Kelompok B
Taman Kanak-kanak Pertiwi 1 Banyurip
Hasil Anak Siklus I

No Nama Anak I II III IV V Ket.

o √ ● o √ ● o √ ● o √ ● o √ ●

Anisa Ahsana √ √ √ √ √
N.
Awaludin Ridho √ √ √ √ √
U.
Alvin Mustofa L. √ √ √ √ √

Andara Diva A. √ √ √ √ √

Bareta Kartika √ √ √ √ √ √
C.
Dinta Cantika F. √ √ √ √

Fuad Maskuni √ √ √ √ √ √

Friska Dwi A. √ √ √ √ √

Iktifa R. √ √ √ √

10. Khoirul S. √ √ √ √ √

11. M.Candra J. √ √ √ √ √ √
12. Masruri A. √ √ √ √ √ √

13. Nadia A. √ √ √ √

14. Putri A. √ √ √ √ √

15. Ridwan N. √ √ √ √ √ √

16. Rahmat I. √ √ √ √

17. Rio F. √ √ √ √ √ √
18. Sindi S. √ √ √ √

19. Tegar G. √ √ √ √ √

20. Z. Della S. √ √ √ √ √

21. Niansa √ √ √ √ √ √

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 32/44
7/15/2019 Laporan PKP

1 1 1 1 1
Jumlah 4 6 4 7 2 9 2 7 1 3
1 0 0 2 7

Keterangan :
1). Kegiatan hari ke-1 membongkar dan memasang puzzle sesuai dengan pasangannya.
2). Kegiatan hari ke-2 memasangkan puzzle dengan mencari 2 bagian yang hilang.
3). Kegiatan hari ke-3 lomba memasangkan puzzle dengan mencari lambang bilangan 1-8 di
belakang gambar puzzle.
4). Kegiatan hari ke-4 mencari dan memasang puzzle yang diacak hingga berbentuk puzzle yang
utuh.
5). Kegiatan hari ke-5 menjiplak bentuk puzzle pada lembar kegiatan dan mewarnainya.

B. Pembahasan dari Setiap Siklus


1. Pra Siklus
Berdasarkan pelaksanaan prasiklus terlihat bahwa :
a. Suasana pembelajaran khususnya pembelajaran kognitif anak masih terlihat kurang aktif. Anak-
anak malas dan kurang senang mengerjakan kegiatan berhitung. Anak-anak malas dan kurang
senang mengerjakan kegiatan berhitung. Anak kurang suka dengan metode dan media yang
digunakan oleh guru.

b. Pada kenyataannya anak belum bisa memahami harapan dari guru yaitu kreatif dan terampil
dalam kegiatan berhitung. Anak masih menggantungkan menyelesaikan tugas berhitung kepada
bimbingan guru satu persatu.
c. Anak merasa bosan dengan kegiatan berhitung. Media dan sumber belajar yang digunakan
kurang menarik minat anak.
d. Dorongan serta motivasi yang dibutuhkan anak kurang.

2. Siklus pertama

a. Suasana pembelajaran ada perubahan yang semula anak ramai sendiri sekarang sudah lebih
aktif. Anak sudah bisa memusatkan perhatian keinginan guru. Meskipun media yang digunakan
untuk kegiatan berhitung masih bersifat sederhana, anak sudah mampu memusatkan perhatian
dalam proses pembelajaran. Hal itu disebabkan karena pembelajaran yang diberikan guru
dianggap unik.

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 33/44
7/15/2019 Laporan PKP

b. Dalam kegiatan berhitung semua anak aktif bersama-sama menyelesaikan tugas berhitung
dengan semampunya. Tetapi hasil yang diharapkan belum dapat terpenuhi karena anak belum
terbiasa dengan kegiatan berhitung.
c. Kemampuan menyelesaikan tugas berhitung masih bervariasi, ada anak yang menyelesaikan
tugas dengan cepat dan tepat, tetapi masih ada juga anak yang kurang tepat.

3. Siklus kedua
a. Suasana pembelajaran pada siklus kedua sudah menyenangkan, karena ada keseimbangan antara
media yang digunakan oleh guru dengan keaktifan anak dalam meningkatkan pembelajaran.
b. Dalam kegiatan berhitung mengalami kemajuan, anak-anak dapat berkreasi sesuai keinginan
guru.
c. Kemampuan menyelesaikan tugas berhitung lebih lancar dan cepat dari waktu yang ditentukan.

Tabel 4.6
Ringkasan Hasil Nilai Pembelajaran Siklus II Kelompok B
Taman Kanak-kanak Pertiwi 1 Banyurip
Hasil Anak Jumla
Har
Jenis Kegiatan Prasiklus h
i ke o √ • Anak

Membongkar dan memasang


1. puzzle sesuai dengan 14 5 2 21
pasangannya.
Memasangkan puzzle dengan
2. mencari 2 bagian yang hilang. 9 8 4 21

Lomba memasangkan puzzle


3. dengan mencari lambang 8 9 4 21
bilangan 1-8 di belakang
gambar puzzle.
Mencari dan memasang
4. puzzle yang diacak hingga 6 10 5 21
membentuk puzzle yang utuh.
Menjiplak bentuk puzzle pada
5. lembar kegiatan dan 4 11 6 21
mewarnai.

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 34/44
7/15/2019 Laporan PKP

Dari tabel 4.6 dalam kegiatan siklus kedua di atas maka dapat disimpulkan tentang
ketercapaian indikator yang ditentukan dalam bentuk prosentase. Adapun rincian perbaikan
sebagai berikut :
1. Kegiatan hari ke-1 dari 21 anak yang nilainya baik ada 6 anak (30%), yang nilanya cukup ada 11
anak (55%), dan yang nilanya kurang ada 4 anak (15%).
2. Kegiatan hari ke-2 dari 21 anak yang nilainya baik ada 7 anak (35%), yang nilainya cukup 10
anak (50%) dan yang nilainya kurang ada 4 anak (15%).
3. Kegiatan hari ke-3 dari 21 anak yang nilainya baik ada 9 anak (45%), yang nilainya cukup ada
10 anak (50%), dan yang nilainya kurang ada 2 anak (5%).
4. Kegiatan hari ke-4 dari 21 anak yang nilainya baik ada 12 anak (60%), yang nilainya cukup ada
7 anak (35%), dan yang nilainya kurang ada 2 anak (5%).
5. Kegiatan hari ke-5 dari 21 anak yang nilainya baik ada 17 anak (80%), yang nilainya cukup ada
3 anak (15%), dan yang nilainya kurang ada 1 anak (5%).

Grafik 4.3
Grafik Hasil nilai Pembelajaran Siklus II Kelompok B
Ta

man Kanak-kanak Pertiwi 1 Banyurip

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 35/44
7/15/2019 Laporan PKP

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 36/44
7/15/2019 Laporan PKP

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan penulis pada kegiatan pembelajaran berhitung
dengan media puzzle pada anak Kelompok B di TK Pertiwi 1 Banyurip, maka dapat disimpulkan
sebagai berikut :
1. Pembelajaran dengan media puzzle dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak.
2. Penjelasan dan peragaan guru akan mudah dipahami anak bila anak diberi kesempatan langsung
berhitung-hitung dengan bendanya dan diberi kesempatan untuk bertanya.
3. Kemampuan kognitif anak dengan bermain puzzle dapat ditingkatkan dengan memberi motivasi
dan media yang bervariasi dan langsung dapat disentuh oleh anak.
4. Kegiatan pembelajaran anak akan tidak membosankan bila dilakukan dengan situasi yang
menyenangkan atau tidak tertekan dengan keinginan guru untuk pencapaian indikator karena
sesuai prinsip belajar di TK yaitu belajar seraya bermain.

B. Saran
Berdasarkan kesimpulan dari pelaksanaan observasi kemampuan kognitif anak dengan
media bermain puzzle pada anak kelompok B di TK Pertiwi 1 Banyurip, maka dikemukakan
saran-saran sebagai berikut :
1. Bagi Guru
a. Guru dalam menjelaskan materi kepada anak hendaknya memberi kesempatan pada anak untuk
bertanya.
b. Guru hendaknya memberi motivasi belajar dalam setiap kegiatan pembelajaran.
c. Guru hendaknya menggunakan media dan metode pembelajaran yang sesuai dengan minat anak.
d. Guru jangan membiarkan anak melakukan kegiatan pembelajaran tanpa bimbingan.
2. Bagi Sekolah

a. Proses kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan rancangan kegiatan.
b. Tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal sesuai indikator.
c. Kualitas pembelajaran semakin meningkat.

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 37/44
7/15/2019 Laporan PKP

DAFTAR PUSTAKA

Depdikbud. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.


Sujiono, Yuliana Nurani. 2004. Metode Pengembangan Kognitif. Jakarta : Universitas Terbuka.
Montolalu. 2005. Bermain dan Permainan Anak. Jakarta : Universitas Terbuka.
Wardhani, IGAK, Wihardit Kuswaya. 2002. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka.
Gunarti, Winda. 2008. Metode Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Dasar Anak Usia Dini.
Jakarta : Universitas Terbuka.
William, Anne D. 2007. Jigsawa Puzzles a Brief History from the 17605 to Modern Day Puzzle
Markers. (http://jigsaw-puzzle.org/jigsaw-puzzle-historyy.html).
Puzzle.2007. (http://en.wikipedia.org/wiki/whodunit).
Puzzle.2011. (http://en.wikipedia..org/wiki/file:jigsawpuzzling.at.ocp.jpg)

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 38/44
7/15/2019 Laporan PKP

SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN BERPERAN SEBAGAI


PENILAI DALAM PENYELENGGARAAN PKP

Kepada Yth.
Kepala UPBJJ UT 44 Surakarta
Di Surakarta

Yang bertanda tangan di bawah ini, menerangkan bahwa :


Nama : SRI INDARTI, S.P.d
NIP : 19630806 198303 2 006
Tempat mengajar : TK Pertiwi 1 Banaran
Alamat Sekolah : Banaran, Sambungmacan, Sragen

Menyatakan bersedia berperan sebagai penilai dalam pelaksanaan PKP atas nama :
Nama : DWI GINARSIH
NIM : 821 158 079
Tempat mengajar : TK Pertiwi 1 Banyurip

Alamat Sekolah : Gondangkalang, Banyurip, Sambungmacan, Sragen

Demikian surat pernyataan ini kami buat, semoga dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Sambungmacan, Oktober 2011

Mengetahui Penilai 1
Kepala TK Pertiwi 1 Banyurip

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 39/44
7/15/2019 Laporan PKP

TRI WAHYUNI, S.Pd. SRI INDARTI, S.Pd.

NIP.19630806 198303 2 006

REFLEKSI HARI PERTAMA

Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada kegiatan inti di Rencana Kegiatan . Harian
(RKH) Siklus II yaitu membongkar dan memasang puzzle. Dari hasil refleksi dalam memasang
puzzle anak agak kesulitan dalam memasangkan puzzle sesuai pasangannya, sehingga hasil
belum maksimal.

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 40/44
7/15/2019 Laporan PKP

REFLEKSI HARI KEDUA

Pada kegiatan berhitung dengan bermain puzzle berkat bimbingan, dan motivasi guru
mulai ada peningkatan dibanding kegiatan pada Rencana Kegiatan Harian satu, upaya
meningkatkan hasil yang lebih baik perlu adanya pengulangan perbaikan pada siklus ketiga.

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 41/44
7/15/2019 Laporan PKP

REFLEKSI HARI KETIGA

Pada kegiatan yang ada di Rencana Kegiatan Harian (RKH) ketiga Siklus II ini sudah
menampakkan hasil, maka guru berusaha menambah kegiatan bermain puzzle yang bervariasi
yang telah tersedia pada kegiatan pembelajaran hari ketiga ini. Guru hares selalu membimbing
anak supaya mencapai hasil yang maksimal sesuai dengan indikator yang ditentukan.

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 42/44
7/15/2019 Laporan PKP

REFLEKSI HARI KEEMPAT

Pada kegiatan yang ada di Rencana Kegiatan Harian (RKH) keempat Siklus II ini
semakin ada peningkatan berkat usaha guru yang membimbing dan memilih metode
pembelajaran yang sesuai dengan minat anak, sehingga tercapai tujuan pembelajaran. Pada
rencana kegiatan hari kelima siklus II nanti dilanjutkan kegiatan menjiplak bentuk puzzle pada
lembar kegiatan dan mewarnainya.

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 43/44
7/15/2019 Laporan PKP

REFLEKSI HARI KELIMA

Dari berbagai metode dan bimbingan serta usaha keras guru dalam perbaikan
pembelajaran pada Rencana Kegiatan Harian (RKH) hari pertama sampai kegiatan hari kelima
dalam kegiatan berhitung dengan bermain puzzle memperoleh hasil yang maksimal sesuai
indikator yang ditentukan. Dengan demikian perbaikan terhadap upaya peningkatan kognifif
anak dalam berhitung dengan menggunakan media puzzle pada anak kelompok B TK Pertiwi 1
Sambungmacan dinyatakan berhasil. Keberhasilan dalam pembelajaran tersebut untuk
dikembangkan pada kegiatan pembelajaran yang lainnya serta dapat dikembangkan pada
kegiatan pembelajaran selanjutnya.

Posted 8th November 2011 by Agus Ansori


0
Add a comment
Loading
Send feedback

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-pkp-563383be215b7 44/44

Anda mungkin juga menyukai