Desain Kolam Retensi Arafuru Palembang
Desain Kolam Retensi Arafuru Palembang
DOI: [Link]
Abstrak
Pembangunan kolam retensi Arafuru belum mampu mengurangi frekuensi terjadinya
banjir secara optimal karena Jalan Arafuru masih termasuk dalam lokasi titik banjir yang
terdapat pada DAS Buah dengan ketinggian banjir antara 50-100 cm dengan durasi 24
jam. Kolam tambahan yang akan dibangun direncanakan seluas 5950 m2 untuk
menampung kelebihan kapasitas kolam retensi eksisting. Optimalisasi kapasitas tampung
kolam retensi Arafuru dapat dilakukan dengan mengkoneksikan outlet kolam retensi
eksisting dengan inlet kolam retensi baru yang memiliki luasan 5950 m2 dengan
kedalaman minimal 3 m untuk memenuhi daerah layanan/catchment area dengan luasan
±96,17 Ha. Pendugaan debit puncak limpasan permukaan dilakukan dengan metode SCS-
CN dan didapatkan tinggi elevasi muka air maksimum inflow sebesar 11,4 m 3/s terjadi
pada menit ke 60, sedangkan elevasi puncak yaitu 2,7 m. Simulasi reduksi debit banjir
dilakukan dengan software HEC-HMS, didapatkan bahwa penambahan kolam retensi
dapat mengurangi debit inflow puncak dari 11,4 m3/s menjadi 7,1 m3/s atau sebesar
37,72%.
Kata Kunci: Kolam retensi, analisa hidrologi, analisa spasial, pengendalian banjir
Abstract
The construction of Arafuru retention basin has not been able to optimally reduce the
frequency of flooding since Jalan Arafuru district is still included as one of the flood
points within Buah Watershed with flood depths between 50-100 cm and duration of 24
hours. The additional basin is designed to be 5950 m2 in accordance with the area of land
that has been acquired to accommodate the over capacity of the existing retention basin.
The optimization of Arafuru retention basin’s capacity can be done by connecting outlet
from existing basin to the inlet of the new basin. Retention basin of 5950 m2 with a
minimum depth of 3 meters is expected to accommodate runoff from ± 96,17 ha
catchment area. The estimation of the peak runoff discharge was carried out using the
SCS-CN method and the maximum inflow water level elevation was 11,4 m3 / s occurring
in the 60th minute, while the peak elevation was 2,7 m. The simulation of flood discharge
reduction using HEC-HMS resulted that the addition of a retention basin could reduce the
peak inflow from 11,4 m3 / s to 7,1 m3 / s or as much as 37,72%.
1. Latar Belakang
Pertumbuhan penduduk yang pesat dan kerusakan lingkungan merupakan
suatu permasalahan yang sangat akrab dijumpai pada wilayah perkotaan (Abd-
Elhamid et al., 2020), hal ini diakibatkan oleh pembangunan di wilayah perkotaan
Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 339
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680
yang tidak memperhatikan daya dukung lingkungan (Baskoro et al., n.d.). Lahan
yang semula memiliki daya resapan air besar karena masih dalam kondisi alami
menjadi lahan massive yang berdaya resap air relatif sangat kecil setelah
pembangunan (Pramono and Saputro, 2021). Permasalahan lingkungan yang sering
terjadi adalah banjir yang diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi dan dukungan
drainase yang belum memadai (Alia et al., 2018). Untuk mengurangi risiko
terjadinya kerusakan dan kerugian akibat banjir dibutuhkan pengendalian banjir
yang dapat direalisasikan di lapangan (Fitriana et al., 2021). Kolam retensi
merupakan salah satu bangunan pengendali banjir yang berfungsi untuk
menampung sementara debit limpasan sehingga dapat mengurangi bahkan
mencegah genangan banjir (Al Amin et al., 2018). Selain itu kolam retensi juga
dapat memberikan fungsi estetika dalam bentuk Ruang Terbuka Hijau (RTH)
perkotaan (Mulyanto and Madrapriya, 2021) dan ruang terbuka publik sebagai
tempat rekreasi, olahraga dan tempat sosisalisasi bagi warga (Sary and Ihsan, n.d.).
Data Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Penataan Ruang Kota
Palembang menyebutkan bahwa saat ini terdapat 34 kolam retensi tersebar di 10
Kecamatan di Kota Palembang. Efektivitas kolam retensi sebagai penampung aliran
air sementara dari saluran pembuangan sebelum dialirkan ke sungai adalah untuk
mengatasi permasalahan banjir (Zevri, 2019). Palembang mengalami masalah
banjir secara periodik terutama setiap musim penghujan sebagai akibat dari
berkurangnya daerah resapan, perubahan iklim yang menyebabkan perubahan
hidrologi dari segi frekuensi debit puncak dan pasang surut (Hamim et al., n.d.).
Penurunan luasan hutan dan semak belukar serta meningkatnya luasan permukiman
menyebabkan meningkatnya kejadian banjir (Ilmi, 2019).
Pada beberapa lokasi kapasitas tampungan kolam retensi tidak dapat
memenuhi kebutuhan limpasan air sehingga masih sering terjadi banjir di wilayah
yang telah dibangun kolam retensi seperti halnya yang terjadi di kolam retensi Siti
Khadijah Palembang (Al Amin, 2016), kolam retensi Brimob (Fitriana et al., 2021),
kolam retensi di Kecamatan Payung Sekaki, Riau (Astuti, 2015), hal ini disebabkan
karena perencanaan kapasitas tampungan yang tidak sesuai dan beberapa
komponen struktur mengalami rusak atau tidak berfungsi dengan baik yang
dikarenakan kurang maksimalnya pemeliharaan dan pengelolaan kolam retensi
(Alia and Al-Amin, n.d.). Kedalaman kolam retensi akan berkurang akibat endapan
sedimen dan lumpur sehingga kapasitas tampungan akan berkurang hingga 44%
(Syahputra, 2015).
Terdapat 6 kolam retensi yang ada di sistem drainase DAS Buah, yaitu kolam
retensi Bukit Kenten, kolam retensi Duku, kolam retensi Kedamaian, kolam retensi
PLN, kolam retensi Citra Damai 2, dan kolam retensi Arafuru. Namun demikian
efektifitas dari kolam retensi dan sistem drainase yang sudah ada pada wilayah
tersebut masih belum dapat mengurangi debit genangan yang sering terjadi. DAS
Buah masuk ke dalam titik prioritas penanganan banjir di kota Palembang (Alia et
al., 2021). Perubahan lahan sebesar 25,74% sepanjang tahun 2000-2017
menyebabkan munculnya 38 titik lokasi banjir dengan kedalaman berkisar antara
20-70 cm dengan durasi 2-8 jam pada tahun 2017 (Hoirisky and Harahap, 2018).
Kolam retensi Arafuru yang berada di Jl. Mayor Laut Wiratno telah dibangun
pada tahun 2015. Luas kolam tersebut awalnya direncanakan seluas 5 ha sesuai
permintaan Pemerintah Pusat namun baru direalisasikan sebesar 0,97 ha karena
terkendala pembebasan lahan. Keberadaan kolam retensi Arafuru belum mampu
Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 340
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680
mengurangi frekuensi terjadinya banjir secara optimal karena Jalan Arafuru masih
termasuk dalam lokasi titik banjir yang terdapat pada DAS Buah dengan ketinggian
banjir antara 50-100 cm dengan durasi 24 jam (Hoirisky and Harahap, 2018).
Kolam tambahan yang akan dibangun direncanakan seluas 5.950 m2 sesuai dengan
luas lahan yang telah dibebaskan dan diharapkan dapat mengurangi dampak banjir
khususnya untuk kawasan permukiman sekitar Jalan Arafuru, Pusri dan Sungai
Buah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelayakan rencana
pembangunan kolam retensi ditinjau dari sisi hidrologi, antara lain dengan
melakukan simulasi kondisi eksisting dengan kondisi batas yang ditentukan
berdasarkan hasil analisa hidrologi dan mendesain perencanaan/layout kolam
retensi dalam usaha pengendalian banjir kota Palembang. Seluruh analisis spasial
dilakukan dengan menggunakan teknik Sistem Informasi Geografis (SIG)
sedangkan analisa hidrologi dilakukan dengan HEC-HMS.
2. Metode Penelitian
Kegiatan perencanaan kolam retensi Arafuru bertujuan untuk menganalisa
kapasitas kolam retensi eksisting dan kolam retensi rencana yang terdapat di Jl.
Mayor Laut Wiratno. Keduanya termasuk dalam DAS Buah pada koordinat
2°58'19.05"LS 104°47'39.23"BT, tepatnya terletak pada kecamatan Ilir Timur II
kelurahan Sungai Buah Palembang.
DAS Buah merupakan salah satu dari 21 DAS yang membentuk pola aliran
sungai kota Palembang (BBWSS VIII, 2015). Buruknya sistem drainase pada
wilayah DAS Buah, diperkirakan menjadi penyebab utama dari permasalahan
banjir dan genangan yang terjadi pada wilayah tersebut. Sistem drainase DAS Buah
memiliki beberapa fasilitas pengendali banjir salah satunya adalah kolam retensi.
Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 341
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680
Keterangan:
CN = nilai CN rata-rata
∑ 𝐶𝑁 = total luasan dikali nilai CN
∑ 𝐴 = total luas daerah tangkapan hujan (ha)
Retensi Potensial Maksimum (S) dan Abstraksi Awal (Ia)
25400 (2)
𝑆= − 254
𝐶𝑁
Ia= 0,2 x S (3)
Keterangan:
CN = bilangan kurva air larian bervariasi dari 0 hingga 100
S = volume dari total simpanan permukaan (mm)
Ia = abstraksi awal (mm)
Perhitungan Hujan Efektif Metode SCS CN.
𝑆(𝑃𝑡−𝐼𝑎) (4)
𝐹𝑎, 0,167 =
𝑃𝑡−𝐼𝐴+𝑆
Pe0,167 = Pt – Ia - Fa.0,167 (5)
Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 342
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680
Keterangan:
Pe = kedalaman hujan efektif (mm)
S = retensi potensial maksimum air oleh tanah/ infiltrasi (mm)
Ia = abstraksi awal (mm)
Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 343
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680
Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 344
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680
Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 345
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680
Dalam penelitian ini, catchment area ditentukan berdasarkan data titik-titik tinggi
yang dibuat digital elevation model (DEM), untuk mendapatkan batasan daerah
tangkapan hujan dilakukan watershed analysis atau watershed delineation terhadap
DEM tersebut. Watershed delineation merupakan proses penentuan atau
identifikasi daerah tangkapan hujan yang terdapat pada daerah yang ditinjau.
Watershed delineation dilakukan dengan program Model Builder ArcGis 10.5.
Tabel 4 Rincian Luas dan Jenis Pembagian Lahan kolam retensi rencana
Luas Persentase
Keterangan (ha) (%)
Bangunan terpencar 10,065 10,466
Belukar 10,056 10,456
Ladang 2,724 2,832
Permukiman 48,318 50,242
Pohon 3,216 3,344
Sawah 1,965 2,043
Sungai 1,492 1,551
Tambak 0,100 0,104
Ruang Terbuka 18,234 18,960
Total 96,170 100,000
Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 346
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680
Berdasarkan pembagian sub-DAS dan tata guna lahan DAS Buah maka
didapatlah luas catchment area untuk kolam retensi rencana, seperti diperlihatkan
pada Tabel 4.
Gambar 8 Grafik Hubungan Hujan dan Hujan Efektif Periode 5 Tahun Pada
kolam retensi Arafuru Rencana
Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 347
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680
Perhitungan Hujan Efektif Metode SCS CN, Data hujan hyetograph Modified
Mononobe 5 tahun, retensi potensial dan nilai abstraksi awal dihitung kumulatif
berdasarkan persamaan (4) kemudian didapat besar hujan efektif persamaan (5).
Besar kumulatif hujan pada menit ke 10 atau jam ke 0,167 adalah Fa.0,167 sebesar
19,046 mm. Besar hujan efektif (Pe0,167) sebesar 11,534 mm. Grafik hubungan
hujan dan hujan efektif periode ulang 5 tahun diperlihatkan pada Gambar 8.
Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 348
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680
elevasi puncak yang di akibatkan oleh aliran tersebut sebesar 2,7 m, sedangkan
elevasi tertinggi pada pinggiran kolam hanya sebesar 3 m. Level muka air ini
hampir mendekati elevasi tertinggi kolam dan berpotensi kolam retensi rencana
tidak dapat menampung jika air yang masuk berlebihan sehingga akan membuat
genangan pada daerah sekitar kolam retensi.
Gambar 11 Grafik Perbandingan Elevasi Muka Air dan Debit Simulasi HEC-HMS
Kala ulang yang digunakan untuk perencanaan adalah 5 tahun, sesuai dengan
tipologi kota Metropolitan dan daerah tangkapan yaitu 10-100 ha (Peraturan
Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sistem
Drainase Perkotaan). Debit puncak yang terjadi akibat hujan rencana 5 tahun dapat
dikurangi dengan penambahan flap gate pada outlet gorong-gorong dikombinasikan
dengan bangunan pelimpah (spillway). Penambahan bangunan pelimpah samping
untuk memepercepat penurunan debit puncak. Grafik output inflow-outflow
diperlihatkan pada gambar 12.
Reduksi debit banjir ini dilakukan dengan melihat debit inflow dan outflow
dari hasil simulasi HEC-HMS, adapun nilai persentase reduksi debit banjir pada
kolam retensi rencana menggunakan persamaan (6). Reduksi Qp(%) sebesar
37,72%
Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 349
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680
Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 350
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680
4.2 Saran
Saran yang dapat diberikan sebagai bentuk rekomendasi adalah perlu untuk
penambahan kolam retensi agar dapat mereduksi debit inflow sebesar 37,72% pada
saat debit puncak.
Daftar Kepustakaan
Abd-Elhamid, H.F., Zeleňáková, M., Vranayová, Z., Fathy, I., 2020. Evaluating the
Impact of Urban Growth on the Design of Storm Water Drainage Systems.
Water 12, 1572. [Link]
Al Amin, M.B., 2016. Analisis Genangan Banjir di Kawasan Sekitar Kolam Retensi
dan Rencana Pengendaliannya, Studi Kasus: Kolam Retensi Siti Khadijah
Palembang. J. Perenc. Wil. Dan Kota 27, 69.
[Link]
Al Amin, M.B., Ulfah, L., Haki, H., Sarino, S., 2018. Simulasi Karakteristik
Genangan Banjir Menggunakan Hec-Ras 5 (Studi Kasus Subsistem Sekanak
Di Kota Palembang). Cantilever 7.
Https://[Link]/10.35139/Cantilever.V7i2.67
Alia, F., Al-Amin, M.B., N.D. Evaluasi Aspek Teknis Prasarana Kolam Retensi
Untuk Pengendalian Banjir Di Kecamatan Sukarame, Kalidoni, Kemuning
Dan Ilir Timur Ii Kota Palembang.
Alia, F., Iryani, S.Y., Ramadhanti, N., 2021. Analisis Kapasitas Kolam Retensi
Untuk Pengendalian Banjir Di Das Buah Kota Palembang. Cantilever J.
Penelit. Dan Kaji. Bid. Tek. Sipil 9, 97–107.
Https://[Link]/10.35139/Cantilever.V9i2.44
Alia, F., Rhaptyalyani, R., Ilmiaty, R.S., 2018. Perencanaan Kolam Retensi Untuk
Pengendalian Banjir Di Rsmh Kota Palembang. Cantilever 7.
Https://[Link]/10.35139/Cantilever.V7i1.61
Astuti, D., 2015. Analisis Kolam Retensi Sebagai Pengendalian Banjir Genangan
Di Kecamatan Payung Sekaki 2.
Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 351
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680
Baskoro, B.A., Sisinggih, D., Marsudi, S., N.D. Perencanaan Kolam Retensi
Sebagai Usaha Mereduksi Banjir Sungai Citarum Hulu, Kabupaten Bandung.
Fitriana, T., Gunawan, T.A., Juliana, I.C., 2021. Evaluasi Dan Analisis Kolam
Retensi Pengendalian Banjir: Studi Kasus Kolam Retensi Brimob Kota
Palembang. Cantilever J. Penelit. Dan Kaji. Bid. Tek. Sipil 9, 89–95.
Https://[Link]/10.35139/Cantilever.V9i2.46
Hamim, S.A., Suryadi, F.X., Sjarkowi, F., N.D. Effect Of Uncontrolled Landuse
Change To The Inundation Pattern And Its Possible Measures Case Study:
Lambidaro Lowland Sub System In Palembang.
Hoirisky, C., Harahap, T., 2018. Pengaruh Perubahan Pola Penggunaan Lahan
Terhadap Banjir Di Das Buah Kota Palembang.
Ilmi, M.K., 2019. Kajian Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Kondisi
Hidrologi Daerah Aliran Sungai (Das) Dodokan, Provinsi Nusa Tenggara
Barat.
Mulyanto, T., Madrapriya, F., 2021. Studi Perencanaan Kolam Retensi Sebagai
Usaha Mereduksi Banjir Kota Kendari Menggunakan Hec-Hms.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12 Tahun 2014 Tentang
Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan
Pramono, A.N., Saputro, P.T., 2021. Efektivitas Kolam Retensi Terhadap
Pengendalian Banjir. G-Smart 4, 94.
Https://[Link]/10.24167/Gsmart.V4i2.2331
Sari, A.N., Sujono, J., Jayadi, R., 2016. Perhitungan Hujan Efektif Dengan Metode
Scs-Cn Dan Pengaruhnya Terhadap Hidrograf Satuan 8.
Sary, R.K., Ihsan, A., N.D. Transformasi Lahan Tidur Disekitar Kolam Retensi
Kedamaian Palembang Menjadi Ruang Terbuka Publik Transformation Of
Unused Space Around Retention Pool Of Kedamaian Palembang Into The
Public Open Space.
Syahputra, I., 2015. Kajian Hidrologi Dan Analisa Kapasitas Tampang Sungai
Krueng Langsa Berbasis Hec-Hms Dan Hec-Ras. J. Tek. Sipil Unaya 1, 15–
28. Https://[Link]/10.30601/Jtsu.V1i1.2
Universitas Padjajaran, Sentosa, A.K., Asdak, C., Universitas Padjajaran, Suryadi,
E., Universitas Padjajaran, 2021. Estimasi Volume Limpasan Dan Debit
Puncak Sub Das Cikeruh Menggunakan Metode Scs-Cn (Soil Conservation
Service-Curve Number). J. Keteknikan Pertan. Trop. Dan Biosist. 9, 90–98.
Https://[Link]/10.21776/[Link].2021.009.01.10
Zevri, A., 2019. Desain Kolam Retensi Pada Daerah Aliran Sungai Bekala. J.
Rekayasa Sipil Jrs-Unand 15, 90. Https://[Link]/10.25077/Jrs.15.2.90-
102.2019
Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 352
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya