0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan14 halaman

Desain Kolam Retensi Arafuru Palembang

Diunggah oleh

Rifai
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan14 halaman

Desain Kolam Retensi Arafuru Palembang

Diunggah oleh

Rifai
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561

Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680

Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru


Kota Palembang

Febrinasti Alia1), Citra Indriyati2), Bimo Brata Aditya3)


1, 2, 3)
Universitas Sriwijaya, Jl. Raya Palembang-Prabumulih KM.32
Email: febrinastialia@[Link] 1), citra.07civil@gmail.com2), bimo@[Link].id3)

DOI: [Link]

(Received: 18 January 2023 / Revised: 21 February 2023 / Accepted: 12 April 2023)

Abstrak
Pembangunan kolam retensi Arafuru belum mampu mengurangi frekuensi terjadinya
banjir secara optimal karena Jalan Arafuru masih termasuk dalam lokasi titik banjir yang
terdapat pada DAS Buah dengan ketinggian banjir antara 50-100 cm dengan durasi 24
jam. Kolam tambahan yang akan dibangun direncanakan seluas 5950 m2 untuk
menampung kelebihan kapasitas kolam retensi eksisting. Optimalisasi kapasitas tampung
kolam retensi Arafuru dapat dilakukan dengan mengkoneksikan outlet kolam retensi
eksisting dengan inlet kolam retensi baru yang memiliki luasan 5950 m2 dengan
kedalaman minimal 3 m untuk memenuhi daerah layanan/catchment area dengan luasan
±96,17 Ha. Pendugaan debit puncak limpasan permukaan dilakukan dengan metode SCS-
CN dan didapatkan tinggi elevasi muka air maksimum inflow sebesar 11,4 m 3/s terjadi
pada menit ke 60, sedangkan elevasi puncak yaitu 2,7 m. Simulasi reduksi debit banjir
dilakukan dengan software HEC-HMS, didapatkan bahwa penambahan kolam retensi
dapat mengurangi debit inflow puncak dari 11,4 m3/s menjadi 7,1 m3/s atau sebesar
37,72%.

Kata Kunci: Kolam retensi, analisa hidrologi, analisa spasial, pengendalian banjir

Abstract
The construction of Arafuru retention basin has not been able to optimally reduce the
frequency of flooding since Jalan Arafuru district is still included as one of the flood
points within Buah Watershed with flood depths between 50-100 cm and duration of 24
hours. The additional basin is designed to be 5950 m2 in accordance with the area of land
that has been acquired to accommodate the over capacity of the existing retention basin.
The optimization of Arafuru retention basin’s capacity can be done by connecting outlet
from existing basin to the inlet of the new basin. Retention basin of 5950 m2 with a
minimum depth of 3 meters is expected to accommodate runoff from ± 96,17 ha
catchment area. The estimation of the peak runoff discharge was carried out using the
SCS-CN method and the maximum inflow water level elevation was 11,4 m3 / s occurring
in the 60th minute, while the peak elevation was 2,7 m. The simulation of flood discharge
reduction using HEC-HMS resulted that the addition of a retention basin could reduce the
peak inflow from 11,4 m3 / s to 7,1 m3 / s or as much as 37,72%.

Keywords: Retention basin, hydrological analyses, spatial analyses, flood control

1. Latar Belakang
Pertumbuhan penduduk yang pesat dan kerusakan lingkungan merupakan
suatu permasalahan yang sangat akrab dijumpai pada wilayah perkotaan (Abd-
Elhamid et al., 2020), hal ini diakibatkan oleh pembangunan di wilayah perkotaan

Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 339
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680

yang tidak memperhatikan daya dukung lingkungan (Baskoro et al., n.d.). Lahan
yang semula memiliki daya resapan air besar karena masih dalam kondisi alami
menjadi lahan massive yang berdaya resap air relatif sangat kecil setelah
pembangunan (Pramono and Saputro, 2021). Permasalahan lingkungan yang sering
terjadi adalah banjir yang diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi dan dukungan
drainase yang belum memadai (Alia et al., 2018). Untuk mengurangi risiko
terjadinya kerusakan dan kerugian akibat banjir dibutuhkan pengendalian banjir
yang dapat direalisasikan di lapangan (Fitriana et al., 2021). Kolam retensi
merupakan salah satu bangunan pengendali banjir yang berfungsi untuk
menampung sementara debit limpasan sehingga dapat mengurangi bahkan
mencegah genangan banjir (Al Amin et al., 2018). Selain itu kolam retensi juga
dapat memberikan fungsi estetika dalam bentuk Ruang Terbuka Hijau (RTH)
perkotaan (Mulyanto and Madrapriya, 2021) dan ruang terbuka publik sebagai
tempat rekreasi, olahraga dan tempat sosisalisasi bagi warga (Sary and Ihsan, n.d.).
Data Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Penataan Ruang Kota
Palembang menyebutkan bahwa saat ini terdapat 34 kolam retensi tersebar di 10
Kecamatan di Kota Palembang. Efektivitas kolam retensi sebagai penampung aliran
air sementara dari saluran pembuangan sebelum dialirkan ke sungai adalah untuk
mengatasi permasalahan banjir (Zevri, 2019). Palembang mengalami masalah
banjir secara periodik terutama setiap musim penghujan sebagai akibat dari
berkurangnya daerah resapan, perubahan iklim yang menyebabkan perubahan
hidrologi dari segi frekuensi debit puncak dan pasang surut (Hamim et al., n.d.).
Penurunan luasan hutan dan semak belukar serta meningkatnya luasan permukiman
menyebabkan meningkatnya kejadian banjir (Ilmi, 2019).
Pada beberapa lokasi kapasitas tampungan kolam retensi tidak dapat
memenuhi kebutuhan limpasan air sehingga masih sering terjadi banjir di wilayah
yang telah dibangun kolam retensi seperti halnya yang terjadi di kolam retensi Siti
Khadijah Palembang (Al Amin, 2016), kolam retensi Brimob (Fitriana et al., 2021),
kolam retensi di Kecamatan Payung Sekaki, Riau (Astuti, 2015), hal ini disebabkan
karena perencanaan kapasitas tampungan yang tidak sesuai dan beberapa
komponen struktur mengalami rusak atau tidak berfungsi dengan baik yang
dikarenakan kurang maksimalnya pemeliharaan dan pengelolaan kolam retensi
(Alia and Al-Amin, n.d.). Kedalaman kolam retensi akan berkurang akibat endapan
sedimen dan lumpur sehingga kapasitas tampungan akan berkurang hingga 44%
(Syahputra, 2015).
Terdapat 6 kolam retensi yang ada di sistem drainase DAS Buah, yaitu kolam
retensi Bukit Kenten, kolam retensi Duku, kolam retensi Kedamaian, kolam retensi
PLN, kolam retensi Citra Damai 2, dan kolam retensi Arafuru. Namun demikian
efektifitas dari kolam retensi dan sistem drainase yang sudah ada pada wilayah
tersebut masih belum dapat mengurangi debit genangan yang sering terjadi. DAS
Buah masuk ke dalam titik prioritas penanganan banjir di kota Palembang (Alia et
al., 2021). Perubahan lahan sebesar 25,74% sepanjang tahun 2000-2017
menyebabkan munculnya 38 titik lokasi banjir dengan kedalaman berkisar antara
20-70 cm dengan durasi 2-8 jam pada tahun 2017 (Hoirisky and Harahap, 2018).
Kolam retensi Arafuru yang berada di Jl. Mayor Laut Wiratno telah dibangun
pada tahun 2015. Luas kolam tersebut awalnya direncanakan seluas 5 ha sesuai
permintaan Pemerintah Pusat namun baru direalisasikan sebesar 0,97 ha karena
terkendala pembebasan lahan. Keberadaan kolam retensi Arafuru belum mampu

Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 340
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680

mengurangi frekuensi terjadinya banjir secara optimal karena Jalan Arafuru masih
termasuk dalam lokasi titik banjir yang terdapat pada DAS Buah dengan ketinggian
banjir antara 50-100 cm dengan durasi 24 jam (Hoirisky and Harahap, 2018).
Kolam tambahan yang akan dibangun direncanakan seluas 5.950 m2 sesuai dengan
luas lahan yang telah dibebaskan dan diharapkan dapat mengurangi dampak banjir
khususnya untuk kawasan permukiman sekitar Jalan Arafuru, Pusri dan Sungai
Buah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelayakan rencana
pembangunan kolam retensi ditinjau dari sisi hidrologi, antara lain dengan
melakukan simulasi kondisi eksisting dengan kondisi batas yang ditentukan
berdasarkan hasil analisa hidrologi dan mendesain perencanaan/layout kolam
retensi dalam usaha pengendalian banjir kota Palembang. Seluruh analisis spasial
dilakukan dengan menggunakan teknik Sistem Informasi Geografis (SIG)
sedangkan analisa hidrologi dilakukan dengan HEC-HMS.

2. Metode Penelitian
Kegiatan perencanaan kolam retensi Arafuru bertujuan untuk menganalisa
kapasitas kolam retensi eksisting dan kolam retensi rencana yang terdapat di Jl.
Mayor Laut Wiratno. Keduanya termasuk dalam DAS Buah pada koordinat
2°58'19.05"LS 104°47'39.23"BT, tepatnya terletak pada kecamatan Ilir Timur II
kelurahan Sungai Buah Palembang.

Gambar 1 Pembagian DAS (Daerah Aliran Sungai) di Kota Palembang

DAS Buah merupakan salah satu dari 21 DAS yang membentuk pola aliran
sungai kota Palembang (BBWSS VIII, 2015). Buruknya sistem drainase pada
wilayah DAS Buah, diperkirakan menjadi penyebab utama dari permasalahan
banjir dan genangan yang terjadi pada wilayah tersebut. Sistem drainase DAS Buah
memiliki beberapa fasilitas pengendali banjir salah satunya adalah kolam retensi.

Gambar 2 Situasi eksisting kolam retensi

Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 341
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680

Gambar 2 menunjukkan situasi eksisting pada lokasi penelitian kolam retensi


Arafuru dengan luasan 0,97 ha dengan kapasitas tampung kurang lebih 30.000 m3.
Kolam tersebut memiliki dua inlet dan satu oulet yang menuju saluran drainase
yang bermuara ke sungai Buah yang melewati wilayah industri milik PT. PUSRI
Palembang. Lahan milik Pemerintah Provinsi Kota Palembang yang akan dibangun
kolam retensi tambahan seluas 5950 m2.
Pelaksanaan desain dan perencanaan teknis kolam retensi Arafuru dilakukan dalam
beberapa tahap kegiatan sebagai berikut:
1. Pengumpulan data spasial.
Data spasial berupa peta batas wilayah administrasi, kontur skala 1:10.000, peta
wilayah Sub DAS dan peta tematik lainnya dari Pemerintah Kota Palembang.
2. Pengumpulan data hidrologi.
Pengumpulan data hidrometri berupa curah hujan harian maksimum dari stasiun
BMKG Kenten dari tahun 2009-2018, data topografi, data elevasi muka air dan
kondisi batas wilayah penelitian.
3. Pengumpulan data geometri sungai, kolam retensi dan sampel tanah di lokasi
studi. Pengambilan data cross section kolam retensi dengan alat echosounder
dan pengambilan sampel tanah dengan hand bore untuk analisa laboratorium.
4. Analisis spasial dengan SIG.
Berupa penentuan catchment area, klasifikasi tata guna lahan, pembuatan dan
klasifikasi model elevasi dijital dari peta kontur dengan menggunakan software
ArcGIS Desktop.
5. Analisis hidrologi
Berupa distribusi probabilitas, uji kecocokan, kurva IDF, Curve Number,
penentuan nilai koefisien limpasan rata-rata, hidrologi SSCN dan debit limpasan
permukaan berdasarkan penelitian (Sari et al., 2016) dan (Sentosa et al., 2021)
Persamaan yang digunakan pada analisa hidrologi antara lain;
Nilai CN rata-rata untuk luasan daerah tangkapan hujan.
̅̅̅̅ = ∑ 𝐶𝑁
𝐶𝑁 (1)
∑𝐴

Keterangan:
CN = nilai CN rata-rata
∑ 𝐶𝑁 = total luasan dikali nilai CN
∑ 𝐴 = total luas daerah tangkapan hujan (ha)
Retensi Potensial Maksimum (S) dan Abstraksi Awal (Ia)
25400 (2)
𝑆= − 254
𝐶𝑁
Ia= 0,2 x S (3)
Keterangan:
CN = bilangan kurva air larian bervariasi dari 0 hingga 100
S = volume dari total simpanan permukaan (mm)
Ia = abstraksi awal (mm)
Perhitungan Hujan Efektif Metode SCS CN.
𝑆(𝑃𝑡−𝐼𝑎) (4)
𝐹𝑎, 0,167 =
𝑃𝑡−𝐼𝐴+𝑆
Pe0,167 = Pt – Ia - Fa.0,167 (5)

Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 342
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680

Keterangan:
Pe = kedalaman hujan efektif (mm)
S = retensi potensial maksimum air oleh tanah/ infiltrasi (mm)
Ia = abstraksi awal (mm)

Persentase reduksi debit banjir pada kolam retensi rencana.


Reduksi Qp (%) = 𝐼𝑛𝑓𝑙𝑜𝑤−𝑂𝑢𝑡𝑓𝑙𝑜𝑤 𝑥100% (6)
𝐼𝑛𝑓𝑙𝑜𝑤
Keterangan:
Qp = persentase nilai reduksi outflow terhadap inflow
Inflow = debit banjir rancangan sebelum adanya kolam retensi (m3/s)
Outflow = debit banjir rancangan setelah adanya kolam retensi (m3/s)
6. Model hidrologi dengan HEC-HMS
Berupa penggunaan software HEC-HMS, model kalibrasi dan verifikasi.
Kemudian analisa kapasitas sampung kolam retensi sesuai kondisi batas di lokasi
studi.
7. Penentuan lokasi kolam retensi rencana.
Lokasi kolam retensi rencana disesuaikan dengan batas luas lahan milik
Pemerintah Provinsi. Kapasitas kolam retensi berdasarkan hasil analisa
pemodelan HEC-HMS.
8. Pembuatan gambar desain.
Berupa pembuatan gambar detail kolam retensi rencana dengan menggunakan
Auto CAD.
9. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Berupa perhitungan RAB konstruksi kolam retensi dan komponen
pendukungnya.

3. Hasil dan Pembahasan


3.1 Analisis Hidrologi
Analisis hidrologi pada penelitian ini menggunakan hasil pengukuran data
curah hujan maksimum dari stasiun Kenten selama 10 tahun terakhir, dimulai dari
tahun 2009 sampai dengan tahun 2018 yang diperoleh BMKG Kota Palembang.

Tabel 1 Data Curah Hujan Maksimum


Tahun Rmax(mm)
2009 104
2010 128
2011 109
2012 142
2013 123
2014 114
2015 122
2016 118
2017 114
2018 97
Sumber: BMKG Kota Palembang, 2018

Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 343
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680

3.2 Analisis Frekuensi


Analisis frekuensi memerlukan seri data hujan yang diperoleh dari pos
penakar hujan. Analisis frekuensi ini didasarkan pada sifat statistik data kejadian
yang telah lalu untuk memperoleh probabilitas besaran hujan di masa datang.
Dalam ilmu statistik dikenal beberapa macam distribusi frekuensi dan 4 jenis
distribusi yang sering digunakan dalam bidang hidrologi, yaitu distribusi normal,
distribusi gumbel, distribusi log normal, dan distribusi log person tipe III. Dalam
perhitungan analisis frekuensi terdapat parameter yang digunakan untuk
menentukan distribusi probabilitas PDF (Probability Distribution Function).
Rekapitulasi hasil perhitungan curah hujan rancangan dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2 Rekapitulasi Curah Hujan Rancangan Pada Empat Metode Distribusi


Periode Distribusi Probabilitas (mm)
Ulang Log Log Person
(Tahun) Gumbel Normal
Normal III
2 115 117 117 116
5 131 128 128 127
10 141 134 134 134
25 154 139 140 142
50 163 143 146 148
100 173 147 150 154

3.3 Uji Kecocokan


Setelah dilakukan perhitungan untuk tiap distribusi maka akan dilakukan uji
kecocokan untuk mengetahui distribusi mana yang diperkirakan dapat
menggambarkan distribusi frekuensi tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan uji
kecocokan keempat distribusi probabilitas menggunakan uji Chi-Square dan uji
Smirnov-Kolmogorov dapat disimpulkan bahwa hasil perhitungan dengan
menggunakan distribusi Log Person III yang paling baik untuk digunakan pada
perhitungan selanjutnya.

Tabel 3 Data R24 Berdasarkan Distribusi Log Person III

Tr (Tahun) R24 (mm)


2 116
5 127
10 134
25 142
50 148
100 154

3.4 Intensitas Hujan


Data curah hujan yang digunakan adalah curah hujan harian maksimum maka
untuk membuat kurva IDF dapat menggunakan metode Mononobe. Untuk periode
ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun dengan durasi
hujan mulai dari 5 menit sampai 360 menit dapat diperlihatkan pada Gambar 3,

Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 344
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680

Gambar 3 Kurva IDF (Intensity Duration Frequency)

3.5 Distribusi Curah Hujan


Curah hujan rancangan yang didistribusikan ke dalam kedalaman hujan jam-
jaman atau menit-menitan (hyetograph) dapat memperhitungkan debit banjir
rancangan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mendistribusikan hujan
harian ke jam-jaman adalah dengan metode Mononobe Modifikasi (Modified
Mononobe). Histogram dari hyetograph dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 4 Hyetograph dengan Modified Mononobe periode ulang 2 tahun

3.6 Penentuan Digital Elevation Model dan Catchment Area


Catchment area (daerah tangkapan hujan) merupakan suatu wilayah daratan
yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang
berguna menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah
hujan ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan
batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas
daratan (UU No.7 Tahun 2004). Digital Elevation Model (DEM) dibuat
berdasarkan data kontur yang didapat dari BAPEDDA Kota Palembang yang
dimodelkan dengan ArcGIS. Elevasi DAS Buah berkisar antara 1,088 mdpl –
23,823 mdpl.

Gambar 5 DEM DAS Buah

Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 345
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680

Dalam penelitian ini, catchment area ditentukan berdasarkan data titik-titik tinggi
yang dibuat digital elevation model (DEM), untuk mendapatkan batasan daerah
tangkapan hujan dilakukan watershed analysis atau watershed delineation terhadap
DEM tersebut. Watershed delineation merupakan proses penentuan atau
identifikasi daerah tangkapan hujan yang terdapat pada daerah yang ditinjau.
Watershed delineation dilakukan dengan program Model Builder ArcGis 10.5.

Gambar 6 Catchment area pada DAS Buah


Pada DAS Buah ini terdapat beberapa kolam retensi eksisting sehingga dilakukan
pembagian sub-DAS untuk mengetahui luasan catchment area untuk kolam retensi
Arafuru rencana tersebut sebesar 96,17 ha.
3.7 Tata Guna Lahan pada Catchment Area
Setelah dilakukan penentuan catchment area untuk kolam retensi Arafuru
yang terdapat pada DAS Buah dengan DEM sebagai peta dasar, maka selanjutnya
peta tata guna lahan dipotong sesuai luasan catchment area untuk mendapatkan
kriteria tata guna lahan yang akan digunakan pada analisa hujan efektif
menggunakan metode SCS CN. Nilai CN dihitung berdasarkan luas, jenis
penggunaan lahan, jenis dan karakteristik tanah pada daerah tangkapan hujan

Gambar 7 Tata guna lahan DAS Buah

Tabel 4 Rincian Luas dan Jenis Pembagian Lahan kolam retensi rencana
Luas Persentase
Keterangan (ha) (%)
Bangunan terpencar 10,065 10,466
Belukar 10,056 10,456
Ladang 2,724 2,832
Permukiman 48,318 50,242
Pohon 3,216 3,344
Sawah 1,965 2,043
Sungai 1,492 1,551
Tambak 0,100 0,104
Ruang Terbuka 18,234 18,960
Total 96,170 100,000

Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 346
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680

Berdasarkan pembagian sub-DAS dan tata guna lahan DAS Buah maka
didapatlah luas catchment area untuk kolam retensi rencana, seperti diperlihatkan
pada Tabel 4.

3.8 Hujan Efektif


Perhitungan hujan efektif menggunakan metode SCS CN (Curve Number).
Untuk menghitung hujan efektif ada beberapa tahap yang mesti dihitung terlebih
dahulu yaitu, nilai CN, retensi potensial maksimum, dan abstraksi awal.
Nilai CN dihitung berdasarkan luas, jenis penggunaan lahan, jenis dan
karakteristik tanah pada daerah tangkapan hujan. Jenis penggunaan lahan pada
lokasi penelitian dapat dilihat pada Tabel 4. Perhitungan nilai CN berdasarkan jenis
tanah di lokasi penelitian dan persentase kedap air diperlihatkan pada Tabel 5

Tabel 5 Perhitungan Nilai CN dan persentase kedap air


Jenis Tata Guna A % % Luas
CN A x CN
Lahan (Ha) Imp Kedap Air
Pohon 3,216 80 257,280 2 0,024
Tambak 0,100 72 7,200 0 0,000
Belukar 10,056 83 834,648 2 0,195
Bangunan Terpencar 10,065 84 845,460 85 1,470
Sungai 1,492 72 107,424 0 0,000
Sawah 1,965 81 159,165 5 0,009
Ladang 2,724 81 220,644 2 0,012
Permukiman 48,318 84 4058,712 60 48,453
Ruang Terbuka 18,234 84 1531,656 0 0,000
Total 96,170 50,16243

Berdasarkan Tabel 5 dapat dihitung nilai CN rata-rata dan persentase luasan


kedap air rata-rata pada lokasi. Nilai CN rata-rata untuk luasan daerah tangkapan
hujan menggunakan persamaan (1) sebesar 83,417. Nilai CN gabungan didapat 91
dari grafik hubungan antara impervious area dan composite curve number.
Perhitungan nilai retensi potensial maksimum (S) dihitung menggunakan
persamaan (2) sebesar 50,46 mm. Berdasarkan nilai S yang di dapat, maka nilai
abstraksi awal yang dapat dihitung menggunakan persamaan (3) sebesar 10,1 mm.

Gambar 8 Grafik Hubungan Hujan dan Hujan Efektif Periode 5 Tahun Pada
kolam retensi Arafuru Rencana

Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 347
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680

Perhitungan Hujan Efektif Metode SCS CN, Data hujan hyetograph Modified
Mononobe 5 tahun, retensi potensial dan nilai abstraksi awal dihitung kumulatif
berdasarkan persamaan (4) kemudian didapat besar hujan efektif persamaan (5).
Besar kumulatif hujan pada menit ke 10 atau jam ke 0,167 adalah Fa.0,167 sebesar
19,046 mm. Besar hujan efektif (Pe0,167) sebesar 11,534 mm. Grafik hubungan
hujan dan hujan efektif periode ulang 5 tahun diperlihatkan pada Gambar 8.

3.9 Perhitungan Hidrograf Satuan Sintetis Metode SCS


Berdasarkan analisis dengan bantuan ArcGIS Desktop 10.5 didapat data
panjang saluran utama (L) 0,4 km, kemiringan lahan rata-rata (Y) 0,059%, dan luas
daerah tangkapan hujan (A) 0,9617 km2. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh
debit puncak sebesar 0,124 m3/s setiap 1 mm hujan. Nilai X dan Y sebagai koordinat
HSS SCS didapat dari perhitungan berdasarkan Qp. Grafik HSS SCS dapat dilihat
pada gambar berikut.

Gambar 9 Hidrograf SCS untuk kolam retensi rencana

3.10 Hasil Simulasi HEC-HMS


Analisis yang dilakukan merupakan analisis hidrograf banjir menggunakan
model SCS. Data-data yang telah diinput kemudian compute dengan memilih
simulation run. Hasil analisis yang ditampilan menggunakan HEC-HMS berupa
hidrograf limpasan pada daerah tangkapan hujan berupa debit masuk dan debit
keluar kolam retensi. Hasil analisis untuk Sub DAS kolam retensi Arafuru Rencana
menggunakan program HEC-HMS dapat dilihat pada gambar 10.

Gambar 10 Output HEC-HMS Berupa Hidrograf Inflow

Gambar 10 merupakan penelusuran banjir di kolam retensi Arafuru rencana


yang bertujuan untuk melihat besarnya debit yang masuk ke kolam. Input yang
digunakan sebagai kondisi batas dan kedalaman kolam 3m. Berdasarkan output
tersebut terlihat bahwa debit puncak inflow sebesar 11,4 m3/s Meskipun demikian

Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 348
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680

elevasi puncak yang di akibatkan oleh aliran tersebut sebesar 2,7 m, sedangkan
elevasi tertinggi pada pinggiran kolam hanya sebesar 3 m. Level muka air ini
hampir mendekati elevasi tertinggi kolam dan berpotensi kolam retensi rencana
tidak dapat menampung jika air yang masuk berlebihan sehingga akan membuat
genangan pada daerah sekitar kolam retensi.

3.11 Analisis Genangan


Hasil analisis genangan dengan menggunakan HEC-HMS merupakan hasil
perbandingan tinggi elevasi maksimum kolam retensi rencana dengan tinggi elevasi
puncak muka air pada simulasi program HEC-HMS. Parameter lainnya seperti
durasi genangan dan tinggi genangan juga dapat diperoleh dari hasil simulasi.
Tinggi elevasi muka air maksimum inflow sebesar 11,4 m3/s terjadi pada
menit ke 60, sedangkan elevasi puncak yaitu 2,7 m. Maka dapat disimpulkan bahwa
untuk kedalaman kolam retensi rencana sebaiknya tidak kurang dari 3m untuk
menghindari terjadinya genangan banjir, diperlihatkan pada Gambar 11 yang
menunjukkan grafik perbandingan antara elevasi muka air dan debit puncak hasil
simulasi.

Gambar 11 Grafik Perbandingan Elevasi Muka Air dan Debit Simulasi HEC-HMS

Kala ulang yang digunakan untuk perencanaan adalah 5 tahun, sesuai dengan
tipologi kota Metropolitan dan daerah tangkapan yaitu 10-100 ha (Peraturan
Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sistem
Drainase Perkotaan). Debit puncak yang terjadi akibat hujan rencana 5 tahun dapat
dikurangi dengan penambahan flap gate pada outlet gorong-gorong dikombinasikan
dengan bangunan pelimpah (spillway). Penambahan bangunan pelimpah samping
untuk memepercepat penurunan debit puncak. Grafik output inflow-outflow
diperlihatkan pada gambar 12.

Gambar 12 Output HEC-HMS Berupa Hidrograf Inflow-Outflow

Reduksi debit banjir ini dilakukan dengan melihat debit inflow dan outflow
dari hasil simulasi HEC-HMS, adapun nilai persentase reduksi debit banjir pada
kolam retensi rencana menggunakan persamaan (6). Reduksi Qp(%) sebesar
37,72%

Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 349
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680

Penambahan flap gate pada outlet gorong-gorong dikombinasikan dengan


bangunan pelimpah (spillway) dapat mengurangi debit inflow hingga 37,72%.
Pengoperasian pintu air pada saluran yang mengkoneksikan antara outlet kolam
retensi eksisting dan kolam retensi rencana disesuaikan dengan eskalasi kondisi
muka air pada kedua kolam retensi dan muka air sungai pada outlet yang bermuara
ke Sungai Buah.

3.12 Pembuatan Layout Kolam Retensi


Pembuatan layout kolam retensi didesain dengan menggunakan software
Auto CAD. Perencaanaan desain kolam retensi mengacu pada Tata Cara Pembuatan
Kolam Retensi dan Polder Dengan Saluran-Saluran Utama (2010) milik
Departemen Pekerjaan Umum. Kolam retensi rencana dibangun terkoneksi dengan
outlet kolam retensi sebelumnya dengan tujuan untuk membantu menampung
kapasitas kolam eksisting dengan luas 0,97 ha dengan volume sekitar 30.000 m3.
Lahan milik Pemerintah Provinsi yang telah dibebaskan untuk pembangunan kolam
retensi tambahan seluas 1 ha, namun karena lahan tersebut sudah banyak ditempati
pemukiman warga maka luas kolam rencana hanya sebesar 5950 m2.

Gambar 13 Layout Kolam Retensi Rencana

Untuk mengantisipasi debit puncak limpasan permukaan hasil simulasi


kondisi eksisting sebesar 11,4 m3/s maka direncanakan kedalaman kolam tidak
kurang dari 3 m. Pembuatan dinding kolam retensi direncanakan menggunakan batu
kali.

Gambar 14 Potongan melintang kolam retensi

Berdasarkan hasil estimasi Rencana Anggaran Biaya menggunakan Harga


Satuan Daerah Kota Palembang Tahun 2019, diperkirakan pembangunan kolam
retensi Arafuru Kota Palembang akan membutuhkan biaya sebesar Rp.
[Link],00 dengan rincian Pekerjaan Persiapan sebesar Rp 77.548.974,11,
Pekerjaan kolam retensi sebesar Rp. [Link],90, Pekerjaan Pembuatan
Saluran sebesar Rp. 306.737.511,37, Pekerjaan Perbaikan Saluran Rp.
29.196.982,15 dan Pekerjaan lainnya Rp 20.000.000,00

Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 350
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680

4. Kesimpulan dan Saran


4.1 Kesimpulan
Optimalisasi kapasitas tampung kolam retensi Arafuru di Jl. Mayor (Laut)
Wiratno dapat dilakukan dengan mengkoneksikan outlet kolam retensi eksisting
dengan inlet kolam retensi baru yang memiliki luasan 5950 m2 dengan kedalaman
minimal 3 m untuk memenuhi daerah layanan/catchment area dengan luasan ±96,17
ha. Penggunaan lahan pada wilayah catchment area kolam retensi Arafuru
didominasi oleh wilayah permukiman sebesar 48,318 ha (50,2%) dan ruang terbuka
sebesar 18,234 ha (18,96%). Pendugaan debit puncak limpasan permukaan
dilakukan dengan metode SCS-CN dan didapatkan tinggi elevasi muka air
maksimum inflow sebesar 11,4 m3/s terjadi pada menit ke 60, sedangkan elevasi
puncak yaitu 2,7 m. Simulasi reduksi debit banjir dilakukan dengan software HEC-
HMS, didapatkan bahwa penambahan kolam retensi dapat mengurangi debit inflow
puncak dari 11,4 m3/s menjadi 7,1 m3/s atau sebesar 37,72%.

4.2 Saran
Saran yang dapat diberikan sebagai bentuk rekomendasi adalah perlu untuk
penambahan kolam retensi agar dapat mereduksi debit inflow sebesar 37,72% pada
saat debit puncak.

Daftar Kepustakaan

Abd-Elhamid, H.F., Zeleňáková, M., Vranayová, Z., Fathy, I., 2020. Evaluating the
Impact of Urban Growth on the Design of Storm Water Drainage Systems.
Water 12, 1572. [Link]
Al Amin, M.B., 2016. Analisis Genangan Banjir di Kawasan Sekitar Kolam Retensi
dan Rencana Pengendaliannya, Studi Kasus: Kolam Retensi Siti Khadijah
Palembang. J. Perenc. Wil. Dan Kota 27, 69.
[Link]
Al Amin, M.B., Ulfah, L., Haki, H., Sarino, S., 2018. Simulasi Karakteristik
Genangan Banjir Menggunakan Hec-Ras 5 (Studi Kasus Subsistem Sekanak
Di Kota Palembang). Cantilever 7.
Https://[Link]/10.35139/Cantilever.V7i2.67
Alia, F., Al-Amin, M.B., N.D. Evaluasi Aspek Teknis Prasarana Kolam Retensi
Untuk Pengendalian Banjir Di Kecamatan Sukarame, Kalidoni, Kemuning
Dan Ilir Timur Ii Kota Palembang.
Alia, F., Iryani, S.Y., Ramadhanti, N., 2021. Analisis Kapasitas Kolam Retensi
Untuk Pengendalian Banjir Di Das Buah Kota Palembang. Cantilever J.
Penelit. Dan Kaji. Bid. Tek. Sipil 9, 97–107.
Https://[Link]/10.35139/Cantilever.V9i2.44
Alia, F., Rhaptyalyani, R., Ilmiaty, R.S., 2018. Perencanaan Kolam Retensi Untuk
Pengendalian Banjir Di Rsmh Kota Palembang. Cantilever 7.
Https://[Link]/10.35139/Cantilever.V7i1.61
Astuti, D., 2015. Analisis Kolam Retensi Sebagai Pengendalian Banjir Genangan
Di Kecamatan Payung Sekaki 2.

Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 351
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil P-ISSN 2088-0561
Vol 13, No 02, September 2023 E-ISSN 2502-1680

Baskoro, B.A., Sisinggih, D., Marsudi, S., N.D. Perencanaan Kolam Retensi
Sebagai Usaha Mereduksi Banjir Sungai Citarum Hulu, Kabupaten Bandung.
Fitriana, T., Gunawan, T.A., Juliana, I.C., 2021. Evaluasi Dan Analisis Kolam
Retensi Pengendalian Banjir: Studi Kasus Kolam Retensi Brimob Kota
Palembang. Cantilever J. Penelit. Dan Kaji. Bid. Tek. Sipil 9, 89–95.
Https://[Link]/10.35139/Cantilever.V9i2.46
Hamim, S.A., Suryadi, F.X., Sjarkowi, F., N.D. Effect Of Uncontrolled Landuse
Change To The Inundation Pattern And Its Possible Measures Case Study:
Lambidaro Lowland Sub System In Palembang.
Hoirisky, C., Harahap, T., 2018. Pengaruh Perubahan Pola Penggunaan Lahan
Terhadap Banjir Di Das Buah Kota Palembang.
Ilmi, M.K., 2019. Kajian Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Kondisi
Hidrologi Daerah Aliran Sungai (Das) Dodokan, Provinsi Nusa Tenggara
Barat.
Mulyanto, T., Madrapriya, F., 2021. Studi Perencanaan Kolam Retensi Sebagai
Usaha Mereduksi Banjir Kota Kendari Menggunakan Hec-Hms.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12 Tahun 2014 Tentang
Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan
Pramono, A.N., Saputro, P.T., 2021. Efektivitas Kolam Retensi Terhadap
Pengendalian Banjir. G-Smart 4, 94.
Https://[Link]/10.24167/Gsmart.V4i2.2331
Sari, A.N., Sujono, J., Jayadi, R., 2016. Perhitungan Hujan Efektif Dengan Metode
Scs-Cn Dan Pengaruhnya Terhadap Hidrograf Satuan 8.
Sary, R.K., Ihsan, A., N.D. Transformasi Lahan Tidur Disekitar Kolam Retensi
Kedamaian Palembang Menjadi Ruang Terbuka Publik Transformation Of
Unused Space Around Retention Pool Of Kedamaian Palembang Into The
Public Open Space.
Syahputra, I., 2015. Kajian Hidrologi Dan Analisa Kapasitas Tampang Sungai
Krueng Langsa Berbasis Hec-Hms Dan Hec-Ras. J. Tek. Sipil Unaya 1, 15–
28. Https://[Link]/10.30601/Jtsu.V1i1.2
Universitas Padjajaran, Sentosa, A.K., Asdak, C., Universitas Padjajaran, Suryadi,
E., Universitas Padjajaran, 2021. Estimasi Volume Limpasan Dan Debit
Puncak Sub Das Cikeruh Menggunakan Metode Scs-Cn (Soil Conservation
Service-Curve Number). J. Keteknikan Pertan. Trop. Dan Biosist. 9, 90–98.
Https://[Link]/10.21776/[Link].2021.009.01.10
Zevri, A., 2019. Desain Kolam Retensi Pada Daerah Aliran Sungai Bekala. J.
Rekayasa Sipil Jrs-Unand 15, 90. Https://[Link]/10.25077/Jrs.15.2.90-
102.2019

Copyright (c) Febrinasti Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya

Desain dan Perencanaan Teknis Kolam Retensi Arafuru Kota Palembang - Febrinasti 352
Alia, Citra Indriyati, Bimo Brata Aditya

Anda mungkin juga menyukai