0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan21 halaman

Puisi Baru

Dokumen ini membahas tentang jenis-jenis puisi baru berdasarkan isinya dan bentuknya. Puisi baru memiliki bentuk yang lebih bebas dibandingkan puisi lama. Jenis puisi baru berdasarkan isinya meliputi balada, elegi, epigram, himne, ode, romansa, dan satire. Sedangkan berdasarkan bentuknya meliputi distikon, terzina, kuatrain, kuint, oktaf/stanza, sektet, dan septima.

Diunggah oleh

Muhammad NR
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan21 halaman

Puisi Baru

Dokumen ini membahas tentang jenis-jenis puisi baru berdasarkan isinya dan bentuknya. Puisi baru memiliki bentuk yang lebih bebas dibandingkan puisi lama. Jenis puisi baru berdasarkan isinya meliputi balada, elegi, epigram, himne, ode, romansa, dan satire. Sedangkan berdasarkan bentuknya meliputi distikon, terzina, kuatrain, kuint, oktaf/stanza, sektet, dan septima.

Diunggah oleh

Muhammad NR
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Puisi Baru

Puisi baru adalah jenis puisi yang tidak


terlalu terikat kepada ketentuan jumlah
baris, suku kata maupun rima.
Bentuk puisi baru lebih bebas bila
dibandingkan dengan puisi lama.

Berdasarkan Isinya
1. Balada
2. Elegi
3. Epigram
4. Himne
5. Ode
6. Romansa
7. Satire
Puisi Baru
Berdasarkan Bentuknya
1. Distikon
2. Terzina
3. Kuatrain
4. Kuint
5. Oktaf/Stanza
6. Sektet
7. Septima
8. Soneta
Puisi Baru
Berdasarkan Isinya
1. Balada
Balada merupakan salah satu jenis puisi
baru yang berisi tentang suatu kisah atau
cerita. Balada terdiri dari 3 bait yang
masing-masing dengan 8 larik.
Contoh:
Balada Orang-orang Tercinta
Karya : W. S. Rendra

Kita bergantian menghirup asam


Batuk dan lemas terceruk
Marah dan terbaret-baret
Cinta membuat kita bertahan
dengan secuil redup harapan
Kita berjalan terseok-seok
Mengira lelah akan hilang
di ujung terowongan yang terang
Namun cinta tidak membawa kita
memahami satu sama lain

Kadang kita merasa beruntung


Namun harusnya kita merenung
Akankah kita sampai di altar
Dengan berlari terpatah-patah
Mengapa cinta tak mengajari kita
Untuk berhenti berpura-pura?

Kita meleleh dan tergerus


Serut-serut sinar matahari
Sementara kita sudah lupa
rasanya mengalir bersama kehidupan
Melupakan hal-hal kecil
yang dulu termaafkan

Mengapa kita saling menyembunyikan


Mengapa marah dengan keadaan?
Mengapa lari ketika sesuatu
membengkak jika dibiarkan?
Kita percaya pada cinta
Yang borok dan tak sederhana
Kita tertangkap jatuh terperangkap
Dalam balada orang-orang tercinta

2. Elegi
Elegi merupakan salah satu jenis puisi baru
yang berisi tentang kesedihan atau tangis.
Elegi ini berisikan sajak ataupun lagu yang
mengekspresikan rasa duka cita atau keluh
kesah karena sedih ataupun rindu.
Contoh:
 erai-derai Cemara
D
Karya : Chairil Anwar

cemara menderai sampai jauh


terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan ditingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam
aku orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan lagi

hidup hanyalah menunda kekalahan


tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tak diucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah

3. Epigram
Epigram merupakan salah satu jenis puisi
baru yang berisi tentang ajaran atau
tuntunan mengenai kehidupan.
Contoh:
Perjalanan Usia
Karya : Candra Malik

Anak-anak tumbuh mendewasa,


akankah aku hanya tumbuh menua?
Kelak mereka butuh lawan bicara,
apakah kala itu aku kakek pelupa?
anak-anak tidak selamanya bayi,
mereka butuh tak hanya dimengerti.
Mereka punya mata, punya hati,
tidak cukup dengan harta diwarisi.

Sampai kapan usiaku ditakdirkan,


sampai batas itulah aku dihadirkan.
Sebagai orang tua, sebagai teman,
sampai batas waktu yang ditentukan.

Tak baik jika mereka di sini saja,


hangat dipeluk rumah dan keluarga.
Kehidupan itu pengembaraan jiwa,
dan mereka pengelana berikutnya.

Jika tumbuh dewasa ada ujungnya,


jangan sampai hanya menua sia-sia.
Dalam perjalananku menyusuri usia,
setidaknya harus pernah bijaksana.
4. Himne
Himne bisa diartikan sebagai puisi yang
dinyanyikan untuk kemudian dinyanyikan
sebagai bentuk pujian terhadap sesuatu
yang dihormati.
Contoh:
Karena Kasihmu
Karya : Amir Hamzah

Karena kasihmu
Engkau tentukan waktu
Sehari lima kali kita bertemu

Aku anginkan rupamu


Kulebihi sekali
Sebelum cuaca menali sutera

Berulang-ulang kuintai-intai
Terus menerus kurasa-rasakan
Sampai sekarang tiada tercapai
Hasrat sukma idaman badan
Pujiku dikau laguan kawi
Datang turun dari datuku
Diujung lidah engkau letakkan
Piatu teruna di tengah gembala

Sunyi sepi pitunang Poyang


Tadak meretak dendang dambaku
Layang lagu tiada melangsing
Haram gemerencing genta rebana

Hatiku, hatiku
Hatiku sayang tiada bahagia
Hatiku kecil berduka raya
Hilang ia yang dilihatnya

5. Ode
Ode adalah salah satu jenis puisi baru yang
berisi sanjungan kepada orang yang sangat
berjasa.
Contoh:
Diponegoro
Karya : Chairil Anwar

Di masa pembangunan ini


Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar lawan banyaknya seratus kali
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu
Sekali berarti
Sudah itu mati
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api
Punah di atas menghamba binasa di atas
ditindas
Sungguhpun dalam ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju. Serbu. Serang. Terjang.

Februari 1943
6. Romansa
Romansa merupakan salah satu jenis puisi
baru yang berisikan luapan perasaan cinta
dan kasih sayang.
Contoh:
Pandangan Pertama
Karya : Malik Abdul

Dalam remang senja aku teringat


Ketika rasa itu menjelma
Aku terbuai dengan merdu suaramu
Termenung menyaksikan senyum terindah
Sampai menuju suatu arah
Yang membawaku larut dalam resah
Resah memikirkanmu aku terperangah
Pandangan itu membuatku melayang
Hingga pada titik dimana aku sedang tak
mengerti
Mengapa aku seperti ini
Bahwa cinta masih menguasai
Rasa ini mengalir tiada henti
7. Satire
Satire adalah salah satu jenis puisi baru
yang berisikan sindiran atau kritikan.
Contoh:
Aku Bertanya
Karya : W. S. Rendra

ku bertanya…
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan
rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi
di sampingnya,
dan delapan juta kanak-kanak tanpa
pendidikan,
termangu-mangu dalam kaki dewi kesenian.
Puisi Baru
Berdasarkan Bentuknya
1. Distikon
Distikon adalah puisi yang tiap bait terdiri
dari dua baris atau biasa disebut sebagai
puisi dua seuntai.
Contoh:
 utan Karet
H
Karya : Joko Pinurbo

Daun-daun karet berserakan.


Berserakan di hamparan waktu.

Suara monyet di dahan-dahan.


Suara kalong menghalau petang.
Di pucuk-pucuk ilalang belalang
berloncatan.
Berloncatan di semak-semak rindu.

Dan sebuah jalan melingkar-lingkar


membelit kenangan terjal.

Sesaat sebelum surya berlalu


masih kudengat suara beduk bertalu-talu.

2. Terzina
Terzina adalah puisi yang tiap bait terdiri
dari tiga baris atau biasa disebut sebagai
puisi tiga seuntai.
Contoh:
 ku Ingin
A
Karya : Sapardi Djoko Damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:


dengan kata yang tak sempat diucapkan
ayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat
disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya
tiada

3. Kuaitrain
Kuatrain adalah puisi yang tiap bait terdiri
dari empat baris atau biasa disebut sebagai
puisi empat seuntai.
Contoh:
 ujan Bulan Juni
H
Karya : Sapardi Djoko Damono

Tak ada yang lebih tabah


dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak


dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

4. Kuint
Kuint adalah puisi yang tiap bait terdiri dari
lima baris atau biasa disebut sebagai puisi
lima seuntai.
Contoh:
 anya kepada Tuan
H
Karya : O. R. Mandank

Satu-satu perasaan
Yang saya rasakan
Hanya dapat saya katakan
Kepada Tuan
Yang pernah merasakan

Satu-satu kegelisahan
Yang saya serahkan
Hanya dapat saya kisahkan
Kepada Tuan
Yang pernah diresahgelisahkan.
Satu-satu kenyataan
Yang bisa dirasakan
Hanya dapat saya nyatakan
Kepada Tuan
Yang enggan menerima kenyataan.

5. Oktaf/Stanza
Oktaf/stanza adalah puisi yang tiap bait
terdiri dari delapan baris. Puisi oktaf/stanza
biasa disebut juga dengan double kuatrain
atau puisi delapan seuntai.
Contoh:
Mata Hitam
Karya : W. S. Rendra

Dua mata hitam adalah matahari yang biru


dua mata hitam sangat kenal bahasa rindu.
Rindu bukanlah milik perempuan melulu
dan keduanya sama tahu, dan keduanya
tanpa malu.
Dua mata hitam terbenam di daging yang
wangi
kecantikan tanpa sutra, tanpa pelangi.
Dua mata hitam adalah rumah yang
temaram
secangkir kopi seore hari dan kenangan
yang terpendam

6. Sektet
Sektet adalah puisi yang tiap bait terdiri
dari enam baris atau biasa disebut sebagai
puisi enam seuntai.
Contoh:
Ranjang Ibu
Karya : Joko Pinurbo

Ia gemetar naik ke ranjang


sebab menginjak ranjang serasa menginjak
rangka tubuh ibunya yang sedang
sembahyang.
Dan bila sesekali ranjang berderak atau
berderit,
serasa terdengar gemeretak tulang
ibunya yang sedang terbaring sakit.
7. Septima
Septima adalah puisi yang tiap bait terdiri
dari tujuh baris atau biasa disebut sebagai
puisi tujuh seuntai.
Contoh:
Sudah Saatnya
Karya : Joko Pinurbo

Sudah saatnya jam yang rusak diperbaiki.


Kita pergi ke bengkel jam dan kepada pak
tua
yang ahli menyembuhkan jam kita meminta,
“Tolong ya betulkan jam pikun ini. Jarumnya
sering maju mundur, bunyinya suka ngawur.”
Semoga tukang bikin betul jam tahu bahwa
ia sedang berurusan dengan penggemar
waktu

Sudah saatnya kita periksakan mata.


Kepada doter mata kita bertanya,
“Ada apa ya dengan mata saya, kok sering
terbalik: tidak melihat yang kelihatan,
malah melihat yang tak kelihatan?”
Mudah-mudahan dokter mata paham, ya,
memang begitulah jika mata dipejamkan.
8. Soneta
Soneta adalah puisi yang terdiri dari empat
baris yang terbagi menjadi dua, yaitu dua
bait pertama masing-masing empat baris
dan dua bait kedua masing-masing tiga
baris.
Contoh:
Gembala
Karya : Muhammad Yamin

Perasaan siapa ta’kan nyala (a)


Melihat anak berelagu dendang (b)
Seorang s aja di tengah padang (b)
Tiada berbaju buka kepala (a)

Beginilah nasib anak gembala (a)


Berteduh di bawah kayu nan rindang (b)
Semenjak pagi meninggalkan kandang (b)
Pulang ke rumah di senja kala (a)

Jauh sedikit sesayup sampai (a)


Terdengar olehku bunyi serunai (a)
Melagukan alam non molek permai (a)
Wahai gembala di segara hijau (a)
mendengarkan puputmu menurutkan kerbau
(a)
Maulah aku menurutkan dikau (a)

Anda mungkin juga menyukai