0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan37 halaman

Proses Kebakaran dan Pemadamannya

Diunggah oleh

Fitri Nur Afifah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan37 halaman

Proses Kebakaran dan Pemadamannya

Diunggah oleh

Fitri Nur Afifah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Gedung NINDYA KARYA Lt.

4 Ruang 401,
JL. Letjen MT. Haryono Kav. 22 Jakarta Timur
 :(021) 98115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71
E-mail: bpsi@bpsi-safetytraining.org
www.bpsi-safetytraining.org
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Suatu proses kimia yaitu proses
oksidasi cepat yang menghasilkan
asap, panas dan cahaya.

Api yang tidak dikehendaki dan


tidak dapat dikendalikan dan
dapat menimbulkan kerugian
baik harta benda maupun korban
jiwa.
BAHAN BAKAR
BAHAN BAKAR
Bisa bunuh diri
kalo begini
caranya…
NON THERMAL
PANAS (ASAP & GAS) PANAS
BAHAN GAS OKSIGEN HASIL REAKSI + PANAS + NYALA

PANAS
BAHAN PADAT & CAIR BAHAN GAS

NON THERMAL
PANAS (ASAP & GAS) PANAS
BAHAN PADAT OKSIGEN HASIL REAKSI + PANAS + BARA
oC

200
Kerusakan fatal berupa kekeringan kulit dalam
waktu 30 detik
180

150
Tidak dapat ditolerir dalam 5 menit
120 Tidak dapat ditolerir dalam 15 menit
Tidak dapat ditolerir dalam 25 menit
95

65 Masih dapat ditolerir selama kurang dari 1 jam


(tergantung kelembaban, pakaian, dan aktivitas)
35
Daerah nyaman termal (tergantung kelembaban,
10 gerakan udara, dan faktor-faktor lain)

0
DALAM SUHU NORMAL

Gasoline/bensin pada suhu


Ruangan sudah mengeluarkan
Uap yang cukup untuk terbakar

Minyak tanah Bensin


Flash point : Suhu terendah dimana suatu
zat (bahan bakar), cukup mengeluarkan uap
& menyala (terbakar sekejab) bila diberi
Di panasi sampai menguap sumber panas yang cukup

Minyak tanah
Fire Point Suhu terendah dimana suatu zat
(bahan bakar) cukup untuk mengeluarkan
uap dan terbakar (menyala terus menerus)
bila diberi sumber panas

kerosine
Selain dipanaskan bagaima cara
agar minyak tanah bisa terbakar?

• Dinaikkan tekanannya supaya berubah


fasa menjadi uap
• Dikabutkan, dibuat menjadi butiran
kecil sehingga berbentuk uap
TITIK NYALA (FLASH POINT)
Suhu terendah dimana suatu zat (bahan bakar), cukup
mengeluarkan uap & menyala (terbakar sekejab) bila diberi sumber
panas yang cukup
Bensin = -36 F Minyak tanah = 130 F
TITIK BAKAR (FIRE POINT)
Suhu terendah dimana suatu zat (bahan bakar) cukup untuk
mengeluarkan uap dan terbakar (menyala terus menerus) bila diberi
sumber panas.

SUHU PENYALAAN SENDIRI (AUTO IGNITION


TEMPERATURE)
Suhu dimana suatu zat dapat menyala dengan sendirinya tanpa
adanya sumber panas dari luar. Pengertian ini adalah dimana zat
tersebut mendapat suhu yang tertinggi sehingga dia akan menyala
dengan sendirinya. Contoh
Gasoline = 435 C
Kerosine =228,9 C
Parafin = 316 C
DAERAH BISA TERBAKAR (FLAMMBLE RANGE )

Tidak terbakar , mengapa?

Daerah miskin

Daerah bisa terbakar

Daerah kaya
gasoline
DAERAH BISA TERBAKAR (FLAMMBLE RANGE )

< 1% 1%- 7% > 7%

UDARA UDARA UDARA

UAP BENSIN

Daerah bisa terbakar adalah batas konsentrasi campuran antara uap


bahan bakar dengan udara yang dapat terbakar/menyala bila
dikenai atau diberi sumber api
Hydrogen 4% - 75 % Bensin 1% - 7 %
Propane (LPG) 2% - 8% Minyak Tanah 1% - 5%
API REAKSI
LISTRIK PENGELASAN MEROKOK ARSON ALAM
TERBUKA KIMIA
- Cooling
- Smothering
- Starvation
- Breaking Chain Reaction
BAHAN BAKAR
COOLING/PENDINGINAN

Memadamkan api dengan air


SMOTHERING/ MENGISOLASI OKSIGEN

BAHAN BAKAR

Menutup drum yang terbakar


STARVATION/
MENSTOP SUPLAY BAHAN BAKAR
BAHAN BAKAR

Menutup kerangan pada


Tangki yang terbakar
BREAKING CHAIN REACTION
MEMECAHKAN RANTAI REAKSI KIMIA
BAHAN BAKAR

Memadamkan API dengan APAR type HALON


 Tujuan:
 memudahkan pemililhan media pemadam yang tepat
dari berbagal tipe bahan bakar.
 Klasifikasi kebakaran:
 Klas A : Bahan padat (kertas, kayu, plastik, dll.)
 Klas B : Bahan cair atau gas mudah terbakar
 Klas C : Instalasi listrik
 Klas D : Bahan logam
FENOMENA KEBAKARAN
KENAIKAN TEMPERATUR

FLASHOVER PASCA FLASHOVER

PEMBAKARAN PENUH

PERTUMBUHAN

SURUT
PENYALAAN

WAKTU
Masuknya oksigen secara tiba-tiba pada suatu
ruangan tertutup pada tahap kebakaran mulai
surut dengan kondisi gas CO yang belum
terbakar cukup banyak dan oksigen kurang,
sehingga mengakibatkan kebakaran dan
ledakan dari arah sumber masuknya oksigen
tersebut
 Panas Pintu dan pegangannya
 Asap dari celah/bukaan
 Asap masuk kembali melalui bukaan
 Suara mendesis atau raungan
MEDIA PEMADAM API
• Media Cair
– Air
– Busa
– Asam Soda
• Media Padat
– Pasir dan tanah
– Tepung Kimia
• Media Gas
– Karbon Dioksida (CO2)
– Halon
– AF-11
– Halotron
Bahan Bakar, O2 Mencegah
,sumber Energi Penyalaan
proses
penyalaan
Pemadaman pada
api timbul tahap dini

Mencegah Api Tumbuh Besar,


Tumbuh & Evakuasi manusia & Barang
menyebar Pengendalian Asap
KONDISI
BAHAYA
Flash Mencegah Penyalaan
Over Serentak

Pembakaran Mencegah perambatan


Penuh api ke lain area

Pendinginan Lanjut,
Surut mencegah Backdraft
diruang tertutup
MOTTO
PERLU
Satu menit untuk menulis konsep keselamatan

Satu jam untuk melaksanakan pertemuan keselamatan

Satu minggu merencanakan program keselamatan

Satu bulan untuk menerapkannya di tempat kerja

Satu tahun untuk mendapatkan penghargaan keselamatan

Sepanjang hidup untuk membudayakan kerja selamat

NAMUN HANYA MEMERLUKAN

Waktu sesaat untuk menghancurkan itu semua dengan

KEBAKARAN & KECELAKAAN

Anda mungkin juga menyukai