THE SIMPLE PRESENT TENSE
Pengertian Simple Present Tense
Apa itu simple present tense? Simple present
tense adalah tenses yang digunakan untuk menjelaskan
kejadian yang teratur, rutin, atau kebiasaan yang terus
terjadi sehari-hari. Simple present tense juga bisa
digunakan untuk menunjukkan suatu hal yang sedang
terjadi saat ini.
Fungsi Simple Present Tense
Simple Present Tense adalah tenses yang berfungsi untuk
menyatakan general truth, habits, instruction, dan fixed
schedules. Kita bahas satu per satu, yuk!
1. General Truth
General truth maksudnya
adalah kebenaran umum atau kebenaran yang mutlak.
Artinya, hal-hal yang kebenarannya sudah pasti dan sudah
diketahui secara umum. Contoh:
Water freezes at zero degrees. (Air membeku pada suhu
0 derajat.)
Hal ini sudah pasti benar dan terbukti, karena nggak
ada tuh air yang malah menguap pada suhu 0
derajat. Hehe.
Cats are mammals. (Kucing merupakan mamalia.)
Ini juga sudah pasti benar ya, dan juga sudah
diketahui secara umum.
2. Habits
Selanjutnya yaitu habits atau kebiasaan. Kebiasaan
berarti sesuatu yang dilakukan secara terus-menerus
secara konsisten. Contoh:
My father goes to work every weekdays. (Ayahku pergi
bekerja setiap hari kerja.)
I study with my friends every Sunday at the academy. (Aku
belajar bersama teman-temanku setiap hari Minggu di
tempat les.)
Dua contoh ini merupakan kebiasaan yang selalu
dilakukan secara rutin. Hmm, kok kesannya agak mirip
ya sama fixed schedules? Berangkat kerja dan
berangkat les kan terjadwal, tapi kenapa masuknya
ke habits? Eits, baca terus dong makanya biar tahu :p
Penjelasannya akan kita bahas di poin tentang fixed
schedules, yaw!
Baca juga: Yuk, Belajar Pola Kalimat Simple Past
Tense dan Contohnya!
3. Instruction
Lanjuut, ada instruction yang berarti perintah atau
instruksi. Contohnya seperti papan-papan perintah
yang sering kita temui di jalan. Selain itu, ada juga
instruksi yang bisa kita temukan pada kemasan
produk. Kaya gini, nih:
Do not enter this area! (Dilarang masuk ke area ini!)
Cook the noodle for 3 minutes. (Masak mie selama 3
menit.)
Hahay, yang suka makan mie instan pasti udah nggak
asing ya sama contoh yang kedua? Ish, jangan sering-
sering masak mie instan lho ya!
Btw, selain kalimat instruksi di jalan atau di kemasan
produk, tenses ini juga digunakan dalam kalimat
perintah secara umum ya, guys. Misalnya:
Close the door, please! (Tolong, tutup pintunya!)
Wah, contohnya kaya nama podcast ya, hahaha..
4. Fixed Schedules
Nah, yang terakhir dan yang ditunggu-tunggu,
ada fixed schedules alias sesuatu yang sudah terjadwal
atau sudah pasti terjadi. Bedanya apa sih,
sama habits tadi? Kalau habits adalah kebiasaan atau
sesuatu yang dilakukan berulang secara rutin, bisa
terjadwal, bisa juga nggak. Contohnya kaya berangkat
kerja, berangkat sekolah, atau berangkat les. Kamu
sudah pasti berangkat sekolah sesuai jadwal kan?
Tapi kenapa dia masuknya ke habits bukannya ke fixed
schedules?
Karena kejadian itu berulang-ulang. Oke, kita
tekankan sekali lagi: berulang-ulang.
Nah, kalau fixed schedules ini adalah sesuatu
yang terjadwal, tapi tidak berulang, . Contohnya begini:
The show starts at 7 pm. (Pertunjukan itu dimulai pada
jam 7 malam.)
The Script marks their upcoming concerts in Indonesia on
September 30th and October 1st. (The Script menandai
konser mendatang mereka di Indonesia pada 30
September dan 1 Oktober.)
Iya, The Script mau konser lho di Indonesia wihiii,
kamu nonton nggak?
Yha, malah ngomongin konser. Okay, let’s go back to the
topic. Sampai sini udah paham ya, apa
bedanya habits sama fixed schedules? Kalau udah, yuk
lanjut ke pola alias rumus Simple Present Tense!
Pola (Rumus) Simple Present Tense
Sebelum membahas rumus atau pola, kamu harus
tahu dulu nih, tabel subject beserta to be dan verb-nya
yang sesuai, supaya nanti saat membuat kalimat,
kamu nggak salah-salah lagi. Tabelnya bisa kamu lihat
di bawah ini, yess.
Jadi, untuk subject I menggunakan to
be → am dan verb → do atau verb tanpa akhiran s/es.
Sedangkan subject you, they, we, dan plural
subejct (subjek jamak) menggunakan to
be → are dan verb → do atau verb tanpa akhiran s/es.
Terakhir, subject he, she, it, dan singular subject (subjek
tunggal) menggunakan to
be → is dan verb → does atau verb berakhiran s/es.
Baca juga: Ungkapan Showing Preference untuk
Menunjukkan Selera
Nah, untuk polanya sendiri, terbagi menjadi dua
macam , yaitu pola untuk kalimat nomina dan pola
untuk kalimat verba. Kita bahas lebih dalam satu per
satu, ya.
1. Pola (Rumus) Simple Present Tense untuk Kalimat
Nomina
Kalimat nomina adalah kalimat yang
menyatakan kebendaan, bisa berupa nama orang,
profesi, tempat, dan segala hal yang dibendakan,
jadi predikatnya berupa to be (is, am, are). Kenapa to
be nya is, am, are? Karena Simple Present
Tense merupakan bentuk present alias masa sekarang atau
saat ini, sehingga to be yang tepat adalah to
be bentuk present, yaitu is, am, are.
Untuk kalimat nomina, ada empat macam bentuk
kalimat nih, yaitu positive, negative, interrogative,
dan interrogative with WH- question. Perhatikan gambar
berikut untuk mengetahui pola lengkapnya, yaw~
Biar nggak bingung sendiri, yuk, kita bedah masing-
masing bentuk tersebut plus contoh-contohnya!
a. Positive Form
Positive form maksudnya adalah kalimat yang
berbentuk atau bernilai positif. Polanya untuk kalimat
nomina adalah Subject + to be + Complement. To be terdiri
atas is, am, are, pemakaiannya tergantung subjek.
Sedangkan Complement terdiri atas noun, adverb,
dan adjective, pemakaiannya tergantung
kalimatnya. Contoh:
He is a teacher. (Dia adalah seorang guru.)
I am smart. (Aku pintar.)
We are a group of students. (Kita merupakan satu grup
pelajar.)
Pada positive form, kalimatnya bernilai positif dan tidak
menyatakan negasi atau penyangkalan. Contohnya I
am smart, bukan I am not smart. Gue tuh pinter, bukan
gue nggak pinter. Wow, pede banget, tapi gapapa,
pede is a must.
b. Negative Form
Nah, kalau yang menyatakan negasi atau
penyangkalan namanya negative form. Jadi,
kalimat negative form ini adalah kalimat yang bernilai
negatif. Polanya untuk kalimat nomina adalah Subject +
to be + not + Complement. Yup, tinggal tambahin ‘not’ aja
dari bentuk yang positif tadi. Contoh:
Mom is not a chef. (Ibu bukan seorang chef.)
I am not lazy. (Aku tidak malas.)
They are not here yet. (Mereka belum ada di sini.)
Sudah paham ya, sampai sini?
c. Interrogative Form
Interrogative form maksudnya adalah kalimat yang
berbentuk kalimat tanya, jadi jangan lupa pakai tanda
tanya, yaa. Polanya untuk kalimat nomina adalah To be
+ Subject + Complement + ? Contoh:
Is the food delicious? (Apakah makanannya enak?)
Am I right? (Apakah aku benar?)
Are you a doctor? (Apakah kamu seorang dokter?)
Pada interrogative form, to be diletakkan di awal kalimat
sebelum subject. Diingat-ingat, ya!
d. Interrogative Form with WH- Question
Terakhir, ada interrogative form with WH- question. Apa
nih, maksudnya? Apa bedanya sama interrogative
form yang tadi? Bedanya adalah interrogative form yang
ini menggunakan WH- question alias kata tanya yang
mengandung huruf WH-,
yaitu what, when, where, who, whom, which, whose, why, d
an how.
Untuk bentuk ini, polanya pada kalimat nomina
adalah WH- question + to be + Subject + ? Berbeda
dengan bentuk interogatif yang tadi, bentuk interogatif
yang ini diawali dengan WH- question terlebih dahulu,
baru diikuti dengan to be, lalu subject. Contoh:
Who is that boy? (Siapa laki-laki itu?)
Where am I? (Di mana aku?)
Why are you late? (Kenapa kamu terlambat?)
Baca juga: Jenis, Struktur, dan Contoh Announcement
Text
Okeehh, udah selesai deh bahas kalimat nomina.
Sekarang, bahas pola untuk kalimat verba yukss~
2. Pola (Rumus) Simple Present Tense untuk Kalimat
Verba
Kalimat verba adalah kalimat yang
menyatakan tindakan atau perlakuan, jadi predikatnya
berupa verb (kata kerja). Verb yang digunakan
hukumnya wajib Verb 1. Sekali lagi, wajib Verb 1.
Kenapa? Karena Simple Present
Tense merupakan bentuk present alias masa sekarang atau
saat ini, sehingga verb yang tepat adalah Verb 1.
Sama halnya dengan kalimat nomina, untuk kalimat
verba, juga ada empat macam bentuk kalimat,
yaitu positive, negative, interrogative, dan interrogative with
WH- question. Pola lengkapnya bisa kamu cekicek di
gambar berikut, ya.
Langsung aja, cus, kita bedah masing-masing bentuk
dengan contohnya masing-masing! Check it out!
a. Positive Form
Untuk positive form kalimat verba, polanya
adalah Subject + Verb 1 / Verb 1 +s/es +
Complement. Nah, verb-nya ini bisa pakai yang biasa
(tanpa akhiran s/es) atau yang berakhiran s/es,
tergantung subjeknya. Masih ingat ya,
tabel subject yang kita bahas tadi? Kalau
subjeknya I, you, they, we, dan plural
subject pakainya verb yang tanpa akhiran s/es. Kalau
subjeknya He, She, It, dan singular subject,
pakainya verb yang berakhiran s/es. Contoh:
I write a letter. (Aku menulis sebuah surat.)
He goes to school. (Dia pergi ke sekolah.)
Beda kan, sama contoh yang kalimat nomina tadi?
Kalau kalimat verba, ada kata kerja yang menandakan
subjek sedang melakukan suatu tindakan atau
perlakuan. Sedangkan pada kalimat nomina,
menggunakan to be yang berguna menyatakan subjek
sebagai sesuatu yang dibendakan.
b. Negative Form
Next, kita ke bentuk negatif. Untuk negative form kalimat
verba, polanya adalah Subject + do/does + not + Verb 1 +
Complement. Masih ingat ya, kalau negative form, kita
sisipkan ‘not’ untuk menyatakan negasi atau
penyangkalan. Contoh:
They do not know where to go. (Mereka tidak tahu harus
pergi ke mana.)
She does not bring an umbrella. (Dia tidak membawa
payung.)
Do not dan does not boleh kamu singkat
menjadi don’t dan doesn’t. Biar apa? Ya biar
singkat…….
Baca juga: Mengenal Expression of Happiness,
Sadness, Sympathy, dan Affection
Oke, lanjuuttt!
c. Interrogative Form
Untuk interrogative form kalimat verba, polanya
adalah Do/does + Subject + Verb 1 + Complement
+ ? Jangan lupa, pakai tanda tanya! Contoh:
Does he bring the book? (Apakah dia membawa buku
itu?)
Do you like it? (Apakah kamu menyukainya?)
Sama kaya yang kalimat nomina tadi, interrogative
form di kalimat verba ini, to be-nya juga diletakkan di
awal kalimat, yaww. Jadi, to be di sini tuh, berperan
sebagai kata tanyanya, guys.
d. Interrogative Form with WH- Question
Terakhir banget, ada interrogative form with WH-
question kalimat verba. Polanya adalah WH- question +
do/does + Subject + Verb 1 + Complement + ? Sama juga
dengan kalimat nomina, di bentuk yang ini, WH-
question-nya diletakkan di awal kalimat sebelum to be.
Contoh:
When does he go to school? (Kapan dia pergi ke
sekolah?)
Why do you love badminton so much? (Kenapa kamu
cinta sekali dengan badminton?)
Satu hal yang perlu kamu perhatiin, ketika kamu
pakai ‘does’ di kalimat verbamu, maka verb-nya nggak
perlu pakai akhiran s/es lagi ya, karena s/es nya sudah
direpresentasikan melalui si ‘does’ itu tadi. Okay? Janji
nggak bingung?