0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
80 tayangan38 halaman

MAKALAH TA - Neo Arivan

Diunggah oleh

Eko Aji
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
80 tayangan38 halaman

MAKALAH TA - Neo Arivan

Diunggah oleh

Eko Aji
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERANCANGAN SISTEM PANEL SURYA TRACKING SINGLE

AXIS BERBASIS APLIKASI MONITORING BLYNK 2.0

MAKALAH TUGAS AKHIR

UNIVERSITAS JAYABAYA

Oleh

NEO ARIVAN
2017710250059

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

JAKARTA
MEI 2024
PERANCANGAN SISTEM PANEL SURYA TRACKING SINGLE
AXIS BERBASIS APLIKASI MONITORING BLYNK 2.0

MAKALAH TUGAS AKHIR

UNIVERSITAS JAYABAYA

Diajukan sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik

Oleh

NEO ARIVAN
2017710250059

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

JAKARTA
MEI 2024
HALAMAN PERNYATAAN OROSINILITAS

Makalah Tugas Akhir ini adalah hasil karya saya sendiri, dan semua sumber
baik yang dikutip maupun dirujuk telah saya nyatakan dengan benar.

Nama : Neo Arivan


No. Pokok : 2017710250059

Tanda Tangan

Tanggal : 16 Mei 2024

i
HALAMAN PENGESAHAN

Makalah Tugas Akhir ini diajukan oleh :


Nama : Neo Arivan
No. Pokok : 2017710250059
Program Studi : Teknik Elektro
Judul Penelitian : Perancangan Sistem Panel Surya Tracking Single Axis
berbasis Aplikasi Monitoring Blynk 2.0

Telah diperiksa oleh dosen pembimbing sebagai persyaratan yang diperlukan


untuk mendaftar Seminar Tugas Akhir pada Program Studi Teknik Elektro,
Fakultas Teknologi Industri Universitas Jayabaya

Disetujui di : Jakarta
Tanggal : 16 Mei 2024

Pembimbing I Pembimbing II

(Ir. Dian Samodrawati,MM) (Nur Witdi Yanto, S.T,M.Kom.)

ii
HALAMAN PENGESAHAN

Makalah Akhir ini diajukan oleh :

Nama : Neo Arivan

No. Pokok : 2017710250059

Program Studi : Teknik Elektro

Judul Penelitian : Perancangan Sistem Panel Surya Tracking Single Axis


berbasis Aplikasi Monitoring Blynk 2.0

Telah berhasil dipertahankan dihadapan Dewan Penguji dan diterima


sebagai persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Sarjana pada
Program Studi Teknik Elektro S1, Fakultas Teknologi Industri, Universitas
Jayabaya

Dewan Penguji

Penguji I : ( )

Penguji II : ( )

Penguji III : ( )

Disetujui di : Jakarta

Tanggal : 16 Mei 2024

iii
HALAMAN PENGESAHAN

Makalah Akhir ini diajukan oleh :

Nama : Neo Arivan

No. Pokok : 2017710250059

Program Studi : Teknik Elektro

Judul Penelitian : Perancangan Sistem Panel Surya Tracking Single Axis


berbasis Aplikasi Monitoring Blynk 2.0

Telah berhasil dipertahankan dihadapan Dewan Penguji dan diterima


sebagai persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Sarjana pada
Program Studi Teknik Elektro S1, Fakultas Teknologi Industri, Universitas
Jayabaya

Disetujui di : Jakarta
Tanggal : 16 Mei 2024

Ketua Program Studi

(Ir. Dian Samodrawati, M.M)

iv
PRAKATA

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya, saya
dapat memulai penulisan proposal skripsi ini. Penulisan skripsi ini dilakukan
dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Teknik
Elektro pada Fakultas Teknologi Industri Universitas Jayabaya. Saya menyadari
bahwa, tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, dari masa perkuliahan
sampai pada penyusunan skripsi ini, sangatlah sulit bagi saya untuk
menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih
kepada:
(1) Ir. Dian Samodrawati.,M.M. dan Nur Witdi Yanto, S.T.,M.T. selaku ketua
program studi dan dosen pembimbing yang telah menyediakan waktu,
tenaga, dan pikiran untuk mengarahkan saya dalam penyusunan skripsi
ini.
(2) Saudara Imam Tarmidzi dan Renggo Mike Al’Aziz, ST yang telah banyak
membantu dalam usaha penyusunan skripsi ini.
(3) Orang tua dan Istri saya yang telah memberikan bantuan dukungan moral.
(4) Sahabat dan teman yang telah banyak membantu saya menyelesaikan
skripsi ini.

Akhir kata, penulis berharap Tuhan Yang Maha Esa berkenan membalas segala
kebiakan semua pihak yang telah membantu. Semoga skripsi ini membawa
manfaat bagi pengembangan ilmu Teknik Mesin.

Jakarta, 16 Mei 2024


Penulis

Neo Arivan

v
ABSTRAK

Salah satu energi baru dan terbarukan yang memiliki potensi yang cukup besar di
Indonesia contohnya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Sinar
matahari merupakan sumber energi utama yang dimanfaatkan dalam penelitian
ini, dimana panel surya adalah alat yang dapat mengkonversikan sinar matahari
menjadi energi listrik dalam bentuk searah (DC). Sinar matahari yang didapat
panel surya akan berubah menjadi energi listrik dan dapat digunakan untuk
menghidupkan alat elektronik yang digunakan oleh manusia. Terdapat
permasalahan yang masih cukup mempengaruhi efektifitas panel surya, yaitu
penyerapan sinar matahari oleh panel surya yang masih belum maksimal sehingga
daya keluaran yang dihasilkan oleh panel surya masih belum optimal. Hal ini
dipengaruhi oleh besarnya intensitas matahari serta sudut kemiringan matahari
terhadap panel surya yang teraplikasi karena sebagian besar penggunaan panel
surya hanya ditempatkan statis di posisi sudut tertentu oleh karena itu penulis
mengambil judul perancangan panel surya dengan sistem tracking single axis.
Fitur dari sistem ini tentukan sebuah panel surya yang dapat mengikuti sinar
matahari secara optimal dari timur ke barat dengan single axis. Kemudian
dilengkapi dengan mikrokontroler yang mendukung Internet of things dalam
pemantauan sensor suhu, arus dan tegangan yang didapatkan oleh panel surya
secara realtime. Pemantauan dengan Aplikasi Blynk 2.0 yang sudah berbasis
database website dan smartphone

Kata kunci : Daya, Mikrokontroler, Single Axis, Tracking,

vi
DAFTAR ISI

Halaman Judul ................................................................................................ i


Halaman Pernyataan Orisinilitas .................................................................... ii
Lembar Pengesahan Pembimbing .................................................................. iii
Prakata ............................................................................................................ vi
Abstrak ........................................................................................................... vii
Daftar Isi ........................................................................................................ viii
Daftar Gambar ............................................................................................... x
Daftar Tabel ................................................................................................... xii
Daftar Lampiran ............................................................................................. xiii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................................... 1
1.2 Perumusan Masalah ....................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penelitian ........................................................................................... 2
1.4 Manfaat Penelitian ......................................................................................... 2
1.5 Batasan Penelitian .......................................................................................... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Kajian Pustaka ............................................................................................... 4
2.2 Landasan Teori .............................................................................................. 5
2.2.1 Panel Surya ........................................................................................... 5
2.2.2 Jenis – Jenis Panel Surya ...................................................................... 7
2.2.3 Struktur Panel Surya ............................................................................. 8

vii
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian .................................................................... 14
3.2 Diagram Alir Penelitian ............................................................................. 14
3.3 Peralatan dan Bahan yang dibutuhkan .......................................................... 16

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan ................................................................................................ 36
5.2 Saran .......................................................................................................... 36
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 37
LAMPIRAN ................................................................................................... 39

viii
DAFTAR GAMBAR

Nomor Gambar Judul Gambar Halaman


Gambar 2.1 Panel Surya 5
Gambar 2.2 Cara Kerja Panel Surya Secara Sederhana 6
Gambar 2.3 Struktur Panel Surya 9
Gambar 2.4 Kurva Karakteristik Arus dan Tegangan 11
Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian 14

ix
DAFTAR TABEL

Nomor Tabel Judul Tabel Halaman


Tabel 3.1 Alat dan Bahan 17

x
DAFTAR LAMPIRAN

1. Biodata Penulis
2. Formulir Bimbingan

xi
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Terdapat banyak energi terbarukan yang dapat digunakan di Indonesia, sesuai


dengan letak ataupun kondisi negara Indonesia itu sendiri. Salah satu energi baru
dan terbarukan yang memiliki potensi yang cukup besar di Indonesia contohnya
adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) [1]. Indonesia memiliki iklim
tropis yang cukup stabil dan posisi Indonesia yang berada di garis khatulistiwa
membuatnya memiliki potensi yang cukup besar untuk memanfaatkan cahaya
matahari sebagai salah satu sumber energi terbarukan. Dengan menggunakan
panel surya, masyarakat khususnya pemerintah tidak perlu begitu tergantung
dengan sumber listrik yang dialirkan oleh PLN. Oleh karena itu energi terbarukan
yang bersumber dari sinar matahari yang diubah menjadi energi listrik melalui
panel surya akan menjadi energi pertahanan listrik bagi masyarakat. surya
umumnya digunakan untuk menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi
energi listrik untuk menghidupkan lampu taman [2].

Dari beberapa hasil penelitian terdapat permasalahan yang masih cukup


mempengaruhi efektifitas panel surya, yaitu daya listrik yang dihasilkan oleh
panel surya masih belum mencapai energi listrik yang tinggi, hal ini karena hanya
20 - 30% energi sinar matahari yang dapat diubah menjadi energi listrik
sedangkan 70 – 80% sinar matahari menjadi panas yang terbuang [3]. Besarnya
perubahan energi listrik juga di pengaruhi oleh bahan semi konduktor yang
digunakan. Hal lain yang juga mempengaruhi besarnya energi listrik yang
dihasilkan pada panel surya adalah sudut kemiringan matahari terhadap panel
surya. Untuk mendapatkan daya listrik maksimal dari panel surya tersebut adalah
dengan menambahkan solar tracker dan akan diaplikasikan pada panel surya.
Dengan adanya solar tracker, panel surya akan mengikuti letak posisi matahari
sehingga posisi panel dan matahari akan tegak lurus dan dapat memberikan daya
listrik yang maksimal. Penelitian ini untuk melihat daya listrik yang dihasilkan
bila menggunakan solar tracker dibandingkan dengan daya listrik yang dihasilkan
dari panel surya yang statis.

1
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah maka dapat diurutkan permasalahan yang
perlu dihadapi antara lain :

1. Bagaimana cara merancang Panel Surya Tracker ?

2. Bagaimana daya listrik yang dihasilkan bila menggunakan sistem solar


tracker single axis pada panel surya?

3. Bagaiamana efisiensi daya listrik pada panel surya dengan menggunakan


bahan semikonduktor jenis polycristaline ?

4. Bagaimana keakuratan sensor tegangan dan arus dalam membaca nilai


pada panel surya tracker ?

1.3 Tujuan Penelitian


Tujuan dari Makalah Seminar Tugas Akhir ini sebagai berikut :
1. Mendapatkan merancang dan mendapatkan daya listrik dan optima; [ada
panel surya dengan sistem tracker single axis

2. Mendapatkan pengaruh temperature terhadap penyerapan sinar matahari

3. Keakuratan sensor tegangan dan arus dalam membaca nilai keluaran dari
panel surya

1.4 Manfaat Penelitian


Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai
seberapa berpengaruh sistem tracker single axis pada panel surya terhadap
penyerapan sinar matahari yang kemudian akan dikonversikan menjadi energi
listrik. Kemudian penelitian ini dapat dikembangkan lagi untuk sistem dual axis
dan penggunaan sensor bertipe lain.

2
1.5 Batasan Penelitian
Dari latar belakang dan rumusan masalah yang sudah dijabarkan penulis
membatasi batasan penelitian ini sebagai berikut :

1. Jenis panel surya polycistaline dengan daya 30WP, yang masih belum
berkapasitas besar
2. Pengamatan hanya diambil pada saat kondisi cuaca cerah dan berawan
3. Penelitian ini terfokus pada daya listrik yang dihasilkan dengan sistem
solar tracker single axis, tanpa analisis pengisian pada aki.
4. Pengamatan dilakukan dengan interval 30 menit berdasarkan hasil
pembacaan dari sistem IoT pada Smarthphone.

3
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kajian Pustaka

Dalam penulisan skripsi ini penulis menggali informasi dari penelitian


penelitian sebelumnya sebagai bahan perbandingan, baik mengenai kekurangan
atau kelebihan yang sudah ada. Selain itu, peneliti juga menggali informasi dari
buku-buku maupun skripsi dalam rangka mendapatkan suatu informasi yang ada
sebelumnya tentang teori yang berkaitan dengan judul yang digunakan untuk
memperoleh landasan teori ilmiah.

Erman Al Hakim Fahrudin (2023) “Rancang bangun solar tracker berbasis arduino
uno dengan menggunakan metode real time clock” dengan kesimpulan yang dapat
diambil antara lain yaitu, Prototype solar tracking sistem berbasis Arduino uno
dengan menggunakan RTC dapat meningkatkan daya yang dihasilkan dari intensitas
cahaya matahari yang diserap oleh panel surya dengan mengikuti pergerakan dari
cahaya matahari, dan hasil daya yang dihasilkan oleh panel surya ditentukan
berdasarkan besarnya intensitas matahari pada waktu tertentu.

Shifa Helena (2022) “Unjuk Kerja Single Axis Solar Tracker Berdasarkan
Perubahan Waktu Pergerakan Matahari” menyatakan bahwa chronological single
axis solar tracking ini berjalan dengan baik dan efektif. Pada saat cuaca cerah,
sistem mampu menangkap cahaya matahari lebih banyak karena memiliki error
pelacakan yang rendah. Selain itu sistem ini juga dapat meminimalisir penggunaan
daya linear actuator karena sistem bergerak hanya 30 menit sekali yang terhitung
sebanyak 18 kali pergerakan, dimulai dari jam 7.30 WIB dengan kemiringan sudut
panel sebesar 35° sampai dengan sudut 145° pada jam 16.30 WIB. Namun pada saat
cuaca mendung, solar tracker ini tidak efektif karna solar tracker ini akan tetap

4
bergerak ketika tidak ada cahaya matahari sehingga menyebabkan kerugian daya
yang lebih banyak. Alat ini bekerja dengan memanfaatkan Real Time Clock (RTC)
untuk melakukan setiap pergerakannya [4]

Dapat disimpulkan bahwa penulis akan membahas ke arah judul penelitian


yaitu perancangan sistem panel surya tracking single axis berbasis aplikasi
monitoring Blynk 2.0

2.2 Landasan Teori

Sebagai landasan untuk penelitian yang akan penulis laksanakan, dan


dengan beberapa perbandingan penelitian – penelitian yang telah dilakukan
sebelumnya yang penulis pelajari sebagai berikut :

2.2.1 Panel Surya

Panel surya adalah pembangkit listrik yang mengubah energi surya


menjadi energi listrik dengan kumpulan sel surya yang ditata sedemikian
rupa agar efektif dalam menyerap sinar matahari. Sedangkan yang
bertugas menyerap sinar matahari adalah sel surya. Sel surya sendiri
terdiri dari berbagai komponen photovoltaic atau komponen yang dapat
mengubah cahaya menjadi listrik. Photovoltaic adalah teknologi yang
berfungsi untuk mengubah atau mengkonversi radiasi matahari menjadi
energi listrik secara langsung [5]. Dibuat pertama kali pada tahun 1883
oleh Charles Fritts.

Gambar 2.1 Panel Surya

5
Banyaknya sel surya yang disusun untuk menjadi panel surya akan
berbanding lurus dengan energi yang dihasilkan. Dalam artian semakin
banyak sel surya yang digunakan, maka semakin banyak pula energi
matahari yang dikonversi menjadi energi listrik. Prinsip kerja sel surya
dimulai dari partikel yang disebut “Foton” yang merupakan partikel sinar
matahari yang sangat kecil. Ketika foton tersebut menghantam atom
semikonduktor sel surya sehingga dapat menimbulkan energi yang besar
untuk memisahkan elektron dari struktur atomnya. Elektron yang terpisah
dan bermuatan negatif akan bebas bergerak pada daerah pita konduksi
dari material semi konduktor, sehingga atom yang kehilangan elektron
kekosongan pad strukturnya dan disebut “hole” dengan muatan positif.

Daerah semi konduktor dengan elektron bebas bersifat negatif dan


bertindak sebagai donor elektron yang disebut dengan semi konduktor
tipe N. Sedangkan daerah semi konduktor “hole” sebagai penerima
elektron dinamakan semi konduktor tipe Pdi. Persimpangan daerah
positif dan negatif akan menimbulkan energi yang mendorong elektron
dan hole begerak ke arah berlawanan. elektron bergerak menjauhi darah
negatif, dan hole menjauhi daerah positif. Ketika diberikan sebuah beban
berupa lampu atau perangkat listrik lainnya, maka akan menimbulkan
arus listrik.

Sederhananya, ketika sel surya menyerap cahaya, maka akan ada


pergerakan antara elektron di sisi positif dan negatif. Adanya pergerakan
ini menciptakan arus listrik sehingga dapat digunakan sebagai energi bagi
alat-alat elektronik.

6
Gambar 2.2 Cara Kerja Panel Surya Secara Sederhana
2.2.2 Jenis – Jenis Panel Surya

Ada beberapa jenis sel surya yang telah dimanfaatkan dan dapat
ditemui di pasaran, diantaranya adalah Monocrystalline Silicon PV
Module, Polycrystalline Silicon PV Module, Thin Film Solar Cell dan
Compound Thin Film Triple Junction Photovoltaic.
1. Monocrystalline Silicon
Monocrystalline silicon merupakan panel surya yang memiliki
banyak keunggulan seperti terbuat silikon yang diiris tipis
menggunakan bantuan mesin potong. Hasil irisan yang tipis
tersebut membuat karakteristik monocrystalline silicon lebih
menonjol. Selain itu, penampang monocrystalline silicon bisa
menyerap cahaya matahari lebih optimal jika dibandingkan
dengan jenis sel surya yang lainnya. Meski memiliki banyak
keunggulan, monocrystalline silicon juga memiliki kekurangan.
Agar bisa berfungsi secara efisien, cahaya harus memiliki
kadar terang dan tinggi. Jika cuaca sedang mendung dan
berawan, monocrystalline silicon tidak bisa menyerap energi
matahari secara maksimal dan efisiensi panel berpotensi
menurun.
2. Polycrystalline Silicon
Polycrytalline silicon merupakan jenis panel surya umum
digunakan dibanyak jenis bangunan. Kebanyakan panel surya
ditemukan di Indonesia menggunakan jenis yang satu ini.

7
Teknologi panel surya tersebut terbuat dari batang silicon yang
bisa dicairkan. Polycrytalline silicon juga memiliki kelebihan
dari segi susunan yang lebih rapat dan rapi. Karakteristik yang
cukup unik, karena kesan tampilan dengan retakan – retakan
pada bagian dalam sel surya. Sama seperti panel surya yang
lain, panel surya jenis ini juga memiliki kelemahan atau
kekurangan. Panel surya ini tidak cocok dengan wilayah atau
area yang memilki curah hujan tinggi, karna pada saat itu
efisiensi dari pada panel surya akan menurun bahkan tidak
berfungsi sama sekali.
3. Thin Film Solar Cell
Jenis panel surya selanjutnya thin film solar cell. Dibandingkan
dengan jenis panel surya sebulmnya, panel surya ini jarangan
dipakai dalam skala rumahan ataupun bangunan dan hanya
digunakan untuk kebutuhan komersial saja. Ya, sesuai dengan
Namanya jenis panel surya satu ini memiliki ukuran yang
sangat tipis dan memiliki bobot yang lebih ringan. Selain itu,
sifatnya juga sangat fleksibel. Nah, thin film solar cell bisa
bekerja sangat baik pada cahaya fluorescent atau cahaya lampu
pijaar yang banyak dijadikan sebagi alat penerangan baik
dirumah maupun dikantor. Kekurangan yaitu efisiensi yang
dimiliki panel surya ini memang cukup rendah, hanya dapat
menangkap cahaya matahari sebesar 8,5% untuk penampangan
yang luasnya sama dengan monocrystalline.
4. Compound Thin Film Triple Junction Photovoltaic Yang terakhir
ada compound thin film triple junction photovoltaic. Sesuai
dengan Namanya, jenis panel surya yang satu ini hanya
memiliki tiga lapisan. Panel surya ini tidak bisa digunakan
untuk kebutuhan sehari – hari. Hal itu dikarenakan jenis panel
surya yang satu hanya bisa digunkan diluar angkasa.
Kemampuan dan efisiensi coumpound thin film triple junction
photovoltaic yang dimiliki sangan tinggi. Pasalnya, panel surya

8
ini mampu menghasilkan daya listrik sebesar 45% lebih besar
dengan jenis panel surya lainnya. Sayangnya panel surya ini
lebih berat dan rapuh dibandingkan yang lain.

2.2.3 Struktur Panel Surya

Panel surya yang memiliki tipe fotovoltaik memanfaatkan tegangan


yang dihasilkan dari efek fotoelektrik untuk memproduksi energi listrik.
Panel surya memiliki 3 lapisan utama, yaitu di baguian paling atas
terdapat lapisan panel P, di tengah terdapat lapisan pembatas, dan di
bagian paling bawah terdapat lapisan panel N. Panas matahari yang
menyinari lapisan paling atas panel surya menyebabkan efek fotoelektrik
yang mengakibatkan terjadinya perpindahan elektron di lapisan panel P,
kemudian proton akan mengalir ke lapisan panel N di bagian bawah dan
terjadinya perpindahan arus proton ini menghasilkan arus listrik.
Dibawah ini penulis akan menjelaskan struktur utama panel surya yang
berbahan dasar silicon yang sering ditemukan di pasaran.

Gambar 2.3 Struktur Panel Surya

Gambar diatas menunjukan ilustrasi panel surya dan juga bagian-


bagiannya. Secara umum terdiri dari :

1. Substrat/Metal backing

Substrat berjasa dalam menopang hampir seluruh bagian dari panel


surya. Dikarenakan substrat berfungsi sebagai kontak terminal positif

9
panel surya, substrat harus memiliki tingkat konduktifitas listrik yang
baik. Oleh karena itu beberapa logam biasanya digunakan sebagi
bahan dasar substrat seperti aluminium atau molybdenum. Berbeda
pada panel surya dye-sensitized (DSSC) dan panel surya organic,
substrat selain dibuat dari bahan yang konduktif akan tetapi juga akan
dibuat transparan karena berfungsi sebagai tempat masuknya cahaya
matahari.

2. Material Semikonduktor

Material semi konduktor merupakan bagian inti dari panel surya


dikarenakan berfungsi untuk menyerap panas cahaya matahari.
Bagian semikonduktor memiliki ketebalan beberapa ratus
mickrometer tergantung dengan jenis panel surya yang digunakan.
Pada gambar diatas merupakan panel surya yang menggunakan
silicon sebagai bahan semikonduktor utama. Sedangkan untuk sel
surya lapisan tipis, material semikonduktor yang umum digunakan
dan telah masuk pasaran yaitu contohnya material Cu(In,Ga)(S,Se)2
(CIGS), CdTe (kadmium telluride), dan amorphous silikon,
disamping materialmaterial semikonduktor potensial lain yang dalam
sedang dalam penelitian intensif seperti Cu2ZnSn(S,Se)4 (CZTS) dan
Cu2O (copper oxide).

3. Kontak metal /Contact Grid

Selain substrat yang berfungsi sebagai kontak positif, material


semikonduktor pada panel surya juga dilapisi dengan material
konduktif transparan yang berfungsi sebagai kontak negatif.

4. Lapisan antireflektif

Agar cahaya matahari dapat terserap secara maksimal oleh lapisan


semi konduktor harus ditambahkan lapisan antireflektif. Lapisan ini
bertugas untuk membelokkan cahaya matahari agar mengarah ke
lapisan semi konduktor. Material anti-reflektif ini adalah lapisan tipis

10
material dengan besar indeks refraktif optik antara semikonduktor
dan udara.

5. Enkapsulasi /Cover Glass

Enkapsulasi merupakan bagian pelindung yang berfungsi untuk


enkapsulasi yaitu melindungi panel surya dari hujan atau kotoran.

2.2.4 Menghitung Daya Listrik dan Efisiensi dari Panel Surya


Besaran intesitas matahari sangat mempengaruhi daya dan efisiensi
yang dihasilkan. Untuk mengatahui karakteristik arus dan teganban pada
sel surya maka dapat digunakan suatu kurva pada Gambar 2.4.

Gambar 2.4 Kurva Karakteristik Arus dan Tegangan

Teori dasar atau rumus menghitung daya listrik dan efisiensi dari
panel surya adalah sebagai berikut :

1. Faktor Pengisi

Faktor pengisi adalah ukuran kualitas dari sel surya dapat


diketahui dengan membandingkan maksimum teoritis dan daya
output pada tegangan rangkaian terbuka dan hubungan pendek.
Faktor pengisi yaitu parameter yang menyatakan seberapa besar
perkalian antara tegangan maksimum dengan arus maksimum
dibagi dengan perkalian antara tegangan pada rangkaian terbuka
dengan arus pada rangkaian terbukan dengan persamaan sebagai
berikut :

11
Vmp x Imp
FF =
V𝑜𝑐 x I𝑠𝑐

Dengan : FF = Faktor pengisian

Vmp = Maximum Power Voltage

Imp = Maximum Power Current

Voc = Open Cicuit Voltage (Volt)

Isc = Short Sircuit Current (Ampare)

2. Daya Masuk

Daya masuk diperoleh dari perkalian antara intesitas radiasi


matahari yang diterima dengan luas area sul surya menggunakan
persamaan sebagai berikut :

P𝑖𝑛 = I𝑟 x A

Dengan : Pin = Daya input akibat radiasi matahari (Watt)

Ir = Intesitas radiasi matahari (W/m2)

A = Luas area permukaan sel surya (m2)

3. Daya Keluaran

Daya keluaran pada sel surya yaitu perkalian tegangan rangkaian


terbuka dengan arus rangkain pendek dan faktor pengisi yang
dihasilkan oleh sel surya dihitung dengan persamaan sebagai
berikut :

P𝑜𝑢𝑡 = Voc x Isc x FF

Dengan : Pout = Daya keluaran (Watt)

12
Voc = Open Cicuit Voltage (Volt)

Isc = Short Sircuit Current (Ampare)

4. Efisiensi Panel Surya

Efisiensi panel surya adalah perbandingan daya keluaran de ngan


daya intesitas matahari dapat dihitung dengan persamaan sebagai
berikut :

P 𝑜𝑢𝑡𝑝𝑢𝑡
ɳ= 𝑥 100%
P 𝑖𝑛𝑝𝑢𝑡

Dengan : Pin = Daya input akibat radiasi matahari (Watt)

Pout = Daya keluaran (Watt)

ɳ = Efisiensi panel surya (%)

13
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Rencana Waktu dan Tempat Penelitian


Penelitian “Perancangan Sistem Panel Surya Tracking Single Axis berbasis
Aplikasi Monitoring Blynk 2.0” direncakan pada tanggal 10 Juni 2024 sampai
dengan 20 Juni 2024. Lokasi penelitian yaitu pada lingkungan kampus c Fakultas
Teknologi Industri Universitas Jayabaya, pada pukul 09:00 – 16:00 WIB.

3.2 Diagram Alir Penelitian


Penelitian ini memiliki proses yang tersusun dari beberapa tahap yang
dimulai dari gambaran dari tahap tersebut dapat dilihat pada diagram alir berikut :

14
Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian

Secara garis besar, penelitian ini memiliki alur penelitian seperti Diagram Alir
Gambar 3.1. Penjelasan lebih rinci dari diagram alir tersebut dapat dijelaskan
secara berikut :

1. Studi Literatur

Studi literatur ini dilakukan dengan mengumpulkan jurnal penelitian


yang telah dilakukan sebelumnya, baik mengenai topik yang sama
ataupun yang memiliki kemiripan. Studi literatur ini dilakukan untuk
memperkuat dasar teori maupun pengerjaan dari penelitian ini.

2. Perancangan Program

Perancangan program ini dilakukan dengan menggunakan software


Arduino IDE dimana program ini akan disesuaikan dengan kebutuhan

15
penelitian ini seperti board yang dipakai, sensor, perhitungan, sampai
nantinya dijalankan dan dicek apakan program yang dibuat dapat
berjalan dengan lancar atau tidak.

3. Pembuatan Alat

Perancangan alat dimulai dengan mengumpulkan komponen-komponen


yang dibutuhkan dan merangkainya menjadi satu kesatuan. Komponen
dipilih berdasarkan kebutuhan dan juga di sesuaikan dengan spesifikasi
komponen yang lainnya. Komponen-komponen tersebut bisa dilihat juga
di Tabel 3.1. Semua komponen tersebut dirangkai sedemikian rupa untuk
selanjutnya dilakukan perancangan program.

4. Penyelerasan Alat dan Program

Penyelarasan alat dan program dilkaukan guna mencocokkan antara alat


dengan pogram yang sudah dibuat. Tahapan ini bisa dikatakan menjadi
trial and error dari alat ini, penyesuain antara alat dan program sangat
dibutuhkan guna melihat kekurangan dari alat maupun program yang
sudah dirancang.

5. Eksperimen Penelitian

Setelah melewati tahapan penyelarasan alat dan program, alat yang


sudah jadi akan dilakukan eksperimen dilapangan, dimana alat ini akan
diuji fungsi dan keakuratan hasil program yang telah dirancang.
Pengujian ini berfungsi untuk mendapatkan data dari percobaan di
lapangan yang kemudian akan di analisis data dari hasil yang telag di
dapatkan selama pengujian.

6. Analisis Hasil

Dengan segala tahapan yang sudah dijalankan dan dipatkan hasil


pengamatan yang baik, maka tahapan akhir dari penelitian ini adalah
menganalisis data yang telah dipatkan dengan membandingkan data

16
dengan teori yang ada, sehingga didapatkan perbandingan daya dari
penelitian yang dilakukan.

3.3 Peralatan dan Bahan

Pada tahapan perancangan diperlukan peralatan dan bahan yang sesuai


dengan fungsinya. Adapun komponen atau alat dan bahan yang dibutuhkan sebagai
berikut :

Tabel 3.1 Peralatan, Komponen dan Bahan yang dibutuhkan

No Alat dan Bahan Jumlah


1 Laptop 1 Pcs
2 Panel Surya 30 WP 2 Pcs
3 Arduino Uno 1 Pcs
4 Motor Servo TD8120MG 1 Pcs
5 Sensor Arus dan Tegangan MAX417 1 Pcs
6 Sensor Modul LDR 4 Pcs
7 Solar Charger Controller 1 Pcs
8 Accu 12V 7Ah 1 Pcs
9 Power Inventer 1000W 1 Pcs
10 Kabel Jumper 1 set
11 Kabel USB 1 Pcs
12 Adaptor 12V 1 Pcs
13 Terminal Listrik 1 Pcs
14 Sensor Suhu DHT22 1 Pcs
15 NodeMCU ESP32 1 Pcs
16 Meja Penelitian 1 set
17 Case Stainless Panel Surya 1 set
18 Case Sensor Suhu Akrilik 1 Pcs
19 Multitester 1 Pcs

1. Panel Surya 30WP Polycristaline

17
Panel surya yang digunakan dalam penelitian ini adalah panel surya
dengan jenis polycristaline 30WP dimensi panjang 64 cm dan lebar 35
cm. Penelitian ini menggunakan 2 buah panel surya. 1 panel surya kita
letakan dengan posisi statis dan 1 panel surya kita rangkai dengan solar
tracker.

Gambar 3.2 Panel Surya 30Wp

2. Arduino Uno
Arduino Uno adalah sebuah board Mikrokontroler yang berbasis
Atmega328, memiliki 14 pin input dan output yang mana 6 pin
digunakan sebagai output PMW, 6 analog input, crystal osilator 16
MHz, port USB, power jack, ICSP header, dan sebuah tombol reset.
Fungsi Arduino uno adalah memudahkan penggunaannya dalam
mengendalikan komponen elektronika dengan program seperti LED,
motor DC, relay, servo, modul dan segala jenis sensor.

18
Gambar 3.3 Arduino Uno
5. Sensor Arus dan Tegangan MAX471
MAX471merupakan sensor arus analog, yang berarti ia mengukur
arus dan mengeluarkan tingkat tegangan yang memiliki korespondensi
linier dengan arus yang diukur, begitupun juga dengan pembacaan
tegangan yang bisa mencapai 36V DC. Keakuratan sensor ini
menjadikan sebuah solusi untuk penggunaan dalam proyek yang
berhubungan dengan pengukuran tegangan dan arus DC.

Gambar 3.4 Sensor INA219

6. Sensor LDR (Light Dependent Resistor)


Sensor LDR adalah adalah salah satu jenis resistor yang dapat
mengalami perubahan resistansinya apabila mengalami perubahan
penerimaan cahaya. Modul sensor cahaya bekerja manghasilkan output
yang mendeteksi nilai intensitas cahaya.

19
Gambar 3.5 Sensor LDR

7. Solar Charger Controller


Solar Charger Controller adalah peralatan elektronik yang
digunakan untuk mengatur arus searah yang di isi ke batrai dan diambil
dari batrai ke beban.

Gambar 3.6 Solar charger controller

8. Accu
Accu adalah sebuah alat yang menyimpan energi (umumnya energi
listrik) dalam bentuk energi kimia. Pada umumnya di Indonesia
Akumulator (sebagai Aki atau Accu) hanya dimengerti sebagai batrai, di
dalam standar internasional setiap satu cell akumulator memiliki
tegangan sebesar 2 volt sehingga aki 12 volt memiliki 6 cell.

Gambar 3.7 Accu 12V 7Ah

20
9. Power Inventer 1000W
Power inventer 1000w-12v STC-1000W adalah suata rangkaian
elektronika daya yang digunakan untuk mengkonversi atau mengubah
tegangan searah (DC) menjadi tegangan bolak-balik (AC).

Gambar 3.8 Power inverter 1000W

10. Kabel Jumper


Kabel jumper adalah suatu istilah kabel yang berdiameter kecil
yang di dalam dunia elektronika digunakan untuk menghubungkan dua
titik atau lebih dan dapat juga menghubungkan 2 komponen elektronika.

Gambar 3.9 Kabel Jumper

11. Sensor Suhu DHT22

DHT22 (Gambar 1) adalah sensor digital kelembaban dan suhu


relatif. Sensor DHT22 menggunakan kapasitor dan ter- mistor untuk
mengukur udara disekitarnya dan keluar sinyal. Pada pin data DHT22
diklaim memiliki kualitas pembacaan yang baik, dinilai dari respon
proses akuisisi data yang cepat dan ukurannya yang minimalis, serta
dengan harga relatif mu- rah jika dibandingkan dengan alat
thermohygrometer.

21
Gambar 3.10 Sensor Suhu DHT22

22
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Perancangan Solar Panel Tracker

4.2 Validasi Pengujian Komponen dan Sensor

4.2.1 Pengujian Keakuratan Motor Servo TD8120MG Metal Gear

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari serangkaian penelitian dan perancangan alat yang dilakukan dapat


disimpulkan yaitu :

5.2 Sara

23
DAFTAR PUSTAKA

[1] Erman Al Hakim, B. Fahrudin, Asni Tafrikhatin, and Jati Sumarah, Rancang
Bangun Solar Tracker Berbasis Arduino, vol. 2, no. 1. 2023. doi:
10.37339/jasatec.v2i1.1329.
[2] A. Julisman, I. D. Sara, and R. H. Siregar, “Prototipe Pemanfaatan Panel
Surya Sebagai Sumber Energi Pada Sistem Otomasi Stadion Bola
Menggunakan Sensor LDR dan Sensor Air,” Kitektro, vol. 2, no. 1, pp. 35–
42, 2017.
[3] G. J. H. Aziz and A. F. Shiddiq, “IMPLEMENTASI METODE
PROPORTIONAL-INTEGRAL ( PI ) PADA,” vol. 2, no. 1, 2023.
[4] S. Helena, J. Hamka, and K. UNP Air Tawar Padang, “Unjuk Kerja Single
Axis Solar Tracker Berdasarkan Perubahan Waktu Pergerakan Matahari,”
MSI Trans. Educ., vol. 03, no. 04, p. 2022, 2022.
[5] Y. Prasetyo, B. Triyono, and A. C. Arifin, “Optimalisasi daya output dual
axis solar tracker dengan metode umbrella system,” J. Geuthèë Penelit.
Multidisiplin, vol. 02, no. 02, pp. 267–274, 2019, [Online]. Available:
http://www.journal.geutheeinstitute.com.

24
DAFTAR LAMPIRAN

1. Biodata Penulis

Nama Lengkap : Neo Arivan


NIM : 2017710250059
Tempat, Tgl Lahir : Jakarta, 24 Agustus 1997
Alamat : Bumi Agung M3 No 6, Rt. 004 / Rw. 012, Kel. Unyur
Kec. Serang Kota Serang, Banten
Email : Neoarivan2408@gmail.com

25

Anda mungkin juga menyukai