MAKALAH TA - Neo Arivan
MAKALAH TA - Neo Arivan
UNIVERSITAS JAYABAYA
Oleh
NEO ARIVAN
2017710250059
JAKARTA
MEI 2024
PERANCANGAN SISTEM PANEL SURYA TRACKING SINGLE
AXIS BERBASIS APLIKASI MONITORING BLYNK 2.0
UNIVERSITAS JAYABAYA
Oleh
NEO ARIVAN
2017710250059
JAKARTA
MEI 2024
HALAMAN PERNYATAAN OROSINILITAS
Makalah Tugas Akhir ini adalah hasil karya saya sendiri, dan semua sumber
baik yang dikutip maupun dirujuk telah saya nyatakan dengan benar.
Tanda Tangan
i
HALAMAN PENGESAHAN
Disetujui di : Jakarta
Tanggal : 16 Mei 2024
Pembimbing I Pembimbing II
ii
HALAMAN PENGESAHAN
Dewan Penguji
Penguji I : ( )
Penguji II : ( )
Penguji III : ( )
Disetujui di : Jakarta
iii
HALAMAN PENGESAHAN
Disetujui di : Jakarta
Tanggal : 16 Mei 2024
iv
PRAKATA
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya, saya
dapat memulai penulisan proposal skripsi ini. Penulisan skripsi ini dilakukan
dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Teknik
Elektro pada Fakultas Teknologi Industri Universitas Jayabaya. Saya menyadari
bahwa, tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, dari masa perkuliahan
sampai pada penyusunan skripsi ini, sangatlah sulit bagi saya untuk
menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih
kepada:
(1) Ir. Dian Samodrawati.,M.M. dan Nur Witdi Yanto, S.T.,M.T. selaku ketua
program studi dan dosen pembimbing yang telah menyediakan waktu,
tenaga, dan pikiran untuk mengarahkan saya dalam penyusunan skripsi
ini.
(2) Saudara Imam Tarmidzi dan Renggo Mike Al’Aziz, ST yang telah banyak
membantu dalam usaha penyusunan skripsi ini.
(3) Orang tua dan Istri saya yang telah memberikan bantuan dukungan moral.
(4) Sahabat dan teman yang telah banyak membantu saya menyelesaikan
skripsi ini.
Akhir kata, penulis berharap Tuhan Yang Maha Esa berkenan membalas segala
kebiakan semua pihak yang telah membantu. Semoga skripsi ini membawa
manfaat bagi pengembangan ilmu Teknik Mesin.
Neo Arivan
v
ABSTRAK
Salah satu energi baru dan terbarukan yang memiliki potensi yang cukup besar di
Indonesia contohnya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Sinar
matahari merupakan sumber energi utama yang dimanfaatkan dalam penelitian
ini, dimana panel surya adalah alat yang dapat mengkonversikan sinar matahari
menjadi energi listrik dalam bentuk searah (DC). Sinar matahari yang didapat
panel surya akan berubah menjadi energi listrik dan dapat digunakan untuk
menghidupkan alat elektronik yang digunakan oleh manusia. Terdapat
permasalahan yang masih cukup mempengaruhi efektifitas panel surya, yaitu
penyerapan sinar matahari oleh panel surya yang masih belum maksimal sehingga
daya keluaran yang dihasilkan oleh panel surya masih belum optimal. Hal ini
dipengaruhi oleh besarnya intensitas matahari serta sudut kemiringan matahari
terhadap panel surya yang teraplikasi karena sebagian besar penggunaan panel
surya hanya ditempatkan statis di posisi sudut tertentu oleh karena itu penulis
mengambil judul perancangan panel surya dengan sistem tracking single axis.
Fitur dari sistem ini tentukan sebuah panel surya yang dapat mengikuti sinar
matahari secara optimal dari timur ke barat dengan single axis. Kemudian
dilengkapi dengan mikrokontroler yang mendukung Internet of things dalam
pemantauan sensor suhu, arus dan tegangan yang didapatkan oleh panel surya
secara realtime. Pemantauan dengan Aplikasi Blynk 2.0 yang sudah berbasis
database website dan smartphone
vi
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................................... 1
1.2 Perumusan Masalah ....................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penelitian ........................................................................................... 2
1.4 Manfaat Penelitian ......................................................................................... 2
1.5 Batasan Penelitian .......................................................................................... 2
vii
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian .................................................................... 14
3.2 Diagram Alir Penelitian ............................................................................. 14
3.3 Peralatan dan Bahan yang dibutuhkan .......................................................... 16
viii
DAFTAR GAMBAR
ix
DAFTAR TABEL
x
DAFTAR LAMPIRAN
1. Biodata Penulis
2. Formulir Bimbingan
xi
BAB I
PENDAHULUAN
1
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah maka dapat diurutkan permasalahan yang
perlu dihadapi antara lain :
3. Keakuratan sensor tegangan dan arus dalam membaca nilai keluaran dari
panel surya
2
1.5 Batasan Penelitian
Dari latar belakang dan rumusan masalah yang sudah dijabarkan penulis
membatasi batasan penelitian ini sebagai berikut :
1. Jenis panel surya polycistaline dengan daya 30WP, yang masih belum
berkapasitas besar
2. Pengamatan hanya diambil pada saat kondisi cuaca cerah dan berawan
3. Penelitian ini terfokus pada daya listrik yang dihasilkan dengan sistem
solar tracker single axis, tanpa analisis pengisian pada aki.
4. Pengamatan dilakukan dengan interval 30 menit berdasarkan hasil
pembacaan dari sistem IoT pada Smarthphone.
3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Erman Al Hakim Fahrudin (2023) “Rancang bangun solar tracker berbasis arduino
uno dengan menggunakan metode real time clock” dengan kesimpulan yang dapat
diambil antara lain yaitu, Prototype solar tracking sistem berbasis Arduino uno
dengan menggunakan RTC dapat meningkatkan daya yang dihasilkan dari intensitas
cahaya matahari yang diserap oleh panel surya dengan mengikuti pergerakan dari
cahaya matahari, dan hasil daya yang dihasilkan oleh panel surya ditentukan
berdasarkan besarnya intensitas matahari pada waktu tertentu.
Shifa Helena (2022) “Unjuk Kerja Single Axis Solar Tracker Berdasarkan
Perubahan Waktu Pergerakan Matahari” menyatakan bahwa chronological single
axis solar tracking ini berjalan dengan baik dan efektif. Pada saat cuaca cerah,
sistem mampu menangkap cahaya matahari lebih banyak karena memiliki error
pelacakan yang rendah. Selain itu sistem ini juga dapat meminimalisir penggunaan
daya linear actuator karena sistem bergerak hanya 30 menit sekali yang terhitung
sebanyak 18 kali pergerakan, dimulai dari jam 7.30 WIB dengan kemiringan sudut
panel sebesar 35° sampai dengan sudut 145° pada jam 16.30 WIB. Namun pada saat
cuaca mendung, solar tracker ini tidak efektif karna solar tracker ini akan tetap
4
bergerak ketika tidak ada cahaya matahari sehingga menyebabkan kerugian daya
yang lebih banyak. Alat ini bekerja dengan memanfaatkan Real Time Clock (RTC)
untuk melakukan setiap pergerakannya [4]
5
Banyaknya sel surya yang disusun untuk menjadi panel surya akan
berbanding lurus dengan energi yang dihasilkan. Dalam artian semakin
banyak sel surya yang digunakan, maka semakin banyak pula energi
matahari yang dikonversi menjadi energi listrik. Prinsip kerja sel surya
dimulai dari partikel yang disebut “Foton” yang merupakan partikel sinar
matahari yang sangat kecil. Ketika foton tersebut menghantam atom
semikonduktor sel surya sehingga dapat menimbulkan energi yang besar
untuk memisahkan elektron dari struktur atomnya. Elektron yang terpisah
dan bermuatan negatif akan bebas bergerak pada daerah pita konduksi
dari material semi konduktor, sehingga atom yang kehilangan elektron
kekosongan pad strukturnya dan disebut “hole” dengan muatan positif.
6
Gambar 2.2 Cara Kerja Panel Surya Secara Sederhana
2.2.2 Jenis – Jenis Panel Surya
Ada beberapa jenis sel surya yang telah dimanfaatkan dan dapat
ditemui di pasaran, diantaranya adalah Monocrystalline Silicon PV
Module, Polycrystalline Silicon PV Module, Thin Film Solar Cell dan
Compound Thin Film Triple Junction Photovoltaic.
1. Monocrystalline Silicon
Monocrystalline silicon merupakan panel surya yang memiliki
banyak keunggulan seperti terbuat silikon yang diiris tipis
menggunakan bantuan mesin potong. Hasil irisan yang tipis
tersebut membuat karakteristik monocrystalline silicon lebih
menonjol. Selain itu, penampang monocrystalline silicon bisa
menyerap cahaya matahari lebih optimal jika dibandingkan
dengan jenis sel surya yang lainnya. Meski memiliki banyak
keunggulan, monocrystalline silicon juga memiliki kekurangan.
Agar bisa berfungsi secara efisien, cahaya harus memiliki
kadar terang dan tinggi. Jika cuaca sedang mendung dan
berawan, monocrystalline silicon tidak bisa menyerap energi
matahari secara maksimal dan efisiensi panel berpotensi
menurun.
2. Polycrystalline Silicon
Polycrytalline silicon merupakan jenis panel surya umum
digunakan dibanyak jenis bangunan. Kebanyakan panel surya
ditemukan di Indonesia menggunakan jenis yang satu ini.
7
Teknologi panel surya tersebut terbuat dari batang silicon yang
bisa dicairkan. Polycrytalline silicon juga memiliki kelebihan
dari segi susunan yang lebih rapat dan rapi. Karakteristik yang
cukup unik, karena kesan tampilan dengan retakan – retakan
pada bagian dalam sel surya. Sama seperti panel surya yang
lain, panel surya jenis ini juga memiliki kelemahan atau
kekurangan. Panel surya ini tidak cocok dengan wilayah atau
area yang memilki curah hujan tinggi, karna pada saat itu
efisiensi dari pada panel surya akan menurun bahkan tidak
berfungsi sama sekali.
3. Thin Film Solar Cell
Jenis panel surya selanjutnya thin film solar cell. Dibandingkan
dengan jenis panel surya sebulmnya, panel surya ini jarangan
dipakai dalam skala rumahan ataupun bangunan dan hanya
digunakan untuk kebutuhan komersial saja. Ya, sesuai dengan
Namanya jenis panel surya satu ini memiliki ukuran yang
sangat tipis dan memiliki bobot yang lebih ringan. Selain itu,
sifatnya juga sangat fleksibel. Nah, thin film solar cell bisa
bekerja sangat baik pada cahaya fluorescent atau cahaya lampu
pijaar yang banyak dijadikan sebagi alat penerangan baik
dirumah maupun dikantor. Kekurangan yaitu efisiensi yang
dimiliki panel surya ini memang cukup rendah, hanya dapat
menangkap cahaya matahari sebesar 8,5% untuk penampangan
yang luasnya sama dengan monocrystalline.
4. Compound Thin Film Triple Junction Photovoltaic Yang terakhir
ada compound thin film triple junction photovoltaic. Sesuai
dengan Namanya, jenis panel surya yang satu ini hanya
memiliki tiga lapisan. Panel surya ini tidak bisa digunakan
untuk kebutuhan sehari – hari. Hal itu dikarenakan jenis panel
surya yang satu hanya bisa digunkan diluar angkasa.
Kemampuan dan efisiensi coumpound thin film triple junction
photovoltaic yang dimiliki sangan tinggi. Pasalnya, panel surya
8
ini mampu menghasilkan daya listrik sebesar 45% lebih besar
dengan jenis panel surya lainnya. Sayangnya panel surya ini
lebih berat dan rapuh dibandingkan yang lain.
1. Substrat/Metal backing
9
panel surya, substrat harus memiliki tingkat konduktifitas listrik yang
baik. Oleh karena itu beberapa logam biasanya digunakan sebagi
bahan dasar substrat seperti aluminium atau molybdenum. Berbeda
pada panel surya dye-sensitized (DSSC) dan panel surya organic,
substrat selain dibuat dari bahan yang konduktif akan tetapi juga akan
dibuat transparan karena berfungsi sebagai tempat masuknya cahaya
matahari.
2. Material Semikonduktor
4. Lapisan antireflektif
10
material dengan besar indeks refraktif optik antara semikonduktor
dan udara.
Teori dasar atau rumus menghitung daya listrik dan efisiensi dari
panel surya adalah sebagai berikut :
1. Faktor Pengisi
11
Vmp x Imp
FF =
V𝑜𝑐 x I𝑠𝑐
2. Daya Masuk
P𝑖𝑛 = I𝑟 x A
3. Daya Keluaran
12
Voc = Open Cicuit Voltage (Volt)
P 𝑜𝑢𝑡𝑝𝑢𝑡
ɳ= 𝑥 100%
P 𝑖𝑛𝑝𝑢𝑡
13
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
14
Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian
Secara garis besar, penelitian ini memiliki alur penelitian seperti Diagram Alir
Gambar 3.1. Penjelasan lebih rinci dari diagram alir tersebut dapat dijelaskan
secara berikut :
1. Studi Literatur
2. Perancangan Program
15
penelitian ini seperti board yang dipakai, sensor, perhitungan, sampai
nantinya dijalankan dan dicek apakan program yang dibuat dapat
berjalan dengan lancar atau tidak.
3. Pembuatan Alat
5. Eksperimen Penelitian
6. Analisis Hasil
16
dengan teori yang ada, sehingga didapatkan perbandingan daya dari
penelitian yang dilakukan.
17
Panel surya yang digunakan dalam penelitian ini adalah panel surya
dengan jenis polycristaline 30WP dimensi panjang 64 cm dan lebar 35
cm. Penelitian ini menggunakan 2 buah panel surya. 1 panel surya kita
letakan dengan posisi statis dan 1 panel surya kita rangkai dengan solar
tracker.
2. Arduino Uno
Arduino Uno adalah sebuah board Mikrokontroler yang berbasis
Atmega328, memiliki 14 pin input dan output yang mana 6 pin
digunakan sebagai output PMW, 6 analog input, crystal osilator 16
MHz, port USB, power jack, ICSP header, dan sebuah tombol reset.
Fungsi Arduino uno adalah memudahkan penggunaannya dalam
mengendalikan komponen elektronika dengan program seperti LED,
motor DC, relay, servo, modul dan segala jenis sensor.
18
Gambar 3.3 Arduino Uno
5. Sensor Arus dan Tegangan MAX471
MAX471merupakan sensor arus analog, yang berarti ia mengukur
arus dan mengeluarkan tingkat tegangan yang memiliki korespondensi
linier dengan arus yang diukur, begitupun juga dengan pembacaan
tegangan yang bisa mencapai 36V DC. Keakuratan sensor ini
menjadikan sebuah solusi untuk penggunaan dalam proyek yang
berhubungan dengan pengukuran tegangan dan arus DC.
19
Gambar 3.5 Sensor LDR
8. Accu
Accu adalah sebuah alat yang menyimpan energi (umumnya energi
listrik) dalam bentuk energi kimia. Pada umumnya di Indonesia
Akumulator (sebagai Aki atau Accu) hanya dimengerti sebagai batrai, di
dalam standar internasional setiap satu cell akumulator memiliki
tegangan sebesar 2 volt sehingga aki 12 volt memiliki 6 cell.
20
9. Power Inventer 1000W
Power inventer 1000w-12v STC-1000W adalah suata rangkaian
elektronika daya yang digunakan untuk mengkonversi atau mengubah
tegangan searah (DC) menjadi tegangan bolak-balik (AC).
21
Gambar 3.10 Sensor Suhu DHT22
22
BAB IV
BAB V
5.1 Kesimpulan
5.2 Sara
23
DAFTAR PUSTAKA
[1] Erman Al Hakim, B. Fahrudin, Asni Tafrikhatin, and Jati Sumarah, Rancang
Bangun Solar Tracker Berbasis Arduino, vol. 2, no. 1. 2023. doi:
10.37339/jasatec.v2i1.1329.
[2] A. Julisman, I. D. Sara, and R. H. Siregar, “Prototipe Pemanfaatan Panel
Surya Sebagai Sumber Energi Pada Sistem Otomasi Stadion Bola
Menggunakan Sensor LDR dan Sensor Air,” Kitektro, vol. 2, no. 1, pp. 35–
42, 2017.
[3] G. J. H. Aziz and A. F. Shiddiq, “IMPLEMENTASI METODE
PROPORTIONAL-INTEGRAL ( PI ) PADA,” vol. 2, no. 1, 2023.
[4] S. Helena, J. Hamka, and K. UNP Air Tawar Padang, “Unjuk Kerja Single
Axis Solar Tracker Berdasarkan Perubahan Waktu Pergerakan Matahari,”
MSI Trans. Educ., vol. 03, no. 04, p. 2022, 2022.
[5] Y. Prasetyo, B. Triyono, and A. C. Arifin, “Optimalisasi daya output dual
axis solar tracker dengan metode umbrella system,” J. Geuthèë Penelit.
Multidisiplin, vol. 02, no. 02, pp. 267–274, 2019, [Online]. Available:
http://www.journal.geutheeinstitute.com.
24
DAFTAR LAMPIRAN
1. Biodata Penulis
25