0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan2 halaman

Diskusi 3 Perilaku Organisasi

Diunggah oleh

Sigit Lip Pratama
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan2 halaman

Diskusi 3 Perilaku Organisasi

Diunggah oleh

Sigit Lip Pratama
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Budi adalah seseorang yang menyukai interaksi dengan anak-anak dan ia memutuskan untuk

mengambil kuliah di pendidikan guru taman kanak-kanak (PGTK). Setelah lulus, bukan serta
Budi mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan latar belakangnya sebagai Guru TK,
akhirnya ia memutuskan melamar pekerjaan di beberapa perusahaan.

Budi diterima di sebuah perusahaan multinasional yang memproduksi barang-barang


kebutuhan rumah tangga pada bagian marketing. Budi harus belajar bagaimana mengiklankan
sebuah produk, presentasi proposal ke berbagai perusahaan dan usaha retail. Semakin hari
Budi menjalani pekerjaan ini merasa tidak nyaman, karena memang tidak sesuai dengan latar
belakang profesinya sebagai seorang guru.

Kondisi ini membuat Budi enggan menjalaninya, Budi merasa tidak nyaman. Budi tidak
menyukai pekerjaan barunya dan merasa bosan dengan rutinitas dibagian marketing,
ditambah tekanan pekerjaan karena Budi harus memenuhi target penjualan yang sudah
ditetapkan. Budi merasa berat melakukan ini karena harus berhadapan dengan perusahaan
pesaing yang memproduksi usaha yang sama juga.

Dari paparan cerita di atas, Saudara diminta untuk menjelaskan secara rinci pertanyaan di
bawah ini:

1. Apa definisi dari stres, sertakan sumber referensinya!


2. Faktor-faktor apa saja yang bisa memunculkan stres? Sebut dan berikan
penjelasannya!
3. Stres yang terjadi pada Budi adalah stres yang bersumber pada level individual atau
organisasi?
4. Strategi seperti apa yang sebaiknya dilakukan Budi untuk mengelola stres yang
terjadi?

1. Definisi dari Stres:

Stres dapat didefinisikan sebagai respons fisiologis dan psikologis individu terhadap tekanan
atau tuntutan yang melebihi kapasitas mereka untuk mengatasinya. Menurut Lazarus dan
Folkman (1984), stres adalah "sebuah proses yang timbul ketika individu menilai bahwa
tuntutan yang dikenakan oleh lingkungannya melebihi sumber daya yang tersedia untuk
mengatasi tuntutan tersebut" (Lazarus & Folkman, 1984, dalam McShane & Von Glinow,
2018).

Referensi:

2. Faktor-faktor yang Memunculkan Stres:

Beberapa faktor yang dapat memunculkan stres termasuk:

 Ketidakcocokan Pekerjaan: Seperti yang dialami oleh Budi, ketidakcocokan antara


pekerjaan yang dilakukan dengan latar belakang, minat, atau nilai-nilai individu dapat
menyebabkan stres.
 Beberapa Tuntutan: Tuntutan yang berlebihan dari pekerjaan, seperti target
penjualan yang tinggi, rutinitas yang monoton, atau tekanan dari atasan, dapat
menyebabkan stres.
 Ketidakpastian dan Perubahan: Perubahan yang cepat atau ketidakpastian dalam
lingkungan kerja, seperti perubahan dalam tanggung jawab pekerjaan atau perubahan
organisasi, dapat menciptakan ketidaknyamanan dan stres.
 Kurangnya Kontrol: Ketidakmampuan untuk mengontrol situasi atau tugas, dan
kurangnya otonomi dalam pekerjaan, dapat menyebabkan stres.
 Ketidakjelasan Peran: Ketidakjelasan tentang harapan atau peran dalam pekerjaan,
serta kurangnya dukungan dari rekan kerja atau atasan, juga dapat menjadi faktor
stres.

3. Sumber Stres pada Budi:

Stres yang dialami Budi dapat dikategorikan sebagai stres yang bersumber pada level
individual. Hal ini disebabkan oleh ketidakcocokan antara pekerjaan yang dilakukan (bagian
marketing) dengan latar belakang dan minatnya sebagai seorang guru taman kanak-kanak.

4. Strategi Mengelola Stres untuk Budi:

Untuk mengelola stres yang dialaminya, Budi dapat melakukan beberapa strategi, antara lain:

 Komunikasi: Berbicara dengan atasan atau rekan kerja tentang kekhawatiran dan
ketidaknyamanannya dapat membantu dalam menemukan solusi atau mendapatkan
dukungan.
 Pengelolaan Waktu: Merencanakan dan mengatur waktu dengan baik untuk
memprioritaskan tugas-tugas, menghindari penumpukan pekerjaan, dan memastikan
adanya waktu untuk istirahat dan relaksasi.
 Pengembangan Keterampilan: Melakukan pelatihan atau pengembangan
keterampilan tambahan yang relevan dengan pekerjaan saat ini atau minatnya dapat
membantu Budi merasa lebih kompeten dan percaya diri.
 Pendekatan Pemecahan Masalah: Mengidentifikasi faktor penyebab stres dan
mencari solusi atau cara untuk mengatasi atau mengurangi tekanan yang dialami.
 Perawatan Diri: Merawat diri dengan baik melalui olahraga, meditasi, atau aktivitas
yang menyenangkan dapat membantu mengurangi tingkat stres dan meningkatkan
kesejahteraan secara keseluruhan.

Dengan menerapkan strategi-strategi ini, Budi dapat mengelola stresnya dengan lebih efektif
dan meningkatkan kesejahteraan dalam pekerjaannya

SUMBER:

McShane, S. L., & Von Glinow, M. A. (2018). Organizational Behavior: Emerging


Knowledge, Global Reality (8th ed.). McGraw-Hill Education.
Sumber Referensi : EKMA4158 Perilaku Organisasi

Anda mungkin juga menyukai