Skripsi Junedi
Skripsi Junedi
OLEH
JUNAEDI
20 402 001
iii
memberikan do’a motivasi sehingga mengantarkan peneliti meraih
keberkahan hidup menuju gerbang kesuksesan.
6. Adik-adik penulis, yang selalu menjadi pemacu semangat bagi penulis dan
member kesadaran sebagai kakak harus menberikan contoh baik untuk adik-
adiknya.
7. Kepada Seluruh Keluarga Besar Junaedi yang selalu memberikan do‟a serta
semangat bagi peneliti.
8. Sahabat-sahabat hebatku Yang selama menemani saya dalam suka duka
menyelesaikan proposal ini dan senantiasa mengingatkan saya di jalan yang
di berkahi oleh Tuhan yang maha esa saya merasa beruntung memiliki
sahabat hebat seperti kalian stay halal sahabat-sahabatku.
9. Teman satu kelas jurusan Ilmu Pemerintahan angkatan 2020 yang saling
mendukung antar satu dengan yang lainnya sehingga memberikan motivasi
dan dorongan.
10. Semua pihak yang telah terlibat dan banyak membantu, yang kiranya mohon
maaf apabila penulis tidak bisa menyebutkan satu persatu. Penulis menyadari
bahwa dalam penyusunan proposal ini masih memiliki banyak kekurangan
dan kelemahan. Hal ini karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan
penulis. Serta penulis yakin bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna
karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan.
JUNAEDI
iii
ABSTRAK
iv
ABSTRACT
v
DAFTAR ISI
vi
F. Teknik Analisis Data .......................................................................... 33
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN .......................................................... 34
A. Deskripsi Lokasi Penelitian..................................................................... 34
1. Sejarah Singkat Kantor Desa Sampulungan..................................... 34
2. Visi Dan Misi ................................................................................... 35
3. Struktur Organisasi ........................................................................... 36
B. Hasil Penelitian ...................................................................................... 37
1. Keberhasilan Program ...................................................................... 38
2. Keberhasilan Sasaran…………………………………………….... 41
3. Kepuasan Terhadap Program…………………………………….... 60
C. Kendala yang Dihadapi Pemerintah Dalam Pemberdayaan Masyarakat
Desa Sampulungan……………………………………………….…… 60
1. Sumber Daya Manusia……………………………………….…… 60
2. Perang Tengkulak Dan Rentenir……………………………...….. 62
D. Pembahasan………………………………………………………..….. 63
BAB V PENUTUP ........................................................................................ 65
A. Kesimpulan ...................................................................................... 65
B. Saran ................................................................................................ 65
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 67
vii
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Informan Penelitian ............................................................................. 1
viii
DAFTAR GAMBAR
ix
BAB I
PENDAHULUAN
1
sehingga dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Selain itu, program ini
juga menyediakan akses permodalan melalui kemitraan dengan lembaga
keuangan, yang memungkinkan masyarakat untuk mengembangkan usaha
mereka tanpa terbentur oleh keterbatasan dana. Pengadaan fasilitas
pendukung seperti peralatan pertanian, teknologi pengolahan hasil, dan
sarana pemasaran juga menjadi bagian integral dari program ini, guna
memastikan bahwa setiap aspek dari rantai produksi hingga pemasaran
dapat berjalan secara optimal.
Efektivitas program pemberdayaan ekonomi di Desa Sampulungan
dapat dilihat dari berbagai indikator keberhasilan, seperti peningkatan
pendapatan rumah tangga, diversifikasi sumber mata pencaharian, serta
penguatan kelembagaan masyarakat desa. Peningkatan pendapatan rumah
tangga menjadi salah satu indikator utama, karena mencerminkan adanya
peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat dalam memenuhi
kebutuhan hidup sehari-hari. Diversifikasi sumber mata pencaharian juga
menjadi penting, karena dapat mengurangi risiko ekonomi yang dihadapi
oleh masyarakat jika hanya bergantung pada satu sektor. Penguatan
kelembagaan masyarakat desa, seperti kelompok tani dan koperasi,
bertujuan untuk menciptakan sistem yang lebih terorganisir dan
berkelanjutan dalam pengelolaan usaha ekonomi.
Selain manfaat ekonomi langsung, program ini juga berupaya
memperkuat jaringan sosial dan ekonomi antarwarga, sehingga tercipta
sinergi yang mendukung keberlanjutan usaha ekonomi di tingkat lokal.
Dalam jangka panjang, diharapkan program ini mampu mengurangi
tingkat kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa
Sampulungan secara keseluruhan. Penilaian terhadap efektivitas program
ini penting untuk memastikan bahwa intervensi yang dilakukan benar-
benar mampu mengatasi permasalahan ekonomi yang dihadapi
masyarakat dan memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan
kesejahteraan mereka. Melalui evaluasi yang berkelanjutan, diharapkan
program ini dapat terus disempurnakan dan diperluas cakupannya,
2
sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.
Program pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Sampulungan,
Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, menjadi salah satu
langkah penting dalam upaya mengatasi kemiskinan dan ketimpangan
ekonomi yang ada di daerah tersebut. Mengingat desa ini memiliki
potensi sumber daya alam yang cukup besar, optimalisasi pemanfaatan
sumber daya tersebut melalui program pemberdayaan diharapkan dapat
membawa perubahan signifikan. Sektor pertanian dan perikanan, sebagai
tulang punggung perekonomian desa, menjadi fokus utama dari berbagai
inisiatif program, dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas, nilai
tambah, dan akses pasar bagi hasil-hasil pertanian dan perikanan.
Program ini dirancang dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat
setempat dalam setiap tahapannya, mulai dari perencanaan, pelaksanaan,
hingga evaluasi. Pendekatan partisipatif ini bertujuan untuk memastikan
bahwa program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi
lokal, serta memberikan rasa memiliki bagi masyarakat terhadap program
tersebut. Selain itu, program ini juga mendorong penerapan teknologi
tepat guna yang ramah lingkungan, guna mendukung keberlanjutan
sumber daya alam desa. Pengenalan dan penerapan teknologi baru
diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam
pengelolaan usaha ekonomi, serta mengurangi dampak negatif terhadap
lingkungan.
Hal ini, disebabkan para aktor yang mengurus pihak yang berwajib
yang nyatanya tanpa mempunyai kompetensi yang cukup untuk mengurus
dan memberdayakan masyarakat. Kondisi inilah yang menyebabkan
banyak program pemberdayaan oleh pemerintah gagal dalam
melakukannya. Itulah sebabnya penulis mengangkat judul “Efektivitas
Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Di Desa Sampulungan
Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar”.
3
B. Rumusan Masalah
Berkaitan dengan permasalahan dalam latar belakang diatas penulis
rumusan masalahnnya yakni:
Bagaimana efektivitas dan dampak kegiatan pemberdayaan ekonomi
masyarakat di Desa Sampulungan Kecamatan Galesong Utara Kabupaten
Takalar?
C. Tujuan Penelitian
Adapun dari tujuan penelitian yang hendak di capai adalah:
Untuk mengetahui dan menganalisis secara mendalam mengenai efektivitas,
serta dampak kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa
sampulungan.kecamatan galesong utara kabupaten takalar.
Penelitian ini agar bisa menguraikan yang berkaitan kegiatan program
pemberdayaan ekonomi warga di Desa Sampulungan, dengan
memperhatikan aspek-aspek yang telah disebutkan sebelumnya. Lewat
penelitian ini semoga bisa mengdeskripsikan yang jelas berkaitan dengan
keberhasilan dan tantangan yang dihadapi dalam upaya pemberdayaan
ekonomi masyarakat di desa tersebut.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini, yakni :
1. Manfaat Akademis
a. Hasil dari penelitian ini semoga bisa membagi pengetahuan bagi
siapapun yang membutuhkan.
b. Diharapkan sebagai referensi bagi mereka yang ingin melakukan
penelitian lanjutan dalam studi kasus yang sama.
2. Manfaat Praktis
a. Sebagai masukan terhadap pemerintah pemerintahan Desa
Sampulungan dalam mengelolah dan memberdayakan masyarakat
Desa.
b. Sebagai bahan kajian bagi pihak berwajib yang ada di Desa Terkait
pemberdayaan masyarakat Desa.
4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
5
b. Faktor Yang Mempengaruhi Efektifitas
Berdasarkan kerangka kerja yang telah disajikan
sebelumnya mengenai efektivitas, dampak yang menyebabkan
keberhasilannya dapat diringkas yakni:
1) Klarifikasi hal ingin dicapai yang tegas.
2) Penyusunan bentuk organisasi yang sesuai.
3) Dukungan dan partisipasi dari masyarakat atau pemangku
kepentingan.
4) Adopsi dan penerapan cara angka yang konsisten.
Organisasi mengarah atau menuju arah yang jelas ketika
memiliki tujuan yang terdefinisi dengan baik. Kehadiran tujuan
tersebut memberikan dorongan bagi anggota organisasi untuk
melaksanakan tanggung jawab mereka dengan semangat. Tujuan
organisasi berperan sebagai panduan yang menggambarkan
gambaran masa depan yang mau diwujudkan dan diupayakan
semua anggota. Struktur organisasi mempunyai faktor pada
tingkat efektivitasnya. Struktur yang efektif adalah struktur yang
memadukan keberagaman fungsi dengan kesederhanaan. Selain
itu, tanpa dukungan serta partisipasi aktif dari pihak-pihak terkait
dan adopsi sistem nilai yang melekat, mencapai efektivitas
organisasi akan menjadi tantangan yang besar. Oleh karena itu,
perhatian yang serius terhadap faktor-faktor yang memengaruhi
organisasi diperlukan untuk mewujudkan tingkat efektivitas yang
diinginkan.
Menurut Richard M. Steers (2019) sebagaimana yang
dikutip dalam buku yang disusun oleh Khaerul Umam (2022),
terdapat empat faktor yang memiliki dampak pada efektivitas
organisasi, yakni:
1. Karakteristik Organisasi, yakni:
a. Struktur
1) Departementalisasi
6
2) Spesialisasi
3) Formulasi
4) Ukuran kendali
5) Ukuran organisasi
b. Teknologi
1) Bentuk unit kerja
2) Operasi
3) Bahan
4) Pengetahuan
2. Karakteristik Pekerja
a. Terkait organisasi
b. Bakat
c. Stabilitas tanggung jawab
d. Keterkaitan
3. Kinerja Tanggung Jawab
a. Motivasi agar bisa diwujudkan tujuan dan transparansi
b. Kemampuan
c. Klarifikasi peran
4. Karakteristik Tempat Kerja
a. Faktor Eksternal
1) Konsistensi
2) Stabilitas
3) Tidak Stail
b. Faktor Internal
1) Khusus Tanggung Jawab
2) Loyalitas Pekerja
3) Orientasi pada sistem imbalan dan sanksi
4) Keamanan versus risiko
5) Keterbukaan versus pertahanan
5. Kebijakan dan Pelaksanaan Manajemen
a. Pengembangan strategis yang dicapai
7
b. Penemuan dan pengelolaan sumber daya
c. Pembangunan tempat kerjayang mendukung pencapaian
kinerja
d. Tahap berbicara berkiatan organisasi
e. Gaya kepemimpinan dan tahap berbicara keputusan
f. Inovasi dan kemampuan organisasi agar bisa beradaptasi
8
menyesuaikan pada tempat tinggal yang diganti dan inovasi
organisasi.
c. Indikator Efektifitas
Budiani (2020) berpendapat pada agar bisa mengukur
efektifitas bisa dilaksanakan dengan memakai indikator, yakni:
1) Ketepatan Sasaran Program
Indikator ini mengukur sejauh mana program yang
dijalankan berhasil mencapai atau menyasar kelompok atau
individu yang menjadi target utama. Ketepatan sasaran program
menunjukkan bahwa program telah dirancang dan
diimplementasikan dengan memperhatikan kebutuhan serta
karakteristik dari target penerima manfaat. Dengan kata lain,
program yang tepat sasaran akan memberikan dampak positif
yang signifikan terhadap kelompok sasaran, sehingga tujuan
program dapat tercapai secara optimal. Penilaian ketepatan
sasaran program dapat dilakukan melalui survei, evaluasi
9
lapangan, atau analisis data yang terkait dengan penerima
manfaat program. (Makmur: 2020)
2) Sosialisasi Program
Indikator ini mengukur seberapa baik informasi mengenai
program tersebut disebarluaskan kepada masyarakat atau
kelompok sasaran. Sosialisasi yang efektif berarti bahwa seluruh
informasi penting tentang program, seperti tujuan, manfaat, cara
partisipasi, dan prosedur pelaksanaan, telah tersampaikan
dengan jelas dan mudah dipahami oleh seluruh pihak terkait.
Menurut Wilcox dalam Mardikonto (2023) Proses sosialisasi
yang baik akan meningkatkan kesadaran dan partisipasi
masyarakat, sehingga program dapat dijalankan dengan lebih
efektif dan efisien. Penilaian efektivitas sosialisasi dapat
dilakukan melalui survei kepuasan, wawancara, atau tingkat
partisipasi dalam program.
3) Tujuan Program
Indikator ini mengukur sejauh mana tujuan program yang
telah ditetapkan dapat tercapai. Tujuan program harus spesifik,
terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu (SMART).
Keberhasilan dalam mencapai tujuan program menunjukkan
bahwa program tersebut telah dirancang dengan baik dan
diimplementasikan secara efektif. Evaluasi terhadap pencapaian
tujuan program biasanya dilakukan dengan membandingkan
hasil aktual dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Metode penilaian dapat meliputi analisis data kinerja, laporan
kemajuan, dan evaluasi dampak program terhadap penerima
manfaat.
4) Pemantauan Program
Indikator ini mengukur seberapa baik proses pemantauan
dan evaluasi program dilakukan selama pelaksanaan.
Pemantauan program adalah proses berkelanjutan yang
10
melibatkan pengumpulan, analisis, dan penggunaan informasi
untuk menilai kinerja program dan membuat keputusan yang
diperlukan untuk meningkatkan pelaksanaan program.
Efektivitas diatas dapat diringkas, yakni pada mengukur
efektivitas sebuah aktifitas harus dilihat berbagai indikator,
berpatokan dengan segi pelayanan Program pemberdayaan
Ekonomi masyarakat adalah teori menurut Sutrisno Edy (2023)
yakni:
a) Pengetahuan tentang program
b) Titik pada sasaran
c) Displin
d) Terwujudnya tujuan
e) Diganti dengan yang baru
Sedangkan pendapat Subagyo (2020) yakni untuk
mengukur indikator keefektivitasan kegiatan pemberdayaan
masyarakat yakni:
1) Sesuai dengan penggunaan dana
2) Tingkat Terkembalinya dana
3) Pelatih
Sehingga efektifitas kegiatan bisa diproses dengan hal yang bisa
di opersional pada melakukan kegiatan tanggung jawab yang sesuai
dengan sebelumnya. Sesuai komprehensif, efektivitas yakni tingkat
kapasitas tanggung jawab sebuah lembaga agar bisa melakukan
seluruh tanggung jawab agar bisa mencapai sasaran yang ada.
Menurut Makmur (2020) indikator efektivitas ditinjau pada berbagai
kriteria efektivitas, yakni:
a. Ketepatan waktu
Ketepatan waktu mengukur sejauh mana program atau
proyek selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Indikator ini penting karena keterlambatan dapat
mengakibatkan peningkatan biaya dan hilangnya peluang.
Program yang tepat waktu menunjukkan perencanaan dan
11
pelaksanaan yang efektif serta kemampuan mengelola
waktu dengan baik.
b. Ketepatan perhitungan biaya
Ketepatan perhitungan biaya mencerminkan kemampuan
untuk memperkirakan dan mengendalikan biaya program
sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Hal ini
penting untuk memastikan bahwa sumber daya digunakan
secara efisien dan tidak terjadi pemborosan. Program yang
efektif adalah yang dapat menyelesaikan kegiatannya tanpa
melebihi anggaran yang telah direncanakan.
c. Ketepatan dalam pengukuran
Ketetapan dalam pengukuran berarti kemampuan untuk
mengukur hasil dan kinerja program dengan akurat dan
konsisten. Pengukuran yang tepat diperlukan untuk menilai
kemajuan dan efektivitas program serta membuat
keputusan berbasis data. Indikator ini memastikan bahwa
evaluasi program didasarkan pada informasi yang benar
dan dapat dipercaya.
d. Ketepatan dalam menentukan pilihan.
Ketepatan dalam menentukan pilihan mengacu pada
kemampuan untuk membuat keputusan yang tepat di antara
berbagai alternatif yang tersedia. Ini penting untuk
mengarahkan program ke arah yang benar dan mencapai
hasil yang diinginkan. Keputusan yang tepat berdasarkan
analisis yang komprehensif dan pertimbangan yang matang
meningkatkan efektivitas program.
e. Ketepatan berpikir
Ketepatan berpikir mengukur kemampuan untuk
menganalisis situasi dengan jernih dan logis serta
mengambil tindakan yang tepat. Pemikiran yang tepat dan
strategis sangat penting dalam mengidentifikasi masalah,
12
merancang solusi, dan mengantisipasi tantangan yang
mungkin muncul selama pelaksanaan program.
f. Ketepatan dalam melakukan perintah.
Ketepatan dalam melakukan perintah mencerminkan
kepatuhan dan ketelitian dalam menjalankan instruksi atau
rencana yang telah ditetapkan. Indikator ini penting untuk
memastikan bahwa setiap bagian dari program
dilaksanakan sesuai dengan arahan yang diberikan,
sehingga tujuan program dapat tercapai secara efektif.
g. Ketepatan dalam menentukan tujuan
Ketepatan dalam menentukan tujuan mengacu pada
kemampuan untuk menetapkan sasaran yang jelas, spesifik,
terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu
(SMART). Tujuan yang tepat memberikan arah dan fokus
bagi program, serta menjadi dasar untuk mengukur
keberhasilan dan efektivitas program tersebut.
h. Ketepatan sasaran
Ketepatan sasaran mengukur seberapa baik program
mencapai target atau kelompok sasaran yang dituju. Ini
penting untuk memastikan bahwa manfaat program
dirasakan oleh pihak yang benar-benar membutuhkan atau
dituju. Ketepatan sasaran menunjukkan bahwa program
dirancang dan dilaksanakan dengan memahami kebutuhan
dan karakteristik kelompok sasaran.
Menurut Dunn dan William (2023) mengartikan
efektivitas merupakan sebuah cara pelaksanaan untuk
mewujudkan akhir (dampak) yang diinginkan, atau
mewujudkan keinginan dari dilakukannya sebuah
pelaksanaan, menurut Bryant dan White (2019) berpendapat
berbagai jenis selain tujuan serta acuan agar bisa mengukur
efektivitas.
13
2. Pengertian Desa
Menurut Sunardjo (2019) pengertian desa yakni sebuah
wilayah administrasi terkecil di Indonesia yang menjadi tempat
tinggal dan beraktivitas sekelompok masyarakat dengan kehidupan
yang teratur, serta memiliki batas-batas geografis yang jelas. Desa
biasanya terdiri dari beberapa dusun atau kampung dan dikelola
oleh pemerintah desa yang dipimpin oleh kepala desa. Secara
tradisional, desa merupakan pusat kehidupan sosial, budaya, dan
ekonomi yang mandiri dengan sistem pemerintahan lokal yang
berbasis pada nilai-nilai gotong royong dan kearifan lokal. Dalam
konteks modern, desa tidak hanya dipandang sebagai entitas
geografis, tetapi juga sebagai unit pemerintahan terkecil yang
memiliki peran penting dalam pembangunan nasional.
Menurut berbagai undang-undang di Indonesia, definisi dan
pengaturan mengenai desa telah diatur secara rinci. Undang-Undang
Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menjelaskan bahwa desa adalah
kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah
yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan
pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan
prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang
diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Undang-undang ini memberikan desa status
sebagai subjek hukum yang memiliki otonomi dalam pengelolaan
pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, yang didukung
oleh pendanaan dari pemerintah pusat melalui dana desa.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan
Desa, yang sudah tidak berlaku lagi, sebelumnya mengatur bahwa
desa adalah suatu wilayah yang dihuni oleh sejumlah penduduk
sebagai kesatuan masyarakat, termasuk di dalamnya desa tradisional
yang disebut desa adat. Pada masa itu, desa dianggap sebagai
perangkat administratif yang fungsinya lebih untuk mendukung
14
program-program pemerintah pusat dan daerah.
Selain itu, Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005
tentang Desa, yang merupakan aturan pelaksanaan dari UU No. 32
Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, juga memberikan
landasan bagi desa dalam mengatur pemerintahan sendiri. Peraturan
ini menegaskan bahwa desa memiliki hak untuk mengatur dan
mengurus kepentingan masyarakat setempat secara mandiri
berdasarkan adat istiadat dan kebiasaan setempat yang tetap berada
dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Secara historis, konsep desa di Indonesia telah mengalami
perubahan seiring dengan perkembangan sosial, politik, dan
ekonomi. Pada masa kolonial, desa diatur melalui sistem
pemerintahan lokal yang dikuasai oleh kepala desa yang bertindak
sebagai perpanjangan tangan pemerintah kolonial. Setelah
kemerdekaan, pengaturan desa mengalami beberapa perubahan
yang signifikan, terutama dalam hal pemberian otonomi yang lebih
luas kepada desa untuk mengatur urusan pemerintahan dan
pembangunan secara mandiri.
Dalam perkembangan terbaru, Undang-Undang Nomor 6
Tahun 2014 tentang Desa menjadi tonggak penting dalam
penguatan peran desa. Undang-undang ini memberikan pengakuan
dan penghormatan terhadap keberagaman desa, baik dari segi adat,
budaya, maupun sistem pemerintahan lokal. Dengan demikian, desa
di Indonesia kini tidak hanya menjadi unit pemerintahan yang
berfungsi secara administratif, tetapi juga sebagai pusat kemandirian
masyarakat yang berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional.
Oleh karena itu, pengertian desa secara umum dan
berdasarkan berbagai undang-undang mencerminkan evolusi dari
entitas geografis yang sederhana menjadi unit pemerintahan yang
otonom dan dinamis, yang berperan penting dalam mendukung
keberlanjutan pembangunan nasional serta pelestarian nilai-nilai
15
lokal dan budaya.
16
yang berdasarkan peraturan perundang-undangan dapat di peroleh
melalui 3 (tiga ) cara, yaitu:
a. Atribusi, pemberian wewenang pemerintahan oleh pembentuk
undang-undang kepada organ pemerintahan;
b. Delegasi, pelimpahan wewenang pemerintahan dari satu organ
pemerintahan kepada organ pemerintahan lainnya;
c. Mandat, perizinan kewenangan dari suatu organ pemerintahan
kepada organ lainnya atas namaorgan pemberi perizinan.
Menurut Stronik dan Steenbek (dalam Ridwan, 2013: 99),
mengatakan kewenangan adalah konsep inti dalam hukum tata negara
dan hukum administrasi negara, karena kewenangan merupakan hak
menggunakan wewenang yang dimiliki seorang pejabat atau institusi
sesuai ketentuan yang berlaku, kewenangan juga menyangkut
kompetensi tindakan hukum yang dapat dilakukan berdasarkan nilai-
nilai formal. Dengan demikian kewenangan adalah kekuasaan formal
yang dimiliki oleh pejabat institusi dan oleh karena itu kewenangan
memiliki kedudukan yang penting dalam hukum tata negara dan
hukum administrasi.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Pasal 13 Ayat (4)
Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, pemerintah daerah
memiliki wewenang sebagai berikut:
a. Urusan pemerintahan yang lokasinya dalam Daerah
kabupaten/kota;
b. Urusan pemerintahan yang penggunanya dalam Daerah
kabupaten/kota;
c. Urusan pemerintahan yang manfaat atau dampak negatifnya hanya
dalam Daerah kabupaten/kota; dan/atau
d. Urusan pemerintahan yang penggunaan sumber dayanya lebih
efisien apabila dilakukan oleh Daerah kabupaten/kota.
17
Dalam pelaksanaan kewenangan pemerintah daerah untuk
menyelenggarakan pemerintahannya dilakukan melalui suatu proses
yang disebut desentralisasi kepada daerah-daerah otonom atau yang di
kenal dengan sebutan otonomi daerah. Ada (2) dua bentuk
desentralisasi yang berkaitan dengan topik penelitian, yaitu
desentralisasi politik dan administratif.Desentralisasi politik adalah
wewenang dalam membuat keputusan dan melakukan kontrol tertentu
terhadap sumber daya yang diserahkan pada pemerintah lokal dan
regional.Desentralisasi administratif merupakam suatu penyerahan
wewenang dalam bidang administrasi oleh pemerintah pusat tanpa di
sertai dengan wewenang pengambilan keputusan lainnya.
18
Konsep dari Pemberdayaan masyarakat adalah suatu pendekatan
yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas individu dan
kelompok dalam masyarakat untuk mempengaruhi perubahan dan
membuat keputusan yang berdampak pada kehidupan mereka
sendiri (Sumodiningrat, 2009). Konsep ini melibatkan proses di
mana anggota masyarakat diberikan lebih banyak kontrol atas
sumber daya dan keputusan yang memengaruhi mereka, sehingga
mereka dapat mengatasi masalah yang dihadapi dan mencapai
tujuan yang diinginkan (Alfitri, 2021).
Secara umum, pemberdayaan masyarakat bertujuan agar
bisa menguatkan banyak masyarakat yang rentan dan kurang
mampu sehingga mereka mempunyai kekuatan atau keterampilan
yang cukup agar bisa memenuhi apa yang dibutuhkan. Kebutuhan
pokok yakni sandang, pangan, dan rumah. Selain dari itu, semoga
sesudah diberdayakan, warga mempunyai jalan menuju sumber
daya produktif yang bisa menambah pendapatan mereka dan
kemungkinan besar mereka agar bisa mendapatkan produk yang
bagus. Dalam konteks ini, semoga warga bisa aktif berbaur pada
tahap pembangunan dan pengambilan keputusan yang berdampak
kehidupan mereka (Suharto, 2020).
Pemberdayaan memiliki beberapa tujuan spesifik yang
saling terkait. Pertama, pemberdayaan bertujuan untuk
meningkatkan kesejahteraan individu dan komunitas dengan
memberikan akses yang lebih besar terhadap sumber daya
ekonomi, seperti modal, teknologi, dan pasar. Ini memungkinkan
individu dan komunitas untuk meningkatkan pendapatan mereka
dan mencapai keberlanjutan ekonomi. Kedua, pemberdayaan
bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dalam proses
pengambilan keputusan. Dengan demikian, individu dan
komunitas memiliki suara dan kontrol yang lebih besar atas
kebijakan dan program yang memengaruhi kehidupan mereka,
19
baik di tingkat lokal maupun nasional. Ketiga, pemberdayaan
bertujuan untuk meningkatkan kemampuan individu dalam hal
pendidikan dan keterampilan. Pendidikan yang lebih baik dan
peningkatan keterampilan akan membuka peluang yang lebih
besar bagi individu untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan
berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi dan sosial. Keempat,
pemberdayaan bertujuan untuk memperkuat rasa percaya diri dan
harga diri individu. Dengan memiliki kendali lebih besar atas
kehidupan mereka, individu merasa lebih dihargai dan mampu
berkontribusi secara positif dalam masyarakat.
Selain itu, pemberdayaan juga bertujuan untuk memperkuat
komunitas dan jaringan sosial. Dengan memperkuat hubungan
sosial dan meningkatkan solidaritas, komunitas dapat bekerja
sama lebih efektif dalam menghadapi tantangan bersama dan
mencapai tujuan bersama. Pemberdayaan komunitas juga
melibatkan peningkatan kapasitas organisasi lokal dan lembaga
swadaya masyarakat (LSM) untuk memberikan dukungan yang
lebih efektif kepada anggotanya. Pemberdayaan juga berfokus
pada peningkatan kesetaraan gender dan inklusi sosial. Ini berarti
memberikan kesempatan yang sama kepada semua individu,
terlepas dari jenis kelamin, etnis, agama, atau latar belakang
sosial-ekonomi mereka. Dengan demikian, pemberdayaan
membantu mengurangi kesenjangan sosial dan menciptakan
masyarakat yang lebih adil dan inklusif. Tujuan pemberdayaan
yang lainnya adalah untuk meningkatkan kesadaran akan hak-hak
dan tanggung jawab warga negara. Dengan memahami hak-hak
mereka, individu dapat menuntut perlakuan yang adil dan
berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi. Tanggung jawab
warga negara juga mencakup kontribusi terhadap kesejahteraan
komunitas dan negara secara keseluruhan (Hamid, 2019).
Ekonomi kreatif merujuk pada sektor ekonomi yang
20
berfokus pada produksi, distribusi, dan pemanfaatan kreativitas,
pengetahuan, dan budaya untuk menciptakan nilai ekonomi dan
sosial. Hal ini meliputi berbagai industri seperti seni dan
kerajinan, desain, musik, film, permainan video, arsitektur,
fashion, kuliner, dan lainnya. Ekonomi kreatif mencakup aktivitas
yang menghasilkan produk dan layanan yang memiliki nilai
tambah melalui ekspresi kreatif, inovasi, dan penggunaan
teknologi. Salah satu karakteristik utama ekonomi kreatif adalah
bahwa produk dan layanannya seringkali unik dan berbeda, serta
mencerminkan identitas budaya dan kreativitas individu atau
komunitas. Selain itu, ekonomi kreatif juga dikenal karena
kemampuannya untuk menciptakan lapangan kerja baru,
memperkaya kehidupan budaya, mempromosikan inklusi sosial,
dan meningkatkan daya saing suatu wilayah atau negara dalam
pasar global. Di era digital saat ini, ekonomi kreatif semakin
berkembang pesat karena adanya teknologi informasi dan
komunikasi yang memungkinkan distribusi konten digital,
kolaborasi lintas batas, dan pemasaran secara global. Hal ini
menciptakan peluang baru bagi para pelaku industri kreatif untuk
menghasilkan karya dan mendapatkan penghasilan dari kreativitas
mereka (Purnomo, 2022). Dengan demikian bidang ekonomi
kreatif yakni bagian dari pilihan terbaik pada usaha pemberdayaan
masyarakat.
Pemberdayaan menurut Friedman (2020) Pemberdayaan
masyarakat merupakan suatu proses yang bertujuan untuk
meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan partisipasi aktif
masyarakat dalam mengatasi masalah-masalah sosial, ekonomi,
dan politik yang mereka hadapi. Definisi lain dari pemberdayaan
masyarakat mencakup upaya untuk memberikan akses kepada
masyarakat terhadap pengetahuan, keterampilan, sumber daya,
dan kekuatan untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan
21
dan pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan
mereka.
Pada sisi lain, Pemberdayaan masyarakat juga dapat
diartikan sebagai suatu proses transformasi sosial yang
memungkinkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan
mengeksploitasi potensi serta sumber daya yang dimilikinya guna
mencapai kesejahteraan dan kemajuan bersama. Dengan
demikian, pemberdayaan masyarakat bukan sekadar tentang
pemberian bantuan atau bantuan dari luar, tetapi lebih pada
penguatan internal masyarakat itu sendiri agar mampu mengatasi
tantangan dan mencapai tujuan mereka dengan cara yang
berkelanjutan dan berkelanjutan. Menurut Riyadi (2020)
mengatakan bahwa Pembangunan adalah suatu proses yang
melibatkan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup dan
kesejahteraan manusia secara menyeluruh, baik dari segi ekonomi,
sosial, maupun lingkungan. Definisi pembangunan juga mencakup
aspek pengembangan infrastruktur fisik, seperti jaringan
transportasi, perumahan, dan fasilitas publik lainnya, serta
peningkatan akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan,
kesehatan, dan air bersih. Sedangkan menurut Yuwono (2022)
pembangunan juga merujuk pada upaya untuk menciptakan
kondisi yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan
berkelanjutan, di mana seluruh lapisan masyarakat dapat turut
serta dalam proses pembangunan dan menikmati hasilnya secara
adil. Ini termasuk peningkatan lapangan kerja, pengentasan
kemiskinan, pemerataan pendapatan, dan perlindungan terhadap
hak-hak dasar manusia. Pembangunan menurut Nasution (2020)
Pembangunan juga dapat diartikan sebagai upaya untuk
memperbaiki dan memperkuat institusi-institusi sosial, politik, dan
ekonomi dalam suatu masyarakat, sehingga mampu menciptakan
lingkungan yang stabil, aman, dan berkelanjutan bagi
22
pertumbuhan dan perkembangan seluruh anggotanya. Dengan
demikian, pembangunan bukan hanya tentang pertumbuhan
ekonomi semata, tetapi juga tentang penciptaan kondisi yang
mendukung kesejahteraan dan kemajuan sosial seluruh
masyarakat.
Menurut Wahjudin (2021) pemberdayaan masyarakat
bukan sekadar tentang pemberian bantuan atau bantuan dari luar,
tetapi lebih pada penguatan internal masyarakat itu sendiri agar
mampu mengatasi tantangan dan mencapai tujuan mereka
dengan cara yang berkelanjutan dan berkelanjutan. Menurut
Noor (2021) Pemberdayaan masyarakat yakni cara menciptakan
ekonomi berdasarkan hakikat masyarakat agar menciptakan
pemikiran baru pada pembangunan yang bersifat participatory.
23
4) Koperatif
Prinsip koperatif menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi
antara berbagai pihak yang terlibat dalam pemberdayaan, termasuk
masyarakat, pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan sektor
swasta.
Prinsip yang paling diutamakan pada memajukan konsep
pemberdayaan masyarakat menurut Ulumiyah, (2023) ada 5,
yakni:
1) Pendekatan dari bawah (buttom up approach). Pendekatan ini
menekankan bahwa inisiatif dan keputusan dalam program
pemberdayaan harus berasal dari masyarakat itu sendiri,
bukan dari pihak luar. Hal ini memastikan bahwa program
sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat setempat,
sehingga lebih relevan dan efektif.
2) Partisipasi (participation), Partisipasi ini penting untuk
memastikan bahwa program benar-benar mencerminkan
aspirasi dan kebutuhan masyarakat, serta untuk meningkatkan
rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap hasil program.
3) Konsep keberlanjutan yang merupakan Program dirancang
untuk memberikan manfaat jangka panjang, bukan hanya
solusi sementara. Keberlanjutan ini meliputi aspek ekonomi,
sosial, dan lingkungan, sehingga manfaat program dapat
dirasakan oleh generasi mendatang dan tidak merusak
keseimbangan ekosistem.
4) Keterpaduan, yaitu Koordinasi dan kerjasama antara berbagai
pihak terlibat.
5) Keuntungan sosial dan ekonomi: Program pemberdayaan
dirancang untuk memberikan manfaat kesejahteraan dan
peningkatan ekonomi bagi masyarakat. Keuntungan sosial
bisa berupa peningkatan kualitas hidup, pendidikan, dan
kesehatan, sementara keuntungan ekonomi bisa berupa
24
peningkatan pendapatan, kesempatan kerja, dan pembangunan
infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi.
25
mengatasi masalah yang dihadapi. Melalui pendekatan yang
holistik dan inklusif, tujuan pemberdayaan masyarakat adalah
menciptakan masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan berdaya,
baik secara ekonomi, sosial, maupun politik.
Selain itu, dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal dan Transmigrasi No. 22 Tahun 2023
melampirkan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2017 pasal
7, yakni Dana Desa dipakai agar bisa membayar aktivitas dan
kegiatan bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa mengarah agar
bisa meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat desa
dengan mendayagunakan potensi dan sumber dayanya sendiri
sehingga desa bisa mebiayai dirinya sendiri.
d. Pemberdayaan Ekonomi
Konsep Pemberdayaan Ekonomi menururt Edi (2019)
secara konseptual, pemberdayaan atau pemberkuasaan
(empowerment), asalnya dari kata “power kekuasaan, atau
keberdayaan). Disebabkan, ide yang pertama pemberdayaan
berkaitan dengan kekuasaan. Menurut Abdul (2022)
Pemberdayaan ekonomi adalah upaya untuk meningkatkan
kapasitas ekonomi individu dan komunitas agar mereka dapat
mencapai kemandirian dan kesejahteraan. Tujuan utama
pemberdayaan ekonomi adalah untuk menciptakan peluang
ekonomi, meningkatkan pendapatan, dan mengurangi kemiskinan.
Proses ini melibatkan berbagai strategi dan program yang
dirancang untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam
mengelola sumber daya ekonomi mereka sendiri,dimana di
antaranya adalah.
1. Keterlibatan / Partisipasi Masyarakat
Pemberdayaan ekonomi juga berarti memberikan kesempatan
kepada individu atau kelompok untuk berpartisipasi aktif dalam
26
pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan
ekonomi mereka, baik di tingkat rumah tangga, komunitas, atau
lebih luas lagi.
2. Peningkatan Keterampilan
Dimana Pemberdayaan ekonomi seringkali melibatkan pelatihan
keterampilan dan pendidikan untuk meningkatkan kemampuan
individu atau kelompok dalam mengelola usaha atau mencari
peluang ekonomi baru.
3. Akses Terhadap SDM
Pemberdayaan ekonomi berusaha untuk memberikan individu
atau kelompok akses yang lebih besar terhadap sumber daya
ekonomi, seperti Fasilitas, modal finansial, dan teknologi.
4. Keberlanjutan
Pemberdayaan ekonomi juga mencakup pembangunan
hubungan dan jaringan yang kuat, baik dengan konsumen,
pemasok, maupun pemangku kepentingan lainnya, yang dapat
mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan usaha.
27
Utara, Kabupaten Takalar di 2023, memakai pendekatan sasaran
(goal approach) yang pendapat Martani dan Lubis (1987) dengan
meninjau aktivitas diluar, yakni realisasi program dan kegunaannya.
Hasilnya yakni program itu telah terlalu efektif.
Selain itu, karya ilmiah dengan judul “Efektivitas Dana Desa
untuk Pengembangan Potensi Ekonomi Berbasis Partisipasi
Masyarakat di Desa Bangunjiwo” ditulis oleh Muhammad Eko
Atmojo, Helen Dian Fridayani, Aulia Nur Kasiwi, dan Mardha Adhi
Pratama dari FISIP Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di
2023. Kesimpulan dari tulisan ini yakni pemakaian dana desa di
Desa Bangunjiwo sangat efektif, khusunya pengembangan ekonomi
desa agar bisa memberdayakan masyarakat, yang akhirnya
menolong meningkatkan ekonomi di Desa Bangunjiwo. Partisipasi
dan inisiatif pemerintah desa sangat penting pada pemberdayaan
masyarakat desa, disebabkan pemerintah desa mempunyai
wewenang utama dalam perencanaan. Dalam tahap perencanaan
pembangunan, masyarakat Desa Bangunjiwo sering berpartisipasi
sangat aktif, khusunya di aktivitas musrenbang, sehingga
pemberdayaan masyarakat dapat berjalan seterusnya.
C. Kerangka Pikir
Teori Konseptual mencerminkan struktur pemikiran atau
elemen-elemen ide, terkait dengan sebuah situasi atau persoalan
tertentu yang menjadi materi pertimbangan bagi pembaca. Ini
mencakup beragam gagasan atau pandangan teoritis yang dapat
diterima atau ditolak oleh pembaca, memberikan masukan
tambahan untuk peneliti. Secara lapangan, terdapat beberapa
persoalan dan kebutuhan yang bebas.
Untuk mencegah adanya bias makna di penelitian, penting
bagi penelitian ini untuk mempunyai titik fokus yang jelas. Sesuai
dengan uraian tersebut, gambaran kerangka pemikiran penelitian ini
28
bisa dijelaskan sebagai berikut:
INDIKATOR EFEKTIFITAS
Kepuasan
Keberhasilan Keberhasilan
terhadap
program sasaran
program
KEBERHASILAN PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT DALAM PROGRAM
PENGEMBANGAN DESA
SAMPULUNGAN SUDAH TERCAPAI
29
BAB III
METODE PENELITIAN
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitiannya yakni 2 bulan dari 27 februari – 27 April
2024.
B. Pendekatan Penelitian
Pada penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan macam
penelitian deskriptif. Menurut (Sugiyono, 2022) penelitian kualitatif yakni
macam penelitian yang dipakai agar bisa meneliti pada keadaan objek
alamiah dimana peneliti yakni instrument kunci. Menurut Bogman &
Taylor (2020) Penelitian Kualitatif yakni tahap penelitian yang
memperoleh data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau kata-kata dari
30
responden yang diteliti. Atau penelitian kualitatif yakni memahami
kejadian yang ada pada subyek penelitian (contohnya tindakan, pemikiran,
dan sebagainya). Oleh karena itu, penelitian ini akan mengdeskripsikan
kejadian dan menguraikan keadaan dari objek penelitian sesuai dengan
kejadian yang ada dan mencari tahu kebenarannya sesuai dengan data yang
didapatkan Berdasarkan dengan judul penelitian ini yakni, Efektivitas
Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Desa Sampulungan
Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar.
Dikarenakan pentingnya fokus penelitian ini, maka yang dipakai untuk
titik fokus utama di penelitian ini yakni mengukur seberapa efektif kegiatan
pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Sampulungan dalam
meningkatkan kesejahteraan dan perkembangan ekonomi penduduk
setempat. Dimana peneliti akan lebih memperhatikan hanya efektivitas
program tersebut.
Studi kasus Case studies, makanya peneliti melaksanakan eksplorasi secara
lebih rinsi di kegiatan, kondisi, tahap, aktivitas pada lebih dari 1 orang. Sebuah
kejadian dengan waktu tertentu dan kegiatan lalu peneliti melaksanakan
pengumpulan data dengan lebih rinci memakai beberapa tahap pengumpulan data
dan pada waktu tertentu.
C. Sumber Data
Sumber data dipenelitian ini, yakni:
1. Data primer, data yang di peroleh dari hasil observasi dan wawancara
oleh penulis yang dilakukan di Kantor Desa sampulungan kabupaten
takalar kecamatan galesong utara.
2. Data sekunder, data pendukung yang diperoleh dari berbagai dokumen
yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
D. Informan Penelitian
Informan merupakan orang-orang mempunyai berita berkaitan
objek yang diteliti. Informan atau narasumber yang akan di wawancarai
31
dalam penelitian ini merupakan orang yang diyakini memiliki
pengetahuan tentang. Efektivitas program pemberdayaan masyarakat
dalam konteks desentralisasi Pemerintah di Desa Sampulungan.
No Nama Jabatan
5. Dg ngona Masyarakat
Total : 5 Informan
32
F. Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan tahap mengelolah data berdasarkan
variabel yang telah ditentukan sehingga data dapat diurai secara
sistematis dan mudah di pahami serta sebagai cara untuk menarik
kesimpulan dari data yang dianalisis. Menurut Miles & Huberman (1984),
menyebutkan 3 (tiga) proses terjadi pada analisis, yaitu:
1. Reduksi Data
Dalam memperoleh data dilapangan tentu totalnya lumayan, sehingga
harus ditulis dengan detail serta terperinci. Selanjutnya untuk
memperoleh data sesuai kebutuhan penelitian maka data yang di
peroleh akan masuk dalam tahap reduksi data yang merupakan proses
memilih, merangkum atau pemusata fokus yang sangat penting sesuai
kebutuhan penelitian, serta proses penyaluran data dengan catatan-
catatan dilapangan.
2. Penyajian data
Selanjutnya tahap reduksi data maka data kembali dapat disajikan
dalam bentuk uraian, diagram/bagan sesuai dengan kepentingan yang
telah ditentukan.
3. Penarikan kesimpulan dan verifikasi
Tahap ini yakni tahap akhir pada mengolah data. Ringkasan pertama
disuguhkan tidak selamanya serta dapat terganti jika tanpa fakta mendasar.
Tetapi, jika data dalam ringkasan yang disuguhkan pada proses pertama
memiliki fakta yang mendasar, sehingga ringkasan yang ada yakni ringkasan
konkret.
33
BAB IV
34
sayur-sayuran.Desa ini terdiri dari 4 Dusun, yakni:
2. Dusun Sampulungan Lompo
3. Dusun Sampulungan Beru
4. Dusun Sampulungan Caddi dan
5. Dusun Sampulungan atau Kale Sampulungan.
Desa Sampulungan terletak disebelah Utara Kabupaten Takalar
Dengan Jarak 25,7 Km Dari Ibu Kota Kabupaten Takalar dan Kurang
Lebih 2,2 Km Dari Ibu Kota Kecamatan Galesong Utara.
35
Misi
Berdasarkan Visi pembangunan desa Sampulungan di tetapkan
misi pembangunan desa Sampulungan Tahun 2022 – 2023 sebagai
berikut:
1. Meningkatkan pemahaman keagamaan yang dimulai dari usia dini.
2. Membangun aparatur pemerintah desa yang amanah, tertib dan
berperestasi menuju pemimpin yang berwawasan.
3. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan
(baik dalam perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan dan
pengawasan).
4. Mengembangkan ekonomi masyarakat melalui pola swadaya dan
kemitraan menuju masyarakat yang sejahtera sebagai perwujudan
masyarakat yang mandiri.
5. Meningkatkan kemampuan SDM menuju pembangunan yang
seutuhnya dan mendorong peningkatan peranan wanita peran pemuda
swasta dalam pembangunan.
6. Terpeliharanya keharmonisan antara etnis dan toleransi antara agama
serta stabilitas keamanan guna mendukung pembangunan desa.
7. Memantapkan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat guna
memacu percepatan pembangunan desa.
3. Sruktur Organisasi
36
Adapun Susunan Organisasi Kantor Desa Sampulungan Kecamatan
Galesong Utara Kabupaten Takalar adalalah sebagai berikut :
1. Kepala Desa: H. Sangkala Sikki
2. Sekertaris Desa: Ansar
3. Kasi Pemerintahan: Muh Arsin, S.Pdi
4. Kasi Pelayanan: Milda Rahman
5. Kasi Kesejahteraan: Syamsul Rijal
6. Kaur Perencanaan: Nasriah, SE
7. Kaur Keuangan: Hasbullah, SE
8. Kaur Umum: HJ. Ratna
9. Staf Kasi Pemerintahan: Muh Azwar, S.Kom
10. Staf Kasi Pelayanan: Sumanti Sri Wahyuni, Amd. Kes
11. Staf Kaur Perencanaan: Rahmatia, Amd. Kes
12. Staf Kaur Keuangan: Rahmawati
13. Staf Umum: Hasbuddin
14. Kepala Dusun Sampulungan: Patahuddin Dg Nai
15. Kepala Dusun Sampulungan Lompo: Asrianto Dg Timung
16. Kepala Dusun Sampulungan Ca’di: Hasanuddin Dg Nyau
17. Kepala Dusun Sampulungan Beru: Muh Naris Dg Nai
B. Hasil Penelitian
37
diterima dan diperkuat dengan dokumentasi yang ada dilapangan agar
kemudian dapat ditarik kesimpulan. Maka peneliti menguraikan penelitian
pada penjelasan sebagai berikut:
1. Keberhasilan Program
38
menolong kami agar bisa lebih mudah untuk menuju ke persawahan,
terutama pada saat kami bekerja. Dahulu, kami kesulitan besar untuk
membawa hasil panen padi dari sawah ke jalan yang dapat dilalui
mobil, namun sekarang beda. Mobil yang dipakai untuk pengepul
padi dapat langsung mengambil yang sudah saya panen." (Dg.
Ngona, 27 Februari 2024).
39
tetap bisa dimanfaatkan, mereka memutuskan untuk mengalihkan
dana tersebut ke proyek pembangunan lainnya.” (Ansar, 1 Maret
2024).
40
pembangunan, namun pemerintah desa tetap berupaya mengatasi
hambatan itu agar bisa dipastikan pemakaian dana desa yang efektif.
2. Keberhasilan Sasaran
41
dan tidak gampang lobang . Kualitas bahan serta teknik pemasangan
yang benar akan meningkatkan kekuatan jalan, terutama untuk jalan
yang sering dilalui kendaraan.
Salah satu program pembangunan jalan paving block di desa
Sampulungan yakni infrastruktur. Pada tahun 2023, pembangunan
jalan berkotak dilaksanakan pada 11 kegiatan pembangunan di Desa
Sampulungan, yang tersebar di beberapa dusun diantaranya adalah
Dusun Sampulungan Lompo, Dusun Sampulungan Caddi, dan Dusun
Sampulungan Beru. Dari jumlah tersebut, 3 kegiatan dibiayai oleh
Alokasi Dana Desa (ADD), 7 kegiatan menggunakan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Desa (APBD), dan 1 kegiatan pembangunan
didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
42
ke,kampung."(Ansar,27Pebruari.)
Kepala Desa ini juga menekankan manfaat pembangunan jalan
bekotak bagi penduduk desa:
43
nyaman bagi pengemudi pada saat malam.
44
desa merasakan keamanan pada beraktivitas di malam hari.
45
bagus dan beban pajak yang tinggi juga menjadi pertimbangan.
Meskipun lampu jalan ini menggunakan tiang listrik yang sudah ada,
namun hal ini tidak mengurangi kegunaan untuk warga. Warga tetap
bisa merasakan penerangan jalan diwaktu yang gelap.
46
menghamburkan banyak sampah di sana, yang
membuat bau disekitaran situ. Maka dari itu, upaya
dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terus-
menerus, dan inilah alasan dibangunnya lapangan
sepak bola yang memiliki fungsi ganda. Lapangan
ini digunakan untuk bermain sepak bola pada sore
hari. Dengan demikian, ini juga berdampak pada
menjaga kebersihan lapangan sepak bola itu
sendiri.” (Ansar, 5 Maret 2024).
47
petugas desa. Meskipun sebagian warga dapat hadir
karena memiliki kesibukan lain, namun kami tetap
bersyukur atas partisipasi mereka yang dapat
menyempatkan waktu untuk gotong royong ini."
(Muhammad Azwar, 5 Maret, 2024).
48
yakni bagian dari nilai-nilai Pancasila kurang ada di kalangan
masyarakat saat ini.
49
sudah diwujudkan di Dusun ini, di mana drainase
dibuat agar bisa menolong mengurangi dan juga
mengatasi tergenang air saat hujan datang." (Ansar,
5 Maret 2024)
50
sana bersyukur disebabkan karena drainase." (H.
Sangkala Sikki & Ansar, 10 Maret 2024).
e. Pembangunan Talaud
Pembangunan talud adalah proses konstruksi untuk
meningkatkan stabilitas tanah dengan menggunakan dinding
penahanan atau struktur yang dikenal sebagai talud. Talud dibuat dari
batu kali yang dipasang menggunakan campuran semen, pasir, dan
air sebagai penguat. Fungsi utama dari talud adalah untuk menahan
tekanan tanah dari bagian belakangnya, melindungi tanah di
depannya, serta mengatasi adanya risiko longsor.
Pembangunan talud di Talaud merupakan bagian dari inisiatif
yang berhasil direalisasikan di 2023 menggunakan anggarannya.
Dengan berhasilnya pelaksanaan kegiatan ini, pertanyaannya adalah
apakah orang desa dapat fungsinya secara efektif sehingga mencapai
tujuan dari alokasi dana desa tersebut.
Berikut adalah kutipan wawancara dengan Bapak Sekretaris
Desa Sampulungan, yang mengungkapkan yakni:
51
“Program pembangunan talud dilaksanakan di
beberapa lokasi, salah satunya di wilayah pertanian.
Dia menyatakan keyakinannya bahwa pembangunan
talud ini akan memberikan manfaat yang signifikan
untuk petani dan akan faktor positif pada hasil panen
desa.” (Ansar, 10 Maret 2024).
52
dapur rumah panggung tanpa tempat penampungan khusus.
Sementara itu, sampah padat seringkali dibuang di pinggir laut
atau bahkan melalui saluran air, menyebabkan rawan terjadinya tidak
sehat. Dengan tempat sampah di lokasi tersebut, diinginkan tempat
dapat tetap tidak kotor dan banyaknya faktor negatif dari sampah bisa
diatasi. Hal ini akan membuat warga dan pengunjung merasa
nyaman.
Menurut wawancara dengan Tokoh Masyarakat tentang
pembuatan tempat sampah di dusun ini, dia menyatakan:
"Pembuatan tempat sampah di sini telah
direalisasikan. Tempat sampah yang dibangun juga
berguna agar bisa penghabisan sampah. Tempat sampah
tersebut tidak ada penutup. Dengan demikian, sampah bisa
langsung di eksekusi setelah dibuang, oleh karena itu tidak
banyak sampah dan sangat harum." (Muhammad Azwar,
10 Maret 2024).
53
Dari wawancara tersebut dinyatakan yakni pembuatan tempat
sampah untuk public agar bisa menolong orang disini dalam
kebersihan tempat di desa. Apabila sebelumnya masyarakat
membuang serta membakar sampah di mana-mana, yang bisa
berdampak tidak baik untuk kesehatan serta kenyamanan hidup,
sekarang warga dapat melakukannya di tempat sampah yang
disediakan agar sampah tidak banyak dan tidak ada bau tidak sedap.
54
diharapkan untuk agar bisa tetap bersih di lokasi dan hidup sehat
dengan membuang sampah atau sampah lainnya ditempat sampah
yang ada.
Sesuai dengan wawancara dan observasi yang dapat, semua
kegiatan yang diputuskan dalam Musrenbang dan dijadikan RKP-
Desa sudah berhasil direalisasikan. Orang di desa sudah merasakan
manfaat dari pembuatan ini. Kegiatan tersebut yakni aspirasi dari
orang didesa yang dianggap sebagai kebutuhan desa. Secara
keseluruhan, kegiatan yang sudah direalisasikan dianggap mampu
meningkatkan keamanan orang di desa, yang bagian dari tujuan
utama pembuatan didesa ini. Pembangunan jalan tani dan baru, dan
perbaikan jalan berkotak di jalanan kecil dinilai sangat bermanfaat
bagi warga desa karena mempermudah akses yang dibutuhkan.
Selain itu, orang yang berwajib di desa berupaya agar dapat
selalu ada orang di desa bagi pemakaian anggaran desa untuk
pembangunan infrastruktur. Pelaksanaan program diutamakan secara
swakelola dengan memakai sumber daya lokal serta memakai tenaga
kerja dari warga di sana. Beberapa toko lokal juga dijadikan mitra
yang ada bahan-bahan bagi proyek pembangunan. Ini dilaksanakan
untuk memastikan bahwa anggaran desa membagikan fungsi bagi
orang di desa, untuk berkerjasama antara orang yang berkepentingan
di desa dan warganya dalam berusaha bertambahnya pendapatan.
Seperti diungkapkan tokoh masyarakat:
55
Sampulungan, yang menyatakan bahwa
56
pendekatan yang tepat untuk dilakukan.” (Sangkala
Sikki, 10 Maret 2024).
57
ini, saya merasa sangat terbantu, dan saya juga
biasanya bekerja sebagai pekerja bangunan di luar
desa. Dengan proyek ini, saya dapat jalan ke tempat
tinggal saya agar bisa makan siang saat istirahat dan
menghemat biaya bensin yang harus saya keluarkan
setiap hari." (Dg. Ngona, 10 Maret 2024).
58
Program pembangunan infrastruktur desa Sampulungan telah
berhasil melaksanakan tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hasil wawancara menunjukkan bahwa orang yang ada didesa telah
memakai fasilitas yang baru dibuat ini, walaupun tidak lagi
mencakup seluruh sektor di Desa ini. Meskipun demikian, program-
program yang telah dijalankan sudah memperoleh faktor positif
signifikan pada meningkatkan kesejahteraan orang yang ada di desa.
Program-program itu secara umum telah berkontribusi dalam upaya
peningkatan kesejahteraan dan sedikit membantu dalam mengurangi
kemiskinan. Melalui partisipasi masyarakat sebagai pekerja dalam
pembangunan infrastruktur, ekonomi warga telah sedikit terbantu.
Pembangunan infrastruktur juga berperan dalam meningkatkan
ketahanan pangan dan pemukiman, yang secara langsung
mempengaruhi perekonomian warga desa Sampulungan.
Meskipun tidak ada program khusus yang ditujukan untuk
meningkatkan gaya hidup manusia, pembuatan infrastruktur yakni
pembaharuan jalan telah memberikan faktor positif untuk orang yang
ada di desa. Untukk akses menuju sekolah dan lapangan yang tidak
buruk memiliki jalan yang bagus dapat bisa menambah kegiatan
olahraga didesa. Selanjutnya, pembangunan talud pada sektor
pertanian juga memberikan manfaat besar bagi pekataan orang yang
ada di desa. Dengan ada jalan tani sangat mudah orang yang bekerja
sebagai petani dalam memperoleh hasil panen mereka, sehingga
secara langsung meningkatkan pendapatan mereka. Drainase yang
dibangun juga membantu dalam mencegah banjir dan menjaga
kebersihan lingkungan.
Penggunaan dana desa yang tepat sasaran merupakan kunci
keberhasilan dalam mencapai tujuan pembangunan desa. Maka dari
itu, penting bagi pihak yang berwajib di desa dan orang yang ada
didesa sebagai pihak yang terlibat dalam pengelolaan dan
59
pengawasan kegiatan untuk bekerja sama secara sinergis demi
mencapai tujuan pembangunan desa yang lebih baik.
60
oleh Kepala Desa bahwa:
“Pemahaman masyarakat terhadap konsep-konsep
baru masih minim. Mereka cenderung bergantung pada
pengetahuan tradisional, seperti penafsiran cuaca dari
tanda-tanda alam oleh para nelayan. Namun, perubahan
gejala alam yang tidak terduga, seperti angin kencang
secara tiba-tiba atau hujan pada musim kemarau,
menunjukkan perlunya pengetahuan yang lebih luas
dan aktual.” (Sangkala Sikki, 10 Maret 2024).
61
keterbatasan pengetahuan masyarakat pesisir yang didasarkan pada
pengalaman yang mereka miliki dan aktivitas sudah orang desa
laksanakan.
62
meminjam dibank atau pegadaian, yang memerlukan prosedur yang
lebih rumit. Seperti yang diungkapkan SS, seorang nelayan, yakni
mereka meminjam dari tengkulak disebabkan prosesnya tidak sulit dan
sederhana, mereka membayar pinjaman tersebut dengan hasil tangkapan
mereka, dan sisa hasil tangkapan tersebut digunakan untuk memenuhi
kebutuhan mereka.
Masyarakat sebenarnya sadar akan kelemahan saling
berkomunikasi, tetapi orang yang didesa merasa lebih gampang jadi
mereka terpaksa melaksanakannya. Cara pembayaran yang sederhana
tetapi menyiksa membuat masyarakat terjebak dalam lingkaran setan
ini, mereka harus bekerja keras untuk memperoleh hasil guna membayar
hutang mereka. Dikarenakan ini menunjukkan orang yang di desa
terpaksa bertanggung jawab.
Selain itu, kaitannya orang yang ada didesa dengan rentenir atau
tengkulak, pihak berwajib menghadapi hambatan dari pandangan
masyarakat yang menganggap bahwa segala bentuk bantuan yang
dibagikan yakni gratis serta tidak lagi kembali. Tradisi terdahulu ini
memandang pihak berwajib memiliki kewajiban untuk memberikan
bantuan. Padahal, tidak semua bantuan pemerintah dapat diberikan
secara cuma-cuma, seperti bantuan berupa dana Pemberdayaan
Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMDA). Sehingga berdampak minim
pendekatan yang tepat pada orang yang ada di desa. Ada perlu diatasi
pihak yang berwajib adalah mengganti pikiran orang yang ada di desa
terhadap yang diingin dilakukan dan disediakan oleh pemerintah.
D. Pembahasan
63
sangat efektif, terutama ketika dilihat dari dua aspek utama: realisasi
program dan kemanfaatan program. Sehingga secara keseluruhan,
program-program pembangunan yang telah berhasil di Desa
Sampulungan ini menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi dan
membagikan kegunaan untuk orang yang ada di desa dengan nyata.
Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, pengelolaan dana desa dapat
efektif dan memiliki factor positif untuk pembuatan serta kesejahteraan
masyarakat desa.
64
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
65
partisipasi dan keterlibatan aktif masyarakat pada pembuatan kegiatan
yang diselenggarakan oleh pihak berwajib di desa.
2. Tantangan dalam upaya pemberdayaan masyarakat sepatutnya direspons
oleh pemerintah daerah dan pemerintah desa dengan meningkatkan peran
mereka dalam menambah keaktifan orang yang di desa pada
pemberdayaan. Mereka juga seharusnya bisa mengakhiri selalu
bergantung dengan tengkulak dan rentenir.
66
DAFTAR PUSTAKA
Friedman, M. 2020. Buku Ajar Keperawatan keluarga: Riset, Teori, dan Praktek.
Edisi ke-5. Jakarta: EGC.
Hasan, Ali. (2019). Jurnal Indovisi; Pengaruh Citra Merek, Kualitas Produk dan
harga Terhadap Minat Beli Pakaian. Indonesoan Indovisi Institute, 1(Iii),
83–104. Diambil dari http://journal.dosenindonesia.org
Ife, J. (2013). Human Rights and Social Work: Towards Rights-Based Practice
(3rd ed.). Cambridge University Press.
67
Kurniawan, Agung. (2020). Transformasi Pelayanan Publik. Yogyakarta:
Pembaharuan.
Purnomo. A.R. (2022). Analisis Statistik Ekonomi dan Bisnis dengan SPSS.
Yogyakarta: Fadilatama
68
Siagian, S.P. (2020). Filsafat Administrasi, Jakarta: Gunung Agung,
UNDANG-UNDANG
69
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa, yang
sudah tidak berlaku lagi, sebelumnya mengatur bahwa desa adalah suatu wilayah
yang dihuni oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat, termasuk di
dalamnya desa tradisional yang disebut desa adat.
70
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1
PEDOMAN WAWANCARA
A. Tujuan
Untuk mengetahui dan menganalisis evektivitas program pemberdayaan
ekonomi Masyarakat desa Sampulungan kecamatan Galesong Utara
Kabupaten Takalar.
B. Pertanyaan Panduan
Kepala Desa Sampulungan
a. Identitas Diri
1) Nama : H.Sangkala Sikki
2) Jabatan : Kepala Desa
3) Waktu Wawancara : 3 Menit
4) Pendidikan Terakhir : SMA
5) Alamat : Dusun sampulungan beru,lorong 3
b. Pertanyaan Penelitian
1. Apa tujuan utama dari program pemberdayaan ekonomi yang
dilaksanakan di Desa Sampulungan? ?
A. Tujuan
Untuk mengetahui Sejarah Singkat Kantor Desa Sampulungan
desa Sampulungan kecamatan Galesong Utara Kabupaten
Takalar.
B. Pertanyaan Panduan
Ketua BPD Desa
a. Identitas Diri
b. Pertanyaan Penelitian
B. Pertanyaan Panduan
Sekertaris desa
a. Identitas Diri
1. Nama : Ansar
2. Jabatan : Sekertaris desa
3. Waktu Wawancara : 3 Menit
4. Pendidikan Terakhir : S1
5. Alamat : Dusun sampulungan Cadi,lorong 1
b. Pertanyaan Penelitian
1. .Apa tujuan atau proyek yang menyebabkan perlunya pembebasan
lahan di Desa Sampulungan ?
A. Tujuan
Untuk mengetahui apa dampat dari keberhasilan program ini di desa
Sampulungan kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar.
B. Pertanyaan Panduan
Tokoh masyarakat
a. Identitas Diri
1. Nama : Muhammad Azwar, S.Kom
2. Jabatan : Tokoh masyarakat
3. Waktu Wawancara : 3 Menit
4. Pendidikan Terakhir : S1
5. Alamat : Dusun sampulungan kale, lorong 2
b. Pertanyaan Penelitian
1. Apakah program ini meningkatkan keterlibatan atau partisipasi
masyarakat dalam kegiatan desa?
2. Apakah ada bagian dari program ini yang menurut Anda kurang
memuaskan? Jika ya, apa dan mengapa?
3. Apakah Anda merasa bahwa manfaat dari program ini merata di
seluruh masyarakat?
LAMPIRAN 2
Junaedi lahir pada tanggal 31 Desember 1998 di Mamuju, Sulawesi Barat. Penulis
merupakan anak pertama dari empat bersaudara dari pasangan Gempa dan Dina.
Penulis menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di SDN 1 Mamuju pada tahun
2012. Bersamaan dengan itu, penulis melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Mamuju
dan lulus pada tahun 2015, kemudian penulis melanjutkan pendidikan di SMAN 1
Mamuju dan lulus pada tahun 2018. Pada tahun 2018 penulis mendaftar sebagai
mahasiswa dan mengambil jurusan Ilmu Pemerintahan, di Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik Universitas Indonesia Timur Makassar. Di akhir masa studinya,
ia berhasil menyelesaikan tesisnya yang berjudul “EFEKTIVITAS PROGRAM
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA SAMPULUNGAN
KECAMATAN GALESONG UTARA KABUPATEN/TAKALAR.”
9