0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan25 halaman

HDR Jiwa Kel 3

Diunggah oleh

Auliyaa Nasywa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan25 halaman

HDR Jiwa Kel 3

Diunggah oleh

Auliyaa Nasywa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN KEPERAWATAN JIWA DENGAN

“HARGA DIRI RENDAH”


Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Jiwa
Dosen Pengampu: Fitra Handika H.,S.Kep.,Ns.,M.Kes.

Disusun Oleh
Kelompok 2:
1. Auliyaa Nasywarinda Iswahyudi (202214401009)
2. Febrina Ayu Tunggal Dewi (202214401026)
3. Iin Alim Tias Putri (202214401029)
4. Martavia Rizky Erdisfantri (202214401037)
5. Nabyla Putri Vinanda (202214401041)
6. Kania Adellya Mahayuning A (202214401033)
7. Yesita Febriani (202214401057)

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN

STIKes SATRIA BHAKTI NGANJUK

TAHUN AKADEMIK 2023\2024


DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………..1


LAPORAN PENDAHULUAN…………………………………………………..2
I. KASUS (MASALAH UTAMA)…………………………………………….2
II. PROSES TERJADINYA MASALAH……………………………………..2
1. Pengertian……..………………………………………………...……….2
2. Rentang Respon……………………………………………………….....2
3. Penyebab……………………………………………………………..…..4
4. Tanda dan Gejala…………………………………………………...……6
III. MASALAH KEPERAWATAN……………………………………….……8
1. Pohon Masalah ……………………………………………………...…...8
2. Masalah Keperawatan Dan Data Yang Perlu Dikaji……………………..9
IV. DIAGNOSA KEPERAWATAN…………………………………………..10
V. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN…………………………….14
1. Intervensi ……………………………………………………………...14
a. Intervensi Utama ………………………………………………..…14
b. Intervensi Pendukung …………………………………………...…20
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SPTK)…..28
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………...43

1
LEMBAR KONSUL
LAPORAN KEPERAWATAN JIWA
2024

Kelompok 3
Judul : Harga Diri Rendah
Dosen Pembimbing :Heru Wahyudi, S.kep., Ns., M.Kes

No Tanggal Catatan Pembimbing Paraf

2
LEMBAR PENGESAHAN

Kami yang bertanda tangan dibawah ini :


Menyatakan bahwa makalah yang telah kami buat ini adalah sah dan asli
hasil diskusi yang kami kerjakan sebaik – baiknya. Dengan ini kami kelompok 3
Diploma III Keperawatan angkatan 2022/2023 menyerahkan laporan ini dan
disetujui pada
Hari/tanggal :
Pukul :
Oleh :

Ketua Kelompok Dosen Pembimbing

Fitra Handika H.,S.Kep.,Ns.,M.Kes.


NIDN.0703068705

Mengetahui,
Dosen PJMK

Heru Wahyudi, S.Kep., Ns.,M.Kes


NIDN. 0712067701

3
LAPORAN PENDAHULUAN

I. KASUS (MASALAH UTAMA)


HARGA DIRI RENDAH

II. PROSES TERJADINYA MASALAH


1. Pengertian
Menurut Tim Pokja SDKI DPP PPNI (2018) dalam buku Standar
Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI) Harga Diri Rendah merupakan
evaluasi atau perasaan negatif terhadap diri sendiri atau kemampuan diri
seperti perasaan tidak berarti, tidak berharga, tidak berdaya yang
berlangsung dalam waktu lama dan terus menerus.
Harga Diri Rendah adalah suatu kondisi dimana seseorang menilai
dirinya atau kemampuannya secara negatif, atau merasa mengganggap
dirinya tidak berharga dan tidak dapat bertanggung jawab atas hidupnya.
(Nurhalimah 2016 dalam Syah et al., 2019)

2. Rentang Respon
Berikut ini adalah rentang respon konsep diri menurut (Stuart,
2013 dalam Dewi, 2019)

Rentang Respon Ko
nsep Diri
Adaptif Maladaptif

Aktualisas Konsep Harga d Depers


Kerancuan
i diri pos iri rend onalisas
Identitas
ah i

Respon Adaptif : Aktualisasi diri dan konsep diri yang positif serta
bersifat membangun (konstruktif) dalam usaha mengatasi stressor yang
menyebabkan ketidakseimbangan dalam diri sendiri.

4
a. Respon Maladaptif
Aktualisasi diri dan konsep diri yang negatif serta bersifat
merusak (destruktif) dalam usaha mengatasi stressor yang
menyebabkan ketidakseimbangan dalam diri sendiri.
b. Aktualisasi diri
Pengungkapan perasaan/kepuasan dari konsep diri positif
c. Konsep diri positif
Dapat menerima kondisi dirinya sesuai dengan yang
diharapkannya dan sesuai dengan kenyataan.
d. Harga Diri Rendah
Perasaan negatif terhadap diri sendiri, hilang kepercayaan diri,
dan merasa gagal mencapai keinginan.
e. Kerancuan identitas
Ketidakmampuan individu mengintegrasikan aspek psikologis
pada masa dewasa, sifat kepribadian yang bertentangan dan
perasaan hampa.
f. Depersonalisasi
Merasa asing terhadap dirinya sendiri dan kehilangan identitas.
3. Penyebab
Menurut (PPNI, 2018), Penyebab Harga Diri Rendah, yaitu:
a. Perubahan pada citra tubuh
b. Perubahan peran sosial
c. Ketidakadekuatan pemahaman
d. Perilaku tidak konsisten dengan nilai
e. Kegagalan hidup berulang
f. Riwayat kehilangan
g. Riwayat penolakan
h. Transisi perkembangan
i. Terpapar situasi traumatis
j. Kurangnya pengakuan dari orang lain
k. Ketidakefektifan mengatasi masalah kehilangan

5
l. Gangguan psikiatri
m. Penguatan negatif berulang
n. Ketidaksesuaian budaya Menurut (Nur, 2022).
Penyebab Harga Diri Rendah dibedakan menjadi dua faktor yaitu fakt
or predisposisi dan prespitasi :
a. Faktor Predisposisi
1) Biologi
Faktor heriditer (keturunan) seperti adanya riwayat ang
gota keluarga yang mengalami gangguan jiwa Selain itu adany
a riwayat penyakit kronis atau trauma kepala merupakan salah
satu faktor penyebab gangguan jiwa.

2) Psikologis
Masalah psikologis yang dapat menyebabkan timbulny
a Harga Diri Rendah adalah pengalaman masa lalu yang tidak
menyenangkan, penolakan dari lingkungan dan orang terdekat
serta harapan yang tidak realistis. Kegagalan berulang, kurang
mempunyai tanggung jawab personal dan memiliki ketergantu
ngan yang tinggi pada orang lain merupakan faktor lain yang
menyebabkan gangguan jiwa. Selain itu pasien dengan Harga
Diri Rendah memiliki penilaian yang negatif terhadap gambar
an dirinya, mengalami krisis identitas, peran yang terganggu, i
deal diri yang tidak realistis.
3) Faktor Sosial Budaya
Pengaruh sosial budaya yang dapat menimbulkan Harg
a Diri Rendah adalah adanya penilaian negatif dari lingkungan
terhadap klien, sosial ekonomi rendah, pendidikan yang renda
h serta adanya riwayat penolakan lingkungan pada tahap tumb
uh kembang anak.

6
b. Faktor Presipitasi
Masalah khusus tentang konsep diri disebabkan oleh setiap si
tuasi yang dihadapi individu dan ia tidak mampu menyesuaikan sit
uasi atas stresor dapat mempengaruhi komponen. Stresor yang dap
at mempengaruhi gambaran diri adalah hilangnya bagian tubuh, tin
dakan operasi, proses patologi penyakit, perubahan struktur dan fu
ngsi tubuh, proses tumbuh kembang, prosedur tindakan dan pengob
atan. Sedangkan stressor yang dapat mempengaruhi harga diri dan i
deal diri adalah penolakan dan kurang penghargaan diri dari orang
tua dan orang yang berarti.
Faktor pencetus dapat berasal dari sumber internal ataupun ek
sternal.
1) Trauma seperti penganiayaan seksual dan psikologis atau
menyaksikan peristiwa yang mengancam kesehatan.
2) Ketegangan peran berhubungan dengan peran atau posisi yang
diharapkan dan individu mengalaminya sebagai frustasi. Ada
tiga jenis transisi peran, yaitu:
a) Transisi peran perkembangan adalah perubahan normative
yang berkaitan dengan pertumbuhan. Perubahan ini 10
termasuk tahap perkembangan dalam kehidupan individu
atau keluarga dan norma-norma budaya, nilai-nilai serta
tekanan untuk menyesuaikan diri.
b) Transisi peran situasi terjadi dengan bertambah atau
berkurangnya anggota keluarga melalui kelahiran atau
kematian.
c) Transisi peran sehat-sakit terjadi akibat pergeseran dari
keadaaan sehat keadaan sakit. transisi ini dapat dicetuskan
oleh :
(1) Kehilangan bagian tubuh
(2) Perubahan ukuran, bentuk, penampilan atau fungsi
tubuh.

7
(3) Perubahan fisik yang berhubungan dengan tumbuh
kembang normal.
(4) Prosedur medis dan keperawatan

4. Tanda dan Gejala


Manifestasi yang biasanya muncul pada pasien dengan masalah
Harga Diri Rendah kronis (Sihombing et al., 2022):
a. Mayor
1) Subjektif
a) Menilai diri dengan negatif/mengkritik diri
b) Merasa tidak berarti/tidak berharga
c) Merasa malu/minder
d) Merasa tidak mampu melakukan apapun
e) Meremehkan kemampuan yang dimiliki
f) Merasa tidak memiliki kelebihan
2) Objektif
a) Berjalan menunduk
b) Postur tubuh menunduk
c) Kontak mata kurang
d) Lesu dan tidak bergairah
e) Berbicara pelan dan lirih
f) Ekspresi muka datar
g) Pasif
b. Minor
1) Subjektif
a) Merasa sulit konsentrasi
b) Mengungkapkan keputusasaan
c) Enggan mencoba hal baru
d) Menolak penilaian positif tentang diri sendiri
e) Melebih-lebihkan penilaian negatif tentang diri sendiri
2) Objektif
a) Bergantung pada pendapat orang lain

8
b) Sulit membuat keputusan
c) Sering kali mencari penegasan
d) Menghindari orang lain
e) Lebih senang menyendiri

III. MASALAH KEPERAWATAN

1. Pohon Masalah

Resiko Perilaku Kekerasan

Perubahan Persepsi Sensori : Hal effect


usinasi

Isolasi Sosial

Core problem
Harga Diri Rendah

Cause
Koping Individu Tidak Efektif

2. Diagnosa keperawatan
a. Harga Diri Rendah
b. Koping Individu Tidak Efektif
c. Isolasi Sosial

9
d. Gangguan Persepsi Sensori

3. Data yang perlu dikaji

IV. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

1. Diagnosa Keperawatan
Harga Diri Rendah
Data Subjektif
1) Menilai diri negatif (mis: tidak berguna, tidak tertolong)
2) Merasa malu/bersalah
3) Melebih-lebihkan penilaian negatif tentang diri sendiri
4) Menolak menilaian positif tentang diri sendiri
Data Objektif
1) Berbicara pelan dan lirih
2) Menolak berinteraksi dengan orang lain
3) Berjalan menunduk
4) Postur tubuh menunduk
2. Tujuan atau kriteria hasil
a. Diagnosa keperawatan: Harga diri rendah
1) Klien dapat membina hubungan saling percaya
2) Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif
yang dimiliki
3) Klien dapat menilai kemampuan yang digunakan
4) Klien dapat menetapkan dan merencanakan kegiatan sesuai
dengan kemampuan yang dimiliki
5) Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi kemampuannya

10
3. Intervensi keperawatan
N DIAGNOSA TUJUAN DAN INTERVENSI
O KEPERAWATAN KRITERIA HASIL KEPERAWATAN

1. Harga Diri Rendah Setelah dilakukan Manajemen Perilaku


situasional tindakan keperawatan (I.12463)
berhubungan selama ..... x 24 jam Observasi
dengan perubahan diharapkan harga diri 1. Indetifikasi
pada citra tubuh meningkat dengan harapan untuk
kriteria hasil : mengendalikan
1. Penilaian diri perilaku
positif Terapeutik
meningkat
1. Diskusikan
2. Perasaan
tanggung jawab
memiliki
terhadap
kelebihan atau
perilaku
kemampuan
positif 2. Jadwalkan
meningkat kegiatan
3. Penerimaan terstruktur
penilaian positif 3. Ciptakan dan
terhadap diri pertahankan
sendiri lingkungan dan
meningkat kegiatan
4. Minat mencoba perawatan
hal baru konsisten setiap
meningkat dinas.
5. Berjalan
4. Tingkatkan
menampakkan
aktivitas fisik
wajah
sesuai
meningkat
kemampuan
6. Postur tubuh

11
menampakkan
5. Batasi jumalh
wajah
pengunjung
meningkat
6. Bicara dengan
7. Kontak mata
nada rendah dan
meningkat
tenang.
8. Aktif meningkat
9. Komunikasi 7. Cegah perilaku
meningkat pasif dan agresif
10. Percaya diri 8. Beri penguatan
berbicara positif terhadap
meningkat kebersihan
11. Membuat mengendalikan
keputusan perilaku
sendiri
9. Lakukan
meningkat
pengekangan
12. Perasaan malu
fisik sesuai
menurun
indikasi
13. Perasaan tidak
mampu 10. Hindari sikap
melakukan menyudutkan
apapun menurun dan
14. Perasaan sulit menghentikan
berkonsentrasi pembicaraan
menurun 11. Hindari sikap
mengancam dan
berdebat

12. Hindari berdebat


atau menawar
batas perilaku
yang telah

12
ditetapkan
Edukasi

1. Informasikan
keluarga bahwa
keluarga sebagai
dasar
pembentukan
kognitif

13
SP Kegiatan
1
1. Identifikasi harapan untuk mengendalikan perilaku
2. Diskusikan tanggung jawab dan perilaku
3. Jadwalkan kegiatan terstruktur
4. Ciptakan dan pertahankan lingkungan dan kegiatan perawatan
konsisten setiap dinas
5. Tingkatkan aktivitas fisik sesuai kemampuan
2
3
4

14
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SPTK)

Masalah : Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah


A. Proses Keperawatan
1. Kondisi klien
a. Data Subjektif
1) Klien menungkapkan menilai dirinya sudah tidak berguna
2) Merasa malu/bersalah terhadap seseorang
b. Data Objektif
Klien berbicara lirih, menolak berinteraksi dengan orang lain, kontak
mata klien kurang dan pasif

2. Diagnosa keperawatan
Harga Diri Rendah
3. Tujuan
a. Penilaian diri positif meningkat
b. Perasaan memiliki kelebihan atau kemampuan positif meningkat
c. Penerimaan penilaian positif terhadap diri sendiri meningkat
d. Minat mencoba hal baru meningkat
e. Berjalan menampakkan wajah meningkat
f. Postur tubuh menampakkan wajah meningkat
g. Kontak mata meningkat
h. Aktif meningkat
i. Komunikasi meningkat
j. Percaya diri berbicara meningkat
k. Membuat keputusan sendiri meningkat
l. Perasaan malu menurun
m. Perasaan tidak mampu melakukan apapun menurun
n. Perasaan sulit berkonsentrasi menurun

15
4. Tindakan keperawatan
SP 1

B. Strategi Komunikasi

1. Orientasi
a. Salam Terapeutik
TM : “Assalamualikum wr.wb. Selamat pagi, bu. Perkenalkan saya
yesita, biasanya saya dipanggil Yesi. Saya mahasiswa stikes
yang akan berdinas di ruang hari ini. Hari ini saya dinas pagi
mulai pukul 07.00 – 14.00 WIB. Saya yang akan merawat Ibu.
Ibu namanya siapa dan biasa dipanggil siapa ?”
Px hanya diam tampak menunduk saja
TM : “Ibu namanya siapa, saya bisa memanggil ibu dengan nama
siapa?”

Px : “Nama saya ibu Tunggal Dewi, saya biasanya dipanggil Ibu


Dewi.” (lirih)

TM : “Baiklah mulai sekarang saya akan panggil Ibu Dewi saja ya.”

Ibu Dewi hanya mengangguk

b. Evaluasi Validasi

TM : “Bagaimana perasaan Ibu Dewi hari ini, apa yang ibu rasakan
untuk saat ini tidak ?”

Px tampak sedih, menunduk lalu perlahan berbicara

Px : “Saya merasa malu dan merasa tidak berguna lagi.”

TM :“Baiklah ibu bagaimana kalau kita membicarakan tentang


perasaan ibu dan kemampuan yang ibu miliki? Setelah itu kita
akan menilai kegiatan mana yang masih bisa ibu lakukan,
setelah kita nilai, kita akan pilih beberapa kegiatan untuk kita

16
latih.”
c. Kontrak
1) Topik
TM : “Bagaimana kalau kita berbincang-bincang tentang hal-hal
yang membuat ibu Dewi malu dan bagaimana cara
mengatasinya.”
2) Waktu
TM : “Berapa lama Ibu Dewi mempunyai waktu berbincang-
bincang denga saya? 10 menit apakah cukup ?
Px : “Iya cukup”
3) Tempat
TM : “Ibu Dewi senangnya berbicara dimana ?”
Px diam
TM: “Ibu dewi apakah mau berbicara di ruangan ini atau ingin di
Taman”
Px : “Di ruangan sini saja, saya tidak suka keramaian.”
TM : “Baiklah, kita berbicaranya diruangan ini saja ya.”
2.Kerja
TM : “Sebelumnya saya ingin menanyakan tentang penilaian ibu
terhadap diri ibu, tadi ibu mengatakn merasa tidak berguna
sekarang, apa yang menyebabkan ibu seperti ini ?”

Px : “Saya menilai diri saya sudah tidak berguna dan saya tidak
mau lagi bertemu dengan orang yang membuat saya seperti
sekarang ini dan membuat dunia saya hancur, saya diperkosa oleh
orang yang tidak saya kenal, hal ini membuat suami saya marah
kepada saya dan memukuli saya, saya sangat trauma di rumah.”

TM : “jadi keadaan ibu saat ini disebabkan karena musibah atau kejadian
itu, sampai ibu tidak mau lagi bertemu dengan suami ibu dengan
rasa trauma karena dipukuli, kecewa pada diri sendiri sampai ibu
merasa tidak berguna lagi.”

17
TM : “Baiklah ibu bagaimana kalau kita menilai kemampuan
positif yang ibu miliki untuk dilatih dan dikembangkan. Coba ibu
sebutkan kemampuan apa saja yang ibu miliki?”

Px : “Saya memiliki kemampuan melukis, menulis, membersihkan


tempat tidur, menyapu dan mencuci pakaian.”

TM : “Wahh bagus sekali ada 5 kemampuan positif yang ibu miliki, nah
sekarang dari kelima kemampuan yang ibu miliki mana yang masih
dapat dilakukan sekarang? Coba lihat yang pertama bisa bu ?
(sampai kegitan yang kelima) ternyata ada empat kegiatan yang
masih bisa ibu lakukan sekarang.”

TM : “baiklah bu, dari keempat kegiatan yang telah dipilih untuk


dikerjakan dirumah sakit mana yang dilatih hari ini ? baik mari kita
latihan merapikan tempat tidur, tujuannya agar ibu dapat
meningkatkan kemampuan merapiakn tempat tidur ibu dan
merasakan manfaatnya.

Px : (pasien merapikan tempat tidur dengan baik dan rapih)

TM : “Nah bagus ibu, tembat tidurnya sudah rapih dan bersih, menurut
ibu bagaimana perbedaan tempat tidur yang sudah dibersihkan dan
sebelum dibersihkan ?”

Px : “Sesudah dibersihkan tempat tidurku kelihatan bersih dan rapi.”


3.Terminasi
a. Evaluasi
1) Evaluasi Subjektif
TM : “Bagaimana perasaan ibu setelah kita berbincang-bincang dan
setelah kita latihan merapikan tempat tidur ?”
2) Evaluasi Objektif
TM : “Nah coba ibu sebutkan lagi langkah-langkah merapikan
tempat tidur
Px : (pasien mengikuti instruksi )

18
b. Rencana tindak lanjut
TM : “sekarang mari kita masukan dalam jadwal harian ibu, mau
berapa kali ibu melakukannya ”
Px : “Saya akan melakukan 2x .”
TM : “Bagus 2x, pagi setelah bangun tidur dan jam 4 setelah istirahat
siang.”
c. Kontrak yang akan datang
1) Topik
TM : “"Nah, Bu Dewi. Cara yang kita praktikkan tadi baru salah
satunya saja. Masih ada cara yang bisa digunakan untuk
mengatasi harga diri ibu. Cara yang kedua yaitu dengan
teknik melukis."
2) Waktu
TM : “Besok saya akan kembali lagi untuk melatih kemampuan ibu
yang kedua. Bagaimana kalau besok jam 9 pagi”
3) Tempat
TM : “Kita melukisnya diruangan ini saja ya bu dewi?” “baik bu
Dewi, kalau begitu saya pamit dulu dan bertemu lagi besok
sesuai waktu dan tempat yang sudah kita sepakati tadi ya
bu.”

19
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SPTK)
PASIEN

Pertemuan ke II (dua)
A. Proses Keperawatan
1. Kondisi klien
a. Data Subjektif
1) Klien menungkapkan menilai dirinya sudah tidak berguna
2) Merasa bersalah terhadap seseorang
b. Data Objektif
Klien selalu terlihat menyendiri dan tidak mau bergaul
2. Diagnosa Keperawatan
Harga Diri Rendah
3. Tujuan
a. Klien dapat melatih kemampuan kedua yaitu melukis
b. Klien dapat memasukan kegiatan melukis kedalam jadwal harian
4. Tindakan Keperawatan

B. Strategi Komunikasi
1. Orientasi
a. Salam Terapeutik:
TM: “Selamat pagi Ibu Dewi, Apakah Ibu masih ingat dengan saya?”
Px: “Pagi. Masih, Bu Nabyla”
TM: “Bagus bu dewi, benar, saya ibu nabyla”
TM: “Sesuai janji saya kemarin, sekarang saya datang lagi”
b. Evaluasi/Validasi:
TM: "Bagaimana perasaan ibu Dewi pagi ini? Bagaimana dengan
perasaan negative yang ibu Dewi rasakan ?”
Px: “Lebih baik dari pada kemarin, tapi terkadang saya masih merasa

20
tidak berguna ”
TM: “Berarti perasaan tidak berguna yang ibu rasakan sudah
berkurang. Bagaimana dengan kegiatan merapikan tempat
tidurnya?”
Px: “Saya telah melakukannya”
TM: “Wah rapih sekali tempat tidurnya. Bagus bu dewi, Sekarang
mari kita lihat jadwalnya, wah ternyata ibu telah melakukan
kegiatan merapikan tempat tidur sesuai jadwal"
c. Kontrak:
1) Topik
TM: “baiklah Bu sekarang kita akan melajutkan latihan kegiatan yang
kedua, hari ini kita mau latihan melukis kan Bu?”
Px hanya mengangguk membenarkan
2) Waktu
TM: “Kita akan melakukan latihan melukis selama 15- 20 menit yaa,
apakah ibu dewi bersedia?”
3) Tempat
TM: “Untuk tempatnya, kita melukis disini saja ya bu?”
2. Kerja
TM: “Baik sebelum melukis , kita persiapkan dulu perlengkapan untuk
melukis, menurut Ibu apa yang perlu kita siapkan alatnya untuk
melukis?”
Px: “Kertas, pensil, pewarna”
TM: “Nah sekarang bagaimana langkah-langkah atau cara melukis yang
benar?”
( pasien menyebutkan langkah langkah melukis )
TM: "Baiklah ibu sekarang kita mulai melukisnya yaa, Ibu dewi bisa mulai
melukis apapun yang ibu dewi sukai”
(pasien melukis karakter yang di sukainya)
TM: "Bagus sekali , lukisan yang ibu buat, indah nya, cara ibu Dewi
mewarnai lukisan ini juga rapih dan sesuai"

21
Px hanya tersenyum mendengar pujian
Tm: “Menurut ibu bagaimana memilih cat yang sesuai dengan karakter
yang Ibu lukis?
Px: “Dengan menggabungkan warna yang sesuai agar indah bu”
3. Terminasi
a. Evaluasi subjektif:
TM: “Bagaimana perasaan ibu setelah kita latihan melukis tadi?
Apakah perasaan ibu dewi lebih baik?”
Px: “Saya rasa saya lebih tenang dan saat melukis saya sejenak bisa
melupakan kejadian itu”
TM: “Wah, Berarti ada kemajuan untuk perasaan ibu. Nah bu dewi,
coba ibu sebutkan ada berapa cara yang telah kita pelajari?”
Px: “2 bu byla”
TM : “Ya! Benar sekali ibu dewi”
b. Evaluasi Objektif:
TM: “Nah coba ibu sebutkan langkah-langkah awal melukis?”
Px: “Pertama saya menyiapkan alat melukis, lalu menggambar
pola,menebali dan memberikan warna pada lukisan saya”
TM: “bagus bu ternyata ibu masih ingat”

22
23
DAFTAR PUSTAKA

Tim Pokja SDKI DPP PPNI, (2016), Standar Diagnosis Keperawatan


Indonesia (SDKI), Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia.

Tim Pokja SLKI DPP PPNI, (2018), Standar Luaran Keperawatan


Indonesia (SLKI), Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia.

Tim Pokja SIKI DPP PPNI, (2018), Standar Intervensi Keperawatan


Indonesia (SIKI), Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia.

24

Anda mungkin juga menyukai