TUGAS 3
FILSAFAT ADMINISTRASI
ADPU4531
Nama :
NIM :
Tugas.3
Dibuka: Senin, 25 November 2024, 00:00
Jatuh tempo: Kamis, 12 Desember 2024, 15:00
Lakukan: Buat pengajuan
Berdasarkan pemahaman Anda tentang konsep kekuasaan menurut Robbins dan relevansi
etika serta filsafat Pancasila dalam pemerintahan Indonesia, lakukan analisis mendalam
terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut. Gunakan pendekatan proses based learning untuk
mengintegrasikan teori dengan praktik nyata serta memberikan analisis yang mendalam dan
kontekstual.
1. Kekuasaan Menurut Robbins
Jelaskan apa yang dimaksud dengan kekuasaan menurut Robbins, dan analisis tiga
cara utama seseorang dapat memperoleh kekuasaan menurut teori Robbins.
Pilih sebuah kasus nyata di mana salah satu dari tiga cara ini digunakan untuk
memperoleh kekuasaan dalam sebuah organisasi atau pemerintahan. Analisis
dampaknya terhadap dinamika kekuasaan dan efektivitas organisasi tersebut. Apakah
pendekatan yang digunakan berhasil dalam jangka panjang, ataukah ada konsekuensi
negatif yang muncul?
2. Etika Pancasila dan Aktualisasi Filsafat Pancasila dalam Pemerintahan Indonesia
Evaluasi konsep etika Pancasila dan bagaimana aktualisasi filsafat Pancasila dapat
diterapkan sebagai dasar dalam filsafat pemerintahan di Indonesia.
Diskusikan tantangan dan peluang dalam menerapkan etika dan filsafat Pancasila
dalam konteks pemerintahan modern di Indonesia. Pilih sebuah kebijakan atau
keputusan pemerintahan yang baru-baru ini diambil dan analisis sejauh mana etika
dan filsafat Pancasila tercermin dalam kebijakan tersebut. Apakah kebijakan tersebut
sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dan bagaimana pengaruhnya terhadap
masyarakat?
READY FULL JAWABAN. WA 0852-8266-5627. HARGA START
FROM 15K
JAWAB
NO 1
1. Kekuasaan Menurut Robbins
Pengertian Kekuasaan Menurut Robbins
Menurut Stephen P. Robbins, kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku
orang lain dan mendapatkan hasil yang diinginkan, meskipun orang lain mungkin tidak setuju
atau tidak ingin melakukannya. Kekuasaan adalah elemen yang sangat penting dalam
organisasi dan masyarakat karena mempengaruhi bagaimana keputusan diambil dan
bagaimana individu atau kelompok berinteraksi. Dalam konteks organisasi, kekuasaan dapat
digunakan untuk mengarahkan, memotivasi, atau bahkan mengendalikan anggota organisasi
untuk mencapai tujuan tertentu.
READY FULL JAWABAN. WA 0852-8266-5627. HARGA START
FROM 15K
NO 2
Evaluasi Konsep Etika Pancasila dan Aktualisasi Filsafat Pancasila dalam Pemerintahan
Indonesia
1. Konsep Etika Pancasila
Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, tidak hanya sekedar ideologi, tetapi juga
mencakup nilai-nilai etika yang mendasari kehidupan berbangsa dan bernegara. Etika
Pancasila adalah suatu pedoman moral yang bersumber dari lima sila yang terdapat dalam
Pancasila, yang menjadi dasar bagi semua kebijakan, tindakan, dan perilaku masyarakat
Indonesia. Setiap sila Pancasila memiliki nilai etika yang mendalam:
1. Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa – Mengajarkan penghargaan terhadap nilai-
nilai religius dan moral, yang mengarahkan rakyat Indonesia untuk hidup saling
menghormati antarumat beragama dan hidup berdampingan dengan rasa hormat
terhadap keyakinan masing-masing.
2. Sila Kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab – Menekankan pentingnya
menghargai hak asasi manusia, keadilan sosial, serta perlakuan yang adil dan
bermartabat terhadap setiap individu.
3. Sila Ketiga Persatuan Indonesia – Mengutamakan nilai-nilai persatuan, toleransi, dan
kesatuan bangsa di tengah-tengah keberagaman etnis, budaya, dan agama.
READY FULL JAWABAN. WA 0852-8266-5627. HARGA
START FROM 15K
SUMBER
BMP FILSAFAT ADMINISTRASI
Yudi Latif, (2011). Pancasila: Dasar Filsafat Negara dan Paradigma Bangsa. Jakarta:
Penerbit Kencana
Baiquni, M., & Hasan, A. (2022). "Filsafat Pancasila dalam Perspektif Pemerintahan Modern
di Indonesia." Jurnal Ilmu Pemerintahan
Suwondo, W., & Prasetyo, D. (2017). "Pancasila sebagai Sistem Etika Pemerintahan dalam
Konteks Indonesia." Jurnal Etika Sosial dan Politik