0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan8 halaman

Strategi Pengembangan UMKM untuk Pembangunan Daerah

Diunggah oleh

Gilang Antono
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan8 halaman

Strategi Pengembangan UMKM untuk Pembangunan Daerah

Diunggah oleh

Gilang Antono
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGEMBANGAN USAHA MICRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) SEBAGAI

KEKUATAN STRATEGIS DALAM MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN DAERAH

Abdullah Abidin *)

Abstract : as strategic strength in quickening area development. In this relation specially micro
effort sector it is true occupy the strategic position in development as safety belt, because growth
UMKM every year progressively mount the. Micro Effort Minimize and Middle own the important
position, not only in absorbtion of labour and society prosperity in area, in a lot of their matter
become the glue and stabilize the social difference problem. Refering to [the] mentioned, hence
need the effort to grow the climate kondusif for growth UMKM in quickening area development
Placing micro effort minimize and middle as especial target of development have to be based on
by the good komitmen coordination and among government, pembisnis and institute the non
business and also local society by applying Aggresive strategy being based on at network
economics (Partner); micro Effort Development minimize and middle of entirety by supporting
real and positive to human resource development (training Enterpreneur), technological,
information, access the financing and also marketing, Market extension export, representing
efficacy indicator develop;build the effort climate being based on nationality.

Keywords : Small Businees, middle Businees, medium Businees, Financial, Government, Strategy,
Human Reseurcess, Network, Promotion, Market.

Pendahuluan migas laju pertumbuhan UMKM lebih baik


Usaha Micro Kecil dan Menengah daripada laju pertumbuhan usaha besar,
(UMKM) harus diakui sebagai kekuatan walaupun pertumbuhan PDB usaha besar
strategis dan penting untuk mempercepat cenderung meningkat terus setiap tahunnya.
pembangunan daerah, oleh karena per- Bila dicermati dari laju pertumbuhan PDB
tumbuhan Usaha Mikro kecil dan Mene- tanpa migas, pertumbuhan PDB usaha
ngah setiap tahun mengalami pening-katan, besar lebih cepat dibandingkan dengan
dimana jumlah UMKM di Indonesia pada pertumbuhan PDB UMKM. Ini menunjuk-
tahun 2008 sebanyak 48,9 Juta unit, dan kan pertumbuhan PDB migas yang umum-
terbukti memberikan kontribusi 53,28% nya dikelola oleh usaha besar mengalami
terhadap PDB (Pendapatan Domestik penurunan setiap tahunnya.
Bruto) dan 96,18% terhadap penyerapan Dari data tersebut di atas, berarti
tenaga kerja. Selain itu, selama 2005-2008, kita tidak boleh mengabaikan keberadaan
laju pertumbuhan PDB UMKM dengan UMKM yang strategis baik secara nasional
minyak dan gas (Migas) dan tanpa migas maupun di daerah. UMKM memiliki posisi
ternyata tidak berbeda jauh, hanya pada penting, bukan saja dalam penyerapan
PDB tanpa migas agak tertarik ke atas.. tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat
Sepanjang 2005-2008 kumulatif di daerah, dalam banyak hal mereka men-
pertumbuhan PDB migas UMKM masing- jadi perekat dan menstabilkan masalah
masing: 5,61%; 5,52%; 5,97%; dan 5,40%, kesenjangan sosial. Sehubungan dengan hal
sedangkan pertumbuhan tanpa migas tersebut, maka perlu upaya untuk menum-
masing-masing: 5,62%; 5,55%; 5,99%; dan buhkan iklim kondusif bagi perkembangan
5,41%. Bandingkan dengan pertumbuhan UMKM dalam mempercepat pembangunan
PDB usaha besar, dengan migas masing- daerah.
masing: 3,77%; 4,42%; 5,32% dan 5,60%
sedangkan tanpa migas masing-masing: Kriteria Usaha Mikro Kecil Dan
5,81%; 6,64%; 7,49%; dan 7,17%. Menengah.
Data pertumbuhan PDB selama 4 Konsep Usaha Kecil itu sendiri se-
(empat) tahun itu, tampak bahwa dengan sungguhnya, dari 48,9 juta usaha kecil di

289
Indonesia, hanya 1 juta unit lebih yang 100.000 s/d 1.000.000 atau sekitar Rp.
benar-benar dapat di sebut sebagai peng- 160,8 juta.
usaha kecil. Koperasi pun hanya 80 ribu Usaha berskala mikro, kecil dan
lebih, lebih dari 47,50 juta pengusaha menengah dalam arti yang sempit
sesungguhnya dikategorikan sebagai usaha seringkali dipahami sebagai suatu kegiatan
mikro. Dengan demikian, bila kita ber- usaha yang memiliki jumlah tenaga kerja
bicara tentang UMKM perlu di ingat bahwa dan atau assets yang relatif kecil. Bila
sebetulnya kebanyakan usaha yang kita hanya komponen ini dijadikan sebagai
bahas itu bersifat sangat kecil. Sampai saat patokan dalam menentukan besar kecilnya
ini masih terdapat perbedaan mengenai skala usaha maka banyak bias yang terjadi,
kriteria pengusaha kecil baik yang ada sebagai contoh sebuah perusahaan yang
dikalangan perbankan, lembaga terkait, biro memperkejakan 50 orang karyawan di
statistik (BPS), maupun menurut kamar Amerika Serikat di kategorikan sebagai
dagang dan industri Indonesia (KADIN). perusahaa kecil (relatif terhadap ukuran
Perbedaan kriteria tersebut adalah Bank ekonomi Amerika Serikat). Sementara itu
Indonesia. Suatu perusahaan atau perorang- untuk ukuran yang sama, sebuah per-
an yang mempunyai total assets maksimal usahaan di Bolivia tidak lagi masuk dalam
Rp. 600 juta tidak termasuk rumah dan kategori usaha kecil. Dengan demikian,
tanah yang ditempati. Untuk Departemen diperlukan komponen atau karakteristik
Perindustrian kriteria usaha kecil sama lain dalam melakukan penilaian ukuran
dengan Bank Indonesia. Biro Pusat Statistik usaha, misalnya dengan melihat tingkat
(BPS); Usaha rumah tangga mempunyai : informalitas usaha dengan berdasarkan
1-5 tenaga kerja, Usaha kecil mempunyai : kepada dokumen-dokumen usaha yang
6-19 tenaga kerja, Usaha menengah dimiliki, tingkat kerumitan teknologi yang
mempunyai : 20-99 tenaga kerja. Kamar digunakan, padat karya dan lain
Dagang Industri Indonesia (KADIN); sebagainya.
Industri yang mempunyai total assets Perbedaan beberapa kriteria tersebut
maksimal Rp.600 juta termasuk rumah dan dapat dimengerti karena alasan kepen-
tanah yang ditempati dengan jumlah tenaga tingan pembinaan yang spesifik dari
kerja dibawah 250 orang. Departemen masing-masing sektor/kegiatan yang ber-
Keuangan; Suatu badan usaha atau per- sangkutan. Namun disadari pula bahwa
orangan yang mempunyai assets setinggi- dalam beberapa hal perbedaan tersebut
tingginya Rp. 300 juta atau yang mem- dapat menimbulkan kesulitan bagi suatu
punyai omset penjualannya maksimal Rp. lembaga peneliti terutama dalam pengam-
300 juta per tahun. bilan sample penelitian, sehingga hasilnya
Sebagai permbandingan dikemukakan dapat menimbulkan persepsi berbeda.
pula beberapa kriteria usaha kecil beberapa Sehubungan dengan kesulitan yang
Negara berkembang seperti India, Thailand ditimbulkan di atas, maka sejak tahun 1995
dan Philipina. India, Industri yang memiliki telah diadakan kesepakatan bersama antar
pabrik dan mesin-mesin beserta perleng- instansi BUMN dan perbankan untuk men-
kapannya dengan fixed assets maksimal ciptakan suatu kriteria usaha kecil, yaitu
Rupe 2.500.000 atau sekitar Rp. 496,4 juta. suatu badan atau perorangan yang
Thailand Industri yang memiliki fixed mempunyai total assets maksimal Rp. 600
assets maksimal Bath 2.000.000 atau juta tidak termasuk rumah dan tanah yang
sekitar Rp. 438,1 juta. Philipina Usaha ditempati.
rumah tangga industri adalah yang nilai
fixed assets kurang dari Pesos 100.000 atau Strategi Pembangunan
sekitar Rp. 16 juta. Small industry adalah Sadar atau tidak, dalam era desen-
yang nilai fixed assetsnya antara Pesos tralisasi dan globalisasi sekarang, setiap
masyarakat di daerah menghadapi tan-

290
tangan yang berbeda dari lingkungan Dalam pembangunan daerah ini,
eksternal. Dalam kaitan ini, pemecahan strategi dan pendekatan yang bisa dilaku-
masalah tidak dapat dilakukan dengan kan, a.l. investasi dibidang infrastruktur,
kebijakan sama yang berlaku umum dari penyediaan insentif bagi investasi bisnis,
tingkat pusat. Kebijakan dan strategi yang mendorong pengembangan investasi baru,
dikembangkan haruslah sesuai dengan pengembangan klaster, pengembangan
spesifikasi atau kondisi yang dibutuhkan kemitraan, pengembangan kesempatan
oleh daerah yang bersangkutan. kerja, penyediaan layanan pelatihan dan
Masalah daerah memerlukan solusi konsultasi, pengembangan lembaga keua-
kedaerahan. Wewenang yang selama ini ngan mikro, penguatan proteksi lingkung-
dipengang pemerintah pusat harus diberi- an, pengembangan tanggung jawab sosial
kan kepada pemerintah daerah untuk perusahaan, perlindungan terhadap warisan
menangani masalah di daerahnya. Dalam budaya, dan pendirian lembaga pem-
kaitan ini, strategi pembangunan daerah bangunan daerah.
haruslah dilakukan dengan proses kolabo-
rasi berbagai unsur terkait dengan Pemerintah Daerah
masyarakat di daerah. Kebijakan dan Untuk mempercepat pembangunan
strategi yang dikembangakan harus daerah, maka pemerintah daerah sebagai
menggunakan sumberdaya lokal yang pengambil kebijakan pembangunan harus
efisien, termasuk sumber daya alam, lelalu mengintegrasikan semua lintas
sumber daya manusia, dan sumber daya pelaku, termasuk berbagai unsur dalam
budaya. Lintas pelaku di masyarakat harus pemerintah daerah, bisnis, organisasi
bekerja sama untuk meningkatkan nilai nirlaba dan penduduk lainnya.
sumberdaya setempat. Lintas pelaku harus bekerjasama
Untuk itu, perlu diperhatikan bahwa untuk membuat kerangka kerja formal dan
peran UMKM strategis untuk menciptakan informal atau lembaga untuk mendorong
tenaga kerja, kesejahteraan dan peningkatan interaksi dan mengatur hubungan antar
standar hidup masyarakat setempat. Per- lembaga. Fleksibilitas harus menjadi kunci
tumbuhan UMKM tergantung dari kondisi dari kerangka kerja dan lembaga yang
lingkungan bisnis yang dibuat sebagai harus menyalurkan perhatian dan kepen-
usaha bersama antara UMKM, Pemerintah tingan yang relevan dalam proses dan
dan entitas masyarakat setempat. mobilisasi sumber daya masyarakat.
Adapun unsur lingkungan bisnis Percepatan pembangunan peme-
kondusif yang perlu menjadi perhatian, rintahan daerah mungkin memerlukan
meliputi ketersediaan modal, infrastruktur pendirian suatu organisasi pengembangan
dan fasilitasnya, ketersediaan tenaga teram- khusus, yang bertanggungjawab dalam
pil, layanan pendidikan dan pelatihan, pengordinasian seluruh lintas pelaku dan
jaringan pengetahuan, ketersediaan layanan berfungsi sebagai juru bicara rencana aksi
bisnis, lembaga lingkungan pendukung atau platform yang ingin dituju.
pembangunan daerah, dan kualitas penge- Organisasi ini harus membentuk
lolaan sektor publik. jejaring untuk pembangunan daerah untuk
Sebagai persyaratan agar strategi peningkatan efisiensi pengalokasian sum-
pembangunan daerah bekerja dengan baik, berdaya serta berbagai pengetahuan dan
maka harus ada evaluasi terhadap kekuatan informasi. Operasionalisasi dan pem-
dan kelemahan masyarakat, identifikasi biayaan organisasi ini harus didukung oleh
kesempatan bagi UMKM, pengurangan lintas pelaku daerah.
hambatan bisnis, dan pemberian kesempa- Salah satu misi utama dari pemerin-
tan lintas pelaku setempat untuk ber- tah daerah adalah menggambarkan dan
partisipasi dalam proses. mengimplementasikan seluruh strategi
pembangunan. Proses ini harus dimulai

291
dengan penetapan tujuan yang jelas dan riset dan perguruan tinggi. Untuk pengua-
memahami kondisi daerah setempat. tan operasi sistem inovasi lokal, pemerintah
Entitas harus juga mempertimbang- daerah perlu mengembangkan kolaborasi
kan keberlanjutan pada semua tahapan antara industri dan perguruan tinggi dengan
perencanaan dan implementasi untuk men- menyediakan insentif untuk pengembangan
jamin suatu lingkungan yang sehat dan usaha patungan antara pengusaha daerah
suatu kualitas hidup yang baik. Strategi dan perguruan tinggi. Pengembangan inku-
yang diterapkan haruslah dikembangkan bator akan meningkatkan diseminasi ilmu
dengan pembagian tenaga kerja antar pengetahuan dalam sistem inovasi.
pelaku sesuai dengan kekuatan dan sumber- Pembentukan klaster akan mampu
daya mereka. Sejalan dengan tren desentra- merangsang penumbuhan bisnis baru dan
lisasi, peran pemerintah daerah menjadi menarik perusahaan bisnis baru dari luar
semakin penting dalam pembangunan. daerah, sehingga menigkatkan output
Otoritas pemerintah daerah harus menye- industri dan menciptakan kesempatan kerja
diakan petunjuk dan bantuan untuk efek- baru. Melalui interaksi dan berbagai
tifitas dan efisiensi implementasi pengem- sumber daya dalam jejaring, inovasi dan
bangan strategi. Simplikasi dan deregulasi perbaikan teknologi dapat ditingkatkan.
prosedur birokrasi harus dilakukan untuk Dalam kaitan ini pemerintah daerah perlu
mengurangi biaya bisnis. Pemerintah menumbuhkan iklim usaha yang kondusif
daerah harus menjembatani antara sesuai dengan kondisi lokal untuk
masyarakat dan otoritas pemerintah yang pengembangan industri klaster.
lebih tinggi.
Pengembangan SDM.
Promosi Inovasi Kebijakan tenaga kerja terkait erat
Seorang wirausaha secara umum dengan strategi pengembangan ekonomi
mampu memanfaatkan kesempatan untuk dan kebijakan stabilitas sosial. Dan keber-
pengembangan kapasitas ekonomi dan hasilan pada satu sisi suatu kebijakan ter-
pengalokasian sumber daya secara efektif. gantung pada keberhasilan yang lain.
Sejalan dengan tren baru dalam pem- Unsur-unsur interaksi mempengaruhi
bangunan ekonomi, wirausaha juga harus keberhasilan kebijakan tenaga kerja
mampu menghadapi kompetisi dan ber- meliputi seberapa baik kebijakan itu sejalan
inovasi, menghasilkan pertumbuhan ekono- dengan seluruh strategi pengembangan
mi, pembaharuan teknologi, penciptaan ekonomi, yang juga harus membangun
lapangan kerja dan perbaikan kesejah- jejaring dengan layanan organisasi ekonomi
teraan masyarakat setempat. dan sosial lain, dan bagaimana kondisi
Sumber daya lokal harus dimanfaat- sosial dan ekonomi mempengaruhi
kan untuk mendorong pengembangan fleksibilitas implementasinya.
bisnis dengan memfasilitasi pengusaha UMKM dan bisnis pemula menjadi
untuk mengakses informasi, ilmu penge- penghela penciptaan tenaga kerja di tingkat
tahuan, teknologi, modal, dan sumber daya lokal. Penumbuhan UMKM dan bisnis
manusia yang dibutuhkan bagi keberhasilan pemula mempunyai andil pending dalam
bisnisnya. Lebih penting lagi, otoritas penyusunan kebijakan tenaga kerja diber-
daerah harus mampu melakukan upaya bagai wilayah. Agar kebijakan UMKM dan
penyederhanaan proses administrasi bagi bisnis pemula berjalan dengan baik, otoritas
usaha pemula (new business start-up). pemerintah daerah harus melibatkan
Sistem inovasi lokal merupakan mereka dalam setiap proses penyusunan
mekanisme fundamental untuk penguatan dan implementasi kebijakan.
kapasitas inovasi ditingkat lokal. Adapun Pendirian organisasi pelatihan lokal
aktor utama dalam sistem ini meliputi perlu koordinasi antar pembisnis, tega ahli,
pemerintah setempat, industri, lembaga dan perguruan tinggi. Masukan dari pe-

292
bisnis dapat membantu menjamin kan- lembaga lain yang telah berusaha mem-
dungan pelatihan dapat merefleksikan bantu UMKM, sebab selama ini perbankan
keterampilan yang sesuai dengan alam tidak kondusif dalam memberikan pinja-
kebutuhan pasar tenaga kerja. Otoritas man kredit, karena kredit yang mereka
daerah dapat menawarkan insentif untuk kucurkan selalu berdasarkan 5 C, yakni
mengembangkan pelatihan keterampilan, character, capacity, capital, condition of
dan mendorong partisipasi dalam pelatihan. ecconomic, and collateral.
Dalam era globalisasi, keterampilan Akibatnya perbankan selalu mene-
yang dibutuhkan pasar berubah cepat. rapkan berbagai persyaratan jaminan
Tenaga kerja harus fleksibel mampu ber- keamanan kredit yang disalurkannya.
adaptasi dengan perubahan. Oleh karena itu Apalagi mereka juga sering kali tidak
sangat penting untuk mempercepat membedakan persyaratan kredit antara
kapasitas pekerja untuk mempelajari usaha mikro atau kecil dengan usaha besar.
keterampilan baru, dan alih keterampilan Karena itulah pemerintah mendukung peran
bagi industri yang lain. serta lembaga keuangan lain seperti
lembaga modal ventura sebagai alternatif
Dukungan Financial solusi didalam pemberdayaan UMKM.
Pengembangan Usaha Mikro kecil Keunggulan modal ventura, modal
dan Menengah (UMKM) biasanya diiringi ventura adalah pembiayaan yang berbentuk
dengan kebutuhan modal. UMKM yang penyertaan modal, pola bagi hasil, dan
semakin berkembang, disebabkan karena obligasi konversi kepada UMKM dalam
semakin besarnya pula peluang usaha yang jangka waktu tertentu dengan karakteristik
dapat diakses. mempunyai tingkat resiko atau modal yang
Dalam kondisi tersebut biasanya ditanamkan karena bertindak sebagai
UMKM tidak dapat mengembangkan investor.
usahanya lebih jauh lagi, karena kurangnya Modal ventura merupakan investasi
dukungan dana. Di sinilah pentingnya lem- aktif, yakni jika dipandang perlu melibat-
baga pemberi modal memainkan peranan- kan diri dalam pengelolaan usaha UMKM
nya, sekaligus melalukan pen-dampingan. investasi bersifat sementara dan meng-
Sejumlah mekanisme dapat dilaku- harapkan hasil atas investasi yang
kan sesuai dengan keragaman kondisi yang ditanamkan.
dihadapi UMKM berkaitan dengan akses Dibandingkan dengan perbankan,
finansial. Untuk pembiayaan usaha mikro lembaga modal ventura memiliki beberapa
biasanya memerlukan pengembangan lem- kelebihan didalam mendukung usaha
baga keuangan mikro dan ketersediaan mikro, kecil dan menengah antara lain:
kredit yang dapat diakses mereka. Pertama, lembaga modal ventura
Lembaga keuangan mikro bisa ber- menyediakan modal seperti halnya perban-
bentuk bank atau non bank, termasuk kan, tetapi dengan syarat lebih sederhana
koperasi. Bagi usaha pemula, pengem- dalam aspek formal maupun agunan karena
bangan jejaring lokal usaha malaikat lebih mengedepankan kelayakan usaha.
(Business Angels) dapat mengatasi sebagian Kedua, selain modal, pola ventura
masalah mereka. Lembaga jaminan kredit juga menyediakan pendampingan sesuai
termasuk di tingkat lokal juga memadai kebutuhan UMKM, sehingga dapat berjalan
untuk pasar lokal yang lebih kecil. lebih efektif bagi kedua pihak. Pola pen-
Tujuan pengembangan lembaga dampingan ini menjadi trdemark ventura.
jaminan kredit untuk menjamin keamanan Pendampingan ini dapat berbentuk pem-
pembiayaan UMKM, membantu UMKM binaan atau Pelatihan, konsultasi, manaje-
mengatasi keterbatasan agunan, mening- men dan perluasan pasar bagi UMKM. Ini
katkan minat lembaga keuangan memberi- yang menyebabkan pola modal ventura
kan kredit kepada UMKM dan mendukung berbeda dengan perbankan. Faktor lain

293
yang mendukung lembaga modal ventura industri ini adalah usaha mikro yang
menjadi alternatif, adalah akses jaringan di kesulitan pemasaran di luar negeri.
seluruh Indonesia. Pengembangan e-commerce meru-
pakan strategi yang dapat membantu
Modal Awal Pendanaan memasarkan produknya keluar negeri
Sejak tahun 2001, modal ventura dengan biaya yang murah. Sebelum itu,
telah menjadi mitra kementrian Koperasi memperkecil kesenjangan digital perlu
dan UMKM untuk menggulirkan dana dilakukan dan sekaligus pembangunan
penguatan permodalan kepada usaha kecil, infrastruktur internet.
mengengah dan koperasi melalui program Untuk mengatasi keterbatasan
modal awal pendanaan (MAP). ukuran dan sumber daya, pembisnis budaya
MAP ini merupakakan dana inves- lokal dapat menerapkan strategi pem-
tasi untuk disalurkan kepada usaha kecil, bangunan kerjasama, seperti kerja sama
menengah dan koperasi (UMKMK) melalui pemasaran dengan pebisnis di industri
lembaga modal ventura untuk memulai atau budaya lokal dan bisnis lain yang saling
mengembangkan bisnis UMKMK. Program menguntungkan. Para pasangan bisnis ini
MAP bertujuan melakukan pengembangan dapat bekerja sama untuk membangun
UMKMK terutama yang bernilai tambah asosiasi atau jejaring untuk mempromosi-
tinggi, menstimulasi dan menggalang par- kan produk.
tisipasi berbagai pihak dalam pengembang-
an basis permodalan UMKMK, serta Membangun Kemitraan
merangsang pengembangan permodalan Pembangunan daerah sebagian
jangka panjang bagi UMKMK melalui besar tergantung pada kemitraan antara
penyediaan dana investasi (matching fund), pemerintah, pelaku bisnis dan lembaga non
dengan mekanisme pengembalian pokok pemerintah. Kemitraan ini memfasilitasi
dana MAP oleh UMKMK dilakukan koordinasi dan kerja sama. Pasangan lokal
dengan diangsur atau sekaligus sesuai darisektor swasta dapat membantu meng-
dengan jadwal investasi UMKMK yaitu ekspolitasi kesempatan daerah dalam
maksimal 5 tahun. mengembangkan kebijakan dan strategi
yang sesuai dengan kebutuhan setempat.
Strategi Pemasaran. Kunci utama dari kemitraan ini
Di banyak daerah, masalah strategi adalah mekanisme untuk mengatur dan
pemasaran menjadi perhatian utama, mengkoordinid secara benar sumber daya
khususnya untuk produk budaya lokal. dan upaya-upaya yang berbeda dari para
Industri budaya lokal yang tradisional pelaku yang berbeda.
mungkin masih menggunakan metode Perencanaan dan implementasinya
pemasaran kadaluarsa. Ini bisa membuat dilaksanakan sesuai dengan kemampuan
industri ini mengalami penurunan. dan kekuatan masing-masing.Selama dalam
Tetapi, upaya mengembangkan proses ini penting untuk diperhatikan, yakni
industri budaya lokal dengan pemasaran membentuk jejaring kerjasama dan
inovatif dan modern bisa membantu meraih mengembangkan rasa saling percaya.
kembali keuntungan pasar. Kebijakan Karena keterbatasan institusionali-
seperti ini dapat mencegah hilangnya nilai sasi, kemitraan untuk pembangunan daerah
budaya dan sejarah karena dampak kerap kurang berjalan dengan stabil. Oleh
globalisasi. karena itu pemerintah daerah harus
Produk dari industri budaya lokal memimpin di depan dalam membangun
merupakan ekspresi budaya dan seni, yang mekanisme yang lebih stabil dan formal
biasanya banyak menarik bagi pembeli untuk membantu memberikan kemitraan
asing dan memiliki potensi ekspor tinggi. sebagai basis pelembagaan dan kemampuan
Walaupun secara umum, sebagian dari

294
merancang dan menerapkan rencana DAFTAR RUJUKAN
pengembangan.
Konsep kemitaan untuk pembangu- Asmara, Anjal Anie. “Pola Pemasaran
nan daerah dekat hubungannya dengan Yang Efektif Untuk UKM.”
tanggung jawab sosial perusahaan Makalah disampaikan pada
(corporate social responsibility). Sejalan Seminar UKM Strategi Pengem-
dengan filosofi CSR, perusahaan ingin bangan Usaha Kecil Menengah
mendedikasikan dirinya untuk membangun Dalam Rangka Menghadapi
kemitraan lokal, memperkuat kapasitas Persaingan Global, Yogyakarta, 2
lokal, perlindungan lingkungan dan Oktober 2004.
berkontribusi dana untuk pembangunan
daerah. Bank Indonesia. “Statistik Ekonomi
Kesaaran akan pentingnya CSR Keuangan Indonesia.” 1995.
diantara para pebisnis menjadi prasyarat
penting untuk melibatkan para pebisnis Chang, Willian. “Rakyat Kecil di Tengah
dalam kemitraan untuk pengembangan Instabilitas Sosial.” Masyarakat
daerah. Membangun kesadaran ini Versus Negara. Kompas, Jakarta,
merupakan bidang yang perlu menjadi 2002.
perhatian pemerintah daerah.
Chandra, Purdi E. “Trik Bisnis Menuju
Kesimpulan Sukses.” Yogyakarta, CV. Grafika
Dari uraian-uraian dan penjelasan- Indah, 2004.
penjelasan dimuka, maka dapat ditarik
beberapa kesimpulan dalam rangka Ernawati. “Upaya Meningkatkan Peran
pengembangan usaha mikro kecil dan UMKMK.” Warta Kemitraan Bagi
menengah sebagai kekuatan strategi untuk Pengembangan Ekonomi Lokal
mempercepat pembagunan daerah Per- (KPEL), Jakarta, Edisi Oktober
tama; potensi pengembangan UMKM di Bappenas, UNDP, UN-HABITAT,
daerah sangat besar. Kedua, pengembangan 2002.
UMKM harus dilaksanakan sesuai dengan
budaya lokal dan potensi yang dimiliki oleh Endang, Sri Nuryani. “Peran Pemerintah
daerah yang bersangkutan. Ketiga, Sektor Dalam Pengembangan UKM
UMKM ini sangat berperan dalam menang- Menghadapi Pasar Global.”
gulangi masalah sosial di daerah dengan Makalah disampaikan pada Seminar
penyerapan tenaga kerja yang sanagat UKM Strategi Pengembangan
tinggi. Keempat, peranan peningkatan Usaha Kecil Menengah Dalam
SDM, pemanfaatan teknologi, akses Rangka Menghadapi Persaingan
permodalan, akses pemasaran, akses Global, Yogyakarta, 2 Oktober
informasi, dan manajemen sangat penting 2004.
dalam mengembangkan usaha mikro.
Kelima; Sumber daya alam dan sumber Fakih, Mansour. “Runtuhnya Teori
daya manusia serta pasar dunia yang Pembangunan Dan Globalisasi.”
semakin terbuka pada era global merupakan Yogyakarta, Insist Press, 2003.
potensi besar jika disain dan strategi
replikasi yang meliputi kerjasama jaringan Hasanullah. “Peranan PPUK Bank
(network) pemerintah, LSM, lembaga Indonesia Dalam Pemberian KUK
swasta dan individu maupun kelompok di oleh Perbankan Di Indonesia.”
kelola secara efektif dalam bentuk Jurnal Magister Manajemen. No.
kemitraan. 26, Jakarta, Badan Penerbit IPWI,
1997.

295
Jurnal Koperasi & UMKM, Tabloid
Iqbal, Mohammad. M Simanjuntak, Krisni. kerjasama Bisnis Indonesia dengan
“Solusi Jitu Bagi Pengusaha Kecil kementrian Negara Koperasi dan
Dan Menengah.” Jakarta, PT. UMKM, edisi VI/ Oktober 2008.
Elex Media Komputindo, 2004.
Team Work Lapera. “Politik
Ketetapan MPR Nomor XVI Tahun 1998 Pemberdayaan.” Yogyakarta,
Tentang Politik Ekonomi Lapera Pustaka Utama, 2000.
DalamRangka Demokrasi Ekonomi.
Undang-Undang Republik Indonesia
Prawirosentono, Suryadi. “ Strategi Nomor 5 Tahun 1995 tentang Usaha
Pengambilan Keputusan Bisnis.” Kecil.
Jakarta , PT. Bumi Aksara, 2002.
Undang-Undang Republik Indonesia
Rangkuti, Freddy. “Analisa SWOT Teknik Nomor 5 Tahun 1999 tentang
Membedah Kasus Bisnis.” Jakarta, Larangan Praktek Monopoli dan
PT. SUN, 2000. Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Retnadi, Djoko. “Menengok Kebijakan Usman, Sunyoto. “Pembangunan dan


UMKM di Malaysia.” Kompas. 16 Pemberdayaan Masyarakat.”
Oktober 2004. Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2004.

Sarosa, Pietra. “Kiat Praktis Membuka Widodo, Tri. “Strategi Pengolahan Sumber
Usaha.” Jakarta, PT. Gramedia, Modal UKM.” Makalah
2004. Disampaikan pada Seminar UKM
Strategi Pengembangan Usaha
Toha, Mahmud. “Indonesia Menapak Kecil Menengah Dalam Rangka
Abad 21”. Kajian Ekonomi Politik. Menghadapi Persaingan Global,
Kumpulan Tulisan Kedeputian Ilmu Yogyakarta, 2 Oktober 2004.
Pengetahuan Sosial dan
Kemanusiaan (IPSK)-Lembaga *) Penulis adalah Dosen Tetap Yayasan
Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Pendidikan Nobel Indonesia Makassar
Jakarta, Millenium Publisher. 2000.

296

Anda mungkin juga menyukai