Header halaman: [Judul Dipersingkat hingga 50 Karakter] 1
[Judul : Istilah-Istilah yang ada di industri bidang Logistik]
[Nama : Trista ]
[Kelas : X.TL5 ]
SMKN 4 BATAM
[Judul yang Dipersingkat hingga 50 Karakter] 2
Daftar Isi
Berbagai macam Istilah Logistik................................................................................3-5
Tren Teknologi Logistik .............................................................................................6-9
[Judul yang Dipersingkat hingga 50 Karakter] 3
BERBAGAI MACAM ISTILAH LOGISTIK
– Shiping adalah pengiriman, baik itu melalui darat, laut,
maupun udara.
– Shipper artinya eksportir atau si pengirim barang. Dalam
pengiriman, nama dan alamat lengkap sang Shipper harus tertulis
jelas dalam dokumen-dokumen yang diperlukan saat pengiriman.
– Consignee artinya importir atau si penerima barang. Nama dan
alamat Consignee juga perlu ditulis secara jelas saat hendak
melakukan pengiriman.
– Costumer Clearence artinya proses administrasi pengiriman
barang dari wilayah muat ataupun bongkar yang berhubungan
dengan kepabeanan dan administrasi pemerintah.
– Description of Goods artinya perincian barang. Description of
Goofs ini biasanya terdapat di dalam packing list lengkap dan
juga Bill of Lading. Hanya saja, dalam Bill of Lading, Descriptions
Goods tertulis lebih sederhana atau hanya garis besarnya saja.
– Shipping Mark & Number adalah jumlah carton dan tanda
pengiriman yang tercantum pada kemasan barang. Data ini
biasanya tercantum dalam packing list atau Bill of Lading.
– Bil Of Landing atau B/L adalah konosemen alias bukti
pengiriman barang dan juga pengambilan barang. Form Bill of
Lading sendiri biasanya sudah harus mendapatkan legalitas dari
dunia internasional sebagai alat bukti pengiriman dan
pengambilan barang ekspor impor.
– Notify Party adalah Istilah yang merujuk pada pihak kedua
setelah Consignee yang berhak untuk diberitahu mengenai
adanya suatu pengiriman dan juga penerimaan barang logistik.
Dalam praktiknya, nama dan alamat notify party sendiri sama
dengan dengan identitas Consignee. Meski demikian, semuanya
tergantung dari pihak perjanjian awal antara shipper dan importir.
– DO (Delivery Order) adalah surat yang diberikan oleh pihak
shipping agent, forwarder, atau gudang sebagai tanda bukti
pengambilan barang, kontainer kosong, dari gudang asal ke
gudang tujuan.
– Vessel, istilah ini berarti kapal.
– Mother Vessel adalah kapal pengangkut dengan kapasitas
besar yang biasanya mengangkut kontainer dari pelabuhan
transit menuju pelabuhan tujuan.
[Judul yang Dipersingkat hingga 50 Karakter] 4
– Voy (Voyage) adalah Nomor keberangkatan kapal.
– G.W (Gross Weight) adalah berat kotor dari barang dan
kemasan barang itu sendiri. Contoh berat barang 2 kg dan berat
kemasannya 0,5 kg maka G.W : 2,5 kg.
– N.W (Net Weight) berarti berat bersih barang sebelum
dikemas.
– LCL (Less than Container Load): Istilah pengiriman barang
yang kapasitasnya dibawah standar kapasitas muat kontainer.
– FCL (Full Container Loaded): Istilah untuk pengiriman barang
dengan menggunakan kontainer.
– CY (Container Yard): Istilah mode pengiriman dari tempat
penumpukan petikemas.
– DOOR adalah alamat gudang atau lokasi asal serta lokasi
pengambilan barang yang akan dikirim.
– ETD (Estimation Time of Departure) adalah istilah perkiraan
waktu keberangkatan kapal.
– ETA (Estimation Time of Arrival) adalah istilah perkiraan
waktu kedatangan kapal.
– Dry Container adalah Container standar yang aman untuk
mengangkut barang-barang material sepert, besi, mobil, motor,
gerbong, dan material lainnya.
– Reefer Container adalah jenis karoseri kontainer yang
memiliki suhu pendingin di dalamnya seperti sebuah kulkas
raksasa. Tujuannya adalah untuk pengiriman makan beku,
daging, pengiriman makanan dan barang yang mudah kadaluarsa
lainnya.
– Part of Shipment adalah pengiriman barang yang
menggunakan kontainer dengan isi barang yang dimuat dari
beberapa nama pengirim kepada satu orang penerima.
Pengiriman tersebut dimaksudkan dengan satu tujuan dengan
banyak nama barang pengiriman yang berbeda.
– Stripping artinya proses bongkar muat dengan waktu yang
panjang.
– Stuffing artinya penyusunan barang pada satu kontainer atau
karoseri agar barang muat banyak dan tersusun dengan rapi.
– 3PL atau Third Party Logistik merupakan pihak ketiga pada
perusahaan jasa pengiriman yang membantu pihak kedua dalam
melakukan pengiriman barang. 3PL membantu pengiriman untuk
mencakup daerah yang tidak bisa dicakup oleh jasa pengiriman
besar.
– PEB merupakan akronim dari Pemberitahuan Ekspor Barang.
Untuk pemberitahuan ekspor barang sendiri dapat dilakukan
[Judul yang Dipersingkat hingga 50 Karakter] 5
dengan sistem online melalui sistem EDI. PEB sendiri adalah
pemberitahuan untuk pemeriksaan fisik barang ekspor, jika
disetujui maka akan keluar PE. Adapun data yang diisikan saat
pengajuan form adalah semua data yang ada di packing list &
commercial invoice.
– PE adalah Persetujuan export. Lembar persetujuan export ini
diperoleh dan diprint sendiri oleh pihak Shipper/ EMKL yang
memiliki sistem online, setelah semua pengajuan dokumen-
dokumen export telah disetujui oleh pihak Bea dan Cukai.
[Judul yang Dipersingkat hingga 50 Karakter] 6
Tren Teknologi Logistik
11. Warehouse Management System
Warehouse management system (WMS) adalah teknologi yang memiliki
peranan penting dalam kegiatan operasional terutama di bagian
pergudangan.Dengan menggunakan teknologi logistik ini maka segala
pengelolaan gudang akan berjalan dengan efektif, cepat dan
optimal.Kehadirannya tentu memiliki banyak fungsi bagi kegiatan operasional,
diantaranya sebagai penyimpanan barang, pengamanan produk, menyusun
packing, hingga meningkatkan inventory.Setiap perusahan yang menggunakan
sistem WMS, pasti akan lebih dipercaya oleh pelanggan, karena tidak
memerlukan waktu yang lama dalam proses pengiriman barangnya.
2. Blockchain
istilah Blockchain, yaitu teknologi baru yang dikembangkan untuk penyimpanan
data digital.Blockchain biasanya dimanfaatkan untuk bidang keuangan, karena
cara kerjanya yang menyerupai buku kas digital. Melalui teknologi Blockchain
maka seluruh proses transaksi akan jauh lebih mudah, aman dan transparan
sehingga meminimalisasikan penyimpangan data.Saat ini Blockchain tidak hanya
[Judul yang Dipersingkat hingga 50 Karakter] 7
dimanfaatkan pada bidang finansial saja, namun juga digunakan pada sektor
logistik. Contohnya perusahaan global logistik seperti DHL dan Maersk yang kini
telah menggunakan teknologi Blockchain.Kehadiran Blockchain pada sektor
logistik terbukti mampu memberikan efisiensi dalam kegiatan operasional,
pasalnya Blockchain dapat membantu urusan logistik seperti data entry, tracing,
dan tracking.Blockchain merupakan sistem yang paling aman, sehingga dapat
membuat eksistensi perusahaan menjadi relevan dalam persaingan pasar.
3. Augmented Reality and Virtual Reality
Awal mula kehadiran Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) memang
bukan dirancang khusus untuk teknologi logistik, melainkan digunakan dalam
berbagai platform gaming.Pada umumnya AR dan VR adalah sistem yang
menggabungkan antara dunia nyata dan virtual, melalui teknologi tersebut Anda
dapat melihat sesuatu secara real time bahkan seperti ada di dunia yang
berbeda.Melihat potensi AR dan VR dalam dunia digital, menjadikan para ahli
memanfaatkannya untuk berbagai industri, termasuk dalam industri logistik.Salah
satu perusahaan logistik yang saat ini menggunakan teknologi AR adalah DHL
dimana seluruh karyawannya dengan mudah melakukan kegiatan pergudangan
seperti penjemputan barang, menunjukan rute tercepat, hingga proses
pengiriman barang.Seperti yang diketahui bahwa pergudangan sangatlah luas,
ditambah lagi harus didistribusikan secara cepat, tanpa ada bantuan AR maka
pengerjaan akan terhambat sehingga bisa membuat konsumen kecewa.
4. Transportation Management System
[Judul yang Dipersingkat hingga 50 Karakter] 8
Transportation Management System (TMS) adalah teknologi logistik yang
berperan penting dalam pendistribusian barang, dengan menggunakan sistem
digital TMS maka semua kegiatan pengiriman barang akan berjalan
efektif.Teknologi TMS dirancang untuk memfasilitasi perencanaan, optimalisasi
serta pelaksanaan kegiatan operasional transportasi.Ada banyak manfaat yang
bisa Anda dapatkan melalui sistem TMS, diantaranya mengurangi pengeluaran
dari kesalahan yang dilakukan, meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan,
mengakses data secara real time, dan lain sebagainya.Penggunaan TMS tidak
memandang apakah harus digunakan oleh perusahaan skala besar maupun kecil,
karena kegunaannya sangat penting bagi perusahaan dan kenyamanan
pelanggan.TMS memiliki berbagai fitur yang dapat membantu pelanggan untuk
melihat segala proses pengiriman barang secara real time sehingga mereka
dapat memperkirakan kapan waktu barang akan sampai.
5. Drone
Pelaku usaha yang terlibat dengan operasi rantai pasokan biasanya
menggunakan teknologi Drone sebagai alat yang lebih efisien. Fungsi utamanya
adalah untuk meningkatkan keselamatan pekerja.Drone dinilai sebagai alat yang
potensial dalam bidang logistik untuk peningkatan operasional untuk seluruh
rantai pasokan.Dalam keperluan pendistribusian, Drone dimanfaatkan sebagai
transportasi dan pengiriman paket penting ke seseorang, terutama dalam
pengiriman bantuan barang darurat ke daerah terpencil.Selain itu teknologi Drone
sangat efektif jika digunakan di ruangan yang besar, yakni digunakan sebagai
pengawasan dan pemeriksaan melalui atap gudang, serta pencarian barang yang
penempatannya sangat sulit dijangkau.