0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan4 halaman

Puasa

Dokumen ini menjelaskan tentang puasa dalam Islam, termasuk definisi, pensyariatan, hukum, syarat, rukun, dan pembatal puasa. Puasa diwajibkan pada bulan Ramadhan dan memiliki hikmah serta keutamaan yang signifikan. Selain itu, terdapat juga kategori puasa wajib, sunnah, makruh, dan haram, serta syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk melaksanakan puasa dengan sah.

Diunggah oleh

Abd Bdr
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan4 halaman

Puasa

Dokumen ini menjelaskan tentang puasa dalam Islam, termasuk definisi, pensyariatan, hukum, syarat, rukun, dan pembatal puasa. Puasa diwajibkan pada bulan Ramadhan dan memiliki hikmah serta keutamaan yang signifikan. Selain itu, terdapat juga kategori puasa wajib, sunnah, makruh, dan haram, serta syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk melaksanakan puasa dengan sah.

Diunggah oleh

Abd Bdr
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Puasa

A. Definisi
1. Bahasa : ‫( اإلمساك‬menahan)
2. Istilah : ‫اإلمساك من المفطرات من طلوع الفجر إلى غروب الشمس بوجه مخصوص بنية‬
‫مخصوصة‬
menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dari terbitnya fajar sampai terbenamnya
matahari dengan cara tertentu dengan niat yang khusus
B. Pensyariatan
(Al-Baqarah : 183-185)
pensyariatan puasa melalui beberapa tahapan
1. Puasa wajib hanya sekali tahun : yaitu ketika nabi muhammad melihat orang-orang Yahudi
melaksanakan puasa asyuro, maka puasa asyuro diwajibkan kepada orang islam
“disyariatkan kepada kamu berpuasa, sebagaimana kaum-kaum sebelum kamu” (Al-
Baqarah : 183)
2. Puasa 3 hari di setiap bulan : yaitu puasa ayyamul bidh “beberapa hari tertentu” (Al-Baqarah :
184)
3. Puasa pada bulan Ramadhan : dengan dibolehkan memilih antara berpuasa atau membayar
fidyah (meskipun ia mampu berpuasa) dikarenakan pada saat itu puasa masih terasa berat
“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa)
membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan
kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa
lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 184).
4. Puasa bulan ramadhan wajib : tidak ada pilihan, diharuskan melaksanaknnya dengan
berpuasa, kecuali dengan adanya udzur syar’i seperti sakit atau safar “dibulan Ramadhan,
bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia
dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang
bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan
itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu” (Al-Baqarah : 185)
C. Hikmah dan keutamaan
1. Perisai dari api neraka (H.R. Ahmad)
2. Menjauhkan dari api neraka sejauh perjalanan 70 musim (H.R. Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu
Majah, dan Ahmad)
3. Doa yang tidak tertolak (H.R. Ibnu Majah dan Alhakim)
4. Masuk surga dari pintu Arroyan (H.R. Bukhori Muslim dan nasa’i
5. Diampunkan dosa-dosanya yang telah lalu (H.R. Bukhori dan Muslim)
6. Manfaat dari sisi rohani dan jasmani
D. Hukum Puasa
1. Wajib :
i. Ramadhan
ii. Qodho’
iii. Nazar
iv. Kafarah
v. Pengganti Dam saat haji dan Umroh
vi. Perintah amir/pemimpin sebelum melaksanakan sholat istisqo’
2. Sunnah :
i. Tahunan :
1. Arafah
2. Tasu’a dan ‘asyuro
3. 6 hari di bulan syawal, dll
ii. Bulanan :
1. Ayyamul bidh : 3 hari tanggal 13, 14, 15 pada tiap bulan
2. Ayyamus suud : 3 hari di akhir bulan
iii. Pekanan
1. Senin dan kamis, dll
3. Makruh :
i. Puasa dahr
ii. Puasa hanya pada hari jumat, atau sabtu, atau ahad, dll
4. Haram
i. Haram dan sah : puasa sunnah seorang istri tanpa seizin suaminya
ii. Haram dan tidak sah :
1. Dua hari raya
2. 3 hari tasyriq
3. Setengah terakhir bulan sya’ban (jika tidak ada puasa rutin yang
dilakukan seperti daud, senin dan kamis, atau qodho’, dll)
4. Hari syak (hari antara bulan sya’ban dan ramadhan)
E. Syarat-syarat puasa
1. Syarat wajib : (kewajiban puasa jatuh kepada mereka yang memenuhi semua syarat berikut
i. Islam (walau di waktu yang telah lalu, maka kafir murtad juga terkena kewajiban
berpuasa
ii. Taklif (baligh dan berakal)
iii. Mampu
iv. Sehat
v. Muqim
2. Syarat sah
i. Islam (jika ada orang kafir murtad yang terkena wajib puasa, maka dia tidak sah
melaksanakan puasa pada masa-masa kekafirannya)
ii. Aqil
iii. Mumayyiz
iv. Bersih dari haidh dan nifas
v. Waktu yang diperbolehkan untuk berpuasa (bukan di waktu yang diharamkan untuk
puasa)
F. Rukun Puasa
1. Niat
i. Puasa Wajib : dari awal malam sampai sebelum terbit Fajar
ii. Puasa sunnah : dari awal malam sampai sebelum matahari tergelincir
(sebelum dzuhur)
1. Untuk niat puasa ramadhan :
a. wajib niat hanya di malam pertama bulan ramadhan untuk
puasa satu bulan ramadhan (Malikiyah)
b. wajib niat di setiap malam bulan Ramadhan (syafi’iyah dan
jumhur), dan disunnahkan untuk niat seperti dalam madzhab
maliki, (untuk mejaga dari perkara khilaf)
2. Imsak (menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa)
3. Waktu (dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari)
G. Sunnah-sunnah dalam puasa
1. Shodaqoh
2. Shalat malam (H.R. bukhari dan Muslim)
3. Membaca Al-Quran (H.R. bukhari dan Muslim
4. Itikaf (H.R. Thabrani)
5. Umroh (pahala seperti haji) (H.R. Ahmda, Tirmidzi, Ibnu Majah, Abu Dawud)
6. Mengakhirkan sahur dan Menyegerakan berbuka
7. Berdoa ketika berbuka puasa
H. Pembatal Puasa
1. Murtad
2. Haidh dan Nifas
3. Melahirkan
4. Gila (walau hanya sebentar)
5. Pingsan
6. Mabuk (jika sengaja dan atau dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari)
7. Keluarnya mani dengan sengaja
8. Berjimak
9. Muntah dengan sengaja
10. Masuknya benda ke dalam rongga dalam
i. Melalui lubang yang terbuka (alami)
1. Mulut (sampai melewati batas makhraj ‫ ح‬dan ‫) ع‬
2. Dua lubang Hidung (sampai melewati kadar batas jari tangan bisa
masuk)
3. Qubul/kemaluan depan
a. Laki-laki : sampai batas yang tidak terlihat dari luar lubang
b. Perempuan : sampai batas yang tidak terlihat ketika ia duduk
atau joggkok
4. Dubur : sampai batas yang tidak terlihat ketika ia duduk atau jongkok
5. Dua lubang telinga : (sampai melewati kadar batas jari tangan bisa
masuk)
ii. Melalui lubang yang tidak terbuka (buatan
1. Suntik (Khilaf)
2. Infus (Khilaf)
iii. Apa yang masuk ke dalam rongga tapi tidak membatalkan
1. Karena ketidaktahuan,
2. karena paksaan,
3. karena lupa
4. Sisa makanan yang ada di sela-sela gigi, kemudian keluar dan tidak
sengaja tertelan
5. Debu jalanan yang masuk ke rongga (tanpa sengaja)
6. Debu dari tepung yang masuk ke rongga (tanpa sengaja)
7. Binatang lalat atau hewan lainnya yang sejenis, trbang dan masuk ke
mulut kemudian tertelan.
I. Makruh-makruh dalam puasa
1. Kumur-kumur berlebihan (membatalkan jika tertelan)
2. Istinsyaq berlebihan (membatalkan jika berlebihan)
3. Fikiran kotor (mebatalkan jika sampai keluar mani)
4. Menyentuh pasangan dengan nafsu (membatalkan jika sampai keluar mani)
5. Bekam (karena dapat melemahkan tubuh)
6. Melakukan hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa seperti, ghibah, marah, dll
J. Pertanyaan seputar Puasa
1. Ibu hamil atau menyusui
2. Silahkan ditanyakan
3. Silahkan ditanyakan
4. Silahkan ditanyakan
5. Silahkan ditanyakan
6. Silahkan ditanyakan
7. Silahkan ditanyakan
8. Silahkan ditanyakan
9. Silahkan ditanyakan
10. Silahkan ditanyakan
11. Silahkan ditanyakan
12. Silahkan ditanyakan
13. Silahkan ditanyakan
14. Silahkan ditanyakan
15. Silahkan ditanyakan
16. Silahkan ditanyakan
17. Silahkan ditanyakan
18. Silahkan ditanyakan
19.

Anda mungkin juga menyukai