0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
344 tayangan28 halaman

Makalah Observasi Lab

Makalah ini membahas hasil observasi tata ruang Laboratorium Kimia Dasar B18 dan Laboratorium Biokimia B19 di Departemen Kimia Universitas Negeri Malang. Tujuannya adalah untuk menganalisis dan membandingkan kondisi laboratorium, termasuk aspek luas, ventilasi, pencahayaan, dan fasilitas yang tersedia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan referensi untuk perbaikan pengelolaan laboratorium di masa depan.

Diunggah oleh

Nurardiansyah Alif
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
344 tayangan28 halaman

Makalah Observasi Lab

Makalah ini membahas hasil observasi tata ruang Laboratorium Kimia Dasar B18 dan Laboratorium Biokimia B19 di Departemen Kimia Universitas Negeri Malang. Tujuannya adalah untuk menganalisis dan membandingkan kondisi laboratorium, termasuk aspek luas, ventilasi, pencahayaan, dan fasilitas yang tersedia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan referensi untuk perbaikan pengelolaan laboratorium di masa depan.

Diunggah oleh

Nurardiansyah Alif
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH HASIL OBSERVASI LANGSUNG

TATA RUANG LABORATORIUM KIMIA DASAR B18 DAN


LABORATORIUM BIOKIMIA B19 DEPARTEMEN KIMIA UM

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengelolaan Laboratorium Kimia Sekolah

Dosen Pengampu Matakuliah :


Drs. Yudhi Utomo, M.Si
Drs. H. Parlan, M.Si.

Disusun oleh:
Kelompok 1 Offering C

Al Miza Jolietah Nizar Putri ​ (220331605092)


Erza Fradeva Priyanto (220331603094)
Nurardiansyah Alif Putra Wijaya (220331600779)

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN KIMIA


DEPARTEMEN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FEBRUARI 2025
KATA PENGANTAR

​ Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, kami dapat
menyelesaikan makalah mata kuliah Pengelolaan Laboratorium Kimia Sekolah yang berjudul
“Hasil Observasi Langsung Tata Kelola Laboratorium Kimia Dasar B18 dan Laboratorium
Biokimia B19 Departemen Kimia UM”.
​ Selain itu, makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan baru bagi
penulis, para pembaca serta menjadi referensi untuk penulis selanjutnya. Oleh sebab itu, kami
selaku penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung
dalam penyelesaian makalah ini khususnya kepada Bapak Dr. Yudhi Utomo, M.Si selaku dosen
pengampu mata kuliah Pengelolaan Laboratorium Kimia Sekolah. Penulis menyadari dan
meminta maaf bahwa makalah ini masih memiliki banyak kesalahan dan kekurangan, serta
masih jauh dari kata sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT.
​ Oleh sebab itu, penulis berharap dan sangat senang jika sekiranya ada kritik dan saran
yang bersifat membangun untuk menjadikan acuan dalam pembuatan makalah berikutnya. Kami
selaku penulis mengucapkan banyak terima kasih, semoga makalah ini bermanfaat bagi semua
orang.

Malang, 5 Februari 2025

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Laboratorium kimia merupakan salah satu fasilitas pendidikan yang sangat penting dalam
proses belajar mengajar kimia. Laboratorium kimia digunakan sebagai tempat untuk melakukan
eksperimen, penelitian, dan pengujian konsep-konsep kimia yang telah dipelajari di kelas. Tata
ruang laboratorium kimia yang baik sangat penting untuk menjamin keselamatan, efisiensi, dan
efektifitas dalam melakukan kegiatan laboratorium. Tata ruang yang baik juga dapat membantu
meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian kimia. Namun, pengelolaan dan penataan
laboratorium kimia masih belum optimal. Banyak sekolah yang memiliki laboratorium kimia
yang tidak terawat dengan baik, peralatan yang tidak lengkap, dan bahan kimia yang tidak
tersedia secara memadai. Hal ini dapat menyebabkan proses belajar mengajar kimia menjadi
tidak efektif dan efisien. Selain itu, pengelolaan laboratorium kimia juga harus memperhatikan
aspek keselamatan dan keamanan. Banyak bahan kimia yang digunakan di laboratorium kimia
yang berbahaya dan dapat menyebabkan kecelakaan jika tidak ditangani dengan baik.
Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan laboratorium kimia sekolah, maka
diperlukan suatu sistem pengelolaan yang baik dan efektif. Sistem pengelolaan laboratorium
kimia harus dapat memastikan bahwa laboratorium kimia dapat digunakan secara efektif dan
efisien, serta dapat memastikan keselamatan dan keamanan pengguna laboratorium. Oleh karena
itu, perlu untuk melakukan penelitian tentang pengelolaan laboratorium, dengan tujuan untuk
mengidentifikasi sistem pengelolaan laboratorium kimia yang efektif dan efisien, serta untuk
mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pengelolaan laboratorium kimia.
Dari observasi dan evaluasi yang telah dilakukan inilah dapat digunakan sebagai bahan untuk
melakukan perbaikan dan pengembangan tata ruang laboratorium kimia yang lebih baik.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.​ Bagaimana hasil analisis mengenai laboratorium kimia dasar B18 Departemen Kimia UM
meliputi : luas laboratorium; jendela (ventilasi) dan pintu; ruang pendukung dalam
laboratorium; denah tempat duduk; kapasitas; pencahayaan; serta kelengkapan lainnya ?
2.​ Bagaimana hasil analisis mengenai laboratorium biokimia B19 Departemen Kimia UM
meliputi : luas laboratorium; jendela (ventilasi) dan pintu; ruang pendukung dalam
laboratorium; denah tempat duduk; kapasitas; pencahayaan; serta kelengkapan lainnya?
3.​ Bagaimana hasil analisis perbandingan antara laboratorium B18 dan laboratorium B19
Departemen Kimia UM ?

1.3 Tujuan Makalah


Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan makalah ini sebagai berikut :
1.​ Memberikan pemahaman mengenai hasil analisis mengenai laboratorium kimia dasar B18
meliputi : luas laboratorium; jendela (ventilasi) dan pintu; ruang pendukung dalam
laboratorium; denah tempat duduk; kapasitas; pencahayaan; serta kelengkapan lainnya
2.​ Memberikan pemahaman mengenai hasil analisis mengenai laboratorium biokimia B19
meliputi : luas laboratorium; jendela (ventilasi) dan pintu; ruang pendukung dalam
laboratorium; denah tempat duduk; kapasitas; pencahayaan; serta kelengkapan lainnya
3.​ Memberikan pemahaman mengenai hasil analisis perbandingan antara laboratorium B18 dan
laboratorium B19 Departemen Kimia UM

1.4 Manfaat Makalah


Manfaat yang diperoleh dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1.​ Menambah wawasan penulis dan mengeksploitasi pemikiran penulis mengenai topik bahasan
2.​ Memperkaya wawasan pembaca mengenai topik pembahasan dari makalah
3.​ Menjadi referensi bagi penulis lain yang ingin mengembangkan topik pembahasan
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Hasil Analisis Pengelolaan Laboratorium Kimia Dasar B18 Departemen Kimia UM
2.1.1 Deskripsi Laboratorium Kimia Dasar B18
Laboratorium kimia dasar merupakan salah satu fasilitas pendidikan yang sangat penting
dalam proses belajar mengajar kimia dasar khususnya pada jenjang perkuliahan yang fokus pada
bidang kimia. Laboratorium ini berperan sebagai tempat untuk melakukan eksperimen,
penelitian, dan pengujian konsep-konsep kimia dasar yang telah dipelajari di perkuliahan.
Departemen Kimia pada Universitas Negeri Malang menyediakan sebuah laboratorium kimia
dasar untuk digunakan mahasiswanya secara detail terletak pada Jalan Semarang No. 5, Gedung
B18 Lantai 2 , FMIPA UM Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru Malang.
Luas Laboratorium
Laboratorium kimia dasar ini memiliki luas ruangan sekitar (10 × 14) m yang dapat
dikatakan cukup luas jika sebagai laboratorium. Laboratorium ini masuk ke dalam kategori
laboratorium pendidikan tipe II menurut Permenpan RB No. 03, 2010, alasannya dikarenakan
laboratorium kimia dasar ini digunakan untuk jenjang perkuliahan yang mengampu bidang kimia
dan dijadikan mata kuliah kimia dasar diampu di awal pada semester 1 ataupun 2.
Berikut kategori laboratorium pendidikan menurut Permenpan RB No. 03, 2010 :
1.​ Laboratorium Tipe I merupakan laboratorium ilmu dasar yang terdapat di sekolah pada
jenjang pendidikan menengah, atau unit pelaksana teknis yang menyelenggarakan
pendidikan dan/atau pelatihan dengan fasilitas penunjang peralatan kategori I dan II, dan
bahan yang dikelola adalah bahan kategori umum untuk melayani kegiatan pendidikan
siswa.
2.​ Laboratorium Tipe II merupakan laboratorium ilmu dasar yang terdapat di perguruan
tinggi tingkat persiapan (semester I, II), atau unit pelaksana teknis yang
menyelenggarakan pendidikan dan/atau pelatihan dengan fasilitas penunjang peralatan
kategori I dan II, dan bahan yang dikelola adalah bahan kategori umum untuk melayani
kegiatan pendidikan mahasiswa.
3.​ Laboratorium Tipe III merupakan laboratorium bidang keilmuan terdapat di jurusan atau
program studi, atau unit pelaksana teknis yang menyelenggarakan pendidikan dan/atau
pelatihan dengan fasilitas penunjang peralatan kategori I, II, dan III, dan bahan yang
dikelola adalah bahan kategori umum dan khusus untuk melayani kegiatan pendidikan,
dan penelitian mahasiswa dan dosen.
4.​ Laboratorium Tipe IV merupakan laboratorium terpadu yang terdapat di pusat studi
fakultas atau universitas, atau unit pelaksana teknis yang menyelenggarakan pendidikan
dan/atau pelatihan dengan fasilitas penunjang peralatan kategori I, II, dan III, dan bahan
yang dikelola adalah bahan kategori umum dan khusus untuk melayani kegiatan
penelitian, dan pengabdian masyarakat, mahasiswa dan dosen (Permenpan RB No. 03,
2010)
Gambar 1. Penampakan laboratorium kimia dasar B18

Jendela dan Pencahayaan Laboratorium


Ruangan laboratorium dilengkapi dengan dua pintu yang berjenis dua daun pintu terletak
di pojok, yang difungsikan sebagai pintu masuk dan satunya sebagai pintu keluar. Hal ini dibuat
bertujuan untuk menghindari tabrakan jika terdapat dua arus lintas berbeda antara orang yang
masuk dan orang yang keluar sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan dalam
laboratorium. Namun pada laboratorium kimia dasar ini salah satu pintu tidak difungsikan lagi
sehingga kurang maksimal dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan dalam
laboratorium dan sebaiknya segera dapat difungsikan kembali sesuai tujuan pembuatannya.
Selain keberadaan pintu, keberadaan jendela pada laboratorium kimia dasar ini juga
menarik perhatian dimana pada sayap kiri (dari gambar 1.) terdapat jendela dengan jumlah 8
(masing-masing atas bawah) dan dengan ukuran luas jendela ±1,5 × 1 m untuk jendela bawah
dan ±1 × 1 m untuk jendela atas. Jendela yang luas dan berfungsi dengan baik mmemungkinkaan
udara segar masuk dan udarabkotor keluar, sehingga membantu mengurangi paparan bahan
kimia berbahaya dan gas-gas beracun. Kelebihan dari laboratorium ini adalah pada bagian luar
dari sisi jendela merupakan tanah luas yang dilengkapi dengan pepohonan rimbun dan bukannya
wilayah mahasiswa sehingga mengurangi kemungkinan paparan bahaya polusi udara yang terjadi
serta pencahayaan pada laboratorium juga maksimal karena terdapat jendela lebar dan adanya
lampu yang berfungsi dengan baik.

2.1.2 Tata Letak dan Fasilitas Laboratorium Kimia Dasar B18


Laboratorium yang baik memiliki tata letak yang efektif dan efisien. Tata letak
laboratorium yang baik harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti keselamatan,
kenyamanan, dan efisiensi kerja. Selain itu, laboratorium juga harus dilengkapi dengan fasilitas
yang memadai, seperti peralatan laboratorium, bahan kimia, dan peralatan keselamatan.
Peralatan laboratorium yang lengkap dan modern dapat membantu meningkatkan kualitas proses
belajar mengajar dan penelitian. Bahan kimia yang tersedia juga harus memadai dan aman untuk
digunakan. Dengan demikian, laboratorium yang baik dapat menjadi tempat yang aman, nyaman,
dan efektif untuk proses belajar mengajar dan penelitian.
Kapasitas dan Denah Meja Laboratorium
Laboratorium kimia dasar dapat digunakan dengan kapasitas mahasiswa sebanyak 36
siswa dan dilengkapi dengan meja dosen (di depan) dan meja asisten praktikum (di belakang)
dengan susunan meja sebagai berikut :

Gambar 2. Tata letak meja praktikan

Meja yang terdapat dalam laboratorium kimia dasar merupakan meja lapang yang biasa sehingga
terlihat lebih luas namun untuk setiap meja tidak dilengkapi dengan stop kontak dikarenakan
kemungkinan kurang dibutuhkannya fungsi stopkontak itu sendiri, pada praktikum kimia dasar
tidak dibutuhkannya alat yang perlu sumber listrik pada setiap meja praktikan. Di sayap kiri
memanjang terdapat sebuah meja beton (meja semen) yang dilapisi keramik karena mudah
dibersihkan, pada meja ini terdapat 3 wastafel untuk mencuci peralatan yang digunakan yang
sebenarnya perlu ditambah lagi berkaitan jumlah kapasitas praktikan yang banyak. Penempatan
beberapa bahan yang disimpan pada botol reagen juga diletakkan pada meja tersebut, hal ini
sedikit membahayakan karena berdekatan dengan wastafel yang sering digunakan ditakutkan
tersenggol ketika menggunakan wastafel. Sebaiknya, bahan disimpan pada lemari penyimpanan
atau pada meja yang jauh dari kegiatan praktikan.
Ruang Penunjang dan Fasilitas Laboratorium
Dalam laboratorium juga dilengkapi dengan 3 ruangan yang meliputi ruang alat yang
digunakan untuk penyimpanan alat, ruang bahan yang digunakan untuk menyimpan bahan, serta
ruang petugas pengelola laboratorium. Fasilitas yang dimiliki laboratorium sangatlah lengkap
dan melimpah mulai dari alat-alat kecil seperti pipet tetes, erlenmeyer berbagai ukuran, gelas
beker berbagai ukuran, corong gelas, corong pisah, gelas arloji. Selain itu juga terdapat alat-alat
seperti timbangan ohauss, neraca analitik, desikator, oven listrik, dan lain lain yang mana
disimpan pada ruang alat sehingga memudahkah untuk penyimpanan.

Gambar 3. Ruang alat laboratorium kimia dasar B18

Bahan-bahan yang tersedia pada laboratorium kimia dasar B18 juga sudah lengkap mulai
dari bahan yang sering digunakan seperti HCl, NaOH hingga bahan-bahan yang membutuhkan
perawatan khusus dikarenakan kepekatan yang tinggi menyebabkan korosif dan berbahaya.
Bahan-bahan tersebut disimpan dalam ruang bahan dan yang memiliki kepekatan tinggi
disimpan dalam lemari asam yang juga tersedia dalam laboratorium. Regulasi penyimpanan
bahan kimia dalam laboratorium harus diperhatikan karena jika tidak benar dapat menyebabkan
ledakan, kebakaran, degradasi maupun kontaminasi.

Gambar 4. Ruang bahan laboratorium kimia dasar B18


Gambar 5. Lemari asam laboratorium kimia dasar B18

Kebersihan dan Pembuangan Limbah Laboratorium


Laboratorium kimia dasar B18 dilengkapi dengan tempat sampah di samping wastafel
untuk membuang sampah kering seperti tissue, kertas saring, kertas lakmus dan pada dindingnya
diberikan himbauan agar menjaga kebersihan laboratorium. Sedangkan untuk limbah cair yang
mengandung bahan kimia berbahaya pada laboratorium disediakan wadah sendiri agar mencegah
terjadinya kontaminasi lingkungan yang dapat membahayakan keselamatan makhluk hidup jika
dibuang pada sembarangan.

Gambar 6. Wadah pembuangan limbah berbahaya

2.1.3 Pengelolaan Laboratorium


Pengelolaan laboratorium kimia yang baik memerlukan peran aktif dari seorang laboran
kimia. Sebagai orang yang bertanggung jawab atas pengelolaan laboratorium, laboran harus
memiliki kemampuan dan pengetahuan yang luas tentang pengelolaan laboratorium kimia. Pada
laboratorium kimia dasar B18, yang bertanggung jawab sebagai laboran adalah bapak Heri.
Beliau memastikan bahwa semua peralatan dan bahan kimia yang ada di laboratorium dalam
kondisi yang baik dan siap digunakan. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan
rutin terhadap peralatan dan bahan kimia, serta melakukan perawatan dan pemeliharaan yang
diperlukan. Selain itu, laboran juga harus memastikan bahwa semua kegiatan yang dilakukan di
laboratorium kimia mematuhi prosedur dan protokol keselamatan yang telah ditetapkan. Hal ini
dapat dilakukan dengan memastikan bahwa semua orang yang masuk ke laboratorium telah
mematuhi prosedur keselamatan yang telah ditetapkan, seperti memakai peralatan pelindung diri
yaitu jas laboratorium. Dalam keseluruhan, pengelolaan laboratorium kimia yang dilakukan oleh
satu orang laboran memerlukan kemampuan dan pengetahuan yang luas tentang pengelolaan
laboratorium kimia. Laboran harus memastikan bahwa semua kegiatan yang dilakukan di
laboratorium mematuhi prosedur dan protokol keselamatan yang telah ditetapkan, serta
memastikan bahwa semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan di laboratorium kimia dibuang
dengan benar dan aman.

2.2 Hasil Analisis Pengelolaan Laboratorium Biokimia B19 Departemen Kimia UM


2.2.1 Deskripsi Laboratorium Biokimia B19 Departemen Kimia UM
​ Laboratorium Biokimia merupakan salah satu fasilitas atau sarana yang dilengkapi
dengan alat dan bahan kimia yang spesifik untuk menunjang pembelajaran dalam bidang
biokimia. Selain itu menurut Soesilowati (2021) mengatakan bahwa laboratorium biokimia
adalah sebuah sarana dimana penelitian dan eksperimen terkait kimia biologis dilakukan.
Laboratorium ini spesifik digunakan pada bidang yang berkaitan dengan studi senyawa kimia,
reaksi, dan proses yang terjadi dalam organisme dan hal tersebut menjadi tujuan utama dari
laboratorium biokimia ini. Sebuah institut yang memiliki program studi kimia harus mempunyai
dan menyediakan laboratorium ini untuk menunjang penelitian dan eksperimen dari program
studi tersebut. Hal ini juga berlaku pada Universitas Negeri Malang dimana Departemen Kimia
menyediakan laboratorium biokimia sebagai salah satu fasilitas untuk menunjang penelitian dan
studi mahasiswa kimia dalam mempelajari mengenai biokimia.
Luas Laboratorium
Laboratorium Biokimia yang ada pada Departemen Kimia UM dan terletak di gedung B19
ruangan 303 ini memiliki luas (7 x 12) meter dimana dapat dikatakan bahwa laboratorium ini
cukup luas dimana dapat menampung mahasiswa dengan kapasitas 35 orang dan juga dengan
dosen dan tenaga pendidik seperti laboran pengelola laboratorium dan juga asisten praktikum
yang akan membantu dalam mengawasi dan membantu praktikan. Selain itu dalam laboratorium
ini terdapat fasilitas dan 3 buah ruang pendukung yang ada. Menurut standar Permenpan RB No.
03, 2010 laboratorium biokimia yang ada pada departemen Kimia UM ini termasuk dalam
kategori Tipe III dimana laboratorium Tipe III merupakan laboratorium bidang keilmuan terdapat
di jurusan atau program studi, atau unit pelaksana teknis yang menyelenggarakan pendidikan
dan/atau pelatihan dengan fasilitas penunjang peralatan kategori I, II, dan III, dan bahan yang
dikelola adalah bahan kategori umum dan khusus untuk melayani kegiatan pendidikan, dan
penelitian mahasiswa dan dosen.
Gambar 7. Visualisasi Laboratorium Biokimia B19 Departemen Kimia UM

Jendela dan Pencahayaan Laboratorium


​ Dalam pengelolaan laboratorium berkaitan dengan sarana prasarana harus
memperhatikan standar operasional yang berlaku seperti yang dinyatakan oleh Fayol (1996)
bahwa pelaksanaan pengelolaan laboratorium harus dikaitkan dengan unsur dan fungsi manajer
yang meliputi perencanaan, penataan, pengadministrasian, pengamanan, perawatan, dan
pengawasan. Oleh karena itu jendela dan juga pencahayaan laboratorium perlu diperhatikan guna
menunjang sarana prasarana yang sesuai dengan standar operasional.
​ Pada laboratorium biokimia ini dilengkapi dengan satu pintu yang digunakan untuk
keluar dan masuk praktikan dimana standar sebuah laboratorium umumnya memiliki dua pintu
dimana satu pintu digunakan untuk masuk dan pintu lainnya digunakan untuk keluar
laboratorium. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi adanya keributan dan hal-hal yang dapat
mengganggu konsentrasi maupun SOP laboratorium. Hal ini secara tidak langsung juga
berdampak pada proses praktikum dimana saat selesai praktikum suatu kelas dan akan dilakukan
praktikum kelas lainnya akan menimbulkan kegaduhan dan kerumunan saat pergantian kelas
dimana hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan hal yang tidak diinginkan.
​ Selain pintu yang digunakan untuk akses masuk dan keluar peserta praktikan, teknisi
pendukung seperti laboran, dosen, dan juga asisten laboratorium, jendela juga harus diperhatikan
karena jendela akan berpengaruh pada sirkulasi udara pada laboratorium dan juga pencahayaan
laboratorium selain dengan menggunakan lampu. Dalam laboratorium biokimia ini dilengkapi
jendela utama yang berukuran besar sebanyak 6 jendela utama yang berukuran hampir 1,5 meter
persatuan jendela dimana jendela ini juga dibuka pada saat praktikum berlangsung sehingga
dapat digunakan untuk sirkulasi udara. Fungsi utama dari adanya jendela ini yaitu jendela
memungkinkan udara segar masuk dan udara kotor keluar, sehingga membantu mengurangi
konsentrasi zat-zat berbahaya yang mungkin terjadi selama eksperimen. Selain itu jendela
memungkinkan cahaya alami masuk, sehingga membantu mengurangi kebutuhan akan
pencahayaan buatan dan menghemat energi. Namun selain jendela yang digunakan sebagai
sumber cahaya, laboratorium ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti lampu
sebanyak 8 lampu yang dapat digunakan pada ruang praktikum dan terdapat 2 lampu pada
masing-masing ruang tambahan seperti ruang alat dan bahan, ruang laboran, dan ruang asisten
laboratorium.

Gambar 8. Lampu dan jendela laboratorium biokimia

2.2.2 Tata Letak dan Fasilitas Laboratorium Biokimia B19 Departemen Kimia UM
Seperti yang telah dijelaskan bahwa sebuah laboratorium yang memenuhi standar operasional
harus memiliki tata letak yang baik, efektif, dan efisien dan fasilitas yang mendukung untuk
sarana penelitian yang akan dilakukan peserta praktikan yang meliputi alat dan bahan praktikum
dan harus mempertimbangkan faktor keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi kerja. Selain itu
tata letak dan fasilitas laboratorium yang baik dapat membantu mencegah kecelakaan dan cedera,
seperti terjatuh, terbakar, atau terpapar bahan kimia berbahaya. Lalu tata letak yang baik juga
dapat membantu memudahkan pengawasan dan pengendalian proses penelitian dan eksperimen.
Sedangkan fasilitas laboratorium yang memadai dapat membantu memudahkan pemeliharaan
dan perawatan peralatan dan fasilitas laboratorium.
Kapasitas dan Denah Meja Laboratorium
Laboratorium Biokimia Departemen Kimia UM ini dapat menampung mahasiswa peserta
praktikan dengan kapasitas 35 orang dan dilengkapi oleh meja dosen yang terdapat di depan
kelas. Pada laboratorium ini terdapat 8 meja dimana setiap meja dapat diisi oleh 4 orang
mahasiswa dimana 4 meja berada di sebelah kanan dan 4 meja lainnya berada pada sebelah kiri.
Pada setiap meja dilengkapi oleh rak di sisi depan meja yang biasanya berfungsi sebagai tempat
penyimpanan hasil praktikum yang memerlukan waktu untuk dapat dilakukan proses
selanjutnya. Selain itu setiap meja juga telah dilengkapi oleh laci yang berfungsi untuk
menyimpan alat tulis dan perlengkapan praktikan selama praktikum berlangsung. Berikut
merupakan visualisasi meja pada laboratorium biokimia
Gambar 9. Tata letak meja praktikum
Selain laci dan rak yang ada pada setiap meja tersedia juga kran air atau wastafel yang pastinya
sangat berguna dan dibutuhkan untuk mencuci alat yang akan digunakan selama praktikum.
Terdapat 16 wastafel yang ada dimana setiap meja dilengkapi oleh 2 wastafel dimana setiap
wastafel terdiri dari 3 kran air sehingga fasilitas yang dimiliki laboratorium biokimia ini sangat
memadai. Selain itu pada setiap meja juga telah dilengkapi oleh stop kontak yang sangat
bermanfaat untuk mendukung alat yang memerlukan aliran listrik untuk penggunaannya.
Terdapat dua meja yang dilengkapi oleh alat penangas air atau water bath dimana setiap satu alat
penangas air dapat menampung hingga 30 tabung reaksi. Selain itu juga terdapat dua meja yang
dilengkapi oleh vorteks

Gambar 10. Wastafel dan stop kontak


Ruang Penunjang dan Fasilitas Laboratorium
Laboratorium biokimia ini dilengkapi oleh 3 ruangan penunjang meliputi ruang alat dan bahan,
ruang kerja teknisi laboran untuk mengelola laboratorium, dan ruang asisten laboratorium atau
asisten praktikum. Masing-masing ruang pendukung atau penunjang yang ada di laboratorium ini
memiliki luas 2 x 3 meter yang dilengkapi oleh meja, kursi, 2 buah lampu, dan masih banyak
lagi. Fasilitas yang ada pada laboratorium ini juga sudah sangat lengkap untuk menunjang
penelitian atau praktikum dalam bidang biologi kimia. Laboratorium ini dilengkapi oleh alat dan
bahan yang spesifik dibutuhkan dan digunakan dalam praktikum biologi kimia. Berikut
merupakan penjelasan dari beberapa ruang penunjang maupun alat dan bahan yang secara garis
besar digunakan pada bidang studi biologi kimia atau biokimia.
Ruang alat dan bahan dalam sebuah laboratorium sangat penting dan sangat dibutuhkan. Hal ini
dikarenakan ruangan ini digunakan untuk menyimpan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk
menunjang praktikum maupun penelitian. Penelitian alat maupun bahan dalam sebuah
laboratorium tidak boleh sembarangan karena semua bahan kimia memiliki karakteristik yang
berbeda dimana bahan kimia dapat berbahaya jika tidak disimpan dengan benar. Standar
penyimpanan yang berbeda membantu mencegah kecelakaan, seperti ledakan, kebakaran, atau
paparan zat berbahaya. Selain itu bahan kimia dapat mengalami perubahan sifat atau degradasi
jika tidak disimpan dengan benar. Bahan kimia memiliki sifat kimia yang berbeda-beda, seperti
reaktivitas, volatilitas, atau korosifitas sehingga Bahan kimia dapat terkontaminasi atau
terdegradasi jika tidak disimpan dengan benar.
Hal ini tidak hanya berlaku pada bahan kimia tetapi juga pada alat yang digunakan untuk
praktikum. Alat laboratorium kimia memiliki sifat yang berbeda-beda, seperti sensitivitas
terhadap suhu, kelembaban, atau cahaya. Selain itu alat laboratorium juga diklasifikasikan
berdasarkan jenis, ukuran, atau fungsi sehingga standar penyimpanan alat laboratorium kimia
harus memenuhi regulasi dan standar yang berlaku

Gambar 11. Ruang alat dan bahan Laboratorium Biokimia


Laboran adalah staff administrasi yang ditunjuk dan ditugaskan dalam pengelolaan,
pengembangan, serta kelancaran pelaksanaan praktikum. Ruang kerja atau ruang laboran
pengelola laboratorium memiliki fungsi yang sangat penting dalam mengelola dan mengawasi
kegiatan laboratorium. Laboran pengelola laboratorium menggunakan ruang kerja ini untuk
mengelola dan mengawasi kegiatan laboratorium, termasuk pengelolaan alat, bahan, dan sumber
daya lainnya. Selain itu laboran juga mengawasi kegiatan laboratorium dari ruang kerja ini,
memastikan bahwa kegiatan laboratorium berjalan dengan aman dan efektif. Ruang kerja ini juga
digunakan untuk mengelola data dan dokumen laboratorium, termasuk catatan eksperimen, hasil
pengujian, dan lain-lain. Laboran pengelola laboratorium berkomunikasi dengan pengguna
laboratorium, seperti mahasiswa, dosen, dan peneliti, untuk memberikan informasi dan bantuan
terkait dengan kegiatan laboratorium.

Gambar 12. Ruang Kerja Laboran

Asisten praktikum adalah mahasiswa yang ditunjuk oleh Kepala Laboratorium untuk
memberikan penjelasan materi praktikum bagi mahasiswa untuk matakuliah tertentu. Ruang
asisten praktikum memiliki fungsi yang sangat penting dalam mendukung kegiatan praktikum di
laboratorium. Ruang ini digunakan sebagai tempat untuk asisten praktikum melakukan persiapan
dan pengawasan kegiatan praktikum, serta memberikan bantuan dan arahan kepada mahasiswa
yang melakukan praktikum. Asisten praktikum juga menggunakan ruang ini untuk mengelola
dan melakukan evaluasi dan analisis hasil praktikum.
Gambar 13. Ruang Asisten Praktikum

Berikut merupakan beberapa fasilitas yang sangat penting dalam mendukung berlangsungnya
praktikum biokimia. Alat yang identik ada pada laboratorium ini adalah dua water bath atau
penangas air yang dapat menampung kurang lebih 30 tabung reaksi per satu penangas air.
Penangas air ini dapat ditentukan suhu yang dibutuhkan untuk praktikum biokimia. Penangas air
digunakan untuk mempertahankan suhu konstan pada suhu rendah, biasanya antara 30-100°C.
Ini sangat berguna dalam berbagai eksperimen biologi kimia dimana alat ini dapat digunakan
menginkubasi sampel pada suhu yang stabil dan melakukan eksperimen yang memerlukan suhu
konstan

Laboratorium ini memiliki 2 lemari asam lemari asam memiliki beberapa fungsi penting dalam
laboratorium kimia. Lemari asam dirancang untuk menyimpan bahan kimia berbahaya, seperti
asam, basa, dan zat kimia lainnya yang dapat menyebabkan kerusakan atau bahaya jika tidak
ditangani dengan benar. Selain itu, lemari asam juga dilengkapi dengan sistem ventilasi yang
baik untuk menghilangkan uap atau gas berbahaya yang dihasilkan oleh bahan kimia yang
disimpan. Dengan demikian, lemari asam membantu mencegah kebakaran, paparan bahan kimia
berbahaya, dan kerusakan lingkungan.
Gambar 14. Lemari asam

Lalu laboratorium ini dilengkapi neraca analitik yang berfungsi untuk mengukur massa suatu
benda atau zat dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Neraca analitik dirancang untuk
mengukur massa dengan ketelitian hingga 0,1 miligram atau bahkan lebih tinggi. Dengan
demikian, neraca analitik memungkinkan pengguna untuk melakukan pengukuran yang sangat
akurat dan teliti, yang sangat penting dalam berbagai eksperimen dan analisis kimia.

Gambar 15. Neraca analitik

Laboratorium biokimia juga dilengkapi oleh satu freezer atau kulkas yang berfungsi dan
memungkinkan untuk menyimpan bahan dan sampel yang sensitif terhadap suhu, seperti enzim,
bakteri, dan zat kimia lainnya, dalam kondisi yang optimal.
Gambar 16. Freezer pada Laboratorium Biokimia

Laboratorium biokimia juga dilengkapi kotak P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) yang
memiliki fungsi yang sangat penting dalam menyediakan peralatan dan bahan yang diperlukan
untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan yang terjadi di laboratorium. Kotak
P3K laboratorium dirancang untuk menyimpan peralatan dan bahan yang diperlukan untuk
mengobati luka ringan, seperti luka sayat, luka bakar, dan lain-lain.

Gambar 17. Kotak P3K pada Laboratorium Biokimia

Pada bagian depan laboratorium tertera kertas berisi rekap daftar barang ruangan yang berfungsi
yang sangat penting dalam mengelola dan memantau persediaan barang dan peralatan di
laboratorium. Dengan rekap daftar barang, laboratorium dapat memantau jumlah dan kondisi
barang, sehingga dapat memprediksi kebutuhan barang dan peralatan di masa depan. Selain itu,
rekap daftar barang juga membantu laboratorium dalam melakukan pengadaan barang dan
peralatan yang diperlukan, serta memantau penggunaan barang dan peralatan yang ada.
Gambar 18. Lembar rekap daftar barang

2.2.3 Pengelolaan Laboratorium


Pengelolaan laboratorium adalah proses yang sistematis dan terstruktur untuk mengelola dan
mengatur kegiatan laboratorium, termasuk pengelolaan sumber daya, peralatan, dan bahan, serta
memastikan keselamatan dan keamanan di laboratorium. Pada laboratorium biokimia B19
Departemen Kimia UM diawasi dan dikelola oleh laboran Bu Suharti dimana Ibu Suharti
bertanggung jawab untuk mempersiapkan dan mengelola peralatan dan bahan yang digunakan
dalam eksperimen dan analisis. juga bertanggung jawab untuk memastikan keselamatan dan
keamanan di laboratorium, serta mengikuti prosedur dan protokol yang telah ditetapkan. Dalam
menjalankan tugasnya, laboran harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai
dalam menggunakan peralatan dan bahan laboratorium, serta memiliki kemampuan analitis dan
komunikatif yang baik. Dengan demikian, laboran dapat membantu mencapai tujuan dan sasaran
kegiatan laboratorium dengan efektif dan efisien.
Selain tu laboran juga memastikan prosedur perawatan dan perbaikan laboratorium dimana (1)
Laboran mengecek semua peralatan laboratorium setiap bulan, (2) Laboran mengisi form kondisi
peralatan laboratorium, (3) Laboran mendata peralatan yang rusak dan memasukkan pada form
peralatan rusak, (4) Laboran mengecek apakah peralatan tersebut dapat diperbaiki sendiri, bila
tidak makalaboran memberitahu dan meminta persetujuan Kepala Laboratorium untuk perbaikan
diluar atau mengganti dengan yang baru (5) Kepala Laboratorium menyetujui dan
menandatangani, (6) Surat pengajuan peralatan laboratorium ditujukan kepada Kepala
Departemen.
2.3 Hasil Analisis Perbedaan antara Pengelolaan Laboratorium Kimia Dasar B18 dan
Biokimia B19 Departemen Kimia UM
​ Berdasarkan hasil observasi dan analisis kedua laboratorium tersebut yaitu Laboratorium
Kimia Dasar B18 dan Laboratorium Biokimia B19 Departemen Kimia UM didapatkan beberapa
perbedaan dengan beberapa aspek yaitu pengertian dasar, luas dan kapasitas laboratorium,
jendela pencahayaan, tata letak dan fasilitas, ruang penunjang, pengelolaan dan perawatan serta
keselamatan dan keamanan.

2.3.1 Pengertian Dasar


Laboratorium kimia dasar adalah suatu tempat yang dibuat sebagai sarana untuk
melakukan kegiatan pembelajaran, penelitian dan pengamatan, serta pengembangan kemampuan
dan keterampilan siswa atau mahasiswa terkait dengan ilmu kimia dan ilmu lain yang terkait
dengan kimia. Eksperimen biasanya melibatkan reaksi sederhana, titrasi, pengukuran pH, analisis
kuantitatif dan kualitatif, serta identifikasi unsur dan senyawa. Laboratorium ini termasuk dalam
kategori laboratorium pendidikan tipe II menurut Permenpan RB No. 03 Tahun 2010. Hal ini
menunjukkan bahwa lab ini dirancang untuk jenjang perkuliahan yang fokus pada bidang kimia
dasar dan digunakan untuk mahasiswa tingkat persiapan (semester I dan II).
Sedangkan pada laboratorium Biokimia adalah sebuah tempat dimana penelitian dan
eksperimen terkait kimia biologis dilakukan. Laboratorium ini spesifik digunakan pada bidang
yang berkaitan dengan studi senyawa kimia, reaksi, dan proses yang terjadi dalam organisme dan
hal tersebut menjadi tujuan utama dari laboratorium biokimia ini. Laboratorium ini termasuk
dalam kategori laboratorium pendidikan tipe III menurut Permenpan RB No. 03 Tahun 2010. Hal
ini menunjukkan bahwa lab ini dirancang untuk jenjang perkuliahan tingkat lanjut yang fokus
pada studi biokimia dan penelitian lebih mendalam.

2.3.2 Luas dan Kapasitas Laboratorium


Laboratorium Kimia Dasar B18:

●​ Luas: 10 x 14 meter.
●​ Kapasitas: Menampung hingga 36 mahasiswa.
●​ Fungsi: Laboratorium ini digunakan untuk praktikum kimia dasar yang melibatkan
eksperimen seperti reaksi asam-basa, titrasi, dan identifikasi unsur. Cocok untuk
pendidikan dasar kimia bagi mahasiswa baru memberikan dasar pengetahuan kimia yang
akan digunakan di tingkat lebih lanjut.

Laboratorium Biokimia B19:

●​ Luas: 7 x 12 meter.
●​ Kapasitas: Menampung hingga 35 mahasiswa.
●​ Fungsi: Laboratorium ini fokus pada eksperimen dan penelitian biokimia, seperti
penelitian enzim, protein, DNA, dan molekul biologis lainnya. Fokus pada aplikasi kimia
dalam proses biologis dan biokimia, serta mendukung penelitian lanjutan di bidang
biokimia.

2.3.3 Jendela dan Pencahayaan

Laboratorium Kimia Dasar B18:

●​ Memiliki dua pintu dan delapan jendela besar.


●​ Jendela-jendela ini berukuran sekitar 1,5 x 1 meter untuk jendela bawah dan sekitar 1 x 1
meter untuk jendela atas dengan pencahayaan alami maksimal dan ventilasi yang baik.
●​ Kelebihan: Pencahayaan alami optimal dan sirkulasi udara yang baik memungkinkan
udara segar masuk dan udara kotor keluar untuk mengurangi paparan bahan kimia
berbahaya. Pencahayaan yang baik sangat penting untuk mengurangi paparan bahan
kimia berbahaya dan gas beracun.
●​ Memiliki lebih banyak jendela (delapan jendela) dibandingkan dengan Laboratorium
Biokimia B19 (enam jendela). Hal ini memberikan keunggulan dalam sirkulasi udara
yang lebih baik dan pencahayaan alami yang lebih maksimal.

Laboratorium Biokimia B19:

●​ Memiliki satu pintu dan enam jendela besar.


●​ Pencahayaan alami memadai tetapi lebih terbatas dibanding laboratorium B18.
Laboratorium Biokimia B19 memiliki enam jendela besar yang berukuran hampir 1,5
meter per jendela yang cukup besar untuk sirkulasi udara dan pencahayaan alami.
●​ Kelebihan: Dilengkapi dengan pencahayaan alami serta delapan lampu di ruang
praktikum dan dua lampu tambahan di setiap ruang penunjang (ruang alat dan bahan,
ruang kerja laboran, dan ruang asisten laboratorium).

2.3.4 Tata Letak dan Fasilitas

Laboratorium Kimia Dasar B18:

●​ Dilengkapi meja praktikan yang tersusun secara paralel dengan meja dosen di depan dan
meja asisten praktikum di belakang. Meja ini tidak dilengkapi dengan stop kontak karena
praktikum kimia dasar tidak memerlukan alat yang membutuhkan sumber listrik di setiap
meja.
●​ Meja beton di bagian kiri dengan tiga wastafel untuk mencuci peralatan yang digunakan.
●​ Peralatan lengkap seperti pipet tetes, erlenmeyer, gelas beker, timbangan ohauss, neraca
analitik, desikator, oven listrik, dll.
●​ Tata letak meja yang paralel dengan meja dosen di depan dan meja asisten di belakang
memudahkan pengawasan oleh dosen dan asisten. Namun, meja tidak dilengkapi dengan
stop kontak, yang mungkin menjadi kekurangan jika diperlukan alat yang membutuhkan
listrik.
●​ Fasilitas yang dimiliki lebih fokus pada peralatan dasar dan bahan kimia umum yang
digunakan dalam praktikum kimia dasar. Ruang penunjang yang lengkap membantu
dalam penyimpanan alat dan bahan.

Laboratorium Biokimia B19:

●​ Memiliki 8 meja praktikum yang masing-masing dapat diisi 4 mahasiswa.


●​ Setiap meja dilengkapi rak, laci, kran air, dan stop kontak.
●​ Peralatan spesifik biokimia seperti water bath, lemari asam, neraca analitik, freezer, kotak
P3K.
●​ Tata letak meja yang lebih terstruktur dengan rak, laci, kran air, dan stop kontak di setiap
meja mendukung kebutuhan praktikum biokimia yang lebih kompleks. Meja-meja ini
juga dilengkapi dengan fasilitas yang memadai untuk mendukung penelitian biokimia.
●​ Fasilitas yang dimiliki lebih canggih dan spesifik untuk penelitian biokimia. Peralatan
seperti water bath dan freezer sangat penting untuk penelitian biokimia. Fasilitas
keselamatan yang lebih lengkap juga menunjukkan perhatian lebih terhadap keamanan.

2.3.5 Ruang Penunjang

Laboratorium Kimia Dasar B18:

●​ Ruang Alat dan Asisten Praktikum: Digunakan untuk penyimpanan peralatan


laboratorium yang tidak sedang digunakan. Peralatan ini disimpan dengan rapi untuk
memastikan kemudahan akses dan pemeliharaan kondisi peralatan. Ruang ini juga
digunakan untuk administrasi laboratorium (mengecek laporan, jurnal) dan persiapan alat
praktikum.
●​ Ruang Bahan: Ruangan ini digunakan untuk menyimpan bahan kimia yang dibutuhkan
untuk praktikum. Bahan kimia yang berbahaya atau sangat reaktif disimpan dalam lemari
asam untuk memastikan keselamatan.
●​ Ruang Petugas: Dilengkapi dengan meja kerja, kursi, komputer, dan peralatan
administrasi lainnya. Digunakan oleh petugas laboratorium atau laboran untuk
mengawasi dan mengelola kegiatan di laboratorium. Ruang ini juga digunakan untuk
administrasi laboratorium dan persiapan bahan praktikum.
●​ Penataan ruang yang baik dan fasilitas yang memadai memastikan keselamatan dan
efisiensi dalam penyimpanan peralatan dan bahan kimia. Serta memiliki ruangan alat dan
bahan yang dipisah menjadikan lebih terstrukturnya laboran saat akan menyiapkan alat
dan bahan sebelum praktikum dimulai.
Laboratorium Biokimia B19:

●​ Ruang Alat dan Bahan: Digunakan untuk menyimpan peralatan laboratorium dan bahan
kimia yang diperlukan untuk praktikum dan penelitian. Ruang ini memastikan bahwa
semua alat dan bahan mudah diakses dan disimpan dengan aman.
●​ Ruang Kerja Teknisi Laboran: Ruangan ini digunakan oleh teknisi laboran untuk
mengelola dan mengawasi kegiatan di laboratorium, termasuk persiapan peralatan dan
bahan, serta pemeliharaan laboratorium.
●​ Ruang Asisten Laboratorium: Digunakan oleh asisten laboratorium untuk melakukan
persiapan praktikum dan membantu mahasiswa selama kegiatan praktikum.
●​ Fasilitas lebih canggih dengan sistem ventilasi yang baik, serta ruang kerja teknisi dan
asisten laboratorium yang dipisah mendukung pengelolaan dan persiapan praktikum
biokimia.

2.3.6 Pengelolaan dan Perawatan

Laboratorium Kimia Dasar B18:

●​ Personel: Laboratorium Kimia Dasar B18 dikelola oleh satu laboran yaitu Pak Heri.
Beliau bertanggung jawab atas seluruh aspek pengelolaan laboratorium, termasuk
pemeliharaan peralatan dan bahan, serta memastikan bahwa semua kegiatan di
laboratorium mematuhi prosedur keselamatan yang ditetapkan.
●​ Prosedur Pengelolaan:
○​ Pemeriksaan Rutin: Laboran melakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi
peralatan dan bahan kimia untuk memastikan bahwa semuanya dalam keadaan
baik dan siap digunakan.
○​ Persiapan Bahan dan Peralatan: Laboran mempersiapkan bahan dan peralatan
yang akan digunakan dalam praktikum.
○​ Pengawasan Praktikum: Laboran mengawasi kegiatan praktikum untuk
memastikan bahwa semua kegiatan dilakukan dengan aman dan sesuai dengan
protokol yang telah ditetapkan.

Perawatan:

●​ Pemeliharaan Peralatan: Laboran melakukan pemeliharaan rutin terhadap peralatan


laboratorium, termasuk pembersihan dan kalibrasi alat. Setiap bulan, laboran memeriksa
kondisi peralatan dan mengisi form kondisi peralatan laboratorium.
●​ Perbaikan Peralatan: Jika ditemukan peralatan yang rusak, laboran mendata peralatan
tersebut dan mengecek apakah dapat diperbaiki sendiri. Jika tidak, laboran meminta
persetujuan Kepala Laboratorium untuk perbaikan diluar atau mengganti dengan yang
baru.
Laboratorium Biokimia B19:

Pengelolaan:

●​ Personel: Laboratorium Biokimia B19 dikelola oleh Ibu Suharti. Beliau bertanggung
jawab untuk mempersiapkan dan mengelola peralatan serta bahan yang digunakan dalam
eksperimen dan penelitian biokimia.
●​ Prosedur Pengelolaan:
○​ Persiapan Bahan dan Peralatan: Laboran memastikan bahwa semua bahan dan
peralatan yang dibutuhkan untuk eksperimen tersedia dan dalam kondisi baik.
○​ Pengawasan dan Keamanan: Laboran mengawasi seluruh kegiatan di
laboratorium untuk memastikan bahwa semua prosedur keselamatan diikuti. Hal
ini termasuk pemantauan penggunaan peralatan canggih seperti water bath, lemari
asam, dan freezer.
○​ Pengelolaan Data: Laboran juga bertanggung jawab untuk mengelola data dan
dokumen laboratorium, termasuk catatan eksperimen dan hasil pengujian.

Perawatan:

●​ Pemeliharaan Rutin: Laboran melakukan pemeliharaan rutin terhadap peralatan dan


memastikan bahwa semua alat dalam kondisi baik. Setiap bulan, laboran memeriksa
kondisi peralatan dan mendata peralatan yang rusak.
●​ Perbaikan dan Penggantian Peralatan: Jika ditemukan peralatan yang rusak, laboran
memeriksa apakah dapat diperbaiki sendiri atau memerlukan perbaikan diluar. Kepala
Laboratorium akan menyetujui perbaikan diluar atau penggantian peralatan yang rusak.

2.3.7 Keselamatan dan Keamanan

Laboratorium Kimia Dasar B18

1.​ Prosedur Keselamatan dan Keamanan:


○​ Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD): Semua pengguna laboratorium
diwajibkan untuk memakai jas laboratorium. Penggunaan APD bertujuan untuk
melindungi pengguna dari paparan bahan kimia berbahaya dan potensi
kecelakaan.
○​ Penanganan Bahan Kimia: Bahan kimia yang berbahaya disimpan dalam lemari
asam untuk mencegah paparan langsung dan mengurangi risiko kebakaran atau
ledakan.
○​ Pelabelan dan Penempatan: Semua bahan kimia diberi label yang jelas dan
disimpan di tempat yang sesuai. Penempatan bahan kimia diatur untuk
meminimalisir risiko kontaminasi dan reaksi yang tidak diinginkan.
2.​ Fasilitas Keselamatan:
○​ Lemari Asam: Digunakan untuk menyimpan bahan kimia berbahaya dengan
ventilasi yang baik untuk menghilangkan uap atau gas berbahaya.
○​ Wadah Pembuangan Limbah: Laboratorium ini dilengkapi dengan wadah khusus
untuk pembuangan limbah bahan kimia berbahaya. Limbah kimia dikumpulkan
dan dikelola sesuai dengan prosedur keselamatan yang berlaku.
○​ Tempat Sampah: Terdapat tempat sampah di samping wastafel untuk membuang
sampah kering seperti tisu, kertas saring, dan kertas lakmus.
3.​ Kegiatan Pengawasan:
○​ Laboran: Laboran yang bertanggung jawab, Pak Heri, melakukan pemeriksaan
rutin terhadap peralatan dan bahan kimia, serta mengawasi kegiatan praktikum
untuk memastikan bahwa semua prosedur keselamatan diikuti.
○​ Protokol Darurat: Laboratorium ini memiliki prosedur darurat yang jelas,
termasuk jalur evakuasi dan tindakan yang harus diambil dalam situasi darurat
seperti kebakaran atau paparan bahan kimia berbahaya.
4.​ Keunggulan dan Kekurangan:
○​ Keunggulan: Penataan ruang yang baik dan penerapan prosedur keselamatan yang
ketat membantu mengurangi risiko kecelakaan dan paparan bahan kimia
berbahaya.
○​ Kekurangan: Salah satu pintu tidak difungsikan lagi, yang dapat mengurangi
efektivitas keselamatan dan kenyamanan dalam laboratorium.

Laboratorium Biokimia B19

1.​ Prosedur Keselamatan dan Keamanan:


○​ Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD): Sama seperti di laboratorium Kimia
Dasar B18, semua pengguna laboratorium diwajibkan untuk memakai jas
laboratorium. Ini untuk melindungi pengguna dari paparan bahan kimia dan risiko
kecelakaan.
○​ Penanganan Bahan Kimia: Bahan kimia yang spesifik untuk biokimia disimpan
dalam lemari asam untuk mencegah paparan langsung dan mengurangi risiko
kebakaran atau ledakan. Lemari asam ini dirancang dengan ventilasi yang baik.
○​ Pelabelan dan Penempatan: Semua bahan kimia diberi label yang jelas dan
disimpan di tempat yang sesuai. Penempatan bahan kimia mengikuti standar yang
ketat untuk mencegah reaksi kimia yang tidak diinginkan.
2.​ Fasilitas Keselamatan:
○​ Lemari Asam: Digunakan untuk menyimpan bahan kimia berbahaya dengan
ventilasi yang baik untuk menghilangkan uap atau gas berbahaya.
○​ Kotak P3K: Laboratorium ini dilengkapi dengan kotak P3K (Pertolongan Pertama
pada Kecelakaan) yang berisi peralatan dan bahan yang diperlukan untuk
memberikan pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan.
○​ Sistem Ventilasi: Laboratorium dilengkapi dengan sistem ventilasi yang baik
untuk menghilangkan uap atau gas berbahaya yang dihasilkan selama eksperimen.
3.​ Kegiatan Pengawasan:
○​ Laboran: Laboran yang bertanggung jawab, Ibu Suharti, mengelola dan
mengawasi kegiatan laboratorium, memastikan bahwa semua prosedur
keselamatan diikuti dengan ketat.
○​ Protokol Darurat: Laboratorium ini memiliki protokol darurat yang jelas,
termasuk prosedur evakuasi dan tindakan yang harus diambil dalam situasi
darurat.
4.​ Keunggulan dan Kekurangan:
○​ Keunggulan: Laboratorium ini dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang
lebih canggih, seperti kotak P3K, sistem ventilasi yang baik, dan lemari asam
untuk penyimpanan bahan kimia berbahaya.
○​ Kekurangan: Hanya memiliki satu pintu, yang dapat menimbulkan keributan dan
mengganggu proses praktikum saat pergantian kelas, serta potensi masalah
keselamatan saat evakuasi darurat.
BA B III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan pada makalah di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa:
1.​ Pada laboratorium kimia dasar B18 memiliki luas 10 x 14 meter, 8 jendela dan 2 pintu,
serta ruang pendukung yaitu ruang alat dan asisten praktikum, ruang bahan, dan ruang
petugas. Memiliki kapasitas 36 mahasiswa serta pencahayaan yang didukung dengan
lampu laboratorium dan 8 jendela untuk pencahayaan alami.
2.​ Pada laboratorium biokimia B19 memiliki luas 7 x 12 meter, 6 jendela dan 1 pintu, serta
ruang pendukung yaitu ruang alat dan bahan, ruang teknisi laboran, dan ruang asisten
praktikum. Memiliki kapasitas 35 mahasiswa serta pencahayaan yang didukung dengan
lampu laboratorium dan 6 jendela untuk pencahayaan alami.
3.​ Pada laboratorium kimia dasar dibuat sebagai sarana untuk melakukan kegiatan
pembelajaran, penelitian dan pengamatan, serta pengembangan kemampuan dan
keterampilan siswa atau mahasiswa terkait dengan ilmu kimia dan ilmu lain yang terkait
dengan kimia, sedangkan laboratorium biokimia penelitian dan eksperimen biologis
seperti proses yang terjadi dalam organisme, mikroba, protein dan sebagainya.

3.2 Saran
Dalam mendalami mata kuliah Pengelolaan Laboratorium Kimia Sekolah secara
lebih mendalam dapat dilakukan studi literatur melalui buku, makalah, jurnal, dan artikel
yang berkaitan. Pemahaman yang kuat mengenai pengelolaan dan analisa laboratorium
akan membantu dalam merancang dan mengembangkan suatu pengelolaan laboratorium
kimia sekolah yang memenuhi standar operasional.
Dengan makalah ini penulis bertujuan untuk memudahkan pembaca dalam
memahami materi tersebut dan penulis berharap semoga makalah ini dapat berguna untuk
orang lain dan dapat digunakan sebagai referensi. Hal itu supaya ilmu yang didapatkan
lebih efektif dan diinterpretasikan dengan baik. Dengan ini, kami tetap mengharapkan
saran dan kritik dari pembaca makalah kami untuk membangun kesempurnaan makalah
yang kami buat.
DAFTAR PUSTAKA

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, (Nomor
03, 2010), Tentang Jabatan Fungsional Pranata Laboratorium Pendidikan Dan Angka Kreditnya

Vendamawan, Rico. 2015. Pengelolaan Laboratorium Kimia. Metana, 11(2), 41-46.

Buku Panduan Laboratorium FMIPA UM 2022. Diakses 15 Februari 2025, dari Buku Panduan
Laboratorium FMIPA UM 2022 by BEMFA MIPA UM - Issuu

Universitas Muhammadiyah Malang. Laboratorium Kimia. Diakses dari


https://www.umm.ac.id/files/file/Laboratorium%20Kimia.pdf

Universitas Muhammadiyah Malang. Laboratorium Kimia. Diakses dari


https://www.umm.ac.id/id/pages/panduan-akademik/laboratorium-kimia.html

Anda mungkin juga menyukai