0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan19 halaman

Sejarah Nuzul Al-Qur'an: Proses dan Hikmah

Makalah ini membahas sejarah nuzul Al-Qur'an, yaitu peristiwa turunnya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril secara bertahap selama 23 tahun. Penulis menjelaskan pengertian, proses, hikmah, serta perbedaan nuzul Al-Qur'an dengan kitab samawi lainnya. Tujuan makalah ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya nuzul Al-Qur'an dalam konteks ajaran Islam.

Diunggah oleh

Muthia Mahira
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan19 halaman

Sejarah Nuzul Al-Qur'an: Proses dan Hikmah

Makalah ini membahas sejarah nuzul Al-Qur'an, yaitu peristiwa turunnya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril secara bertahap selama 23 tahun. Penulis menjelaskan pengertian, proses, hikmah, serta perbedaan nuzul Al-Qur'an dengan kitab samawi lainnya. Tujuan makalah ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya nuzul Al-Qur'an dalam konteks ajaran Islam.

Diunggah oleh

Muthia Mahira
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SEJARAH NUZUL AL QUR’AN

Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Ulumul
Qur’an Dosen pengampu: Dra. Nur Izzah, M.A

Disusun oleh:
Avishya Najla Fradisti (24212373)
Muthia Mahira Fazriati (24212361)
Rina Zakiana (24212365)

PRODI STUDI ILMU AL QUR’AN DAN


TAFSIR FAKULTAS USHULUDDIN DAN
DAKWAH INSTITUT ILMU AL-QUR’AN
JAKARTA
1446 H / 2024 M
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan rahmat
hidayah serta kesehatan jasmani dan rohani sehingga dengan izin dan pertolongan-Nya
penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat beserta salam senantiasa dihaturkan
kepada teladan kita yakni Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam yang telah
mengajarkan kita jalan menuju kebaikan sehingga kita dapat mengenal agama Islam yang
sempurna serta menjadi rahmat bagi seluruh alam ini. Dan tak lupa pula, ungkapan terima
kasih kepada Dosen pengampu mata kuliah Ulumul Qur’an dan juga kepada berbagai pihak
yang sudah membantu sampai makalah ini dapat terselesaikan.
Penulis sangat bersyukur karena telah dapat menyusun makalah yang menjadi tugas
dalam mata pelajaran Ulumul Qur’an dengan pokok bahasan “Sejarah Nuzul Al-Qur’an”,
yang bertujuan untuk dapat memaparkan sedikit pengetahuan kami agar dapat dipelajari
dan bermanfaat bagi banyak orang.
Akhir kata, penulis sangat memahami apabila makalah ini tentu jauh dari kata
sempurna, maka dari itu kami butuh kritik dan sarannya yang bertujuan untuk memperbaiki
karya-karya kami selanjutnya di waktu yang akan datang.

Pamulang, 13 Oktober 2024

Penulis

ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...........................................................................................................ii
DAFTAR ISI........................................................................................................................iii
Bab I.......................................................................................................................................1
PENDAHULUAN..................................................................................................................1
A. Latar Belakang..........................................................................................................1
B. Rumusan Masalah.....................................................................................................1
C. Tujuan........................................................................................................................2
Bab II......................................................................................................................................3
PEMBAHASAN.....................................................................................................................3
A. Pengertian Sejarah Nuzul Al-Qur’an......................................................................3
B. Proses Nuzul Al-Qur’an dan Ayat-ayat yang Mendasarinya...............................3
C. Hikmah Nuzul Al-Qur’an Secara Berangsur-angsur............................................6
D. Perbedaan Nuzul Al-Qur’an dan Kitab Samawi Lainnya....................................7
E. Perdebatan Ulama Seputar Awal dan Akhir Ayat Nuzul Al-Qur’an Baik
Secara Mutlak Ataupun Pada Persoalan Tertentu.......................................................8
F. Faedah Mengetahui Awal dan Akhir Ayat Nuzul Al-Qur’an.............................11
BAB III.................................................................................................................................12
PENUTUPAN......................................................................................................................12
A. KESIMPULAN........................................................................................................12
B. SARAN.....................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................13

iii
Bab I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Al-Qur’an merupakan firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi
Muhammad SAW sebagai pedoman dan petunjuk utama bagi umat muslim di dunia
hingga akhir zaman. Al-Qur’an tidak diturunkan begitu saja, akan tetapi melalui
proses yang dinamakan nuzul Al-Qur’an. Yang dimana nuzul Al-Qur’an merujuk
pada peristiwa turunnya ayat-ayat pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad
SAW melalui perantara malaikat Jibril. Peristiwa nuzul Al-Qur’an ini merupakan
salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam karena menjadi titik awal dari
wahyu yang kemudian menjadi petunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia.
Sebelum Islam datang, kehidupan dahulu di jazirah arab dalam keadaan
jahiliyah yang ditandai dengan penyembahan berhala, kezholiman, dan kebodohan.
Oleh karenanya, Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai nabi
terakhir yang membawa ajaran Islam untuk menyebarkan kebenaran dan petunjuk
melalui wahyu Al Quran kepada umat manusia.
Dalam penulisan makalah ini yang membahas tentang sejarah nuzul Al-
Qur’an penulis berharap agar pembaca dapat mengetahui gambaran secara
gamblang tentang sejarah nuzul Al-Qur’an sehingga dapat mengambil pelajaran dan
menjadi petunjuk hidup dari peristiwa diturunkannya Al-Qur’an.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian sejarah nuzul Al-Qur’an?
2. Apa proses nuzul Al-Qur’an dan ayat-ayat yang mendasarinya?
3. Apa hikmah nuzul Al-Qur’an secara berangsur-angsur?
4. Apa perbedaan nuzul Al-Qur’an dan kitab samawi lainnya?

1
5. Apa perdebatan ulama seputar awal dan akhir ayat nuzul Al-Qur’an baik secara
mutlak ataupun pada persoalan tertentu?
6. Apa faedah mengetahui awal dan akhir ayat nuzul Al-Qur’an?

C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian sejarah nuzul Al-Qur’an
2. Mengetahui proses nuzul Al-Qur’an dan ayat-ayat yang mendasarinya
3. Mengetahui hikmah nuzul Al-Qur’an secara berangsur-angsur
4. Mengetahui perbedaan nuzul Al-Qur’an dan kitab samawi lainnya
5. Mengetahui perdebatan ulama seputar awal dan akhir ayat nuzul Al-Qur’an baik
secara mutlak ataupun pada persoalan tertentu
6. Mengetahui faedah mengetahui awal dan akhir ayat nuzul Al-Qur’an

2
Bab II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Sejarah Nuzul Al-Qur’an


Nuzul Al-Qur’an merupakan peristiwa diturunkannya kitab suci Al-Qur’an
kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril di gua hira. Nuzul Al-Qur’an
secara bahasa berasal dari kata nazzala-yunazzilu-tanzilan yang berarti turun secara
berangsur-angsur. Kemudian kata anzala-yunzilu-inzalan sebagai kata denotatif
yang didasarkan pada kamus memiliki arti menurunkan. Sedangkan secara
terminologi (definisi makna) yang dimaksud dengan nuzul Al-Qur’an adalah cara
dan tahapan di mana Allah SWT menurunkan ayat-ayat Al-Qur’an kepada Nabi
Muhammad SAW.
Adapun pengertian Nuzul Al-Qur’an yang terdiri dari dua kata, yaitu Nuzul
dan Al-Qur’an. Nuzul berarti menurunkan sesuatu dari tempat yang tinggi ke tempat
yang rendah dan Al-Qur’an yaitu kitab suci umat muslim. Oleh karenanya, dapat
disimpulkan bahwa Nuzul Al-Qur’an merupakan peristiwa turunnya Al-Qur’an dari
tempat yang tinggi (Lauful Mahfuz) ke bumi yang diperantarai oleh malaikat Jibril.1

B. Proses Nuzul Al-Qur’an dan Ayat-ayat yang Mendasarinya


Dalam mengetahui proses nuzul Al-Qur’an terdapat perbedaan pendapat
diantara para ulama. Namun, sebelum itu merujuk pada firman Allah SWT yang
menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur dalam QS. Al-
Isra’ ayat 106:
‫علَى ع ٰلى ث وَن َّزل‬ ‫نهُ تَ ْن ِز ْي ًل ْ َوقُ ْر ٰانًا َف َر ْق ٰنه َلت ْق‬
‫النَّاس مك‬ ‫َراَ ٗه‬

1
Isroni, Wahab / Mabarun, Ahmad / Fathurrahman. “NUZULUL QURAN: PENGERTIAN,
SEJARAH DAN KEISTIMEWAANNYA” (2024)

3
Artinya: “Al-Qur’an Kami turunkan berangsur-angsur agar engkau (Nabi
Muhammad) membacakannya kepada manusia secara perlahan-lahan dan Kami
benar-benar menurunkannya secara bertahap.”
Adapun dalam QS. Al-Furqon ayat 32 yaitu:
‫كفَ ُر ْوا لَ ْو علَ ْي ِه ا ج ْملَة‬ ‫ور ًْ ل ال‬ ‫ك ل ُنَثِب ت ِب ٖه ف‬ ‫تَّ ْل ٰنهُ َت ْرتِ ْي ًل ح‬
‫ََل نُ ِ'زل ْلقُ ْر ٰان‬ ‫َوقَا ِذ يْ ن‬ ‫َؤاَدك‬ ' ‫ٰذ ِل‬ َ ‫َْ َّوا د‬
‫َك‬ ً‫ًۛ ة‬
Artinya: “Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa Al-Quran itu tidak
diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah supaya kami perkuat
hatimu dengannya dan kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).”
Kemudian dalam QS. Al-Qadr ayat 1 yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an
diturunkan malam al-qadr pada bulan ramadhan:
‫َناه فِي لَ ْيلَ ِة ا ْلقَدْ ِر‬
ُ ‫اِنَّا أَ ْن َز ْل‬
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam
Qadar”
Menurut Manna’ al-Qaththan, yang menjadi pendapat paling masyhur dan
banyak dipegang oleh para ulama ini terdapat dua mazhab pokok di kalangan para
ulama terkait pemahaman tentang proses turunnya Al-Quran, yaitu:
1. Pendapat Ibnu Abbas dan sejumlah ulama, bahwasanya yang dimaksud
dengan turunnya Al-Qur’an ialah turunnya Al-Qur’an secara sekaligus ke
Baitul ’Izzah di langit dunia untuk menunjukkan kepada para malaikatnya
bahwa betapa besar masalah ini, selanjutnya Al-Qur’an diturunkan kepada
Nabi Muhammad SAW secara bertahap selama dua puluh tiga tahun sesuai
dengan peristiwa-peristiwa yang mengiringinya sejak beliau diutus sampai
wafatnya.
2. Pendapat yang disandarkan pada al-Sya’bi bahwa permulaan turunnya Al-Qur’an
dimulai pada lailah al-qadr di bulan Ramadhan, malam yang diberkahi. Sesudah
itu turun secara bertahap sesuai dengan peristiwa yang mengiringinya selama
kurang lebih dua puluh tiga tahun. Dengan demikian, Al-Qur’an hanya
memiliki satu macam cara turun, yaitu turun secara bertahap kepada

4
Rasulullah SAW, sebab yang demikian inilah yang dinyatakan oleh Al-Qur’an
dalam QS. Al-Isra’ ayat 106.2
Dalam karya tafsir Syekh Muhammad Sayyid At-Thanthawi mengatakan
bahwa kalam Allah SWT yang agung itu diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW
melalui beberapa tahapan. Tahapan awal, yaitu turunnya kalam Allah SWT secara
lengkap dari Lauh Mahfudz ke dunia. Tahapan selanjutnya, Allah SWT meminta
malaikat Jibril untuk menyampaikan kepada Nabi Muhammad SAW secara
bertahap sesuai dengan kebutuhan umat Islam saat itu, baik sebagai hukum, respon
terhadap kejadian tertentu, larangan atau perintah, atau sebagai petunjuk dari umat
muslim sebelumnya. Sumber: (Syekh At-Thanthawi, Tafsir Al-Wasith lil Qur’anil
Azhim, [Mesir, Daru Nahdlah: 1997], juz I, halaman 454).
Menurut pendapat sebagian ulama, Al-Qur’an diturunkan pada malam
Lailatul Qadar di bulan Ramadhan, sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Qadr,
Allah swt berfirman:
‫من أَ ش ْه ٍر‬ ‫) لَ ْيلَةُ ا خ‬2 ( ‫) و َما أَد ْ ما لَ ْيلَةُ ا َْلقْد ِر‬1 ( ‫) اِنَّا أَ ْن َز ْلَناهُ ِفي لَ ْيلَ ِة ا ْلقَدْ ِر‬3 (
‫ْلف‬ ‫َْلقدْ ِر ْي‬ ‫َراك‬
‫ٌر‬
Artinya, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada
malam Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan
itu lebih baik daripada 1000 bulan.” (QS. Al-Qadr: 1-3)
Dalam salah satu karyanya Imam Ibnu Katsir (wafat 774 H), dikatakan
bahwa pertama kali diturunkannya Al-Qur’an dari langit dunia kepada Nabi
Muhammad SAW bersamaan pada tanggal 17 Ramadhan, dan ada juga yang
mengatakan tanggal 24 Ramadhan. Dalam kitabnya disebutkan:

2
Yunan, Muhammad, “NUZULUL QUR’ AN DAN ASBABUN NUZUL” (2020)

5
‫ر ل هلال َي ْو َم ا‬ ‫حي‬ ‫كا ن ا ء ا‬، ‫وق‬ ‫عش َرَة خ ت ر ض‬ ‫َلس ْبع‬
ِ ِ
‫ْ َِلثَْن يْ ن‬ ‫س‬
ُ ‫دا ْل َو إِلَى‬ َ ِ‫ْبت‬ ‫لَ ْيلَةُ ل م َ ان ْيل‬
‫ْو‬ ‫َ ن م‬
‫ِفي ال َّرابِعِ وا ش م ْنُه‬
‫ْل ِ ر‬
‫ِع يْ ن‬
Artinya, “Permulaan wahyu (diturunkannya Al-Qur’an) kepada Rasulullah
saw bertepatan dengan hari senin pada malam ketujuh belas bulan Ramadhan. Dan
dikatakan, bertepatan dengan tanggal 24 Ramadhan.” (Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan
Nihayah, [Beirut, Darul Fikr], juz III, halaman 11).3

C. Hikmah Nuzul Al-Qur’an Secara Berangsur-angsur


Al-Qur’an di turunkan secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23
tahun. Ayat-ayat Al-Qur’an tidak di turunkan secara keseluruhan sekaligus,
melainkan secara bertahap. Surat-suratnya memiliki variasi panjang dan pendek,
kadang-kadang di turunkan sepenuhnya kadang-kadang pula hanya sebagiannya .
Adapun hikmah Al-Qur’an di turunkan secara berangsur-angsur adalah:
1. Menguatkan hati nabi SAW
2. Menjadi mukjizat bagi nabi untuk menanggapi tantangan orang-orang kafir
3. Memudahkan untuk di hafal dan di pahami
4. Memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk meninggalkan tradisi jahiliah
secara bertahap
5. Menjawab masalah yang muncul dalam masyarakat dengan bertahap menetapkan
hukum
6. Mengetahui perubahan dan pembatalan hukum dalam Al-Qur’an
7. Memberikan pengaruh besar dalam berdakwah
8. Meringankan beban nabi SAW dalam menerima wahyu.

Turunnya Al-Qur'an secara bertahap juga dapat meningkatkan mutu


pendidikan bagi umat Islam dengan memperbaiki jiwa manusia, meluruskan
perilaku, membentuk kepribadian, dan menyempurnakan eksistensi mereka. Selain
itu, manfaat dari penurunan Al-Qur'an secara bertahap dalam bidang pendidikan

6
dan

3
Sunnatullah, “Sejarah Singkat Nuzulul Qur’an” (2023)

7
pengajaran adalah mempermudah proses menghafal, mempelajari, dan mengajarkan
Al-Qur'an, serta memberikan inspirasi dalam menentukan sistem pembelajaran. 4

D. Perbedaan Nuzul Al-Qur’an dan Kitab Samawi Lainnya


Salah satu dari rukun iman adalah iman kepada kitab-kitab Allah SWT.
Iman adalah perbuatan membenarkan di dalam hati, diikrarkan dengan lisan dan
dibuktikan dengan perbuatan. Kitab-kitab Allah SWT yang harus kita imani
keberadaannya adalah kitab Taurat yang yang diturunkan kepada Nabi Musa A.S,
kitab Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud A.S, kitab Injil yang diturunkan
kepada Nabi Isa A.S. dan kitab Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Keempat
kitab tersebut adalah wahyu dari Allah SWT yang diturunkan kepada orang-orang
yang terpilih. Walaupun keempat kitab-kitab tersebut merupakan wahyu dari Allah
SWT, namun antara Al- Qur’an dan ketiga kitab lainnya yaitu Taurat, Injil dan
Zabur memiliki perbedaan. Inilah lima perbedaan Al-Qur’an dan kitab-kitab
sebelumnya:
1. Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui
malaikat Jibril yang ditunjukkan kepada seluruh umat manusia sebagai petunjuk
hidup sampai hari kiamat nanti. Sedangkan kitab-kitab lainnya seperti Taurat,
Injil dan Zabur diturunkan oleh Allah SWT untuk pedoman hidup bagi kaum
tertentu dan dalam kurun waktu tertentu.
2. Al-Qur’an adalah kitab terakhir dan sekaligus sebagai kitab penyempurna dari
kitab-kitab sebelumnya. Dengan demikian isi kandungan di dalam Al-Qur’an
lebih sempurna di bandingkan kitab-kitab terdahulu.
3. Isi kandungan di dalam kitab Al-Qur’an masih terjaga keaslian dan
kemurniannya. Sedangkan kitab-kitab lainnya sudah banyak perubahan sesuai
dengan tuntutan, kebutuhan dan kepentingan penganutnya.
4. Kitab-kitab terdahulu sebelum Al-Qur’an diturunkan di dalam bahasa yang sudah
mati sejak beberapa abad yang lalu, karena pada saat ini tidak ada satu bangsa
dan negara pun yang dapat berbicara dan membaca dengan bahasa-bahasa itu

4
jurnal.stiq-

7
dan

4
jurnal.stiq-

7
hanya sedikit orang saja yang dapat mengerti. Sedangkan Al-Qur’an diturunkan
di dalam bahasa yang hidup karena pada masa ini masih banyak manusia yang
dapat memahami dan berbicara dengan bahasa Qur’an.
5. Ayat-ayat di dalam Al-Qur’an memiliki sejarah yang dapat diketahui dengan
jelas tentang kapan, dimana dan sebab turunnya ayat-ayat tersebut. Sedangkan
ayat-ayat pada kitab-kitab lainya tidak dapat diketahui dengan jelas kapan,
dimana dan sebab diturunkannya ayat tersebut.5

E. Perdebatan Ulama Seputar Awal dan Akhir Ayat Nuzul Al-Qur’an Baik
Secara Mutlak Ataupun Pada Persoalan Tertentu
Dalam perdebatan ulama ada dua pendapat yang dikenal tentang ayat yang
turun pertama kali, masing-masing dengan dalil sebagai berikut:
1. Pendapat pertama yaitu QS. Al-‘Alaq ayat 1-5
Yang paling shahih mengenai yang pertama kali turun ialah firman Allah SWT:
َ
‫علق‬ ‫( خ ق ا سان‬1) ‫ س ر ك ال خ‬2) ‫) الَّ ِذي ع‬3( ‫لَّ ْا ْق و ك ا َْْل ْك َر ُم‬
‫( ٍْا ْق رأْ با ب ِذي ل ق ل ْ ِْل من‬ ‫َرأْ َرُّب‬ ‫َم‬
َ َ ِ َ
‫ْن‬ 'ِ
‫م‬
‫) علَّ َم سا ما ل علَ ْم‬4( ‫) بِا ْلقَلَ ِم‬5(
‫ا ْ ْل ن ْم ي‬
ِ
‫ْن‬
Artinya: ”Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah
menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha
Pemurah, Yang mengajar dengan perantaran kalam , Dia mengajar kepada
manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Al-`Alaq ayat 1-5).
2. Pendapat kedua yaitu QS. Al-Muddatsir ayat 1
Dikatakan pula, bahwa yang pertama kali turun adalah firman Allah SWT:
‫) يَا أَُّي َها ا ْل ُمَّدِث ' ُر‬1 (
Artinya: “Wahai orang-orang yang berselimut.” (QS. Al-Muddatsir ayat 1).

8
5
Markaz Qiraat Indonesia, 28 Januari 2022.

8
Ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh dua syaikh ahli hadis. Para ulama
ulumul qur’an dengan kesungguhan mereka mencoba mempertemukan pendapat di
atas, dan menjelaskan beberapa hal sebagai berikut:
1. Maksud Jabir dalam hadis di atas adalah surah yang diturunkan secara penuh.
Jabir menjelaskan bahwa surah Al-Muddatsirlah yang turun secara penuh
sebelum surah Iqra` selesai diturunkan. Karena yang turun pertama sekali dari
surah Iqra` itu hanya permulaan saja.
2. Atau maksud Jabir bahwa surah Al-Muddatsir itu adalah surah pertama yang
diturunkan setelah masa terhentinya wahyu.
3. Ada yang mengatakan maksud Jabir ra: Surah Al-Muddatsir adalah yang
pertama turun berkaitan dengan kerasulan (risalah) atau perintah berdakwah.
Sedangkan ayat pertama surah Al-‘Alaq adalah yang pertama turun berkaitan
dengan kenabian (nubuwwah), atau pelantikan menjadi nabi.
4. Ada yang mengatakan juga bahwa maksud Jabir ra: Surah Al-Muddatsir adalah
yang pertama kali turun yang disebabkan dengan peristiwa khusus (asbabun
nuzul).
5. Ada juga yang menyatakan: Jabir telah mengeluarkan yang demikian ini
dengan ijtihadnya. Akan tetapi riwayat Aisyah lebih mendahuluinya. Jadi jika
ada riwayat-riwayat lain yang shohih mendukung riwayat Aisyah, maka sebagai
hasil ijtihad pendapat Jabir ra bisa ditinggalkan.6

6
STID DI AL-HIKMAH JAKARTA. “Ayat yang turun pertama kali” (2012).

9
Ada berbagai pendapat tentang ayat Al-Qur’an yang terakhir turun.
Banyaknya atsar yang shahih tentang ayat Al-Qur’an yang terakhir diturunkan, tapi
tidak sampai berstatus marfu’ (disandarkan pada Nabi). Hal ini membuat
keberadaan pendapat tentang ayat yang terakhir turun menjadi beragam. Az-
Zamzami dalam nadham tafsirnya hanya menyebutkan secara ringkas 3 pendapat
saja. Imam As- Suyuthi di dalam Al-Itqan menyebutkan sekitar 8 pendapat. Az-
Zarqani dalam Manahil Al-Irfan menyebutkan sekitar 10 pendapat. Berikut 10 ayat
yang diyakini dari beberapa pendapat tersebut sebagai ayat terakhir yang
diturunkan (Manahilul ‘Irfan/1/70):
1. Surat Al-Baqarah ayat 281. Berdasar riwayat An-Nasa’i dari Ibn ‘Abbas.
2. Surat Al-Baqarah ayat 278. Berdasar riwayat Al-Bukhari dari Ibn
‘Abbas, dan Imam Al-Baihaqi dari Ibn ‘Umar.
3. Surat Al-Baqarah ayat 282. Berdasat riwayat Ibn Jarir dari Sa’d Ibn
Musayyab.
4. Surat Ali Imran ayat 195. Berdasar riwayat Ibn Marduwaih dari Ummi
Salamah.
5. Surat An-Nisa ayat 93. Berdasat riwayat Al-Bukhari dari Ibn ‘Abbas.

6. Surat An-Nisa ayat 176. Berdasat riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari
Barra’ ibn ‘Azib.
7. Surat Al-Maidah. Berdasat riwayat At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari
‘Aisyah.
8. Surat At-Taubah ayat 128. Berdasat riwayat Al-Hakim dan Ibn
Marduwaih dari Ubay Ibn Ka’ab.
9. Surat Al-Kahfi ayat 110. Berdasat riwayat Ibn Jarir dari Mu’awiyah.
10. Surat An-Nasr. Berdasat riwayat Muslim dari Ibn ‘Abbas.7

7
Nasif, Muhammad. “Beda Pendapat Tentang Ayat Al-Quran yang Terakhir Diturunkan”. (2020).

1
F. Faedah Mengetahui Awal dan Akhir Ayat Nuzul Al-Qur’an
Diantara hikmah diturunkannya Al-Qur’an secara bertahap:
1. Meneguhkan hati Rasulullah saw. Dalam melaksanakan tugasnya, kendati ia
menghadapi hambatan dan tantangan (QS. Al-Furqon: 32-33). Disamping itu
dapat juga menghibur hati beliau pada saat menghadapi kesulitan, kesedihan atau
perlawanan dari orag-orang kafir (QS. Al-Ahqof:5), dan sebagainya.
2. Untuk memudahkan nabi saw. Dalam menghafal lafad Al-Qur’an, mengingat Al-
Qur’an bukan sya’ir atau prosa, tetapi kalam Allah yang sanagat berbobot isi
maknanya, sehingga memerlukan hafalan dan kajian secara kusus.
3. Agar mudah dimengerti dan dilaksanakan segala isinya oleh umat islam.
4. Di antara ayat-ayat Al-Qur’an, menurut ulama’ ada yang nasikh dan ada yang
mansukh , sesuai dengan kemaslahatan. Hal ini tidak akan jelas jika Al-Qur’an di
Nuzulkan secara sekaligus.
5. Untuk meneguhkan dan menghibur hati umat islam yang hidup semasa semasa
dengan nabi.
6. Untuk memberi kesempatan sebaik-baiknya kepada umat Islam untuk
meninggalkan sikap mental atau tradisi-tradisi jahiliyah yang negatif secara
berangsur-angsur.
7. Al-Qur’an yang di Nuzulkan berulangkali, sebenarnya mengandung
kemukjizatan tersendiri. Bahkan hal itu dapat membangkitkan rasa optimisme
pada diri Nabi, sebab setiap persoalan yang dihadapi dapat dicarikan jalan
keluarnya dari penjelasan Al-Qur’an
8. Untuk membuktikan bahwa Al-Qur’an benar-benar kalam Allah, bukan kalam
Muhammad. Jadi, Al-Qur’an secara berangsur-angsur ini utuk menepis anggapan
tersebut.8

8
Supiana & M. Karman, Ulumul Qur'an, (Bandung: Pustaka Hidayah, 2002), hlm.58.

1
BAB III

PENUTUPAN
A. KESIMPULAN
Kesimpulan makalah tentang Nuzul Al-Qur'an biasanya mencakup beberapa
poin penting, yaitu proses turunnya wahyu Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad
SAW melalui perantara Malaikat Jibril, yang berlangsung selama 23 tahun.
Proses dan metode peristiwa Nuzul Al-Qur'an tidak terjadi sekaligus, melainkan
berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan konteks yang
dihadapi Nabi Muhammad SAW. Al-Qur'an diturunkan sebagai petunjuk hidup,
pedoman moral, dan sumber hukum bagi umat Islam. Ia berfungsi untuk
mengatur kehidupan individu dan masyarakat.
Kesimpulannya, Nuzul Al-Qur'an bukan hanya sekadar peristiwa sejarah,
tetapi juga memiliki makna yang mendalam bagi pengembangan agama Islam
dan kehidupan umat manusia secara keseluruhan.

B. SARAN
Demikianlah makalah mengenai Ulumul Qur'an, kami berharap kepada
pembaca agar dapat memberikan penulis kritikan maupun masukkan yang positif
demi penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini memberikan faedah bagi
kita semua.

1
DAFTAR PUSTAKA
Isroni, Wahab / Mabarun, Ahmad / Fathurrahman. “NUZULUL QURAN:
PENGERTIAN, SEJARAH DAN KEISTIMEWAANNYA” 2024.
Yunan, Muhammad. “NUZULUL QUR’ AN DAN ASBABUN NUZUL”
2020.

Sunnatullah. “Sejarah Singkat Nuzulul Qur’an”


2023. jurnal.stiq-amuntai.ac.id
Markaz Qiraat Indonesia, 28 Januari 2022.
STID DI AL-HIKMAH JAKARTA. “Ayat yang turun pertama kali” (2012).
Nasif, Muhammad. “Beda Pendapat Tentang Ayat Al-Quran yang Terakhir
Diturunkan”. (2020).
Supiana & M. Karman, Ulumul Qur'an, (Bandung: Pustaka Hidayah, 2002).

Anda mungkin juga menyukai