Proses Nuzulul Qur'an dan Hikmahnya
Proses Nuzulul Qur'an dan Hikmahnya
NUZULUL QUR’AN
Disusun Oleh
Semester : II
DOSEN PEMBIMBING
Syofrianisda, S. Th.I, M.A
Assalamualaikum wr.wb
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan karunianya, sehingga penulis bisa menyelesaikan tugas Makalah yang
berjudul ” NUZULUL QUR’AN” ini. Dalam penyusunannya mungkin tugas
makalah ini sangat jauh sekali dari kesempurnaan. oleh karena itu, penulis sangat
berharap saran dan kritik yang sifatnya membangun sebagai bahan perbaikan bagi
penulis di masa yang akan datang.
Wassalamualaikum wr.wb
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...................................................................................1
B. Rumusan Masalah..............................................................................1
C. Tujuan Penulisan...............................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
Daftar Pustaka
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Al-Qur’an adalah kitab suci kita umat islam dan menjadi sumber ajaran Islam
yang pertama dan utama yang harus kita imani dan aplikasikan dalam kehidupan
kita agar kita memperoleh kebaikan di dunia dan di akhirat. Didalam al-qur’an
sendiri banyak sekali pelajaran hidup yang dapat kita kaji. Tetapi sebelum kita
mempelajari al-Qur’an lebih dalam lagi, alangkah baiknya kita berkenalan dengan
al-Qur’an dahulu yaitu dengan mengetahui tentang turunya al-Qur’an, bagaimana
proses & tahapan al-Qur’an bisa ada di bumi ini, dan apa saja hikmah yang
tekandung didalam turunya al-Qur’an yang bertahap-tahap.
Penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana Al Qur`an itu bisa ada di muka
bumi ini, agar menambah keteguhan iman kita kepada kitab Allah SWT dan tetap
pada ajaran Islam yang benar. Apabila kita tidak mengetahui sejarah turunya al-
qur’an, maka kecenderungan mengulangi sejarah seperti masa lalu ketika
terjadinya pemalsuan al-Qur’an pada masa-masa awal Islam akan terjadi lagi.
Apalagi mengingat sekarang ini bebas dan maraknya ajaran-ajaran “sak penake
dewe” yang bermunculan. banyak hal yang mesti kita ketahui tentang al-Qur’an.
Dari sinilah makalah ini kami susun dengan harapan agar kita semua semakin
mengenali al-Qur’an, semakin cinta kepada al-qur’an dan semakin memperkaya
ilmu pengetahuan kita khususnya tentang Nuzulul Qur’an.
B. Rumusan masalah
1. Apa pengertian nuzulul qur’an ?
2. Bagaimana proses turunnya ayat ?
3. Apa hikmah penurunan Al-qur’an secara berangsur-angsur ?
4. Apa ayat pertama dan terakhir diturunkan ?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk Menjelaskan Pengertian nuzulul qur’an
2. Untuk Menjelaskan proses penurunan ayat
3. Untuk Menjelaskan hikmah penurunan al-qur’an secara berangsur-angsur
4. Untuk menjelaskan ayat pertama dan terakhir diturunkan
1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Nuzulul Qur’an
Secara etimologis Nuzulul Qur’an terdapat dua kata yaitu kata Nuzul dan
Al-Qur’an. . Pada dasarnya ”Nuzul” itu mempunyai arti turunnya suatu benda dari
tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Sedangkan Al-Qur’an yaitu firman
allah yang telah diturunkan melalui malaikat jibril kepada Nabi Muhammad SAW
dan membacanya adalah ibadah. Kata Nuzul memiliki beberapa pengertian.
Menurut Ibn Faris, kata Nuzul berarti hubuth syay wa wuqu’uh, turun dan
jatuhnya sesuatu.1 Sedang menurut al-Raghib al-Isfahaniy, kata Nuzul berarti
الُهُبْو ُط ِمْن ُع ُل ٍّق ِاَلى َس ْف ٍل, meluncur atau turun dari atas ke bawah. Menurut al-
2
Zarqoni, kata Nuzul di ungkapkan dalam penuturanya yang lain untuk pengertian
perpindahannya sesuatu dari atas ke bawah.3
Di dalam hubungannya dengan pembahasan Nuzulul Qur’an ini, kata MF.
Zenrif di dalam bukunya yang berjudul sintesis paradigma studi al-Qur’an, ada
juga pendapat yang memberikan alternatif dari problem teologis dengan
memberikan pengertian majaziy dari kata nuzul. Dalam hal ini nuzul diartikan
penampakan al-Qur’an ke pentas bumi pada waktu dan tempat tertentu. Memang
menurut pandangan ini al-Qur’an bersifat Qodim, dalam pengertian sudah ada
sebelum adanya tempat dan waktu, akan tetapi keberadaanya ketika itu belum
diketahui atau hadir di pentas bumi. Ketika al-Qur’an pertama kali diterima Nabi
saw, ketika itu pula al-Qur’an menampakan diri. Oleh karenanya, inna anzalnahu
fi lailat al-qodr mempunyai pengertian: “sesungguhnya kami memulai
memperkenalkan kehadiran al-Qur’an pada malam al-Qodr”4
1
Abi al-Hussein Ahmad Ibn Faris ibn Zakariya, Maqoyis al-Lughoh (Beirut: Dar al-‘Ilm
Li al-Malayyin, t.t.), hlm.342. (https://samsulabidin.wordpress.com/2009/08/15/nuzulul-qur’an/).
2
Al-Raghib sal-Isfahaniy, al-Mufradat fi aAlfadz Alqur’an al-Karim (Beirut: Darul-Fikr,
1982), hlm.824 (https://samsulabidin.wordpress.com/2009/08/15/nuzulul-qur’an/).
3
Muhammad ‘Abd al-‘Azrqoni, Mahahil Irfan fi ‘Ulum Al-Qur’an, jilid I (Beirut: Darul-
Fikr, 1988), hlm. 41. (https://samsulabidin.wordpress.com/2009/08/15/nuzulul-qur’an/).
4
MF. Zenrif, Sintesis Paradigma Studi Al-Qur’an, (Malang: UIN-Malang Press, 2008),
Hlm 2.
2
3
a. Malaikat Jibril memasukkan wahyu ke dalam hati Nabi. Dalam hal ini,
Nabi tidak melihat sesuatu apapun, hanya merasa bahwa wahyu itu sudah
berada di dalam kalbunya. Mengenai hal ini, Nabi mengatakan: Ruhul
Qudus mewahyukan ke dalam kalbuku (QS. asy-syura).
5
http://id.wikipedia.org/wiki/Cara_pewahyuan_Al-Qur’an.
4
Artinya : Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Qur’an yang mulia,
yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh.
6
http://hadisoecipto.blogspot.com/2013/07/ulumul-quran-nuzulul-quran.html
5
Mahfudh, kitab Al-Qur’an itu turun ke Baitul `Izzah di langit dunia atau
langit terdekat dengan bumi ini. Banyak isyarat maupun penjelasannya
dari ayat-ayat Al-Qur’an maupun hadits Nabi SAW. antara lain sebagai
berikut dalam Surat Ad-Dukhan ayat 1-6 :
Hadis riwayat Hakim dari Sa`id Ibn Jubair dari Ibnu Abbas dari Nabi
Muhammad saw bersabda: Al-Qur’an itu dipisahkan dari pembuatannya
lalu diletakkan di Baitul Izzah dari langit dunia, kemudian mulailah
Malaikat Jibril menurunkannya kepada Nabi Muhammad saw.
Hadis riwayat al-Nasa’i, Hakim dan Baihaki dari Ibnu Abbas ra. Beliau
berkata: Al-Qur’an itu diturunkan secara sekaligus ke langit dunia pada
malam Qadar, kemudian setelah itu diturunkan sedikit demi sedikit selama
duapuluh tahun.
3. Tahap ketiga, Al-Qur’an turun dari Baitul-Izzah di langit dunia
langsung kepada Nabi Muhammad SAW., yakni setelah wahyu Kitab Al-
Qur’an itu pertama kalinya di tempatkan di Lauh Mahfudh, lalu keduanya
diturunkan ke Baitul Izzah di langit dunia, kemudian pada tahap ketiga Al-
Qur’an disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad saw dengan
melalui perantaraan Malaikat Jibril. Dalam hal ini antara lain tersebut
dalam QS Asy-Syu`ara’ : 193-194, Al-Furqan :32 sebagai berikut:
7
MF. Zenrif, Sintesis Paradigma Studi Al-Qur’an, (Malang: UIN-Malang Press, 2008), Hlm 8-9.
8
Perhatikan QS. Yasin: 76 .
9
Lihat QS. Hud: 120.
7
b) Dikatakan pula bahwa yang pertama kali turun adalah Q.S Al-Mudatsir
ayat 1 : َيا َأُّيَها اْلُم َّد ِّثُر
8
“ketika aku berjalan, aku mendengar suara dari langit. Lalu ku angkat
kepalaku, tiba-tiba yang datang kepadaku malaikat yang ku lihat ketika
aku di gua hirak duduk diatas kursi yang terletak diantara langit dan
bumi, sehingga akupun merasa ketakutan sekali. Kemudian aku pulang
dan berkata: “selimuti aku, selimuti aku “. Lalu Allah menurunkan: wahai
orang yang berselimut, bangkitlah, lalu berilah peringatan “
9
10
Halimuddin.Sejarah Al-Qur’an. (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1992),hlm 22-23
10
َو اَّتُقوا َيْو ًم ا ُتْر َجُعوَن ِفيِه ِإىَل الَّلِه َّمُث ُتَو ىَّف ُك ُّل َنْف ٍس َم ا َك َس َبْت َو ُه ْم ال ُيْظَلُم وَن
“Dan peliharalah dirimu dari adzab yang akan terjadi pada suatu hari
dimana pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah,
kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap
apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya
(dirugikan)” (Al-Baqarah :281)
Ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan An-Nasa’i dan lain-lain.
c) Dikatakan bahwa yang terakhir kali turun itu ayat tentang hutang yaitu
Q.S Al-Baqarah:282. Dasarnya adalah hadits yang diriwayatkan dari
sa’id bin Al-Musayyib, “...Telah sampai kepadanya bahwa ayat Al-
Qur’an yang paling muda di Arsy ialah ayat mengenai hutang”.
ِذ
َيا َأُّيَه ا اَّل يَن آَم ُنوا ِإَذا َتَد اَيْنُتْم ِبَد ْيٍن ِإىَل َأَج ٍل ُمَس ًّم ى َفاْك ُتُبوُه
mengenai Riba dan tentang hutang, karena ayat-ayat itu masih satu kisah
(masalah muamalah). Setiap perawi mengabarkan bahwa sebagian dari
yang diturunkan itu sebagai yang terakhir kali. Dengan demikian ketiga
ayat itu tidak saling bertentangan.12
d) Ada lagi yang berpendapat bahwa yang terakhir kali diturunkan adalah
Q.S An-Nisaa:176 tentang kalalah(seseorang yg meninggal sudah tidak
ada ayah maupun keturunannya). Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan
dari Al-Barra bin Azib, katanya, “Ayat yang terakhir kali turun adalah,
ْف ُتوَنَك ُقِل الَّل ْف ِتيُك يِف اْلَك الَلِة
ُه ُي ْم َيْس َت
“Mereka meminta fatwa kepadamu mengenai kalalah, katakanlah: Allah
memberi fatwa kepadamu tentang kalalah.” (An-Nisaa” : 176)
e) Pendapat lainnya mengatakan, bahwa yang terakhir turun adalah Q.S At-
Taubah:128.
ِح ِب ِمِن ِه ِن ِم ِس
َلَقْد َج اَءُك ْم َرُس وٌل ْن َأْنُف ُك ْم َعِز يٌز َعَلْي َم ا َع ُّتْم َح ِر يٌص َعَلْيُك ْم اْلُم ْؤ َني َرُءوٌف َر يٌم
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri,
berat terasa olehnya penderitaan yang kamu Alami,(dia) sangat
menginginkan (keislaman dan keselamatan) bagimu, penyantun, dan
penyayang terhadap orang-orang yang beriman (Q.S At-Taubah:128)
Dalam Al-Mustadrak disebutkan dari ubay bin ka’ab, ia berkata,
“Ayat yang terakhir kali diturunkan yaitu; ‘Sesungguhnya telah datang
kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri......” (At-Taubah: 128)
sampai akhir surat. Mungkin yang dimaksud adalah ayat terakhir yang
diturunkan dari surat At-Taubah.
f) Di katakan pula yang terakhir kali turun adalah surat Al maidah. Ini di
dasarkan pada riwayat tirmidhi dan haki, dari Aisyah ra. Tetapi menurut
pendapat kami surat ini surat yang terakhir kali turun dalam hal halal dan
haram, sehingga tak satu hukumpun yang di nasih (dihapus) di dalamnya.
g) Ada juga yang mengatakan bahwa yang terakhirkali turun adalah Q.S
Ali-Imran:195.
12
M. Bin Alawi Al-maliki Al-khusaini.Zubdatul Itqon Fiulumul Qur’an. (Darul Fikr
,1986).hlm 23-24
12
َعِظ يًم ا
13
Mudzakir, As. Studi Ilmu-Ilmu Al-qur’an. (Jakarta: Citra AntarNusa ,2006).hlm 13-14
13
14
Anwar, Rosihan. Ulum Al-Qur’an ( Untuk UIN, STAI, dan PTAIS,) . (Bandung : Pustaka
Setia, 2010).hlm 6
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Nuzulul Qur’an adalah proses turunnya firman dari Allah SWT melalui
malaikat jibril kepada Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat, pedoman dan
petunjuk kepada hambanya. Yang terdiri dari 30 juz 6666 ayat dan 114 suroh,
yang diturunkan secara berangsur-angsur dan bertahap selama 22 tahun 2 bulan 22
hari. Adapun tahapannya yaitu :
1. Al-Qur’an diturunkan atau ditempatkan di Lauh Mahfudh,
2. Al-Qur’an turun dari Lauh Mahfudh ke Baitul `Izzah di Sama’ al-Dunya
(langit dunia).
3. Al-Qur’an turun dari Baitul-Izzah di langit dunia langsung kepada Nabi
Muhammad SAW.
Dalam penurunan al-Qur’an yang dilakukan secara berangsur-angsur
memiliki banyak manfaat baik bagi pribadi nabi Muhammad SAW, bagi sahabat
dan masyarakat saat masa al-Qur’an maupun bagi masyarakat setelah al-Qur’an.
14
15
Demikian pendapat yang paling kuat tentang ayat yang pertama turun adalah
Q.S. Al-Alaq ayat 1-5 berdasarkan riwayat ‘Aisyah yang dicatat oleh Imam
Bukhari, Muslim dan al-Hakim dalam kitab-kitab hadits mereka, juga
disimpulkan bahwa Surah al-Taubah sebagai surah panjang terakhir yang turun,
Surah al-Nasr surah pendek yang terakhir turun dan Surah al-Baqarah ayat 275-
281 merupakan ayat terakhir diturunkan didasarkan pada hadits yang diriwayatkan
dari sa’id bin Al-Musayyib, “...Telah sampai kepadanya bahwa ayat Al-Qur’an
yang paling muda di Arsy ialah ayat mengenai hutang”.
B. Saran
Demikianlah tugas penyusunan makalah ini kami persembahkan. Harapan
kami dengan adanya tulisan ini bisa menjadikan kita lebih mengenali al-Qur’an,
dan bisa menambah kecintaan kita terhadap al-Qur’an, Kususnya pada mata
kuliah pengantar studi al-quran dan hadis nanti kita bisa lebih menikmatinya
dengan nyaman karna telah berkenalan dengan al-Qur’an. Demi kesempurnaan
makalah ini Kritik dan saran sangat kami harapkan dari para pembaaca. Apabila
ada kekurangan dalam penyusunan makalah ini, kami mohon maaf yang sebesar-
besarnya.
.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an al-karim
Al-‘Azrqoni, Muhammad ‘Abd. 1988. Mahahil Irfan fi ‘Ulum Al-Qur’an, jilid I. Beirut:
Darul-Fikr.
Ibn Zakariya, Abi al-Hussein Ahmad Ibn Faris. Maqoyis al-Lughoh. Beirut: Dar al-‘Ilm
Li al-Malayyin, t.t.
Mudzakir, As. 2006. Studi Ilmu-Ilmu Al-qur’an. Jakarta: Citra Antar Nusa
Zenrif, MF. 2008. Sintesis Paradigma Studi Al-Qur’an. Malang: UIN-Malang Press.
Sumber lain
https://samsulabidin.wordpress.com/2009/08/15/nuzulul-qur’an/
http://id.wikipedia.org/wiki/Cara_pewahyuan_Al-Qur’an.
http://hadisoecipto.blogspot.com/2013/07/ulumul-quran-nuzulul-quran.html
ii