0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan20 halaman

Proses Nuzulul Qur'an dan Hikmahnya

Diunggah oleh

Yeye Shoop
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan20 halaman

Proses Nuzulul Qur'an dan Hikmahnya

Diunggah oleh

Yeye Shoop
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

NUZULUL QUR’AN

Diajukan untuk Memenuhi Tugas pada Mata Kuliah

PENGANTAR STUDI AL-QURAN DAN HADIS

Disusun Oleh

Nama : 1. Ahmad Saleh


2. Anisa Fitri
3. Irwandi
Prodi : PAI

Semester : II

DOSEN PEMBIMBING
Syofrianisda, S. Th.I, M.A

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM


YAYASAN PERGURUAN TINGGI ISLAM PASAMAN
STAI-YAPTIP KAMPUS II UJUNG GADING
1445 H /2024 M
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan karunianya, sehingga penulis bisa menyelesaikan tugas Makalah yang
berjudul ” NUZULUL QUR’AN” ini. Dalam penyusunannya mungkin tugas
makalah ini sangat jauh sekali dari kesempurnaan. oleh karena itu, penulis sangat
berharap saran dan kritik yang sifatnya membangun sebagai bahan perbaikan bagi
penulis di masa yang akan datang.

Dalam kesempatan kali ini, penulis ingin mengucapkan banyak terima


kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penyusunan tugas ini.
Mudah-mudahan tugas makalah yang kami buat dapat bermanfaat bagi para
pembacanya.

Wassalamualaikum wr.wb

Ujung Gading, Mei 2024

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................i

DAFTAR ISI...........................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang...................................................................................1
B. Rumusan Masalah..............................................................................1
C. Tujuan Penulisan...............................................................................1

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Nuzulul Qur’an.................................................................2


B. Proses Turunnya Ayat.........................................................................3
C. Hikmah Penurunan Al-Qur’an Secara Berangsur-Angsur.................6
D. Ayat Pertama dan Terakhir Diturunkan..............................................7
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.......................................................................................14
B. Saran.................................................................................................15

Daftar Pustaka

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Al-Qur’an adalah kitab suci kita umat islam dan menjadi sumber ajaran Islam
yang pertama dan utama yang harus kita imani dan aplikasikan dalam kehidupan
kita agar kita memperoleh kebaikan di dunia dan di akhirat. Didalam al-qur’an
sendiri banyak sekali pelajaran hidup yang dapat kita kaji. Tetapi sebelum kita
mempelajari al-Qur’an lebih dalam lagi, alangkah baiknya kita berkenalan dengan
al-Qur’an dahulu yaitu dengan mengetahui tentang turunya al-Qur’an, bagaimana
proses & tahapan al-Qur’an bisa ada di bumi ini, dan apa saja hikmah yang
tekandung didalam turunya al-Qur’an yang bertahap-tahap.

Penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana Al Qur`an itu bisa ada di muka
bumi ini, agar menambah keteguhan iman kita kepada kitab Allah SWT dan tetap
pada ajaran Islam yang benar. Apabila kita tidak mengetahui sejarah turunya al-
qur’an, maka kecenderungan mengulangi sejarah seperti masa lalu ketika
terjadinya pemalsuan al-Qur’an pada masa-masa awal Islam akan terjadi lagi.
Apalagi mengingat sekarang ini bebas dan maraknya ajaran-ajaran “sak penake
dewe” yang bermunculan. banyak hal yang mesti kita ketahui tentang al-Qur’an.
Dari sinilah makalah ini kami susun dengan harapan agar kita semua semakin
mengenali al-Qur’an, semakin cinta kepada al-qur’an dan semakin memperkaya
ilmu pengetahuan kita khususnya tentang Nuzulul Qur’an.

B. Rumusan masalah
1. Apa pengertian nuzulul qur’an ?
2. Bagaimana proses turunnya ayat ?
3. Apa hikmah penurunan Al-qur’an secara berangsur-angsur ?
4. Apa ayat pertama dan terakhir diturunkan ?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk Menjelaskan Pengertian nuzulul qur’an
2. Untuk Menjelaskan proses penurunan ayat
3. Untuk Menjelaskan hikmah penurunan al-qur’an secara berangsur-angsur
4. Untuk menjelaskan ayat pertama dan terakhir diturunkan

1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Nuzulul Qur’an
Secara etimologis Nuzulul Qur’an terdapat dua kata yaitu kata Nuzul dan
Al-Qur’an. . Pada dasarnya ”Nuzul” itu mempunyai arti turunnya suatu benda dari
tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Sedangkan Al-Qur’an yaitu firman
allah yang telah diturunkan melalui malaikat jibril kepada Nabi Muhammad SAW
dan membacanya adalah ibadah. Kata Nuzul memiliki beberapa pengertian.
Menurut Ibn Faris, kata Nuzul berarti hubuth syay wa wuqu’uh, turun dan
jatuhnya sesuatu.1 Sedang menurut al-Raghib al-Isfahaniy, kata Nuzul berarti
‫ الُهُبْو ُط ِمْن ُع ُل ٍّق ِاَلى َس ْف ٍل‬, meluncur atau turun dari atas ke bawah. Menurut al-
2

Zarqoni, kata Nuzul di ungkapkan dalam penuturanya yang lain untuk pengertian
perpindahannya sesuatu dari atas ke bawah.3
Di dalam hubungannya dengan pembahasan Nuzulul Qur’an ini, kata MF.
Zenrif di dalam bukunya yang berjudul sintesis paradigma studi al-Qur’an, ada
juga pendapat yang memberikan alternatif dari problem teologis dengan
memberikan pengertian majaziy dari kata nuzul. Dalam hal ini nuzul diartikan
penampakan al-Qur’an ke pentas bumi pada waktu dan tempat tertentu. Memang
menurut pandangan ini al-Qur’an bersifat Qodim, dalam pengertian sudah ada
sebelum adanya tempat dan waktu, akan tetapi keberadaanya ketika itu belum
diketahui atau hadir di pentas bumi. Ketika al-Qur’an pertama kali diterima Nabi
saw, ketika itu pula al-Qur’an menampakan diri. Oleh karenanya, inna anzalnahu
fi lailat al-qodr mempunyai pengertian: “sesungguhnya kami memulai
memperkenalkan kehadiran al-Qur’an pada malam al-Qodr”4

1
Abi al-Hussein Ahmad Ibn Faris ibn Zakariya, Maqoyis al-Lughoh (Beirut: Dar al-‘Ilm
Li al-Malayyin, t.t.), hlm.342. (https://samsulabidin.wordpress.com/2009/08/15/nuzulul-qur’an/).
2
Al-Raghib sal-Isfahaniy, al-Mufradat fi aAlfadz Alqur’an al-Karim (Beirut: Darul-Fikr,
1982), hlm.824 (https://samsulabidin.wordpress.com/2009/08/15/nuzulul-qur’an/).
3
Muhammad ‘Abd al-‘Azrqoni, Mahahil Irfan fi ‘Ulum Al-Qur’an, jilid I (Beirut: Darul-
Fikr, 1988), hlm. 41. (https://samsulabidin.wordpress.com/2009/08/15/nuzulul-qur’an/).
4
MF. Zenrif, Sintesis Paradigma Studi Al-Qur’an, (Malang: UIN-Malang Press, 2008),
Hlm 2.

2
3

B. Proses Turunnya Al-Qur’an


Menyambung pengertian tentang nuzulul qur’an diatas dalam proses
turunnya al-Qur’an ini sebenarnya pendapat ulama berbeda-beda, tapi secara garis
besar dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu:
1. Pendapat pertama menyatakan bahwa al-qur’an diturunkan sekeligus.
Pandangan ini berdasarkan dalil-dalil:
“sesungguhnya kami telah menurunkannya (al-Qur’an) pada malam lailatul
qadar” (QS.Al-Qadar: 1).
“sesungguhnya kami telah menurunkan (al-Qur’an) pada suatu malam yang
diberkahi.” (QS.Al-Dukhan: 3).
2. Pendapat kedua melihat bahwa pendapat pertama ini bertentangan dengan
kenyataan historis yang menunjukan bahwa al-Qur’an diturunkan selama
kurang lebih 23 tahun, oleh karenanya mayoritas ulama berpendapat bahwa
dua ayat tersebut menjelaskan awal mula turunya al-Qur’an secara
keseluruhan di bulan romadhon ke lauh mahfudz, kemudian jibril as
menurunkan al-Qur’an kepada nabi saw sesuai kejadian dan peristiwa selama
kurang lebih 23 tahun.
Untuk memperjelas pendapat yang terakhir tadi kami juga bersependapat
bahwa al-Qur’an itu diturunkan secara berangsur-angsur yang terdiri dari 30 juz
6666 ayat dan 114 suroh, diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui
perantaraan malaikat jibril selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Dalam proses
pewahyuannya terdapat beberapa cara untuk menyampaikan wahyu yang dibawa
Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad, diantaranya5 :

a. Malaikat Jibril memasukkan wahyu ke dalam hati Nabi. Dalam hal ini,
Nabi tidak melihat sesuatu apapun, hanya merasa bahwa wahyu itu sudah
berada di dalam kalbunya. Mengenai hal ini, Nabi mengatakan: Ruhul
Qudus mewahyukan ke dalam kalbuku (QS. asy-syura).

5
http://id.wikipedia.org/wiki/Cara_pewahyuan_Al-Qur’an.
4

b. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi menjadi seorang lelaki yang


mengucapkan kata-kata kepadanya sehingga Nabi mengetahui dan dapat
menghafal kata-kata itu.
c. Wahyu datang kepada Nabi seperti gemerincingnya lonceng. Cara ini
dirasakan paling berat bagi Nabi. Kadang pada keningnya berkeringat,
meskipun turunnya wahyu di musim dingin. Kadang unta Baginda Nabi
terpaksa berhenti dan duduk karena merasa berat bila wahyu turun ketika
Nabi sedang mengendarai unta.
d. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi, tidak berupa seorang laki-
laki, tetapi benar-benar sebagaimana rupa aslinya (QS. an-Najm:13-14).

Adapun tahap tahap turunya al-qur’an ada 3 tahap, yaitu6 :


1. Tahap pertama, Al-Qur’an diturunkan atau ditempatkan di Lauh
Mahfudh, yakni suatu tempat di mana manusia tidak bisa mengetahuinya
secara pasti. Hal ini sebagaimana diisyaratkan dalam QS Al-Buruj : 21-22.

Artinya : Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Qur’an yang mulia,
yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh.

Penjelasan mengenai sejak kapan Al-Qur’an ditempatkan di Lauh


Mahfudh, dan bagaimana caranya adalah merupakan hal-hal gaib yang
menjadi bagian keimanan dan tidak ada yang mampu mengetahuinya
selain dari Allah swt. Dalam konteks ini Al-Qur’an diturunkan secara
sekaligus maupun secara keseluruhan. Hal ini di dasarkan pada dua
argumentasi. Pertama: Karena lahirnya nash pada ayat 21-22 surah al-
Buruj tersebut tidak menunjukkan arti berangsur-angsur. Kedua: karena
rahasia/hikmah diturunkannya Al-Qur’an secara berangsur-angsur tidak
cocok untuk tanazul tahap pertama tersebut. Dengan demikian turunnnya
Al-Qur’an pada tahap awal, yaitu di Lauh Fahfudz dapat dikatakan secara
sekaligus dan tidak berangsur-angsur.
2. Tahap kedua, Al-Qur’an turun dari Lauh Mahfudh ke Baitul `Izzah di
Sama’ al-Dunya (langit dunia), yakni setelah Al-Qur’an berada di Lauh

6
http://hadisoecipto.blogspot.com/2013/07/ulumul-quran-nuzulul-quran.html
5

Mahfudh, kitab Al-Qur’an itu turun ke Baitul `Izzah di langit dunia atau
langit terdekat dengan bumi ini. Banyak isyarat maupun penjelasannya
dari ayat-ayat Al-Qur’an maupun hadits Nabi SAW. antara lain sebagai
berikut dalam Surat Ad-Dukhan ayat 1-6 :

Artinya: Ha-Mim. Demi Kitab (Al Qur’an) yang menjelaskan,


sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi
dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu
dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar
dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul,
sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS Ad-Dukhan 1-6).

Hadis riwayat Hakim dari Sa`id Ibn Jubair dari Ibnu Abbas dari Nabi
Muhammad saw bersabda: Al-Qur’an itu dipisahkan dari pembuatannya
lalu diletakkan di Baitul Izzah dari langit dunia, kemudian mulailah
Malaikat Jibril menurunkannya kepada Nabi Muhammad saw.

Hadis riwayat al-Nasa’i, Hakim dan Baihaki dari Ibnu Abbas ra. Beliau
berkata: Al-Qur’an itu diturunkan secara sekaligus ke langit dunia pada
malam Qadar, kemudian setelah itu diturunkan sedikit demi sedikit selama
duapuluh tahun.
3. Tahap ketiga, Al-Qur’an turun dari Baitul-Izzah di langit dunia
langsung kepada Nabi Muhammad SAW., yakni setelah wahyu Kitab Al-
Qur’an itu pertama kalinya di tempatkan di Lauh Mahfudh, lalu keduanya
diturunkan ke Baitul Izzah di langit dunia, kemudian pada tahap ketiga Al-
Qur’an disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad saw dengan
melalui perantaraan Malaikat Jibril. Dalam hal ini antara lain tersebut
dalam QS Asy-Syu`ara’ : 193-194, Al-Furqan :32 sebagai berikut:

Artinya : Ia (Al-Qur’an) itu dibawa turun oleh Ar-Ruh al-Amin (Jibril) ke


dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara
orang-orang yang memberi peringatan (Asy-Syu`ara’: 193-194).
6

Artinya : Berkatalah orang-orang kafir, mengapa Al-Qur’an itu tidak


diturunkan kepadanya sekali turun saja. Demikianlah supaya Kami perbuat
hatimu dengannya dan Kami (menurunkan) dan membacakannya
kelompok demi kelompok (Al-Furqan ayat 32).

C. Hikmah Penurunan Al-Qur’an Secara Berangsur-Angsur


Hikmah diturunkanya Al-Qur’an secara berangsur-angsur itu sangat
banyak manfaatnya, baik bagi pribadi nabi Muhammad SAW, masyarakat arab
ketika masa Al-qur’an diturunkan maupun bagi umat setelah masa sahabat 7.
Adapun hikmah turunya Al-Qur’an secara berangsur-angsur bagi pribadi nabi
Muhammad SAW adalah :
1. Menepis keraguan hati nabi Muhammad SAW akan kebenaran wahyu yang
diterimanya (QS.Yunus : 20).
2. Menghilangkan kegelisahan yang sering dihadapi nabi Muhammad SAW
ketika lama tidak menerima wahyu.
3. Memberikan kekuatan kepada nabi Muhammad SAW dalam menghadapi
tekanan dan intimidasi orang-orang Quraisy8.
4. Meneguhkan hati nabi Muhammad SAW dengan mencerikan kisah-kisah nabi
sebelumnya9.

Sedangkan manfaat bagi masyarakat arab ketika masa al-Qur’an


diturunkan adalah untuk :
1. Mempermudah sahabat dalam menghafalkan, memamahami, dan
mengamalkan al-Qur’an.
2. Merubah tradisi secara bertahap sehingga tidak terjadi kejutan dan loncatan
tradisi yang dapat mengakibatkan masyarakat antipati terhadap ajaran al-
Qur’an.

Sementara manfaat turunya alqur’an berangsur-angsur bagi umat setelah


masa sahabat adalah untuk :
1. Memermudah memahami tahapan-tahapan penetapan hukum.

7
MF. Zenrif, Sintesis Paradigma Studi Al-Qur’an, (Malang: UIN-Malang Press, 2008), Hlm 8-9.
8
Perhatikan QS. Yasin: 76 .
9
Lihat QS. Hud: 120.
7

2. Memepermudah mengetahui turunnya ayat al-qur’an sehingga dapat diketahui


mana ayat yang tergolong dalam makiyah dan yang madaniyah.
3. Mempermudah mengetahui nasikh dan mansyukh.

D. Ayat Pertama dan Terakhir Diturunkan


1. Ayat yang pertama turun
a) Pendapat yang paling sahih mengenai yang pertama kali turun ialah
Al-‘Alaq ayat 1-5:
)٣( ‫) اْقَر ْأ َو َر ُّبَك اَأْلْك َر ُم‬٢( ‫) َخ َلَق اِإْل ْنَس اَن ِم ْن َع َلٍق‬١( ‫َر ِّبَك اَّلِذ ي َخ َلَق‬ ‫اْقَر ْأ ِباْس ِم‬
)٥( ‫) َع َّلَم اِإْل ْنَس اَن َم ا َلْم َيْع َلْم‬٤( ‫ِباْلَقَلِم‬ ‫اَّلِذ ي َع َّلَم‬
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah
menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmu adalah Maha Pemurah. Yang mengajar
(manusia) dengan perantaran qalam (alat tulis). Dia mengajarkan
kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Q.S Al-‘Alaq:1-5)

Pendapat ini di dasarkan pada suatu hadits yang diriwayatkan oleh 2


Syaikh ahli dan yang lain, dari Aisyah r.a yang mengatakan:

”sesungguhnya apa yang mula-mula terjadi bagi Rasulullah adalah mimpi


yang benar di waktu tidur.Dia melihat dalam mimpinya itu datangnya
bagaikan terangnya pagi hari. Kemudian dia suka menyendiri. Dia pergi
ke gua Hira untuk beribadah beberapa malam. Untuk itu ia membawa
bekal. kemudian ia pulang kepada Khadijah r.a, maka Khadijah pun
membekalinya seperti bekal terdahulu. Di gua Hira ia dikejutkan oleh
suatu kebenaran. Seorang malaikat datang kepadanya dan mengatakan:
’bacalah!’ Rasulullah menceritakan, maka aku pun menjawab:’aku tidak
pandai membaca.’ Malikat tersebut kemudian memelukku sehingga aku
merasa amat payah. Lalu aku dilepaskan, dan dia berkata lagi: ‘bacalah!’
Maka akupun menjawab: Aku tidak pandai membaca. Lalu dia
merangkulku yang kedua kali sampai aku kepayahan. Kemudian dia
lepaskan lagi dan dia berkata: ‘bacalah!’ aku menjawab: ‘aku tidak
pandai membaca’. Maka dia merangkulku yang ketiga kalinya sehingga
aku kepayahan. kemudian dia berkata: ‘bacalah dengan menyebut nama
Tuhanmu yang telah menciptkan….’ sampai dengan ‘….. apa yang tidak
diketahuinya’ (Hadits)

b) Dikatakan pula bahwa yang pertama kali turun adalah Q.S Al-Mudatsir
ayat 1 : ‫َيا َأُّيَها اْلُم َّد ِّثُر‬
8

“Ya ayyuhal muddassir” (wahai orang yang berselimut). Ini didasarkan


pada hadits yang diriwayatkan oleh 2 Syaikh ahli hadits:
Dari Abu Salamah bin Abdurrahman; dia berkata: “aku telah bertanya
kepada Jabir bin Abdullah: yang manakah di antara Qur’an itu yang
turun pertama kali? Dia menjawab: Ya ayyuhal muddassir. Aku bertanya
lagi: ataukah iqra’ bismi rabbik? dia menjawab: ‘Aku katakan kepadamu
apa yang dikatakan Rasulullah SAW kepada kami: “sesungguhnya aku
berdiam diri di gua Hira.Maka ketika habis masa diamku,aku turun lalu
aku telusuri lembah. Aku lihat kemuka, kebelakang, kekanan dan kekiri.
Lalu aku lihat kelangit tiba-tiba aku melihat jibril yang amat menakutkan.
Maka aku pulang ke khodijah. Khodijah memerintahkan mereka untuk
menyelimuti aku. Merekapun menyelimuti aku. Lalu Allah menurunkan:
“wahai orang yang berselimut, bangkitlah, lalu berilah peringatan “

Mengenai hadist jabir ini,dapatlah dijelaskan bahwa pertanyaan itu


mengenai surat yang di turunkan secara penuh. Jabir menjelaskan bahwa
surat muddassirlah yang turun secara penuh sebelum surat iqra’ selesai di
turunkan, karna yang turun pertamakali dari surat iqra’ itu hanyalah
permulaannya saja. Hal yang demikian ini juga di perkuat oleh hadist abu
salamah dari jabir yang terdapat dalam sahih bukhori dan muslim.

c) Dikatakan pula, bahwa yang pertamakali turun adalah surat fatihah.


Mungkin yang dimaksud adalah surat yang pertamakali turun secara
lengkap.

d) Disebutkan juga bahwa yang pertamakali turun adalah


Bismillahhirrohmanirrohim, karena Basmalah itu turun mendahului setiap
surat. Dalil-dalil kedua pendapat diatas hadist-hadist mursal. Pendapat yang
pertama didukung oleh hadist Aisyah itulah pendapat yang kuat dan
masyhur. Dari jabir ra bahwa Rosulullah SAW dikala itu sedang
membicarakan masalah terhentinya wahyu. Didalam hadist itu ia berkata:

“ketika aku berjalan, aku mendengar suara dari langit. Lalu ku angkat
kepalaku, tiba-tiba yang datang kepadaku malaikat yang ku lihat ketika
aku di gua hirak duduk diatas kursi yang terletak diantara langit dan
bumi, sehingga akupun merasa ketakutan sekali. Kemudian aku pulang
dan berkata: “selimuti aku, selimuti aku “. Lalu Allah menurunkan: wahai
orang yang berselimut, bangkitlah, lalu berilah peringatan “
9

Al-Dhahhak bin Muzahim berpendapat ayat pertama ialah


Bismillah. Dia menyebut ‘Abdullah bin ‘Abbas pernah berkata: Perkara
pertama yang diturunkan oleh malaikat Jibril a.s. kepada Rasulullah SAW
dengan beliau mengatakan, “Wahai Muhammad, aku berlindung kepada
Allah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui daripada Syaitan yang
dilaknat, dan katakanlah: Bismillahir Rahmanir Rahim (Dengan Nama
Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang.)10

Al-Qadhi Abu Bakar al-Baqillani menyebutkan hadis ini sebagai


munqati’ (hadits yang terputus) dalam kitabnya, Al-Intisar. Menurut al-
Zarkasyi di dalam kitabnya al-Burhan, sebahagian besar ulama
menyatukan hadis riwayat ‘Aisyah dan Jabir dengan menyimpulkan Jabir
mendengar Nabi membicarakan peristiwa permulaan wahyu dan dia
mendengar bagian akhirnya sedang bagian pertamanya dia tidak
mendengar. Jadi Jabir menyangka surah yang didengarnya adalah yang
pertama diturunkan, padahal bukan. Ibn Hibban dalam sahihnya
menyatakan tidak ada pertentangan antara kedua hadis tersebut karena
ketika turun kepada Rasulullah Iqra’, beliau pulang ke rumah lalu
berselimut; kemudian turunlah Surah Al-Muddatstsir.

Dalam hadist ini ia memberi tahukan tentang malaikat yang datang


kepadanya di gua hira sebelum saat itu. Di dalam hadist Aisyah ia
memberitahukan bahwa turunnya iqra’ itu di gua hira, dan bahwa iqra’
itulah wahyu pertama yang turun. Kemudian setelah itu wahyu terhenti.
Sedang dalam hadist jabir ia memberitahukan bahwa wahyu berlangsung
kembali setelah turunnya yaa ayyuhal muddassir.
Dengan demikian dapatlah diketahui bahwa “ iqra’ “ adalah wahyu
yang pertama sekali diturunkan secara mutlaq, dan bahwa “muddassir”
diturunkan sesudah iqra’. Hal ini sesuai dengan anjuran Al-Qur’an sendiri.
Ayat yang mula-mula turun ialah yang berhubungan dengan Ilmu
Pengetahuan. Adapun ilmu-ilmu yang berkembang pada masa keemasan

10
Halimuddin.Sejarah Al-Qur’an. (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1992),hlm 22-23
10

Islam Paling erat hubungannya Ayat pertama turun dengan pendidikan


surat al Alaq Ayat 1 , 4 ,dan 5 adalah : perintah untuk membaca , menulis
dan mengajarkan Manusia apa yang belum diketahuinya, karena membaca
dan menulis merupakan Sumber Ilmu pengetahuan.11

2. Ayat yang terakhir turun


a) Ayat terakhir diturunkan kepada Rasulullah SAW adalah ayat mengenai
riba yaitu Q.S Al-Baqarah:278. Berdasarkan pada hadits yang
dikeluarkan oleh Al-Bukhori dari Ibnu Abbas.
‫ِمِن‬ ‫ِق ِم‬ ‫ِذ‬
‫َيا َأُّيَه ا اَّل يَن آَم ُنوا اَّتُقوا الَّلَه َو َذُر وا َم ا َب َي َن الِّر َبا ِإْن ُكْنُتْم ُمْؤ َني‬
“ Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan
tinggalkanlah sisa riba yang belum di pungut jika kamu orang-orang
yang beriman” (Q.S. Al-Baqarah:278)
b) Ada yang berpendapat bahwa ayat yang terakhir turun adalah Q.S Al-
Baqarah:281

‫َو اَّتُقوا َيْو ًم ا ُتْر َجُعوَن ِفيِه ِإىَل الَّلِه َّمُث ُتَو ىَّف ُك ُّل َنْف ٍس َم ا َك َس َبْت َو ُه ْم ال ُيْظَلُم وَن‬

“Dan peliharalah dirimu dari adzab yang akan terjadi pada suatu hari
dimana pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah,
kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap
apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya
(dirugikan)” (Al-Baqarah :281)
Ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan An-Nasa’i dan lain-lain.
c) Dikatakan bahwa yang terakhir kali turun itu ayat tentang hutang yaitu
Q.S Al-Baqarah:282. Dasarnya adalah hadits yang diriwayatkan dari
sa’id bin Al-Musayyib, “...Telah sampai kepadanya bahwa ayat Al-
Qur’an yang paling muda di Arsy ialah ayat mengenai hutang”.
‫ِذ‬
‫َيا َأُّيَه ا اَّل يَن آَم ُنوا ِإَذا َتَد اَيْنُتْم ِبَد ْيٍن ِإىَل َأَج ٍل ُمَس ًّم ى َفاْك ُتُبوُه‬

“Wahai orang-orang beriman, apabila kamu berhutang untuk waktu yang


ditentukan, hendaknya kamu menuliskannya.....” (Al-Baqarah : 282).
Ketiga riwayat itu dapat dipadukan, yaitu bahwa ketiga ayat tersebut
diatas diturunkan sekaligus seperti urutannya dalam mushaf. Ayat
11
Al-Qaththan, Syaikh Manna’. Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an. (Pustaka Al-Kautsar,
2005). hlm 44
11

mengenai Riba dan tentang hutang, karena ayat-ayat itu masih satu kisah
(masalah muamalah). Setiap perawi mengabarkan bahwa sebagian dari
yang diturunkan itu sebagai yang terakhir kali. Dengan demikian ketiga
ayat itu tidak saling bertentangan.12
d) Ada lagi yang berpendapat bahwa yang terakhir kali diturunkan adalah
Q.S An-Nisaa:176 tentang kalalah(seseorang yg meninggal sudah tidak
ada ayah maupun keturunannya). Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan
dari Al-Barra bin Azib, katanya, “Ayat yang terakhir kali turun adalah,
‫ْف ُتوَنَك ُقِل الَّل ْف ِتيُك يِف اْلَك الَلِة‬
‫ُه ُي ْم‬ ‫َيْس َت‬
“Mereka meminta fatwa kepadamu mengenai kalalah, katakanlah: Allah
memberi fatwa kepadamu tentang kalalah.” (An-Nisaa” : 176)
e) Pendapat lainnya mengatakan, bahwa yang terakhir turun adalah Q.S At-
Taubah:128.
‫ِح‬ ‫ِب ِمِن‬ ‫ِه ِن‬ ‫ِم ِس‬
‫َلَقْد َج اَءُك ْم َرُس وٌل ْن َأْنُف ُك ْم َعِز يٌز َعَلْي َم ا َع ُّتْم َح ِر يٌص َعَلْيُك ْم اْلُم ْؤ َني َرُءوٌف َر يٌم‬
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri,
berat terasa olehnya penderitaan yang kamu Alami,(dia) sangat
menginginkan (keislaman dan keselamatan) bagimu, penyantun, dan
penyayang terhadap orang-orang yang beriman (Q.S At-Taubah:128)
Dalam Al-Mustadrak disebutkan dari ubay bin ka’ab, ia berkata,
“Ayat yang terakhir kali diturunkan yaitu; ‘Sesungguhnya telah datang
kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri......” (At-Taubah: 128)
sampai akhir surat. Mungkin yang dimaksud adalah ayat terakhir yang
diturunkan dari surat At-Taubah.
f) Di katakan pula yang terakhir kali turun adalah surat Al maidah. Ini di
dasarkan pada riwayat tirmidhi dan haki, dari Aisyah ra. Tetapi menurut
pendapat kami surat ini surat yang terakhir kali turun dalam hal halal dan
haram, sehingga tak satu hukumpun yang di nasih (dihapus) di dalamnya.
g) Ada juga yang mengatakan bahwa yang terakhirkali turun adalah Q.S
Ali-Imran:195.

12
M. Bin Alawi Al-maliki Al-khusaini.Zubdatul Itqon Fiulumul Qur’an. (Darul Fikr
,1986).hlm 23-24
12

‫َّلِذ‬ ‫ِم‬ ‫ِم ِم ِم‬ ‫ِض‬


‫َفاْس َتَج اَب ُهَلْم َر ُّبُه ْم َأيِّن ال ُأ يُع َعَم َل َعا ٍل ْنُك ْم ْن َذَك ٍر َأْو ُأْنَثى َبْع ُضُك ْم ْن َبْع ٍض َفا يَن‬
‫ِم ِد ِه‬
‫َه اَج ُر وا َو ُأْخ ِر ُج وا ْن َياِر ْم‬

“ Maka Tuhan memperkenankan permohonan mereka, kata Allah; Aku


tidak akan menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara
kamu, baik laki-laki ataupun perempuan, karena sebagian kamu adalah
turunan dari sebagian yang lain.” (Ali Imran: 195)
Pendapat ini didasarkan kepada hadits yang diriwayatkan Ibnu
Mardawaih melalui mujahid, dari Ummu Salamah, Dia berkata, “Ayat
yang terakhir kali turun adalah ayat, “Maka Tuhan memperkenankan
permohonan mereka.......” sampai akhir ayat tersebut.13
h) Ada yang berpendapat bahwa ayat yang terakhir turun adalah Q.S An-
Nisaa’:93.
‫َو َمْن َيْق ُتْل ُمْؤ ِم ًنا ُمَتَعِّم ًد ا َفَجَز اُؤ ُه َجَه َّنُم َخ اِلًد ا ِفيَه ا َو َغِض َب الَّلُه َعَلْيِه َو َلَعَنُه َو َأَعَّد َلُه َعَذ اًبا‬

‫َعِظ يًم ا‬

“Barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka


balasannya ialah neraka jahannam, dia kekal didalamnya dan Allah
murka kepadanya, dan mengutuknya serta menyediakan adzab yang besar
baginya.” (An-Nisaa’: 93).
Ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan Al-Bukhari dan
lainnya dari Ibnu Abbas katanya, “Ayat ini (An-Nisaa’: 93) adalah ayat
yang terakhir diturunkan dan tidak dihapus oleh apapun.” Ungkapan “ia
tidak dinasikh oleh apapun” itu menunjukkan ayat itu adalah ayat yang
terakhir turun dalam masalah hukum membunuh mukmin dengan sengaja.
i) Ada juga pendapat yang berdasar kepada riwayat muslim dari ibnu
Abbas, yang menyebutkan bahwa surat terakhir yang diturunkan Q.S An-
Nahsr:1
‫ِه‬ ‫ِإ‬
‫َذا َج اَء َنْص ُر الَّل َو اْلَفْتُح‬
“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.”(Q.S An-
Nashr:1)

13
Mudzakir, As. Studi Ilmu-Ilmu Al-qur’an. (Jakarta: Citra AntarNusa ,2006).hlm 13-14
13

Pada akhirnya semua pendapat itu tidak disandarkan kepada Nabi.


Masing-masing hanya ijtihad dan dugaan. Mungkin pula bahwa masing-
masing mereka itu memberitahukan apa yang terakhir didengarnya dari
Rasulullah SAW. Atau mungkin juga masing-masing mengatakan hal itu
berdasarkan apa yang terakhir diturunkan dalam perundang-undangan
tertentu, atau dalam hal surat terakhir yang diturunkan secara lengkap
seperti pendapat-pendapat yang telah kami kemukakan diatas.14

14
Anwar, Rosihan. Ulum Al-Qur’an ( Untuk UIN, STAI, dan PTAIS,) . (Bandung : Pustaka
Setia, 2010).hlm 6
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Nuzulul Qur’an adalah proses turunnya firman dari Allah SWT melalui
malaikat jibril kepada Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat, pedoman dan
petunjuk kepada hambanya. Yang terdiri dari 30 juz 6666 ayat dan 114 suroh,
yang diturunkan secara berangsur-angsur dan bertahap selama 22 tahun 2 bulan 22
hari. Adapun tahapannya yaitu :
1. Al-Qur’an diturunkan atau ditempatkan di Lauh Mahfudh,
2. Al-Qur’an turun dari Lauh Mahfudh ke Baitul `Izzah di Sama’ al-Dunya
(langit dunia).
3. Al-Qur’an turun dari Baitul-Izzah di langit dunia langsung kepada Nabi
Muhammad SAW.
Dalam penurunan al-Qur’an yang dilakukan secara berangsur-angsur
memiliki banyak manfaat baik bagi pribadi nabi Muhammad SAW, bagi sahabat
dan masyarakat saat masa al-Qur’an maupun bagi masyarakat setelah al-Qur’an.

Ayat yang turun pertama kali menurut pendapat ulama’:


a. Al-‘Alaq : 1-5
b. Al-Mudatsir : 1
c. Al-Fatihah
d. Basmallah

Yang turun terakhir kali:

a. Al-Baqarah : 278 mengenai riba


b. Al-Baqarah : 281(memelihara diri dari azab)
c. Al-Baqarah : 282 mengenai hutang
d. An-Nisa’ : 176 mengenai kalalah
e. At-Taubah : 128 (kabar datangnya seorang rasul)
f. Al-Maidah
g. Ali-Imran : 195 (Allah memperkenankan do’a)
h. An-Nisa’: 93 (balasan membunuh mukmin dengan sengaja)

14
15

i. Al-Nashr:1 (datang pertolongan Allah)

Demikian pendapat yang paling kuat tentang ayat yang pertama turun adalah
Q.S. Al-Alaq ayat 1-5 berdasarkan riwayat ‘Aisyah yang dicatat oleh Imam
Bukhari, Muslim dan al-Hakim dalam kitab-kitab hadits mereka, juga
disimpulkan bahwa Surah al-Taubah sebagai surah panjang terakhir yang turun,
Surah al-Nasr surah pendek yang terakhir turun dan Surah al-Baqarah ayat 275-
281 merupakan ayat terakhir diturunkan didasarkan pada hadits yang diriwayatkan
dari sa’id bin Al-Musayyib, “...Telah sampai kepadanya bahwa ayat Al-Qur’an
yang paling muda di Arsy ialah ayat mengenai hutang”.

B. Saran
Demikianlah tugas penyusunan makalah ini kami persembahkan. Harapan
kami dengan adanya tulisan ini bisa menjadikan kita lebih mengenali al-Qur’an,
dan bisa menambah kecintaan kita terhadap al-Qur’an, Kususnya pada mata
kuliah pengantar studi al-quran dan hadis nanti kita bisa lebih menikmatinya
dengan nyaman karna telah berkenalan dengan al-Qur’an. Demi kesempurnaan
makalah ini Kritik dan saran sangat kami harapkan dari para pembaaca. Apabila
ada kekurangan dalam penyusunan makalah ini, kami mohon maaf yang sebesar-
besarnya.

.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an al-karim

Al-Isfahaniy, Al-Raghib. 1982. al-Mufradat fi aAlfadz Alqur’an al-Karim. Beirut: Darul-


Fikr.

Al-Qaththan, Syaikh Manna’.2005. Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an. Pustaka Al-


Kautsar.

Al-‘Azrqoni, Muhammad ‘Abd. 1988. Mahahil Irfan fi ‘Ulum Al-Qur’an, jilid I. Beirut:
Darul-Fikr.

Anwar, Rosihan.2010. Ulum Al-Qur’an ( Untuk UIN, STAI, dan PTAIS,).


Bandung : Pustaka Setia

Halimuddin. 1992. Sejarah Al-Qur’an. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Ibn Zakariya, Abi al-Hussein Ahmad Ibn Faris. Maqoyis al-Lughoh. Beirut: Dar al-‘Ilm
Li al-Malayyin, t.t.

M. Bin Alawi Al-maliki Al-khusaini.1986. Zubdatul Itqon Fiulumul Qur’an.


Darul Fikr.

Mudzakir, As. 2006. Studi Ilmu-Ilmu Al-qur’an. Jakarta: Citra Antar Nusa

Zenrif, MF. 2008. Sintesis Paradigma Studi Al-Qur’an. Malang: UIN-Malang Press.

Sumber lain

https://samsulabidin.wordpress.com/2009/08/15/nuzulul-qur’an/

http://id.wikipedia.org/wiki/Cara_pewahyuan_Al-Qur’an.

http://hadisoecipto.blogspot.com/2013/07/ulumul-quran-nuzulul-quran.html
ii

Anda mungkin juga menyukai