AFRIADI
Indikator Pertanyaan Identifikasi Diri
Nama mata kuliah Pemahaman tentang Peserta Didik dan Pembelajarannya
Reviu pengalaman Pemahaman tentang peserta didik dan pembelajarannya (PPDP) merupakan salah satu
belajar mata kuliah wajib dalam PPG Prajabatan, Filosofi pendidikan Indonesia terdiri terdiri dari 4
topik. Dari 4 topik materi yang telah dipelajari saya mendapatkan banyak pengetahuan
baru terkait pengenalan karakteristik peserta didik sehingga sebagai calon guru dapat
menciptakan pembelajaran yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Berikut ini review
pengalaman belajar saya selama mengikuti mata kuliah pemahaman tentang peserta didik
dan pembelajarannya.
Topik 1 : Mengenal Peserta Didik
Mengenal peserta didik merupakan salah satu topik pada mata kuliah PPDP yang
membahas mengenai teori belajar dan teori perkembangan yang perlu dipahami oleh guru
sebelum menerapkan strategi-strategi pembelajaran. Dengan mempelajari teori belajar ini
dapat membantu guru dalam memahami tata cara dan pengaplikasian konsep-konsep yang
berperan penting dalam kegiatan pembelajaran. Teori belajar sendiri terdiri dari beberapa
pemikiran seperti teori belajar behavioristik, teori belajar sosial kognitif, teori belajar
konstruktivisme dan teori belajar humanistik. Kemudian pada topik ini juga membahas teori
perkembangan yang merupakan teori yang membahas terkait proses perubahan dalam
pertumbuhan pada suatu waktu sebagai fungsi kematangan dan interaksi dengan
lingkungannya. Teori perkembangan terdiri dari perkembangan fisik, perkembangan
kognitif, perkembangan sosial emosional, dan perkembangan moral. Selain membahas
terkait teori belajar dan teori perkembangan pada topik 1 membahas mengenai peserta
didik sebagai individu yang unik dengan berbagai karakteristik yang berbeda mulai dari
latar belakang peserta didik (etnik, budaya/kultur, status sosial), perkembangan peserta
didik (kemampuan awal), kesiapan peserta didik (minat motivasi dan gaya belajar).
Beberapa hal yang dibahas pada topik 1 dapat membantu guru dalam memahami
karakteristik peserta didik sehingga guru dapat menciptakan pembelajaran yang sesuai
dengan kebutuhan peserta didik.
Topik 2 : Pembelajaran Yang Berpihak Pada Peserta Didik\
Topik 2 pembelajaran yang berbeda pada peserta didik yang membahas terkait strategi
yang bisa digunakan oleh guru dalam menerapkan pembelajaran yang berpihak pada
peserta didik. Strategi-strategi tersebut terdiri dari pembelajaran berdiferensiasi
(Developmentally Appropriate Practice) yang merupakan salah satu strategi yang bisa
diterapkan guru untuk menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta
didik. Kemudian pembelajaran yang tanggap budaya (Culturally responsive teaching),
merupakan strategi pembelajaran yang memasukkan unsur budaya dalam pembelajaran
sesuai dengan latar belakang budaya peserta didik. Dan yang terakhir yaitu pembelajaran
yang sesuai dengan level (teaching at the right level), yaitu strategi pembelajaran di mana
guru menerapkan pembelajaran sesuai dengan Tingkat kemampuan peserta didik dalam
tapi ini juga membahas terkait penerapan strategi pembelajaran dalam penyusunan
rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Topik 3 : Asessmen Yang Mempertimbangkan Peserta Didik dan memanfatkan
pengetahuan tentang peserta didik
Pengetahuan yang saya dapatkan pada topik 3 ini yaitu asesmen yang digunakan dalam
pembelajaran. Assessment merupakan bagian dari proses pembelajaran yang digunakan
untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran. Terdapat dua assessmen yang
digunakan dalam proses pembelajaran formatif dan assessment sumatif. Asesmen formatif
merupakan asesmen yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi
pendidik dan peserta didik untuk memperbaiki proses belajar. Sementara asesmen sumatif
merupakan asesmen yang dilakukan untuk memastikan ketercapaian keseluruhan tujuan
pembelajaran. Asesmen yang digunakan dalam proses pembelajaran disesuaikan dengan
karakteristik peserta didik sehingga asesmen dapat mengukur ketercapaian tujuan
pembelajaran.
Topik 4 : lingkungan yang aman dan nyaman bagi peserta didik
Topik 4 membahas mengenai lingkungan belajar yang aman dan nyaman peserta didik. Ki
Hajar Dewantara menyadari bahwa di dalam kehidupan anak, ada tiga lingkungan yang
merupakan unsur penting bagi kesuksesan dan menjadi pusat pendidikannya yaitu sekolah,
keluarga dan masyarakat. Lingkungan sekolah merupakan lingkungan pendidikan formal
yang mencakup guru, kepala sekolah, kurikulum dan peserta didik itu sendiri. Lingkungan
belajar yang perlu dipersiapkan untuk pelaksanaan pembelajaran yang aman, nyaman, dan
berpihak pada peserta didik dapat meliputi fasilitas fisik, seperti ruang kelas yang baik,
bersih, rapi, dan terdapat sirkulasi udara serta pencahayaan yang cukup. Selanjutnya
lingkungan keluarga yang merupakan tempat meletakkan dasar-dasar kepribadian anak
yang masih usia muda. Keluarga memiliki peran penting dalam hal membentuk keyakinan
anak terhadap suatu agama, memberikan nilai-nilai moral, serta budaya dan keterampilan
tertentu. Keluarga sebagai pusat pendidikan perlu untuk membimbing anak menjadi
pribadi yang utuh. Dan yang terakhir adalah lingkungan masyarakat, lingkungan masyarakat
membawa pengaruh bagi perkembangan individu. Selain ketiga aspek bersinergi untuk
menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik, perlu adanya
pembentukan karakter yang positif bagi peserta didik, salah satunya adalah disiplin.
1. Pengalaman belajar apa yang berguna dan menarik?
Dari ke-4 topik yang telah dipelajari pengalaman belajar yang berguna dan menarik
menurut saya yaitu pada topik 1 Mengenal Peserta Didik. Pada topik satu menurut
saya sangat menarik dan berguna karena dengan mempelajari topik mengenal peserta
didik atau profiling peserta didik sangatlah penting dalam konteks pendidikan. Melalui
profiling peserta didik, para pendidik dapat mengumpulkan informasi tentang
karakteristik dan kebutuhan peserta didik, yang dapat membantu pendidik untuk
merancang pembelajaran yang lebih efektif dan relevan
2. Pengalaman belajar apa yang berguna tetapi kurang menarik?
Semua topik pembelajaran menurut saya menarik dan berguna karena keempat topik
yang ada pada mata kuliah pemahaman tentang peserta didik dan pembelajarannya
saling berkaitan untuk dapat menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan
kebutuhan peserta didik sehingga peserta didik dapat belajar dengan aman dan
nyaman. Karena keterkaitan keempat materi tersebut semua topik yang ada pada mata
kuliah ini menarik.
3. Pengalaman belajar apa yang menarik tapi kurang berguna?
Dari keempat topik pemahaman tentang peserta didik dan pembelajarannya yang telah
dipelajari semua berguna bagi saya, karena dengan mempelajari keempat topik
tersebut saya dapat memahami hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam upaya
menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik denagan tetap
memperhatikan budaya dan karakteristik peserta didik.
4. Pengalaman belajar apa yang tidak menarik dan tidak berguna dalam konteks sebagai
calon guru?
Semua topik yang telah dipelajari pada mata kuliah pemahaman tentang peserta didik
dan pembelajarannya berguna dan menarik karena semua topik penting untuk
dipelajari dalam upaya menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan
peserta didik sehingga pembelajarannya yang dilakukan dapat berpihak kepada peserta
didik.
Refleksi pengalaman 1. Apa yang telah terjadi?
belajar Setelah mempelajari mata kuliah pemahaman tentang peserta didik dan
pembelajarannya saya mendapatkan banyak pengetahuan baru yang perlu diketahui
sebagai calon guru mulai dari menegenal peserta didik, pembelajaran yang berpihak
pada peserta didik, asesmen yang mempertimbangkan peserta didik dan lingkungan
yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Dari keempat topik tersebut saya sangat
tertarik pada materi topik 1 karena hal terpenting dalam melaksanakan pembelajaran
yang berpihak pada peserta didik yaitu mengenai peserta didik.
Dalam topik mengenal peserta didik, telah dipelajari beberapa hal, antara lain:
a. Mengidentifikasi karakteristik peserta didik
Profiling peserta didik melibatkan mengumpulkan data dan informasi yang relevan
tentang peserta didik seperti data demografi, latar belakang pendidikan, minat,
kebiasaan belajar, gaya belajar, serta kemampuan akademik dan sosial emosional.
Hal iini membantu pendidik untuk mengidentifikasi karakteristiik individu dan
kebutuhan peserta didik secara holistik.
b. Analisis data peserta didik
Setelah data peserta didik dikumpulkan, langkah selanjutnya adalah meneganalisis
data tersebut untuk mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang peserta
didik.
c. Penggunaan hasil profiling dalam perencanaan pembelajaran
Hasil profiling peserta didik dapat digunakan sebagai dasar dalam merancang
pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
Pendidik dapat mengatur strategi pembelajaran yang sesuai, menyediakan sumber
daya dan dukungan yang relevan, serta mengadaptasi metode pengajaran yang
tepat untuk mengakomodasi perbedaan setiap peserta didik.
d. Manajemen kelas yang efektif
Profiling peserta didik juga dapat membantu dalam manajemen kelas yang lebih
baik. Dengan memahami kebutuhan dan tantangan peserta didik, pendidik dapat
menghadapi situasi kelas dengan lebih bijaksana, mengelola perilaku peserta didik,
serta memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses belajar
mengajar.
2. Mengapa hal tersebut dapat terjadi?
Topik profiling peserta didik sangat penting untuk dipelajari oleh pendidik karena:
a. Menyediakan data dasar tentang peserta didik
Profiling peserta didik membantu pendidik dalam mengumpulkan data dan
informasi tentang karakteristik, kebutuhan, dan potensi peserta didik. Data ini
Analisis artefak 1. Artefak-artefak pembelajaran mana yang dapat saya jadikan bukti dukung hasil
pembelajaran refleksi pengalaman belajar?
Berikut ini artefak-artefak pembelajaran PPDP pada materi Mengenal Peserta Didik
atau profiling peserta didik:
https://drive.google.com/file/d/1wXp9YUKRGxZvL8DyWZdPZoj1NJl7o8Wv/view?
usp=sharing
Pada link tersebut terdapat beberapa artefak yang dapat mendukung refleksi
pengalaman belajar pada mata kuliah PPDP, yaitu:
a. Ruang Kolaborasi
Pada ruang kolaborasi topik 1 memberikan solusi terkait dengan kasus yang
dialami oleh seorang guru di kelas.
b. Elaborasi Pemahaman
Elaborasi pemahaman berisi mengenai hasil pengamatan yang telah dilakukan di
kelas terkait pembelajaran yang dilakukan oleh guru, apakah sudah menerapkan
pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik atau belum. Lembar
observasi berisi beberapa pertanyaan terkait dengan karakteristik peserta didik di
kelas.
c. Ujian Tengah Semester (UTS)
Ujian tengah semester PPDP berisi mengenai modifikasi (modifikasi ke arah
“penyempurnaan”) perencanaan pembelajaran (RPP/Modul Ajar) yang sesuai
dengan
(1) perkembangan peserta didik
(2) kebutuhan belajar peserta didik
(3) konteks lingkungan peserta didik
kasus yang dihadapi dalam pembelajaran, seperti kurangnya media pembelajaran,
metode pembelajaran. Kemudian diberikan solusi dengan menyiapkan media
pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, oleh karena itu harus
memperhatikan karakteristik peserta didik.
2. Mengapa artefak ini yang saya pilih?
Alasan saya memilih artefak-artefak tersebut karena dengan adanya artefak tersebut
saya dapat memahami lebih dalam terkait dengan profiling peserta didik, mulai dari
latar belakang, gaya belajar, kemampuan peserta didik, dan beberapa karakteristik
peserta didik lainnya.
Pada artefak-artefak tersebut juga memberikan saya pengalaman dalam mengamati
secara langsung bagaimana guru melakukan pembelajaran dengan memperhatikan
kebutuhan peserta didik. Selain itu, saya juga belajar membuat rancangan
pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik.
3. Bagian mana dari artefak ini yang mendukung hasil refleksi saya?
Bagian dari artefak yang mendukung refleksi saya, yaitu:
Ruang Kolaborasi
Elaborasi Pemahaman
UTS
Hal ini karena pada artefak ruang kolaborasi membuat saya berpikir mengenai
bagaimana melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Bagian elaborasi pemahaman saya dapat mengamati secara langsung kegiatan
pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan memperhatikan kebutuhan peserta
didik.
Pada artefak UTS, saya membuat rancangan pembelajaran dengan memperhatikan
kebutuhan belajar peserta didik
Rumusan hasil refleksi Apabila saya mengajar atau membahas topik ini, dengan mempertimbangkan prinsip
berupa pembelajaran pembelajaran bermakna yang berpusat kepada siswa, perubahan apa yang akan saya
bermakna lakukan?
Refleksi diri terhadap pengalaman belajar mata kuliah Pemahaman tentang Peserta Didik
dan Pembelajarannya dapat memberikan makna yang mendalam tentang bagaimana saya
dapat menggunakan profiling peserta didik untuk dapat memahami kebutuhan peserta
didik sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang dibutuhkan oleh peserta didik.
Beberapa makna yang dapat diperoleh dari refleksi diri tersebut adalah:
1. Mengatur strategi pembelajaran yang sesuai
Pengetahuan tentang topik mengenal peserta didik dapat digunakan untuk mengatur
strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Misalnya, jika
mengetahui bahwa sebagian peserta didik cenderung belajar lebih baik melalui
pengalaman langsung, dapat mengintegrasikan pendekatan pembelajaran yang
berbasis pengalaman dalam pengajaran.
2. Meningkatkan keterlibatan dan partisipasi peserta didik
Dengan memahami profil peserta didik, dapat merencanakan dan melibatkan peserta
didik dalam pembelajaran dengan cara yang lebih efektif. Dapat menghadirkan
aktivitas atau materi yang relevan dengan minat dan preferensi peserta didik,
sehingga lebih terlibat dan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
3. Mengidentifikasi kebutuhan peserta didik
Melalui pemahaman tentang topik profiling peserta didik, dapat mengidentifikasi
kebutuhan individu peserta didik, baik dalam hal akademik maupun non-akademik.
Dapat merencanakan pendekatan yang sesuai untuk membantu peserta didik yang
memiliki kebutuhan khusus, seperti peserta didik yang memiliki kesulitan belajar atau
perlu dukungan emosional.
4. Mengukur dan mengevaluasi hasil
Setelah menerapkan strategi yang telah direncanakan berdasarkan pemahaman
tentang topik profiling peserta didik, penting untuk mengukur dan mengevaluasi
hasilnya. Dapat menggunakan berbagai indikator, seperti perubahan dalam
partisipasi, keterlibatan, atau pencapaian akademik peserta didik, untuk menilai
efektivitas dari strategi yang telah diterapkan. Hal ini dapat membantu dalam
memperbaiki dan memodifikasi pendekatan jika diperlukan.