Nama : Fajar Riyadi, S.
Pd
NIM : 2302114618
Kelas : PPG 23.1SD.C
Sub Topik : Refleksi Pengalaman Belajar PPDP
Format Refleksi Pengalaman Belajar Setiap Mata kuliah (LK 2)
Indikator Pertanyaan Identifikasi Diri
Nama mata kuliah Pemahaman Peserta Didik dan Pembelajarannya
Reviu pengalaman 1. Pengalaman belajar apa yang berguna dan menarik?
belajar Pengalaman yang berguna dan menarik yaitu mempelajari
Topik 1 tentang Mengenal Peserta Didik dan Topik 2
tentang Pembelajaran yang berpihak pada Peserta Didik.
Kedua topik tersebut saling berikaitan karena memberikan
pengalaman belajar yang di dalamnya memuat mengenai
pemahaman, tahapan perkembangan peserta didik,
karakteristik pesertadidik, keberagaman peserta didik, dan
gaya belajar peserta didik yang dikaitkan dengan teori-teori
belajar yang dikemukakan oleh para ahli.
Sehingga, Topik 1 dan 2 ini dapat saya terapkan ketika
PPL terutama Praktik Mengajar Terbimbing dalam
menyusun strategi yang sesuai ketika melakukan
pembelajaran dengan kelas yang memiliki latar belakang
peserta didik yang beragam.
2. Pengalaman belajar apa yang berguna tetapi kurang
menarik?
Hal yang berguna yaitu mengulik perkembangan,
keberagaman, gaya belajar peserta didik yang dilandasi
dengan teori. Namun dalam kegiatan perkuliahan ketika
mempelajarai teori tersebut cukup monoton sehingga
memberikan pengalaman belajar yang kurang menarik.
3. Pengalaman belajar apa yang menarik tapi kurang
berguna?
Pegalaman belajar yang menarik tapi kurang berguna yaitu
pada Topik 3 Demontrasi Kontekstual. Pada bagian (B)
Demontrasi Kontekstual tersebut terdapat tugas yang
cukup menarik yaitu diminta untuk mengemas ulasan pada
tugas bagian (A) dalam bentuk artikel/poster/video. Tugas
tersebut bagi saya menarik karena saya bebas berekpresi
dalam membuat artikel/poster/video dengan menggunakan
Canva.
Namun menurut saya hal tersebut kurang berguna karena
isi tugas Demontrasi Kontektstual pada bagian A dan B
sama, yang berbeda hanya format pengumpulan tugas
sehingga kurang efektif jika mahasiswa mengerjakan isi
tugas yang sama secara berulang.
4. Pengalaman belajar apa yang tidak menarik dan tidak
berguna dalam konteks sebagai calon guru?
Tidak ada pengalaman belajar yang tidak menarik dan
tidak berguna untuk saya sebagai calon guru
Refleksi 1. Apa yang telah terjadi?
pengalaman Berdasarkan hasil pengalaman belajar saya khususnya pada
belajar mata kuliah Pemahaman Peserta Didik dan
Pembelajarannya yang sudah saya jalani pada semester 1,
saya telah mempelajari berbagai topik Pemahaman Peserta
Didik dan Pembelajarannya, terdapat 4 topik yang harus
saya selesaikan. Keempat topik tersebut yaitu :
Topik 1 : Mengenal Peserta didik
Pada topik 1 mempelajari tentang proses mengenal
berbagai karakter peserta didik melalui teori belajar, yaitu :
a. Teori belajar Behavioristik
b. Teori belajar Sosial-kognitif
c. Teori belajar Kontruktivisme
d. Teori belajar Humanistik
Dalam pembelajaran, yang telah diterapkan yaitu teori
belajar Kontruktivisme dengan mendorong kemandirian
dan inisiatif peserta didik dalam belajar. Kekurangan dari
penerapan teori belajar kontuktivisme yaitu masih banyak
ditemui peserta didik yang kurang percaya diri hingga
menjadi penghambat dalam proses mendorong
kemadirian peserta didik tersebut. Selain mempelajari
teori belajar juga mempelajari tentang teori
perkembangan yang diterapkan yaitu teori perkembangan
kognitif, dimana dalam proses pembelajaran disesuaikan
dengan empat tahapan perkembangan kognitif: sensori
motorik, praoperasional, operasional konkret, dan formal
operasional.
Topik 2 : Pembelajaran yang Berpihak Pada Peserta
Didik
Pada topik 2 yaitu mempelajari bagaimana proses
pembelajaran yang dilakukan adalah pembelajaran yang
berpihak pada peserta didik melalui :
a. Pembelajaran yang Berdiferensiasi
(Developmentally Appropriate Practice)
Memposisikan anak sebagai pemegang peranan
utama dalam proses pembelajaran. Dengan kata
lain, kegiatan yang akan dan sedang dilakukan
bertujuan untuk mewadahi gagasan anak,
memberikan banyak kesempatan untuk anak aktif
bergerak dan bertanya,menjelajah serta mencoba.
b. Pembelajaran yang Tanggap Budaya (Culturally
Responsive Teaching)
Suatu metode pembelajaran yang berfokus pada
adanya persamaan hak setiap peserta didik untuk
mendapatkan pengajaran tanpa membedakan latar
belakang budaya mereka.
c. Pembelajaran yang Sesuai Level (Teaching at the
Right Level)
Proses intervensi yang harus dilakukan guru
dengan memberikan masukan pembelajaran yang
relevan dan spesifik untuk menjembatani
perbedaan yang ditemukan. Peserta didik tidak
terikat pada tingkatan kelas, namun disesuaikan
berdasarkan kemampuan peserta didik yang sama.
Dari pendekatan pembelajaran diatas, yang sudah
diterapkan yaitu Pembelajaran yang Sesuai Level
(Teaching at the Right Level) dalam kurikulum merdeka
dimana guru harus secara konsisten mengukur
kemampuan membaca, menulis, dan memahami. Jika
dalam prosesnya peserta didik tidak mencapai hasil yang
diharapkan, maka guru harus menyiapkan program
remedial. Pendekatan TaRL terbukti dapat meningkatkan
hasil belajar peserta didik. Kekurangan dari penerapan
TaRL yaitu ada peserta didik yang cepat belajar dan ada
juga yang sedikit lambat dalam menerima pelajaran yang
disampaikan guru. Salah satu faktor penyebabnya yaitu
karena level peserta didik tersebut belum tepat dengan
level atau capaian belajar yang ditetapkan.
Topik 3 : Asesmen yang Mempertimbangkan dan
Memanfaatkan Pengetahuan tentang Peserta Didik
Pada topik 3 ini mempelajari bagaimana merancang
asesmen/penilaian yang sesuai dengan tujuan
pembelajaran. Adapun asesmen yang dipelajari yaitu :
a. Asesmen Formatif
Merupakan asesmen yang bertujuan untuk
memberikan informasi atau umpan balik bagi
pendidik dan peserta didik untuk memperbaiki
proses belajar. Asesmen formatif yang dilakukan di
awal pembelajaran berfungsi untuk mengetahui
kesiapan peserta didik untuk mempelajari materi
pembelajaran dan mencapai tujuan pembelajaran
yang direncanakan.
b. Asesmen Sumatif
Merupakan asesmen yang dilakukan untuk
memastikan ketercapaian keseluruhan tujuan
pembelajaran. Asesmen ini merupakan alat ukur
untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta
didik dalam rentang waktu tertentu, misal dalam satu
semester atau satu tahun ajaran.
Dari jenis asesmen tersebut, yang telah diterapkan yaitu
Asesmen Formatif dan Sumatif. Dalam asesmen Formatif
penerapannya berupa pemberian pertanyaan pemantik
guna mengukur kesiapan peserta didik di awal
pembelajaran. Adapun untuk penerapan asesmen sumatif
yaitu pemberian soal evaluasi diakhir sesi pembelajaran.
Kekurangan dari penerapan asesmen formatif yaitu kurang
kompleksnya pertanyaan pemantik yang diberikan,
sehingga terkadang tidak sesuai dengan materi
pembelajaran yang akan diajarkan.
Topik 4 : Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman
bagi Peserta Didik
Pada topik 4 ini mempelajari tentang pengelolaan
lingkungan belajar bagi peserta didik. Sebuah lingkungan
belajar bagi peserta didik tidak hanya sekedar ruang kelas.
Ki Hajar Dewantara menyadari bahwa di dalam kehidupan
anak, ada tiga lingkungan yang merupakan unsur penting
bagi kesuksesan pendidikan dan menjadi pusat
pendidikannya. Konsep mengenai lingkungan belajar
menurut Ki Hadjar Dewantara terdiri atas sekolah,
keluarga, dan masyarakat.
a. Sekolah
Lingkungan sekolah merupakan lingkungan
pendidikan formal yang mencangkup guru, kepala
sekolah, kurikulum, dan peserta didik itu sendiri.
Lingkungan belajar yang perlu dipersiapkan untuk
pelaksanaan pembelajaran yang aman, nyaman,
dan berpihak pada peserta didik dapat meliputi
fasilitas fisik, seperti ruang kelas yang baik,
bersih, rapi, dan terdapat sirkulasi udara serta
pencahayaan yang cukup.
b. Keluarga
Sebagai pendidikan informal, keluarga
memiliki peran penting dalam hal membentuk
keyakinan anak terhadap suatu agama,
memberikan nilai-nilai moral, serta budaya dan
keterampilan tertentu. Keluarga sebagai pusat
pendidikan perlu untuk membimbing anak
menjadi pribadi yang utuh.
c. Masyarakat
Masyarakat mencangkup lembaga profesi,
komite sekolah, dan masyarakat lainnya.
Pendidikan masyarakat terjadi secara tidak
langsung, dalam arti peserta didik mencari
pengetahuan dan pengalaman sendiri ketika
mereka berada di tengah masyarakat dengan
beragam latar belakang, budaya, pendidikan,
karakter, dan hal lainnya. Ketika mereka berada
dalam lingkungan masyarakat yang majemuk,
karakter yang telah dibentuk oleh keluarga
menjadi sangat penting sebagai pondasi dan
batasan mereka menerima hal baru dari
masyarakat.
Dari Konsep Tri Pusat Pendidikan telah diterapkan guna
menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman,
dan berpihak pada peserta didik. Konsep Tri Pusat
Pendidikan berarti ketiga lingkungan tersebut harus
saling bersinergi atau selaras untuk menciptakan
lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berpihak
pada peserta didik. Sinergi ini dapat berupa pelaksanaan
kewajiban secara maksimal sesuai peran masing-masing
pihak, baik itu di lingkungan sekolah, rumah, atau
masyarakat. Selain ketiga aspek bersinergi untuk
menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman
bagi peserta didik, perlu adanya pembentukan karakter
yang positif bagi peserta didik, salah satunya adalah
disiplin.
Kekurangan dari penerapaan konsep tri pusat
pendidikan ini yaitu terdapat beberapa kelas yang
sarana prasarananya belum memadai, kurangnya peran
keluarga dalam proses belajar anak selama di rumah,
kurangnya kolaborasi sosialisasi anak dalam lingkungan
masyarakat.
2. Mengapa hal tersebut dapat terjadi?
Pengalaman belajar tersebut dapat terjadi karena saya
mempelajari materi perkuliahan secara mandiri maupun
berkelompok serta berdiskusi bersama dengan Dosen saat
di kelas. Selain itu, platform LMS yang dijadikan sebagai
pedoman perkuliahan dapat dijadikan sebagai sumber
belajar yang mampu mengakomodasi setiap kebutuhan
mahasiswa. Berbagai informasi lain yang dibutuhkan juga
dapat dicari dengan mudah melalui internet.
Mempelajari materi mata kuliah ini sangat penting bagi
seorang calon guru untuk dapat mengenal berbagai macam
karektiristik peserta didik, cara pengelolaan dalam proses
pembelajaran, menyusun rencana pembelajaran dan
asesmen yang digunakan, serta dapat belajar tentang
pengelolaan lingkungan yang aman dan nyaman bagi
peserta didik.
Analisis artefak 1. Artefak-artefak pembelajaran mana yang dapat saya
pembelajaran jadikan bukti dukung hasil refleksi pengalaman
belajar?
Artikel yang mendukung PPDP
Mustikaati, Wina, et al. "Pentingnya Memahami
Perkembangan Peserta Didik bagi Guru dan
Calon Guru Sekolah Dasar." Pendekar: Jurnal
Pendidikan Berkarakter 6.2 (2023): 125-130.
Isi artikel yang mendukung teori PPDP :
” Salah satu bentuk implementasi dari kompetensi
tersebut adalah seorang pendidik harus memahami
perkembangan peserta didik agar dapat
menjalankan
perannya sebagai orang yang akan memberikan
ilmu kepada peserta didik. Pendidik perlu
mendalami perkembangan peserta didik dari
perkembangan fisik, emosional, dan intelektual.
Dari pemahaman tersebut tentunya agar para
pendidik ini lebih tahu langkah apa yang akan
mereka ambil agar proses belajar mengajar
terlaksana dengan baik dan bisa mewujudkan
tujuan pendidikan nasional.”
file:///C:/Users/USER/Downloads/15540-52410-1-
PB.pdf
Topik 2 Demonstrasi Kontekstual, berupa jawaban
untuk pertanyaan reflektif tentang menciptakan
pembelajaran yang berpihak pada peserta didik.
https://drive.google.com/file/d/
1pmeo1GYVi7o2c31MXB3-AFgoQXlf0kPa/view?
usp=drivesdk
Topik 2 Koneksi Antar Materi, berupa jawaban
soal pertanyaan reflektif keterkaitan antara konsep-
konsep pembelajaran yang telah dipelajari dan
kaitannya dalam pengembangan RPP atau rencana
pembelajaran di kelas.
https://drive.google.com/file/d/
1JounNYi3YeWnoc3BtYMij_1YGvKuMPko/
view?usp=drivesdk
Topik 2 Aksi Nyata, berupa jawaban pertanyaan
soal reflektif tentang penyusunan RPP TaRL dan
produk RPP TaRL (langkah-langkah kegiatan di
modul discreenshot)
https://drive.google.com/drive/folders/1NOAvsWu-
LG0NwUg0yziBqqgUQ-pVmUM6
2. Mengapa artefak ini yang saya pilih?
Artefak artikel saya pilih karena dalam artikel tersebut
menjelaskan manfaat mempelajari perkembangan peserta
didik dalam dunia pendidikan, bagi tenaga pendidik yaitu:
Memahami fakta dan dasar-dasar tingkah laku manusia,
Menyadari kehidupan jiwanya sendiri, Selain berfungsi
sebagai sumber untuk memahami psikologi perkembangan,
Dapat memilih dan memberikan materi pembelajaran
berdasarkan kebutuhan peserta didik, Dapat memilih
strategi pembelajaran dan menggunakan bahasa yang
sesuai ini saya pilih karena mengasah ketrampilan dan
kreativitas dalam merencanakan pembelajaran yang sesuai
dengan perkembangan dan kebutuhan peserta didik.
Sehingga hal tersebut menjadi bekal saya kelak menjadi
seorang guru dalam merencanakan pembelajaran yang
efektif dan optimal.
3. Bagian mana dari artefak ini yang mendukung hasil
refleksi saya?
Bagian dari artefak ininyang mendukung hasil refleksi
saya yaitu dalam penerapan pendekatan TaRL dalam
modul ajar. Teaching at the Right Level (TaRL) merupakan
pendekatan belajar yang lebih berfokus pada tingkat
kemampuan peserta didik di bandingkan tingkatan
kelasnya. Dengan demikian , pendekatan ini dapat
membantu guru merancang pembelajaran sesuai tahap
pencapaian setiap peserta didik.Sehingga sesuai dengan
pengalaman belajar saya dalam topik mengenal peserta
didik dan topik 1 mengenal peserta didik dan topik 2
pembelajaran yang berpihak pada peserta didik.
Rumusan hasil Apabila saya mengajar atau membahas topik ini, dengan
refleksi berupa mempertimbangkan prinsip pembelajaran bermakna yang
pembelajaran berpusat kepada siswa, perubahan apa yang akan saya
bermakna lakukan?
Pemahaman bermakna yang dapat saya ambil dari mata kuliah
ini yakni dapat meningkatkan kemampuan mengelola kelas
dan mengoptimalkan proses pembelajaran . Berikut perubahan
yang akan saya lakukan :
Mengenali karakteristik peserta didik dan kebutuhan
mereka untuk dijadikan pedoman merencanakan kegiatan
pembelajaran, sehingga proses pembelajaran dapat
dilaksanakan dengan optimal.
Terus memperbaiki diri untuk menjadi guru yang memiliki
empat kompetensi yaitu, kompetensi kepribadian,
kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan
kompetensi profesional yang akan didapatkan dengan
melaksanakan praktik pengalaman lapangan di sekolah.
Meningkatkan diri dalam kemampuan membuat perangkat
pembelajaran yang baik dan benar sehingga dapat
menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan
bermakna bagi peserta didik.
Berpusat ke semua peserta didik baik peserta didik yang
aktif maupun peserta didik yang tidak aktif, agar semua
peserta didik berfokus pada pembelajaran.
Seorang guru perlu memiliki pemahaman yang utuh
tentang lingkungan akademik dan non akademik di
sekolah dengan melakukan observasi lingkungan seolah.
Seorang guru juga perlu merefleksikan pembelajaran yang
sudah dilaksanakan, untuk mengetahui kekurangan dan
kelebihan dari kegiatan pembelajaran sehingga dapat
melakukan perbaikan untuk pembelajaran yang akan
datang.