0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan17 halaman

Kinerja Keuangan PT United Tractors 2020-2023

PT United Tractors Tbk (UT) adalah perusahaan besar di Indonesia yang bergerak di bidang distribusi alat berat dan pertambangan, dengan fokus pada diversifikasi usaha untuk mengurangi risiko. Dari tahun 2020 hingga 2023, UT menunjukkan ketahanan yang luar biasa dalam menghadapi tantangan ekonomi, dengan kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan rata-rata industri, terutama dalam profit margin dan efisiensi penggunaan aset. Penelitian ini menganalisis kinerja keuangan UT menggunakan berbagai rasio, menunjukkan bahwa perusahaan mampu mempertahankan posisi kepemimpinan di sektor alat berat dan pertambangan.

Diunggah oleh

nadya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan17 halaman

Kinerja Keuangan PT United Tractors 2020-2023

PT United Tractors Tbk (UT) adalah perusahaan besar di Indonesia yang bergerak di bidang distribusi alat berat dan pertambangan, dengan fokus pada diversifikasi usaha untuk mengurangi risiko. Dari tahun 2020 hingga 2023, UT menunjukkan ketahanan yang luar biasa dalam menghadapi tantangan ekonomi, dengan kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan rata-rata industri, terutama dalam profit margin dan efisiensi penggunaan aset. Penelitian ini menganalisis kinerja keuangan UT menggunakan berbagai rasio, menunjukkan bahwa perusahaan mampu mempertahankan posisi kepemimpinan di sektor alat berat dan pertambangan.

Diunggah oleh

nadya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS BESAR I

CORPORATE FINANCIAL MANAGEMENT

Oleh

Nadya Ulva

55124010006

Program Studi Magister Manajemen


Universitas Mercu Buana
I. Pendahuluan
PT United Tractors Tbk (UT), salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, bergerak di
bidang distribusi alat berat, kontraktor pertambangan, serta pertambangan dan energi.
Sebagai anak perusahaan dari PT Astra International Tbk, United Tractors telah
memperluas bisnisnya secara signifikan, berfokus pada diversifikasi sektor usaha untuk
mengurangi risiko ketergantungan terhadap satu segmen pasar.
United Tractors memiliki beberapa segmen usaha utama:
1. Mesin Konstruksi: Menyediakan alat berat dari merek-merek terkenal seperti
Komatsu, UD Trucks, Scania, dan Tadano. Alat-alat ini digunakan untuk berbagai
keperluan konstruksi, perkebunan, dan pertambangan.
2. Kontraktor Penambangan: UT, melalui anak perusahaannya, PT Pamapersada
Nusantara (PAMA), adalah salah satu kontraktor pertambangan terbesar di
Indonesia, menangani eksplorasi dan produksi tambang-tambang besar seperti
batubara.
3. Pertambangan: United Tractors juga terlibat langsung dalam kegiatan
pertambangan melalui anak perusahaan seperti PT Tuah Turangga Agung, yang
memiliki konsesi tambang batubara.
4. Industri Konstruksi: Melalui divisi PT Acset Indonusa, UT juga menyediakan jasa
konstruksi untuk proyek-proyek besar infrastruktur dan bangunan.
5. Energi: Pada tahun-tahun terakhir, UT mulai masuk ke sektor energi baru dan
terbarukan (EBT) sebagai bagian dari rencana diversifikasi dan kontribusi terhadap
tujuan keberlanjutan.
6. Dalam periode 2020-2023, United Tractors menghadapi dinamika bisnis yang
kompleks akibat fluktuasi ekonomi global dan tantangan lokal, termasuk dampak
pandemi COVID-19 yang signifikan pada awal dekade ini. Namun, perusahaan
mampu menunjukkan ketahanan dan adaptabilitas yang luar biasa.

Dari tahun 2020 hingga 2023, PT United Tractors menunjukkan ketahanan yang luar
biasa dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas.
Dengan strategi diversifikasi yang efektif, peningkatan efisiensi, serta eksplorasi
peluang di sektor energi terbarukan, UT terus mempertahankan posisinya sebagai
pemimpin industri alat berat dan pertambangan di Indonesia.Perusahaan ini berada di
posisi yang kuat untuk terus berkembang di masa depan, terutama dengan fokus pada
keberlanjutan dan eksplorasi sektor-sektor baru yang berpotensi.
II. Landasan Teori
Penelitian ini menggunakan data laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi
dengan periode penelitian 31 desember 2020 s/d 31 desember 2023 Penelitian ini
menganalisis kinerja keuangan pada PT. United Tractors. Variabel dalam penelitian ini
adalah:
1. Rasio Profitabilitas
Rasio Profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam
mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas
manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari
penjualan dan pendapatan investasi.”
a. Return On Equity (ROE) Hasil pengebalian ekuitas atau Return On Equity
(ROE) atau rentabilitas modal sendiri modal sendiri, merupakan rasio untuk
mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. Rasio ini
menunjukkan efisiensi penggunaan modal sendiri. Makin tinggi rasio ini,
makin baik. Artinya, posisi pemilik perusahaan makin kuat, demikian pula
sebaliknya. Rumusnya sebagai berikut :
Laba Setelah Pajak
𝑅𝑂𝐸 =
Total Ekuitas
b. Return On Assets (ROA) Hasil pengembalian Investasi atau lebih dikenal
dengan nama Return on Investment ROI atau Return on Total Assets,
merupakan rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang
digunakan dalam perusahaan. ROI juga merupakan suatu ukuran tentang
efektifitas manajemen dalam mengelola investasinya. Rumusnya sebagai
berikut :
Laba Setelah Pajak
𝑅𝑂𝐴 =
Total Aset
c. Net Profit Margin Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan laba pada tingkat penjualan tertentu. Secara umum rasio
rendah menunjukkan ketidakefisienan manajemen. Rumusnya sebagai
berikut :
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑆𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑎𝑗𝑎𝑘
𝑁𝑒𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑓𝑖𝑡 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛 = 𝑥 100%
Penjualan
2. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas adalah rasio yang menggambarkan aktivitas yang dilakukan
perusahaan dalam menjalankan operasinya baik dalam kegiatan penjualan,
pembelian, dan kegiatan lainnya.”
a. Inventory Turnover Rasio yang menunjukkan berapa kali jumlah barang
sediaan diganti dalam 1 tahun. Semakin kecil rasio inisemakin jelek,
demikian pula sebaliknya. Turunan dari perputaran sediaan adalah jumlah
hari untuk menjual sediaan. Rumus untuk mencari Inventory Turnover yaitu
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
𝐼𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦 𝑇𝑢𝑟𝑛𝑜𝑣𝑒𝑟 =
𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛
b. Fixed Asset Turnover Rasio yang digunakan untuk mengukur apakah
perusahaan sudah sepenuhnya atau belum berapa kali dana yang
diinvestasikan dalam aktiva tetap berputar dalam satu periode.
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
𝐹𝑖𝑥𝑒𝑑 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 𝑇𝑢𝑟𝑛𝑜𝑣𝑒𝑟 =
𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑇𝑒𝑡𝑎𝑝
c. Total Asset Turnover Rasio ini menunjukkan perputaran total aktiva/ aset
yang diukur dari volume penjualan. Maka dengan kata lain mengukur
seberapa jauh kemampuan semua aktiva/ aset menciptakan penjualan.
Rumus Total Asset Turnover :
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 𝑇𝑢𝑟𝑛𝑜𝑣𝑒𝑟 =
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎
3. Rasio Solvabilitas
Rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai
dengan hutang. Artinya berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan
dibandingkan dengan aktivanya. Dalam arti luas dikatakan bahwa rasio solvabilitas
digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh
kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila perusahaan
dibubarkan.
a. Debt to equity ratio (DER) Rasio ini digunakan untuk mengetahui
perbandingan antara total hutang dengan modal sendiri. Rumus untuk
mencari rasio ini yaitu :
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑈𝑡𝑎𝑛𝑔
𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑡𝑜 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙
b. Debt to asset Ratio (DAR) Rasio hutang yang digunakan untuk mengukur
perbandingan total utang dengan total aktiva. Rumus untuk mencari rasio
ini yaitu :
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑈𝑡𝑎𝑛𝑔
𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑡𝑜 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙

III. Metode Penelitian


Metode ini mengandalkan analisis data numerik yang diperoleh dari laporan keuangan
perusahaan, seperti laba rugi, neraca, dan laporan arus kas. Data tersebut digunakan
untuk menghitung berbagai rasio dan indikator keuangan, seperti profit margin, return
on assets (ROA), dan return on equity (ROE), yang dapat memberikan gambaran
kuantitatif tentang kinerja perusahaan.
Dalam Analisa laporan Keuangan ini juga menggunakan perbandingan (Benchmarking)
dengan rata-rata industri.

IV. Analisa dan Pembahasan


1. Analisa Profit Margin

Profit Margin
TAHUN UNTR INDUSTRI
2020 9,90% 0,58%
2021 12,90% 3,33%
2022 17,00% 4,98%
2023 16,00% 6,60%

Tabel 4.1 Profit Margin UNTR dan Industri dari tahun 2020-2023
PROFIT MARGIN UNTR X
INDUSTRI
UNTR INDUSTRI

18,00%
17,00%
16,00% 16,00%
14,00%
12,90%
12,00%
10,00% 9,90%
8,00%
6,00% 6,60%
4,98%
4,00%
3,33%
2,00%
0,00% 0,58%
2020 2021 2022 2023

Grafik 4.1 Perbandingan Profit Margin UNTR dengan Industri

Dari 2020 hingga 2023, rata-rata industri mengalami peningkatan yang stabil
dalam hal profit margin, dari 2,72% hingga 8,09%. Kenaikan ini mencerminkan
peningkatan kinerja umum di sektor alat berat dan pertambangan. Namun, UT
consistently outperforms the industry average, dengan profit margin yang lebih dari
dua kali lipat dari rata-rata pada setiap tahunnya.

Pada tahun 2020 Profit margin UT sebesar 9,9%, yang jauh lebih tinggi
dibandingkan rata-rata industri sebesar 2,72%. Meski dalam situasi ekonomi yang
penuh tantangan akibat pandemi COVID-19, UT berhasil menjaga profitabilitasnya
secara signifikan lebih baik daripada rata-rata industry. Pada tahun 2021 Profit
margin UT meningkat menjadi 12,9%. Kenaikan ini sejalan dengan pemulihan
ekonomi global dan peningkatan permintaan alat berat dan komoditas
pertambangan. Dibandingkan dengan rata-rata industri yang meningkat menjadi
4,39%, UT tetap menunjukkan keunggulan kompetitif yang solid. Pada tahun 2022
Peningkatan signifikan terjadi pada tahun 2022, dengan margin keuntungan UT
mencapai 17,0%. Hal ini mungkin disebabkan oleh peningkatan harga komoditas
dan efisiensi operasional yang lebih baik. Sementara itu, rata-rata industri juga
mengalami pertumbuhan, mencapai 6,04%, tetapi UT tetap mempertahankan selisih
yang besar dengan pesaing. Pada tahun 2023, meskipun terjadi penurunan kecil pada
2023 menjadi 16,0%, UT tetap jauh di atas rata-rata industri yang mencapai 8,09%.
Penurunan ini mungkin disebabkan oleh kondisi pasar yang lebih fluktuatif atau
peningkatan biaya operasional. Namun, perusahaan tetap menunjukkan kemampuan
untuk mengelola profitabilitas dengan baik dibandingkan pemain industri lainnya.

Dari hasil profit marhin 2020-2023, terlihat bahwa PT United Tractors secara
konsisten menunjukkan performa yang lebih unggul dibandingkan rata-rata industri.
Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan ini meliputi:

• Efisiensi Operasional: Kemampuan UT untuk mengontrol biaya produksi


dan operasional, bahkan dalam kondisi pasar yang sulit.

• Diversifikasi Produk: UT tidak hanya bergantung pada satu lini bisnis,


tetapi juga beroperasi di berbagai sektor seperti pertambangan, kontraktor
pertambangan, serta alat berat, yang memungkinkan diversifikasi pendapatan.

• Pengelolaan Risiko yang Baik: Penurunan profit margin pada tahun 2023
kemungkinan diakibatkan oleh faktor eksternal seperti ketidakpastian pasar dan
inflasi, tetapi UT berhasil mempertahankan margin yang lebih baik dibandingkan
rata-rata industri.

Hal menunjukkan bahwa perusahaan mampu bersaing secara efektif dalam


industri yang sangat kompetitif. Meskipun menghadapi tantangan ekonomi, UT tetap
mempertahankan margin keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata
industri, menegaskan posisinya sebagai pemimpin di sektor alat berat dan
pertambangan.

2. Analisa Total Aset Turn Over (TATO)

TATO
TAHUN UNTR INDUSTRI
2020 0.6 0.70
2021 0.71 0.85
2022 0.88 0.91
2023 0.83 0.91

Tabel 4.2 Total Assets Turn Over UNTR dan Industri dari tahun 2020-2023
TATO UNTR X INDUSTRI
UNTR INDUSTRI

1
0,9 0,91
0,88 0,91
0,85 0,83
0,8
0,7 0,70 0,71
0,6 0,6
0,5
0,4
0,3
0,2
0,1
0
2020 2021 2022 2023

Grafik 4.2 Perbandingan TATO UNTR dengan Industri

Pada Tahun 2020, TATO UT sebesar 0,6, lebih rendah dibandingkan dengan rata-
rata industri yang berada di 0,7. Ini menunjukkan bahwa UT kurang efisien dalam
menggunakan aset untuk menghasilkan pendapatan dibandingkan dengan rata-rata
industri. Hal ini mungkin disebabkan oleh perlambatan ekonomi global dan nasional
akibat pandemi COVID-19, yang berdampak pada penjualan alat berat dan kontrak
pertambangan.Pada Tahun 2021, TATO UT meningkat menjadi 0,71, mendekati rata-
rata industri yang meningkat menjadi 0,85. Pemulihan ekonomi pasca-pandemi
mulai mendorong peningkatan penjualan dan efisiensi penggunaan aset. Namun,
meskipun terjadi peningkatan, UT masih sedikit tertinggal dibandingkan dengan
rata-rata industry. Pada 2022, TATO UT mencapai 0,88, menunjukkan peningkatan
efisiensi yang signifikan dalam memanfaatkan aset. Hal ini hampir menyamai rata-
rata industri sebesar 0,91. Peningkatan ini sejalan dengan kenaikan harga komoditas,
terutama di sektor pertambangan, yang mendorong peningkatan penjualan alat berat
dan proyek-proyek besar yang dijalankan UT.T TATO UT mengalami sedikit
penurunan pada tahun 2023 menjadi 0,83, sementara rata-rata industri tetap stabil di
0,91. Penurunan ini dapat disebabkan oleh perlambatan sementara dalam penjualan
atau peningkatan aset yang belum sepenuhnya menghasilkan pendapatan. Meskipun
demikian, TATO UT masih cukup kuat dan hanya sedikit di bawah rata-rata industri,
menunjukkan bahwa perusahaan tetap efisien dalam mengelola asetnya.
Dari hasil TATO 2020-2023, terlihat bahwa UT secara umum berada sedikit di bawah
rata-rata industri dalam hal efisiensi penggunaan aset selama periode 2020-2023.
Beberapa faktor yang mempengaruhi perbandingan ini antara lain:
1. Pada tahun 2020, Kinerja UT lebih rendah dari rata-rata industri akibat gangguan

ekonomi besar yang disebabkan oleh pandemi.


2. Tahun 2021, meskipun terjadi perbaikan, UT masih sedikit tertinggal dalam

mengelola efisiensi aset dibandingkan rata-rata industri yang lebih cepat pulih.
3. Pada tahun 2022, peningkatan tajam dalam efisiensi penggunaan aset oleh UT

hampir menyamai rata-rata industri, mencerminkan respons positif terhadap


kenaikan permintaan di sektor alat berat dan pertambangan.
4. Pada 2023, UT mengalami sedikit penurunan sementara, tetapi perusahaan tetap

kompetitif dibandingkan dengan rata-rata industri.

3. Analisa Equity Multiplier (EM)

EM
TAHUN UNTR INDUSTRI
2020 1,2 1,75
2021 1,13 2,18
2022 1,03 2,19
2023 1,22 2,06

Tabel 4.3 Equity Multiplier UNTR dan Industri dari tahun 2020-2023

EM UNTR X INDUSTRI
UNTR INDUSTRI

2,5
2,18 2,19
2 2,06

1,75
1,5
1,2 1,22
1,13
1 1,03

0,5

0
2020 2021 2022 2023
Grafik 4.3 Perbandingan Equity Multiplier UNTR dengan Industri

Berdasarkan data Equity Multiplier (EM) PT United Tractors dari 2020 hingga
2023, kita bisa mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam memenuhi pembayaran
utangnya dengan menghubungkan EM dengan tingkat leverage dan kesehatan
keuangan perusahaan. Berikut adalah analisis kemampuan PT United Tractors (UT)
dalam memenuhi kewajiban pembayaran utangnya berdasarkan tren EM.
Pada tahun 2020, EM UT sebesar 1,2 menunjukkan bahwa perusahaan memiliki
tingkat leverage yang rendah. Karena EM adalah indikator dari penggunaan utang,
rendahnya EM ini menunjukkan bahwa UT sebagian besar didanai oleh ekuitas dan
memiliki sedikit ketergantungan pada utang. Dengan leverage yang rendah, beban
bunga dan kewajiban utang perusahaan cenderung kecil, sehingga kemampuan UT
untuk memenuhi pembayaran utangnya sangat kuat. Rasio ini menunjukkan
perusahaan berada dalam posisi keuangan yang baik, dengan risiko gagal bayar yang
rendah. Perbedaan antara EM UT dan rata-rata industri cukup besar, dengan industri
yang lebih agresif dalam menggunakan utang. Rata-rata industri 1,75 menunjukkan
bahwa sektor ini lebih banyak memanfaatkan leverage untuk membiayai
pertumbuhan aset.
Pada 2021, EM UT turun menjadi 1,13. Penurunan ini berarti UT semakin
mengurangi ketergantungan pada utang, memperbesar porsi pembiayaan dari
ekuitas. Dengan utang yang lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya, kemampuan
perusahaan untuk membayar kewajiban utangnya menjadi lebih baik. Dengan
semakin rendahnya EM, UT memiliki margin keamanan yang lebih besar dalam
menghadapi beban utang, mengurangi risiko likuiditas atau gagal bayar.
Ketersediaan arus kas yang lebih besar untuk membayar kewajiban utang membuat
UT tetap dalam kondisi keuangan yang kuat. Rata-rata industri melonjak ke 2,18,
sedangkan UT tetap konservatif dengan penurunan EM menjadi 1,13. Perbedaan ini
menunjukkan bahwa UT lebih berhati-hati dalam mengambil utang, sementara
industri secara keseluruhan tampak lebih agresif dalam memanfaatkan utang untuk
mendorong pertumbuhan.
Pada 2022, EM UT mencapai titik terendah di 1,03, menunjukkan bahwa
hampir seluruh aset perusahaan didanai oleh ekuitas, dengan sedikit utang yang
digunakan. UT menggunakan sangat sedikit leverage pada tahun ini. Pada titik ini,
UT memiliki kemampuan yang sangat baik untuk memenuhi pembayaran utangnya
karena perusahaan hampir tidak memiliki utang untuk dibayar. Beban bunga yang
rendah atau bahkan tidak signifikan berarti arus kas UT sepenuhnya dapat diarahkan
untuk operasional dan investasi, tanpa tekanan dari pembayaran kewajiban utang.
Tren rata-rata industri stabil di 2,19, tetapi UT tetap mempertahankan EM yang
sangat rendah, hampir sepenuhnya mengandalkan ekuitas. Sementara perusahaan di
sektor ini cenderung menggunakan utang secara lebih luas, UT tetap memilih
pendekatan yang lebih aman, mungkin untuk menjaga kestabilan di tengah
ketidakpastian ekonomi.
Pada 2023, EM kembali meningkat menjadi 1,22, menunjukkan bahwa UT
mulai menggunakan utang lebih banyak dibandingkan dua tahun sebelumnya, tetapi
masih dalam batas yang sangat moderat dan terkendali. Leverage tetap relatif rendah.
Meskipun ada sedikit peningkatan penggunaan utang, UT tetap dalam posisi yang
sangat kuat untuk memenuhi kewajiban utangnya. Dengan EM yang masih tergolong
rendah, risiko likuiditas atau gagal bayar tetap minim. Perusahaan tampaknya mulai
memanfaatkan utang sebagai sumber pembiayaan untuk mempercepat ekspansi atau
investasi, tetapi dengan tetap menjaga kemampuan untuk memenuhi kewajiban
keuangan dengan baik. Meskipun rata-rata industri menurun sedikit ke 2,06, UT
meningkatkan EM menjadi 1,22. Ini menunjukkan adanya pergerakan yang hati-hati
menuju peningkatan leverage, tetapi UT masih jauh di bawah rata-rata industri dalam
hal penggunaan utang.
Dari data EM PT United Tractors pada periode 2020-2023, kemampuan
perusahaan dalam memenuhi kewajiban utang dapat dikatakan sangat kuat. Dengan
EM yang rendah selama seluruh periode, UT menunjukkan struktur modal yang
sangat konservatif, lebih mengandalkan ekuitas daripada utang.

4. Analisa Return of Equity (ROE)

ROE
TAHUN UNTR INDUSTRI
2020 9.70% 1.49%
2021 15.20% 6.90%
2022 26.00% 7.19%
2023 23.80% 10.43%
Tabel 4.4 Return Of Equity UNTR dan Industri dari tahun 2020-2023
ROE UNTR X INDUSTRI
UNTR INDUSTRI

30,00%

25,00% 26,00%
23,80%

20,00%

15,00% 15,20%

10,00% 9,70% 10,43%


6,90% 7,19%
5,00%
1,49%
0,00%
2019 2020 2021 2022 2023

Grafik 4.4 Perbandingan ROE UNTR dengan Industri

ROE UT sebesar 9,7%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata industri
yang hanya 1,49%. Meskipun tahun 2020 merupakan tahun penuh tantangan karena
pandemi COVID-19, UT berhasil menunjukkan kinerja yang jauh lebih baik
dibandingkan dengan industri secara keseluruhan. ROE yang tinggi ini menunjukkan
efisiensi perusahaan dalam mengelola modal pemegang saham di tengah penurunan
ekonomi global. Pada 2021, ROE UT meningkat tajam menjadi 15,2%, sedangkan
rata-rata industri juga naik menjadi 6,9%. Peningkatan signifikan ini menunjukkan
bahwa UT berhasil memanfaatkan pemulihan ekonomi global dan peningkatan
permintaan di sektor pertambangan dan alat berat untuk meningkatkan profitabilitas.
UT tetap berada di atas rata-rata industri, dengan kemampuan untuk mengelola
ekuitas secara efisien meskipun ada tekanan eksternal.

ROE UT melonjak pada tahun 2022 ke angka 26,0%, menunjukkan lonjakan


signifikan dalam profitabilitas. Pada saat yang sama, rata-rata industri meningkat
sedikit menjadi 7,19%. Perbedaan antara ROE UT dan rata-rata industri sangat
mencolok, menandakan bahwa UT jauh lebih unggul dalam mengelola modal dan
menghasilkan laba dibandingkan pesaingnya di sektor yang sama. Ini mungkin
didorong oleh lonjakan harga komoditas dan permintaan alat berat yang lebih tinggi.

Walaupum ROE UT pada tahun 2023 sedikit turun menjadi 23,8%, namun masih
tetap jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata industri yang berada di angka
10,43%. Meskipun ada penurunan, UT masih menunjukkan kinerja yang sangat kuat
dalam mengelola ekuitas pemegang saham untuk menghasilkan laba. Penurunan
ROE ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor seperti penurunan margin laba
atau peningkatan ekuitas yang tidak sebanding dengan peningkatan laba bersih.

Secara keseluruhan, PT United Tractors menunjukkan kinerja keuangan yang


sangat kuat dengan Return on Equity yang konsisten jauh di atas rata-rata industri
dari tahun 2020 hingga 2023. Meskipun ada sedikit penurunan pada 2023, UT tetap
mempertahankan efisiensi yang tinggi dalam menghasilkan laba dari ekuitas
pemegang saham. Keunggulan ini mencerminkan manajemen yang efektif dan
pemanfaatan peluang yang kuat di sektor pertambangan dan alat berat, yang dapat
terus ditingkatkan dengan pengelolaan modal yang bijak serta diversifikasi bisnis di
masa mendatang.

V. Kesimpulan dan Rekomendasi


1. Kesimpulan

Berdasarkan analisis mendalam terhadap data keuangan PT United Tractors (UT)


dari tahun 2020 hingga 2023, berikut adalah beberapa poin kunci yang dapat
diambil:

1. Profit Margin

UT secara konsisten menunjukkan Profit Margin yang jauh lebih tinggi


dibandingkan rata-rata industri. Dari 2020 hingga 2023, UT berhasil
mempertahankan efisiensi operasionalnya, dengan peningkatan signifikan selama
periode pemulihan ekonomi global. Meskipun terjadi sedikit penurunan pada
tahun 2023, margin UT tetap berada jauh di atas industri, yang menandakan
kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya secara efektif dan
mempertahankan tingkat profitabilitas yang kuat.

2. Total Asset Turnover (TATO)

TATO UT mengalami peningkatan bertahap dari tahun 2020 hingga 2022,


mencerminkan peningkatan efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan aset untuk
menghasilkan pendapatan. Namun, terjadi penurunan kecil pada tahun 2023, yang
dapat mengindikasikan bahwa perusahaan perlu meningkatkan efisiensi
penggunaan aset atau mengoptimalkan investasi aset untuk mempertahankan atau
meningkatkan pendapatan di masa mendatang. Dibandingkan dengan industri,
TATO UT sedikit tertinggal, menunjukkan potensi perbaikan lebih lanjut dalam
hal manajemen aset.

3. Equity Multiplier (EM)

Selama periode ini, EM UT menunjukkan bahwa perusahaan memiliki


pendekatan yang lebih konservatif terhadap penggunaan leverage (utang)
dibandingkan dengan rata-rata industri. Meskipun industri lebih banyak
menggunakan utang untuk membiayai operasionalnya, UT lebih mengandalkan
ekuitas, yang mengurangi risiko keuangan dan meningkatkan stabilitas jangka
panjang. Kenaikan EM pada 2023 mungkin menandakan peningkatan pendanaan
berbasis utang, tetapi tetap pada level yang lebih rendah dibandingkan dengan
industri.

4. Return on Equity (ROE)

ROE UT mencerminkan keunggulan kompetitif dalam menghasilkan laba dari


ekuitas pemegang saham. Selama periode 2020 hingga 2023, UT secara konsisten
mencatat ROE yang jauh lebih tinggi dari rata-rata industri, yang menunjukkan
efisiensi luar biasa dalam manajemen modal. Meski terjadi penurunan pada 2023,
UT tetap berada di atas industri, mengindikasikan bahwa perusahaan terus
menghasilkan pengembalian yang tinggi bagi pemegang saham.

2. Rekomendasi

Berdasarkan tren data Profit Margin, TATO, EM, dan ROE dari 2020 hingga 2023,
berikut adalah rekomendasi untuk PT United Tractors guna mempertahankan dan
meningkatkan kinerja keuangannya:
1. Meningkatkan Efisiensi Penggunaan Aset (TATO)

Untuk meningkatkan TATO, UT perlu mengoptimalkan penggunaan aset yang


ada atau mengevaluasi strategi pengelolaan aset. Efisiensi yang lebih tinggi dalam
memanfaatkan aset yang dimiliki untuk menghasilkan pendapatan dapat
membantu meningkatkan pertumbuhan pendapatan di masa mendatang. Strategi
seperti peningkatan produktivitas aset dan inovasi teknologi dalam operasional
dapat membantu mencapai hal ini.

2. Pertahankan Pendekatan Konservatif terhadap Leverage (EM)

Meskipun EM UT sedikit meningkat pada 2023, tetap disarankan agar UT


mempertahankan pendekatan yang konservatif terhadap penggunaan utang.
Terlalu banyak leverage dapat meningkatkan risiko keuangan, terutama jika ada
ketidakpastian di pasar atau penurunan dalam permintaan. Pendekatan yang lebih
konservatif ini akan membantu menjaga kestabilan keuangan perusahaan dalam
jangka panjang.

3. Diversifikasi Portofolio Bisnis dan Pasar

Untuk mempertahankan Profit Margin yang tinggi, UT dapat terus melakukan


diversifikasi produk dan layanan, serta menjelajahi pasar baru. Mengandalkan
satu atau dua sektor (seperti pertambangan) dapat membuat perusahaan rentan
terhadap fluktuasi harga komoditas. Diversifikasi bisnis ke sektor-sektor yang
pertumbuhannya stabil akan membantu mempertahankan margin keuntungan
yang tinggi dan melindungi perusahaan dari risiko eksternal.

4. Meningkatkan Fokus pada Inovasi dan Teknologi

Teknologi dapat menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi operasional yang


pada akhirnya berdampak pada Profit Margin dan TATO. Investasi dalam
otomatisasi, digitalisasi operasional, dan teknologi alat berat yang lebih efisien
dapat membantu UT memperkuat posisinya di pasar serta meningkatkan efisiensi
dalam memanfaatkan aset.
5. Mempertahankan Kinerja Tinggi dalam ROE

Untuk mempertahankan ROE yang tinggi, UT harus fokus pada peningkatan


profitabilitas melalui strategi peningkatan margin laba dan optimalisasi
manajemen modal. Melakukan peningkatan pada pengelolaan ekuitas dan
menjaga keseimbangan dalam pembiayaan aset melalui ekuitas dan utang akan
membantu perusahaan menjaga rasio ROE yang sehat.
VI. Daftar Pustaka

PT United Tractors. (2024). Laporan Tahunan 2023. PT United Tractors Tbk.

PT United Tractors. (2022). Laporan Tahunan 2021. PT United Tractors Tbk.

Ross, S. A., Westerfield, R. W., & Jordan, B. D. (2016). Fundamentals of Corporate


Finance (11th ed.). McGraw-Hill.

Anda mungkin juga menyukai