0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
260 tayangan3 halaman

Tugas 2 Perilaku Organisasi

Dokumen ini membahas tentang kekuasaan dan wewenang dalam kepemimpinan, serta hubungan antara pola kekuasaan dengan perilaku kepemimpinan transformasional dalam konteks Good Public Governance. Selain itu, dijelaskan juga mengenai hubungan manusiawi yang penting dalam menciptakan Good Public Governance, yang melibatkan komunikasi dan motivasi sebagai pilar utama. Hubungan manusiawi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dapat meningkatkan responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat.

Diunggah oleh

savitri071202
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
260 tayangan3 halaman

Tugas 2 Perilaku Organisasi

Dokumen ini membahas tentang kekuasaan dan wewenang dalam kepemimpinan, serta hubungan antara pola kekuasaan dengan perilaku kepemimpinan transformasional dalam konteks Good Public Governance. Selain itu, dijelaskan juga mengenai hubungan manusiawi yang penting dalam menciptakan Good Public Governance, yang melibatkan komunikasi dan motivasi sebagai pilar utama. Hubungan manusiawi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dapat meningkatkan responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat.

Diunggah oleh

savitri071202
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Dian Savitri

045040687

TUGAS 2

1. Kekuasaan dan Wewenang


a. Apa yang Saudara pahami tentang kekuasaan dan sumber kekuasaan serta
hubungannya dengan perilaku kepemimpinan. Jelaskan !

Jawab : Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok orang untuk


mempengaruhi perilaku orang lain atau mengendalikan situasi tertentu. Sumber
kekuasaan adalah aspek-aspek yang memberikan dasar bagi seseorang atau
sekelompok orang untuk memperoleh kekuasaan. Hubungan antara kekuasaan dan
perilaku kepemimpinan sangat erat karena kepemimpinan melibatkan penggunaan
kekuasaan untuk mempengaruhi orang lain.
Ada beberapa sumber kekuasaan yang dapat digunakan oleh seorang pemimpin:
 Kekuasaan Legitimasi: Kekuasaan ini diberikan kepada seseorang
berdasarkan posisi atau jabatan yang dipegangnya. Contohnya adalah
seorang manajer yang memiliki kekuasaan untuk memberikan perintah
kepada bawahannya.
 Kekuasaan Reward: Kekuasaan ini terkait dengan kemampuan seseorang
untuk memberikan hadiah atau penghargaan kepada orang lain. Misalnya,
seorang pemimpin yang dapat memberikan bonus atau promosi kepada
anggota tim yang berprestasi.
 Kekuasaan Paksaan: Kekuasaan ini melibatkan penggunaan hukuman
atau sanksi untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Contohnya adalah
seorang atasan yang dapat memberikan teguran atau mengancam dengan
pemecatan jika kinerja bawahannya tidak memenuhi harapan.
 Kekuasaan Ahli: Kekuasaan ini didasarkan pada pengetahuan,
keterampilan, atau keahlian seseorang. Seorang pemimpin yang memiliki
pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidang tertentu akan
memiliki kekuasaan ahli yang dapat mempengaruhi orang lain.
 Kekuasaan Referent: Kekuasaan ini terkait dengan daya tarik atau
pengaruh yang dimiliki seseorang karena karakteristik pribadi atau
kepribadian yang menarik. Contohnya adalah seorang pemimpin yang
dihormati dan diikuti oleh anggota tim karena integritas dan nilai-nilai
yang dimilikinya.

Perilaku kepemimpinan melibatkan penggunaan kekuasaan untuk mempengaruhi orang lain.


Pemimpin yang efektif akan menggunakan kekuasaan dengan bijaksana dan adil, serta
mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan anggota tim. Pemimpin yang mampu
memahami sumber kekuasaan yang dimilikinya dan menggunakannya dengan tepat akan
dapat membangun hubungan yang baik dengan anggota tim, meningkatkan motivasi dan
kinerja mereka, serta mencapai tujuan bersama.

Referensi : Modul 4 ADPU4431


https://gramedia.com/literasi/teori-kekuasaan/

b. Dalam konteks Good Public Governance, bagaimana Saudara dapat menjelaskan


hubungan antara pola kekuasaan dengan Perilaku Kepemimpinan
Transformasional.
Jawab : Dalam konteks Good Public Governance, pola kekuasaan merujuk pada
cara kekuasaan digunakan dalam organisasi publik. Pola kekuasaan yang otoriter
atau korup dapat menghambat tercapainya Good Public Governance, sementara
pola kekuasaan yang demokratis dan transparan dapat mendorong terwujudnya
Good Public Governance.
Perilaku kepemimpinan transformasional adalah gaya kepemimpinan yang
berfokus pada menginspirasi dan memotivasi bawahan untuk mencapai potensi
terbaik mereka. Kepemimpinan transformasional berusaha untuk mengubah dan
meningkatkan organisasi melalui visi yang kuat, komunikasi yang efektif, dan
pemberdayaan bawahan.

Dalam Good Public Governance, pola kekuasaan yang demokratis dan transparan
mendukung terwujudnya kepemimpinan transformasional. Kepemimpinan
transformasional membutuhkan hubungan saling percaya antara pemimpin dan
bawahan, serta partisipasi aktif dari semua pihak dalam pengambilan keputusan.
Pola kekuasaan yang demokratis dan transparan memungkinkan terciptanya
hubungan yang kuat dan saling percaya antara pemimpin dan bawahan, sehingga
memfasilitasi terwujudnya kepemimpinan transformasional

Referensi : https://repository.usm.ac.id/files/journalnas/B214/20221118102330-
GAYA-KEPEMIMPINAN-DAN-GOOD-GOVERNANCE-SEBAGAI-UPAYA-
PENINGKATAN-EXCELLENT-SERVICE-DAN-KEPERCAYAAN-
MASYARAKAT.pdf
https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kanwil-jateng/baca-artikel/12708/Mengenal-
Kepemimpinan-dan-Model-Kepemimpinan.html

2. Hubungan Antarmanusia
a. Apa yang Saudara ketahui tentang Hubungan Manusiawi dan jelaskan dua pilar
utama dalam hubungan manusiawi.
Jawab : Hubungan manusiawi adalah hubungan antara individu yang didasarkan
pada saling pengertian, empati, dan rasa hormat. Dalam hubungan manusiawi,
individu saling menghargai dan memperlakukan satu sama lain dengan adil dan
manusiawi.
Dua pilar utama dalam hubungan manusiawi adalah:
 Komunikasi : komunikasi sangat penting dalam hubungan manusia karena
kegunaan dari komunikasi adalah menyampaikan pesan kepada penerima
dengan sadar untuk menimbulkan perilaku, komunikasi juga bisa juga
saling menukar gagasan atau pikiran secara verbal
 Motivasi : motivasi terjadi karena seseorang ingin memenuhi motif. Motif
ini muncul karena adanya kebutuhan hidup. Proses motivasi diarahkan
untuk mencapai tujuan. Tujuan itu merupakan kekuatan yang dapat
menarik seseorang untuk berperilaku.

Referensi: MODUL 5 ADPU4431

b. Adakah keterkaitan antara Hubungan manusiawi dengan upaya perwujudan Good


Public Governance. Jelaskan pandangan Saudara.
Jawab : Hubungan manusiawi memiliki keterkaitan yang erat dengan upaya
perwujudan Good Public Governance. Good Public Governance melibatkan
pemerintah yang bertanggung jawab, transparan, dan berorientasi pada pelayanan
publik yang baik.
Dalam konteks Good Public Governance, hubungan manusiawi yang baik antara
pemerintah dan masyarakat sangat penting. Pemerintah yang memiliki hubungan
manusiawi yang kuat dengan masyarakat akan lebih mampu memahami
kebutuhan dan aspirasi masyarakat, serta merespons dengan kebijakan dan

Referensi : https://news.detik.com/kolom/d-4012818/mewujudkan-good-
governance-melalui-inovasi
https://news.detik.com/kolom/d-4012818/mewujudkan-good-governance-melalui-
inovasi

Anda mungkin juga menyukai