ISTILAH revolusi industri mungkin terdengar familiar bagi sebagian orang.
Revolusi industri telah mengubah cara hidup manusia dari tradisional menjadi
lebih modern. Transformasi tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak lama
dimulai dari penggunaan mesin uap pada abad ke-18 hingga mencapai era 4.0
seperti sekarang.
Revolusi industri menjadi bukti nyata bahwa teknologi berhasil memberikan
perubahan signifikan pada perkembangan industri dan pola hidup masyarakat.
Dengan adanya hal tersebut, manusia kini dapat menikmati kemudahan
mengakses informasi, transportasi, dan bisnis. Karena itu, masyarakat didorong
untuk siap menghadapi perubahan besar akibat perubahan yang terus berlanjut.
Pengertian Revolusi Industri
Revolusi industri adalah transformasi besar pada manufaktur dengan mengubah
sistem produksi dari cara tradisional menggunakan tangan, lalu digantikan oleh
mesin. Proses transisi ini memberikan dampak yang meluas pada kehidupan
ekonomi, politik, dan sosial-budaya.
Revolusi industri terjadi pada 1760-1830 (abad ke-18) di Inggris dan menjadi titik awal
transformasi besar dalam cara produksi. Diketahui, sebelum abad ke-18, sistem
perekonomian masyarakat Eropa bergantung pada sistem ekonomi agraris. Namun,
setelah terjadi transformasi tersebut, tenaga mesin menjadi alat produksi yang
menggantikan tenaga manusia, sehingga secara langsung manusia juga diajak bekerja
lebih modern menggunakan mesin.
Perkembangan Revolusi Industri
Menurut catatan sejarah, revolusi industri telah terjadi melalui serangkaian proses
yang panjang sebanyak empat kali. Saat ini, manusia sedang mengalami yang
keempat alias revolusi industri 4.0 dan akan menuju revolusi industri 5.0. Lalu,
bagaimana sejarah perkembangan transformasi tersebut? Berikut ini informasi
lengkapnya.
4. Revolusi Industri 4.0
Revolusi industri 4.0 merupakan tahap perkembangan perubahan besar-besaran
yang saat ini sedang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Di era ini, terjadi
ledakan besar di bidang teknologi yang semakin mengubah cara manusia hidup
maupun bekerja. Istilah tersebut pertama kali digaungkan oleh pemerintah Jerman
di Hannover Fair pada April 2011.
Revolusi industri 4.0 adalah campur tangan sebuah sistem cerdas dan automasi
dalam industri melalui teknologi machine learning dan artificial intelligence (AI).
Revolusi 4.0 tak hanya meliputi industri manufaktur, tapi juga mencakup semua
bidang. Satu hal yang paling terasa dari transformasi keempat ini adalah adanya
Internet.
Era revolusi industri 4.0 sendiri melibatkan integrasi teknologi yang ditandai
dengan munculnya terobosan-terobosan, seperti kecerdasan buatan, big data,
Internet of things (IoT), robotika, komputasi awan, dan manufaktur.
4. Revolusi Industri 4.0
Revolusi industri 4.0 merupakan tahap perkembangan perubahan besar-besaran
yang saat ini sedang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Di era ini, terjadi
ledakan besar di bidang teknologi yang semakin mengubah cara manusia hidup
maupun bekerja. Istilah tersebut pertama kali digaungkan oleh pemerintah Jerman
di Hannover Fair pada April 2011.
Revolusi industri 4.0 adalah campur tangan sebuah sistem cerdas dan automasi
dalam industri melalui teknologi machine learning dan artificial intelligence (AI).
Revolusi 4.0 tak hanya meliputi industri manufaktur, tapi juga mencakup semua
bidang. Satu hal yang paling terasa dari transformasi keempat ini adalah adanya
Internet.
Era revolusi industri 4.0 sendiri melibatkan integrasi teknologi yang ditandai
dengan munculnya terobosan-terobosan, seperti kecerdasan buatan, big data,
Internet of things (IoT), robotika, komputasi awan, dan manufaktur cerdas.
Dampak Revolusi Industri
Terjadinya perubahan teknologi dari masa ke masa, terutama pada revolusi
industri 4.0, telah memberikan dampak signifikan di segala bidang kehidupan
manusia. Berikut ini sejumlah dampak positif dan negatif terjadinya revolusi
industri 4.0 secara umum.
1. Proses Produksi Semakin Optimal
Salah satu dampak dari revolusi industri adalah transformasi besar dalam cara
manusia bekerja dan berinteraksi. Penggunaan teknologi digital, kecerdasan
buatan, dan automasi telah mengubah proses produksi, mengoptimalkan efisiensi,
dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manusia. Dengan begitu,
pemrosesan data semakin cepat sehingga proses produksi semakin optimal.
2. Membuka Peluang Baru di Dunia Bisnis
Revolusi industri saat ini juga telah mengubah paradigma bisnis. Terobosan
seperti e-commerce, pembayaran digital, dan analisis data telah menciptakan
model bisnis baru serta memungkinkan pertumbuhan usaha yang lebih cepat,
terutama bagi startup dan perusahaan kecil.
3. Meningkatkan Perkembangan Teknologi dan Pengetahuan
Perubahan teknologi secara besar-besaran juga berdampak pada sektor kesehatan,
pendidikan, transportasi, dan energi. Teknologi canggih memungkinkan terjadinya
peningkatan aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan. Dalam pendidikan,
teknologi telah memperluas akses ke pengetahuan dan memungkinkan
pembelajaran jarak jauh. Di bidang transportasi, teknologi membantu mobilitas
menjadi lebih baik. Untuk sektor energi, adopsi energi terbarukan dan teknologi
efisiensi telah berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim.
4. Rentan Serangan Siber
Meski kemajuan teknologi semakin memudahkan manusia dalam bekerja,
kemajuan ini juga membawa tantangan baru. Masalah privasi data, keamanan
siber, dan ketimpangan digital menjadi isu yang harus diatasi. Apalagi saat ini
proses produksi banyak menggunakan teknologi mesin sehingga penting untuk
memiliki sistem keamanan yang baik.
5. Jumlah Pengangguran Bertambah
Kemudahan dalam proses produksi memungkinkan penggunaan mesin akan lebih
dibutuhkan dibanding tenaga manusia. Contohnya, perusahaan di bidang garmen
atau produksi pakaian yang sekarang dapat digantikan oleh mesin. Secara
langsung, hal tersebut meningkatkan jumlah pengangguran. Perubahan cepat
dalam teknologi mengakibatkan ketidakseimbangan tenaga kerja dengan beberapa
pekerjaan yang tergantikan oleh mesin.
Meski dipercaya dapat membangun kemajuan peradaban dunia dan membantu
setiap aspek kehidupan manusia, revolusi industri juga memiliki dampak negatif
yang sebaiknya tetap dikontrol oleh manusia agar ke depannya tidak merugikan
satu sama lain. Harapannya, dengan adanya perubahan/transformasi teknologi ini,
kesejahteraan setiap umat manusia tetap seimbang dan terjaga.
6.Pengoperasian Teknologi
Gaptek harus diberantas sama seperti halnya buta huruf. Tidak perlu jauh-jauh
mengambil contoh, kalian wajib bisa mengoperasikan komputer. Revolusi industri
4.0 menuntut SDM untuk memiliki kemampuan mengoperasikan alat atau benda
teknologi dan komputer adalah langkah bagus untuk memulainya.
Ada banyak hal yang bisa dilakukan dengan komputer, menggambar rancangan
teknik, memprogram suatu aplikasi, maintenance infrastruktur server, dan lain
sebagainya
Inilah tantangan awal kalian menghadapi revolusi industri, tingkatkan
kemampuan dan pelajari pengoperasian teknologi dengan bijak dan tepat.
7.Tuntutan SDM Berkualitas
Revolusi industri generasi keempat mengharuskan kita sebagai manusia
memenuhi kriteria sebagai SDM berkualitas.
Indikator yang cukup kompleks, namun kalau kita pahami secara objektif maka
SDM yang dibutuhkan di sini adalah mereka yang berpikir kritis, mampu
menyelesaikan masalah yang kompleks, kreativitas yang lebih baik, dan
sebagainya.
Ada banyak poin yang harus terpenuhi, tidak mengherankan jika revolusi industri
4.0 dapat disebut sebagai moment penyeleksian. Mereka yang memenuhi kriteria
akan bersaing, sedangkan yang malas-malasan kemungkinan besar tertinggal.
8.Kreativitas Menghasilkan Ide Baru
Alur perkembangan industri terus maju, semakin canggih dan modern.
Tantangannya adalah bagaimana kita mampu menuangkan kreativitas untuk
memunculkan ide-ide baru dengan fasilitas yang sudah tersedia.
Dalam dunia industri tujuan utama dari kreativitas adalah membuat suatu produk
atau layanan lebih banyak diminati oleh konsumen, mampu memberikan sesuatu
yang bagus ke peningkatan profit, dan sebagainya.
Tidak banyak SDM yang mempunyai kreativitas yang bagus, jika tidak diasah
sejak awal maka akan sulit untuk bersaing di era yang serba modern dan banyak
perubahan seperti sekarang.
Baca juga: Peranan Artificial Intelligence di Dunia Pendidikan
9.Strategi untuk Menghadapi Revolusi Industri
Ada banyak upaya yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi era
industri generasi keempat. Mari kita mulai dari yang sederhana, beberapa di
antaranya seperti:
Mencari tahu skill dan potensi dalam diri sendiri dan meningkatkannya
secara konsisten
Mempelajari ilmu baru yang berkaitan dengan industri generasi keempat
seperti machine learning, AI, dan sebagainya
Memupuk kebiasaan berpikir kritis dan pemecahan masalah (problem
solving)
Mengasah kreativitas dan inovasi dengan mencoba melakukan hal baru,
mempelajarinya, dan mempraktikannya
Mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan teknologi seperti les komputer,
kursus pemrograman, dan sebagainya
Melanjutkan studi sampai ke perguruan tinggi untuk mendapatkan ilmu
baru,memperdalam pemikiran, dan kemampuan sesuai minat dan potensi
Demikian penjelasan mengenai revolusi industri 4.0 cara menghadapinya. Semoga
bisa bermanfaat. Di STTKD setiap prodi khususnya bagian teknis seperti S1
teknik elektro, rekayasa mesin, teknik dirgantara, dan aeronautika dipersiapkan
untuk menghadapi revolusi industri generasi keempat.
Melalui pembelajaran teori dan praktik, sekolah penerbangan STTKD akan
berupaya untuk membantu generasi muda untuk bisa bersaing di era teknologi
yang semakin canggih.