0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan9 halaman

E Learn

Makalah ini membahas tentang penerapan E-learning di Indonesia selama pandemi Covid-19, yang memaksa perubahan dari pembelajaran tatap muka ke pembelajaran daring. Meskipun E-learning menawarkan fleksibilitas, banyak tantangan dihadapi, seperti akses internet yang tidak merata dan keterbatasan sarana belajar. Penulis menyarankan perlunya pemerataan infrastruktur dan pengembangan kurikulum untuk mendukung pembelajaran jarak jauh di masa depan.

Diunggah oleh

Tresia Simanjuntak
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan9 halaman

E Learn

Makalah ini membahas tentang penerapan E-learning di Indonesia selama pandemi Covid-19, yang memaksa perubahan dari pembelajaran tatap muka ke pembelajaran daring. Meskipun E-learning menawarkan fleksibilitas, banyak tantangan dihadapi, seperti akses internet yang tidak merata dan keterbatasan sarana belajar. Penulis menyarankan perlunya pemerataan infrastruktur dan pengembangan kurikulum untuk mendukung pembelajaran jarak jauh di masa depan.

Diunggah oleh

Tresia Simanjuntak
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

“E-learning pada Masa Pandemi Covid-19”

Oleh:

Riberto Sianturi

055425178
KATA PENGANTAR

Segala Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan segala
berkatNya sehingga saya dapat menyusun makalah ini dengan baik. Dimana makalah ini berisi
tentang pembahasan “E-learning pada Masa Pandemi Covid-19 Di Indonesia” . Makalah ini saya
susun secara cepat dengan bantuan dan dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu saya sampaikan
terima kasih atas waktu, tenaga dan pikirannya yang telah diberikan oleh pihak yang membantu dalam
penyelesaian makalah ini.

Dalam proses pembuatan makalah ini, saya menyadari bahwa hasil makalah ini masih sangat jauh dari
apa yang diharapkan. Sehingga saya sebagai penyusun sangat mengharapkan masukan dan saran yang
membangun dari selirih pembaca makalah ini.

Penulis,

Riberto Sianturi
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI iii

BAB 1 PENDAHULUAN 1

A. Latar belakang 1

B. Rumusan masalah 2

C. Tujuan 2

BAB II PEMBAHASAN 3

BAB III PENUTUP 7

A. Kesimpulan 7

B. Saran 7

DAFTAR PUSTAKA 8
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Fenomena COVID-19 merupakan peristiwa yang membuat krisis Kesehatan bagi seluruh
masyarakat di seluruh dunia, hal ini diumumkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada
Januari 2020 sebagai wabah penyakit virus corona baru dan dilaporkan sebagai pandemi pada Maret
2020 (WHO, 2019). Hal ini mengakibatkan hampir semua aspek kehidupan mengalami perubahan
yang signifikan. Indonesia merupakan salah satu negara yang terinfeksi pandemi Covid-19. Dunia
perekonomian semakin lemah, hubungan sosial semakin menurun yang menyebabkan kurangnya
interaksi dan kepedulian terhadap sesama. Kondisi ini mengharuskan masyarakat untuk tetap diam di
rumah, belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Akibat dari kebijakan tersebut membuat sektor
pendidikan seperti sekolah maupun perguruan tinggi menghentikan proses pembelajaran secara tatap
muka. Sebagai gantinya, proses pembelajaran dilaksanakan secara daring yang bisa dilaksanakan dari
rumah masing-masing siswa. Pandemi COVID-19 menyebabkan beberapa sekolah dan perguruan
tinggi di berbagai negara diharuskan ditutup sementara. Pendidikan tatap muka telah berakhir di
berbagai sekolah, universitas, dan perguruan tinggi. Ini akan berdampak negatif pada kegiatan
pendidikan, karena jarak sosial sangat penting pada tahap ini. (Lestari, 2020)

Oleh sebab itu, instansi pendidikan berusaha mencari alternatif cara untuk mengatasi keadaan
sulit ini. Ditutupnya kegiatan tatap muka dalam belajar ini mendorong tumbuhnya kegiatan
pendidikan Online untuk menjaga kegiatan pembelajaran tetap berjalan dan tidak ada gangguan
pendidikan. Banyak fakultas telah terlibat dalam cara terbaik untuk menawarkan materi kursus
Online, melibatkan mahasiswa, dan melakukan evaluasi. Masalah ini akan membuat teknologi baru
diterima oleh organisasi yang sebelumnya resisten untuk beradaptasi.

Banyak aplikasi pembelajaran online yang bisa diterapkan dalam dunia pendidikan akhir-
akhir ini. Menurut pendapat Molinda (2005), yang dikutip oleh Arizona (2020 : 66), Pembelajaran
online merupakan bentuk pembelajaran/pelatihan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi
telekomunikasi dan informasi, misalnya internet, CD-ROOM (secara langsung dan tidak langsung).
Salah satu aplikasi gratis dan familiar diterapkan adalah aplikasi Google Classroom.

E-learning digambarkan sebagai pengalaman belajar menggunakan berbagai perangkat


elektronik (misalnya komputer, laptop, smartphone, dll) dengan ketersediaan internet dalam kondisi
lingkungan sinkron atau asinkron. E-learning bisa menjadi platform yang membuat proses pendidikan
lebih berpusat pada siswa, kreatif, dan fleksibel. (Singh, 2019 ; Rusman, 2011 ; Mungania, 2003). E-
learning dipandang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan WHO sebagai alat yang berguna
untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, terutama di negara-negara berkembang. (Colace, 2006).

Diharapkan dengan penerapan E-learning, peran pengajar akan berubah dari model tradisional
teacher-centric menjadi student-centric yang sesuai dengan kurikulum baru yang diterapkan di dunia
pendidikan. Oleh karena itu, dalam makalah ini akan dibahas lebih dalam terkait perkembangan E-
learning pada masa pandemi covid-19 di Indonesia disertai hambatan-hambatannya

B. Rumusan masalah

Rumusan masalah dalam makalah ini yaitu:

1. Bagaimana perkembangan E-learning pada masa pandemi covid-19 di Indonesia?

2. Hambatan-hambatan apa saja yang dihadapi dalam penerapan E-learning pada masa
pandemi Covid-19 di Indonesia

C. Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan disusunnya makalah ini yaitu:

1. Untuk mengetahui perkembangan E-learning pada masa pandemi covid-19 di Indonesia

2. Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi dalam penerapan E-learning pada


masa pandemi Covid-19 di Indonesia
BAB II

PEMBAHASAN

Selain dampak ekonomi yang terukur dalam jangka pendek dan jangka panjang, terjadi
keruntuhan yang tidak berwujud pada lembaga pendidikan (Basilaia & Kvavadze, 2020). Kini,
layanan pendidikan harus beradaptasi dengan metode pembelajaran Online. Perubahan ini menjadi
tantangan bagi pendidikan Indonesia, yang juga harus mempersiapkan peserta didik untuk beradaptasi
menghadapi tantangan era Society 5.0. E-learning tidak dianggap sebagai fenomena baru, ada tren
global yang meningkat dalam penggunaan pembelajaran elektronik atau E-learning dalam dekade
terakhir dan beberapa lembaga pendidikan di negara berkembang telah mengadopsi tren ini baru-baru
ini. (Hannafin, 2003 ; Horner, 2018).

Seperti negara-negara lain, Indonesia juga menghadapi tantangan yang signifikan dalam
pendidikan tinggi dan mengubah sistem pendidikan tatap muka ke pembelajaran virtual. Tahun 2020,
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan sebuah kebijakan melalui
Surat Edaran Nomor 3 tahun 2020 (Kemendikbud, 2020) terkait dengan tingkat resiko penyebaran
Covid-19 dan Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 (Kemendikbud, 2020) terkait dengan kebijakan
pendidikan pada masa darurat Covid-19. Kebijakan yang dikeluarkan oleh Kemendikbud tersebut
dilakukan guna mencegah siklus penularan Covid-19. Kedua kebijakan Mendikbud tersebut terkait
dengan pencegahan Covid-19 oleh satuan pendidikan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan serta
pembelajaran keluarga selama masa darurat Covid-19. Kebijakan pembelajaran di rumah disebut
kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau biasanya pembelajaran Online (Online).

Dalam banyak kasus, siswa mereka tidak memiliki smartphone atau akses internet. Guru-guru
ini mengunjungi siswanya dan biasanya hanya membagikan tugas (tanpa mengajar sama sekali).
Praktek ini biasa terjadi di sekolah-sekolah umum di daerah pedesaan, khususnya di luar Jawa. Guru
di bidang ini sering tidak dapat menilai tugas siswa mereka atau memberikan kesempatan untuk sesi
tanya jawab. Karena akses Internet yang tidak merata dan jangkauan jaringan yang buruk, banyak
guru tidak dapat mengajar dengan kemampuan terbaik mereka. Sekitar 30 persen guru di Jawa tidak
mengajar setiap hari kerja. Proporsinya bahkan lebih tinggi untuk guru di luar Jawa, di mana sebanyak
50 persen tidak mengajar setiap hari. (Alifia, 2020).

Untuk menghindari kesenjangan lebih lanjut dalam pendidikan, guru perlu mengetahui tingkat
kemampuan siswa mereka selama periode pembelajaran berbasis rumah sampai sekolah dibuka
kembali sepenuhnya. Guru perlu menerapkan pendekatan pengajaran yang berbeda berdasarkan
kebutuhan siswa mereka. Kemdikbud dapat mengembangkan pedoman praktis untuk pendekatan ini
bagi guru, bersama dengan memberikan dukungan atau platform bagi guru untuk meningkatkan
kemampuan mereka dalam menerapkannya. Pemerintah juga harus mengembangkan sistem untuk
memantau guru dan siswa selama periode pembelajaran jarak jauh.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Pembelajaran dengan E-learning kurang dimanfaatkan pada waktu masa yang lalu, terutama di
negara-negara berkembang. Namun, krisis pandemi COVID-19 saat ini memaksa seluruh dunia untuk
mengandalkan kegiatan pembelajaran Online untuk menunjang kegiatan pendidikan. Dalam
keberjalanannya selama masa pandemi, E-learning di Indonesia masih menghadapi banyak tantangan
dan hambatan. Adapun tantangan dan hambatan tersebut terlihat dari banyak faktor, seperti
keterbatasan jaringan di wilayah terpencil, tidak tersedianya sarana belajar Online yang memadai,
latar belakang sosial ekonomi siswa yang rendah serta tingkat kemampuan siswa dalam menerima
pembelajaran Online yang rendah.

B. Saran

Pada masa yang akan datang, dalam jangka waktu yang panjang, pemerintah Indonesia harus
mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur. Pemerintah juga harus berinvestasi dalam
reformasi pendidikan guru seperti mengembangkan kurikulum khusus untuk pembelajaran jarak jauh
dan pendidikan darurat serta penguasaan teknologi pengajaran. Selain itu, Untuk menghindari
kesenjangan lebih lanjut dalam pendidikan, guru perlu mengetahui tingkat kemampuan siswa mereka
selama periode pembelajaran berbasis rumah untuk mencapai keiatan pembelajaran yang efektif.
DAFTAR PUSTAKA

Alifia, Ulfah. 2020. COVID-19 is widening Indonesia’s education gap. Economics, Politics and
Public Policy in East Asia and the Pacific

Arizona, Kurniawan. [Link]. (2020). Pembelajaran Online Berbasis Proyek Salah Satu Solusi Kegiatan
Belajar Mengajar di Tengah Pandemi Covid-19 . Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan. Volume 5 No1 Mei
2020. (Online) Tersedia :[Link] DOI:
10.29303/jipp.v5i1.111 (Diakses : 7 November 2020)

Basilaia, G., & Kvavadze, D. (2020). Transition to Online Education in Schools during a SARS-CoV-
2 Coronavirus (COVID-19) Pandemic in Georgia. Pedagogical Research, 5(4).
[Link]

Colace F, De Santo M, Pietrosanto A. Evaluation Models for E-learning Platform: An AHP Approach.
Frontiers in Education Conference, 36th Annual. San Diego, CA: Institute of Electrical and
Electronics Engineers; 2006:1–6

Hannafin M, Oliver K, Hill J. R, Glazer E, Sharma P. Cognitive and learning factors in web-based
distance learning environments. In M. G. Moore & W. G. Anderson (Eds.), Handbook of distance
education (pp. 245–260). Mahwah, NJ: Erlbaum. 2003.

Horner S, Classick R, Warren H, Durbin B. A Study on Teaching and Electronic Assessment


Methodologies for the KFIT Project in Rwanda. National Foundation for Educational Research
(NFER), UNESCO. 2018: 1–31.

Kemendikbud, C. (2020). Edaran Tentang Pencegahan Wabah COVID-19 Di Lingkungan Satuan


Pendidikan Seluruh Indonesia. In Infect Dis Clin North Am (Vol. 33, Pp. 1–5).

Lestari, Fatma. 2020. Pengalaaaman Indonesia Dalam Menangani Wabah Covid-19. Jakarta : Badan
Nasional Penanggulangan Bencana., 2020

Rusman, dkk. (2011). Pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi, mengembangkan
profesionalitas guru. Jakarta: PT. Raja Grafindo

WHO: Coronavirus disease (COVID-2019) situation reports. Available


from: [Link]

Anda mungkin juga menyukai