0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan16 halaman

Program Pengembangan Bahasa IT 2020

Dokumen ini merinci rancangan program pengembangan bahasa asing di Pesantren Ibnu Taimiyah, yang bertujuan untuk meningkatkan minat dan kepercayaan diri santri dalam menguasai bahasa asing, khususnya bahasa Arab dan Inggris. Program-program yang diusulkan mencakup peningkatan kosakata, pembiasaan santri, dan penyediaan lingkungan yang mendukung pembelajaran bahasa asing. Terdapat juga rumusan masalah dan tujuan yang jelas untuk mengatasi tantangan dalam penguasaan bahasa asing di pesantren.

Diunggah oleh

saepulhamada
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan16 halaman

Program Pengembangan Bahasa IT 2020

Dokumen ini merinci rancangan program pengembangan bahasa asing di Pesantren Ibnu Taimiyah, yang bertujuan untuk meningkatkan minat dan kepercayaan diri santri dalam menguasai bahasa asing, khususnya bahasa Arab dan Inggris. Program-program yang diusulkan mencakup peningkatan kosakata, pembiasaan santri, dan penyediaan lingkungan yang mendukung pembelajaran bahasa asing. Terdapat juga rumusan masalah dan tujuan yang jelas untuk mengatasi tantangan dalam penguasaan bahasa asing di pesantren.

Diunggah oleh

saepulhamada
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

rancangan program

PESANTREN IBNU TAIMIYAH

TIM PENGEMBANGAN BAHASA ASING PIT


2020
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………1
BAB I: PENDAHULUAN 2
A. LATAR BELAKANG 2
1. Peran Bahasa dalam Kehidupan Manusia Sebagai Makhluk Sosial 2
2. Pentingnya Mempelajari Bahasa Asing 4
3. Terkait Bahasa Asing di Pesantren Ibnu Taimiyah Bogor 5
B. RUMUSAN MASALAH 6
C. TUJUAN PROGRAM 6
BAB II: RANCANGAN PROGRAM 7
A. Program Peningkatan Kosakata 7
1. Kelas Kosakata 7
2. Banner Kosakata 8
3. Pembacaan Kosakata Rutin 8
B. Program Pembiasaan Santri 9
1. Muhadhoroh 2 Bahasa 9
2. Arabic & English Club 9
3. Pengadaan Yaumul Lughatil ‘Arabi dan English Day 10
C. Program Peningkatan Minat dan Kepercayaan Diri Santri 11
1. Lomba Bahasa Asing Rutin 11
D. Program Pengadaan Lingkungan yang Suportif 12
1. Pembekalan Bahasa Arab dan Inggris Guru dan Karyawan 12
2. Pengadaan Banner Kosakata 13
3. Pengadaan Speaker Kosakata 13
BAB III: PENUTUP 14

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

1. Peran Bahasa dalam Kehidupan Manusia sebagai Makhluk Sosial

Manusia merupakan makhluk sosial, yang artinya manusia pasti tidak bisa hidup sendiri.
Kita membutuhkan bantuan orang lain, baik dalam perkara dunia maupun agama. Contoh dalam
perkara dunia, ketika kita sakit kita membutuhkan peran seorang dokter. Tidak berbeda dalam
kehidupan beragama pun kita juga membutuhkan peran orang lain, sebagai contoh ketika kita
ingin belajar ilmu agama pasti kita membutuhkan figur seorang guru yang dapat menjadi panutan
dan memberikan ilmu kepada kita. Bahkan ketika salah pun kita juga butuh sosok seorang teman
atau pun keluarga yang dapat menegur dan mengingatkan kita.

Tidak diragukan lagi bahwa Islam adalah agama yang penuh dengan keindahan kasih
sayang yang dapat kita jadikan pedoman dan landasan untuk menjalani kehidupan kita dalam
bersosial dengan masyarakat. Di dalam Islam kita diperintahkan untuk menjunjung tinggi rasa
kasih sayang dan cinta kasih dalam mejaga kesatuan umat beragama dan kesatuan dalam
bermasyarakat. Dalam konteks yang lebih kecil islam juga memerintahkan agar kita juga
menjunjung tinggi dan menjaga rasa kasih sayang, cinta kasih, saling menghormati dan saling
tolong-menolong dalam kehidupan kita, baik dengan keluarga, orang tua, sanak saudara, dan
dengan tetangga di sekitar kita.

Hal tersebut sebagaimana firman Allah subḥānahu wa ta’āla dalam Al-Qur’ān al-Karīm:

2
‫ْل‬ ‫ْل‬ ‫َّل اَل‬
‫َواْعُبُدوا ال َه َو ُتْش ِرُكوا ِبِه َش ْيًئا ۖ َوِبا َواِلَدْيِن ِإْح َس اًنا َوِبِذي ا ُقْر َبٰى‬
‫َواْلَيَتاَمٰى َواْلَمَس اِكيِن َواْلَج اِر ِذي اْلُقْر َبٰى َواْلَج اِر اْلُجُنِب َوالَّصاِح ِب ِباْلَجْنِب‬
‫َواْبِن الَّسِبيِل َوَما َمَلَكْت َأْيَماُنُكْم ۗ ِإَّن الَّلَه اَل ُيِح ُّب َمْن َكاَن ُمْخ َتااًل َفُخوًر ا‬

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun. Dan
berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang
miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, taman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang
kamu miliki.” (QS. An-Nisā’: 36)

Ayat di atas selain menjelaskan bahwa hanya Allah rabb yang berhak disembah, juga
memerintahkan kita sebagai makhluk social untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, keluarga
kita serta orang-orang yang ada di sekitar kita.

Bahasa memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan seluruh umat manusia.
Dikatakan demikian karena sebagai makhluk sosial, manusia menggunakan bahasa untuk dapat
berkomunikasi satu sama lain. Bahasa sebagai alat komunikasi juga menjadi sarana untuk
menyampaikan ide, pendapat, saran dan gagasan seseorang. Oleh karena itu, keberadaan bahasa
adalah urgen dan tak bisa dipisahkan dari kehidupan sosial masyarakat.

Seorang ahli kebahasaan, Sudaryono (2002), mendefinisikan bahasa sebagai sarana


komunikasi yang efektif walaupun tidak sempurna sehingga ketidaksempurnaan bahasa sebagai
sarana komunikasi menjadi salah satu sumber terjadinya kesalahpahaman.1

Hal ini sesuai dengan definisi Wahyono (2016), yaitu bahasa merupakan media utama
dalam berkomunikasi sehingga kebutuhan terhadap pemahaman berbahasa sangat penting dalam
kehidupan bermasyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, bahasa memiliki peranan yang sangat
penting dalam segala aspek kehidupan. Dengan bahasa, seseorang mampu menyampaikan
maksud dan tujuan sehingga informasi dan pesan yang disampaikan kepada orang lain atau
masyarakat tersampaikan dengan baik. Informasi dan pesan yang akan disampaikan juga harus
dibahasakan secara penuh agar maknanya dapat dipahami oleh penerima dengan mudah karena

3
kesulitan dalam memahami suatu informasi dan pesan dapat mengakibatkan perbedaan
interpretasi dan pemahaman.2

2. Pentingnya Mempelajari Bahasa Asing

Mempelajari bahasa asing adalah sebuah keharusan, terlebih lagi di era globalisasi seperti
ini. Keharusan ini berlaku dalam berbagai aspek kehidupan, seperti aspek pendidikan, karir,
perdagangan, sosial budaya, hiburan dan teknologi. Dalam aspek pendidikan misalnya, betapa
banyak sumber-sumber pelajaran seperti buku-buku dan lembaga pendidikan berbahasa asing
yang dapat kita akses apabila kita menguasai bahasa tersebut. Demikian pula dalam aspek karir
atau pekerjaan, banyak lembaga, kantor dan perusahaan yang mewajibkan penguasaan bahasa
asing sebagai salah satu syarat pelamar kerjanya.

Dengan memahami hal di atas, maka pantaslah bila kita katakan bahwa bahasa adalah
batas dari dunia seseorang. Apabila seseorang hanya menguasai satu bahasa, maka dunianya
hanya terbatas dalam negara atau daerah penutur bahasa itu saja, akan tetapi apabila dia
menguasai satu bahasa lagi atau bahkan lebih, maka dunia tempat dia bisa hidup dan
bersosialisasi akan menjadi lebih luas.

Menyadari pentingnya bahasa asing, pemerintah Indonesia pun kemudian mengeluarkan


Undang –Undang Sisdiknas (2003:15), bahwa bahasa asing dapat digunakan sebagai bahasa
pengantar pada satuan pendidikan tertentu untuk mendukung kemampuan berbahasa asing
peserta didik. Itulah salah satu alasan penting mengapa kita harus mempelajari bahasa asing di
sekolah.

Lebih jauh lagi, mepelajari bahasa Arab wajib hukumnya bagi tiap-tiap muslim,
sebagaimana perkataan Imam Asy-Syāfi’ī rahimahullāh:

4
‫َيِج ُب َعَلى ُكِّل ُمْس ِلٍم َأْن َيَتَعَّلَم ِمْن ِلَس اِن الَعَرِب َما َيْبُلُغ ُج ْهَدُه ِفي َأَداِء‬
‫َفْر ِضِه‬

“Wajib bagi setiap muslim untuk mempelajari bahasa Arab dengan sekuat tenaga agar bisa
menjalankan yang wajib.”

Mengenai hal ini, Imam Asy-Syathibi rahimahullah juga berkata,

“Al-Qur’an itu diturunkan dengan bahasa Arab secara keseluruhan. Untuk memahaminya
dituntut harus dengan mempelajari bahasa Arab secara khusus. Karena
Allah Ta’ala berfirman,

‫َأ‬
‫ِإَّنا نزْلَناُه ُقْر آًنا َعَر ِبًّيا َلَعَّلُكْم َتْعِقُلوَن‬

“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu
memahaminya.” (QS. Yusuf: 2)

3. Terkait Bahasa Asing di Pesantren Ibnu Taimiyah Bogor

Berbicara tentang tingkat penguasaan bahasa asing di skala nasional maupun skala lokal
yaitu pondok kita, Pesantren Ibnu Taimiyah, memang sama-sama masih rendah. Dua skala yang
berbeda ini memiliki karakteristik akar permasalahan yang hampir sama, yaitu: (1) Kurangnya
minat dan pembiasaan para siswa/santri, (2) kurangnya fasilitas dan sistem yang menopang
pembelajaran, dan (3) Belum adanya lingkungan dan dukungan yang sesuai dengan
pembelajaran bahasa asing.

Dengan menganalisis ketiga akar permasalahan ini, kami tim pengembang bahasa asing,
khususnya bahasa Arab dan Inggris, berusaha menyusun konsep Program Pengembangan Bahasa
Asing Pesantren Ibnu Taimiyah,yang kami jabarkan satu persatu, dengan catatan bahwa bisa saja
ada dua atau tiga program yang saling bersinggungan satu dengan lainnya. Program-program ini

5
juga bersifat variatif dari segi pelaksanaan, yakni ada yang jangka pendek maupun jangka
panjang.

Program jangka pendek kami artikan sebagai program yang apabila disetujui bisa langsung
disegerakan dalam semester ini, yang tentu saja tetap mengikuti prokes yang berlaku. Adapun
program jangka panjang kami artikan sebagai program yang butuh perencanaan matang dan
bertahap, yang baru bisa diaplikasikan sempurna setelah pembelajaran tatap muka dimulai di
masa yang akan datang.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan minat santri IT terhadap bahasa asing?
2. Apa upaya kita untuk membiasakan santri IT terhadap bahasa asing?
3. Apa upaya kita untuk menciptakan, lingkungan, sistem, sarana dan prasarana yang
mendukung pembiasaan bahasa asing di PIT?

C. TUJUAN PROGRAM

1. Meningkatkan minat dan kepercayaan diri santri IT untuk menguasai dan menggunakan
bahasa asing.
2. Santri semakin terbiasa untuk mendengarkan dan berbicara dengan bahasa asing setiap
harinya.
3. Tercipta sebuah lingkungan yang representative bagi santri IT untuk menggunakan
bahasa asing, dengan didukung oleh system, sarana dan prasarana yang memadai.

6
BAB II
RANCANGAN PROGRAM

Pada bab ini tim penyusun berusaha menguraikan dan menjelaskan program-program
pengembangan bahasa asing untuk dijalankan di pondok IT, dengan menyoroti permasalahan-
permasalahan yang telah teridentifikasi pada latar belakang. Beberapa dari program ini telah
berjalan di banin dan/atau banat, beberapa yang lainnya mungkin adalah program baru atau juga
telah pernah dijalankan di masa lalu.

A. Program Peningkatan Kosakata

1. Kelas Kosakata

Program ini telah berjalan untuk bahasa Arab di banin maupun banat, dengan catatan
di banat lebih terencana dengan rapi. Perencanaan lebih lengkap tentang program yang telah
berjalan di banat bisa dilihat di lampiran. Bahkan, di banat sejak dua tahun sebelumnya
program ini sudah disertai dengan pemberian penghargaan bagi pesertanya yang berprestasi.

7
Ke depannya, kami ingin kelas kosakata ini tidak hanya bahasa Arab melainkan juga
bahasa Inggris. Pelaksanaannya bisa satu waktu. Untuk itu perlu adanya koordinasi yang
intens antara tim pengembang bahasa Arab dengan tim pengembang bahasa Inggris dan
khidmah.

Program ini, bila segera bisa dirancang dan disinkronkan dengan bahasa Inggris, bisa
segera dijalankan di semester ini. Program ini juga melibatkan pemberian penghargaan,
sehingga sesuai dengan poin C: Program Peningkatan Minat dan Kepercayaan Diri Santri.

Sasaran : Santri offline (jangka pendek), dan seluruh santri (jangka panjang)
Tujuan : Untuk menambah kosakata bahasa Arab dan Inggris. Karena kurangnya kosakata
menjadi salah satu faktor terbesar dari keengganan santri berbicara bahasa asing.
Sebagaimana perkataan Zulkarnain (2012): “Tanpa kaidah (nahwu/grammar), kita hanya bisa
bicara sedikit, sedangkan tanpa kosakata, kita tak bisa bicara sama sekali.”

2. Banner Kosakata

Program ini adalah usulan baru yang semoga bisa menghadirkan banyak manfaat
apabila dijalankan. Dalam program ini, tim lughoh memasang beberapa banner berisikan
kosakata Arab dan Inggris di beberapa titik dalam kompleks IT (banin & banat). Desain dan
warna banner dibuat menarik agar santri berkeinginan untuk sering membacanya. Banner
yang dipasang di tiap titik memiliki daftar kosakata yang berbeda, dan banner ini dibiarkan
selama sebulan sebelum diganti dengan banner berisi kosakata baru. Program banner ini bisa
disinkronkan dengan materi kelas kosakata.

Sasaran : Santri offline (jangka pendek) dan seluruh santri (jangka panjang), serta seluruh
guru dan karyawan PIT
Tujuan : Untuk menambah kosakata baik santri maupun guru dan karyawan PIT yang masih
harus menambah kosakatanya.

3. Pembacaan Kosakata (dan Percakapan) Rutin

8
Untuk program ini, kami mengusulkan pemasangan banyak speaker di beberapa titik
dalam kompleks IT (banin & banat). Pemasangan ini dimaksudkan agar pembacaan kosakata
bisa terdengar di seluruh tempat, apapun aktivitas yang sedang dilakukan santri.

Pembacaan direncanakan setiap pagi sore oleh tim pengembang bahasa atau khidmah
terkait, dengan divariasikan antara bahasa Arab dan bahasa Inggris, serta kosakata,
percakapan dan monolog.

Program ini memiliki kesesuaian dengan poin B: Program pembiasaan Santri.

Sasaran : Santri offline (jangka pendek) dan seluruh santri (jangka panjang), serta seluruh
guru dan karyawan PIT
Tujuan : Untuk menambah kosakata santri, guru dan karyawan PIT serta membiasakan
mendengar dan memahami bahasa asing.

B. Program Pembiasaan Santri

1. Muhadhoroh Dua Bahasa

Program ini telah berjalan di banat disertai dengan pemberian penghargaan bagi
pesertanya yang berprestasi sejak dua tahun terakhir. Untuk contoh perencanaannya bisa
dilihat di lembar lampiran.

Adapun di banin, muhadhoroh ini berjalan namun masih bahasa Arab saja. Ke
depannya, tim pengembang bahasa Inggris dan Arab akan berkoordinasi secara intensif untuk
mensinkronkan program ini. Di banin juga akan diadakan pemberian penghargaan bagi
peserta yang berprestasi. Tujuan dari pemberian penghargaan ini sesuai dengan poin C:
Program Peningkatan Minat dan Kepercayaan Diri Santri.

Sasaran : Santri offline (jangka pendek) dan seluruh santri (jangka panjang)

9
Tujuan : Untuk membiasakan santri berbicara dan mengutarakan pendapat dengan bahasa
asing, serta meningkatkan kepercayaan diri dengan diberikannya penghargaan bagi santri
berprestasi.

2. Arabic & English Club

Program ini mengumpulkan beberapa santri yang memiliki ketertarikan terhadap


bahasa asing lebih banyak disbanding teman-temannya yang lain. Setelah dikumpulkan, tim
pengembang bahasa akan membuat suatu forum, dengan kemasan yang menarik, untuk
berdiskusi rutin terkait peningkatan kemampuan bahasa asing, dengan berfokus kepada
keterampilan mendengar, berbicara dan berdiskusi interpersonal dan transaksional.

Perlu diperhatikan bahwa program ini berbeda dari program muhadhoroh yang wajib
bagi setiap santri. Program ini adalah pembentukan kader motivator bahasa asing di pondok
IT. Motivator ini akan diarahkan untuk menjadi penggerak dan pendorong bahasa Arab
teman-teman yang lain. Motivator ini juga akan dididik untuk menjadi perwakilan IT untuk
perlombaan bahasa asing di luar sekolah.

Catatan tentang program ini, yaitu (1) Apakah santri yang mengikuti klub bahasa
Arab, dibolehkan juga mengikuti klub bahasa Inggris? Jika dibolehkan, maka jadwal
pertemuannya jangan bersamaan, dan (2) Jadwal pertemuan didesain tidak mengganggu
waktu olahraga sore, karena apabila waktu bersamaan, ditakutkan santri akan lebih memilih
hak mereka untuk bermain.

Program ini sesuai dengan poin C: Program Peningkatan Minat dan Kepercayaan Diri
Santri.

Sasaran : Beberapa santri khusus


Tujuan : Untuk membiasakan santri berbicara, menyimak dan berdiskusi dengan bahasa
Asing, selain itu juga menyiapkan mereka menjadi motivator bahasa dan perwakilan lomba
ke luar sekolah.

10
3. Pengadaan Yaumul Lughatil Arabi & English Day

Kami mengusulkan adanya hari khusus berbahasa Arab dan hari khusus berbahasa
Inggris. Program ini sebenarnya program jangka panjang yang butuh banyak persiapan
barulah bisa terlaksana dengan efektif. Butuh adanya perencanaan dan persiapan yang
matang untuk melaksanakan program ini.

Tantangan besar yang harus kita hadapi yang pertama adalah dari diri kita pribadi
dulu; Siapkah kita berbicara bahasa Arab dan Inggris di waktu yang sudah ditentukan,
sebagai teladan bagi para santri? Untuk menyiapkan hal ini, kami juga mengusulkan
program lain di poin D: Program Pengadaan Lingkungan yang Suportif.

Tantangan selanjutnya yang harus kita rencanakan matang-matang adalah konsep


program ini. Bagaimana dengan konsekuensi pelanggarannya? Bagaimana dengan
pengontrolannya? Saya pribadi tetap berpendapat alangkah baiknya kita tidak berfokus pada
hukuman dan hukuman. Saya lebih ingin kita mengangkat minat para santri layaknya
seorang motivator, bukan gemar menghukumi santri layaknya seorang diktator.

Maksudnya bagaimana? Maksudnya bisa saja hari bahasa Arab dan Inggris ini dimulai
dari para pengembang bahasanya dulu, ketika bertemu dengan santri di hari yang telah
ditentukan (atau malah setiap saat), silakan berbicara dua arah dengan menggunakan bahasa
asing sesuai kompetensi masing-masing. Untuk jangka panjang, tim bahasa akan dibantu
oleh para motivator untuk mendorong teman-teman mereka berbahasa asing.

Apabila memang perlu ada hukuman, jangan sampai hukuman itu mematikan minat
anak-anak, dan jangan sampai juga hukuman itu malah menyita waktu kita sehingga tugas
lain menjadi terbengkalai.

Sasaran : Seluruh santri (jangka panjang)


Tujuan : Untuk membiasakan santri berbicara sehari-hari dengan bahasa asing.

11
C. Program Peningkatan Minat dan Kepercayaan Diri Santri

1. Lomba Bahasa Asing Rutin

Kami ingin mengadakan perlombaan bahasa asing rutin intrasekolah (dan antarsekolah
untuk jangka panjang). Perlombaan ini di banat sudah dilakukan beberapa kali, dengan nama
Language Event. Ke depannya kami ingin di banin juga akan dibuat seperti ini. Bisa dalam
rentang waktu setahun sekali, atau ada lomba skala lebih kecil satu semester sekali, dan
sebagainya.

Perencanaan singkat Language Event banat bisa dilihat di lembar lampiran.

Sasaran : Seluruh santri (jangka panjang)


Tujuan : Untuk meningkatkan minat dan kepercayaan diri santri dalam meraih prestasi
terkait dengan bahasa asing.

D. Program Pengadaan Lingkungan yang Suportif

Poin ini memiliki cakupan yang paling luas, dan beberapa program sebenarnya telah
disebutkan atau terkandung dalam poin dan program-program lainnya di atas.

1. Pembekalan Bahasa Arab dan Inggris Guru dan Karyawan

Program ini terkait dengan program B3: Pengadaan Yaumul Lughatil Arabi & English
Day. Pada program ini, kami mengusulkan ada kelas atau majelis pembekalan guru dan
karyawan terkait bahasa Arab dan bahasa Inggris, sehingga semua civitas IT bersatu
mendukung program hari bahasa Arab dan Inggris tersebut. Majelis pembekalannya tidak
perlu mempelajari nahwu atau grammar, cukup bahasa sehari-hari atau yang fungsional
sesuai posisi kerja masing-masing (contoh untuk security: “Don’t come out!”, “Return to
your class!”).

12
Sebenarnya kita sudah pernah mengupayakan hal ini setahun atau dua tahun lalu (kelas
bahasa arab), namun sekarang program tersebut sudah tidak berjalan.

Sasaran : Seluruh guru dan karyawan (jangka panjang)


Tujuan : Untuk menyiapkan diri kita mendukung para santri aktif berbahasa asing, sebagai
bukti nyata keseriusan kita ingin mengembangkan bahasa asing di PIT.

2. Pengadaan Banner Kosakata

Program ini sudah dibahas pada poin B2: Banner Kosa Kata

3. Pengadaan Speaker Kosakata

Program ini sudah dibahas pada poin B3: Pembacaan Kosakata

13
BAB III

PENUTUP

Demikian program ini kami susun, dengan penuh kekurangan di sana-sini. Usulan ini
masih butuh banyak saran, demi terwujudnya impian kita bersama, yaitu hidupnya dua bahasa
asing di pondok yang kita semua cintai ini.

Tulisan ini memang dimaksudkan sebagai rancangan konsep, bukan proposal program
tertentu. Insya Allah untuk tiap-tiap program, kami akan susun proposal yang mendetail.

Besar harapan kami, program yang dijalankan nantinya adalah langkah nyata yang bisa kita
lakukan di saat sekarang ini. Tidak perlu selalu membandingkannya dengan kejayaan masa lalu
yang tidak ada jejaknya lagi, adapun jika ada saran yang konstruktif bisa disampaikan di
kemudian hari agar kita dapat semakin memperbaiki program kita bersama ini.

14
Bogor, 6 Oktober 2020

Koordinator Kepala Seksi Lughoh


Tim Pengembang Bahasa Inggris PIT

Reynaldy Putra Pratama, S.S. Cholid Abdurrahman, Lc.

15

Anda mungkin juga menyukai