3.
Intervensi Keperawatan
Intervensi keperawatan merupakan segala bentuk terapi yang dikerjakan oleh perawat yang didasarkan pada pengetahuan dan penilaian
klinis untuk mencapai peningkatan, pencegahan dan pemulihan kesehatan klien individu, keluarga, dan komunitas (Tim Pokja SIKI DPP PPNI,
2018).
Luaran (outcome)keperawatan merupakan aspek-aspek yang dapat diobservasi dan diukur meliputi kondisi, perilaku atau dari presepsi
pasien, keluarga atau komunitas sebagai respon terhadap intervensi keperawatan. Luaran keperawatan menunjukkan status diagnosis
keperawatan setelah dilakukan intervensi keperawatan (Tim Pokja SLKI DPP PPNI, 2019)
No Diagnosa Keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Keperawatan
1 Nyeri akut b.d agen pencedera Setelah dilakukan tindakan Manajemen nyeri (I.08238)
fisiologis (D.0077) keperawatan diharapkan
1. Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi,
tingkat nyeri menurun
frekuensi, kualitas intensitas nyeri
(L.08066) dengan kriteria
2. Identifikasi skala nyeri
hasil:
3. Identifikasi respon nyeri non verbal
1. Kemampuan
4. Identifikasi faktor yang memperbesar dan
menuntaskan aktivitas
memperingan nyeri
meningkat
5. Monitor efek samping penggunaan
2. Keluhan nyeri menurun
analgesic
3. Meringis menurun
6. Berikan teknik nonfarmakologis untuk
4. Gelisah menurun
mengurangi rasa nyeri
5. Kesulitan tidur menurun
7. Fasilitasi istrahat dan tidur
6. Frekuensi nadi membaik
8. Jelaskan penyebab, periode dan pemicu
7. Pola nafas membaik
nyeri, jelaskan strategi meredakan nyeri,
8. Tekanan darah membaik
anjurkan monitor nyeri secara mandiri
9. Nafsu makan membaik
9. Anjurkan menggunakan analgesic secara
10. Pola tidur membaik.
tepat
10. Kolaborasi pemberian analgesik.
2 Penurunan curah jantung b.d Setelah dilakukan tindakan Perawatan jantung (I.02075)
perubahan irama/frekuensi keperawatan diharapkan
jantung curah jantung meningkat 1. Identifikasi tanda dan gejala primer
(L.02008) dengan kriteria penurunan curah jantung
hasil: 2. Identifikasi tanda dan gejala sekunder
1. Kekuatan nadi perifer penurunan curah jantung
meningkat, 3. Monitor tekanan darah
2. Palpitasi menurun, 4. Monitor intake dan output cairan
3. Bradikardia menurun, 5. Monitor bb
4. Takikardia menurun, 6. Monitor saturasi oksigen
5. Gambaran ekg aritmia 7. Monitor keluhan nyeri dada
menurun, 8. Monitor ekg
6. Lelah menurun, 9. Monitor aritmia
7. Edema menurun, 10. Monitor nilai laboraturium jantung
8. Distensi vena jugularis 11. Posisikan pasien semi fowler atau fowler
menurun, dengan posisi yang nyaman
9. Dyspnea menurun, 12. Berikan diet
10. Pucat menurun, 13. Berikan terapi relaksasi untuk mengurangi
11. Sianosis menurun, stress berikan okseigen
12. Murmur jantung 14. Anjurkan aktivitas fisik sesuai toleransi
menurun, 15. Anjurkan aktifvitas fisik secara bertahap
13. Pulmonary vascular 16. Anjurkan berhenti merokok
resistance menurun, 17. Rujuk ke program rehabilitasi jantung
14. Tekanan darah membaik,
15. CRT membaik,
16. CVP membaik,
17. PAWP mambaik.
3 Risiko perfusi miokard tidak Setelah dilakukan dengan Perawatan jantung (02075) tindakan:
efektif b.d penurunan aliran arteri tindakan keperawatan
1. Identifikasi tanda dan gejala primer
koroner diharapkan curah jantung penurunan curah jantung
meningkat (L.02008) dengan 2. Monitor tekanan darah
kriteria hasil: 3. Monitor intake dan output caira
4. Monitor saturasi oksigen
1. Kekuatan nadi perifer
5. Monitor keluhan nyeri dada
meningkat
6. Monitor nilai laboraturium jantung
2. Ejection fraction
7. Posisikan pasien semi fowler
meningkat
8. Fasilitasi pasien dan keluarga untuk
3. Cardiac index meningkat
modifikasi gaya hidup sehat
4. Palpitasi menurun
9. Berikan terapi relaksasi
5. Bradikardia menurun
10. Berikan oksigen untuk mempertahankan
6. Takikardia menurun
saturasi oksigen
7. Gambaran ekg aritmia
11. Anjurkan berhenti merokok
menurun
8. Lelah menurun
9. Edema menurun
10. Dyspnea menurun
11. Batuk menurun
12. Suara jantung s3 dan s4
menurun
13. Murmur jantung
menurun
14. PVR menurun
15. CRT membaik.
4 Intoleransi aktifitas b.d Setelah dilakukan tindakan Manajemen energy (I.05178) tindakan:
ketidakseimbangan antara suplai keperawatan diharapkan
1. Identifikasi gangguan fungsi tubuh yang
dan kebutuhan oksigen toleransi aktivitas meningkat
mengakibatkan kelelahan
(L.05047) dengan kriteria
2. Monitor kelelahan fisik
hasil:
1. Frekuensi nadi 3. Monitor pola dan jam tidur
meningkat 4. Monitor lokasi dan ketidaknyamanan
2. Saturasi oksigen selama melakukan aktifitas
meningkat 5. Sediakan lingkungan nyaman dan rendah
3. Kemudahan dalam stimulus
melakukan aktivitas 6. Lakukan latihan rentang gerak pasif atau
sehari-hari meningkat aktif
4. Kecepatan berjalan 7. Berikan aktivitas distraksi yang
menigkat menenangkan
5. Jarak berjalan meningkat 8. Fasilitasi duduk di sisi tempat tidur jika
6. Kekuatan tubuh bagian tidak dapat berjalan atau berpindah
atas dan bawah 9. Anjurkan tirah baring
meningkat 10. Anjurkan melakukan aktivitas secara
7. Toleransi dalam menaiki bertahap
tangga meningkat 11. Anjurkan menghubungi perawat jika
8. Keluhan lelah menurun tanda dan gejala kelelahan tidak
9. Dyspnea saat aktivitas berkurang
menurun 12. Ajarkan strategi koping untuk
10. Perasaan lemah menurun mengurangi kelelahan
11. Aritmia saat dan setelah 13. Kolaborasi dengan ahili gizi tentang cara
aktivitas menurun meningkatkan asupan makanan.
12. Frekuensi nafas membaik
13. EKG iskemia membaik.
5 Ansietas b.d ancaman terhadap Setelah dilakukan tindakan Reduksi ansietas (I.09134) tindakan:
kematian keperawatan diharapkan
1. Identifikasi saat tingkat ansietas berubah
tingkat ansietas menurun
2. Monitor tanda-tanda ansietas
(L.09093) dengan kriteria
3. Ciptakan suasana terapeutik untuk
menumbuhkan kepercayaan
hasil: 4. Pahami situasi yang membuat ansietas,
dengarkan dengan penuh perhatian
1. Verbalisasi khawatir
5. Gunakan pendekatan yang tenag dan
akibat kondisi yang
menyakinkan
dihadapi menurun
6. Motivasi mengidentifikasi situasi yang
2. Perilaku gelisah menurun
memicu kecemasan
3. Perilaku tegang menurun
7. Jelaskan prosedur termasuk sensasi yang
4. Tremor menurun
sedang dialami
5. TTV dalam batas normal
8. Informasikan secara factual mengenai
6. Konsentrasi membaik
diagnosis pengobatan
7. Pola tidur membaik
9. Anjurkan keluarga untuk tetap bersama
8. Kontak mata membaik
pasien (jika perlu)
9. Orientasi membaik.
10. Anjurkan mengungkapkan perasaan dan
persepsi
11. Latih kegiatan pengalihan untuk
mengurangi ketegangan
12. Latih penggunaan mekanisme pertahanan
diri yang tepat
13. Latih teknik relaksasi
6 Defisit pengetahuan b.d kurang Setelah dilakukan tindakan Edukasi kesehatan (I.2383) tindakan:
terpapar informasi keperawatan diharapkan
1. Identifikasi kesiapan dan kemampuan
tingkat pengetahuan
menerima informasi
meningkat (L.12111) dengan
2. Identifikasi faktor-faktor yang dapat
kritera hasil:
meningkatkan dan menurunkan motivasi
1. Perilaku sesuai anjuran perilaku hidup bersih dan sehat
meningkat 3. Sediakan materi dan media pendidikan
2. Verbalisasi minat dalam kesehatan
belajar meningkat 4. Jadwalkan pedidikan kesehatan sesuai
3. Kemampuan kesepakatan
menjelaskan 5. Berikan kesempatan untuk bertanya
pengetahuan tentang 6. Jelaskan faktor risiko yang dapat
suatu topik meningkat mempengaruhi kesehatan
4. Perilaku sesuai dengan 7. Ajarkan perilaku hidup bersih dan sehat
pengatahuan meningkat 8. Ajarkan strategi yang dapat diguanakan
5. Pertanyaan tentang untuk meningkatkan perilaku hidup dan
masalah yang dihadapi sehat
menurun
6. Persepsi yang keliru
terhadap masalah
menurun
7. Menjalani pemeriksaan
yang tidak tepat menurun
8. Perilaku membaik.
WOC
Aterosklerosis & Pejanan terhadap Stress Latihan fisik Makan makanan berat
spasme pembuluh darah dingin
Vasokonstriksi Adrenalin Kebutuhan O2 ke Aliran O2 meningkat ke
pembuluh darah meningkat jantung meningkat mesemtrikus
Aliran O2 arteri Aliran O2 ke jantung
koronaria menurun menurun
Jantung kekurangan O2
Kontraksi miokardium Iskemia otot jantung
Penurunan curah Pembentukan asam
jantung laktat oleh miokardium
Nyeri dada
Nyeri akut Perlu menghindari
Kelemahan Takut mati
komplikasi
Intoleransi aktivitas Diperlukan pengetahuan
Ansietas
fisik tinggi
Sumber: Destrianty, 2020