ASUHAN KEPERAWATAN
PADA BAYI NY.”I” DENGAN PREMATUR
Disusun oleh:
Yuli Noviyani, AMK
PELATIHAN NEONATUS KOMPREHENSIF
RSUP FATMAWATI
TAHUN 2024
LAPORAN PENDAHULUAN
KONSEP DASAR BAYI PREMATUR
A. DEFINISI
Bayi prematur adalah bayi yang lahir pada usia kehamilan kurang atau
sama dengan 37 minggu, tanpa memperhatikan berat badan lahir. (Donna L
Wong 2004)
Bayi premature adalah bayi yang lahir belum cukup bulan. Berasarkan
kesepakatan WHO, belum cukup bulan ini dibagi lagi menjadi 3, yaitu :
1. Kurang bulan adalah bayi yang lahir pada usia kurang dari 37 minggu.
2. Sangat kurang bulan adalah bayi yang lahir pada usia kurang dari 34
minggu.
3. Amat sangat kurang bulan adalah bayi yang lahir pada usia kurang dari
28 minggu.(Martono, Hari. 2007)
Prematur adalah kelahiran bayi pada saat masa kehamilan kurang dari
259 hari dihitung dari terakhir haid / menstruasi ibu. (Hasuki, Irfan. 2007)
Prematuritas murni adalah masa gestasinya kurang dari 37 minggu dan
berat badannya sesuai dengan berat badan untuk masa gestasi itu. (Hassan,
Rusepno. 2005)
Bayi kurang bulan (BKB) adalah bayi yang dilahirkan dengan masa
gestasi kurang dari 37 minggu atau kurang dari 259 hari. Masalah lebih sering
dijumpai pada bayi kurang bulan (BKB) dan BBLR dibanding dengan bayi
cukup bulan (BCB) dan berat lahir normal (Sylviati, 2010).
Klasifikasi pada bayi premature :
a. Bayi prematur digaris batas
● 37 mg, masa gestasi
● 2500 gr, 3250 gr
● 16 % seluruh kelahiran hidup
● Biasanya normal
● Masalah :
- Ketidak stabilan
- Kesulitan menyusu
- Ikterik
- RDS mungkin muncul
● Penampilan :
- Lipatan pada kaki sedikit
- Payudara lebih kecil
- Lanugo banyak
- Genitalia kurang berkembang
b. Bayi Prematur Sedang
● 31 mg – 36 gestasi
● 1500 gr – 2500 gram
● 6 % - 7 % seluruh kelahiran hidup
● Masalah :
- Ketidak stabilan
- Pengaturan glukosa
- RDS
- Ikterik
- Anemia
- Infeksi
- Kesulitan menyusu
● Penampilan :
- Seperti pada bayi premature di garis batas tetapi lebih parah
- Kulit lebih tipis, lebih banyak pembuluh darah yang tampak
c. Bayi Sangat Prematur
● 24 mg – 30 mg gestasi
● 500 gr – 1400 gr
● 0,8 % seluruh kelahiran hidup
● Masalah : semua
● Penampilan :
- Kecil tidak memiliki lemak
- Kulit sangat tipis
- Kedua mata mungkin berdempetan
(Bobak. Ed 4. 2005)
Karakteristik Bayi Prematur :
o Ekstremitas tampak kurus dengan sedikit otot dan lemak sub kutan
o Kepala dan badan disporposional
o Kulit tipis dan keriput
o Tampak pembuluh darah di abdomen dan kulit kepala
o Lanugo pada extremitas, punggung dan bahu
o Telinga lunak dengan tulang rawan min dan mudah terlipat
o Labia dan clitoris tampak menonjol
o Sedikit lipatan pada telapak tangan & kaki
B. Etiologi
1. Faktor Maternal
Toksemia, hipertensi, malnutrisi / penyakit kronik, misalnya diabetes
mellitus kelahiran premature ini berkaitan dengan adanya kondisi dimana
uterus tidak mampu untuk menahan fetus, misalnya pada pemisahan
premature, pelepasan plasenta dan infark dari plasenta
2. Faktor Fetal
Kelainan Kromosomal (misalnya trisomi autosomal), fetus multi ganda,
cidera radiasi (Sacharin. 1996)
Faktor yang berhubungan dengan kelahiran premature :
a. Kehamilan
- Malformasi Uterus
- Kehamilan ganda
- TI. Servik Inkompeten
- KPD
- Pre eklamsia
- Riwayat kelahiran premature
- Kelainan Rh
b. Penyakit
- Diabetes Maternal
- Hipertensi Kronik
- UTI
- Penyakit akut lain
c. Sosial Ekonomi
- Tidak melakukan perawatan prenatal
- Status sosial ekonomi rendah
- Malnutrisi
- Kehamilan remaja
Faktor Resiko Persalinan Prematur :
a. Resiko Demografik
- Ras
- Usia (<> 40 tahun)
- Status sosio ekonomi rendah
- Belum menikah
- Tingkat pendidikan rendah
b. Resiko Medis
- Persalinan dan kelahiran premature sebelumnya
- Abortus trimester kedua (lebih dari 2x abortus spontan atau elektif)
- Anomali uterus
- Penyakit-penyakit medis (diabetes, hipertensi)
- Resiko kehamilan saat ini :
Kehamilan multi janin, Hidramnion, kenaikan BB kecil, masalah-
masalah plasenta (misal : plasenta previa, solusio plasenta),
pembedahan abdomen, infeksi (misal : pielonefritis, UTI),
inkompetensia serviks, KPD, anomaly janin
c. Resiko Perilaku dan Lingkungan
- Nutrisi buruk
- Merokok (lebih dari 10 rokok sehari)
- Penyalahgunaan alkohol dan zat lainnya (mis. kokain)
- Jarang / tidak mendapat perawatan prenatal
d. Faktor Resiko Potensial
- Stres
- Iritabilitas uterus
- Perestiwa yang mencetuskan kontraksi uterus
- Perubahan serviks sebelum awitan persalinan
- Ekspansi volume plasma yang tidak adekuat
- Defisiensi progesteron
- Infeksi
Kondisi yang menimbulkan masalah bayi prematur :
a. Sistem Pernapasan
~ Otot-otot pernapasan susah berkembang
~ Dinding dada tidak stabil
~ Produksi surfaktan penurunan
~ Pernafasan tidak teratur dengan periode apnea dan sianosis
~ Gangguan reflek dan batuk
b. Sistem Pencernaan
~ Ukuran Lambung Kecil
~ Enzim penurunan
~ Garam Empedu Kurang
~ Keterbatasan mengubah glukosa menjadi glikogen
~ Keterbatasan melepas insulin
~ Kurang koordinasi reflek menghisap dan menelan
c. Kestabilan Suhu
~ Lemak subkutaneus sedikit, simpanan glikogen & lipid sedikit
~ Kemampuan menggigil menurunan
~ Aktivitas kurang
d. Sistem Ginjal
~ Ekskresi sodium meningkat
~ Kemampuan mengkonsentrasi & mengeluarkan urin menurun
~ Jumlah tubulus glomerulus tidak seimbang untuk protein, as. Amino
& sodium
e. Sistem Syaraf
~ Respon untuk stimulasi lambat
~ Reflek gag, menghisap & menelan kurang
~ Reflek batuk lemah
~ Pusat kontrol pernafasan, suhu & vital lain belum berkabung
f. Infeksi
~ Pembentukan antibodi kurang
~ Tidak ada immunoglobulin M
~ Kemotaksis terbatas
~ Opsonization penurunan
~ Hypo fungsi kel. adrenal
g. Fungsi Liver
~ Kemampuan mengkonjugasi billirubin
~ Penurunan Hb setelah lahir
Komplikasi Umum Pada Bayi Prematur
a. Sindrom Gawat Napas (RDS)
Tanda Klinisnya : Mendengkur, nafas cuping hidung, retraksi, sianosis,
peningkatan usaha nafas, hiperkarbia, asiobsis respiratorik, hipotensi dan
syok
b. Displasin bronco pulmaner (BPD) dan Retinopati prematuritas (ROP)
Akibat terapi oksigen, seperti perporasi dan inflamasi nasal, trakea, dan
faring. (Whaley & Wong, 1995)
c. Duktus Arteriosus Paten (PDA)
d. Necrotizing Enterocolitas (NEC)
(Bobak. 2005)
Factor ibu : Factor janin: Factor lingkungan:
Ibu berusia <20 th Kehamilan ganda Terpapar asap
Ibu berusia >35 th (gameli) rokok, radar dan
Jarak kehamilan Hidramnion zat-zat beracun
terlalu dekat infeksi
C. PATHWAY Keadaan social-
ekonomi yang
rendah
Bayi Lahir Premature
Sistem pernafasan Sistem Termoregulasi Sistem kulit
yang imatur kardiovaskular Sistem GI
Alveoli terisi Terjadi adaptasi Kulit lebih tipis
Surfaktan ↓ Paru terisi cairan O2 suhu dari hangat dari bayi yang
Reflek telan
imatur
Ekspansi paru Paru diisi oleh o2 Resistensi Bayi ↑ panas Permeabilitas ↑
tidak maksimal dan mendesak vascular paru Daya hisap
cairan keluar paru- menurun
Pembakaran Penguapan ↑
Mk: Pola Nafas Tekanan MK: Defisit Nutrisi
Kegagalan a.pulmonalis
Tidak Efektif Sistem
termoregulasi
Reflek telan ↓ Sistem imun yang
Tekanan belum sempurna
atrium MK: Hipotermia
Mk: Bersihan Nafas Cairan menumpuk
Tidak Efektif di jalan nafas Sistem kekebalan
Aliran darah paru tubuh lebih rentan
masuk ke jantung terhadap infeksi
MK: Risiko Infeksi
D. PENATALAKSANAAN MEDIS
1. Perawatan di Rumah Sakit
a. Pengaturan suhu
Bayi prematur mudah dan cepat sekali menderita hipotermia bila
berada di lingkungan yang dingin. Kehilangan panas disebabkan oleh
permukaan tubuh bai yang relative lebih luas bila dibandingkan
dengan berat badan, kurangnya jaringan lemak di bawah kulit dan
kekurangan lemak coklat (brown flat). Untuk mencegah hipotermia
perlu diusahakan lingkunagn yang cukup hangat untuk bayi dan dalam
keadaan istirahat konsumsi okigen paling sedikit, sehingga suhu tubuh
bayi tetap normal. Bayi dalam incubator hanya dipakaikan popok. Hal
ini mungkin untuk pengawasan mengenai keadaan umum, perubahan
tingkah laku, warna kulit, pernafasan, kejang dan sebagainya sehingga
penyakit yang diderita dapat dikenal sedini – dininya dan tindakan
serta pengobatan dapat dilaksanakan secepatnya.
b. Pemberian ASI pada bayi premature
Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan yang terbaik yang dapat
diberikan oleh ibu pada bayinya, juga untuk bayi premature.
Komposisi ASI yang dihasilkan ibu yang melahirkan premature
berbeda dengan komposisi ASI yang dihasilkan oleh ibu yang
melahirkan cukup bulan dan perbedaan ini berlangsung selama kurang
lebih 4 minggu. Agar ibu yang melahirkan prematur dapat berhasil
memberikan ASI perlu dukungan dari keluarga dan petugas, diajarkan
cara memeras ASI dan menyimpan ASI perah dan cara memberikan
ASI perah kepada bayi prematur dengan sendok, pipet ataupun pipa
lambung.
c. Makanan bayi
Pada bayi prematur, reflek hisap, telan dan batuk belum sempurna,
kapasitas lambung masih sedikit, daya enzim pencernaan terutama
lipase masih kurang disamping itu kebutuhan protein 3 – 5 gram/ hari
dan tinggi kalori (110 kal/ kg/ hari), agar berat badan bertambah sebaik
– baiknya. Jumlah ini lebih tinggi dari yang diperlukan bayi cukup
bulan. Pemberian minum dimulai pada waktu bayi berumur 3 jam agar
bayi tidak menderita hipoglikemia dan hiperbilirubinemia.
d. Mencegah infeksi
Bayi prematur mudah sekali terserang infeksi. Ini disebabkan oleh
karena daya tahan tubuh terhadap infeksi kurang, relatif belum
sanggup membentuk antibodi dan daya fagositosis serta reaksi
terhadap peradangan belum baik oleh karena itu perlu dilakukan
tindakan pencegahan yang dimulai pada masa perinatal memperbaiki
keadaan sosial ekonomi, program pendidikan (nutrisi, kebersihan dan
kesehatan, keluarga berencana, perawatan antenatal dan post natal),
screening (TORCH, Hepatitis, AIDS), vaksinasi tetanus serta tempat
kelahiran dan perawatan yang terjamin kebersihannya. Tindakan
aseptik antiseptik harus selalu digalakkan, baik dirawat gabung
maupun dibangsal neonatus. Infeksi yang sering terjadi adalah infeksi
silang melalui para dokter, perawat, bidan, dan petugas lain yang
berhubungan dengan bayi.
e. Minum cukup
Selama dirawat, pihak rumah sakit harus memastikan bayi
mengkonsumsi susu sesuai kebutuhan tubuhnya. Selama belum bisa
menghisap denagn benar, minum susu dilakukan dengan menggunakan
pipet.
f. Memberikan sentuhan
Ibu sangat disarankan untuk terus memberikan sentuhan pada
bayinya. Bayi prematur yang mendapat banyak sentuhan ibu menurut
penelitian menunjukkan kenaikan berat badan yang lebih cepat
daripada jika si bayi jarang disentuh.
F. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Pemantauan glukosa darah terhadap hipoglikemia
Nilai normal glukosa serum : 45 mg/dl
2. Pemantauan gas darah arteri
Normal untuk analisa gas darah apabila kadar PaO2 50 – 70 mmHg dan
kadar PaCO2 35 – 45 mmHg dan saturasi oksigen harus 92 – 94 %.
3. Kimia darah sesuai kebutuhan
● Hb (Hemoglobin)
Hb darah lengkap bayi 1 – 3 hari adalah 14,5 – 22,5 gr/dl
● Ht (Hematokrit)
Ht normal berkisar 45% - 53%
● Leukosit (SDP)
Normalnya 10.000/ mm³. pada bayi preterm jumlah SDP bervariasi dari
6.000 – 225.000/ mm³.
● Trombosit
Rentang normalnya antara 60.000 – 100.000/ mm³.
● Jumlah eritrosit (SDM) darah lengkap bayi (1 – 3 hari)
Adalah 4,0 – 6,6 juta/mm³.
● Ph darah lengkap arterial prematur (48 jam) : 7,35 – 7,5
4. Pemeriksaan sinar sesuai kebutuhan
5. Penyimpangan darah tali pusat
E. PENGKAJIAN KEPERAWATAN
1. Biodata
a. Identitas bayi : nama, jenis kelamin, BB, TB, LK, LD
b. Identitas orang tua : nama, umur, pekerjaan, pendidikan, alamat
c. Keluhan utama : BB< 45 cm, LD < 30 cm, LK < 33 cm, hipotermi
d. Riwayat penyakit sekarang
e. Riwayat penyakit keluarga
f. Riwayat penyakit dahulu
2. Pemeriksaan fisik biologis
❖ Ibu
- Riwayat kehamilan dan umur kehamilan
- Riwayat persalinan dan proses pertolongan persalinan yang
dahulu dan sekarang
- Riwayat fisik dan kesehatan ibu saat pengkajian
- Riwayat penyakit ibu
- Prikososial dan spiritual ibu
- Riwayat perkawinan
❖ Bayi
- Keadaan bayi saat lahir; BB<2500 gram, PB < 45 cm, LK 33 cm,
LD < 30 cm
- Inspeksi
Kepala lebih besar daripada badan, ubun-ubun dan sutura lebar
Lanugo banyak terdapat pada dahi, pelipis, telinga dan tangan
Kulit tipis, transparan dan mengkilap
Rambut halus, tipis, dan tidak ada
Garis telapak kaki sedikit
Retraksi sternum dengan iga
Kulit menggantung dalam lipatan (tidak ada lemak subkutan)
- Palpasi
Hati mudah di palpasi
Tulang teraba lunak
Limpa mudah teraba ujungnya
Ginjal dapat dipalpasi
Daya isap lemah
Retraksi tonus-leher lemah, refleks moro (+)
- Perkusi
- Auskultasi
Nadi lemah
Denyut jantung 140-150 x/menit, respirasi 60 x/menit
3. Sirkulasi
Nadi apikal mungkin cepat / tidak teratur dalam batas normal (120 sampai
160 dpm) murmur jantung yang dapat menandakan duktus arteriosus paten
(PDA)
4. Makanan / Cairan
Berat badan kurang dari 2500 g
5. Neurosensori
- Tubuh panjang, kurus, lemas dengan perut agak gendut
- Ukuran kepala besar dalam hubungan dengan tubuh : sutura mungkin
mudah di gerakan, fontanel mungkin besar / terbuka lebar
- Umumnya terjadi edema pada kelopak mata, mata mungkin merapat
- Reflek tergantung pada usia gestasi
6. Pernafasan
- APGAR score mungkin rendah
- Pernafasan dangkal, tidak teratur, pernafasan diafragmatik intermiten
(40-60 x/mnt) mengorok, pernafasan cuping hidung, retraksi
suprasternal subternal, sianosis ada.
- Adanya bunyi ampelas pada auskultasi, menandakan sindrom distres
pernafasan (RDS)
7. Keamanan
- Suhu berfluktuasi dengan mudah
- Menangis mungkin lemah
- Wajah mungkin memar, mungkin kaput suksedaneum
- Kulit transparan
- Lanugo terdistribusi secara luas diseluruh tubuh
- Ekstremitas tampak edema
- Garis telapak kaki terlihat
- Kuku pendek
8. Seksualitas
- Persalinan / kelahiran tergesa-gesa
- Genetalia ; Labia minora lebih besar dari labia mayora dengan kritoris
menonjol testis pria tidak turun, rugae mungkin banyak / tidak ada
pada skrotum
F. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan imaturitas pusat pernafasan,
keterbatasan perkembangan otot, penurunan energi/kelelahan,
ketidakseimbangan metabolik ditandai dengan pola nafas iriguler
2. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan reflek menelan
menurun ditandai dengan suara nafas tambahan
3. Hipotermia berhubungan dengan kontrol suhu yang imatur dan penurunan
lemak tubuh subkutan.
4. Risiko infeksi berhubungan dengan pertahanan imunologis yang kurang
5. Defisit nutrisi berhubungan dengan ketidak mampuan mencerna nutrisi
ditandai dengan imaturitas.
6. Perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan imaturasi pusat
pernafasan ditandai dengan hipoksia periper
G. INTERVENSI KEPERAWATAN
DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN DAN INTERVENSI
KRITERIA HASIL
Pola Nafas Tidak Efektif Setelah diberikan asuhan SIKI
keperawatan .... x .... jam Manajemen jalan nafas
Definisi : diharapkan : € Mengidentifikasi dan mengelola kepatenan
Inspirasi dan/atau ekspansi yang tidak jalan nafas
memberikan ventilasi adekuat SLKI € Monitor pola nafas (frekuensi, kedalaman,
Pola nafas usaha nafas)
Penyebab : € Dispnea tidak ada € Monitor bunyi nafas tambahan (mis.
Depresi pusat pernapasan € Penggunaan otot Gurgling, mengi, wheezing, ronkhi kering)
Hambatan upaya napas (nyeri saat bernapas, bantu pernafasan € Posisikan semi fowler atau fowler
kelemahan otot pernapasan) menurun € Berikan oksigen
Deformitas dinding dada € Frekuensi nafas € Kolaborasi pemberian bronkodilator,
Deformitas tulang dada membaik ekspektoran, mukolitik, jika perlu
Gangguan neuromuskular € Kedalaman nafas Pemantauan respirasi
Gangguan neurologis (mis. membaik € Monitor frekuensi irama, kedalaman, dan
Elektroensefalogram [EEG] positif, cedera € Pernafasan cuping upaya nafas
kepala, gangguan kejang) hidung menurun € Monitor pola nafas (mis. Bradipnea, takipnea,
Imaturitas neurologis hiperventilasi, kussmaul, Cheyne-stokes)
Penurunan energi € Monitor adanya sumbatan jalan nafas
Obesitas € Monitor saturasi oksigen
Posisi tubuh yang menghambat ekspansi paru € Monitor nilai AGD
Sindrom hipoventilasi € Atur interval pemantauan respirasi sesuai
Kerusakan inervasi diafragma (kerusakan kondisi pasien
saraf C5 ke atas) Dukungan ventilasi
Cedera pada medula spinalis € Identifikasi adanya kelelahan otot bantu nafas
Efek agen farmakologis € Identifikasi efek perubahan efek posisi
kecemasan terhadap status pernafasan
Gejala dan tanda mayor :
Subjektif : € Monitor status respirasi dan oksigenasi (mis.
Dispnea Frekuensi dan kedalaman nafas, penggunaan
Objektif : otot bantu nafas, bunyi nafas tambahan,
Penggunaan otot bantu pernapasan saturasi oksigen)
Fase ekspirasi memanjang
Pola napas abnormal (mis. Takipnea,
bradipnea, hiperventilasi, kussmaul, cheyne-
strokes)
Gejala dan tanda minor :
Subjektif:
Ortopnea
Objektif :
Pernapasan pursed-lip
Pernapasan cuping hidung
Diameter thoraks anterior-posterior
meningkat
Ventilasi semenit menurun
Kapasitas vital menurun
Tekanan ekspirasi menurun
Tekanan inspirasi menurun
Ekstruksi dada berubah
Kondisi klinis terkait :
Depresi jaringan saraf pusat
Cedera kepala
Trauma thorax
Gullian barre syndrome
Multiple sclerosis
Myasthenia gravis
Stroke
Kuadriplegia
Intoksikasi alkohol
Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif Setelah diberikan asuhan SIKI
Definisi : keperawatan selama .... x Manajemen jalan nafas
Ketidakmampuan membersihkan sekret atau .... jam diharapkan : € Mengidentifikasi dan mengelola kepatenan
obstruksi jalan nafas untuk mempertahankan jalan jalan nafas
nafas tetap paten. SLKI € Monitor pola nafas (frekuensi, kedalaman,
Bersihan jalan nafas usaha nafas)
Penyebab : € frekuensi pola nafas € Monitor bunyi nafas tambahan (mis.
Fisiologis dan pola nafas Gurgling, mengi, wheezing, ronkhi kering)
Spasme jalan nafas membaik € Posisikan semi fowler atau fowler
Hipersekresi jalan nafas € tidak ada sianosis € Berikan oksigen
Disfungsi neuromuskuler € tidak ada dispnea € Kolaborasi pemberian bronkodilator,
Benda asing dalam jalan nafas € tidak ada mekonium ekspektoran, mukolitik, jika perlu
Adanya jalan nafas buatan (pada neonatus) Pemantauan respirasi
Sekresi yang tertahan € Monitor frekuensi irama, kedalaman, dan
Hiperplasia dinding jalan nafas upaya nafas
Proses infeksi € Monitor pola nafas (mis. Bradipnea, takipnea,
Respon alergi hiperventilasi, kussmaul, Cheyne-stokes)
Efek agen farmakologis (mis. anestesi) € Monitor adanya sumbatan jalan nafas
€ Monitor saturasi oksigen
Situasional : € Monitor nilai AGD
Merokok aktif € Atur interval pemantauan respirasi sesuai
Merokok pasif kondisi pasien
Terpajan polutan
Gejala dan tanda mayor :
Subjektif :
Objektif :
Batuk tidak efektif
Tidak mampu batuk
Sputum berlebih
Mengi, wheezing,dan/atau ronkh kering
Mekonium di jalan nafas (pada neonatus)
Gejala dan tanda minor :
Subjektif :
Dispnea
Sulit bicara
ortopnea
Objektif :
gelisah
sianosis
bunyi nafas menurun
frekuensi nafas berubah
pola nafas berubah
Hipotermia Setelah diberikan asuhan SIKI
Definisi : keperawatan selama .... x Manajemen Hipotermia
Suhu tubuh berada dibawah rentang normal tubuh .... jam diharapkan : € Monitor suhu tubuh
€ Identifikasi penyebab hipotermia (mis.
Penyebab: SLKI Terpapar suhu lingkungan rendah, pakaian
kerusakan hipotalamus Termoregulasi tipis, kerusakan hipotalamus, penurunan laju
konsumsi alkohol neonatus metabolisme, kekurangan lemak subkutan)
berat badan ekstrem € Menggigil tidak ada € Monitor tanda dan gejala akibat hipotermia
kekurangan lemak subkutan € Suhu tubuh (Hipotermia ringan : takipnea, disartia,
terpapar suhu lingkungan rendah membaik menggigil, hipertensi, diuresis; hipotermia
malnutrisi € Ventilasi membaik sedang : aritmia, hipotensi, apatis,
pemakaian pakaian tipis € Dasar kuku sianotik koagulapati, refleks menurun; Hipotermia
penurunan laju metabolisme tidak ada berat: oliguria, refleks menghilang, edema
tidak beraktivitas paru, asam-basa abnormal)
transfer panas (mis. Konduksi, konveksi, € Sediakan lingkungan yang hangat (mis. Atur
evaposari, radiasi) suhu ruangan, inkubator)
trauma € Ganti pakaian dan/atau linen yang basah
proses penuaan € Lakukan penghangatan pasif (mis. Selimut,
efek agen farmakologis menutup kepala, pakaian tebal)
kurang terpapar informasi tentang € Lakukan penghangatan aktif (mis. Kompres
pencegahan hipotermia hangat, botol hangat, selimut hangat,
perawatan metode kangguru)
Gejala dan tanda mayor : € Lakukan penghangatan aktif internal (mis.
Subjektif : Infus cairan hangat, oksigen hangat, lavase
Objektif : peritoneal dengan cairan hangat)
kulit teraba dingin Perawatan kangguru
menggigil € Monitor faktor orang tua yang mempengaruhi
suhu tubuh di bawah nilai normal keterlibatannya dalam perawatan
€ Pastikan status fisiologi bayi terpenuhi dalam
Gejala dan tanda minor : perawatan
Subjektif : € Sediakan lingkungan yang tenang, nyaman,
Objektif : dan hangat
akrosianosis € Berikan kursi pada orang tua, jika perlu
bradikardi € Posisikan bayi telungkup tegak lurus di dada
dasar kuku sianotik orang tua
hipoglikemia € Miringkan kepala bayi ke salah satu sisi
hipoksia kanan atau sisi kiri dengan kepala sedikit
pengisian kapiler >3 detik tengadah (ekstensi)
Konsumsi oksigen meningkat € Hindari mendorong kepala bayi fleksi dan
Ventilasi menurun hiperekstensi
Piloereksi € Biarkan bayi telanjang hanya mengenakan
Takikardia popok, kaos kaki, dan topi
Vasokontriksi perifer € Posisikan panggul dan lengan bayi dalam
Kutis memorata (pada neonatus) posisi fleksi
€ Posisikan bayi diamankan dengan kain
panjang atau pengikat lainnya
€ Buat ujung pengikat tepat berada di bawah
kuping bayi
€ Jelaskan tujuan dan prosedur perawatan
kangguru
€ Jelaskan keuntungan kontak kulit ke kulit
orang tua dan bayi
€ Anjurkan orang tua menggunakan pakaian
yang nyaman dengan bagian depan terbuka
Risiko infeksi Setelah dilakukan asuhan SIKI
Definisi : keperawatan selama … x Pencegahan infeksi
Berisiko mengalami peningkatan terserang 24 jam, diharapkan : € monitor tanda dan gejala infeksi lokal dan
organisme patogenik sistemik
SLKI € batasi jumlah pengunjung
Faktor risiko : Kontrol Risiko € cuci tangan sebelum dan sesudah kontak
€ Penyakit kronis € Mampu dengan pasien dan lingkungan pasien
€ Efek prosedur invasif mengidentifikasi € pertahankan teknik aseptik pada pasien
€ Malnutrisi faktor risiko beresiko tinggi
€ Peningkatan paparan organisme patogen
lingkungan
€ Ketidakedekuatan pertahanan tubuh primer
€ Ketidakadekuatan pertahanan tubuh sekunder
Kondisi klinis terkait :
€ AIDS
€ Luka bakar
€ Penyakit paru obstruksi kronis
€ Diabetes mellitus
€ Tindakan invasif
€ Kondisi penggunaan terapi steroid
€ Penyalahgunaan obat
€ Ketuban pecah sebelum waktunya
€ Kanker
€ Gagal ginjal
€ Imunosupresi
€ Leukositopenia
€ Gangguan fungsi hati
Defisit nutrisi Setelah dilakukan SIKI
Definisi : tindakan keperawatan Pemberian makanan parenteral
Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi selama ...... x ...... jam € Identifikasi terapi yang diberikan sesuai
kebutuhan metabolisme diharapkan : untuk usia, kondisi, dosis, kecepatan, dan rute
Penyebab : SLKI € Monitor tanda inflamasi, flebitis, dan
€ Ketidakmampuan menelan makanan Status Nutrisi : thrombosis
€ Ketidakmampuan mencerna makanan € Kekuatan otot € Monitor nilai laboratorium (mis. BUN,
€ Ketidakmampuan mengabsorbsi nutrien menelan meningkat kreatinin, gula darah, elektrolit, faat, hepar)
€ Peningkatan kebutuhan metabolisme € Berat badan Indeks € Monitor berat badan
€ Faktor ekonomi (mis. Finansial tidak Massa Tubuh (IMT) € Monitor produksi urine
mencukupi) membaik € Monitor jumlah cairan yang masuk dan
€ Faktor psikologis (mis. Stres, keenggann € Tebal lipatan kulit keluar
untuk makan) trisep membaik € Berikan label pada wadah makanan
parenteral dengan tanggal, waktu dan inisial
Gejala dan tanda mayor : perawat
Subjektif : - € Pastikan alarm infus dihidupkan dan
Objektif : berfungsi, jika tersedia
€ Berat badan menurun minimal 10% Dibawah € Hindari pengambilan sampel darah dan
rentang ideal pemberian obat pada selang nutrisi parenteral
Gejala dan tanda minor : Pemberian makanan enteral
Subjektif : € Gunakan teknik bersih dalam pemberian
€ Cepat kenyang setelah makan makanan via selang
€ Kram/nyeri abdomen € Berikan tanda pada selang untuk
€ Nafsu makan menurun mempertahankan lokasi yang tepat
€ Tinggikan kepala tempat tidur 30-45 derajat
Objektif : selama pemberian makan
€ Bising usus hiperaktif € Ukur residu sebelum pemberian makan
€ Otot pengunyah lemah € Peluk dan bicara dengan bayi selama
€ Otot menelan lemah diberikan makanan untuk menstimulasi
€ Membran mukosa pucat aktivitas makan
€ Sariawan € Irigasi selang dengan 30 ml air setiap 4-6 am
€ Serum albumin turun selama pemberian makan dan setelah
€ Rambut rontok berlebihan pemberian makan intermiten
€ Diare € Hindari pemberian makanan lewat selang 1
jam sebelum prosedur atau pemindahan
Kondisi Klinis Terkait : pasien
€ Stroke € Hindari pemberian makanan jika residu lebih
€ Parkinson dari 150cc atau lebih dari 110%-120% dari
€ Mobius syndrome jumlah makanan tiap jam
€ Cerebral palsy
€ Cleft lift Pemantauan nutrisi :
€ Cleft palate € Timbang berat badan
€ Amvotropic lateral sclerosis € Ukur antroprometrik komposisi tubuh (mis.
Indeks massa tubuh, pengukuran pinggang,
Referensi : dan ukuran lipatan kulit)
€ Luka bakar € Hitung perubahan berat badan
€ Kanker € Dokumentasikan hasil pemantauan
€ Infeksi
€ AIDS Konseling laktasi
€ Penyakit Crohn’s € Identifikasi keadaan emosional ibu saat akan
€ Enterokolitis dilakukan konseling menyusui
€ Fibrosis kistik € Identifikasi keinginan dan tujuan menyusui
€ Identifikasi permasalahan yang ibu alami
selama proses menyusui
€ Gunakan teknik mendengarkan aktif (mis.
Duduk sama tinggi, dengarkan permasalahan
ibu)
€ Ajarkan teknik menyusui yang tepat sesuai
kebutuhan ibu
Perfusi Perifer Tidak Efektif Setelah dilakukan asuhan SIKI
Definisi : keperawatan selama ... Perawatan sirkulasi
Penurunan sirkulasi darah pada level kapiler yang x ... jam diharapkan : € Periksa sirkulasi perifer (mis. Nadi perifer,
dapat mengganggu metabolisme tubuh edema, pengisian kapiler, warna, suhu)
SLKI € Monitor panas, kemerahan, nyeri, atau
Penyebab: Perfusi perifer bengkak pada ekstremitas
Hiperglikemia € Kekuatan nadi
Penurunan konsentrasi hemoglobin perifer meningkat Pemantauan tanda vital
Peningkatan tekanan darah € Tidak ada warna € Monitor nadi (frekuensi, kekuatan, irama)
Kekurangan volume darah kulit pucat € Monitor pernafasan (frekuensi, kedalaman)
Kekurangan volume cairan € Turgor kulit baik € Monitor suhu tubuh
Penurunan aliran arteri dan/atau vena € Pengisian kapiler € Monitor oksimetri nadi
Kurang terpapar informasi tentang faktor membaik
pemberat (mis. Merokok, gaya hidup € Akral baik Manajemen cairan
monoton, trauma, obesitas, asupan garam, € Monitor status hidrasi (mis. Frekuensi nadi,
imobilitas) kekuatan nadi, akral, pengisian kapiler,
Kurang terpapar informasi tentang proses kelembaban mukosa, turgor kulit, tekanan
penyakit (mis. Diabetes melitus, darah)
hiperlipidemia) € Monitor berat badan harian
Kurang aktivitas fisik € Monitor hasil pemeriksaan laboratorium (mis.
Hematokrit, Na, K, Cl, berat jenis urine,
Gejala dan tanda mayor : BUN)
Subjektif: € Monitor status hemodinamik
Objektif : € Catat intake-output dan hitung balans cairan
Pengisian kapiler >3 detik 24 jam
Nadi perifer menurun atau tidak teraba € Berikan cairan intravena jika perlu
Akral teraba dingin
Warna kulit pucat
Turgor kulit menurun
Gejala dan tanda minor :
Subjektif:
Parastesia
Nyeri ekstremitas (klaudikasi intermiten)
Objektif :
Edema
Penyembuhan luka lambat
Indeks ankle-brachial <0,90
Bruit femoral
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA BY NY”A” DENGAN BAYI PREMATUR
PENGKAJIAN
Hari / Tgl Pengkajian : Sabtu/ 28 juni2025
A. Data Demografi
1. Klien/ Pasien
a. Nama : By. Ny. I
b. Tgl lahir/usia : 24-Mei-2025
c. Jenis kelamin : Perempuan
d. Tanggal masuk RS : 14 Juni 2025
e. Diagnosa medis : NKB, KMK, sc, Prematur (UG 28-28 minggu)
2. Orang Tua/ Penanggung Jawab
a. Nama : Tn. Y
b. Hubungan dengan klien : Orang tua
c. Alamat : Jln.gang rahayu no 20rt 07 rw 05
B. Keluhan Utama
Sesak ada, retraksi dada (-), lahir premature, A/S 5/7
C. Riwayat Klien
1. Riwayat Kehamilan
✔ ANC : Ibu periksa kehamilan di Puskesmas deket rumahmya
✔ Riwayat penggunaan obat-obatan : Tidak ada
✔ Lain-lain : -
2. Riwayat persalinan
Usia gestasi : 28-29 minggu
Berat badan lahir : 1174 gram
Jenis Persalinan : Sc
Indikasi : KPD 1 hari
Apgar score : 5/7
Kelainan bawaan : tidak ada
Anak ke : G1P0A0
Kejadian penting selama proses persalinan: bayi lahir menangis lemah, rangsang
taktil.
Faktor risiko ibu: KPD 24 jam
D. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu tidak memiliki Riwayat penyakit
E. Riwayat Penyakit Sekarang
1. Keadaan umum
a. Kesadaran : compos mentis
b. Pemeriksaaan Tanda-Tanda Vital
1) Pernapasan : 40 x/mnt
2) Suhu : 36.5 oC
3) Nadi : 154 x/mnt
4) Saturasi oksigen: 95 % on Ventilator
2. Oksigenasi :
Retraksi dada tidak ada, nafas cuping hidung tidak ada, produksi slem putih encer,
minimal, pengembangan dada simetris, saat ini pasien memakai menggunakan alat
bantu nafas.
3. Nutrisi:
a. Berat badan : 1174 gram
b. Panjang badan : 38 cm
c. Lingkar kepala : 26 cm
d. Lingkar dada : 24 cm
e. Lingkar perut : 22 cm
f. LLA : 7 cm
g. Jenis Nutrisi:
✔ Enteral : puasa
€ Parenteral : PG2 + Lipid + D 10 %
Terpasang OGT : ya € tidak
h. Residu OGT : jernih
i. Muntah : € Ada Tidak
Warna :-
Frekuensi : - Jumlah : -
4. Cairan
a. Kebutuhan cairan : 145 cc selama 24 jam
b. Jenis minuman : €ASI PASI
€lainnya, sebutkan : puasa
c. Turgor kulit : baik €sedang €buruk
d. Kapilary refill : 3 detik
5. Eliminasi
BAK : Ada
BAB : Ada mekonium
6. Aktifitas:
a. Gerakan : lemah
b. Tangisan : lemah
c. Sistem Muskuloskeletal
1) Postur : fleksi € ekstensi
2) Tonus otot : € Normal €Tidak normal, jelaskan : lemah
F. Pemeriksaan Head to toe
1. Integumen
Akral hangat, suhu 36.5 C, warna kulit merah muda, tidak ada sianosis
2. Kepala dan leher
a. Tengkorak : Simetris €Tidak simetris
Kelainan : Tidak €Ya, sebutkan………...............................
Ubun – ubun : €cekung €cembung normal
b. Warna dan distribusi rambut: Hitam €merah
tipis
€tebal
c. Kelopak mata (bentuk & gerak)
Bentuk : Simetris €Tidak simetris, sebutkan................................................
Gerak : Simetris €Tidak simetris, sebutkan................................................
d. Konjungtiva
Warna : Pink €Pucat
Bentuk : €cekung normal
e. Sklera : €Ikterik Normal
f. Pupil
Reflek cahaya: Positif €Negatif
g. Telinga
Bentuk dan ukuran : Simetris €Tidak simetris
Kebersihan : Bersih €Kotor
h. Hidung
Bentuk, terdapat septum deviasi : €Tidak Ya
i. Bibir : kering ✔lembab
j. Leher
Bentuk : Normal €Tidak normal
3. Dada, paru-paru dan jantung
a. Pengembangan dada : ✔Simetris
€Tidak simetris, kondisi……………………………….
b. Ictus cordis : Tidak teraba✔Teraba di………………………
c. Taktil fremitus : ✔Simetris
€Tidak simetris, sebutkan………………………..........
d. Suara paru : ✔Vesikuler Bronchovesikuler
€Bronchi €Wheezing
€Ronchi
e. Suara jantung : ✔S1 dan S2 murni
€Gallop
€Murmur
4. Abdomen
a. Bentuk : ✔Simetris
€Tidak simetris, jelaskan……………………………
b. Bising usus : Ada
c. Lambung : ✔Timpani Hiper timpani
€Lainnya, sebutkan…………………………………...
d. Hati : ✔Pekak Lainnya, sebutkan......................
e. Usus : ✔Timpani Hipertimpani
€Lainnya, sebutkan…………………………………...
f. Hepar : ✔Tidak teraba Teraba di………………………
g. Limpa : ✔Tidak teraba Teraba di………………………
h. Tali pusat : √ Basah Kering Bau
5. Alat kelamin
Kelainan : Tidak ada €Ada,
sebutkan…………………………
Kebersihan : Bersih €Kotor
Iritasi : €ya tidak
6. Ekstremitas: Simetris €tidak simetris
a. Kelainan : €ada normal
b. Akral : €hangat dingin
c. Udema : €ya tidak
7. Refleks :
Moro (lemah)
Menghisap (Belum ada)
Menelan (lemah)
€ Rooting
Babinski(lemah)
€ Menangis
€ Menggenggam
€ Menoleh
G. Pengkajian Psikososial
1. Kunjungan orang tua terhadap bayi
Ibu
Ayah
2. Interaksi orang tua dan bayi
Sentuhan
€Komunikasi
€Kontak mata
3. Kesediaan menerima informasi : Ya
4. Pendidikan keluarga : SMA
5. Bahasa yang digunakan : Indonesia
6. Kebutuhan Penterjemah : Tidak
7. Budaya / Suku / Etnis : Jawa
8. Kemampuan baca tulis : ✔ Ya
9. Pilihan cara belajar : ✔ Lisan
10. Topik Edukasi yang dibutuhkan
✔ Tentang penyakit pasien
Manajemen Nyeri
Obat-obatan
Diet dan nutrisi
Prosedur
✔ Pemakaian alat medik
A. Skiring
1. Skrining nutrisi
Indikator Penilaian Malnutrisi Skor
Tidak Ya Nilai
1. Apakah pasien tampak kurus? ✔
2. Apakah terdapat penurunan BB selama satu bulan terakhir? ✔ ✔
3. Apakah terdapat salah satu dari kondisi berikut :
a. Diare >5kali/hari dan/atau muntah >3kali/hari dalam seminggu ✔
terakhir
b. Asupan makanan berkurang selama 1 minggu terakhir ✔
4. Apakah terdapat penyakit atau keadaan yang mengakibatkan pasien ✔
berisiko
Total Skor 1
Keterangan :
0 : Risiko Rendah
1-3 : Risiko Sedang
4–5 : Risiko Tinggi
2. Skrining Risiko Jatuh Pada Anak (Humpty Dumpty)
Parameter Kriteria nilai skor
Usia € < 3 tahun 4 4
€ 3 – 7 tahun 3
€ 7 – 13 tahun 2
1
€ 13 tahun
Jenis kelamin € Laki-laki 2 2
€ Perempuan 1
Diagnosis € Diagnosis neurologi 4 3
€ Perubahan oksigenasi (diagnosis respiratorik, 3
dehidrasi, anemia, anoreksia, sinkop, pusing, dsb.)
€ Gangguan perilaku / psikiatri
€ Diagnosis lainnya 2
1
Gangguan kognitif € Tidak menyadari keterbatasan dirinya 3 3
€ Lupa akan adanya keterbatasan 2
€ Orientasi baik terhadap diri sendiri 1
Faktor lingkungan € Riwayat jatuh / bayi diletakkan di tempat tidur 4 2
dewasa 3
€ Pasien menggunakan alat bantu / bayi diletakkan
dalam tempat tidur bayi / perabot rumah
€ Pasien diletakkan di tempat tidur
€ Area di luar rumah sakit 2
1
Respons terhadap: € Dalam 24 jam 3 1
1. Pembedahan/ € Dalam 48 jam 2
sedasi / anestesi € > 48 jam atau tidak menjalani pembedahan / 1
sedasi/ anestesi
2. Penggunaan
medikamentosa € Penggunaan multipel: sedatif, obat hipnosis, 3
barbiturat, fenotiazin, antidepresan, pencahar,
diuretik, narkose
€ Penggunaan salah satu obat di atas
€ Penggunaan medikasi lainnya / tidak ada medikasi 2
1
Total 15
Skor asesmen risiko jatuh: (skor minimum 7, skor maksimum 23)
● Skor 7-11: risiko rendah
● Skor 12: risiko tinggi
3. Skrining Tingkat Nyeri Pada Bayi <12 Bulan (NIPS)
Kriteria penilaian :
PARAMETER FINDING POINTS
Ekspresi wajah Otot-otot relaks 0✔
Otot wajah tegang, alis 1
berkerut, meringis
Menangis Tenang, tidak menangis 0
Merengek ringan 1✔
Menangis keras, melengking 2
(menangis merintih pada bayi
yang terintubasi)
Pola bernapas Bernafas normal 0
Tidak teratur, lebih cepat, 1✔
tersedak
Lengan Relaks 0✔
Tegang, lengan lurus, kaku atau 1
ekstensi, cepat ekstensi
Kaki Relaks 0✔
Tegang, kaki lurus, kaku atau 1
ekstensi, cepat ekstensi
Kesadaran Tenang, tidur tenang 0✔
Terjaga gelisah, meronta-ronta 1
Total 2
0 : Tidak nyeri
1-2 : Nyeri ringan
3-4 : Nyeri sedang
>4 : Nyeri berat
B. Data penunjang :
1. Pemeriksaan penunjang :
a. Pemeriksaan Darah 14 Juni 2025
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan
Hematologi
Hemoglobin 13,9g/dl 15.2-23.6 g/dl
Hematokrit 42,7% 44-72%
Leukosit 20,2ribu/ul 9.4-34.0 ribu/ul
Trombosit 378 ribu/ul 229-553 ribu/ul
Eritrosit 4,65 juta/ul 4.3-6.3 juta/ul
KIMIA KLINIK
ELEKTROLIT DARAH
Natrium 148 mmol/L 136-145 mmol/L
Kalium 5,0 mmol/L 3,5-5,1 mmol/L
Klorida 110 mmol/L 98-107 mmol/L
ANALISA GAS DARAH
pH 7,26 mmHg 7,37-7,44 mmHg
pCO2 63,8mmHg 35,0-45,0 mmHg
pO2 108,5 mmHg 83,0-108,0 mmHg
BP 741,0mmHg
HCO3 28,9 mmol/L 21,0-28,0 mmol/L
O2 saturasi 95,1 % 95-99 %
BE (base axces) 1,7 mmol/L -2,5 – 2,5 mmol/L
Total CO2 30,9 mmol/L 19,0-24,0 mmol/L
SERO-IMUNOLOGI
Golongan Darah O/Rh(+)
CRP kuantitatif 1,62 mg/dl <=0,5 mg/dl
C. Pengobatan
a. Meropenem3x 50 mg
b. Metronidazole 2x10 mg
c. Capnea 2x6,5 mg
d. Sibital 2x4m
e. Omeprazole 2x1,5 mg
D. ANALISA DATA
No Data Problem Etiologi
1 DS : Belum bisa dikaji Pola nafas tidak efektif Imaturitas neurologi
DO :
- Terlihat sesak
- Terpasang ventilator mode NIPPV RR
60, PIP 18, IT 0.40, FiO2 35%, PEEP 6
- RR : 60x/mnt
- Produksi slem banyak
2 DS : Belum bisa dikaji Hipotermia Kurang lemak subkutan
DO :
- Suhu : 36.4.0C
- Akral teraba hangat
- Rawat incubator
- CRT : >3 detik
- BB 1174 gram, UG 28-29 minggu
3 DS : Belum bisa dikaji Defisit nutrisi Reflek hisap belum ada
DO
- Reflek hisap belum ada
- Ogt terpasang
- 8x5cc
- BB 1174 gram
4. DS : Belum bisa dikaji Resiko infeksi Pertahanan tubuh yang
DO : tidak adekuat
- Usia gestasi 28-29 minggu
- PICC terpasang
E. Diagnosa Keperawatan
1. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan imaturitas neurologis
2. Hipotermia berhubungan dengan kekurangan lemak subkutan
3. Defisit nutrisi berhubungan dengan reflek menelan yang belum kuat
4. Resiko infeksi berhubungan pertahanan tubuh yang tidak adekuat
RENCANA KEPERAWATAN
TGL Standar Diagnosa Keperawatan
NO
/JAM Indonesia (SDKI) Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI)
1. 28/06/25 Pola nafas tidak efektif Setelah diberikan tindakan keperawatan Manajemen jalan nafas (I. 01011)
berhubungan dengan imaturitas selama 3x24 jam diharapkan pola nafas Pemantauan respirasi
neurologis membaik dengan kriteria hasil : Observasi :
Pola nafas ● Monitor pola nafas, frekuensi nafas
● Dispnea menurun ● Monitor bunyi nafas tambahan
● Penggunaan otot bantu nafas menurun ● Monitor saturasi oksigen
● Frekuensi nafas membaik ● Palpasi kesimetrisan ekspansi paru
● Auskultasi bunyi nafas
Terapeutik :
● Posisikan semi fowler atau fowler
● Lakukan penghisapan lendir kurang dari 15 detik
● Dokumentasikan hasil pemantauan
Edukasi :
● Jelaskan tujuan dan prosedur pemantaun
● Informasikan hasil pemantauan
Kolaborasi :
● Kolaborasi pemberian oksigen
2. 28/06/25 Hipotermia berhubungan Setelah diberikan tindakan keperawatan Manajemen hipotermia
dengan kekurangan lemak selama 3x24 jam diharapkan termoregulasi Terapi paparan panas
subkutan membaik, dengan kriteria hasil: Observasi :
Termoregulasi ● Monitor suhu tubuh
● Takipnea menurun ● Identifikasi penyebab hipotermia (mis. Terpapar suhu
● Suhu membaik lingkungan rendah, kekurangan lemak subkutan)
● GDS membaik ● Monitor tanda dan gejala akibat hipotermia (takipnea,
● Pengisian kapiler membaik diuresis, oliguria, asam basa upnormal)
Terapeutik
● Sediakan lingkungan yang hangat (atur suhu ruangan
dan incubator)
● Ganti linen yang basah
● Lakukan penghatan pasif (selimut, topi)
● Lakukan penghatan aktif eksternal (selimut hangat,
PMK , blanket roll)
● Bungkus alat terapi dengan menggunakan kain
Edukasi :
● Informasikan hasil pemantauan
3. 28/06/25 Defisit nutrisi berhubungan Setelah diberikan tindakan keperawatan
reflek hisap yang belum ada
selama 3x24 jam deficit nutrisi bisa teratasi Managemen nutrisi
Observasi
dengan kriteria hasil:
● Monitor tanda-tanda vital
berat badan bisa bertambah, toleransi minum ● Monitor adanya alergi dan intoleran nutrisi
baik, ● Monitor balance cairan setiap 12 jam
Terapetik
● Lakukan oral hygiene
● Monitor bb setiap hari
Kolaborasi
● Kolaborasi untuk menentukan jumlah kalori dan
jenis nutrient yang dibutuhkan unyuk target bb
Edukasi
● Jelaskan perkembangan tolerasi minum kepada
keluarga
4. 28/06/25 Resiko infeksi berhubungan Setelah dilakukan perawatan 3x24jam resiko Menajemen infeksi
dengan ketidakadekuatan infeksi tidak terjadi dengan kriteria kebersihan Observasi
pertahanan tubuh ● Monitor tanda infeksi
tangan meningkat, tidak ada demam,hasil crp
● Berikan lingkungan bersih
tidak ada peningkatan ● Periksa lokasi insisi adanya kemerahan, bengkak
Terapeutik
● Cuci tangan sebelum dan sesudah kegiatan
pasien
● Batasi jumlah pengunjung
● Jaga lingkungan aseptic saat mengganti botol
TPN
Edukasi
● Ajarkan cara cuci tangan yang tepat untuk
pengunjung
IMPLEMENTASI
TGL
NO DX KEP IMPLEMENTASI EVALUASI
1. Pola nafas tidak efektif 28/06/25 1. Memonitor pola nafas, bunyi nafas tambahan, irama S :-
berhubungan dengan nafas, dan saturasi oksigen O:
imaturitas neurologis 2. Mengauskultasikan bunyi nafas - Bayi terlihat sesak, retraksi dada
(D.0005) 3. Memposisikan bayi (pronasi) ada, nafas cuping hidung tidak
4. Mengkolaborasikan dengan dokter mengenai terlihat, irama nafas reguler, RR :
pemberian alat bantu nafas 60x/mnt, spo2 : 96%
5. Memasang alat bantu nafas berupa ventilator - Bayi dalam posisi pronasi
6. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan melalui - Bayi terpasang ventilator dengan
inform consent kepada keluarga mode NIV RR:60, Fio2:25%,
2. Hipotermia 28/06/25 1. Memonitor suhu tubuh peep:5, pip:16
berhubungan dengan 2. Mengidentifikasi penyebab hipotermia - Suhu bayi 36,5- 37,5
kekurangan lemak 3. Menggunakan dan mengatur suhu incubator - Bayi puasa
subkutan (D. 0131) 4. Melakukan penghatan pasif - Piccc terpasang
- Keluarga mengerti tentang kondisi
3 Defisit nutrisi 28/06/25 1. Memonitor tanda-tanda vital bayi
berhubungan dengan 2. Memonitor toleransi minum bayi A:
3. Memonitor balance cairan setiap 12 jam
reflek menelan yang Pola nafas tidak efektif
4. Melakukan oral hygiene
belum kuat 5. Memonitor bb setiap hari Resiko hipotermi
Deficit nutrisi
4. Resiko infeksi 28/06/2025 1. Memonitor adanya infeksi Resiko infeksi
berhubungan dengan 2. Membersihkan incubator setiap hari
ketidakadekuatan P:
3. Memeriksa lokasi infus adanya kemerahan,atau
pertahanan tubuh - Manajemen jalan nafas
bengkak
4. Mencuci tangan sebelum dan sesudah kegiatan - Pemantauan respirasi
perawatan pasien - Manajemen hipotermi
5. Jaga lingkungan aseptic saatmengganti botol TPN
6. Mengajarkan cara cuci tangan yang tepat pada - Manajemen nutrisi
pengunjung - Pengendalian infeksi
DAFTAR PUSTAKA
Abaraya, M., Seid, S., & Ibro, S. (2018).
Determinants of preterm birth at Jimma
University Medical Center, southwest
Ethiopia. Jurnal Pediatric Health, Medicine
and Therapeutics, Volume 9, 101–107.
https://doi.org/10.2147/PHMT.S174789
Afiyanti, Y., & Imami Nur Rachmawati. (2014).
Metodologi Penelitian Kualitatif Dalam
Riset Keperawatan (Ked
ua). jakarta.
Azwar Tsabit, M Ali Ramdani, R. C. 2012. (2012).
Hubungan Umur Ibu Dengan Kejadian
Persalinan Prematur Di Wilayah Kerja
Puskesmas Kaliangkrik Kabupaten
Magelang Tahun 2012. Jurnal Puskesmas
Kaliangkrik Kabupaten Magelang, (1), 1–
10.
Dewi, V. N. L. (2014). Asuhan Neonatus Bayi dan
Anak Balita. (A. Suslia, Ed.) (keenam).
Jakarta.
KEMENKES RI. (2013). RISET KESEHATAN
DASAR.
Kusuma, I. F. (2009). Profil Kelahiran Bayi
Prematur. Jurnal Rsud Dr. Soebandi
Jember, 1.
Serimbing, J. Br. (2017). Buku Ajar Neonatus, Bayi, Balita, Anak
Prasekolah, Ed. Yogyakarta
Tim Pokja SDKI DPP PPNI, (2016), Standar
Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI),
Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia
Tim Pokja SIKI DPP PPNI, (2018), Standar
Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI),
Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia
Tim Pokja SLKI DPP PPNI, (2018). Standar
Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), Edisi
1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia