MODUL PERUSAHAAN DAGANG
KD 3.9
1. PERUSAHAAN DAGANG
a. PENGERTIAN
Perusahaan terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu perusahaan jasa,
perusahaan dagang, dan perusahaan manufaktur. Perusahaan terbagi
berdasarkan produk yang diberikan kepada pelanggan, contohnya
perusahaan jasa memberikan produk berupa pelayanan kepada setiap
pelanggan, salah satu contohnya yaitu salon. Pada bab ini kita akan
membahasa mengenai salah satu perusahaan yang memberikan produk
berupa barang tanpa mengolahnya kembali, perusahaan yang dimaksud
adalah perusahaan dagang.
Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan utamanya yaitu
melakukan pembelian suatu barang untuk dijual kembali tanpa mengubah
bentuk maupun fungsi dari barang tersebut. Perusahaan ini memperoleh
penghasilan dari penjualan barang dagangannya. Contoh perusahaan dagang
antara lain: toko buku, toko perlengkapan sekolah, dan alat elektronik. Toko
ini hanya menjual barang dagangannya tanpa mengubah bentuk ataupun
fungsi barang tersebut
b. CIRI-CIRI
a. Penghasilan diperoleh dari hasil penyerahan/penjualan barang
dagangan.
b. Barang dagangan yang diperjualbelikan tidak diubah bentuk
maupun fungsinya.
c. Rekening-rekening yang terdapat pada perusahaan dagang antara lain;
pembelian atau persediaan barang dagangan, retur dan pengurangan
harga pembelian, potongan pembelian, beban angkut pembelian,
penjualan, retur dan pengurangan harga penjualan, potongan penjualan,
harga pokok penjualan, dan beban angkut penjualan.
d. Penghitungan Laba/Rugi Pola penghitungan laba/rugi perusahaan dagang
berbeda dengan suatu perusahaan jasa, karena terdapat akun-akun
khusus. Dalam sebuah perusahaan jasa, laba diperoleh dengan cara
mengurangi pendapatan dengan beban.
2. DOKUMEN TRANSAKSI
Dalam suatu perusahaan akan terjadi beberapa transaksi, begitu juga
dengan sebuah perusahaan dagang. Beberapa transaksi yang dimaksud
adalah penjualan, pernbelian, pembayaran, dll. Setiap transaksi yang
dilakukan akan menghasilkan bukti transaksi. Bukti transaksi adalah suatu
dokumen asli yang menjadi alat untuk merekam seluruh transaksi yang
terjadi. Bukti transaksi menjadi bukti yang autentik terjadinya suatu transaksi.
Bukti transaksi tersebut terdiri dari faktur, nota, kwitansi dan cek.
Bukti transaksi adalah alat yang sangat penting diperlukan saat kita
melakukan transaksi keuangan contohnya saat seseorang atau perusahaan
akan mengeluarkan atau menerima sejumlah uang dalam rangka pelunasan
hutang maka, sebaiknya ada bukti transaksi yang menyatakan bahwa benar
telah terjadi pelunasan hutang serta tertera nominal jumlah uangnya. Hal ini
untuk mempermudah pelaporan keuangan dan pertanggungjawaban baik
seseorang atau perusahaan.
Tujuan bukti transaksi dibuat adalah agar lebih mempermudah dalam
pencatatan setiap transaksi yang terjadi. Bukti transaksi yang telah di
digunakan untuk mencatat transaksi merupakan dokumen dasar bagi
pencatatan laporan keuangan akuntansi.sehingga masing-masing dokumen
memiliki fungsi yang sangat penting dalam kegiatan akuntansi. Secara khusus
bukti transaksi dalam proses dan kegiatan akuntansi memiliki manfaat dan
fungsi sebagai berikut:
a. Bukti transaksi dapat mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas
terjadinya transaksi,
b. Bukti transaksi menjadi media yang berisikan data informasi keuangan,
c. Bukti transaksi sebagai dasar untuk pencatatan akuntansi,
d. Bukti transaksi dapat mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara
menyatakan transaksi dalam bentuk tulisan,
e. Bukti transaksi dapat menghindari duplikasi pada pengumpulan data
keuangan.
Bukti transaksi atau disebut juga dengan dokumen transaksi karena
bukti transaksi sesuai pengertianya merupakan suatu dokumen yang
digunakan sebagai bukti atas terjadinya suatu transaksi. Dokumen
transaksi dibagi menjadi dua jenis, yaitu dokumen sumber dan
dokumen pendukung, berikut penjelasan dan jenisnya:
i. DOKUMEN SUMBER
Dokumen Sumber atau source document yaitu dokumen berisi
catatan (informasi) yang akan digunakan sebagai data maşuk dalam
sistem informasi Akuntansi yaitu jurnal, seperti bukti kas maşuk
(BKM), bukti kas keluar(BKK), memorial, nota kontan, nota debet,
nota kredit, dan faktur.
a. Bukti Kas Maşuk (BKM) adalah bukti transaksi ataş peristiwa
penerimaan uang (kas) yang telah dilengkapi dengan buktinya. Bukti
kas maşuk ini nantinya akan digunakan dalam proses penyusunan
jurnal kas maşuk/jurnal penerimaan kas. Berikut contoh BKM:
b. Bukti Kas Keluar (BKK) adalah bukti dari kejadian transaksi pengeluaran kas
ataupun pembayaran. Bukti pengeluaran kas ini biasanya akan digunakan
untuk dokumen ketika menyusun jurnal pengeluaran kas. Berikut contoh BKK:
c. Memorial adalah bukti transaksi yang dibuat oleh pimpinan perusahaan atau
orang yang diberikan wewenang untuk suatu kejadian-kejadian yang
berlangsung didalam internal perusahaan bersangkutan. Berikut contoh
memorial untuk mencatat gaji pegawai yang masih harus dibayar pada akhir
periode.
d. Nota Kontan adalah dokumen yang dibuat dan dikeluarkan oleh penjual
kepada pembeli. Lembar yang pertama (asli) diserahkan kepada pihak
pembeli dan copynya disimpan oleh pihak penjual sebagai bukti transaksi
atas penjualan tunai. Nota kontan memuat informasi berupa:
a. Nama perusahaan sebagai pihak yang mengeluarkan nota
b. Nomor nota
c. Tanggal transaksi
d. Jenis barang
e. Jumlah barang
f. Harga satuan
g. Jumlah harga
Berikut contoh nota kontan:
e. Nota Debet adalah dokumen transaksi sebagai permintaan pengurangan
harga kepada pihak penjual atau bukti yang berisi informasi yang menyatakan
tentang pengiriman kembali barang yang tidak sesuai dengan pesanan
(rusak).
Nota debet merupakan pemberitahuan atau perhitungan yang
dikirimkan suatu perusahaan atau badan usaha kepada
konsumennya, bahwa akunnya telah di debet dengan jumlah
nominal tertentu. Nota debit dibuat Oleh pihak pembeli.
Berikut contoh nota debet:
f. Nota Kredit adalah bukti transaksi penerimaan kembali barang yang telah
dijual (pengembalian), nota kredit dikeluarkan Oleh pihak penjual. Bukti ini
berfungsi sebagai alat persetujuan dari pihak penjual atas permohonan
pengurangan harga dari pihak pembeli karena barang yang diterima
mengalami kerusakan dan atau tidak sesuai dengan pesanan pembeli.
Berikut contoh nota kredit:
g. Faktur adalah merupakan pernyataan tertulis mengenai barang yang dijual,
baik jumlah dan harganya. Faktur dikeluarkan oleh pihak yang menjual
kepada pihak pembeli. Faktur berfungsi untuk bahan pertimbangan pembeli
untuk meneliti barangbarang yang dibelinya. Bukti ini akan diperlukan juga
Ioh saat terjadi retur pembelian atau retur peniualan.
Faktur sendiri dibedakan menjadi dua yaitu faktur pembelian dan faktur
penjualan. Bagi pihak pembeli, faktur yang diterima merupakan faktur
pembelian, tetapi bagi penjual, faktur yang diterima merupakan faktur
penjualan.
Faktur memuat informasi yang terdiri dari :
a. Nama dan alamat penjual
b. Nomor faktur
c. Nama dan alamat pembeli
d. Tanggal pesanan
e. Syarat pembayaran
f. Keterangan mengenai barang (jenis barang, harga satuan, barang
kuantitas barang dan jumlah harga).
Berikut contoh faktur:
ii. DOKUMEN PENDUKUNG
Dokumen Pendukung adalah dokumen yang melampiri dokumen
sumber sebagai bukti shahihnya transaksi yang direkam dalam
dokumen sumber. Beberapa jenis dokumen pendukung adalah
kuitansi, cek, bilyet giro, slip setoran, slip penarikan, SSP, dll. Berikut
penjelasan dan contoh dari dokumen pendukung:
a) Kuitansi adalah bukti yang digunakan saat transaksi penerimaan
sejumlah uang. Kuitansi dibuat dan ditandatangani oleh pihak
penerima uang dan diserahkan kepada yang melakukan
pembayaran.
Pada umumnya kuitansi sendiri terdiri dari dua bagian, bagian
pertama diberikan kepada pihak yang membayar untuk bukti
pencatatan pengeluaran uang, sedangkan bagian yang tertinggal
(Sub atau bonggol kuitansi) dapat dijadikan sebagai bukti
pencatatan penerimaan uang.
a. tanggal transaksi pihak yang memberikan uang
b. nominal uang
c. maksud dan tujuan dari transaksi pemberian uang tersebut
d. tanda tangan serta di tambah dengan materai bila
dibutuhkan.
Berikut contoh kuitansi:
b. Cek adalah perintah pembayaran yang dibuat oleh pihak yang
mempunyai rekening di suatu bank, dengan tujuan agar bank tersebut
membayarkan sejumlah uang yang tertulis kepada orang yang membawa
surat atau yang namanya tertulis di surat cek tersebut.
Cek terdiri dari dua bagian yaitu :
I. Pada bagian sebelah kiri buku cek sebagai bukti arsip pihak yang
mengeluarkan dan menandatangani cek tersebut.
2. Bagian sebelah kanan dapat diberikan kepada pihak yang
menerima pembayaran cek tersebut.
Berikut contoh cek:
c. Bilyet Giro adalah sebagai surat perintah untuk memindahbukukan sejumlah
uang dari rekening nasabah suatu bank ke rekening penerima yang namanya
disebutkan dalam bilyet giro pada bank yang sama atau pada bank Iain
(berbeda). Perlu diingat bahwa penerima bilyet giro tidak bisa menukarkannya
dengan uang tunai kepada bank yang bersangkutan. Tetapi dapat
menyetorkan bilyet giro kepada bank untuk menambah simpanan di
rekeningnya
Berikut contoh bilyet giro:
d. Slip Setoran adalah formulir yang ditandatangani nasabah atau penyetor, diisi
dengan perincian setorannya menurut jenis, seperti tunai, cek, dan bilyet giro;
dokumen ini dapat dijadikan sebagai referensi apabila terdapat perbedaan
antara pencatatan bank dan pencatatan nasabah; biasanya, bank memelihara
dokumen ini sampai dengan dilakukannya rekonsiliasi bank.
Berikut contoh slip setoran:
e. Slip Penarikan adalah formulir yang ditandatangani oleh nasabah guna
penarikan saldo dalam wujud uang tunai, giro maupun bilyet dengan
perincian yang ditulis secara jelas.
Berikut contoh slip penarikan:
f. SSP (Surat Setoran Pajak) adalah bukti pembayaran atau penyetoran pajak
wajib pajak menggunakan formulir atau dengan cara lainnya ke kas negara
melalui tempat pembayaran yang telah ditunjuk menteri keuangan.
Berikut contoh SSP (Surat Setoran Pajak):
e. RANGKUMAN MATERI
i. Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan utamanya
yaitu melakukan pembelian suatu barang untuk dijual kembali
tanpa mengubah bentuk maupun fungsi dari barang tersebut.
Perusahaan ini memperoleh penghasilan dari penjualan barang
dagangannya Ciri-ciri Perusahaan Dagang
ii. Penghasilan diperoleh dari hasil penyerahan/penjualan barang
dagangan
iii. Rekening-rekening yang terdapat pada perusahaan dagang
antara lain; pembelian atau persediaan barang dagangan, retur
dan pengurangan harga pembelian, dil
iv. Pola penghitungan laba/rugi perusahaan dagang berbeda
dengan suatu perusahaan jasa, karena terdapat akun-akun
khusus
v. Bukti transaksi adalah suatu dokumen asli yang menjadi alat
untuk merekam seluruh transaksi yang terjadi. Tujuan bukti
transaksi dibuat adalah agar lebih mempermudah dalam
pencatatan setiap transaksi yang terjadi
vi. Dokumen Sumber atau source document yaitu dokumen berisi
catatan (informasi) yang akan digunakan sebagai data maşuk
dalam sistem informasi Akuntansi yaitu jurnal, seperti bukti kas
masuk (BKM), bukti kas keluar(BKK), memorial, nota kontan,
nota debet, nota kredit, dan faktur. Dokumen Pendukung
adalah dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti
shahihnya transaksi yang direkam dalam dokumen sumber.
Beberapa jenis dokumen pendukung adalah kuitansi, cek, bilyet
giro, slip setoran, slip penarikan, SSP, dll.
f. LATIHAN SOAL
Petunjuk Teknis :
• Bacalah transaksi dengan teliti dan cermat
• Analisis setiap dokumen transaksi yang tersedia
• Pasangkanlah setiap transaksi dengan dokumen sumber dan dokumen
pendukung masing-masing transaksi tersebut Jawablah dengan tepat
dan cermat
• Selamat mengerjakan
UD. Amira Elektronik yang beralamat di Jl. Bunga Cengkeh no. 5 Malang
menjual berbagai macam alat elektronik dan memulai usahanya pada
bulan Januari 2018 dengan modal sebesar Rp 500.000.000. Modal yang
dimiliki oleh Nn. Amira dialokasikan untuk beberapa transaksi operasional
UD. Amira Elektronik sebagai berikut:
1. UD. Amira Elektronik melakukan pembelian barang secara kredit
kepada UD. Usaha Elektronik di Jl. Cemara No.17 Malang untuk
memenuhi display tokonya berupa 5 TV @Rp 3.000.000; 4 Kulkas
@Rp. 4.500000; 3 Kipas Angin 750.000; 5 mesin cuci , @Rp.
3.500.000; 2 Sound System 6.000000.
2. UD. Almira Elektronik melakukan penjualan secara kredit kepada Tn.
Putra berupa I TV seharga Rp 4.000.000 dan I kulkas senilai Rp
5.000.000, dengan termin 2/10 n/30.
3. Almira melakukan setoran kas di tangan pada kas bank BCA
sebesar Rp 10.000.OOO
4. Tn. Putra melakukan pelunasan secara tunai kepada I-ID. Almira
Elektronik dan tidak mendapatkan potongan karena lebih dari 10 hari.
5. Nn. Sintya melakukan pembelian berupa 2 TV @Rp 4.000.000 dan I
Sound System @Rp 7.500.000 secara tunai.
6. Almira menyampaikan kepada karyawan bahwa gaji pada Bulan
Januari 2018 ditangguhkan dan akan dibayarkan pada awal Februari
2018.
7. UD. Almira mengembalikan barang dagang kepada UD. Usaha
Elektronik berupa 2 kipas angin @Rp 750.000 karena warna dan merk
yang dikirim tidak sesuai pesanan.
8. Almira mengajak karyawan makan bersama di akhir pekan karena
target yang di berikan telah tercapai, makan bersama di restoran X
dan menghabiskan dana kas di tangan sejumlah Rp 1.425.000.
9. Amirah melakukan penarikan kas nya di Bank BCA sejumlah Rp
2.700.000.
10. Tn. Putra melakukan retur atas TV yang dibeli seharga Rp 4.000.000
dikarenakan ukuran yang dikirim tidak sesuai dengan yang diminta.
KD 3.10
JURNAL KHUSUS
1. PENGERTIAN
Jurnal khusus merupakan spesifikasi jurnal dari pencatatan transaksi
yang bersumber dari bukti transaksi. Jurnal khusus juga memiliki pengertian
yaitu jurnal multikolom yang digunakan untuk mencatat transaksi yang
bersifat rutin. Jurnal khusus biasa digunakan Oleh perusahaan dagang yang
sering melakukan transaksi pembelian dan penjualan barang dagang,
sehingga memerlukan jurnal yang berbeda untuk setiap transaksi penjualan,
pembelian serta mutasi kas.
2. FUNGSI
Jurnal khusus memiliki fungsi untuk sebuah perusahaan , fungsi
utamanya adalah menciptakan efektifitas pencatatan pada setiap transaksi
yang terjadi. Efektifitas yang dimaksud adalah dengan melakukan pencatatan
spesifik pada setiap jenis transaksi akan mempermudah proses pencatatan
dan menyajikan ayat jurnal yang informatif.
3. BENTUK
Jurnal khusus memiliki beberapa bentuk dan format yang harus dipahami
agar memudahkan pencatatan transaksi yang bersumber dari bukti transaksi.
Berikut 5 bentuk jurnal khusus pada perusahaan dagang beserta formatnya:
a. Jurnal Pembelian
Dalam format Jurnal Pembelian terdapat tujuh buah kolom, yang
mempunyai fungsi masing-masing, adapun bentuk dari jurnal ini adalah
sebagai berikut:
Berikut keterangan dari setiap kolom :
• Kolom 1 : Untuk mencatat waktu terjadinya transaksi pembelian
dengan kredit yang dilakukan perusahaan
• Kolom 2 : Untuk mencatat nama kreditor dalam transaksi
pembelian barang dengan kredit (supliyer)
• Kolom 3 : Untuk memberikan tanda cek (v) yang menunjukan
bahwa saldo yang bersangkutan telah diposting ke buku besar
• Kolom 4 : Untuk mencatat saldo/nominal pembelian barang
Kolom 5 : Untuk mencatat nomor kode rekening atau kode akun
untuk pemindahbukuan
• Kolom 6 : Untuk mencatat pembelian kredit selain pembelian
barang dagangan, misalnya pembelian perlengkapan secara kredit
Kolom 7 : Untuk mencatat jumlah Hutang dagang atas
pembelian kredit
b. Jurnal Penjualan
Dalam format jurnal khusus penjualan terdapat enam buah
kolom, yang setiap kolom mempunyai fungsi masing-masing,
adapun bentuk dari jurnal ini adalah sebagai berikut:
Berikut keterangan dari setiap kolom:
• Kolom 1 : Untuk mencatat waktu terjadinya transaksi penjualan
barang dagang secara kredit
• Kolom 2 : Untuk mencatat nomor faktur yang tercantum pada
bukti penjualan kredit
• Kolom 3 : Untuk mencatat nama debitur dalam penjualan kredit
• Kolom 4 : Untuk memberi tanda cek (v) sebagai tanda bahwa
saldo yang bersangkutan sudah diposting ke buku besar
• Kolom 5 : Untuk mencatat syarat pembayaran dalam penjualan
kredit
• Kolom 6 : Untuk mencatat saldo atau jumlah piutang dagang
dan penjualan akibat dari transaksi penjualan kredit
c. Jurnal Pengeluaran Kas
Dalam format jurnal khusus untuk pengeluaran kas terdapat
sepuluh kolom, yang pada setiap kolomnya memiliki fungsi masing-
masing, adapun bentuk dari jurnal ini adalah sebagai berikut:
Berikut keterangan dari setiap kolom:
• Kolom 1 : Untuk mencatat waktu terjadinya transaksi
Pengeluaran Kas
• Kolom 2 : Untuk mencatat nama kreditur yang harus didebet
atau keterangan Iainya yang relevan dengan transaksi
• Kolom 3 : Untuk memberi tanda cek (v) sebagai tanda bahwa
saldo yang bersangkutan sudah diposting ke buku besar
• Kolom 4 : Untuk mencatat jumlah Utang yang sudah dilunasi
• Kolom 5 : Untuk mencatat Pembelian dengan tunai
• Kolom 6 Untuk mencatat nomor kode akun pada waktu diposting ke
buku besar untuk akun yang masuk pada kelompok serba-serbi
• Kolom 7 : Untuk mencatat nama akun dalam kolom serba-serbi
• Kolom 8 : Untuk mencatat saldo uang untuk akun pada kolom
serba-sebi
• Kolom 9 : Untuk mencatat jumlah uang tunai yang dikeluarkan
perusahaan
• Kolom 10 : Untuk mencatat saldo yang diterima dari potongan
pembelian, jika mendapat potongan.
d. Jurnal Penerimaan Kas
Dalam format jurnal khusus untuk penerimaan kas terdapat sepuluh buah
kolom, dimana setiap kolom dari jurnal khusus penerimaan kas ini
memiliki kegunaan yang berbeda, adapun format dari jurnal ini adalah
sebagai berikut:
Berikut keterangan dari setiap kolom:
Kolom 1 : Untuk mencatat waktu terjadinya transaksi
Penerimaan Kas
Kolom 2 : Untuk mencatat nama debitur yang harus dikredit
ataupun keterangan yang relevan dengan transaksi
Kolom 3 : Untuk memberi tanda cek (v) sebagai tanda
bahwa saldo yang bersangkutan sudah diposting ke buku besar
Kolom 4 : Untuk mencatat jumlah uang tunai yang diterima dari
transaksi yang dilakukan perusahaan
Kolom 5 : Untuk mencatat saldo potongan penjualan yang
diberikan kepada pelanggan
Kolom 6 : Untuk mencatat jumlah pelunasan piutang dagang
Kolom 7 : Untukmencatat Penjualan tunai
Kolom 8 : Untuk mencatat nomor kode akun ketika diposting ke
buku besar untuk akun serba-serbi
Kolom 9 : Untuk mencatat nama akun dalamserba-serbi
Kolom 10 : Untuk mencatat saldo uang untuk akun pada kolom
serba-serbi
e. Jurnal Memorial
Jurnal memorial merupakan jurnal khusus yang fungsinya sebagai
cadangan, maksudnya hanya digunakan jika ada bukti transaksi yang
ditimbulkan oleh transaksi yang tidak dapat dicatat ke dalam 4 jenis jurnal
khusus diatas. Jurnal memorial pada dasarnya sama dengan jurnal umum,
sehingga formatnya juga sama dengan jurnal umum, berikut contoh
format jurnal memorial:
4. CARA MENCATAT DALAM JURNAL KHUSUS PADA PERUSAHAAN DAGANG
1. Jurnal Pembelian
Jurnal Pembelian memiliki tujuan utama yaitu menyederhanakan
pencatatan dalam jurnal dan memudahkan posting (pembukuan)
kedalam rekening-rekening buku besar. Pencatatan dalam jurnal khusus
pembelian dilakukan secara harian atas semua transaksi pembelian
kredit, sesuai dengan tanggal teradinya transaksi, sedangkan posting
kedalam rekening-rekening buku besar dilakukan secara kumulatif
pada akhir bulan.
Jika jurnal pembelian digunakan untuk mencatat semua pernbelian
secara kredit, baik untuk barang dagangan maupun Iain-Iain,maka
disediakan kolom untuk rekening-rekening yang sering berulang terjadi,
sedangkan untuk rekening yang jarang terjadi disediakan kolom
serbaserbi.
Contoh transaksi yang dicatat ke jurnal khusus
pembelian:
• Perusahaan dagang Nurani dalam bulan maret 2018 mencatat
transaksi-transaksi berikut, yang berhubungan dengan pembelian
secara kredit :
2 Maret Dibeli barang dagang dari pt. Agung dengan harga RP.
750.000,00 syarat pembayaran 2/10, n/30.
9 Maret Dibeli secara kredit dari toko Merapi, perlengkapan toko seharga
RP. 125.000,00.
12 Maret Dibeli dari PD. Rinjani barang dagang seharga RP. 1.500.000,00
syarat pembayaran 2/10, n/60.
15 Maret Dibeli barang dagang dari toko Muria dengan syarat
pembayaran 1/10, n/30 seharga RP. 900.000,00.
18 Maret Dibeli secara kredit dari toko Bromo perlengkapan toko
seharga RP. 250.000,00.
25 Maret Dibeli peralatan untuk kantor dengan harga RP. 750.000,00.
a. Jika jurnal pembelian berfungsi untuk mencatat pembelian barang dagang
secara kredit saja, maka transaksi-transaksi diatas dicatat sebagai berikut :
b. Jika jurnal pembelian berfungsi untuk mencatat pembelian barang dagang
secara debit saja, baik untuk barang dagang maupun lain-lain, maka transaksi-
transaksi diatas dicatat sebagai berikut :
2. Jurnal Penjualan
Jurnal penjualan dipergunakan untuk mencatat penjualan barang dagang
secara kredit. Berikut adalah contoh cara mencatat transaksi ke dalam
jurnal khusus penjualan:
• Perusahaan dagang Nurani dałam bulan Maret 2018 mencatat
transaksi-transaksi penjualan barang dagang secara kredit sebagai
berikut:
5 Maret Dijual kepada toko Sumba barang dagang dengan harga
Rp. 650.000,00 syarat pembayaran 2/10,n/30 No.
Faktur 021.
8 Maret Faktur No. 013 dikirimkan kepada toko Melati ataas
penjualan barang seharga Rp. 800.000,00 syarat
pembayaran 1/10,n/60.
21 Maret Dijual kepada toko Sawu barang dagang dengan harga
Rp. 1.200.000,00 syarat pembayaran 3/10,n/30 No.
Faktur 014.
28 Maret Dijual kepada toko Mawar barang dagang seharga Rp.
600.000,00 syarat pembayaran 2/10,n/30/ No/ Faktur
015.
Pencatatannya dałam jurnal penjualan adalah sebagai berikut:
3. Jurnal Pengeluaran Kas
Jurnal pengeluaran kas dipergunakan untuk mencatat semua transaksi
pengeluaran atau pembayaran dengan uang tunai. Berikut contoh
pencatatan transaksi ke dałam jurnal khusus pengeluaran kas:
• Perusahaan dagang Nurani dałam bulan Maret 2018 mencatat
transaksi-transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran kas
sebagai berikut:
1 Maret Dibeli tunai barang dagang dari toko Ciliwung
seharga Rp. 650.000,00.
4 Maret Dibeli dari tiki Cisadane mesin tik untuk kantor
dengan harga Rp. 475.000,00.
5 Maret Dibayar utang kepada toko Merpati sebesar
RP. 250.000,00.
7 Maret Dibeli tunai barang dagang dari toko citarum dengan
Harga............................. RP. 500.000,00
Rabat . RP. 50.000,00-
Dibayar per
kas RP. 450.000,00
11 Maret Dibayar utang kepada PT. Agung sebesar
RP. 720.000,00 dengan memperoleh potongan
tunai 2%.
13 Maret Dibeli kertas tik, karbon, clip secara tunai dengan
harga RP. 125.000,00.
20 Maret Dibayar lunas faktur toko Muria tanggal 15 Maret
yang lalu sebesar RP. 900.000,00 dengan potongan
tunai 1%.
30 Maret Dibayar gaji kariyawan RP. 500.000,00.
Pencatatannya dałam jurnal pengeluaran kas adalah sebagai berikut:
4. Jurnal Penerimaan Kas
Jurnal penerimaan kas dipergunakan untuk mencatat transaksi-
transaksi penerimaan uang tunai. Beri kuł contoh pencatatan
transaksi ke dałam jurnal khusus penerimaan kas:
• Perusahaan dagang Nurani dałam bulan Maret 2018 mencatat
transaksi-transaksi yang berhubungan dengan penerimaan kas
sebagai berikut:
6 Maret Dijual tunai kepada toko Toba barang dagang dengan
harga RP. 475.000,00.
8 Maret Diterima dari toko Mawar sebesar RP. 350.000,00.
14 Maret
Diterima dari toko Sumba pelunasan faktur
tanggal 5 Maret sebesar RP. 625.000,00 dengan
potongan tunai
2%.
16 Maret Dijual barang dagang secara tunai kepada toko
Tondano seharga RP. 250.000,00.
19 Maret Diterima dari toko Melati pelunasan faktur
21 Maret tanggal 8 Maret 2018 sebesar RP. 800.000,00 .
Diterima uang sewa sebagian ruangan sebesar RP.
250.000,00.
22 Maret Diterima dari toko Sawu Rp. 625.000,00 sebgai
pelunasan utangnya.
26 Maret Dipinjam uang dari BNI 1946 uang sebesar RP.
2.000.000,00.
Pencatatan dałam jurnal penerimaan kas adalah sebagai
berikut:
5. REKAPITULASI JURNAL KHUSUS
Rekapitulasi Jurnal Khusus adalah tahapan atau proses yang dilakukan
oleh perusahaan setelah melakukan penjurnalan pada jurnal khusus dan
sebelum pemostingan pada buku besar. Tujuan rekapitulasi jurnal
khusus dibuat adalah untuk mempermudah dalam proses posting jurnal
khusus ke buku besar. Penyusunan rekapitulasi jurnal khusus cukup
mudah, tetapi membutuhkan ketelitian dalam merekap saldo total pada
setiap akun di tiap jurnal.
Berikut contoh studi kasus penyusunan rekapitulasi jurnal khusus:
• Pada akhir Bulan Juli 2015 PD Agung Lesmono telah menyusun
jurnal khusus sebagai berikut:
Berdasarkan jurnal khusus yang telah disusun , berikut
rekapitulasi jurnal khusus pada setiap jurnal khusus:
Demikian contoh rekapitulasi jurnal khusus pada setiap akun di
jurnal khusus yang telah dibuat, cukup mudah bukan ? hanya
memerlukan ketelitian dalah perhitungan saldo total. Langkah
selanjutnya setelah penyusunan rekapitulasi jurnal khusus
adalah pemostingan pada buku besar. Selamat belajar
6. RANGKUMAN MATERI
• Jurnal khusus memiliki pengertian yaitu jurnal multikolom
yang digunakan untuk mencatat transaksi yang bersifat rutin
• Jurnal khusus memiliki fungsi untuk sebuah perusahaan ,
fungsi utamanya adalah menciptakan efektifitas pencatatan
pada setiap transaksi yang terjadi
• Jurnal khusus memiliki beberapa bentuk dan format yang
harus dipahami agar memudahkan pencatatan transaksi yang
bersumber dari bukti transaksi. Berikut 5 bentuk jurnal khusus
pada perusahaan dagang beserta formatnya:
a. Jurnal Pembelian
Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi
pembelian secara kredit pada perusahaan dagang.
b. Jurnal Penjualan
Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi
penjualan secara kredit pada perusahaan dagang.
c. Jurnal Pengeluaran Kas
Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi
pengeluaran kas pada perusahaan dagang, contoh:
pembayaran biaya listrik, pembayaran biaya gaji, dll.
d. Jurnal Penerimaan Kas
Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi
penerimaan kas pada perusahaan dagang, contoh: pelunasan
piutang Oleh debitur, pembelian secara tunai, dll.
e. Jurnal Memorial
Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi yang tidak
sesuai apabila dijurnal pada jurnal khusus, contoh: retur
penjualan, dll.
7. LATIHAN SOAL
• UD. Amira Elektronik yang beralamat di JI. Bunga Cengkeh no. 5
Malang menjual berbagai macam alat elektronik dan memulai
usahanya pada bulan Januari 2018 dengan modal sebesar Rp
500.000.000. Modal yang dimiliki oleh Nn. Amira dialokasikan
untuk beberapa transaksi operasional UD. Amira Elektronik
sebagai berikut:
1. UD. Amira Elektronik melakukan pembelian barang secara kredit
kepada I-JD. Usaha Elektronik di Jl. Cemara No.17 Malang untuk
memenuhi display tokonya berupa 5 TV 3.000.OOO; 4 Kulkas
4.500.OOO; 3 Kipas Angin @Rp 750.000; 5 mesin cuci @Rp 3.500.000;
2 Sound System @Rp.6.000000.
2. UD. Almira Elektronik melakukan penjualan secara kredit kepada Tn.
Putra berupa I TV seharga Rp 4.000.000 dan I kulkas senilai Rp
5.000.000, dengan termin 2/10 n/30.
3. Almira melakukan pengambilan pribadi untuk pengobatan sebesar
Rp1.250.000
4. Amira melakukan pembayaran biaya listrik sebesar Rp 350.000
5. Nn. Sintya melakukan pembelian berupa 2 TV @Rp 4.000.000 dan 1
Sound System @Rp 7.500.000 secara kredit.
6. Almira melakukan pembelian mobil untuk mempermudah pengiriman
barang secara tunai seharga Rp 150.000.000
7. UD. Almira mengembalikan barang dagang kepada UD. Usaha
Elektronik berupa 2 kipas angin @Rp 750.000 karena warna dan merk
yang dikirim tidak sesuai pesanan.
8. Almira mengajak karyawan makan bersama di akhir pekan karena
target yang di berikan telah tercapai, makan bersama di restoran X
dan menghabiskan dana kas di tangan sejumlah Rp 1.425.000.
9. Amirah melakukan penjualan secara kredit 2 buah TV @Rp 3.500.000
kepada Tn. Johan
10. Tn. Putra melakukan retur atas TV yang dibeli seharga Rp 4.000.000
dikarenakan ukuran yang dikirim tidak sesuai dengan yang diminta.
PERINTAH :
• Lakukan pencatatan pada setiap transaksi dalam jurnal khusus:
a. Jurnal Penjualan
b. Jurnal Pembelian
c. Jurnal Penerimaan Kas
d. Jurnal Pengeluaran Kas
e. Jurnal Memorial
KD 3.11
BUKU PEMBANTU PIUTANG
1. PENGERTIAN
Buku besar pembantu adalah buku besar khusus yang
digunakan untuk mencatat akun tertentu serta perubahan-
perubahannya secara lebih rinci. Dengan kata lain buku besar
pembantu sebagai perluasan buku besar umum. Jadi catatan yang ada
di dałam buku besar pembantu merupakan rincian dari salah satu
buku besar umum yaitu rincian hutang dan piutang.
Buku besar pembantu piutang (account receivable subsidiary
ledger), sama halnya dengan buku besar pembantu utang, buku besar
pembantu piutang merupakan tempat khusus untuk mencatat
perubahan piutang (tagihan) kepada perusahaan (debitor) secara
individual (perusahaan tertentu Saja).
Sumber bukti transaksi dałam pencatatan buku pembantu piutang
terdiri dari:
- Faktur penjualan
- Bukti penerimaan kas, untuk bukti penerimaan tagihan (piutang)
- Nota debet/kredit, sebagai bukti retur penjualan atau bukti
pengurangan harga.
2. FUNGSI
Buku pembantu piutang memiliki beberapa fungsi sesuai dengan
pengertian dan kegunaannya, sebagai berikut:
f. Mempermudah rekapitulasi saldo piutang pada tiap debitur
g. Memberikan informasi mengenai saldo piutang pada tiap debitur
h. Memberikan rincian saldo piutang untuk mempermudah
penyusunan buku besar piutang
3. LANGKAH-LANGKAH MENCATAT TRANSAKSI KE DALAM KARTU
PIUTANG
Dałam pencatatan atau pengisian pada buku pembantu piutang
atau kartu piutang, terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan
guna mempermudah pencatatan. Sebelumnya akan ditunjukan
berikut bentuk dari buku pembantu piutang atau kartu piutang, serta
langkah-langkah pencatatanya:
kamaDebitor. PD SINAR BUANA File: DB-OI
Buku Besar Pembantu Piutang
Contoh Soal untuk langkah-langkah mencatat transaksi pada buku pembantu
piutang:
• Mini Advertising merupakan suatu perusahaan yang melayani
penjualan secara tunai maupun secara kredit, pada bulan Juli 2017
terdapat beberapa transaksi penjualan kredit serta pembayaran
piutang oleh setiap debitur.
a. Dibawah ini adalah saldo awal piutang tiap debitur per tanggal 1
Juli 2017
Contoh Transaksi Buku Besar Pembantu Piutang
b. Dibawah ini adalah 3 transaksi penjualan kredit yang dicatat
pada jurnal penjualan oleh Mini Advertising:
Contoh Transaksi Buku Besar Pembantu Piutang
c. Dibawah ini adalah contoh pencatatan mengenai pembayaran
piutang oleh tiap debitur pada Mini Advertising pada bulan Juli
2017
Contoh Transaksi Buku Besar Pembantu Piutang
d. Berikut perlakuan atau pencatatan yang seharusnya dilakukan
oleh
Mini Advertising:
i. Piutang yang ada pada tanggal 1 Juli 2017 senilai
Rp.12.IOO.OOO,- dicatat pada posisi debit dengan nama
akun piutang usaha dałam buku besar, sedangkan rincian
dari transaksi piutang tersebut dicatat dałam buku besar
pembantu piutang.
ii. Seluruh faktur penjualan dicatat dałam buku jurnal dengan
nama akun piutang usaha senilai Rp.500.000,- pada tanggal
31 Juli 2017. Setiap faktur penjualan juga harus dicatat
kedalam buku pembantu piutang dengan mendebit
rekening debitur yang berkaitan.
iii. Semua bukti penerimaan kas dari debitur dicatat dalam
buku jurnal penerimaan kas. Yang mana pada tanggal 31
Juli 2017 akun piutang usaha pada buku jurnal tersebut
berada pada posisi kredit hal ini karena mengurangi
piutang usaha sebesar Rp.17.700.OOO,- juga harus dicatat
pada masingmasing bukti penerimaan kas, dengan
mengkreditkan rekening debitur yang bersangkutan.
e. Berdasarkan transaksi yang terjadi pada Mini Advertising terkait saldo
awal piutang, penjualan kredit, dan pembayaran piutang, maka dapat
dilakukan pencatatan pada buku besar dan buku pembantu piutang
sebagai berikut:
i. Buku Besar
Buku Besar PembantuPiutang
- Pada kolom referensi/Ref kita tulis JPn-I dan JKM-I, maksudnya
adalah transaksi tersebut telah dicatat dalam jurnal khusus yakni
dalam buku jurnal penjualan/JPn halaman I dan buku jurnal
penerimaan kas/JKM pada halaman 1.
- Akun piutang usaha pada tanggal 31 Juli 2017 memperlihatkan
saldo debit sebesar Rp.9.900.000,- yang mana jumlah tersebut
harus sama dengan jumlah piutang pada buku pembantu piutang di
tanggal yang sama.
ii. Buku Pembantu Piutang
Buku Besar Pembantu Piutang
f. Pencatatan pembayaran piutang
BukuBesarPembantu Piutang
4. DAFTAR SALDO PIUTANG
Daftar saldo piutang adalah rekapan saldo total tiap debitur yang
disusun pada akhir periode. Saldo total dari seluruh debitur secara
akumulatif harus sama dan sesuai dengan saldo piutang yang ada pada
buku besar. Berikut contoh daftar saldo piutang yang disusun
berdasarkan contoh soal pada Mini Advertising pada 31 Juli 2017:
maka kita dapati, jumlah saldo piutang pada daftar saldo piutang
menunjukan jumlah yang balance atau seimbang antara buku
besar umum yakni akun piutang usaha dengan buku besar
pembantu piutang per tanggal 31 Juli 2017 adalah senilai
Rp.9.900.000,-
5. RANGKUMAN MATERI
• Buku besar pembantu adalah buku besar khusus yang digunakan
untuk mencatat akun tertentu serta perubahan-perubahannya
secara lebih rinci (debitor) secara individual (perusahaan
tertentu saja).
• Sumber bukti transaksi dałam pencatatan buku pembantu
piutang terdiri dari:
- Faktur penjualan
- Bukti penerimaan kas, untuk bukti penerimaan tagihan
(piutang)
- Nota debet/kredit, sebagai bukti retur penjualan atau bukti
pengurangan harga.
• Fungsi dari buku besar pembantu adalah sebagai berikut:
- Mempermudah rekapitulasi saldo piutang pada tiap debitur
- Memberikan informasi mengenai saldo piutang pada tiap
debitur
- Memberikan rincian saldo piutang untuk mempermudah
penyusunan buku besar piutang
• Dałam pencatatan atau pengisian pada buku pembantu piutang
atau kartu piutang, terdapat beberapa langkah yang harus
dilakukan guna mempermudah pencatatan. Berikut langkah-
langkah pencatatanya:
- Perhatikan saldo awal piutang perusahaan
- Perhatikan jurnal penjualan yang berisi pencatatan atas
transaksi perusahaan dagang
- Perhatikan jurnal penerimaan kas terkait pencatatan atas
transaksi pembayaran piutang perusahaan oleh debitur.
- Berdasarkan data jurnal khusus tersebut, susunlah buku
besar piutang usaha perusahaan dagang
- Setelah menyusun buku besar, susunlah buku besar
pembantu piutang yang dibutuhkan.
• Daftar saldo piutang adalah rekapan saldo total tiap debitur
yang disusun pada akhir periode. Saldo total dari seluruh debitur
secara akumulatif harus sama dan sesuai dengan saldo piutang
yang ada pada buku besar.
6. LATIHAN SOAL
UD. Amira Elektronik yang beralamat di Jl. Bunga Cengkeh no. 5
Malang menjual berbagai macam alat elektronik dan memulai
usahanya pada bulan Januari 2018 dengan modal sebesar Rp
500.000.000. UD Amira Elektronik melayani penjualan secara tunai
maupun kredit, serta memiliki beberapa customer.
a. Berikut ini daftar saldo awal piutang debitur pada 1 Maret
2018:
NO NAMA DEBITUR SALDO AWAL
1 Eva Rosari
2 Lim Gunawan
3 Hayana Elektro
TOTAL PIUTANG
b. Pada bulan Maret 2018 terdapat beberapa penjualan kredit
sebagai berikut:
TGL NO FAKTUR NAMA DEBITUR SALDO
8-Mar-18 F-201 Eva Rosari
18-Mar-18 F-202 Lim Gunawan
26 Mar-18 F-203 Hayana Elektro
TOTAL PENJUALAN KREDIT Rp
c. Pada bulan Maret 2018 juga terdapat pembayaran dari
debitur, dengan rincian sebagai berikut:
TGL BKM NAMA DEBITOR JUMLAH
13-Mar-18 BKM-OOI Eva Rosari
21-Mar-18 BKM-002 Lim Gunawan
30-Mar-18 BKM-003 Hayana Elektro
TOTAL PENJUALAN KREDIT
PERINTAH:
1. Lakukan pencatatan atas saldo awal, penjualan kredit serta
pembayaran pada buku besar UD. Amira Elektronik per Maret
2018!
2. Lakukan pencatatan saldo awal, penjualan kredit serta
pembayaran pada buku pembantu piutang UD. Amira
Elektronik per Maret 2018!
3. Lakukan penyusunan daftar saldo piutang UD. Amira
Elektronik per Maret 2018!
4. Sesuaikan apakah saldo piutang pada buku besar dengan
saldo akhir pada daftar saldo piutang menunjukan angka yang
sama ?
KD 3.12
BUKU PEMBANTU UTANG
1. PENGERTIAN
Buku besar pembantu adalah buku besar khusus yang
digunakan untuk mencatat akun tertentu serta perubahan-
perubahannya secara lebih rinci. Dengan kata lain buku besar
pembantu sebagai perluasan buku besar umum. Jadi catatan yang
ada di dalam buku besar pembantu merupakan rincian dari salah
satu buku besar umum yaitu rincian hutang dan piutang.
Buku Pembantu Utang Dagang (Account payable subsidiary)
adalah buku besar pembantu yang memperlihatkan kepada siapa
sebuah perusahaan berutang. Pengertian lain dari buku pembantu
utang adalah buku besar pembantu yang berfungsi sebagai tempat
untuk mencatat adanya perubahan hutang kepada kreditor secara
individual atau khusus.
Sumber bukti transaksi dałam pencatatan buku pembantu piutang
terdiri dari:
- Faktur Pembelian
- Bukti Pengeluaran Kas, untuk bukti pembayaran utang
- Nota debet/kredit, sebagai bukti retur pembelian atau
pengurangan harga.
2. FUNGSI
Buku Pembantu Utang Dagang disusun dengan tujuan ułama yaitu
mempermudah penyusunan laporan keuangan perusahaan. Maka
dari iłu terdapat beberapa fungsi dari buku pembantu utang
sebagai berikut:
a. Mempermudah rekapitulasi saldo utang perusahaan
b. Memberikan informasi mengenai saldo utang perusahaan
kepada setiap kreditur agar tidak lebih dari jatuh tempo
c. Memberikan rincian saldo utang untuk mempermudah
penyusunan buku besar utang
3. LANGKAH-LANGKAH MENCATAT TRANSAKSI KE DALAM KARTU
UTANG
Dałam pencatatan atau pengisian pada buku pembantu utang atau
kartu utang, terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan
guna mempermudah pencatatan. Sebelumnya akan ditunjukan
berikut bentuk dari buku pembantu utang atau kartu utang, serta
langkah-langkah pencatatanya:
Contoh buku besar pembantu utang
Contoh Soal untuk langkah-langkah mencatat transaksi pada buku
pembantu utang:
Mini Advertising merupakan suatu perusahaan yang
melakukan pembelian secara tunai maupun kredit, pada bulan
Juli 2017 terdapat beberapa transaksi pembelian kredit serta
pembayaran utang kepada setiap kreditur.
a. Dibawah ini adalah saldo awal utang pada keditur per
tanggal 1 Juli 2017
b. Dibawah ini adalah 3 transaksi pembelian kredit yang
dicatat pada jurnal pembelian Oleh Mini Advertising:
c. Dibawah ini adalah contoh pencatatan mengenai
pernbayaran utang
Oleh perusahaan pada tiap kreditur pada bulan Juli 2017:
d. Berikut perlakuan atau pencatatan yang seharusnya
dilakukan oleh Mini Advertising:
i. Data tanggal I juli 2017 dicatat dalam buku besar sebagai
akun hutang saldo kredit sebesar 8.500.000,00. Serta
rinciannya dicatat dałam buku pembantu utang di saldo
kredit pada masing-masing kolom kreditor.
ii. Faktur pembelian dicatat sebagai berikut:
- Semua faktur pembelian kemudian dicatat dalam buku
jurnal pembelian dan pada 31 juli 2017 akun perlengkapan
didebet dan akun hutang usaha dikredit sebesar
Rp.9000.OOO,OO
- Setiap masing-masing faktur pembelian dicatat dengan
mengkredit rekening kreditor yang bersangkutan dałam
buku pembantu utang.
iii. Bukti pembayaran utang pada kreditur dicatat sebagai
berikut:
Bukti pengeluaran kas sejumlah RP. 7.500.000,00
untuk pembayaran hutang. Bukti dan jumlah tersebut
dicatat dałam buku jurnal pengeluaran kas dengan
mendebet akun hutang usaha dan mengkredit akun
kas masing-masing sejumlah RP. 7.500.000,00.
• Masing-masing dari bukti pengeluaran kas dalam
buku pembantu hutang dicatat dalam buku
pembantu hutang dengan mendebet rekening
kreditor yang bersangkutan.
e. Berdasarkan transaksi yang terjadi pada Mini Advertising
terkait saldo awal utang, pembelian kredit, dan pembayaran
utang, maka dapat dilakukan pencatatan pada buku besar
dan buku pembantu utang sebagai berikut:
Buku besar
Keterangan buku besar diatas :
a. Dalam kolom referensi (ref) ditulis JPb-1 (Jurnal
pembelian halaman I) dan JKK-I (jurnal kas keluar halaman
I)
b. Akun hutang usaha pada tanggal 31 Juli 2017 bersaldo kredit
10.000.000,00. Saldo tersebut harus sesuai (sama) dengan
jumlah hutang menurut buku pembantu hutang pada tanggal
yang sama.
4. DAFTAR SALDO UTANG
Daftar saldo utang adalah rekapan saldo total utang perusahaan
pada tiap kreditur yang disusun pada akhir periode. Saldo total
dari seluruh utang perusahaan pada kreditur secara akumulatif
harus sama dan sesuai dengan saldo utang yang ada pada buku
besar. Berikut contoh daftar saldo utang yang disusun berdasarkan
contoh soal pada Mini Advertising pada 31 Juli 2017:
maka kita dapati, jumlah saldo utang pada daftar saldo utang
menunjukan jumlah yang balance atau seimbang antara buku
besar umum yakni akun utang usaha dengan buku besar
pembantu utang per tanggal 31 Juli 2017 adalah senilai Rp.
10.000.000,-
5. RANGKUMAN MATERI
• Buku Pembantu Utang Dagang (Account payable
subsidiary) adalah buku besar pembantu yang
memperlihatkan kepada siapa sebuah perusahaan
berutang.
• Sumber bukti transaksi dalam pencatatan buku pembantu
piutang terdiri dari:
- Faktur Pembelian
- Bukti Pengeluaran Kas, untuk bukti pembayaran utang
- Nota debet/kredit, sebagai bukti retur pembelian atau
pengurangan harga
• Berikut fungsi dari buku pembantu utang dagang
adalah sebagai berikut:
- Mempermudah rekapitulasi saldo utang perusahaan
- Memberikan informasi mengenai saldo utang
perusahaan kepada setiap kreditur agar tidak lebih dari
jatuh tempo
- Memberikan rincian saldo utang untuk mempermudah
penyusunan buku besar utang
• Dalam pencatatan atau pengisian pada buku pembantu
utang atau kartu utang, terdapat beberapa langkah yang
harus dilakukan guna mempermudah pencatatan. Berikut
langkah-langkah pencatatanya:
- Perhatikan saldo awal utang dagang perusahaan
- Perhatikan jurnal pembelian yang berisi pencatatan
atas transaksi pembelian secara kredit perusahaan
dagang
- Perhatikan jurnal pengeluaran kas terkait pencatatan
atas transaksi pembayaran utang perusahaan kepada
kreditur.
- Berdasarkan data jurnal khusus tersebut, susunlah buku
besar utang dagang perusahaan.
- Setelah menyusun buku besar, susunlah buku besar
pembantu utang yang dibutuhkan.
• Daftar saldo utang adalah rekapan saldo total utang
perusahaan pada tiap kreditur yang disusun pada akhir
periode. Saldo total dari seluruh utang perusahaan pada
kreditur secara akumulatif harus sama dan sesuai dengan
saldo utang yang ada pada buku besar.
6. LATIHAN SOAL
UD. Amira Elektronik yang beralamat di Jl. Bunga Cengkeh no. 5
Malang menjual berbagai macam alat elektronik dan memulai
usahanya pada bulan Januari 2018 dengan modal sebesar Rp
500.000.000. UD Amira Elektronik melakukan pembelian secara
tunai maupun kredit, serta memiliki beberapa supliyer sebagai
kreditur.
a. Berikut ini daftar saldo awal utang perusahaan pada 1
Maret 2018:
b. Pada bulan Maret 2018 terdapat beberapa pembelian
kredit sebagai berikut:
c. Pada bulan Maret 2018 juga terdapat pembayaran
kepada kreditur, dengan rincian sebagai berikut:
PERINTAH:
1. Lakukan pencatatan atas saldo awal, pembelian kredit serta
pembayaran utang pada buku besar UD. Amira Elektronik per
Maret 2018!
2. Lakukan pencatatan saldo awal, pembelian kredit serta
pembayaran utang pada buku pembantu utang UD. Amira
Elektronik per Maret 2018!
3. Lakukan penyusunan daftar saldo utang UD. Amira Elektronik
per Maret 2018!
4. Sesuaikan apakah saldo utang pada buku besar dengan saldo
akhir pada daftar saldo utang menunjukan angka yang sama ?
KD 3.13
BUKU PEMBANTU PERSEDIAAN
1. PENGERTIAN
Buku pembantu persediaan terdiri dari kartu persediaan yang
berisi informasi mengenai berbagai persediaan baik mengenai
kuantitas maupun harga pokok. Kartu persediaan ini digunakan
untuk mencatat setiap mutasi persediaan dan saldo tipe jenis
persediaan. Buku besar pembantu kartu persediaan atau kartu
persediaan juga memiliki pengertian yaitu pencatatan yang berisi
informasi tentang jumlah dan harga pokok dari setiap iłem barang
dagang yang ada, selain iłu untuk mengontrol dan menerapkan
metode penentuan harga jual (FIFO,LIFO, dll) pada setiap barang
dagang yang ada.
Sumber bukti transaksi dałam pencatatan buku pembantu
persediaan terdiri dari:
- Faktur Pembelian dan Penjualan
- Nota debet/kredit, sebagai bukti retur pembelian dan
penjualan
2. FUNGSI
Buku Pembantu Persediaan disusun dengan tujuan ułama yaitu
mempermudah penyusunan laporan keuangan perusahaan. Maka dari
iłu terdapat beberapa fungsi dari buku pembantu persediaan sebagai
berikut:
a. Mempermudah rekapitulasi saldo dari persediaan barang
dagang
b. Memberikan informasi mengenai saldo persediaan barang
dagang atau HPP (Harga Pokok Penjualan) sesuai dengan
metode yang diterapkan perusahaan
c. Memberikan rincian saldo persediaan barang dagang untuk
mempermudah penyusunan buku besar persediaan barang
dagang
3. LANGKAH-LANGKAH MENCATAT TRANSAKSI KE DALAM KARTU
PERSEDIAAN
Dałam pencatatan atau pengisian pada buku pembantu persediaan
atau kartu persediaan, terdapat beberapa langkah yang harus
dilakukan guna mempermudah pencatatan. Sebelumnya akan
ditunjukan berikut bentuk dari buku pembantu persediaan atau kartu
persediaan, serta langkah-langkah pencatatanya :
Tgl Keterangan Ref. Masuk Keluar Sisa
(Unit) (Unit) (Unit)
2005 - 100
- 300
Jan 5 JB 8 100 150 150
- 250
10 JB 8 200 50 200
10 190
15 JB 8 -
17 JB 8 100
20 JJ 8 -
31 JU 8 -
Contoh Soal untuk langkah-langkah mencatat transaksi pada buku pembantu
persediaan:
• UD. Amira Elektronik yang beralamat di Jl. Bunga Cengkeh no. 5 Malang
menjual berbagai macam alat elektronik dan memulai usahanya pada bulan
Januari 2018 dengan modal sebesar Rp 500.000.000. UD Amira Elektronik
melakukan pembelian dan penjualan secara tunai maupun kredit. UD Amira
Elektronik juga menerapkan metode FIFO (First In First Out) pada
perhitungan HPP setiap barang dagang.
a. Dibawah ini saldo awal beserta HPP dari setiap item persediaan
barang dagang
TGL NAMA KUANTITAS HPP TOTAL
BARANG 5 Rp.1.750.000 Rp. 8.750.000
1 TV
TOTAL Rp. 8.750.000
PERSEDIAAN
b. Dibawah ini adalah rekapitulasi pembelian dan penjualan kredit dari
salah satu persediaan barang dagang yaitu TV ber merk "Shirp" yang
dicatat pada jurnal pembelian dan penjualan oleh I-UD. Amira
Elektronik:
- Pembelian
- Penjualan
c. Berikut perlakuan atau pencatatan yang seharusnya dilakukan oleh
UD Amira Elektronik:
i. Data tanggal 1 Januari 2018 dicatat dałam buku besar sebagai akun
persediaan barang dagang saldo debet sebesar RP 41.100.000,00.
Serta rinciannya dicatat dałam buku pembantu persediaan atau
kartu persediaan di saldo debet pada masing-masing kartu
persediaan tiap iłem.
ii. Faktur pembelian dicatat sebagai berikut:
d. Semua faktur pembelian kemudian dicatat dalam jurnal
pembelian dan pada tanggal transaksi , pembelian pada TV
merk "Shirp” dicatat dalam kartu persediaan dengan kuantitas
pembelian dan nominal harga beli yang digunakan sebagai HPP.
Contoh pada tanggal 2 Januari 2018 ditulis pada kartu
persediaan mutasi masuk sebesar 2 PCS dengan saldo per iłem
RP 1.500.000 dan saldo total RP 3.000.000 vi. Faktur penjualan
dicatat sebagai berikut:
e. Semua faktur penjualan kemudian dicatat dałam jurnal
penjualan dan pada tanggal transaksi , penjualan pada TV merk
"Shirp” dicatat dałam kartu persediaan dengan kuantitas
penjualan dan nominal harga beli yang digunakan sebagai HPP.
Contoh pada tanggal 5 Januari 2018 ditulis pada mutasi keluar
sebesar I pcs dengan saldo per item Rp 1.500.000.
f. Pada transaksi penjualan, pencatatan pada kartu persediaan
tetap menggunakan harga beli atau HPP, karena saldo yang
dibutuhkan adalah saldo persediaan barang dagang dimana
nominal yang diakui adalah harga beli, pada buku besar
maupun buku pembantu persediaan.
g. Berdasarkan transaksi yang terjadi pada UD. Amira Elektronik terkait
saldo awal persediaan, pembelian, dan penjualan, maka dapat
dilakukan pencatatan pada buku besar dan buku pembantu
persediaan sebagai berikut:
i. Buku besar persediaan barang dagang
UD. AMIRA ELEKTRONIK
BUKU BESAR
Periode Januari 2018
Akun : Persediaan Barang Dagang No 102
ii. Buku Pembantu Persediaan TV merk "Shirp"
UD. AMIRA ELEKTRONIK
BUKU PEMBANTU PERSEDIAAN BD
Periode Januari 2018
NAMA BARANG : TV MERK “SHIRP”
4. DAFTAR SALDO PERSEDIAAN
Daftar saldo persediaan adalah rekapan saldo total persediaan perusahaan
yang disusun pada akhir periode. Saldo total dari seluruh persediaan
perusahaan secara akumulatif harus sama dan sesuai dengan saldo
persediaan yang ada pada bükü besar. Berikut contoh daftar saldo
persediaan yang disusun berdasarkan contoh soal pada UD Amira Elektronik
pada 31 Januari 2018:
maka kita dapati, jumlah saldo persediaan pada daftar saldo persediaan
menunjukan jumlah yang balance atau seimbang antara bükü beşar umum
yakni akun persediaan BD dengan bükü beşar pembantu persediaan per
tanggal 31 Januari 2018 adalah senilai RP. 6.600.000,-