Modul Bahasa Indonesia Kelas 6
Modul Bahasa Indonesia Kelas 6
A. Informasi Umum
Nama Guru : YOLANDA SAFITRI AMBARITA
Satuan Pendidikan : SD Negeri 193 Pekanbaru
Kelas / Fase : VI / B
Topik : Teks Eksplanasi
Materi : Teks eksplanasi dalam bentuk lisan, teks aural dan
audio
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (3 JP)
B. Capaian Pembelajaran
Elemen membaca, Menulis dan Memirsa
Pada fase C, peserta didik mampu memahami teks eksplanasi dalam bentuk
lisan, teks aural ( teks yang dibacakan dan/ atau didengar) dan audio.
C. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu memahami teks eksplanasi dalam bentuk lisan, teks aural ( teks
yang dibacakan dan / atau di dengar) dan audio
F. Strategi Pembelajaran
1. Model Pembelajaran : PBL (Problem Based Learning)
2. Pendekatan Pembelajaran : Deep Learning
3. Metode : ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan
G. Sarana Pembelajaran
1. Media Pembelajaran
a. Gambar fenomena alam
b. LKPD
2. Alat dan Bahan
a. Speaker
3. Sumber Belajar
a. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kela VI (Kemedikbud)
b. Artikel pendek tentang peristiwa alam di sekitar
H. Langkah-langkah Kegiatan :
URAIAN KEGIATAN ALOKASI
WAKTU
PENDAHULUAN (Mindfull dan Meaningfull)
1. Guru memulai pembelajaran dengan menanyakan kabar kepada murid. 15 menit
2. Guru mengajak murid untuk berdoa.
3. Guru melakukakukan presensi kepada murid.
4. Guru mengajak peserta didik untuk membangkitkan semangat dengan
tepuk semangat
5. Guru mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan
pengalaman pribadi murid dengan materi atau tema kegiatan
sebelumnya(Mindfull)
6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan gambaran
kegiatan yang akan dilakukan pada pembelajaran yang akan
dilaksanakan hari ini serta manfaat dari pembelajaran yang akan
dilaksanakan.
PENUTUP (Mindfull)
1. Guru bersama murid membuat kesimpulan. 10 menit
2. Guru memberikan lembar evaluasi
3. Guru bertanya kepada murid tentang perasaannya terhadap
pembelajaran hari ini. Berapa nilai yang bisa mereka berikan terhadap
kegiatan yang sudah dilaksanakan? (refleksi)
4. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan alhamdulillah secara
bersama-sama.
I. ASESMEN
1. Asesmen Diagnostik
Asesmen diagnotik digunakan untuk melihat kesiapan murid (tidak masuk
penilaian) dengan menggunakan petanyaan pemantik dengan pendekatan.
2. Asesmen Formatif (Kelompok
Asesmen formatif digunakan ketika pelaksanaan pembelajaran berlangsung,
serta dirancang untuk dilaksanakan secara berkelompok
3. Asesmen Sumatif (Individu)
Asesmen sumatif digunakan pada akhir pembelajaran. Asesmen sumatif
digunakan untuk mengukur pemahaman murid terhadap materi yang telah
diajarkan, serta dirancang untuk dilaksanakan secara individu melalui
kegiatan evaluasi soal pembelaajran yang diberikan.
J. REMEDIAL DAN PENGAYAAN
Remedial
Diberikan kepada murid yang membutuhkan bimbingan untuk memahami
materi atau pembelajaran mengulang kepada murid yang belum mencapai CP.
Pengayaan
Murid dengan nilai rata-rata dan nilai di atas rata-rata mengikuti pembelajaran
dengan pengayaan yaitu tutor sebaya, membantu murid yang remedial. Murid
dengan nilai tuntas mengikuti pengayaan murid dengan nilai belum tuntas
mengikuti remidial.
K. LAMPIRAN
1. Rubrik Penilaian
2. Soal Evaluasi
3. LKPD
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
Keterangan :
80 = belum tuntas, perlu remedial
80-86 = belum tuntas, remedial pada bagian tertentu
87-93 = tuntas tanpa remedial
94-100=tuntas dan perlu pengayaan
2. Berikan tiga contoh profesi yang ada di dataran rendah, dataran tinggi, dan
daerah pantai!
Manusia harus bekerja atau mencari mata pencaharian mereka sendiri untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Mata pencaharian adalah pekerjaan utama yang
digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mata pencaharian penduduk
menyesuaikan dengan kondisi alam. Indonesia memiliki kondisi alam yang sangat
beraneka ragam, menyebabkan lapangan pekerjaan beragam pula yang disesuaikan
kondisi dan kebutuhan masing-masing. Kenampakan alam/bentang alam Indonesia,
ada yang berupa dataran rendah, dataran tinggi, dan pantai. Berikut ini akan kita
pelajari lebih jelas beberapa mata pencaharian yang ada di Indonesia, berdasarkan
kenampakan alam suatu daerah:
Tahukah kalian bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki ragam bentang alam
yang berbeda-beda? Lalu, tahukah kalian, bahwa hal ini pun berpengaruh terhadap
potensi sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing daerah?
Provinsi Riau, misalnya, memiliki bentang alam yang terdiri dari dataran rendah,
dan beberapa daerahnya berbatasan langsung dengan lautan. Sawit dapat tumbuh
dan berkembang dengan baik di Provinsi Riau. Karet juga termasuk sumber daya
alam yang banyak dimanfaatkan.
Perabotan rumah tangga, perabotan dapur, dan dinding rumah terbuat dari bambu.
Bukan hanya itu, bambu juga digunakan sebagai alat musik dan bahan membuat
mainan. Di daerah kalian, pasti ada sesuatu yang bisa dan biasa dimanfaatkan
penduduknya. Bisa berupa tumbuhan atau hewan. Bisa juga sungai, danau, rawa,
gunung, dan sebagainya. Ternyata perkembangan dan kekayaan alam di suatu
daerah membuat orang dari daerah lain datang untuk mencari pekerjaan atau
ditugaskan di daerah tersebut. Orang yang datang bisa jadi berasal dari tempat yang
jauh. Bahkan mungkin pula dari luar pulau. Ada juga yang berasal dari luar negeri.
Coba kita bayangkan, pendatang pasti turut membawa budayanya juga, seperti logat
bahasa dan bahasa daerahnya. Lalu, kira-kira apa yang terjadi? Ternyata budaya
para pendatang tersebut kemudian bercampur dengan budaya asli daerah di sana.
Fitri, dkk. (2021).”Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk
SD kelas IV.” Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan
Fitri, dkk. (2021).”Buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD kelas IV.”
Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan