0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan15 halaman

Modul Bahasa Indonesia Kelas 6

Diunggah oleh

almiraramadani37
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan15 halaman

Modul Bahasa Indonesia Kelas 6

Diunggah oleh

almiraramadani37
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

ILMU PENDIDIKAN ALAM DAN SOSIAL

A. Informasi Umum
Nama Guru : YOLANDA SAFITRI AMBARITA
Satuan Pendidikan : SD Negeri 193 Pekanbaru
Kelas / Fase : VI / B
Topik : Teks Eksplanasi
Materi : Teks eksplanasi dalam bentuk lisan, teks aural dan
audio
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (3 JP)

B. Capaian Pembelajaran
Elemen membaca, Menulis dan Memirsa

Pada fase C, peserta didik mampu memahami teks eksplanasi dalam bentuk
lisan, teks aural ( teks yang dibacakan dan/ atau didengar) dan audio.

C. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu memahami teks eksplanasi dalam bentuk lisan, teks aural ( teks
yang dibacakan dan / atau di dengar) dan audio

D. Kompetensi Awal ( Mindfull )


Pesrta didik telah mengenal jenis teks deskripsi dan dapat mengidentifikasi tujuan dari
sebuah teks serta struktur teks sederhana.

E. Dimensi Profil Lulusan


1. Penalaran Kritis
2. Komunikasi
3. Mandiri

F. Strategi Pembelajaran
1. Model Pembelajaran : PBL (Problem Based Learning)
2. Pendekatan Pembelajaran : Deep Learning
3. Metode : ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan

G. Sarana Pembelajaran
1. Media Pembelajaran
a. Gambar fenomena alam
b. LKPD
2. Alat dan Bahan
a. Speaker

3. Sumber Belajar
a. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kela VI (Kemedikbud)
b. Artikel pendek tentang peristiwa alam di sekitar

H. Langkah-langkah Kegiatan :
URAIAN KEGIATAN ALOKASI
WAKTU
PENDAHULUAN (Mindfull dan Meaningfull)
1. Guru memulai pembelajaran dengan menanyakan kabar kepada murid. 15 menit
2. Guru mengajak murid untuk berdoa.
3. Guru melakukakukan presensi kepada murid.
4. Guru mengajak peserta didik untuk membangkitkan semangat dengan
tepuk semangat
5. Guru mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan
pengalaman pribadi murid dengan materi atau tema kegiatan
sebelumnya(Mindfull)
6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan gambaran
kegiatan yang akan dilakukan pada pembelajaran yang akan
dilaksanakan hari ini serta manfaat dari pembelajaran yang akan
dilaksanakan.

Guru memberikan pertanyaan pemantik kepada murid (Meaningfull) :


a. Mengapa udara di pekanbaru kadang terasa panas sekali?
b. Pernahkah kamu melihat kabut asap di sekitar rumah atau sekolah?
Bagaimana rasanya saat itu?
c. Mengapa kabut asap bisa membuat udara jadi tidak sehat untuk kita
hirup?

KEGIATAN INTI (Meaningfull dan Joyfull)


1. Orientasi murid pada masalah (Meaningfull) 45 menit
a. Guru menyajikan audio mengenai fenomena alam
b. Guru meminta peserta didik menjelaskan apa yang mereka pahami
dari audio tersebut

2. Mengorganisasikan murid untuk belajar


c. Guru membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
d. Guru mengingatkan langkah-langkah mengerjkaan tugas (LKPD)
3. Membimbing penyelidikan individu dan kelompok
e. Murid mendengarkan penjelasan guru tentang langkah-langkah
pengerjaan LKPD teks eksplanasi.
f. Murid menyelesaikan LKPD secara mandiri (Joyfull)
g. Murid dapat bertanya kepada guru jika ada hal-hal yang kurang
dimengerti.

4. Mengembangkan dan menyajikan hasil informasi (Meaningfull)


h. Setiap murid mempresentasikan hasil pekerjaannya
i. Murid menanggapi hasil presentasi kerja murid lain

5. Menganalisis hasil informasi dan mengevaluasi (Meaningfull)


j. Guru mengajak murid untuk memberikan apresiasi tepuk “wow”
bagi murid yang sudah selesai presentasi depan kelas.
k. Murid dapat memberikan umpan balik terhadap proses
pembelajaran dengan pendampingan guru.

PENUTUP (Mindfull)
1. Guru bersama murid membuat kesimpulan. 10 menit
2. Guru memberikan lembar evaluasi
3. Guru bertanya kepada murid tentang perasaannya terhadap
pembelajaran hari ini. Berapa nilai yang bisa mereka berikan terhadap
kegiatan yang sudah dilaksanakan? (refleksi)
4. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan alhamdulillah secara
bersama-sama.

I. ASESMEN
1. Asesmen Diagnostik
Asesmen diagnotik digunakan untuk melihat kesiapan murid (tidak masuk
penilaian) dengan menggunakan petanyaan pemantik dengan pendekatan.
2. Asesmen Formatif (Kelompok
Asesmen formatif digunakan ketika pelaksanaan pembelajaran berlangsung,
serta dirancang untuk dilaksanakan secara berkelompok
3. Asesmen Sumatif (Individu)
Asesmen sumatif digunakan pada akhir pembelajaran. Asesmen sumatif
digunakan untuk mengukur pemahaman murid terhadap materi yang telah
diajarkan, serta dirancang untuk dilaksanakan secara individu melalui
kegiatan evaluasi soal pembelaajran yang diberikan.
J. REMEDIAL DAN PENGAYAAN
Remedial
Diberikan kepada murid yang membutuhkan bimbingan untuk memahami
materi atau pembelajaran mengulang kepada murid yang belum mencapai CP.
Pengayaan
Murid dengan nilai rata-rata dan nilai di atas rata-rata mengikuti pembelajaran
dengan pengayaan yaitu tutor sebaya, membantu murid yang remedial. Murid
dengan nilai tuntas mengikuti pengayaan murid dengan nilai belum tuntas
mengikuti remidial.

K. REFLEKSI GURU DAN MURID


Refleksi Guru
1. Apakah penyampaian materi pembelajaran mudah dipahami oleh murid?
2. Apakah penerapan model pembelajaran sudah terlaksana sesuai dengan
rencana pembelajaran?
3. Bagaimana pemanfaatan media dan sumber belajar dalam proses
pembelajaran?
4. Bagaimanakah keterlibatan murid dalam proses pembelajaran?
5. Bagaimanakah pencapaian hasil belajar murid setelah mengikuti proses
pembelajaran?
Refleksi Murid
6. Bagaimana perasaanmu setelah melakukan kegiatan pembelajaran hari ini?
7. Adakah hal menarik yang kamu peroleh dalam mengikuti proses
pembelajaran?
8. Hal-hal apa yang belum kamu kuasai setelah mengikuti proses
pembelajaran?

K. LAMPIRAN
1. Rubrik Penilaian
2. Soal Evaluasi
3. LKPD

Mengetahui, Pekanbaru, Agustus 2025


Wali kelas VI a, Mahasiswa

ENA FITRIANINGSIH, S.Pd YOLANDA SAFITRI AMBARITA


NIP.19930105 201903 2 001 NPM. 226910585
LAMPIRAN

LAMPIRAN 1 RUBRIK PENILAIAN


1. Penilaian Sikap
Aspek yang Skor Indikator
Dinilai
Bernalar Kritis 1 Tidak menunjukan sikap Bernalar Kritis dalam tugas pembelajaran
dan tidak konsisten
2 Menunjukkan sedikit sikap Bernalar Kritis dalam tugas
pembelajaran dan tidak konsisten
3 Menunjukkan sikap Bernalar Kritis dalam tugas pembelajaran dan
tidak konsisten
4 Menunjukkan sikap Bernalar Kritis dalam tugas pembelajaran dan
Konsisten
Mandiri 1 Tidak menunjukan sikap Mandiri dalam proses pemecahan masalah
dan tidak konsisten
2 Menunjukkan sedikit sikap Mandiri dalam proses pemecahan
masalah dan tidak konsisten
3 Menunjukkan sikap Mandiri dalam proses pemecahan masalah dan
tidak konsisten
4 Menunjukkan sikap Mandiri dalam proses pemecahan masalah dan
konsisten
Kreatif 1 Tidak menunjukan sikap kreatif dalam membantu tugas
pembelajaran dan tidak konsisten
2 Menunjukkan sedikit sikap kreatif dalam membantu tugas
pembelajaran dan tidak konsisten
3 Menunjukkan sikap kreatif dalam membantu tugas pembelajaran
dan tidak konsisten
4 Menunjukkan sikap kreatif dalam membantu tugas pembelajaran
dan konsisten
Penilaian Sikap
Perubahan Tingkah Laku
Bernalar
No Nama Murid Mandiri Kreatif
Kritis
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1   
2   
3   
4   
5   
6   
7   
8   
9   
10   
11   
12   
13   
14   
15   
16   
17   
18   
19   
20   
21   
22   
23   
24   
25   
26   
27   
28   
29   
2. Penilaian Pengetahuan
No Nama Murid Belum layak cakap Mahir
80 80-86 87-93 94-100

1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
8 
9 
10 
11 
12 
13 
14 
15 
16 
17 
18 
19 
20 
21 
22 
23 
24 
25 
26 
27 
28 
29 

Keterangan :
80 = belum tuntas, perlu remedial
80-86 = belum tuntas, remedial pada bagian tertentu
87-93 = tuntas tanpa remedial
94-100=tuntas dan perlu pengayaan

Nilai diperoleh berdasarkan hasil asesmen formatif (tertulis)


3. Penilaian Keterampilan
Baik Sekali Baik Cukup Perlu
N Kriteria Bimbingan
o 4 3 2 1
1 Membuat diorama Murid mampu Murid mulai Murid cukup Murid belum
ragam bentang alam membuat mampu membuat mampu
dan profesi diorama membuat diorama membuat
pekerjaan diorama ragam diorama diorama diorama
bentang alam diorama ragam ragam diorama ragam
dan profesi bentang alam bentang alam bentang alam
pekerjaan dan profesi dan profesi dan profesi
pekerjaan pekerjaan Pekerjaan
2 Mempresentasikan Murid mampu Murid mampu Murid Murid mampu
diorama diorama mempresentasi mempresentasi mampu mempresentasi
ragam bentang kan diorama kan diorama mempresent kan diorama
alam dan profesi diorama ragam ragam bentang asikan diorama ragam
pekerjaan bentang alam alam dan diorama bentang alam
dan profesi 3profesi ragam dan 1 profesi
pekerjaan pekerjaan bentang pekerjaan
alam dan 2 benar.
profesi
pekerjaan
Penilaian Keterampilan
Indikator Keterampilan
Mempresentasikan
Membuat diorama ragam
diorama diorama ragam
bentang alam dan profesi
bentang alam dan profesi
No Nama Murid pekerjaan
pekerjaan

Baru Mulai Baru Mulai


Berkembang Tercapai Berkembang Tercapai
Terlihat Terlihat
1 ABID PRANAJA  
2 AFIQAH FAKHIRA  
3 ARJUNA AURELIO .A  
4 AZHURA PUTRI .T  
5 AZKA RADITYA .M  
6 DIKI TRIWANTO  
7 FAQY KHOIRI LUBIS  
8 HANA HAIRUNISA  
9 JHON TAHIR PERDANA .G  
10 KHANZA APRILIA .W  
11 M. AGUS PRATAMA .P  
12 MUHAMMAD FABIAN .L  
13 NAIRA SHAFIQA  
14 NUR AFIFA HANUM  
15 NURHALIMAH .R  
16 QAILA DZAKIRAH  
17 RACHEL SYALOMITHA .S  
18 RADEN OKA VIRZHA  
19 RIHANA VECHI .N  
20 RIRI ARDINAWATI  
21 RIZKY RAMADHAN  
22 ROIDAH ATTIKAH .N  
23 SABRINA MUTIA ZAHRA  
24 SEPTINA ARZETY SUSILO  
25 SESILIA MIKHAYLA .S  
26 SYHAIM SAPUTRA  
27 THATIANA NURRAHMA .K  
28 ZAHIRAH .Q  
29 ZIEHAN PUTRI HENDRIKA  
LAMPIRAN SOAL EVALUASI

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!


1. Sebutkanlah tiga ragam jenis bentang alam!

2. Berikan tiga contoh profesi yang ada di dataran rendah, dataran tinggi, dan
daerah pantai!

3. Apa saja profesi yang paling dominan di daerah mu?

4. Mengapa kondisi bentang alam di suatu daerah memengaruhi jenis profesi


masyarakatnya?
LAMPIRAN BAHAN AJAR

Sumber : Buku Guru IPAS Kelas 4

Manusia harus bekerja atau mencari mata pencaharian mereka sendiri untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Mata pencaharian adalah pekerjaan utama yang
digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mata pencaharian penduduk
menyesuaikan dengan kondisi alam. Indonesia memiliki kondisi alam yang sangat
beraneka ragam, menyebabkan lapangan pekerjaan beragam pula yang disesuaikan
kondisi dan kebutuhan masing-masing. Kenampakan alam/bentang alam Indonesia,
ada yang berupa dataran rendah, dataran tinggi, dan pantai. Berikut ini akan kita
pelajari lebih jelas beberapa mata pencaharian yang ada di Indonesia, berdasarkan
kenampakan alam suatu daerah:

1. Mata Pencaharian Daerah Pantai


Daerah pantai berdekatan dengan laut. Pantai yang landai merupakan tempat
yang kaya akan ikan, karena lautnya cenderung tenang. Umumnya penduduk
akan bekerja sebagai nelayan. Mereka menangkap ikan, menyelam untuk
mengambil mutiara, budi daya rumput laut, dan kerang mutiara. Sedangkan, di
daratan pantai, nelayan membudidayakan tambak ikan dengan komoditi
unggulan bandeng dan udang. Sebagian penduduk juga memiliki usaha tambak
garam dan sawah pasang surut. Ada pula, bagian pantai yang digunakan untuk
pelabuhan kapal, kawasan industri, dan perdagangan. Ketika daerah tersebut
menjadi perkotaan, banyak penduduk yang bekerja sebagai sopir, karyawan
pabrik, dan pedagang.

2. Mata Pencaharian Daerah Dataran Rendah


Daerah dataran rendah banyak dialiri sungai, tanahnya gembur, dan suhu
udaranya panas. Daerah rendah yang landai merupakan lahan yang baik untuk
pembudidayaan pertanian, perkebunan, palawija, dan lain-lain. Kondisi yang
demikian makin mendukung karena iklim Indonesia yang tropis menyebabkan
lamanya penyinaran sinar matahari terhadap bumi, banyak menyebabkan
turunnya curah hujan, dan banyaknya proses pelapukan, baik yang terjadi pada
tumbuh-tumbuhan maupun yang terjadi pada bebatuan. Pada umumnya,
penduduk daerah dataran rendah bagian pedesaan, melakukan kegiatan
pertanian dengan cara bersawah, budi daya ikan, dan beternak itik. Sedangkan
di bagian perkotaan, sebagian besar melakukan kegiatan perdagangan dan
industri.

3. Mata Pencaharian Daerah Dataran Tinggi


Daerah dataran tinggi berupa tanah pegunungan dan berbukit-bukit. Penduduk
yang berada di pedesaan bekerja di perkebunan. Mereka menanam tanaman
industri, antara lain: teh, kopi, kina dan kakao. Selain itu, ada yang menanam
sayuran dan bermacam- macam bunga. Karena udaranya sejuk dan segar,
banyak penduduk di wilayah perkotaan mendirikan usaha perhotelan dan
tempat peristirahatan.

Tahukah kalian bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki ragam bentang alam
yang berbeda-beda? Lalu, tahukah kalian, bahwa hal ini pun berpengaruh terhadap
potensi sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing daerah?

Provinsi Riau, misalnya, memiliki bentang alam yang terdiri dari dataran rendah,
dan beberapa daerahnya berbatasan langsung dengan lautan. Sawit dapat tumbuh
dan berkembang dengan baik di Provinsi Riau. Karet juga termasuk sumber daya
alam yang banyak dimanfaatkan.

Perabotan rumah tangga, perabotan dapur, dan dinding rumah terbuat dari bambu.
Bukan hanya itu, bambu juga digunakan sebagai alat musik dan bahan membuat
mainan. Di daerah kalian, pasti ada sesuatu yang bisa dan biasa dimanfaatkan
penduduknya. Bisa berupa tumbuhan atau hewan. Bisa juga sungai, danau, rawa,
gunung, dan sebagainya. Ternyata perkembangan dan kekayaan alam di suatu
daerah membuat orang dari daerah lain datang untuk mencari pekerjaan atau
ditugaskan di daerah tersebut. Orang yang datang bisa jadi berasal dari tempat yang
jauh. Bahkan mungkin pula dari luar pulau. Ada juga yang berasal dari luar negeri.
Coba kita bayangkan, pendatang pasti turut membawa budayanya juga, seperti logat
bahasa dan bahasa daerahnya. Lalu, kira-kira apa yang terjadi? Ternyata budaya
para pendatang tersebut kemudian bercampur dengan budaya asli daerah di sana.

Perkembangan suatu daerah, ternyata juga memengaruhi kehidupan masyarakat.


Mata pencaharian penduduk dapat berubah seiring perkembangan daerahnya.
Misalnya, daerah yang dahulu lahan pertanian atau perkebunan lalu berkembang
menjadi kawasan industri. Maka umumnya sebagian penduduknya akan berganti
profesi. Dari petani menjadi karyawan pabrik.

Perkembangan dan pembangunan daerah juga membuat adanya kesempatan


membuka usaha baru. Usaha yang dilakukan dapat menjual produk, seperti
membuka toko, warung, restoran, atau kafe. Dapat juga menyediakan jasa, seperti
jasa transportasi, penginapan, dan juga pemandu wisata. Selain itu, perkembangan
daerah juga memengaruhi perilaku masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari cara
berbicara, gaya berpakaian, dan gaya hidup yang berubah.
GLOSARIUM

Problem Based Learning : model pembelajaran yang diawali dengan


pemberianmasalah kepada murid.
Diskusi : pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran
mengenaisuatu masalah
Presentasi : penyajian atau pertunjukan
Asesmen diagnosis : asesmen pada awal tahun ajaran untuk
memetakan
kompetensi murid agar mereka
mendapatkanpenanganan yang tepat
Asesmen formatif : pengambilan data kemajuan belajar yang
dapat
dilakukan oleh guru atau murid dalam
prosespembelajaran
Asesmen sumatif : penilaian hasil belajar secara menyeluruh
yang
meliputi keseluruhan aspek kompetensi
yang dinilai dan biasanya dilakukan pada
akhir periode belajar .
Capaian pembelajaran : kemampuan pada pembelajaran yang
diperoleh melalui serangkaian proses
pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA

Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa.


Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi di Ruang Kelas. Yogyakarta:
Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode
Kreatif Mengajar dan Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa.

Fitri, dkk. (2021).”Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk
SD kelas IV.” Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan

Fitri, dkk. (2021).”Buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD kelas IV.”
Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan

Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang


Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang Efektif. Yogyakarta:
Leutika Prio

Anda mungkin juga menyukai