Modul DT Hino 260 PDF
Modul DT Hino 260 PDF
DAFTAR ISI
Contents
DAFTAR ISI ............................................................................................................................ 1
VISI & MISI .............................................................................................................................. 5
3 PILLAR VALUES ................................................................................................................. 6
KEBIJAKAN K3, MUTU, LINGKUNGAN HIDUP .................................................................. 7
KEBIJAKSANAAN DASAR PROGRAM PELATIHAN ......................................................... 8
KATA PENGANTAR.............................................................................................................. 9
BAB I ..................................................................................................................................... 10
PENGENALAN UNIT DAN KOMPONEN ............................................................................ 10
1.1 General View ................................................................................................................... 10
1.1.1 Spesifikasi Unit 10
1.1.2 Fungsi Unit 12
1.2 Basic Engine.................................................................................................................. 12
1.2.1 Definisi Engine dan Machine 12
1.2.2 Fungsi Engine 12
1.2.3 Prinsip Kerja Engine 12
1.2.4 Tipe Engine Pada Unit 13
1.2.5 Engine System 13
a. Air Intake dan Exhaust System 13
b. Fuel System 15
c. Cooling System 16
d. Lubricating System 17
e. Electric System 19
1.3 Basic Hydraulic ............................................................................................................. 22
1.3.1 Definisi dan Fungsi Hydraulic System 22
1.3.2 Skema Hydraulic 22
1.4 Power Train .................................................................................................................... 23
1.4.1 Definisi Power Train 23
1.4.2 Komponen Power Train 23
1. Engine 23
2. Fly Wheel 24
1 People Development Center | PT. Hillconjaya Sakti
MODUL DT HINO FM 260
3. Spider Joint 25
4. Propeller Shaft 25
5. Differential 25
6. Drive Shaft 26
7. Final Drive 26
8. Tire / roda 26
1.5 Lower Structure ............................................................................................................ 28
1.5.1 Definisi Lower Structure 28
1.5.2 Nama dan fungsi komponen : 29
1.6 Steering System ........................................................................................................... 29
1.6.1 Definisi Steering System 29
1.6.2 Klasifikasi Steering System 30
1.6.3 Komponen Steering System 30
1.7 Brake System ................................................................................................................ 31
1.7.1 Definisi Brake 31
1.7.2 Fungsi Brake 31
1.7.3 Klasifikasi Brake 31
1.7.4 Nama dan Fungsi komponen 32
1.8 Attachment..................................................................................................................... 33
1.8.1 Definisi Attachment 33
1.8.2 Komponen Attachment 33
BAB II ........................................................................................................................................... 34
PENGENALAN INSTRUMEN PANEL ..................................................................................... 34
2.1 General View.................................................................................................................. 34
2.2 Fungsi Instrumen Panel .............................................................................................. 35
2.2.1 Lamp Indicator 35
2.2.2 Alat – alat ukur (gauge) 37
2.2.3 Switch 39
2.2.4 Control Lever 42
2.2.5 Pedal 44
BAB III ................................................................................................................................... 45
PERAWATAN ....................................................................................................................... 45
3.1 Perawatan (Maintenance) ........................................................................................... 45
3.1.1 Definisi Perawatan 45
VISI
Menjadi perusahaan kontraktor pertambangan dan pekerjaan sipil terbaik.
MISI
Berupaya secara terus menerus melakukan penyempurnaan dalam bidang
safety,quality maupun speed.
3 PILLAR VALUES
1. Safety
2. Quality
Memberikan yang terbaik dengan kualitas hasil tinggi dan didukung oleh
sumber manusia yang professional dan teknologi tepat guna.
3. Speed
LINGKUNGAN HIDUP : Berupaya menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan memiliki
tata rumah tangga yang baik, berupaya mengelola aspek dan
dampak lingkungan, mengurangi insiden lingkungan, meningkatkan
kepedulian lingkungan serta efisien dalam pengunaan sumber daya
lingkungan.
1. Perusahaan menetapkan tujuan dan program kerja, dengan senantiasa bersikap preventif,
promotif dan berupaya untuk terus melakukan peningkatan secara berkelanjutan. Perusahaan
menerapkan dan memelihara efektivitas sistem manajemen mutu, keselamatan dan kesehatan
kerja, keselamatan operasi serta pengelolaan lingkungan hidup yang memenuhi standar
internasional dengan bersikap aktif, responsif, disiplin dan profesional dalam memenuhi
kebutuhan pelanggan.
2. Perusahaan mengendalikan kesesuaian jasa serta mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan
penyakit akibat kerja, kerusakan asset, kejadian berbahaya, dan pencemaran lingkungan
dengan mematuhi peraturan perundang-undangan dan persyaratan K3LH lainnya serta
mengoptimalkan sumberdaya perusahaan dengan mengutamakan prinsip produktifitas,
efektifitas dan efisiensi.
3. Perusahaan melakukan peningkatan berkelanjutan dalam hal unjuk kerja dengan meninjau
ulang kebijakan dan sistem manajemen mutu, keselamatan dan kesehatan kerja, keselamatan
operasi dan lingkungan hidup secar berkelanjutan
N.A. Hersan
Presiden Direktur
Dalam rangka mewujudkan visi dan misi perusahaan, perlu ditopang oleh adanya sistem
pelatihan dan pengembangan yang profesional guna mencetak tenaga operasional yang handal dan
mandiri, dengan dilandasi jiwa dan sportifitas tinggi, sehingga berkemampuan dan berkeahlian.
Oleh sebab itu People Development Center melalui wadahnya Pusat Pelatihan dan
Pengembangan Operasional (Training Center) bertekad mewujudkan dalam hal:
Keterampilan
Pengetahuan
Sikap Mental
Kebijakan ini merupakan pedoman dasar pembinaan, pelatihan, dan pengembangan tenaga
operasional yang melekat pada atasan dan menjalankan fungsi dan tugasnya.
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah swt. yang telah memberikan karunia dan
nikmat-Nya kepada Kami, sehingga tim penyusun dapat menyelesaikan proses pembuatan buku
panduan pelatihan yang akan kita sebut sebagai Modul Pelatihan Operator Motor Grader 970
Buku Modul pelatihan ini dibuat sebagai panduan pelaksanaan kegiatan pelatihan atau training skill
bagi operator, karena di dalamnya berisi tentang rincian semua pedoman mengoperassikan alat
berat GD 970 denganaman dan benar untuk mendapatkan kondisi kerja yang aman dengan
hasilyang maksimal. Ini akan menjadi dasar Kita, tim PDC, untuk membuat modul pelatihan skill
operator GD 970.
1. Sebagai panduan instruktur dalam menyampaikan materi pelatihan di dalam kelas maupun
dilapangan.
2. Sebagai SOP didalam mengoperasikan alat kerja dan untuk menerapkan standar, petunjuk
pelaksanaan, dan parameter pada masing – masing proses pelatihan
4. Sebagai salah satu cara agar dapat bekerja dengan aman dan banar untuk mendapatkan hasil
yang effisien dan efektif.
Harapan Kami, semoga Modul ini dapat membantu para Instruktur dan operator sebagai
kegiatan pelatihan dan pengembangan yang ada di PT Hillconjaya Sakti.
Jakarta, .............................
Tim Penyusun
BAB I
Turbocharger Intercooler
Power stage
Medium
Forward
Spesifikasi
FM 260 JD
FM 260JM (mixer)
Model (Dump)
FM8JKKM-RGJ FM8NKD-RGJ
Kemampuan / Kecepatan Maksimal ( Km/H) 86
Performance Kekuatan Tanjakan (tan%) 47,1
Model J08E-UF
Diesel 4 Stroke, In Line Direct Injection,
Tipe
Turbo Intercooler
Tenaga Maks (PS/rpm) 260 / 2.500
Engine
Jumlah Silinder 6
Diameter x Langkah Piston
112 x 130
(mm)
Isi Silinder (cc) 7.684
Single Dry Plate with coil spring,
Tipe
Kopling Hydraulic operation, Cluth Boster Equip
Diameter 380
Tipe EATON FS-8209BBE
Perbandingan Gigi
12,637
(Ke-1)
(Ke-2) 8,806
(Ke-3) 6,55
(Ke-4) 4,768
Transmisi (Ke-5) 3,548
*)Constantmesh
(Ke-6) 2,481
(Ke-7) 1,845
(Ke-8) 1,343
(Ke-9) 1000
(Mundur) 13,21
Tipe Integral Power Steering
Kemudi
Radius 7,6 8,8
Air Over Hydraulic with two circuit,
Rem Utama
Lead & Trail Shoe with Booster
Rem Rem Pelambat With on Exhaust Pipe
Internal Expanding Acting on
Rem Parkir
Transmission Output shaft
Ukuran Rim 20 x 7,00t - 162
Roda & Ban
Ukuran Ban 10,00 – 20 – 16PR
Sistem Listrik Aki (V – Ah) 12V – 65Ahx2
Tangki solar Kapasitas (L) 200
Berat unit Kg 26000
Total panjang mm 8480
Total tinggi mm 2700
Total lebar mm 2450
Cooling System Liter 21
PTO Liter 9
Engine Oil Pan Liter 23
Fuel Consumption
Medium Travel Muatan ringan pada kondisi jalan standar dengan Rpm sedang
High Travel muatan beban berat pada kondisi jalan bergelombang, mendaki
dengan rpm tinggi
Suatu Truck Hauler/pengangkut yang digunakan untuk mengangkut barang pada jarak
pendek, menengah, hingga jarak jauh, dalam pertambangan Hino FM 260 digunakan untuk
mengangkut, OB (Over Burden ), Coal ( Batubara),Ore, Fuel, ataupun sebagai water truck.
Engine adalah suatu alat yang menghasilkan tenaga melalui proses tertentu, yaitu proses
thermis atau panas dirubahmenjadi tenaga mekanis.
Machine suatu unit secara keseluruhan, yang mencakup dari engine sampai power
train,sehingga alat itu bisa bergerak / jalan.
Fungsi engine sebagai sumber tenaga penggerak utama untuk diteruskan ke penggerak
lainnya.
Tipe engine yang digunakan ialah J08E series dilengkapi dengan Over Head Camshaft
(OHC) 4 valve dan HMMS (Hino Micro Mixing System) yaitu system pembakaran dengan tekanan
tinggi pada pipa-pipa injeksi, sehingga ruang pembakaran menghasilkan pembakaran yang
sempurna mengakibatkan mesin lebih bertenaga, hemat bahan bakar dan pembakaran yang bersih
sehingga ramah lingkungan.
Air Intake dan Exhaust System adalah sistem yang terdiri dari berbagai komponenyang
mengaturaliran udara, sehingga udara tersebut masuk keruang bakar dan keluar sebagai
gas buang sisa pembakaran.
- Naturally aspirated
- Turbocharger Aspirated
- Turbocharger with aftercooler aspirated.
13 People Development Center | PT. Hillconjaya Sakti
MODUL DT HINO FM 260
Fungsi komponen-komponen :
1. Pre Cleaner : Memisahkan udara bersih dan kotor sebelum masuk ke air cleaner.
2. Air Cleaner : Sebagai alat pembersih udara sehingga kotoran halus dan kasar dapat
dipisahkan terlebih dahulu sebelum masuk ruangan pembakaran.
3. Vacuator Valve : Untuk membuang debu dan kotoran yang masuk ke dalam ruang air
cleaner.
5. Turbo charger : Meningkatkan jumlah udara yang akan masuk ke dalam ruang bakar
dengan tekanan tinggi, sehingga udara yang masuk bertambah
banyak dan tenaga engine akan bertambah sekitar 30 % tanpa
merubah konstruksi engine itu sendiri.
Turbocharger
Gambar.Turbocharger
9. Exhaust manifold : Sebagai tampat berkumpulnya gas buang hasil pembakaran sebelum
dibuang melalui muffler.
10. Exhaust pipe : Sebagai saluran pembuangan akhir dari gas buang sisa pembakaran
didalam cyllinder.
b. Fuel System
Fuel system adalah rangkaian komponen yang menyalurkan bahan bakar ke ruang bakar
dengan jumlah, tekanan dan waktu tertentu sehingga terjadi proses pembakaran
Fungsi-fungsi komponen :
3. Fuel injection Pump : Mensuply bahan bakar ke nozzle dengan tekanan tinggi (max
300 kg/cm2 ), juga menentukan jumlah bahan yang
disemprotkan serta menentukan timing penyemprotan.
4. Fuel injection Pump : Mensuply bahan bakar ke nozzle dengan tekanan tinggi (max
300 kg/cm2 ), juga menentukan jumlah bahan yang
disemprotkan serta menentukan timing penyemprotan.
5. Feed pump : Mensuply bahan bakar dengan tekanan rendah yaitu antara 1,2
s/d 2,6 kg/cm2, bersama-sama dengan priming pump
mensuply bahan bakar ke sistem pada saat engine dalam
keadaan engine masuk angin.
7. Governor : Untuk mengatur rpm sesuai dengan jumlah bahan bakar dan
beban.
c. Cooling System
Sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang mengatur aliran pendingin keseluruh
komponen engine yang menbutuhkan pendingin sehingga suhu engine selama bekerja dapat tetap
stabil pada suhu yang telah di tentukan dan system ini juga dapat mengatur pencapaian suhu kerja
engine. Suhu kerja engine normal adalah 70-90°C.
Fungsi-fungsi komponen :
8. Oil cooler : Mendinginkan oli baik oli engine, transmissi maupun oli
hidrolik dengan media pendingin
10.Oil cooler : Mendinginkan oli baik oli engine, transmissi maupun oli
hidrolik dengan media pendingin air.
d. Lubricating System
Lubricating system adalah sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang mengatur
aliran oli pelumas keseluruh komponen engine yang bergerak dan membutuhkan pelumasan
sehingga engine dapat bertahan lama.
Fungsi-fungsi komponen :
3. Oil Main Pump : Sebagai pompa oli utama, memberikan oli bertekanan dari
oil Pan ke system / bagian–bagian yang perlu di lumasi.
4. Oil Filter : Membersihkan oli dari kotoran dan partikel lain yang timbul
selama sirkulasi sehingga dapat memperpanjang daya tahan
umur engine
6. Regulator Valve/ Relief : Mengatur tekanan oli dalam system dengan tekanan yang di
Valve tentukan 2 s/d 5 kg/cm2.
7. Safety Valve : Menjadi by pass waktu oil filter kotor / buntu atau menjaga oli
tetap ada dalam system bila di lengkapi dengan caution lamp
oil filter. Lampu akan menyala bila filter buntu.
9. Bypass Filter : Menyaring oli dari oil pan melalui main gallery dan sebagai
pendingin oli karena tempatnya diluar engine.
e. Electric System
Sistem Kelistrikan pada suatu unit berfungsi sebagai sarana untuk penyediaan arus listrik untuk
berbagai keperluan unit , mulai dari pemanasan awal , sampai dengan unit beroperasi (untuk
memenuhi kebutuhan pada semua system elektriknya).
A : Ampere (Arus )
V : Volt (Tegangan )
Adapun gambar skema dari rangkaian sistem pemanasan awal tipe glow plug, adalah sebagai
berikut :
Accessories Electric
Accessoris electric adalah perlengkapan electric yang mendukung kerja unit saat beroperasi, yaitu
antara lain :
a. Radio
b. Horn
c. Wiper
Fungsi-fungsi komponen :
4. Safety relay : Sebagai pengaman starting motor. Pada saat engine hidup,
starting motor tidak bisa difungsikan
Type Battery
Battery type ini adalah terdiri dari element – element yang telah diisi penuh dengan muatan listrik
atau ( full charger ) dan dalam penyimpanannya telah diisi pula dengan electrolyte. Battery ini tidak
bisa dipertahankan dalam kondisi full charger sehingga harus diisi secara periodik.
Terdiri dari plate – plate ( positip & negatif ) yang telah diisi penuh dengan muatan listrik , tetapi
dalam penyimpanannya tidak diisi dengan electrolite . Jadi keluar dari pabrik dalam kondisi kering.
Perawatan Battery.
Beberapa point yang harus kita lakukan atau patuhi untuk memperpanjang umur suatu
battery.Antara lain :
a. Discharging
Adalah penggunaan isi ( kapasitas ) dari battery . Dan pada saat ini juga terjadi reaksi
kimia,sebagai prosesnya.
b. Recharging
Sebagai proses pengisian kembali battery yang kapasitasnya terpakai saat Discharging
c. Larutan Electrolite
Hasil campuran antara asam sulfat 30% dan air 64% akan menghasilkan electrolite yang berat
jenisnya 1.270 pada 800 F ( 27 derajat C ).
Kapasitas Battery
Adalah muatan listrik yang dapat dihasilkan dengan melepaskan arus tetap , sampai mencapai
voltage akhir ( terminal voltage ).
Terminal voltage
Batas tegangan battery yang diijinkan pada saat discharging dan recharging.
Pengetesan Battery
Bertujuan untuk mengetahui apakah sebuah battery harus di charging atau diganti ( rusak ). Metode
pengetesan battery ada 2 cara , yaitu :
A.Definisi
Sistem hydraulic adalah suatu system pemindah tenaga dengan mempergunakan zat cair /
fluida sebagai perantara.
B.Fungsi
Hydraulic berfungsi untuk menggerakkan attachment (alat kerja) atau untuk system –
system tertentu seperti : Steering , dump , dan system brake.
a.Single Acting
Suatu sirkuit hydraulic yang prinsip kerjanya untuk memanjangkan rod, dengan
menggunakan tenaga hydraulic, sedangkan untuk memendekkannya cukup dengan
menggunakan beban dari attachement itu sendiri atau gaya grafitasi.
b.Double Acting
Suatu sirkuit yang prinsip kerjanya untuk memanjangkan dan memendekkan rod,
denganmenggunakan tenaga hydraulic. Sirkuit ini di tandai dengan adanya dua saluran yang
terdapat pada cylinder hydraulic yang terletak dimasing – masing ujungnya
Keterangan:
- Hydraulic Oil Tank : Sebagai penampungan oil hydraulic dan
membantu pendinginan.
1. Engine
2. Fly Wheel
Sistem Clutch
Definisi clucth: Suatu komponen penghubung & pemutus, dalam rangkaian tenaga pada
suatu kendaraan.
Definisi suatu komponen untuk mengkonversi torsi dan kecepatan (putaran) dari mesin
menjadi torsi dan kecepatan yang berbeda – beda untuk diteruskan ke penggerak akhir.
Konversi ini mengubah kecepatan putar yang tinggi menjadi lebih rendah tetapi lebih
bertenaga, atau sebaliknya.
3. Spider Joint
Spider joint suatu komponen dalam bentuk dua batangan kaku
yang memungkinkan terjadinya pembelokan arah transmissi
daya dari sumber daya. Universal joint, dapat mentransmisikan
daya yang tidak segaris, namun memiliki kekurangan, yaitu
dapat memberikan output RPM yang tidak konstan walau input
RPM konstan. Hal itu bisa menyebabkan getaran dan keausan
pada komponen mesin
Fungsinya untuk menjaga keseimbangan putaran propeller
shaft
4. Propeller Shaft
5. Differential
6. Drive Shaft
Komponen yang berfungsi untuk meneruskan putaran, dalam hal ini putaran dari differential.
7. Final Drive
Berfungsi untuk mereduksi putaran akhir
untuk mendapatkan torque yang lebih
besar.Reduksi adalah memperlambat
putaran input untuk mendapatkan output
tenaga yang besar.
Ket :
1. Sun gear
2. Planetary gear
3. Ring gear
8. Tire / roda
a. Definisi Tyre
Fungsinya, Penahan beban unit, pemindah gaya traksi (pengereman, percepatan, kemudi) ,
Peredam kejut (kenyamanan operator), Menambah nilai ekonomis dan mudah penangannya
Tipe konstruksi tire dibagi menjadi 2 yaitu Radial dan Bias.
Tire Bias
Crown dan sidewall berubah bentuk oleh karena
struktur ply-nya sama.Treadnya menjadi subjek bila
terjadi defleksi yang mengakibatkan :
• Perubahan bentuk kontak tire dengan
permukaan jalan.
• Patchnya bergerak, sehingga casing plies
cenderung saling menggunting.
Kerugiannya :
Keausan Cepat
Cengkraman berkurang
Bahan bakar boros.
Tread separation
Tire Radial
Sidewall dan tread fungsinya terpisah. Tread tidak
terpengaruh oleh defleksinya sidewall, Sehingga
• Berkurangnya perubahan bentuk kontak
tire dengan permukaan jalan
• Berkurangnya gerakan patch didalam tire
• Tidak ada gerakan antara casing plies
Keuntungannya :
• Umur tire bertambah
• Traksinya bagus untuk semua jenis
permukaan
• Hemat bahan bakar
• Kenyamanannya meningkat
• Meningkatkan ketahanan terhadap
kebocoran/kempes
c. Dimensi Tire
- Overall Diameter (OD) Dua kali section height sebuah ban baru termasuk perubahan
tekanan angina setelah 24 jam, plus nilai diameter rim.
- Section Width (SH) Lebar sebuah ban baru, termasuk perubahan tekanan angin
setelah 24 jam, dan termasuk normal sidewalls, tetapi tidak
termasuk protective side ribs, bars dan dekorasinya
- Overall Width (OW) Lebar sebuah ban baru, termasuk perubahan tekanan angina
setelah 24 jam, dan termasuk protective side ribs, bars dan
dekorasinya.
- Static Loaded Radius Jarak terdekat dari tengah axle ke permukaan kontak sebuah
ban. “Static Loaded Width”merupakan keseluruhan lebar ban
and Width (SLR and SLW) yang terpasang pada rim standarnya dan berdiri vertical diatas
daerah yang rata dan sesuai dengan beban rekomendasinya.
d. Aspek Rasio
Section Height
Aspek Rasio = Section Width
e. Komponen Tyre
Berikut Komponen Tyre dan perbedaan konstruksinya :
Rim
Fungsi Rim adalah bracket/ tempat untuk penempatan tyre.
Nama Komponen
1. Flange.
2. Rim base.
3. Driver.
4. Bead set band.
5. Lock ring.
Gambar Rim
Suatu sistem pengendali peralatan yang digunakan untuk membelokkan arah gerak lurus
menjadi kekiri atau kekanan pada sudut-sudut tertentu, dari 0 derajat sampai 360 derajat kearah
gerak semula.
Keterangan:
1. Steering valve 5. Tie Rod
2. Pitman arm 6. Steering oil
3. Drag link 7. Steering valve
4. Steering arm
Sistem kemudi termasuk ruas-ruas penghubung yang meneruskan putaran steering wheel ke roda
melalui steering valve, pitman arm, lingkage, auxiliary steering dan steering knuckle yang
menggerakkan roda depan.
Power Steering
Berfungsi meringankan kerja operator untuk
mengendalikan arah kendaraan.
Ket :
Oil reservoir
2. Vane pump
3. Camp ring
4. Rotor
5.Control valve
A : Jalur oli ke steering valve
B : Jalur oli dari steering valve Gambar Skema power steering
Hydraulic Brake
Hydraulik Brakemempunyai beberapa keuntungan diantaranya ialah respon cepat dan mekanisme
sederhana.Pada dasarnya light Duty Truck menggunakan rem ini.
Untuk unitHino FM 260 TI, sistem Foot brake menggunakan Tipe Air-Over hydraulic
brake. Proses kerja brake air over adalah, Jika pedal brake ditekan, tekanan udara diteruskan ke
booster brake. Power piston didalam booster brake didorong oleh tekanan udara dan menekan
brake fluid didalam silinder hidrolik. Minyak rem bertekanan tinggi disalurkan ke tiap-tiap silinder
roda & menggerakkan brake shoe.
Relief valve
Berfungsi sebagai alat yang membagi udara, kedalam reservoir tank dan bagian-bagian komponen
yang memerlukan udara.
Air Dryer
Berfungsi sebagai alat yang dapat membantu,untuk mengeringkan udara dalam system yang
tercampur dengan air,sekaligus membatasi tekanan udara didalam system,yang apabila melebihi
batas yang diijinkan,secara otomatis valve terbuka dan akan membuang udara.
Brake valve
Berfungsi sebagai tempat terjadinya tekanan udara,dari gerakan piston didalam brake valve, yang
akan teruskan ke system.
G.Brake booster
Berfungsi sebagai alat pendorong,yang menambah kekuatan,dengan tekanan udara kesaluran
brake system.
H. Oil brake
Berfungsi sebagai fluida untuk diteruskan ke masing-masing roda melalui booster brake dengan
menggunakan tekanan udara.
- Parking Brake
Parking brake Hino FM 260 menggunakan tipe
Internal expanding, yang terletak pada output shaft
transmissi . Dimana kabel control melewati kabin
unit dan terhubung dengan lever parking brake
- Exhaust brake
Berfungsi sebagai alat bantu untuk mengurangi kecepatan kendaraan dengan cara, menghambat
keluarnya gas buang dari pembakaran dengan menggunakan sebuah katup.
1.8 Attachment
BAB II
p. Monitor PTO
Lampu ini akan menyala apabila sedang mengoperasikan PTO
( Posisi on )
Ket :
1. Speedometer
2. Tachometer
3. Coolant temp.gauge
4. Air pressure gauge
5. Fuel gauge
1. Spedometer
Untuk mengetahui kecepatan kendaraan /jamdalam Km
Odometer
Memberikan tanda tanda seberapa jauh jarak tempuh
dalam kilometer
Tripmeter
9. Terdapat 2 trip yaitu trip A dan trip dalam kilometer
10. Untuk mengatur ulang trip meter , trip A atau trip B
tekanlah dan tahan tombol switch sampai display
menunjuk keangka nol
2. Tachometer
Memberikan tanda kecepatan pada pada mesin dalam
putaran permenit .Kecepatan mesin dalam daerah hijau
dan daerah merah berbeda tergantung dari model
kendaraan.Jika mesin berputar melebihi kecepatan
maksimal jarum akan akan masuk ke daerah merah
dan engine over running buzzer akan berbunyi . jangan
membiarkan mesin pada kecepatan tersebut karena
mesin akan mengalami kerusakan
Daerah hijau
Didaerah ini memberikan tanda kecepatan mesin paling
bagus dan hemat bahan bakar .
Daerah merah
Daerah ini memberikan tanda bahaya pada kecepatan
mesin ( over running ) . Ketika mengendarai kurangi
kecepatan mesin .Dan ketika RPM mesin masuk pada
daerah ini over running buzzer akan berbunyi .
INGAT !!!!!
Over Runing adalah dimana kecepatan mesin melebihi dari yang di ijinkan . Mengoperasikan mesin
pada kecepatan ini akan memberikan beban berat pada beberapa komponen dari mesin dan akan
mengakibatkan kerusakan mesin.
PERINGATAN !!
Jangan pernah membuka tutup radiator pada temperatur tinggi , air pendingin yang panas atau
menguap akan menyembur keluar dari lubang dan anda dapat terluka bakar . Juga jangan pernah
membuka panel depan pada kejadian ini .Jangan pernah mengendarai jika lampu peringatan
menyala . Hal ini dapat menyebabkan mesin mengalami kerusakan .
PERINGATAN !!
menyala dan buzzer berbunyi pada waktu yang lama . Hal ini sangat berbahaya karena rem tidak
dapat berfungsi dengan baik .
5. Fuel Gauge
Memberikan tanda jumlah bahan bakar yang ada pada
tangki bahan bakar .Jika jarum mendekati ” E ” isilah
bahan bakar secepatnya supaya tidak masuk angin .
2.2.3 Switch
KET :
1. Starting switch
2. Switch washer dan wiper
3. Switch lampu Hazzard
4. Switch exhaust brake
5. Switch sign lamp
6. Switch lamp jarak jauh
7. Switch lamp fog
8. Switch parking brake
9. Switch PTO
1. Starting Switch
PERHATIAN !!
Jangan menggunakan lampu bahaya kecuali saat berhenti dijalan karena darurat .
PERINGATAN !!
Jangan menggunakan dijalan yang licin karena kendaraan akan slip ketika exhaust brake dipakai
pada permukaan jalan yang licin .
5. Switch Kombinasi
7. Switch PTO
Ini adalah switch ON / OFF PTO , tenaga untuk mengoperasikan
PTO diambil dari transmisi .
Rem parkir yang digunakan ialah rem parkir tengah.Yakni ketika tuas rem parkir ditarik, rem
parkir ditengah menahan propeller shaft pada posisinya sehingga mengunci roda belakang.
Peringatan :
• Hindari penggunaan rem parkir saat berjalan kecuali untuk tujuan darurat.
• Jika anda dengan terpaksa menggunakan rem parkir saat berjalan,gunakan bersama rem kaki.
• Jangan mengendarai dengan memasang rem parkir. Ini dapat menyebabkan penurunan
akselerasi dan over heating pada bagian rem yang dapat mengakibatkan pengurangan
efektifitas pengereman atau terbakar.
• Saat memarkir kendaraan, tarik tuas rem parkir dengan kuat dan pastikan bahwa kendaraan
tidak bergerak.
• Saat memarkir pada tempat miring atau waktu yang lama atau untuk melakukan pemeriksaan,
penyetelan, dan lain-lain,ganjal selalu semua roda untuk mencegah timbulnya bahaya pada
kendaraan.
• Pada kasus darurat jika kendaraan harus parkir dengan gigi transmisi terhubung lepaslah kunci
kontak dan juga ganjal roda agar kendaraan tidak bergerak .
Perhatian!!
• Lampu peringatan tidak menyala, efisiensi rem parkir kurang. Tarik keatas tuas dengan
kuat .
a) Saat memarkir kendaraan , tarik tuas rem parkir dengan kuat dan
pastikan bahwa kendaraan tidak bergerak .
b) Saat memarkir pada tempat miring atau waktu yang lama atau untuk
melakukan pemeriksaan dan penyetelan dsb selalu ganjallah semua
roda untuk mencegah timbulnya bahaya pada kendaraan .
c) Pada kasus darurat jika kendaraan harus parkir dengan gigi
transmisi terhubung lepaslah kunci kontak dan juga ganjallah roda
agar supaya kendaraan tidak bergerak
PERINGATAN !!
- Hindari penggunaan rem parkir saat berjalan kecuali untuk tujuan darurat .
- Jika anda dengan terpaksa menggunakan rem parkir saat berjalan , gunakan bersama rem kaki
- Jangan mengendarai dengan memasang rem parkir . Ini dapat menyebabkan penurunan
akselerasi dan over heating pada bagian rem yang dapat mengakibatkan pengurangan
efektifitas pengereman atau terbakar
2. Lever Transmission
untuk memindahkan gigi dari maju ke mundur atau
sebaliknya
PERHATIAN !!
Saat memindahkan , tekan pedal kopling secara penuh .
Penekanan yang kurang pada pedal kopling akan
menyebabkan kondisi setengah kopling yang mengakibatkan
kegagalan transmisi
• Saat akan berjalan selalu gunakan gigi 1st atau posisi low
.
• Hentikan kendaraan saat memindahkan dari maju ke
mundur atau sebaliknya . Jika tidak transmisi akan rusak .
• Turunkan kecepatan kendaraan dan pindahkan gigi satu
persatu saat menurunkan gigi . Jika tidak , mesin akan
over running dan rusak .
- Model transmisi ada 2 jenis yang di pakai yaitu :
a. Manual transmisi (tampar)
Cara memindahkanya dengan menggerakan dan menggeser lever transmisi ke posisi Low
range atau high range oleh tenaga pengemudi
b. Comfort shift transmisi (spliter switch)
Cara menggunakanya dengan tenaga elektrik yang dikonversikan menjadi
tenaga pneumatic oleh solenoid valve.,sehingga dari konsol tuas transmisi di kabin
dikirimkan secara elektrik ke transmisi dan diubah lagi menjadi tenaga pneumatic.
Transmisi 9 kecepatan
4. Lever Dump.
• Tuas dump dapat mengunci dengan sendirinya saat posisi ”
UP ” atau ” DOWN ” dengan melepaskan tombol tuas dump
• Jika tuas dump ditekan ke bawah , bak akan turun dan tidak
tergantung dari hidup atau matinya mesin
2.2.5 Pedal
1. Accelerator pedal ( Pedal Gas )
Pedal ini digunakan untuk mengatur kecepatan putaran
engine. Pedal ini dapat dioperasikan dengan bebas antara
posisi engine putaran rendah dan posisi engine putaran
tinggi.
2. Brake pedal / Service pedal
Pedal ini digunakan untuk menghentikan sisa sisa putaran
roda,gunakan pedal saat unit akan berhent/stop.
3. Pedal Clutch(koupling)
Pedal ini digunakan untuk memutuskan dan menyambungkan
putaran dari engine ke transmisi.
PERHATIAN !!
Jangan menjalankan kendaraan dengan menyandarkan kaki pada pedal kopling karena akan
menyebabkan kopling setengah berhubungan yang mengakibatkan gaya berkurang dan
memperpendek umur kopling .Saat memindahkan gigi tekan kopling secara penuh . Penekanan
yang kurang pada pedal kopling akan menyebabkan kondisi setengah kopling yang menyebabkan
kegagalan transmisi .
BAB III
PERAWATAN
1. Agar suatu alat selalu dalam keadaan siap pakai (High availability, berdaya guna fisik yang
tinggi).
2. Agar suatu alat selalu dalam keadaan prima berdaya guna mekanis yang paling baik (Best
Performance).
3. Agar biaya perbaikan alat menjadi lebih hemat (Reduce Repair Cost).
4. Untuk memperpanjang masa pakai mesin.
Agar dapat melakukan atau melaksanakan hal tersebut harus mengerti dan memahami antara
lain :
1. Periode Service.
2. Nama , fungsi , lokasi dan prinsip kerja sistim yang ada pada komponen.
3. Lain – lain contohnya melaksanakan P2H dengan benar.
1. Untuk mengetahui gejala – gejala kerusakan dan pencegahan kerusakan yang mungkin
akan timbul atau sedang terjadi.
2. Mengurangi down time dan biaya repair, memperbaiki sehingga tercegah kerusakan
yang lebih fatal./ parah.
3. Melakukan koreksi atau penyimpangan terhadap cara –cara pengoperasian dan
pemeliharaan.
Lakukan P2H secara berurutan dimulai dari satu titik hingga masuk kedalam cabin,sehingga
lebih teratur,teliti dan tidak dua kali kerja.
1. Buka cap bagian depan dengan cara menarik switch dari dalam cabin(dibawah steering).
2. Periksa level oil clutch sesuai standart
Pastikan dan cek level oli antara batas high dan low.
3. Periksa level air wiper cukup jika digunakan
Cek dan isi air bersih pada tanki agar wiper dapat digunakan untuk membersihkan kaca
saat operasi.
Jangan mengaktifkan motor wiper jika tidak ada air yang di semprotkan,karena dapat
merusak kaca
9. Pemeriksaan undercarriage
- Periksa live spring belakang dan suspensi depan
- Periksa kekendoran U bolt
- Periksa torque rod
- Periksa bushing torque rod
Keterangan :
- Apabila memeriksa oli engine setelah unit beroperasi, tunggu kurang lebih 15 menit
setelah engine dimatikan.
- Jika unit parkir ditempat yang agak turun, tempatkan pada posisi rata sebelum
pemeriksaaan oli engine.
- Dipstick level oli telah ditandai pada kedua sisi : ENGINE STOPPED untuk
pengukuran ketika engine mati dan ENGINE IDLING untuk pengukuran saat engine
hidup.
- Apabila memeriksa level oli, matikan engine dan periksa dengan sisi ENGINE
STOPPED dipstick.
Pastikan dan periksa level oli steering diantara level high dan low,Stop unit jika oli kurang
dari level low.
Jangan membuka tutup radiator saat air radiator panas berlebihan/over heat
Jika memeriksa air pendingin selalu pada keadaan engine dingin dan periksa dari sub
tank.
- Periksa bahwa batas air pendingin berada antara FULL dan LOW pada sub tank.
- Jika level air kurang, tambah air melalui penambah air pada tangki cadangan sampai
tanda FULL.
- Jika air tidak nampak pada sub tan, tambah air melalui pengisian radiator pada bagian
atas radiator lalu tambahkan air pada subtank.
- Periksa air tidak bercampur dengan oil atau ketidaknormalan yang lain.
- Setelah menambah air kencangkan tutup dengan aman.
- Jika isi air yang ditambah lebih dari biasanya periksa kemungkinan terjadinya
kebocoran air.
Keterangan :
- Jika breather buntu, tekanan dalam tangki turun dan kemungkinan bahan bakar tidak
mengalir, bersihkan lubang breather dan hal ini harus dilakukan dari waktu ke waktu.
- Untuk mencegah udara masuk ke Engine, jangan biarkan jumlah bahan bakar habis.
Periksa dan cek bahwa loli hydrrauluk standart dan terlihat pada gelas penduga,jika tidak
terlihat menandakan oli kurang,maka tambahkan.
22.Periksa mufler
- Periksa mufler tidak pecah dan retak karena benturan benda saat bekerja dan pastikan
masih dalam kondisi yang baik
23.Periksa tabung angin
- Periksa seluruh hose/pipa tabung angin dari kebocoran,bersihkan dan buang air yang
mengendap didalam tabung dengan menarik ke samping atau kebawah.Pastikan air
sudah terbuang dan udara yang terbuang bersih.Jika air didalam tabung tidak dibuang
dapat mengakibatkan fungsi brake tidak maksimal
- Periksa level oli rem pada posisi antara min sd max,jika kurang dari garis min segera
tambahkan oli rem,dan jika oli diatas max maka segera kurangi/drain oli agar rem tidak
berat
2. Periksa Seat Belt dan Clamp – clamp. Periksa bahwa tidak ada kelainan pada Seat
Belt atau pengikatnya. Jika ditemukan kerusakan segera laporkan ke atasan anda.
Pengaturan Seat Belt
- Sebelum mengencangkan seat belt, periksa bahwa seat belt tersebut tidak
mengalami kerusakan pada pengikat atau beltnya.
- Atur dan pasangkan seat belt sebelum mulai jalan.
- Selalu gunakan seat belt selama operasi.
- Jangan gunakan seat belt dengan salah satu atau seat belt melipat.
3. Atur spion depan ,Kanan dan kiri. Jika ditemukan rusak segera laporkan ke
atasan. Bersihkan semua Spion dari kotoran-kotoran yang menempel. Atur
sudut pandang sesuai dengan kebutuhan.
4. Periksa Kerusakan pada monitor display ,gauge dan lampu-lampu.
Setelah engine hidup, jangan segera langsung mengoperasikan unit. Pertama lakukan
pemeriksaaan berikut:
1. Setelah Engine hidup, periksa suara dan warna asap engine serta getaran yang
ditimbulkan, biarkan putaran engine pada putaran rendah selama 5 menit untuk proses
pemanasan.
2. Biarkan engine pada putaran idle selama 5 menit setelah hidup.
3. Periksa monitor panel normal. Jika terjadi ketidaknormalan, segera laporkan ke atasan /
perbaiki.
4. Lepaskan safety lock lever dan lock yang lainnya.
5. Lakukan pengecekan atau pegontrolan pada semua attachment atau peralatan kerja
apakah normal.
6. Untuk maju unit klakson dulu 2x, untuk mundur 3x dan perhatikan apakah sekeliling aman.
7. Gerakkan unit maju dan mundur, kemudian steering kiri kanan. Pastikan unit dapat bergerak
sesuai dengan yang diinginkan.
8. Tes foot brake, dengan gerakkan unit maju beberapa meter lalu injak foot brake. Pastikan
brake pakem sebelum dioperasikan.
Setelah beroperasi parkirkan unit pada posisi yang aman sesuai dengan prosedur parkir
yang benar. Kemudian lakukan hal-hal berikut :
1. Parkirlah unit yang rata , aman , jauh dari dari bahaya banjir dan tanah longsor.
2. Mudah dijangkau oleh lube car maupun fuel truck.
3. Bila parkir ada unit lain perhatikan jarak yang aman.
4. Idle-kan engine selama kurang lebih 5 menit sambil mengecek kembali apakah ada
kebocoran pada sistim selama operasi.
5. Matikan engine dan turun dari unit memakai metode tiga titik tumpu.
6. Isi bahan bakar.
7. Lakukan pemeriksaan keliling dari dump body, body work dan periksa juga kebocoran oli,
solar dan air,dan laporkan jika ada yang tidak normal.
1. Oil Up
Adalah kasus naiknya oil ke ruang bakar yang disebabkan keausan pada ring piston atau cylinder
liner , sehingga oil tersebut akan terbakar . Peristiwa ini terjadi karena ketidak mampuan ring
piston mengikis oil yang ada didinding liner , disebabkan clereance antara dinding liner dengan
ring piston sudah melebihi batas toleransi . Ini terjadi tentunya saat langkah piston dari TMA ke
TMB.
2. Oil Down
Adalah kasus turunnya oil ke ruang pembakaran yang disebabkan keausan pada valve guide atau
insert valve , sehingga oil akan menelusuri batang valve dan berakhir jatuh keruang bakar dan
terbakar saat proses pembakaran.
3. Blow By
Adalah kasus kebocoran tekanan compressi yang disebabkan keausan pada ring compressi
piston atau cylinder liner , yang mengakibatkan sebagian tekanan tersebut meniup kearah oil pan
dan memaksa oil yang ada didalam oil pan menguap keluar melalui breather engine. Peristiwa ini
terjadi pada saat piston bergerak dari TMB ke TMA.
Merupakan kasus tidak normalnya suplay bahan bakar yang masuk kesistem pembakaran yang
disebabkan adanya gelembung – gelembung udara pada saluran mauk bahan bakar.
5. Over Fueling
Adalah kasus kelebihan bahan bakar didalam nozzle karena saluran bahan bakar yang kembali ke
fuel tank ( Fuel Return ) mengalami hambatan . Akibatnya engine agak sulit dimatikan.
6. Over Running
Adalah kasus peningkatan putaran engine yang menyebabkan jarum tachometer masuk ke zona
merah.
BAB IV
KESELEMATAN KERJA, METODE DAN TEKNIK OPERASI
Pengoperasian unit Dump Truck, terdiri dari metodhe dan teknik pengoperasian. Hal ini
bertujuan untuk keselamatan mengoperasikan unit/ Safety operation,yang mencakup keamanan
mengoperasikan alat, benar sesuai dengan petunjuk pengoperasian dan mengurangi tingkat
kerusakan komponen selama mengoperasikan unit.
Untuk menunjang hal diatas,maka ada beberapa factor yang harus dipahami dan
dilaksanakan oleh operator agar tujuan dapat tercapai dengan baik, antara lain :
- Kondisi Operator
- Persiapan Pengoperasian Umum
- Pengoperasian Unit
- Metode danTeknik operasi
- Refueling Unit
- MetodeParkir Unit dan Shutdown Engine
- Productifity
- Miss operasi dan miss aplikasi
- Tindakan emergency
4.4.3 Steering
1. Kurangi kecepatan saat akan steering/belok
2. Lepas pedal gas,dan gunakan exhaust brake jika masih laju gunakan service brake
3. Gunakan washer lamp kiri/kanan dan pastikan area dibelakang unit kiri atau kanan
aman
4. Putar steering kekiri(jika belok kekiri) atau putar steering ke kanan(jika belok kekanan)
5. Putar steering dan hentikan sebelum steer full atau and stroke
6. Lepaskan steering setelah selesai beloki,agar roda unit kembali lurus
8. Operator excavator akan membunyikan klakson sebagai tanda unit DT telah selesai
dimuati.
9. Pada saat menunggu antri posisi unit tidak boleh sejajar / lurus dengan unit yang ada
didepannya. Tujuannya agar dapat terlihat dari kaca spion dump truck, bahwa
dibelakang ada dump truck lain sedang menunggu atau antri.Yang dilakukan operator
saat menunggu antri :
- Apabila menunggu terlalu lama, lebih dari 5 menit, engine harus dimatikan.
- Pada saat parkir gunakan parking brake, dan bila operator akan meninggalkan
ruangan kabin posisi transmissi harus netral.
- Apabila kurang dari 5 menit engine tidak perlu dimatikan / posisi idle.
- Jaga jarak antara dump truck 1 dengan dump truck 2, minimal satu kali panjang unit.
- Operator harus dalam keadaan siap / operator berada didalam kabin
Kelebihan muatan tidak hanya merusak komponen kendaraan dan memperpendek umur
kendaraan tapi juga dapat menyebabkan berkurangnya gaya pengereman yang dapat
menyebabkan kecelakaan.
a. Jalan datar
b. Jalan turunan
1. Sebelum unit melewati turunan,gunakan gigi rendah yang sesuai agar DT dapat
dikendalikan.
- Gigi rendah akan mengurangi beban kerja pada rem kaki dan menghasilkan gaya
pengereman yang lebih besar
- Pada prinsipnya anda harus menggunakan gigi yang sama pada saat pengendaraan
menanjak bukit.
2. Gunakan exhaust brake
3. Jika exhaust brake tidak mampu gunakan service brake.
4. Kendarailah pada kecepatan yang tidak menyebabkan over running dimana jarum
tachometer ke zona merah.
5. Usahakan jarum tachometer berada pada Zona hijau yang merupakan panduan untuk
pengendaraan yang ekonomis
6. Jangan menambahkan atau mengurangi gigi transmisi saat diturunan
( over running : putaran roda lebih cepat dari pada putaran engine )
c. Jalan tanjakan
1. Sebelum unit naik tanjakan,gunakan gigi rendah yang sesuai agar DT mampu untuk
berjalan.
- Gigi rendah akan menambah tenaga yang lebih besar,namun kecepatan melambat
- Jika gigi paling rendah (gigi 1)tidak mampu maka gunakan speed crawler,dan jika
tidak mampu kurangi muatan atau ubah design jalannya(menurunkan grade jalan)
2. Kendarailah pada kecepatan yang tidak menyebabkan over running dimana jarum
tachometer ke zona merah karena menekan gas terlalu tinggi.
3. Usahakan jarum tachometer berada pada Zona hijau untuk mendapatkan tenaga yang
maksimal.
4. Jangan menambahkan atau mengurangi gigi transmisi saat ditanjakan
d. Jalan tikungan
e. Jalan licin
f. Jalan lunak/lembek
- Saat mengendarai pada jalan yang jelek , seperti pada jalan yang berbatu atau jalan
berlumpur gunakan gigi rendah dan jalankan kendaraan dengan perlahan lahan
- Jika melewati jalan yang licin atau mjalan lembek,maka gunakan switch diflock untuk
mengaktifkan differenial lock(double gardan).
- Matikan switch difflok setelah berada dijalan yang keras,kemudian opersikan seperti
semula
1. Lakukan manuver berlawanan dengan arah jarum jam,agar dapat melihat area disposal
tempat parkir
2. Lakukan manuver dengan kecepatan rendah dan atur jarak manuver dengan band wall + 2
kali panjang unit
3. Setelah maneuver ,hentikan unit dan netralkan speed sebelum memasukkan gigi mundur
4. Masukkan gigi mundur dan perhatikan spion kanan kiri sebelum mulai mundur
5. Posisikan unit di area dumping yang rata dan aman.
6. Perhatikan tumpukan material yang di belakang unit / di pinggir tanggul pengaman.
7. Bila dibelakang ada tumpukan meterial beri jarak antara tumpukan dengan unit agar dumping
tidak terganjal.
C x 60 x FK
TP = -----------------------------------------= M3/Jam
( n x CT ) + J/V1 + J/V2 + T1 + T2
Keterangan :
TP = Taksiran produksi ( m3/jam ) n = Jumlah rit pemuatan / loading truck
C = Kapasitas Vesel ( m3 LCM atau V1 = Kecepatan angkut
(Ton dikalikan Berat jenis material / BJ) V2 = Kecepatan kembali
FK = Faktor koreksi total T1 = Waktu dumping
CT = Cylcle time per rit T2 = Waktu atur posisi muat
J = Jarak angkut
Cycle Time / waktu edar ialah waktu edar untuk suatu aktivitas tertentu satu alat. Jadi cycle
time dump truck ialah jumlah dari penambahan waktu saat dump truck loading, hauling muatan,
dumping, hauling kosongan dan spotting time.
- Unit Kebakaran
a. Terjadi kebakaran saat parkir ( dibawah unit )
1. Jangan PANIK, Pastikan lokasi kebakaran ( secara visual ).
2. Ambil alat pemadam kebakaran ( APAR ) jika api masih kecil
3. Cabut pin pengunci pemadam.
4. Semprotkan pada titik api
5. Jika api tidak padam, gunakan pemadam kebakaran central(fire suppression), cabut pin
pengunci dan tekan knob.
6. Menjauhlah dari unit, setelah mengaktifkan switch pemadam kebakaran.
7. Jika api menjadi besar ( belum padam ), mintalah bantuan orang lain dan laporkan
kepada pengawas atau emergancy call.
b. Terjadi kebakaran saat mengoperasikan Motor Grader
1. Jangan PANIK, Pastikan lokasi kebakaran ( secara visual ).
2. Hentikan unit dan turunkan rpm engine.
3. Aktifkan lever parking brake dan matikan semua switch lampu.
4. Matikan engine / Shut down engine
5. Jika terjadi kebakaran didalam cabin, ambil APAR dan semprotkan ke titik api.
6. Jika kebakaran meluas sampai diluar cabin atau kebakaran terjadi pada bagian engine
dan lower structure, Cabut pin pungunci pemadam kebakaran otomatis(fire
suppression) yang ada di dalam kabin(jika dilengkapi)
7. Keluarlah dari kabin dengan tiga titik tumpu
8. Jika api menjadi besar ( belum padam ), mintalah bantuan orang lain dan laporkan
kepada pengawas atau emergancy call.
- Unit amblas
1. Jangan panik
2. Hentikan kegiatan
3. Putar steering dan maju/mundur secara berulang ulang
4. Jika belum mampu aktifkan switch diff-lock
5. Jika tidak mampu,Laporkan ke pengawas bahwa unit amblas
6. Lakukan evakuasi sesuai prosedur dan arahan dari pengawas
- Unit miring/rebah
1. Jangan panik
2. Hentikan kegiatan
3. Turunkan rpm engine pada posisi low idle dan aktifkan lever parking brake
4. Laporkan ke pengawas bahwa unit miring/rebah
5. Lakukan evakuasi sesuai prosedur dan arahan dari pengawas
- Unit kelongsoran
1. Jangan panik
2. Hentikan kegiatan jika kondisi aman
3. Jika kondisi tidak aman ,geser unit menjauh dari tebing
4. Turunkan rpm engine pada posisi low idle dan aktifkan lever parking brake
5. Laporkan ke pengawas bahwa unit terkena longsor
6. Lakukan evakuasi sesuai prosedur dan arahan dari pengawas
No Nama Fungsi
DAFTAR PUSTAKA