Anda di halaman 1dari 2

BAB II PEMBAHASAN 2.

1 Definisi Pemberian Obat Pada Hidung Pemberian obat pada hidung yaitu pemberian obat dengan cara memberikan tetes hidung,yang dapat dilakukan pada seseorang dengan keradangan hidung (rhinitis) atau nasofaring. Bentuk Obat 1. Tetes 2. Semprot 3. Inhaler Prinsip 5 benar pemberian obat a. Benar Obat b. Benar nama Pasien c. Benar Dosis d. Benar Waktu e. Benar Rute

2.2 Tujuan a. Di gunakan untuk meredakan gejala sumbatan (kongesti) sinus dan flu. b. Dapat juga digunakan untuk astma. 5. Persiapan alat dan bahan -obat pada tempatnya -pipet -spikulum hidung - pinset anatomi dalam tempatnya - korengtang pada tempatnya - plester -kain kasa -balutan -handskun -bengkok

6.

Persiapan pasien

-Memberitau pasien dengan tindakan yang akan di ambil

-Menutup sampiran untuk menjaga prifasi pasien

7. a. b. c.

Prosedur kerja Cuci tangan Pasang handskun Atur posisi pasien

-Duduk di kursi dengan kepala tengadah ke belakang -Berbaring dengan kepala ekstensi pada tepi tempat tidur -Berbaring dengan batal di bawah bahu dan kepala tengadah ke belakang d. e. f. g. h. Berikan tetesan obat pada masing masing lobang hidung ( sesuai dosis ) Pertahankan posisi kepala tetap tengadah selama 5 menit Lepas handskun dan letakkan di bengkok Cuci tangan setelah prosedur di lakukan Catat prosedur dan respon pasien

8.

Mekanisme obat

Mukosa hidung yang memiliki sifat absorpsi yang baik seperti mukosa mulut, cocok untuk pemakaian obat menurunkan pembengkakan mukosa secara topikal pada rinitis. Perlu dipertimbangkan bahwa akibat absorpsi juga dapat terjadi di efek sistemik, misalnya kenaikan tekanan darah dan takikardia pada bayi yang memakai tetes hidung yang mengandung alfasimpatomimetik.

9.

Evaluasi

Respon klien setelah pemberian obat melalui hidung termasuk rasa tidak nyaman. R/menilai keberhasilan pemberian obat. Anjurkan mendiskusikan tujuan,cara kerja,serta efek samping dan metode pemberian obat.

10. Dokumentasi Catat keadaan hidung Catat nama obat,dosis,waktu pemberian