Anda di halaman 1dari 16

GASIFIKASI

Apakah gasifikasi itu?


Gasifikasi adalah sistem pembangkit listrik berbasis
batubara paling bersih yang tersedia saat ini. Gasifikasi
menggunakan panas, tekanan, dan uap untuk mengkonversi
bahan mentah (bahan baku) yang mengandung karbon
menjadi gas sintesis - campuran gas yang utamanya terdiri
dari karbon monoksida (CO) dan hidrogen (H2). Karbon
monoksida dan hidrogen tidak berwarna, tidak berbau,
merupakan gas yang mudah terbakar dan dapat digunakan
untuk menghasilkan listrik, bahan kimia, hidrogen murni,
serta bahan bakar transportasi cair.

Bagaimana cara kerja gasifikasi?


Bahan baku dipersiapkan dan diumpankan ke gasifier baik
dalam bentuk kering atau sebagai bubur (dicampur dengan
air). Di dalam gasifier, yang merupakan bejana reaktor yang
kuat, bahan baku bereaksi dengan uap dan udara atau oksigen
(O2) pada suhu dan tekanan tinggi dalam kondisi rendah
oksigen. Kondisi ini menghasilkan syngas, yang terutama
terdiri dari karbon monoksida dan hidrogen, dan dalam jumlah
yang lebih kecil berupa karbon dioksida dan metana (CH 4).
Suhu tinggi dalam gasifier mengubah bahan anorganik yang
ditinggalkan oleh gasifikasi menjadi seperti material kaca,
umumnya disebut sebagai terak.Terak memiliki kandungan
pasir koarsa.Senyawa ini bersifat inert dan mungkin memiliki
berbagai kegunaan dalam industri konstruksi dan bangunan.

Apa yang sebenarnya terjadi di dalam


gasifier?
Tergantung pada jenisnya, gasifier dapat beroperasi pada suhu
sampai 2.600 F, yang lebih dari 12 kali titik didih air, dan tekanan
hingga 1.000 pound per inci persegi (psig), yaitu sekitar 68 kali lipat
dari standar tekanan atmosfer. Ketika partikel bahan baku memasuki
gasifier dan bergerak melalui zona tersebut, mereka menjalani tiga
proses termal dan kimia - dua proses pertama dalam kejadian yang
sangat cepat dan yang ketiga lebih lambat:
Pirolisis (penguraian kimia dari senyawa kompleks yang disebabkan

oleh panas) terjadi ketika partikel memanas. Zat volatil seperti tar
dan hidrogen metana dirilis; dan diproduksi residu seperti arang yang
mudah terbakar, sehingga batubara tersebut kehilangan bobot
hingga 70 persen. Sifat-sifat bahan baku menentukan struktur dan
komposisiresiduarang.

Oksidasi (pembakaran terkendali) terjadi ketika produk

volatil dan sejumlah residu arang bereaksi dengan udara


atau oksigen untuk membentuk karbon dioksida dan karbon
monoksida. Jenis reaksi ini dikenal sebagai eksotermik,
karena menghasilkan panas.
Reduksi terjadi ketika residu arang bereaksi dengan karbon

dioksida dan uap untuk menghasilkan karbon monoksida dan


hidrogen, dan sejumlah metana, yang bersama-sama
membentuk campuran gas yang dikenal sebagai syngas.
Jenis reaksi ini dikenal sebagai endotermik, karena
mengkonsumsi panas.

Produk utama dari gasifikasi adalah


syngas.
Apa saja produk utama gasifikasi?
Setelah syngas mentah meninggalkan gasifier,
fasilitas pengolahan membersihkan gas,
mengkondisikan, dan memurnikan aliran syngas
menggunakan teknologi komersial yang merupakan
bagian integral dari unit gasifikasi. Produk dan byproduk berikut ini mungkin terbentuk, tergantung pada
aplikasi yang diinginkan.Sedangkan aplikasi yang lebih
luas terus diupayakan.
Syngas yang panas dapat digunakan untuk

menggerakkan turbin gas untuk menghasilkan listrik .

Water-gas shift reaction dapat digunakan untuk mengubah karbon

monoksida dan air dalam syngas menjadi hidrogen dan karbon


dioksida, sehingga meningkatkan kandungan panas bahan bakar gas
dalam rangka meningkatkan jumlah hidrogen yang dapat dipisahkan
dan digunakan dalam bentuk murni untuk berbagai keperluan,
seperti produksi listrik bebas karbon dioksida, produksi kimia, serta
bahan bakar untuk fuel cell. Air ditambahkan ke syngas sebelum
water-gas shift reaction untuk meningkatkan produksi hidrogen.
Syngas dapat dikonversi menggunakan proses Fischer-Tropsch -

reaksi kimia yang dikatalisisasi - menjadi bahan kimia dan bahan


bakar hidrokarbon cair (yaitu, bahan bakar yang mengandung
kombinasi hidrogen dan karbon) seperti minyak pelumas dan minyak
diesel, yang lebih mudah dan aman untuk bahan bakar transportasi
dan di SPBU daripada gas yang mudah terbakar.

Produk kimia yang mungkin bisa dihasilkan dari

syngas termasuk diantaranya adalah plastik dan


urea atau pupuk berbasis amonia.
Udara disemprotkan ke dalam ruang bakar dari
lubang arah samping yang saling berhadapan
dengan lubang pengambilan gas sehingga
pembakaran dapat terkonsentrasi pada satu bagian
saja dan berlangsung secara lebih banyak dalam
suatu satuan waktu tertentu.

Apa keuntungan utama gasifikasi?


Ada lima keuntungan utama atau manfaat dari teknologi
gasifikasi:
Fleksibilitas bahan baku - Gasifikasi dapat

menghasilkan syngas tidak hanya dari berbagai macam


batubara menurut ranking-nya, tapi juga dari bahan baku
rendah karbon seperti petroleum kokas (pet coke), bahan
bakar minyak tinggi-sulfur, limbah kota, dan biomassa.
Fleksibilitas ini meningkatkan nilai ekonomi sumber daya
dan menurunkan biaya dengan menyediakan industri
pilihan bahan baku yang lebih luas.

Fleksibilitas Produk - syngas yang dihasilkan oleh gasifikasi

dapat dikonversi menjadi produk-produk berharga, mulai dari


listrik dan uap hingga bahan bakar cair, bahan kimia dasar, dan
hidrogen. Integrasi berbagai produk gasifikasi ke dalam aplikasi
industri meningkatkan peluang untuk penambahan keuntungan
karena operasi pabrik dapat terfokus pada produk yang paling
menguntungkan, menyediakan skala ekonomi untuk produksi
berbagai komoditas dan peluang adanya peningkatan pendapatan
tambahan.
Near-zero emisi - sistem gasifikasi dapat memenuhi peraturan

lingkungan yang ketat berkaitan dengan emisi sulfur dioksida


(SO2), partikulat, dan senyawa beracun lainnya yang dikandung
batubara seperti merkuri, arsenik, selenium, kadmium, dll.

Selanjutnya, gasifikasi menyediakan cara yang efektif untuk menangkap dan


menyimpan CO2, gas rumah kaca. Karbondioksida yang diproduksi selama
gasifikasi muncul pada konsentrasi dan pada tekanan yang lebih tinggi daripada
yang dihasilkan dari pembakaran konvensional, membuat mereka lebih mudah
untuk ditangkap. Visinya adalah untuk mengubah gas sintesis menjadi hidrogen
murni lewat proses water - gas shift reaction dan menggunakan hidrogen sebagai
bahan bakar ultra-bersih tanpa gas buang kecuali air.
Efisiensi tinggi - Gasifikasi dapat diintegrasikan dengan teknologi lain untuk

pembangkit listrik yang canggih, khususnya turbin pembakaran dan juga fuel cell
oksida padat. Sistem yang dihasilkan sangat efisien, mengambil keuntungan
lebih dari setiap pound bahan baku. Sistem ini menggunakan teknologi maju
dalam gasifikasi dan dapat mencapai efisiensi hingga 60 %, dibandingkan
dengan batas efisiensi 40 % untuk pembangkit konvensional.
Keamanan Energi - Sebagai cara pakai yang lebih baik untuk sumber daya

yang energi yang melimpah seperti batubara, gasifikasi dapat mengurangi


ketergantungan pada impor bahan bakar, memberikan kontribusi bagi
pertumbuhan ekonomi, serta mendorong kesejahteraan dan keamanan energi.

digunakan untuk menghasilkan


listrik?

Gasifikasi batubara untuk produksi listrik


Terkait dengan pembakaran modern dan turbin-generator uap,
gasifikasi adalah salah satu cara yang paling efisien serta ramah
lingkungan yang tersedia untuk memproduksi listrik dari berbagai
bahan baku. Meskipun sistem combined cycle gas alam lebih
unggul dibandingkan sistem gasifikasi dalam hal efisiensi di
pembangkit tenaga listrik, harganya yang relatif tinggi dan
menurunnya ketersediaan sumber daya gas alam membuat
gasifikasi semakin menarik sebagai pilihan di pembangkit listrik.
Dalam proses produksi listrik, syngas yang telah dimurnikan di

lokasi gasifikasi atau "gasification island" disuplai ke lokasi


pembangkit tenaga atau "power island." Syngas dicampur dengan
udara dan dibakar untuk menggerakkan combustion turbin secara
langsung, mengkombinasikan proses termal dan mekanik untuk
diubah menjadi energi listrik oleh generator. Daya listrik dari
generator kemudian diumpankan ke jaringan listrik untuk distribusi.

Limbah panas (panas buangan) dari combustion turbin kemudian

digunakan untuk mendidihkan air untuk mendapatkan uap panas


dan menggunakannya untuk menggerakkan steam turbindengan
generator tersendiri. Operasi siklus gabungan memungkinkan
konversi energi yang efisien, yaitu sekitar sepertiga lebih besar
daripada yang hanya menggunakan turbin gas saja.

Bagaimana perkembangan
pembangkit listrik gasifikasi batubara
di Indonesia?
Gasifikasi batubara di Indonesia berpeluang menjadi energi

alternatif karena cadangannya cukup besar yaitu diperkirakan


mencapai 91 miliar ton, dengan tingkat produksi berkisar 200300 juta ton per tahun. Gasifikasi batubara juga dapat
memanfaatkan batubara muda yang jumlahnya di Indonesia
mencapai 70%.
Hingga kini baru ada 3 pembangkit listrik tenaga gasifikasi

batubara (PLTGB) dengan total kapasitas 33 MW. Dua PLTGB


berlokasi di Sangatta dan satu PLTGB ada di Kutai Barat.
Nantinya, PLN akan membuat PLTGB di Palu, Donggala,
Mamuju, dan Toli-Toli.

Dari PLTGB ini diharapkan dapat mengurangi

ketergantungan terhadap BBM, meningkatkan nilai


tambah batubara, menambah devisa dan membuka
lapangan kerja.
Sehingga bagi para lulusan teknik kimia dan tekniker
lainnya sangat berpeluang besar masuk dalam ruang
lingkup pekerjaan pengembangan dan pemeliharaan
PLTGB ini.