Anda di halaman 1dari 46

SISTEM

ENDOKRIN
dr. Andi Pradana
Putra

Department of Medical
Physiology

Fungsi tubuh diatur oleh 2


sistem pengatur utama :
1. Sistem saraf
2. Sistem hormonal/endokrin
metabolisme

Banyak hubungan antara sistem hormon


dan
sistem saraf
Contoh : - kelenjar medula adrenal
- kelenjar hipofisis

Hormon
Zat kimia yang disekresikan ke dalam
cairan tubuh oleh satu sel atau
sekelompok sel dan mempunyai efek
pengaturan fisiologis terhadap sel-sel
tubuh lain.
Jenis :
1. Hormon setempat :
Asetilkolin Parasimpatis
Sekretin Duodenum
Pankreas
Kolesistokinin kantung empedu

2. Hormon Umum (disekresikan oleh kelenjar2


khusus)
- Epinefrin
Medulla adrenal
- Norepinefrin
(simpatis)
vasokontriksi
peningkatan tek. Arteri
Hormon yang memepengaruhi semua/hampir
semua sel tubuh :
- Hormon pertumbuhan (GH)
- Hormon tiroid
Hormon yang hanya mempengaruhi jaringan target :
- adrenokortikotropin
korteks adrenal
- ovarium

Hormon hipofisis anterior


1. GH : menyebabkan pertumbuhanhampir
seluruh sel dan jaringan tubuh
2. Adrenokortikotropin : korteks adrenal
3. TSH (Tiroid Stimulating Hormone)
Kelenjar tiroid mensekresi tiroksin dan
triodotironin
4. FSH (Folicle Stimulating Hormone)
- pertumbuhan folikel dalam ovarium
sebelum
ovulasi
- meningkatkan pembentukan sperma di
testis

Hormon hipofisis anterior


(2)

5. LH (Luteinezing Hormone)
- proses ovulasi
- sekresi estrogen & progesteron oleh
ovarium
- sekresi testosteron oleh testis
6. Prolactin Hormone
- meningkatkan perkembangan
payudara dan sekresi air susu

Hormon hipofisis posterior


1. Hormon antidiuretik (ADH), disebut juga
vasopresin
- ginjal menahan air air tubuh
- penyempitan pembuluh darah
TD
2. Oksitosin
- uterus berkontraksi selama proses
persalinan
- pengeluaran bayi
- kontraksi sel myoepithelial payudara air
susu

Korteks Adrenal
1. Kortisol : pengaturan metabolisme
protein, KH, dan lemak
2. Aldosteron : mengurangi ekresi
Natrium oleh ginjal dan
menghasilkan ekresi Kalium
- Natrium tubuh
- Kalium

Kelenjar Tiroid
1. Tiroksin
meningkatkan kecepatan
2. Triodotironin reaksi kimia - metabolisme
3. Kalsitonin
Memacu pengendapan kalsium di dalam
tulang sehingga menurunkan konsentrasi
kalsium dalam cairan ekstraseluler

Kelenjar Pankreas (Pulau


Lagerhans)
1. Insulin : memacu masuknya glukosa
ke dalam seluruh sel tubuh
pengaturan KH
2. Glukagon
Sintesis dan pelepasan glukosa dari
hati ke sirkulasi cairan tubuh

Ovarium
1. Estrogen : merangsang
perkembangan organ kelamin
wanita, payudara, berbagai sifat
kelamin sekunder
2. Progesteron : merangsang sekresi
cairan uterus oleh kelenjar
endometrium uterus, meningkatkan
perkembangan apparatus sekretorik
payudara

Testis
Testosteron
Merangsang pertumbuhan
organ kelamin pria,
perkembangan sifat
kelamin sekunder

Kelenjar Paratiroid
Parathormon
Mengatur konsentrasi ion Kalsium
dalam cairan ekstraseluler dengan
cara :
- absorbsi kalsium dari usus
- eksresi kalsium oleh ginjal
- pelepasan kalsium dari tulang

Plasenta
1. HCG (Human Chorionic Gonadotropin)
meningkatkan pertumbuhan korpus
luteum dan sekresi estrogen dan
progesteron oleh korpus luteum
2. Estrogen
Meningkatkan pertumbuhan organ
kelamin ibu dan beberapa jaringan
lain

Plasenta (2)
3. Progesteron
- membantu perkembangan khusus dari
endometrium uterus dalam implantasi tahap
lanjut dari ovum yang sudah difertilisasi
- meningkatkan perkembangan beberapa
jaringan dan organ janin
- membantu perkembangan apparatus
sekretorik payudara ibu
4. Hormon somatomammotropin
- meningkatkan pertumbuhan jaringan janin
- meningkatkan perkembangan payudara ibu

Secara kimiawi, hormon dapat


dibagi dalam 3 tipe :
1. Hormon steroid
Struktur inti steroid mirip dengan kolesterol
- korteks adrenal : kortisol & aldosteron
- ovarium
: estrogen & progesteron
- testis : testosteron
- plasenta : estrogen & progesteron
2. Derivat As. Amino Tirosin
Ada 2 kelompok :
- Hormon tiroid
: tiroksin &triodotirosin
- Hormon medulla adrenal : epinefrin &
norepinefrin (katekolamin turunan tirosin)

Secara kimiawi, hormon dapat


dibagi dalam 3 tipe (2)
3. Protein atau peptida
- Hipofisis anterior dari protein dan
polipeptida besar
- Hipofisis posterior
1. antidiuretik
peptida & as. amino
2. oksitosin
- Insulin
- Glukagon Polipeptida besar

Penyimpanan dan Sekresi


Hormon
Semua hormon protein dibentuk oleh
Retikulum Endoplasmik Granular
Preprohormon prohormon protein aktif
(apparatus golgi)
Dipadatkan membentuk vesikel kecil
vesikel sekretorik / glandula sekretorik
disimpan
sekresi
- saraf
- hormon lain
- kimiawi
- fisik setempat

Penyimpanan dan Sekresi


Hormon (2)

Hormon tiroid & medulla adrenal (kel.


Tiroksin) dibentuk oleh enzim dalam
ruang sitoplasme sel granular
- Hormon norepinefrin & epinefrin
diabsorbsi ke dalam vesikel disimpan
sampai disekresi
- Hormon tiroksin dan triodotironin
dari
protein besar yang disebut
tiroglobulin
disimpan di tiroid
akan dipecah bila
disekresikan

Penyimpanan dan Sekresi


Hormon (3)

Hormon Steroid :
- Korteks adrenal disimpan dalam jumlah
- Ovarium
sedikit di sel granular,
- Testis
dalam jumlah besar
disimpan di sel ......

Hormon epinefrin & norepinefrin akan


disekresikan dlm beberapa detik setelah
kelenjar dirangsang dan dari detik menit
kerja maksimal
Kalau hormon lain perlu waktu berbulan2
untuk mencapai kerja maksimal

Umpan Balik Negatif


Endokrin
1. Sekresi berlebihan
2. Pengaturan pada organ target
3. Organ target melakukan fungsinya
4. Bila terlalu banyak fungsi yang
terjadi umpan balik efek negatif
sehingga mengurangi kecepatan
sekresi kelenjar

Reseptor Hormon
Hormon endokrin bergabung dengan
reseptor hormon reaksi dalam sel
Lokasi reseptor :
1. Di dalam atau pada permukaan
membran sel (hormon gol. polipeptida,
protein,
katekolamin)
2. Di dalam sitoplasma (hormon steroid)
3. Di dalam inti sel (hormon metabolik
tiroid)

Mekanisme Kerja Hormonal


1. Perubahan dalam permeabilitas
membran norepinefrin
2. Aktivasi enzim intraselular saat satu
hormon bergabung dgn satu
reseptor membran insulin
3. Aktivasi gen melalui penggabungan
dengan reseptor intraselular
steroid & tiroid

HIPOFISIS POSTERIOR
1. HORMON ANTIDIURETIK (VASOPRESIN)
2. OKSITOSIN

HIPOFISIS ANTERIOR
1. FAKTOR RELEASE (PELEPAS) & PENGHAMBAT
HIPOTALAMUS
2. PEMBULUH DARAH PORTA HIPOTALAMUS HIPOFISIS

HIPOFISIS POSTERIOR
1. SARAF DAN HIPOTALAMUS
SEL GLIA (PITUISIT)
2. GRANULA-GRANULA SEKRETORIK

HIPOFISIS ANTERIOR
1. HORMON RELEASE & INHIBITOR
A. TRH
B. CRH
C. GHRH & GHIH
D. GnRH
LUTEIN & FOLIKEL
E. PIH
HORMON PERTUMBUHAN (GH) = HORMON SOMATOTROPIK =
SOMATOTROPIN
MENYEBABKAN PERTUMBUHAN SELURUH JARINGAN TUBUH
MENAMBAH UKURAN SEL DAN MENINGKATKAN MITOSIS
EFEK METABOLIK
1. MENINGKATKAN SINTESIS PROTEIN
2. MENINGKATKAN A. MOBILISASI LEMAK
B. ASAM LEMAK BEBAS DALAM DARAH
C. PENGGUNAAN ASAM LEMAK UNTUK ENERGI
3. MENINGKATKAN KECEPATAN PEMAKAIAN GLUKOSA

PROTEIN
1. BERTAMBAHNYA PENGANGKUTAN ASAM AMINO MELEWATI MEMBRAN SEL
MENINGKATKAN DI SEL
SINTESIS MENINGKAT
2. PENINGKATAN TRANSLASI RNA MENYEBABKAN SINTESIS PROTEIN OLEH
RIBOSOM
3. PENINGKATAN TRANSKIPSI INTI DNA UNTUK MEMBENTUK RNA
PENINGKATA SINTESIS PROTEIN
4. PENURUNAN KATABOLISME PROTEIN DAN ASAM AMINO
KARBOHIDRAT
1. PENURUNAN PEMAKAIAN GLUKOSA UNTUK ENERGI KARENA PENINGKATAN
PENGANGKUTAN & PENGGUNAAN ASAM LEMAK
MENGHAMBAT GLIKALITIK DARI GLUKOSA & GLIKOGEN
2. PENINGKATAN GLIKOGEN DI DALAM SEL
3. BERKURANGNYA AMBILAN GLUKOSA OLEH SEL & MENINGKATNYA
KONSENTRASI GLUKOSA DARAH
DIABETES HIPOFISIS (MENINGKAT 50%
DARI NORMAL)
LEMAK
1. PELEPASAN ASAM LEMAK
DI DALAM CAIRAN MENINGKAT
2. MENINGKATKAN PERUBAHAN ASAM LEMAK MENJADI ASETIL KOENZIM A
ENERGI ( PERLU WAKTU BEBERAPA JAM)
3.
PENGANGKUTAN LEMAK MENINGKAT
ASAM ASETO ASETAT MENINGKAT
DI HATI
CAIRAN TUBUH
KETOSIS

INSULIN & KH
TANPA KEDUANYA
PERTUMBUHAN

HORMON PERTUMBUHAN GAGAL MENYEBABKAN

PERANGSANGAN PERTUMBUHAN TULANG RAWAN DAN TULANG


1. PENINGKATANTIMBUNAN PROTEIN OLEH SEL KONDROSITIK & SEL
OSTEOGENIK
PERTUMBUHAN TULANG
2. MENINGKATKAN KECEPATAN REPRODUKSI SEL KONDROSITIK & SEL
OSTEOGENIK
3. EFEK KHUSUS MENGUBAH KONDROSIT MENJADI SEL OSTEOGENIK
TIMBUNAN KHUSUS TULANG BARU
MEKANISME PERTUMBUHAN TULANG
1. TULANG PANJANG TUMBUH SECARA MEMANJANG PADA KARTILAGO
EPIFISIS
KARTILAGO BARU
TULANG BARU
2. OSTEOBLAS
TULANG BARU DI PERMUKAAN TULANG LAMA,
OSTEOKLAS MERESORPSI TULANG LAMA
A. BILA GH MERANGSANG OSTEOBLAS > RESORPSI
PEMBESARAN
TULANG
B. GH
HATI MEMPRODUKSI SOMATOMEDIN
PERTUMBUHAN
TULANG
SOMATOMEDIN DISEBUT FAKTOR PERTUMBUHAN MIRIP
INSULIN
(IGF)

PENGATURAN SEKRESI HORMON PERTUMBUHAN


PENGARUH :
1. KELAPARAN
2. HIPOGLIKEMI/RENDAHNYA KONSENTRASI ASAM LEMAK
DARAH
3. LATIHAN
4. KETEGANGAN
5. TRAUMA

KELAINAN SEKRESI GH
1. PANHIPOPITUITARISME
PENINGKATAN SELURUH HORMON HIPOFISIS ANTERIOR
A. KONGINETAL
B. MENDADAK/PERLAHAN PADA MASA KEHIDUPAN
2. DWARFISME
A. PENYEBAB BEBERAPA KARENA PANHIPOPITUISTARISME
B. KECEPATAN PERTUMBUHAN MENINGKAT
ANAK USIA 10 TH SEPERTI USIA 4-5 TH
20 TH SEPERTI USIA 7-10 TH

PENGOBATAN : PEMBERIAN GH MANUSIA YANG DISINTESIS DARI


GH
DENGAN TEKNIK DNA REKOMBINASI DENGAN
BANTUAN E. COLI
PANHIPOPITUITARISME PADA ORANG DEWASA
PENYEBAB: 1. KRANIOFARINGIOMA
2. TUMOR KROMOFOB
3. TROMBOSIS PADA PEMBULUH DARAH HIPOFISIS
BISA JUGA KHUSUS TERJADI PADA IBU YANG MENGALAMI SYOK
SESUDAH MELAHIRKAN
EFEK: 1. HIPOTIROIDISME
2. BERKURANGNYA PRODUKSI GLUKOKORTIROID OLEH
KELENJAR ADRENAL
3. TERTEKANNYA SEKRESI HORMON GONADOTROPIN
FUNGSI SEKSUAL
HILANG

3. GIGANTISME
PENINGKATAN PRODUKSI GH
SELURUH TUBUH CEPAT SEKALI
HIPERGLIKEMIA
PANKREAS BERDEGENERASI
HIPERGLIKEMIA

PERTUMBUHAN
TULANG
RAKSASA
KARENA
GH

DIABETES MELLITUS LENGKAP


PANHIPOPUTUITARISME
KEMATIAN AWAL DEWASA
4. AKROMEGALI
TERJADI SESUDAH DEWASA MUDA
TIDAK BISA
BERTAMBAH FUNGSI
JARINGAN IKAT LONGGAR & TEBAL TULANG MASIH TETAP
TUMBUH

PEMBESARAN:
1. PADA TULANG TANGAN DAN KAKI
2. PADA TULANG MEMBRANOSA
A. TULANG TENGKORAK
B. HIDUNG
C. PENONJOLAN TULANG DAHI, TEPI SUPRA ORBITAL, BAGIAN
BAWAH RAHANG
& TULANG VERTEBRA
D. KIFOSIS (BENGKAK)
E. ORGAN JARINGAN LEMAK : LIDAH, HATI & GINJAL
3. PENURUNAN GH
PENURUNAN TIMBUNAN PROTEIN
PENUAAN
4. PEMBERIAN GH ANTI PENUAAN
KARENA: 1. PENINGKATAN TIMBUNAN PROTEIN DI TUBUH
(OTOT)
2. PENURUNAN PENIMBUNAN LEMAK
3. PENURUNAN DORONGAN ENERGI FISIK

HIPOFISIS POSTERIOR
ADH DIBENTUK DI DALAM NUKLEUS SUPRAOPTIK
OKSITOSIN DIBENTUK DI DALAM NUKLEUS PARAVENTRIKEL
ADH BILA TIDAK ADA
TIDAK
MEREABSORBSI AIR

DUKTUS & TUBULUS KOLIGEN HAMPIR


PERMIABLE TERHADAP AIR
MENCEGAH
AIR DI URIN MENINGKAT

BILA CAIRAN EKSTRA SELULER TERLALU PEKAT ADH


DISEKRESIKAN
PERMEABILITAS DUKTUS KOLIGENTES
TERHADAP AIR MENINGKAT
MENGENCERKAN CAIRAN
EKSTRASELULER BEGITU JUGA SEBALIKNYA
ADH
MENYEMPITKAN ARTERIOL
PENINGKATAN TEKANAN
ARTERI (VASOPRESIN)
VASOPRESIN MENINGKAT JIKA TERJADI PENURUNAN VOLUME
DARAH (15-25%)OKSITOSIN
OKSITOSIN
MERANGSANG UTERUS
PERSALINAN
PROSES LAKTASI
KONTRAKSI SEL-SEL MIOEPITEL MEMBENTUK
KISI-KISI MENGELILINGI ALVEOLI KELENJAR PAYUDARA
PELEPASAN (MILK LETDOW) ATAU ( MILK ERECTION)

Hormon Tiroid
Tiroksin 93% diubah menjadi
triodotironin di jaringan
Triodotironin 7%
kecepatan & intensitas kerjanya 4x lipat
tiroksin
Kalsitonin

Kebutuhan Iodium Pembentukan Tiroksin


50 mg iodium dlm bentuk iodida/tahun atau I mg/mgg
Iodida
1. Diabsorpsi disaluran cerna (mirip klorida).
dipakai utk sintesis hormon tiroid, sisanya dikeluarkan di
ginjal.
2. Pengangkutan iodida oleh darah ke folikel kelenjar tiroid
3. Membran basal sel tiroid memompa iodida scr aktif ke bagian
dlm sel (iodide troping/penjeratan)
4. Perubahan iodida menjadi iodium yg teroksidasi balik Io atau
I3 yg mampu berikatan dgn aminotiroksin
5. Enzim peroksidase & H2O2ase meningkatkan oksidasi

6.

7.

8.

Iodium berikatan dgn tiroglobulin Organifikasi tiroglobulin


Tiroglobulin disintesis dan disekresi oleh apparatus golgi &
retikulum endoplasma dr kel. Tiroid
Setiap molekul tiroglobulin mengandung 70 asam amino
tirosin
Tiroglobulin bergabung dgn iodida membentuk hormon tiroid.
sisa dr molekul tiroglobulin selama sintesis hormon tiroid
terbentuk asam amino tirosin tiroksin & triodotironin
Di sel tiroid iodium teroksidasi berasosiasi dgn enzim iodinase
(I) proses bbrp detik/menit iodium berikatan dgn asam
amino tirosin

I2 + Tirosin iodinase monoiodotirosin + Diiodotirosin triodotironin


DiIodotirosin + DiIodotirosin tiroksin
Penyimpanan hormon tiroid didalam folikel

Pelepasan Tiroksin & Triodotironin dr


Kel. Tiroid
Sel tiroid menjulurkan pseudopodia vesikel
pinositik
Lisosom bergabung dg vesikel vesikel
digestif
Proteinase mencernakan tiroglobulin
melepaskan tiroksin & triodotironin darah
(berikatan dgn protein plasma)
Dalam besar berikatan dg globulin pengikat
tiroksin
Dalam sedikit berikatan dg prealbumin pengikat
tiroksin & albumin

Waktu Laten & Lama Kerja Hormon


Tiroksin

Laju
Metabolism
e Basal
(BMR)

Hari

Fungsi Hormon Tiroid Dlm


Jaringan

1. Meningkatkan transkripsi sejumlah besar gen


Sintesis protein
Tiroksin & triodotironin me & aktivitas
mitokondria me kecepatan pembentukan
ATP Fungsi seluler
Transpor aktif ion melalui membran
- enzim Na-K ATPase me me
kecepatan transpor Na & K melalui membran
sel metabolisme tubuh me
Efek terhadap pertumbuhan
- pertumbuhan anak-anak hipo &
hipertiroidisme
- me pertumbuhan dan perkembangan otak

Efek pd mekanisme tubuh spesifik


1. Metabolisme karbohidrat

me
me
me
me

glikolisis
glukogenesis
kecepatan absorpsi di sal. Cerna
sekresi insulin

2. Metabolisme lemak

Pemecahan lemak
Mempercepat proses oksidasi asam lemak bebas

3. Plasma & lemak hati pe hormon tiroid:

Me kolesterol, fosfolipid, & trigliserida darah

Me asam lemak bebas


Sebaliknya bila hormon tiroid me:
Kolesterol, fosfolipid, & trigliserida pengendapan lemak di hati
4.

Metabolisme vitamin
me kebutuhan akan vitamin (karena vitamin bagian penting
dari enzim)

5. Me laju metabolisme basal 60-100%

6. Efek pd berat badan me berat badan,


bila produksi turun me berat badan
7. Efek pd kardiovaskular
- me aliran darah & curah jantung
- me frekuensi denyut jantung
- me kekuatan denyut jantung
- pe sedikit volume darah (krn vasodiltasi)
- tek. Arteri rata2 tdk berubah tetapi tekanan nadi
sering me karena aliran darah me
8. Efek pd respirasi
karena metabolisme & pemakaian O2 me
kecepatan & kedalaman respirasi
9. Efek pd sal. Cerna
- me nafsu makan
- me sekresi getah pencernaan
10. SSP me kcpatan brfikir, disosiasi berfikir
cemas & psikoneurotik
11. Fungsi otot tremor (katabolisme protein)
12. Efek pd tidur kesulitan tidur

13. Efek pd kelenjar endokrin lain


- me insulin
- me kebutuhan hormon paratiroid
- me inaktivasi glukokortikoid adrenal pe umpan balik ke
hipofisis anterior me kec. sekresi glukokortikoid oleh
kelenjar adrenal
14. Efek pd fungsi seksual
Tiroid
Tiroid

impotensi
Libido
oligomenore

-Menoragia &
polimenore
- bisa juga
amenore & pe
libido

Pengaturan sekresi
TRH

(Hipotalamus)
(tirotropin)

TSH
Hipofisis Anterior

Umpan balik

tiroid

Kelainan Kelenjar Tiroid


1.Hipertiroid/Goutertoksika/Tirotoksikosis/Penyakit Grave
Penyebab : antibodi autoimun
Gejala : a. - mudah tersinggung
- intoleransi terhadap panas
- berkeringat banyak
- BB berkurang
- Diare
- Kelemahan otot
- Kecemasan
- Insomnia
- Tremor
b. eksoftalmos protrusi bola mata

2. Hipotiroid

Penyebab : autoimun
Pembesaran kelenjar tiroid
Gouter koloid endemik kekurangan iodium
Gouter koloid nontoksik idiopatik, bukan karena
kekurangan iodium tetapi sekresi hormonnya
tertekan
Gejala : rasa capek, rasa mengantuk somnolen,
kelemahan otot, kecepatan denyut jantung,
curah jantung, volume darah, konstipasi,
kelemahan mental kurangnya pertumbuhan
rambut, kulit bersisik, suara parau, dan kasus
berat -- miksedema

Kretinisme
Karena hipotiroidisme ekstrem pd masa janin
bayi & anak-anak penyebab : kongenital
Gagalnya pertumbuhan anak
Retardasi mental
Kretinisme endemik kekurangan iodium
Pertumbuhan rangka < pertumbuhan
jaringan lunak - pendek & gemuk
- lidah besar menelan & bernafas
terhambat pernafasan bunyi tercekik
(guttural)

Thank you..