Anda di halaman 1dari 53

Presentasi Kasus Geriatri

Pembimbing:
dr. Noer Saelan Tadjudin, Sp.KJ
Disusun oleh:
Evelyn Patricia
(406148144)

Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara


Panti Werdha Kristen Hana Ciputat,
Tangerang
Periode 6 Juni 2016 16 Juli 2016

Identitas

Nama:: Oma Lenny Hendrasari


Tempat/Tanggal Lahir : Solo, 19 Desember 1936
Umur : 79 tahun
Status Pernikahan : Menikah (Sekarang janda karena suami
meninggal)
Jenis Kelamin: Perempuan
Agama : Kristen Protestan
Suku Bangsa : Tionghoa
Pendidikan Terakhir : Lulus Sekolah Guru Atas (SGA), sederajat dengan
SMA
Pekerjaan Terakhir : Guru SD
Tanggal Masuk PWK : 9 Mei 2008
Alasan Masuk Panti : Atas keinginan sendiri
Alat Bantu Jalan : Offset cane

Anamnesa
Diperoleh dari autoanamnesa tanggal
27 Juni 30 Juni 2016
Keluhan Utama
: Nyeri sendi
pada kedua
lutut
Keluhan Tambahan : Kedua kaki
terasa kaku,
Kedua mata
terasa kering

Riwayat penyakit sekarang


Oma mengeluh nyeri sendi pada kedua lutut.
Keluhan ini dirasakan Oma pertama kali sejak 28
tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1987, pada
saat Oma berusia 51 tahun. Oma mengatakan
keluhannya ini sering hilang timbul. Nyeri muncul
terutama pada saat cuaca dingin atau saat mandi
menggunakan air dingin. Nyeri sendi pada kedua
lutut Oma diperberat ketika Oma melakukan
aktivitas dan membaik setelah beristirahat. Oma
terkadang merasakan lututnya kaku pada pagi hari
selama <10 menit. Kaku akan hilang jika Oma
menggerak-gerakkan kakinya. Riwayat trauma
disangkal, tidak terdapat kemerahan, bengkak,
maupun deformitas. Oma mengkonsumsi obat
Ibuprofen 200 mg secara oral apabila Oma merasa

Oma juga mengeluh kedua matanya


terasa kering. Keluhan ini dirasakan Oma
pertama kali pada tahun 2008. Oma
mengatakan
kemungkinan
mata
keringnya dikarenakan faktor usia dan
menggunakan softlens. Oma sudah
konsultasi dengan dokter spesialis mata
dan diberi Cendolyter (Ion Natrium &
Kalium dengan Benzalkonium Cl) . Ketika
Oma merasakan mata Oma kering, Oma
meneteskan obat mata tersebut pada
kedua matanya dan setelah itu ada
perbaikan. Obat itu diteteskan pada

Oma mengaku menderita Diabetes


Mellitus tipe 2 sejak tahun 2005. Pada
saat itu, Oma mengeluhkan sering buang
air kecil pada malam hari, yaitu 5 6
kali. Oma sudah konsultasi dengan
dokter spesialis penyakit dalam tentang
keluhannya, melakukan pemeriksaan
gula darah, dan diberi obat. Sekarang
obat yang dikonsumsi Oma untuk
penyakit
Diabetes
Melitus
adalah
Glucobay
(Acarbose)
2x/hari.
Obat
tersebut diminum Oma di pagi hari. Oma
mengatakan saat ini pada malam hari
buang air kecilnya sudah berkurang

Oma juga mengaku menderita darah


tinggi sejak tahun 2008. Saat itu,
tekanan darah Oma sering mencapai 150
mmHg. Oma sering mengeluh pusing
pada saat itu sehingga pergi ke dokter
untuk
konsultasi.
Saat
itu
Oma
didiagnosa menderita hipertensi, Oma
diberi obat Captopril, namun karena Oma
menjadi
batuk-batuk,
obat
diganti
menjadi Calcianta (Nifedipine) 2x/hari.
Saat ini tekanan darah Oma sudah
terkontrol baik menjadi 130/ 60 mmHg
dan keluhan pusing sudah tidak ada.

Selain itu Oma juga mengkonsumsi obat Fasorbid


5 mg tab (Isosorbite dinitrate) 2x/hari. Obat itu
dikonsumsi Oma setelah melakukan rekam
jantung (EKG) pada saat masuk PWK Hana tahun
2008 yang hasilnya dikatakan dokter ada
penyumbatan. Obat tersebut sampai saat ini
masih diminum teratur oleh Oma dan tidak ada
keluhan.
Oma
juga
mengkonsumsi
obat
pengencer darah yaitu Ascardia 80 mg tablet
(asam asetilsalisilat) sebagai obat tambahan.
Obat ini diminum Oma selang sehari.

Oma juga mengatakan dokter pernah mendiagnosis


mata kanannya glaukoma sekitar 4 tahun yang lalu.
Saat itu Oma ke dokter spesialis mata karena
mengeluh mata kanannya nyeri. Sejak saat itu, Oma
diberikan obat tetes Timol 0,5% (timolol maleate)
yang digunakan Oma secara rutin hingga sekarang
pada
mata
kanannya.
Saat
ini
Oma
juga
menggunakan softlens setiap hari di mata kirinya
karena dulu saat Oma menjalani operasi katarak pada
mata kirinya tahun 1986, tidak dilakukan penanaman
lensa pengganti. Oma mengaku setiap malam ketika
ingin tidur Oma melepaskan softlensnya tersebut.

Oma mengaku kesulitan untuk membaca


bila tidak menggunakan kacamata dan
merasa lelah jika membaca cukup lama.
Kacamata sudah digunakan selama hampir
30 tahun lamanya, dan ukuran kacamata
yang digunakan sekarang adalah +3.00
dioptri. Oma mengaku merasa cocok
dengan kacamata tersebut Oma membaca
lebih jelas dan tidak cepat lelah.

Oma rutin meminum cavit D3 (calcium


hydrogen, phospate dihydrate 500 mg,
cholecalciferol 133 IU) 1x/hari untuk
mencukupi kebutuhan kalsium tulang Oma
dan mencegah pengeroposan tulang.
Untuk mencukupi kebutuhan vitamin di
tubuh Oma, Oma juga mengkonsumsi
secara teratur vitamin yang diberikan oleh
dokter PWK Hana yaitu Neurodex (vit B1
100 mg, B6 200 mg, B12 250 mcg) sekali
sehari.
Oma mengaku sudah cukup lama
giginya tidak lengkap, namun Oma tidak
mau menggunakan gigi palsu. Oma

Riwayat penyakit dahulu


Katarak ODS (1985)
Iskemia Miokard pada anteroseptal
dan lateral jantung (2008)
Fraktur lengan atas kanan e.c jatuh
di kamar mandi (2000)

Riwayat operasi
Operasi fraktur lengan kanan atas (riwayat
jatuh di kamar mandi) pada tahun 2000
Operasi katarak mata kiri pada tahun 1986
dan mata kanan pada tahun 1988. Saat
operasi, mata kanan ditanam lensa buatan,
namun mata kiri tidak dilakukan karena saat
itu tidak tersedia lensa. Beberapa tahun
lalu, Oma ingin melakukan penanaman
lensa untuk mata kirinya, namun tidak
dapat dilakukan karena risiko tinggi. Oma
tidak mengerti maksud dokter mengenai
risiko tinggi tersebut. Oleh karena itu, Oma
menggunakan softlens setiap hari pada

Riwayat penyakit keluarga

Penyakit darah tinggi (+) pada ibu


Penyakit jantung (+) pada ayah
Penyakit kencing manis disangkal
Penyakit ginjal disangkal
Penyakit paru disangkal
Asma disangkal
Alergi disangkal
Keganasan disangkal

Riwayat kebiasaan
Setiap malam Oma tidur sekitar pukul 22.00
WIB dan bangun pada dini hari sekitar pukul
04.00 WIB, tidak ada keluhan mengenai tidur.
Lalu
Oma
mandi
sekitar
jam
05.00
menggunakan
air
hangat,
ini
untuk
menghindari nyeri lutut Oma. Lalu Oma
menunggu jam untuk tensi 05.30 dan setelah
itu biasanya Oma membereskan kamar. Sekitar
jam 08.00 Oma mengikuti berbagai acara di
gereja seperti doa pagi dan paduan suara. Oma
aktif di kegiatan gereja yang diselenggarakan di
PWK Hana. Selain itu, Oma juga mengikuti
kegiatan senam di PWK. Kegiatan senam Oma

Riwayat makan dan minum


Nafsu makan baik, 3x sehari diselingi 2x
cemilan, porsi cukup dan teratur. Biasanya
mengkonsumsi makanan yang disediakan dari
PWK Hana. Oma mengaku ada kalanya tidak
suka sama menu yang disediakan dari panti,
tetapi Oma tetap makan saja. Oma juga
mengaku sehari-hari Oma suka makan biskuit,
buah pisang, dan kadang-kadang jajan kue-kue
di luar. Untuk minum, Oma mengkonsumsi air
putih 6 gelas per hari (gelas 300 cc). Riwayat
merokok, alkohol dan narkoba disangkal.

Riwayat kehidupan pribadi


Riwayat prenatal, perinatal, masa kanak-kanak
dan remaja
Oma merupakan anak keenam dari delapan bersaudara
dari satu orang ayah dan satu orang ibu. Oma lahir di Solo
pada tanggal 19 Desember 1936. Oma mengatakan kedua
orang tua Oma sudah meninggal dunia. Ayah Oma
meninggal karena penyakit jantung dan ibu Oma
meninggal karena jatuh dan ada riwayat darah tinggi. Oma
mengatakan bahwa di keluarganya tersisa Oma dan kedua
adik Oma. Sewaktu muda Oma merasa hidupnya cukup
bahagia, beliau sangat dekat dengan kakak perempuan
dan kakak laki-laki beliau. Namun, Oma tidak pernah
bertemu dengan kakak laki-laki pertama Oma maupun
kakak perempuan pertama Oma dikarenakan
mereka
sudah meninggal ketika Oma belum lahir.

Riwayat kehidupan pribadi


Riwayat Pendidikan
Oma bersekolah dari SD hingga SGA di Solo. Saat SD
Oma bersekolah di sekolah Tionghoa, SMP di sekolah
Katolik, dan SGA di sekolah Kristen. Sembari sekolah,
Oma juga sering mengikuti kursus Bahasa Inggris,
menjahit dan mengetik. Sebenarnya Oma tidak bercitacita untuk masuk SGA dan menjadi guru, tetapi ingin
melanjutkan pendidikan di Sekolah Asisten Apoteker
(SAA) atau mengambil jurusan bahasa Inggris, namun di
kota Solo tidak ada SAA dan karena alasan ekonomi.
Oma akhirnya melanjutkan pendidikan di SGA yang
berada di Solo. Saat masuk SGA, Oma mengaku tidak
menyesal dan menikmati pelajaran di sekolahnya.

Riwayat kehidupan pribadi


Riwayat pekerjaan
Setelah Oma tamat dari SGA, Oma mulai mengajar di
beberapa Sekolah Dasar (SD). Oma mengajar di Solo
selama sekitar 10 tahun, lalu Oma pindah ke Jakarta. Di
Jakarta, Oma mengajar di SDK Penabur 3 selama sekitar
10 tahun. Setelah Oma berhenti menjadi guru SD, Oma
menjadi guru les pelajaran anak-anak sekolah. Tidak
lama menjadi guru les, lalu Oma berhenti untuk fokus
menjadi ibu rumah tanga. Oma mengaku merasa puas
dan bangga karena anak-anak didik Oma banyak yang
sudah menjadi orang yang sukses. Oma masuk ke PWK
Hana disponsori oleh GKI Gunung Sari yang menaungi
SDK Penabur 3 tempat Oma mengajar dulu.

Riwayat kehidupan pribadi


Riwayat perkawinan
Oma menikah pada usia 25 tahun dengan
seorang pria yang saat itu sudah dikenalnya
selama 5 tahun. Mereka tidak memiliki anak.
Suami Oma sudah meninggal pada tahun 2005
akibat penyakit jantung. Saat itu suami Oma
sudah sakit selama beberapa bulan sebelum
akhirnya meninggal dunia. Saat itu Oma
merasa sedih, tetapi masih beraktivitas seperti
biasanya. Oma mengaku sudah ikhlas dengan
kepergian suaminya. Saat ini, Oma mengaku
senang karena memiliki banyak keponakan
yang memerhatikannya.

Riwayat kehidupan pribadi


Riwayat Keluarga
Oma merupakan anak keenam dari
delapan bersaudara dari satu orang ayah
dan satu orang ibu. Oma lahir di Solo, 19
Desember 1936. Oma mengatakan kedua
orang tua sudah meninggal dunia. Ayah
Oma sudah meninggal karena penyakit
jantung dan ibu Oma juga sudah
meninggal karena jatuh dan ada riwayat
darah tinggi.

Genogram

Riwayat kehidupan sosial


Oma mengaku senang tinggal di PWK
Hana. Selama 8 tahun, Oma tinggal di
Asrama Lama dan sekarang Oma sudah
pindah ke Pavillion Kasih di PWK Hana sejak
tanggal 25 Oktober 2015 kemarin. Oma
mengaku senang dengan suasana baru di
Pavillion
Kasih,
hanya
saja
Oma
mengatakan kamar di Pavillion Kasih lebih
kecil dan sempit. Oma sehari-hari lebih
sering berbincang dengan Oma Eny Tjipto.
Oma juga mengatakan tidak suka konflik
sehingga
lebih
cenderung
untuk

Riwayat agama
Oma lahir dan dibesarkan di keluarga
Khong Hu Chu. Oma mulai mengetahui
tentang Alkitab saat bersekolah di SMP
Katolik. Namun saat itu Oma belum
terlalu memikirkan agama. Setelah
Oma masuk SGA Kristen, Oma belajar
lebih banyak mengenai alkitab dan
memutuskan untuk dibaptis menurut
agama
Kristen
Protestan.
Oma
mengaku percaya terhadap agama
yang
dipeluknya
sekarang
dan

Persepsi tentang diri sendiri


dan kehidupannya
Oma merasa cukup senang dengan
kehidupannya sekarang karena Oma
bisa ditempatkan di PWK sehingga
Oma tidak perlu terlalu merepotkan
orang di sekitarnya dan berada di
tempat
dimana
Oma
dapat
melakukan banyak kegiatan.

Pemeriksaan Fisik
TANDA VITAL
Kesadaran
: Compos mentis
GCS: 15
Keadaan Umum : Baik
Tinggi badan: 162 cm
Berat badan : 60 kg
IMT : 22,86 kg/m2
Tekanan Darah : 130/60 mmHg
Nadi : 72 x / menit, reguler, kuat angkat, isi cukup
Pernafasan : 18 x / menit, tipe pernapasan
thorakoabdominal
Status gizi : Baik

Resume
Telah diperiksa seorang wanita berusia 79
tahun dengan keluhan nyeri pada kedua
lutut. Keluhan nyeri sendi pada kedua lutut
ini dirasakan Oma pertama kali sejak 28
tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1987,
pada saat Oma berusia 51 tahun. Namun
keluhan yang pada saat itu Oma rasakan
bersifat nyeri ringan dan membaik ketika
beristirahat. Oma merasakan keluhannya
muncul lagi 10 tahun belakangan ini.
Keluhan nyeri sendi tidak dirasakan setiap
hari. Nyeri yang dirasakan Oma terutama

Resume
Nyeri sendi pada kedua lutut Oma
diperberat ketika Oma melakukan aktivitas
dan membaik setelah beristirahat. Oma
terkadang merasakan lututnya kaku pada
pagi hari selama <10menit. Kaku akan
hilang jika Oma menggerak-gerakan
kakinya. Riwayat trauma disangkal, tidak
terdapat kemerahan, bengkak, maupun
deformitas. Apabila Oma merasa nyeri pada
kedua lutut, Oma langsung meminum obat
Ibuprofen 200 mg secara oral dan biasanya
keluhan nyeri Oma membaik setelah

Resume
Oma juga mengeluhkan kering pada kedua
mata. Keluhan ini dirasakan Oma pertama
kali pada tahun 2008.Ketika Oma
merasakan matanya kering, Oma
meneteskan Cendolyter (Ion Natrium &
Kalium dengan Benzalkonium Cl) pada
kedua matanya dan biasanya setelah itu
ada perbaikan. Obat itu diteteskan pada
kedua mata Oma hanya pada keadaan
kering saja.

Resume
Sejak tahun 2005, Oma dikatakan memiliki
kencing manis yang saat ini terkontrol obat
Selain itu, sejak tahun 2008 Oma dikatakan
memiliki darah tinggi setelah diperiksa tensi
tertinggi 150/90 mmHg. Lalu Oma rutin
minum obat hingga saat ini dan tensi
terkontrol dengan baik 130/60 mmHg.
Oma mengaku kesulitan untuk membaca
bila tidak menggunakan kacamata dan
merasa lelah jika membaca cukup lama.
Kacamata sudah digunakan selama hampir
30 tahun lamanya, dan ukuran kacamata

Resume
Riwayat Penyakit Dahulu:
Katarak ODS, sudah dioperasi pada tahun 1986 (mata kiri)
dan 1988 (mata kanan).
Iskemia Miokard pada anteroseptal dan lateral jantung
Fraktur lengan atas kanan.
Riwayat Penyakit Keluarga:
Penyakit jantung pada ayah
Penyakit darah tinggi pada ibu
Riwayat Operasi:
Operasi fraktur lengan kanan atas (2000)
Operasi katarak mata kiri (1986) dan kanan (1988)

Kesan Status Internis


Pada pemeriksaan mata ditemukan: Arcus
Senilis (+),lensa OD pseudofakia, lensa OS
afakia, VOD: 3/60, VOS: 3/60, lapang
pandang OD menyempit.
Pada pemeriksaan telinga ditemukan :
serumen (+) ADS
Pada pemeriksaan gigi ditemukan :
edentulous
Pada pemeriksaan Jantung: batas kiri di
ICS VI linea midclavicula sinistra.
Pada pemeriksaan kulit: Sedikit keriput,
pigmentasi (+)
Pada pemeriksaan punggung: Kifosis
thoracal (+)

Kesan Status Neurologis

Tes provokasi
Laseque (+) 45

Status mentalis
Short Portable Mental Status
Questioner (SPMSQ): 0 (Fungsi
Intelektual utuh)
Pemeriksaan Mini Mental State
Examination (MMSE): Skor 28
(tidak ada gangguan kognitif)
Geriatric Depression Scale
(GDS): Skor 2 (tidak depresi)
Activities of Daily Living (Indeks
ADL Barthel): Skor 20 (mandiri)

Pemeriksaan gula darah


2/6

3/7

201

20

15

GDP

132

2PP

153

13
2
11
0

5/8

8/9

201 201
5

2/1

4/1

201 201
5

7/1

4/2

201 201
6

160 136 156 169 142 118


156 153 103 188 128 132

4/3

4/4

4/5

4/6

9/7

201 201 201 201 201


6

147 157 199 167 173


147 169 171 180 201

Pemeriksaan laboratorium
Nama Pemeriksaan
HEMATOLOGI
Hemoglobin

Hasil

Nilai Rujukan

11,7

11,7-15,5 g/dL

KIMIA
Glukosa Puasa

134

HbA1c (A1c) NGSP

6.8

<100 mg/dL

Cholesterol LDL Direk

95

< 100 mg/dL

Trigliserida

125

< 150 mg/dL

Urea N

14

8 23 mg/dL

Ureum

29

17 49 mg/dL

Kreatinin

0.84

0.5 0.9 mg/dL

eLFG (CKD-EPI)

67

< 5.70 mg/dL

Asam urat

4.1

Permasalahan
Biologis
Nyeri pada
kedua lutut
terutama
pada saat
cuaca dingin

Mata kering
di kedua
mata

Psikosos
ial

Lingkun
gan

Tidak ada
masalah

Tidak ada
masalah

Diagnosis Utama
Nyeri sendi pada kedua lutut dekstrasinistra et causa osteoarthritis genu
bilateral. DD/: Rhematoid Arthritis.

Mata kering (dry eye) et causa


berkurangnya produksi komponen air
mata (musin, akueous dan lipid) karena
penuaan dan pemakaian softlens

Diagnosis Tambahan
Diabetes
Mellitus
tipe 2
terkontrol
obat
Edentulo
us

Hipertens
i Grade I
terkontrol
obat

Presbiopi
a ODS

Pseudofa
kia OD

Glaukom
a sudut
terbuka
OD

Afakia OS

Pemeriksaan yang
dianjurkan
Foto rontgen genu AP Lateral
bilateral
Pemeriksaan laboratorium setiap 6
bulan:
Hematologi rutin: Hemoglobin,
Eritrosit, Hematokrit, Trombosit,
Leukosit, LED, Hitung Jenis
Kimia darah: Asam Urat, SGOT, SGPT,
Ureum, Kreatinin
Profil Lipid: Kolesterol total, LDL, HDL,
Trigliserida
Urin Rutin: Warna, Berat Jenis, pH,
Nitrit Protein, Keton, Leukosit, Eritrosit,
Glukosa, Urobilinogen, Bilirubin,
darah, silinder, kristal, bakteri
Koagulasi darah : PT, aPTT

Pemeriksaan kadar GDP dan GD2PP


setiap bulan
Pemeriksaan anti-CCP dan
rheumatoid factor
Pemeriksaan HbA1C setiap 3 bulan
Pemeriksaan tekanan darah tiap
hari
Pemeriksaan EKG
Konsul ke dokter spesialis mata
Konsul ke dokter gigi

Terapi yang
didapatkan
saat ini

Ibuprofen 200 mg tablet

Farmakologi
s

Renadinac tab (Na-diclofenac) 3x 25 mg p.r.n


nyeri
Osteoflam (Glukosamin hidroklorida 250 mg,
chondroitin sulfat 200 mg, vitamin C 25 mg,
mangan 5 mg, zink 2.5 mg, manganese 0.25
mg, metil sulfonyl, methane 350 mg) 1 kali
selang sehari.

Nonfarmakologi
s

Jangan mengangkat barang yang beratberat, mengurangi berat badan, istirahat


yang cukup, olahraga yang teratur.
Anjurkan foto rontgen genu AP Lateral,
anti-CCP, dan rhematoid factor.

Nyeri sendi pada kedua lutut et causa susp.: - Osteoarthritis


genu bilateral
DD: Rhematoid Arthritis

Rencana Pengelolaan:

Terapi yang
didapatkan
saat ini

Cendolyter (Ion Natrium & Kalium


dengan Benzalkonium Cl) p.r.n
kering

Farmakologi
s

Teruskan terapi (Cendolyter (Ion Natrium


& Kalium dengan Benzalkonium Cl) p.r.n
kering

Nonfarmakologi
s

Hindari membaca terlalu lama, cukup


tidur, tidak terlalu lama menggunakan
softlens
Konsultasi ke dokter mata

Dry eyes syndrome ODS


Et causa berkurangnya produksi komponen air mata (musin,
akueous dan lipid) karena penuaan dan pemakaian softlens.

Rencana Pengelolaan:

Terapi yang
didapatkan
saat ini

Glucobay (Acarbose) 5 mg tab 1-0-1

Farmakologis

Teruskan terapi, tambahkan Metformin


500 mg tablet 0-0-1 (malam hari) untuk
menurunkan gula darah puasa

Nonfarmakologis

Porsi karbohidrat secukupnya, kurangi


makan makanan/cemilan yang manismanis, rutin berolahraga, perbanyak
makan-makanan yang berserat, makan
sering tapi dengan porsi sedikit (small
frequent feeding)
Melakukan pemeriksaan GDP dan GD2PP
rutin tiap bulan, kontrol pemeriksaan
HbA1c setiap 3 bulan.

Diabetes Mellitus tipe 2 terkontrol obat

Rencana Pengelolaan:

Terapi yang
didapatkan
saat ini

Calcianta tab (Nifedipin) 5 mg 1-0-1

Farmakologi
s

Teruskan terapi (Calcianta tab


(Nifedipin) 5 mg 1-0-1)

Nonfarmakologi
s

Asupan
garam
tidak
berlebihan,
menghindari stres, rutin berolahraga,
hindari rokok dan alkohol
Melakukan pemeriksaan tekanan darah
rutin setiap hari.

Hipertensi grade I terkontrol obat

Rencana Pengelolaan:

Rencana Pengelolaan:
Pseudofakia OD

Terapi yang
didapatkan
saat ini

Farmakologi
s

Nonfarmakologi
s

Anjurkan melakukan
dokter spesialis mata

kontrol

ke

Terapi yang
didapatkan
saat ini

Soflens

Farmakologi
s

Nonfarmakologi
s

Anjurkan melakukan kontrol ke


dokter
spesialis
mata
dan
dipertimbangkan
operasi
penanaman lensa.

Afakia OS

Rencana Pengelolaan:

Terapi yang
didapatkan
saat ini

Timol 0,5% eyedrops (timolol


maleate) 3x1 tetes OD

Farmakologi
s

Timol 0,5% eyedrops (timolol


maleate) 3x1 tetes OD

Nonfarmakologi
s

Menghindari
membaca
sambil
berbaring di tempat gelap, olahraga
secara teratur, menghindari stres
fisik dan mental.
Anjurkan melakukan kontrol ke
dokter spesialis mata.

Glaukoma sudut terbuka OD

Rencana Pengelolaan:

Terapi yang
didapatkan
saat ini

Kacamata baca +3.00 dioptri ODS

Farmakologi
s

Nonfarmakologi
s

Teruskan
pemakaian
kacamata
+3.00 dioptri
Kontrol ke dokter spesialis mata
setiap 6 bulan.

Presbiopia ODS

Rencana Pengelolaan:

Terapi yang
didapatkan
saat ini

Farmakologi
s

Nonfarmakologi
s

Anjurkan melakukan kontrol ke


dokter
gigi,
untuk
dilakukan
pemeriksaan
lengkap
untuk
penggunaan gigi palsu baru.

Edentulous

Rencana Pengelolaan:

Prognosis
Ad vitam : bonam
Ad functionam : dubia ad bonam
Ad sanationam : dubia ad malam

Ad vitam : bonam
Ad functionam : dubia ad bonam
Ad sanationam : dubia ad malam

Nyeri sendi
pada kedua
lutut e.c
osteoarthrit
is genu
bilateral DD
rheumatoid
arthritis

Dry Eyes
Syndrome

Hipertensi
Grade I
terkontrol
obat

Diabetes
Mellitus
tipe 2
terkontrol
obat

Ad vitam: Dubia ad bonam


Ad functionam
: Dubia ad bonam
Ad sanationam
: Dubia ad malam

Ad vitam : Dubia ad bonam


Ad functionam: Dubia ad bonam
Ad sanationam: Dubia ad malam

Prognosis
Ad vitam : Bonam
Ad functionam : Dubia ad bonam
Ad sanationam : Dubia ad bonam

Ad vitam : Dubia ad bonam


Ad functionam : Dubia ad malam
Ad sanationam : Dubia ad malam

Pseudof
akia OD

Afakia
OS

Presbiop
ia ODS

Glaukom
a sudut
terbuka
OD

Ad vitam : Bonam
Ad functionam : Dubia ad bonam
Ad sanationam : Dubia ad malam

Ad vitam: Dubia ad bonam


Ad functionam
: Dubia ad
bonam
Ad sanationam
: Dubia ad
bonam

Prognosis

Edentulous

Ad vitam:
Bonam
Ad functionam
: Dubia ad
bonam
Ad sanationam
: Dubia ad
malam