Anda di halaman 1dari 35

Pembimbing :

Dr. Tommy Hermansyah, Sp.KJ


Disusun Oleh :
Wahyu Caesar Ramdhani
Kiki Nur Aqidah

Laporan Kasus
Presentation
Gangguan AfekTitle
Bipolar, Episode
Manik dengan Psikosis

Identitas
Nama
: Tn. I R
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Umur
: 35 tahun
Agama
: Islam
Suku
: Sunda
Pendidikan terakhir: SMK Tehnik elektro
Status Pernikahan : belum menikah
Pekerjaan
: Service TV
Alamat
: Jl. Kp. Cibencoy RT/RW: 04/01 Ds.
Mangkalaya Kec. Gunung Buruh.

Keluhan utama

Tidak bisa tidur sejak 1


minggu yang lalu

Riwayat gangguan sekarang

Pasien tidak bisa tidur yang dialami sejak 1 minggu sebelum masuk
UGD.OS hanya bisa 2- 3 jam dalam seharinya. Ibu pasien
mengaku pasien sering bangun keluar keliling desa tanpa sebab
tiap malam dan kembali pulang.
Sebelumnya os menyendiri tanpa sebab malam hari sejak 1 minggu
yang lalu.Selain itu juga sering berbicara sendiri. Ibu pasien
mengatakan, OS sering mendengar bisikan-bisikan dan di beri
kekuatan untuk menyembuhkan orang sakit. OS bertemu sesosok
bayangan hitam yang memberikan kekuatan ke dirinya. Peristiwa ini
disebabkan karena pasien sudah putus obat 1 minggu yang lalu.
Menurut ibu pasien karena os sudah membaik sehingga tidak
memerlukan obat.

3 hari sebelum datang ke UGD pasien merasa marah karena


tidak diberi uang dengan ibunya untuk membeli rokok.
Kemudian pasien pergi untuk meredamkan amarahnya,
setelah itu menyendiri didalam kamar.
Sebelum dibawa ke UGD pasien marah marah tanpa sebab
ke pada ibunya, pasien merusak tv dirumahnya. Dan pergi
keluar rumah, pasien membuat gaduh, dengan cara menye
stop setiap mobil dijalan. Kemudian pihak keluarga bersama
warga membawanya untuk berobat ke RS. Syamsudin.
OS juga pernah melihat sosok wanita yang terdapat halilintar
dibadannya. Dan juga sekumpulan binatang yang menyerang
dia.

Sebelumnya pasien sudah pernah dirawat


karena gangguan jiwa sebanyak 3 kali,
dan saat ini yang ke 4, terakhir dirawat 1
bulan yang lalu, dengan keluhan yang
sama. Ibu pasien pernah membawa
pasien ke orang pintar, untuk meminta
doa supaya cepat sembuh.

Pada saat dilakukan autoanamnesis, Penampilan pasien


tampak rapi, pakaian bersih dengan kaos berwarna abuabu dan celana jins panjang berwarna hitam. Pasien
terlihat bersih, tampak sehat dan normoaktif.
Pasien mengatakan ia dibawa kesini oleh ibu dan
adiknya, pasien tidak menyadari bahwa dibawa ke RS
karena mengalami gangguan jiwa. Pasien mengatakan
dibawa kerumah sakit untuk berobat karena mual dan
muntah. Tapi pasien mengaku sudah pernah dibawa ke
RS. Syamsudin karena gangguan jiwa. Pasien mau
ditempatkan di rumah sakit lagi, karena ingin refresing
dan berrekreasi.

Pasien mengaku bahwa sudah 2 hari berturut-turut tidak


bisa tidur karena mendengar bisikan dan bertemu
dengan bayangan hitam yang memberikan kekuatan
untuk menyembuhkan orang sakit.Pasien menyangkal
sering marah-marah dan berbicara sendi dirumah,
pasien mengatakan bahwa ia hanya emosi, karena tidak
diberi uang oleh ibunya untuk beli rokok. pasien juga
menyangkal bahwa menstop mobil yang lewat. Tapi
pasien mengakui keluar pada malam hari untuk
menenangkan pikiran, pasien tidak tahu penyebab sering
emosi. Pasien juga bercerita mempunyai masalah
dengan pacarnya, pasien merasa berdosa karena telah
meniduri pacarnya, sehingga selalu merenung dan tidak
nafsu makan.

Riwayat Gangguan Dahulu


Riwayat gangguan psikiatri
Sebelumnya OS sudah pernah dirawat 3 kali di bagian jiwa, yaitu di RS Syamsudin
ruang kemuning terahir pada bulan yang lalu. Pasien tidak rutin kontrol dan putus
obat, terahir pasien kontrol di puskesmas diberi haloperidol dan trihexypendil 1
minggu yang lalu. Pasien pernah dibawa ke orang pintar untuk berobat dan diberi
air untuk diminum.
Riwayat gangguan medis non-psikiatri
OS tidak memiliki gangguan bawaan sejak lahir.Pernah mengalami kecelakaan
ketika kelas 3 SD. Luka terdapat di bagian dahi.
Riwayat Penggunaan zat psikoaktif
OS tidak pernah mengkonsumsi narkoba, zat psikoaktif, hanya sesekali mencoba
minum alcohol. Saat ini hanya dari minum obat dari dokter.

Riwayat kehidupan pribadi

Riwayat prenatal dan perinatal

Pada saat kehamilan tidak adalah masalah, ibu tidak


mengkonsumsi obat obat.Pasien lahir normal, tidak ada
kelainan.Pasien lahir dibantu dengan dukun beranak.
Riwayat masa kanak awal ( 0-3 tahun )
Pasien diasuh oleh neneknya sampai usia 18 tahun Pasien
dilahirkan dengan sehat. Tidak ada cacat bawan yang
ditemukan dan perkembangan fisik OS baik, pola
perkembangan pasien sesuai dengan anak yang normal.

Riwayat masa kanak pertengahan ( 3-11 tahun )

Perkembangan fisik pasien sama dengan anak


sebayanya. OS termasuk anak pemalu susah
bergaul dan kurang teman.OS mendapatkan
rangking 10 besar pada saat duduk di bangku SD.
Pada saat SMK pasien sekolah di salah satu SMK
favorite di Sukabumi.

Riwayat masa kanak akhir dan


remaja
Hubungan sosial
Pasien merupakan anak yang pemalu dan suka menyendiri dan sulit
mendapatkan teman. Pasien tidak pernah terlibat masalah dengan
teman ataupun dengan orang lain.
Perkembangan motorik dan kognitif
Dalam perkembangan kognitif tidak terlihat adanya gangguan dalam
belajar.Tidak ada gangguan dalam perkembangan motorik.
Riwayat Pendidikan Formal
Pasien bersekolah sampai tingkat SMK, pasien bersekolah disalah satu
SMK favorite di Sukabumi mengambil jurusan tehnik elektro dan
komungnikasi.Pasien tidak melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi
dikarenakan tidak ada biaya.

Masalah emosi dan fisik


Pasien merupakan orang yang selalu menyimpan masalah dan
disimpan tanpa sering mengemukakan masalah, sehingga sering
menimbulkan dendam.
Riwayat Psikoseksual
Pasien tertarik dengan lawan jenis, pasien pernah berpacaran dua
kali.Pasien pernah berhubungan badan dengan pacar, pasien merasa
terpukul dan banyak merenung serta menyalahkan diri sendri.

Riwayat masa dewasa


Riwayat
pendidikan
Pasien bersekolah
di SMK jurusan
tehnik elektro dan
komunikasi, pasien
tidak melanjutkan
sekolah ke
perguruan tinggi
dikarenakan tidak
ada biaya dan lebih
memilih bekerja.

Riwayat Agama
Pasien mengaku
seorang muslim, ia
mempelajari agama
sejak kecil. Sejak
kecil sering belajar
mengaji dan sholat.
Tetapi sekarang
jarang sholat dan
lebih suka
menyendiri.

Riwayat Pekerjaan
Pasien pernah bekerja
selama 2 tahun disalah
satu perusahaan
elektronik pada tahun
2000 2002 sebagai
service. Pasien berhenti
karena ingin
berwirausaha sendiri.
Setelah keluar dari
tempat kerja, pasien
membuka usaha service
elektronik dirumahnya.
Sejak sakit ini pasien
menutup usahanya.

Riwayat Hukum

Riwayat Aktivitas
sosial
Riwayat
Pernikahan
OS belum
menikah

Pasien menarik
diri dari aktivitas
sosial. Pasien
merasa dirinya
mempunyai jiwa
sehingga pasien
mengurung diri
dirumah.

Pasein pernah
berurusan dengan
proses hukum pada
saat usia 18 tahun
karena membacok,
dan pasien ingin
membalas dendam
karena pamannya di
kerokyok. Selama
sakit ini pasien belum
pernah memiliki
masalah dengan
hokum yang
diakibatkan oleh sikap,
perilaku pasien.

Riwayat keluarga
Dikeluarga tidak ada yang memiliki gangguan yang sama.pasien
merupakan anak ke3 dari 3 bersaudara, kedua kakanya meninggal saat
masih kecil. Orang tua pasien bercerai, kemudian ibunya menikah lagi
dengan laki - laki yang memiliki 2 orang anak. Dan ayahnya pun menikah
lagi. Pasien tidak perduli dengan ayahnya. Sekarang pasien tinggal
bersama dengan ibu, dan adiknya. Ayah tiri dan kaka tiri meninggal.

Menikah lagi
I

Keterangan :
Perempuan
Laki-laki

Situasi kehidupan sekarang

Hubungan pasien dengan tetangga kurang baik.Pasien tinggal


dengan ibu dan adik tirinya, setlah bapa dan kaka tiri
meninggal..Pasien sering mengurung diri di kamar sendiri sehingga
orang tua pasien tidak mengetahui keseharian pasien.Sumber
penghasilan keluarga pasien dari ibu pasien.Pasien saat ini tidak
bekerja hanya bergantung pada keluarganya.Pasien merasa tidak
terlalu mendapat perhatian dari orang tuanya yang telah bercerai
sudah lama sedangakan bapak pasien jarang pulang dan
memberikan uang jajan yang tidak cukup.

Persepsi Keluarga tentang Diri Pasien


Keluarga menganngap pasien mengalami gangguan jiwa,
karena pasien marah-marah dan berbicara sendiri dirumah.

Status Mentalis

Roman muka : curiga


Pikiran
Bentuk pikiran : autistic
Jalan pikiran : flight of idea, logore
Isi pikiran : waham kebesaran
Mood dan afek :
Mood : hipertimia
Afek: luas
Keserasian : serasi
Gangguan persepsi : adanya halusinasi auditorik dan
visual
Gangguan perhatian : distraktibiliti
Tingkah laku : normoaktif
Decorum : baik
Tilikan : 1

Status Internus
Keadaan umum
: Tampak
sehat
Kesadaraan
: Compos
mentis
Tanda-tanda vital
TD
: 100/80
mmHg
Frekuensi Nadi : 70x/m
Frekuensi Nafas : 20x/mnt
suhu
: 36C
Mata dan THT : Normal
Mulut dan Gigi
: Normal
Thorax
: Normal
Abdomen
: Normal
Ekstremitas
: Normal

Status Neurologis
Tanda Rangsang Meningeal:
Negatif
Motorik : Refleks normal, tidak ada
gerakan involunter
Sensorik: Rangsang taktil normal

DIAGNOSIS MULTIAKSIAL

Aksis I : Gangguan afektif bipolar, episodik manik dengan gejala psikotok


F 31.2
Aksis II : gangguan kepribadian paranoid
Aksis III : Tidak ada gangguan. Dari pemeriksaan anamnesis dan
pemeriksaan fisik pasien tidak memiliki penyakit lain.
Aksis IV :
masalah keluarga, masalah agama, masalah ekonomi, dan masalah
psikososial
Aksis V :GAF 65

Prognosis
Ad vitam :
Bonam karena pasien tidak mengalami kelainan fisik dan
skizofrenia paranoid tidak menyebabkan kecacatan fisik.
Ad functional :
Bonam karena pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari
dengan baik.
Ad sanationam :
Dubia karena pada pasien ini stress yang menjadi kekambuhan
nya diakibatkan dari faktor luar, tekanan dari luar diri individu
dapat diminimalisir atau dihilangkan.

farmakologi
Haloperidol 1,5 mg
2 x1
Trihexyphenidyl 2 mg
2x1
Chlorpromazine 100 mg 1x1
psikoterapi
Suportif :
Psikoterapi persuasi : minum obat teratur dan control kedokter.
Psikoterapi sugestif : memberikan dukungan dan perhatian kepada pasien dalam
menghadapi masalah serta memberikan dorongan agar pasien lebih terbuka
bila mempunyai masalah dan jangan memperberat pikiran dalam menanggapi
sebuah masalah terlalu serius dan berlebihan.
Psikoterapi bimbingan : memberi nasehat kepada pasien bahwa beribadah itu
penting karena dapat menenangkan pikiran,dan masalah ibadah diterima atau
tidak, itu hanya allah yang tahu.
Terapi Keluarga
memberi nasehat kepada pasien bahwa beribadah itu penting karena dapat
menenangkan pikiran,dan masalah ibadah diterima atau tidak, itu hanya allah
yang tahu.

Gangguan Bipolar
Gangguan bipolar (GB) merupakan gangguan jiwa
yang bersifat episodik dan ditandai oleh gejalagejala manic, hipomanik, depresi, dan campuran,
biasanya rekuren serta dapat berlangsung seumur
hidup.Setiap episode dipisahkan sekurangnya dua
bulan tanpa gejala penting mania atau
hipomania.Tetapi pada beberapa individu, gejala
depresi dan mania dapat bergantian secara cepat,
yang dikenal dengan rapid cycling.Episode mania
yang ekstrim dapat menunjukkan gejala-gejala
psikotik seperti waham dan halusinasi.1,2

Epidemiologi
Gangguan bipolar adalah gangguan yang
lebih jarang dibandingkan dengan gangguan
depresif berat. Prevalensi gangguan bipolar
di Indonesia hanya sekitar 2% sama dengan
prevalensi skizofrenia. Prevalensi antara lakilaki dan wanita sama besar. Onset gangguan
bipolar adalah dari masa anak-anak (usia 5-6
tahun) sampai 50 tahun atau lebih. Rata-rata
usia yang terkena adalah usia 30 tahun.
Gangguan bipolar cenderung mengenai
semua ras.3

Etiologi
Penyebab gangguan bipolar
multifaktor.Secara biologis dikaitkan
dengan faktor genetik dan gangguan
neurotransmitter di otak. Secara
psikososial dikaitkan dengan pola asuh
masa kanak-kanak, stress yang
menyakitkan, stress kehidupan yang berat
dan berkepanjangan, dan banyak lagi
faktor lainnya.4

F31 Gangguan Afek bipolar

Gangguan ini tersifat oleh episode berulang (sekurang-kurangnya


dua episode) dimana afek pasien dan tingkat aktivitasnya jelas
terganggu, pada waktu tertentu terdiri dari peningkatan afek disertai
penambahan energi dan aktivitas (mania atau hipomania), dan pada
waktu lain berupa penurunan afek disertai pengurangan energi dan
aktivitas (depresi). Yang khas adalah bahwa biasanya ada
penyembuhan sempurna antar episode. Episode manik biasanya
mulai dengan tiba-tiba dan berlangsug antara 2 minggu sampai 4-5
bulan, episode depresi cenderung berlangsung lebih lama (rata-rata
sekitar 6 bulan) meskipun jarang melebihi 1 tahun kecuali pada orang
usia lanjut. Kedua macam episode itu seringkali terjadi setelah
peristiwa hidup yang penuh stress atau trauma mental lainnya (adanya
stress tidak esensial untuk penegakan diagnosis).
Termasuk: gangguan atau psikosis manik-depresif Tidak termasuk:
Gangguan bipolar, episode manic tunggal (F30)

F31.0 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Klinik Hipomanik


Episode yang sekarang harus memenuhi criteria untuk
hipomania (F30); dan
Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif lain
(hipomanik, manik , depresif, atau campuran) di masa lampau.
F31.1 Gangguan afektif Bipolar, Episode kini Manik Tanpa
Gejala Psikotik
Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk mania
tanpa gejala psikotik (F30.1); dan
Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif lain
(hipomanik, manik, depresif, atau campuran) di masa lampau.

F31.2 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini Manik


dengan gejala psikotik
Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk mania
dengan gejala psikotik (F30.2); dan Harus ada sekurangkurangnya satu episode afektif lain (hipomanik, manik,
depresif atau campuran) di masa lampau
F31.3 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini Depresif
Ringan atau Sedang
Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk
episode depresi ringan (F32.0) atau pun sedang (F32.1); dan
Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif
hipomanik, manik, atau campuran di masa lampau

F31.4 gangguan afektif bipolar, episode kini depresif berat tanpa


gejala psikotik
Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif
berat tanpa gejala psikotik (F32.2); dan
Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik, manik,
atau campuran di masa lampau
F31.5 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini Depresif Berat
dengan Gejala Psikotik
Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif
berat dengan gejala psikotik (F32.3);dan
Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik, manik,
atau campuran dimasa lampau

F31.6 Gangguan Afektif Bipolar Campuran


Episode yang sekarang menunjukkan gejala-gejala manik, hipomanik, dan depresif
yang tercampur atau bergantian dengan cepat (gejala mania/hipomania dan depresif
yang sama-sama mencolok selama masa terbesar dari episode penyakit yang sekarang,
dan telah berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu); dan
Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik, manik, atau
campuran di masa lampau
F31.7 Gangguan Afektif Bipolar, kini dalam Remisi
Sekarang tidak menderita gangguan afektif yang nyata selama beberapa bulan
terakhir ini, tetapi pernah mengalami sekurang-kurangnya satu episode afektif
hipomanik, manik atau campuran di masa lampau dan ditambah sekurang-kurangnya
satu episode afektif lain (hipomanik, manik, depres if atau campuran)

F31.8 Gangguan Afektif Bipolar Lainnya


F31.9 Gangguan Afektif Bipolar YTT
Gangguan Bipolar pada Anak-anak
Kebanyakan kasus gangguan bipolar didiagnosis pada usia dewasa,
tetapi penelitian membuktikan bahwa sebagian anak yang didiagnosa
dengan depresi sebenarnya menderita gangguan bipolar. Anak-anak
dengan gangguan bipolar sebaiknya tidak diberikan label tertentu
yang dapat membuat mereka terhindar dari pergaulannya. Anak-anak
tersebut juga beresiko tinggi menderita gangguan kecemasan dan juga
Attention Deficit-Hyperactivity Disorder (ADHD).