Anda di halaman 1dari 27

Pemicu 4

Blok Saraf & Kejiwaan


Felix Halim
405110204
Gangguan
depresi mayor
Gangguan2
depresi Gangguan
(gangguan distimik
unipolar)

Gangguan
mood Gangguan bipolar
Gangguan2
perubahan mood
(gangguan
Gangguan
bipolar)
siklotimik
Ciri-ciri umum depresi
Perubahan dalam kondisi emosional
Perubahan dalam motivasi
Perubahan dalam Fungsi dan Perilaku Motorik
Perubahan kognitif
Gangguan depresi mayor
Terjadinya satu atau lebih periode atau episode
depresi (disebut episode depresi mayor) tanpa
adanya riwayat episode manik atau hipomanik
alami
Seseorang dapat mengalami satu episode depresi
mayor, yang diikuti dengan kembalinya mereka
pada keadaan fungsional yang biasa
Umumnya mereka yang pernah mengalami
episode depresi mayor dapat kambuh lagi
diantara episode normal atau mungkin
mengalami hendaya pada fungsi tertentu
Gangguan depresi mayor adalah tipe yang paling
umum dari gangguan mood yang dapat
didiagnosis, dengan prevalensi 10-25%
wanitaa, dan 5-12% laki2
Faktor resiko
Usia onset awal lebih umum terjadi pada
dewasa muda(dekade ke-2)
Status sosioekonomi
Status pernikahan(orang bercerai lebih tinggi)
Gangguan distimik
Pola depresi ringan (tetapi mungkin saja menjadi
mood yang menyulitkan pada anak-anak ataupun
remaja) yang terjadi dalam suatu rentang waktu-
pada orang dewasa biasanya dalam beberapa
tahun
Orang dengan gangguan distimik merasakan
spirit yang buruk atau keterpurukan sepanjang
waktu, namun tidak mengalami depresi yang parah
seperti yang dialami pada gangguan depresi mayor
Bersifat relatif ringan dan kronis(biasanya
berlangsung beberapa tahun)
Gangguan bipolar
Gangguan yang disertai satu atau lebih episode
manik ataupun hipomanik(episode mood yang
melambung dan hiperaktivitas, dimana penilaian
dan tingkah laku mengalami hendaya)
Episode manik atau hipomanik sering digantikan
episode depresi mayor dengan jeda periode mood
yang normal
DSM membedakan 2 tipe umum dari gangguan
bipolar:
Gangguan bipolar I
Gangguan bipolar II
Gangguan bipolar I
Pada gangguan bipolar I, orang tersebut paling
tidak mengalami satu episode manik secara
penuh
Pada banyak kasus, individu mengalami
perubahan mood antara rasa girang dan depresi
diselingi dengan periode mood yang normal
Gangguan bipolar II
Diasosiasikan sebagai suatu bentuk manik yang
lebih ringan
Penderita mengalami satu atau lebih episode
depresi mayor dan paling tidak satu episode
hipomanik
Namun, orang tsb tidak pernah mengalami
episaode manik secara penuh
Gangguan bipolar relatif tidak umum terjadi, dgn
prevalensi 0,4-1,6% ggn bipolar I, dan sekitar
0,5%ggn bipolar II
Biasa berkembang disekitar usia 20 tahun, baik
pada pria maupun wanita
Hanya sekitar 1 dari 3 orang dengan gangguan
bipolar yang mendapat penanganan
Pada priabiasanya onset ggn bipolar dimulai
dengan suatu episode manik
Pada wanitadimulai dengan suatu episode
depresi mayor
Episode manik
Biasanya muncul secara tiba-tiba
Selama suatu episode manik, orang tsb
mengalami elevasi atau ekspansi mood yang
tiba-tiba dan merasakan kegembiraan, euforia,
atau optimisme yang tidak biasa
Orang tersebut tampak memiliki energi yang
tidak terbatas dan menjadi sangat suka bergaul ,
meski mungkin sampai pada titik dimana ia
menjadi sangat menuntut dan memaksa
terhadap orang lain
Contoh: normalmerasa senang karena
memenangkan lotere
Tidak normalmerasakan euforia hanya karena hari
Cenderung berbicara dengan sangat cepat (dengan
pembicaraan yang punuh tekanan)
Pikiran dan pembicaraan mereka dapt melompat dari
satu topik ke topik lain (dalam sebuah rapid flight of
ideas)
Mereka juga menjadi sangat dermawan dan
melakukan kontribusi yang sulit dipenuhi atau
memberikan barang yang mahal
Tidak dapat tidur dengan tenang dan
nyenyak(kadang2 tidak bisa tidur selama berhari2)
Orang yang sedang dlam episode manik
umumnya mengalami perasaan self-esteem yang
meningkat yang berkisar mulai dari self-
confidence yang ekstreem hingga delusi total
akan kebesaran diri sendiri
Sangat mudah terusik
Mereka dapat memperoleh masalah sebagai hasil
dari menghabiskan uang tanpa perhitungan,
menyetir dengan ceroboh, dan melakukan
petualngan seksual
Gangguan siklotimik
Gangguan mood kronis meliputi beberapa
episode hipomanik (episode yang disertai ciri2
monik dengan tingkat keparahan yang lebih
rendah daripada episode manik) dan bebberpa
periode mood tertekan atau hilangnya minat atau
kesenangan pada kegiatan2, tetapi tingkat
keparahannya tidak sampai memenuhi kriteria
sebagai episode depresi mayor
Prevalensi
0,4-1% (4 hingga 10 orang dalam 1000)
Pria maupun wanita memiliki kemungkinan yag
hampir sama unutk mengalami gangguan ini
POSTPARTUM
DEPRESSION
Definition
A depression that occurs after the
birth of a baby is called a
"postpartum" depression (PPD).
Classification
Moline and colleagues describe 2
main kinds of PPD:
1. postpartum or maternity "blues," a
mild mood problem of short duration
2. postpartum major depression, a severe
and potentially life-threatening illness
3. postpartum psychosis.
Sign & Symptom
Symptoms may include In general, postpartum psychosis
mood swings with times of evolves rapidly and is
feeling anxious, characterized by
irritable, depressed or elated mood,
tearful interspersed with times disorganized behavior,
of feeling well. mood lability,
Sleeping difficulties may also delusions and hallucinations
occur. Postpartum psychosis of the
The earliest symptoms are bipolar type is characterized by
typically elated mood
restlessness, disorganized behavior
irritability, mood lability
sleep disturbance. the presence of hallucinations or
delusions. In extreme cases, the
risks of suicide and/or infanticide
are high, thus these women
often require hospitalization
The symptoms usually begin 3-4 days after
delivery worsen by days 5-7 and tend to
resolve by day 12.
For symptoms that last longer than 2 weeks,
seek medical attention (approximately 1 in 5
women with postpartum blues develop
postpartum major depression)
For the majority of women with postpartum
psychosis, symptoms develop within the first 2
weeks after delivery
Risk Factors
Biological risk factors that contribute
to the development of PPD include:
A history of depression in previous
pregnancies or postpartum period.
A previous history of depression.
A history of depression in blood relatives.
poor social support, adverse life events,
marital instability, and ambivalence
towards the pregnancy.
Etiology
There are many factors that may contribute to the
increase in pregnancy-associated affective
syndromes.
Hormonal factors play a major role in influencing
central nervous functioning.
other factors
genetics
socioeconomic issues
stress
emotional support system for the new mother
Diagnostic
The Diagnostic and Statistical Manual (DSMIV-
TR) delineates "postpartum" as a "modifier"
or addition to other diagnoses. For example, a
postpartum diagnosis could be described as
major depression with postpartum onset, or
bipolar disorder with postpartum onset, or
brief psychotic disorder with postpartum onset.
Postpartum "blues" is not an official
diagnostic entity but it is commonly seen by
practitioners.
The criteria used to diagnose depression is the same in postpartum
states. In addition to these criteria,
other symptoms may include fear or feelings of guilt about being a "bad"
mother, or possibly extreme fear that some harm will come to the baby.
Women with postpartum major depressive episodes may also have
severe anxiety,
panic attacks,
spontaneous crying long after the usual duration of "baby blues" (ie,
3-7 days postpartum),
disinterest in the new infant,
insomnia (manifested as difficulty falling asleep).
When assessing whether a symptom is a sign of depression or a
normal postpartum reaction, the individual's circumstances need to
be considered.
A woman's level of exhaustion or irritability may be quite normal when
her infant is 2 weeks old and nursing frequently, but
may not be normal when her baby is 4 months old and sleeping soundly
through the night. Sleep deprivation can cause fatigue and poor
concentration, but the degree of these symptoms needs to be carefully
assessed.
Treatment
Treatment of PPD generally depends on the type and severity of
the symptoms.
With postpartum blues, additional emotional support or extra help caring
for the newborn may be the only intervention necessary.
Patient education is important and women should be directed to contact
their physicians if symptoms persist beyond the second postpartum
week.
If symptoms persist or become more severe then professional treatment
may be warranted.
In mild cases in which the depression does not interfere with the
mother's functioning, psychotherapy may be of benefit.
If the symptoms are of a more severe major depression then carefully
selected antidepressant medication may be needed and this should be
combined with counseling and support as well
Some studies have suggested that progesterone and estrogen may be
effective agents for treatment of PPD (additional research is required)
for severe depression in which medication is either not an option or
problematic, electroconvulsive treatment may be a viable alternative.
Women who are breastfeeding must be informed that all psychotropic
medications, including antidepressants, are secreted in the breast milk at
varying concentrations.