Anda di halaman 1dari 12

Penyembuhan Varikokel (VR) dan

Kaitannya dalam Meningkatkan


Perbaikan Histologi Testis pada Pria
dengan Azoospermia Tanpa Gejala
Obstruktif
Pendahuluan
• Tidak ada pengobatan standar untuk
infertilitas pada pria.
• Varicocele adalah penyebab paling umum
infertilitas pria dan umumnya dapat dikoreksi
• 5-10% pria infertil dengan azoospermia
memiliki diagnosis klinis varikokel
Bahan dan metode
• Antara tahun 2009 dan 2014, pria dengan pelet (-) azoospermia dan
teraba varikokel unilateral atau bilateral, yang mengalami infertilitas
primer paling sedikit 1 tahun, dipilih untuk penelitian ini.
• Semua subjek menjalani evaluasi dasar diagnostik standar
infertilitas.
• Varicoceles diidentifikasi pada pemeriksaan skrotum dan
Ultrasonografi skrotum dengan pencitraan Doppler dengan real-
time color digunakan untuk mengkonfirmasi adanya varikokel.
• Sedikitnya tiga sampel semen pra operasi diperoleh dari semua
pasien dengan cara masturbasi setelah 4-5 hari abstinensia.
• Semua analisis dilakukan di laboratorium andrologi yang sama
(Pusat Infertilitas Universitas Kocaeli).
• Sebanyak 45 pasien menjalani pembedahan
kecil VRdengan pendekatan subinguinal.
• Setelah VR, insisi 5 mm garis tengah dermal
dan subdermal skrotum, dan biopsi standar
sistematik testicular6-core Tru-Cut(dari
masing-masing kutub dan garis tengah pada
testis kanan dan kiri) dengan jarum ukuran 20
mm 18- gauge
• Jaringan tersebut ditanam di blok parafin
setelah diolah dan dipotong menjadi
beberapa bagian setebal 5 μm, yang diberi
deparaffinasi dan diwarnai dengan
hematoxylin dan eosin.
• Histologi dianalisis dengan skoring pada
tubulus seminiferus pada perbesaran 400x
• Semua evaluasi histopatologis dilakukan
dengan menggunakan JS (johnsen skor)
• Setiap bagian tubular diberi skor dari 10
sampai 1 sesuai dengan ada atau tidak adanya
jenis sel utama yang disusun sesuai urutan
kematangan
• skor 10, 9, atau 8, adanya spermatozoa;
• 7 atau 6, spermatid
• 5 atau 4, spermatosit
• 3 hanya spermatogonia
• 2 hanya sel Sertoli
• 1 tidak ada sel.
Hasil

Persentase temuan histopatologis berdasarkan biopsi testis pra operasi dan pasca
operasi
Diskusi
• Peran varikokelektomi pada pasien
azoospermia pertama kali dipelajari pada
tahun 1976 oleh Mehan
• menerapkan ligasi vaskular spermatik pada 10
pasien NOA dan mengkonfirmasi dua
kehamilan spontan
• Weedin dkk. melakukan meta-analisis untuk
mengevaluasi studi VR pada pasien dengan
NOA yang dilakukan selama 20 tahun
sebelumnya
• Mereka menganalisis 11 publikasi dan total
233 pasien.
• Sperma motil ditemukan pada analisis semen
pasca operasi pada 91 dari 233 pasien,
menghasilkan 14 kehamilan spontan
• Penelitian ini memiliki sejumlah keterbatasan
karena tidak ada kelompok kontrol dalam
penelitian
Kesimpulan
• Sepengetahuan kami, laporan ini merupakan
laporan pertama yang membandingkan
temuan histopatologis sebelum dan sesudah
VR pada pria dengan NOA.
• Temuan kami menunjukkan peningkatan yang
signifikan dalam histologi testis mengenai
rata-rata JS setelah VR