Anda di halaman 1dari 10

RADIAL FLOW

 KELOMPOK 5
 DANIEL MARULITUAH SINAGA (1501103)
 GIBERDY MIVEB (1501216)
 AGUS TODING (1501301)
 WIDIYANTI (1501303)

TEKNIK PERMINYAKAN C REG 2015


Radial Flow
RE

Pw
H P PE

Rw
 Radial, slightly compressible, steady state
 Radial, incompressible
 Radial, compressible
 Geometri aliran ; haorizontal
 Ketebalan konstan, h = konstan
 Incompressible liquid
 Aliran laminer, persamaan
 Tersaturasi 100% oleh satu fluida
 Temperatur konstan, μ = konstan
Aliran didasar sumur minyak sebagian besar
teorinya didasarkan pada aliran radial

 Variasi permeabilitas dalam sistem radial.


 Alirannya berasal dari seluruh ketebalan reservoirnya
 Seluruh batuannya tersaturasi oleh fluida satu fasa
Penyebab radial Flow
 Dengan memproduksi suatu sumur yang
menghubungkan permukaan dengan reservoir, akan
terjadi ketidak-seimbangan tekanan dalam reservoir,
sehingga akan menimbulkan gradien tekanan yang
akan menyebabkan fluida dalam berpori itu mengalir
kesegala arah.
 sifat fisik dari batuan formasi,
 sifat fisik dari dari fluida formasi.
Horizontal radial
 Incompreessible liquid

 q = 0.007082 hk (Pe – Pw)


µln(re /rw)
Real gas
qsc = 0.00703 hk (Pe² – Pw²)

µln(re /rw)Tz

 q= 0.007082 hk (Pe – Pw)


µln(re /rw)
Contoh 3: Pemakaian Persamaan Aliran (3)
Laju alir dalam sistem radial: Berapakah laju alir minyak
pada suatu system radial dengan kondisi berikut:

k= 300 md
re= 330 ft
h= 20 ft
rw= 0.5 ft
pe= 2500 psia
re/rw= 660
pw= 1740 psia
ln(re/rw) = 6.492
μ= 1.3 cp
 Penyelesaian:
 Satuan diberikan secara konsisten dalam satuan
lapangan. Jadi, perhitungan laju alir dilakukan secara
langsung:
q = 0.007082 hk ( Pe −Pw)
μln(re / rw)

q = 7.082x10⁻³ (300)(20)(2,500 −1,740)


1.3(6.492)
q = 3,826 res bbl/day